cover
Contact Name
Pratiwi Anindita Adji
Contact Email
pratiwi.anindita91@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnallivre@gmail.com
Editorial Address
Jl. Pd. Cabe Raya, Pd. Cabe Udik, Kec. Pamulang, Kota Tangerang Selatan, Banten 15437
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Livre : Jurnal Perpustakaan dan Informasi
Published by Universitas Terbuka
ISSN : -     EISSN : 3063833X     DOI : -
Core Subject : Science, Social,
LIVRE : Jurnal Perpustakaan dan Informasi is a scientific journal managed by the Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Hukum, Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Terbuka. Published 2 times a year in June and December. LIVRE : Jurnal Perpustakaan dan Informasi accommodates research in the field of library and information science conducted by lecturers, researchers, librarians, and students. Focus of study: Library Management Digital Library and Repository Organization of Information Information Service Knowledge Management Media and Information Literacy Pelestarian Media dan Informasi Bibliometrics Legal aspects of information Archive management Cultural Documentation Information and Communication Technology in Libraries LIVRE : Jurnal Perpustakaan dan Informasi It is hoped that it can become a scientific vehicle for studies and thinking about libraries that can provide information and education for readers.
Articles 20 Documents
Strategi Pengembangan Koleksi Bahan Pustaka Perpustakaan Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya di Era Digital Dewi, Sri Kusuma; Shintawati, Yanuastrid
LIVRE : Jurnal Perpustakaan dan Informasi Vol. 1 No. 1 (2024): Juni
Publisher : Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Koleksi merupakan elemen yang sangat penting dalam sebuah perpustakaan. Koleksi dapat berupa materi bahan ajar, majalah dan referensi. Perkembangan teknologi dan informasi membuat koleksi dapat juga diakses secara digital. Dengan adanya materi baru dan pembaharuan materi lama membuat perlu dilakukan pengembangan koleksi secara berkala sehingga kebutuhan pemustaka dapat terpenuhi. Pengembangan koleksi dapat dilakