cover
Contact Name
Rahma Oktavia
Contact Email
mscjournal35@gmail.com
Phone
+6287847363862
Journal Mail Official
mail@iphorr.com
Editorial Address
Jl. Raden Imba Kusuma Ratu Gang Durian No.40, Sukadana Ham, 3 Kota Bandar Lampung 5247
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Journal of Medical Surgical Concerns
ISSN : 27978400     EISSN : 27978419     DOI : https://doi.org/10.56922/msc.v3i1
Core Subject : Health,
Jurnal penelitian dibidang keperawatan medikal bedah pada klien dewasa yang mengalami dan atau cenderung mengalami perubahan fisiologi dengan atau tanpa gangguan struktur tanpa trauma atau penyakit-penyakit yang sering/umum terjadi. Pembahasan berfokus pada konsep dan prinsip keperawatan dengan gangguan fungsi tubuh meliputi gangguan system pernapasan, hematologi, imunologi, muskuloskeletal, penglihatan, THT, kardiovaskular, endokrin, pencernaan, perkemihan dan klien dengan penyakit akut dan kronis. Desain penelitian kuantitatif quasi eksperimen dan sistematik review. Terbit 2 kali dalam satu tahun bulan Juni dan Desember
Articles 25 Documents
Pengaruh komunikasi persuasif terhadap tingkat pengetahuan pada pasien tuberkulosis paru Afrida, Afrida; Sari, Lolita; Nuryani, Dina Dwi
JOURNAL OF Medical Surgical Concerns Vol. 4 No. 2 (2024): December Edition 2024
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Himpunan Perawat Medikal Bedah Indonesia (HIPMEBI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/msc.v4i2.698

Abstract

Absract Background: Tuberculosis (pulmonary TB) is an infectious disease caused by Mycobacterium tuberculosis. Purpose: To determine the effect of the level of knowledge of pulmonary TB patients. Method: Quantitative research design using quasi experiment. The population is outpatients (pulmonary poly) who are still being treated at RSPBA, the sample size is 30 participants divided into 3 groups and each group contains 10 participants. The intervention of each group is different, namely by carrying out linear communication interventions, interactional communication interventions and transactional communication. Univariate data analysis obtained the average value of pre-test and post-test, bivariate analysis using t-test and multivariate. There is an influence on the level of knowledge that undergoes linear communication interventions, interactional communication interventions and transactional communication interventions. Results: Based on multivariate analysis with annova, it was found that there was no dominant communication on the knowledge level of pulmonary tuberculosis patients. There is an effect on the level of knowledge after the intervention of linear communication, interactional communication and transactional communication with a p-value <0.05. Based on the results of research on knowledge in the Transactional group, there was a significant influence between before the intervention and after the intervention, with a p value of 0.000 (p <0.05). Conclusion: Analysis used One way ANOVA. For health workers at Pertamina Bintang Amin Hospital, they can apply transactional communication in order to increase the knowledge of pulmonary TB patients in particular.   Pendahuluan: Tuberkulosis (Tb Paru) merupakan salah satu penyakit infeksi yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh tingkat pengetahuan pasien TB Paru. Metode: Desain penelitian kuantitatif menggunakan kuasi eksperimen. Populasinya adalah pasien rawat jalan (Poli paru) yang masih dalam pengobatan di RSPBA, jumlah sampelnya adalah 30 partisipan dikelompokkan menjadi 3 kelompok dan masing-masing kelompok berisi 10 peserta. Intervensi tiap kelompok berbeda-beda, yaitu dengan melakukan intervensi komunikasi linier, intervensi komunikasi interaksional dan komunikasi transaksional. Analisis data univariat didapatkan nilai rata-rata pre test dan post test, analisis bivariat menggunakan uji t dan multivariat. Terdapat pengaruh tingkat pengetahuan yang menjalani intervensi komunikasi linier, intervensi komunikasi interaksional dan intervensi komunikasi transaksional. Hasil: Berdasarkan analisis multivariat dengan annova, ditemukan bahwa tidak ada komunikasi yang dominan terhadap tingkat pengetahuan pasien tb paru. Terdapat pengaruh tingkat pengetahuan setelah dilakukan intervensi komunikasi linier, komunikasi interaksional dan komunikasi transaksional dengan p-value <0.05. Berdasarkan hasil penelitian tentang pengetahuan pada kelompok transaksional terjadi pengaruh yang signifikan antara sebelum dilakukan intervensi dan sesudah dilakukan intervensi, dengan p value 0.000 (p<0.05). Simpulan: Analisis menggunakan One way ANOVA. Bagi tenaga kesehatan di RS Pertamina Bintang Amin bisa menerapkan komunikasi transaksional dalam rangka meningkatkan pengetahuan pasien tb paru khususnya.
Hubungan Frekuensi Konsumsi Kopi Dengan Gejala Gastritis Pada Mahasiswa Sutrisno; Murti, Rizal Indera Permana Bayu; Putra, Fajar Alam
JOURNAL OF Medical Surgical Concerns Vol. 5 No. 1 (2025): June Edition 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Himpunan Perawat Medikal Bedah Indonesia (HIPMEBI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/msc.v5i1.1297

Abstract

Background: Gastritis is a disorder of the human digestive system. It is a lifelong, serious disease that many people experience. Coffee drinking is a contributing factor to gastritis due to its caffeine content, which can affect stomach acid. Common symptoms of gastritis include abdominal discomfort, bloating, nausea, headaches that interfere with daily activities, vomiting, and burning or stinging pain. Purpose: To determine the relationship between coffee consumption frequency and gastritis symptoms in students at the Faculty of Science, Technology, and Health, Sahid University, Surakarta. Method: This is a descriptive analytical study with a cross-sectional design, with a population of 93 students. A sample size of 56 was used, with a non-probability sampling method. The instruments used were a gastritis symptom questionnaire and a coffee consumption frequency questionnaire. The statistical test used was the Kendall-tau test. Results: The Kendall-tau correlation test showed a relationship between the frequency of coffee consumption and gastritis symptoms. The p-value was 0.002, lower than 0.05, and the r-value was 0.401. Conclusion: There is a correlation between the frequency of coffee consumption in college students and their gastritis symptoms, with a moderate correlation. Keywords: College Students; Frequency of Coffee Consumption; Gastritis Symptoms.   Pendahuluan: Gastritis merupakan salah satu gangguan yang terjadi pada sistem pencernaan manusia. Gastristis menjadi salah satu penyakit sepanjang umur hidup, penyakit cukup serius yang banyak dialami seseorang. Kebiasaan minum kopi menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya gastritis karena kandungan kafein didalamnya yang dapat mempengaruhi asam lambung. Gejala umum yang terjadi pada penderita gastritis adalah rasa tidak nyaman pada perut, perut kembung, mual dan sakit kepala yang menggangu aktivitas sehari – hari, muntah, perih atau sakit seperti terbakar pada perut. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara frekuensi konsumsi minum kopi dengan gejala gastritis pada mahasiswa Fakultas Sains , Teknologi dan Kesehatan  Universitas Sahid Surakarta. Metode: Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan  desain studi potong lintang, dengan jumlah populasi 93 mahasiswa. Sampel yang digunakan 56, dengan metode pengambilan sampel menggunakan non-probability sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesiner gejala gastritis dan kuesioner frekuensi konsumsi kopi. Uji ststistik yang digunakan dengan uji Kendall tau Hasil: Hasil uji korelasi kendall tau menunjukan hubungan frekuensi konsumsi kopi dan gejala gastritis didapatkan nilai p sebesar 0.002, lebih rendah dari 0.05, dan nilai r sebesar 0.401. Simpulan: Terdapat korelasi antara frekuensi konsumsi kopi pada  mahasiswa dengan gejala gastritis yang dialami, hubungan pada tingkat sedang. Kata Kunci: Frekuensi Konsumsi Kopi; Gejala Gastritis; Mahasiswa.
Modification of deep breathing relaxation techniques on the osce participants’ anxiety level: a randomized control trial Nurhilmiah, Tia; Alamsyah, Azhar; Novryanthi, Dhinny
JOURNAL OF Medical Surgical Concerns Vol. 5 No. 1 (2025): June Edition 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Himpunan Perawat Medikal Bedah Indonesia (HIPMEBI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/msc.v5i1.1321

Abstract

Background: The final semester exam for students is a stressor that causes anxiety. The semester’s final exam can be theoretical and practice exams. The practice exam is an evaluation to know nursing students' skills before practicing in healthcare facilities. The method to evaluate students’ skills is Objective Structured Clinical Examination (OSCE) Purpose: To determine the effect of modified deep breathing relaxation techniques on the anxiety levels of (OSCE) participants through a randomized controlled trial design. Method: A randomized control trial of the parallel groups. The number of samples was 36 respondents. Data analysis using shapiro wilk, Levene test, paired t-test, independent t-test, and Cohen’s d. Results: the mean of anxiety decreased from 66.72 (3.2) to 53.72 (5.8) in the experimental group with a p-value is 0.000. On the other hand, the mean of anxiety increased from 43.17 (7.5) to 48.39 (9.3) in the control group with a p-value of 0.017. Additional data showed that the p-value of experimental vs control is 0.000, meaning there is a difference in score anxiety between the experimental and control group with an effect size is 0.5 (medium). Conclusion: A significant effect of modification of deep breathing relaxation on the anxiety level of students facing the OSCE exam.  Keywords: Anxiety; Deep Breathing Relaxation Technique; Dzikr; OSCE.
Pengaruh emotional freedom technique (eft) terhadap tingkat kecemasan pasien dengan hemodialisis Kumara, Ryan Aditya; Sutrisno; Widiyono, Widiyono
JOURNAL OF Medical Surgical Concerns Vol. 5 No. 1 (2025): June Edition 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Himpunan Perawat Medikal Bedah Indonesia (HIPMEBI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/msc.v5i1.1330

Abstract

outside the body. This action can cause psychological and physical stress that interferes with the neurological system, including; disorientation, tremors and decreased concentration and anxiety. Anxiety can have an impact on behavior such as withdrawing from the environment, difficulty focusing on activities, difficulty eating, irritability, low control of anger emotions, sensitivity, difficulty sleeping. One way to reduce anxiety is to do emotional freedom technique (EFT). Non-invasive action to balance the body's natural meridian energy when symptoms of physical and emotional decline occur. Purpose: To determine the effect of EFT therapy on anxiety levels in patients with chronic kidney failure with hemodialisis. Method: The type of research is pre-experimental with one group pretest-posttest design. The population in this study were patients undergoing hemodialisis in the ICU Rooms. The research sample used was 27 respondents. Data were analyzed using the Wilcoxon signed rank test. Results: The study showed that anxiety before and after the EFT intervention decreased with median score 22 before intervention and 15 after interventiio. The results of the Wilcoxon signed rank test obtained a p value of 0.001 Conclusion: There is an effect of emotional freedom technique on anxiety in patients undergoing hemodialisis. Keywords: Anxiety; Chronic Kidney Disease; Emotional Freedom Technique; Hemodialisis; Paliative.   Pendahuluan: Hemodialisis merupakan proses pembersihan darah dari zat-zat sampah melalui proses penyaringan diluar tubuh.  Tindakan ini dapat menimbulkan stres psikologis dan fisik yang mengganggu sistem neurologi antara lain; diorientasi, tremor dan penurunan konsentrasi dan kecemasan. Cemas dapat berdampak pada perilaku seperti menarik diri dari lingkungan, sulit fokus dalam beraktifitas, susah makan, mudah tersinggung, rendahnya pengendalian emosi amarah, sensitive, susah tidur. Salah satu cara untuk mengurangi kecemasan yaitu melakukan emotional freedom technique (EFT). Tindakan non invasive untuk menyeimbangkan energi meridian alam tubuh ketika terjadi gejala-gejala kemunduran fisik dan emosional. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh terapi EFT terhadap tingkat kecemasan pada pasien Gagal ginjal kronik dengan Hemodialisis. Metode: Jenis penelitian adalah pre eksperimental dengan desain one group pretest-posttest design. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien yang menjalani hemodilisis di Ruang ICU. Sampel penelitian yang digunakan adalah 27 responden. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon signed rank test. Hasil: Penelitian menunjukkan kecemasan sebelum dan setelah intervensi EFT mengalami penurunan dengan nilai median sebelum intervensi 22 dan setelah intervensi 15. Hasil uji dengan Wilcoxon signed rank test didapatkan nilai p: 0.001 Simpulan: Ada pengaruh emotional freedom technique terhadap kecemasan pada pasien yang menjalani hemodialisis. Kata Kunci: Emotional Freedom Technique; Gagal Ginjal Kronik; Hemodialisis; Kecemasan; Paliatif.
Hubungan health literacy dengan manajemen diri pada pasien chronic kidney disease yang menjalani hemodialisis Ni Komang Emi Trisnawati; Dewa Putu Arwidiana; Wati, Ni Made Nopita Wati
JOURNAL OF Medical Surgical Concerns Vol. 5 No. 1 (2025): June Edition 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Himpunan Perawat Medikal Bedah Indonesia (HIPMEBI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/msc.v5i1.1334

Abstract

Background: Patients with CKD undergoing hemodialysis require good self-management skills to maintain quality of life and prevent complications. One factor that influences the success of self-management is the level of health literacy, namely the individual's ability to access, understand, and use health information. Purpose: To determine the relationship between health literacy and self-management in CKD patients undergoing hemodialysi. Method: A descriptive correlational design with a cross-sectional approach. The sample consisted of 112 CKD patients undergoing hemodialysis, selected using a purposive sampling technique. The instruments used included health literacy and self-management questionnaires. Data analysis was performed using the Rank Spearman correlation test. Results: There was a significant relationship between health literacy and self-management in CKD patients undergoing hemodialysis (p <0.05). Patients with high levels of health literacy tend to have better self-management skills. Conclusion: Health literacy plays an important role in improving the self-management skills of hemodialysis patients. Improving health literacy through appropriate education can be an effective strategy in supporting long-term care of CKD patients. Keyword: Chronic Kidney Disease; Health Literacy; Hemodialysi; Self-Management.   Pendahuluan: Pasien dengan penyakit CKD yang menjalani hemodialisis memerlukan kemampuan manajemen diri yang baik untuk menjaga kualitas hidup dan mencegah komplikasi. Salah satu faktor yang memengaruhi keberhasilan manajemen diri adalah tingkat literasi kesehatan (health literacy), yaitu kemampuan individu dalam mengakses, memahami, dan menggunakan informasi kesehatan. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara health literacy dengan manajemen diri pada pasien CKD yang menjalani hemodialisis. Metode: Desain deskriptif korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel terdiri dari 112 pasien CKD yang menjalani hemodialisis, dipilih dengan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan meliputi kuesioner health literacy dan manajemen diri. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Rank Spearman. Hasil: Terdapat hubungan yang signifikan antara health literacy dengan manajemen diri pada pasien CKD yang menjalani hemodialisis (p <0.05). Pasien dengan tingkat literasi kesehatan yang tinggi cenderung memiliki kemampuan manajemen diri yang lebih baik. Simpulan: Health literacy berperan penting dalam meningkatkan kemampuan manajemen diri pasien hemodialisis. Peningkatan literasi kesehatan melalui edukasi yang tepat dapat menjadi strategi efektif dalam mendukung perawatan jangka panjang pasien CKD. Kata Kunci: Health Literacy; Hemodialis; Manajemen Diri; Penyakit Gagal Ginjal Kronik.

Page 3 of 3 | Total Record : 25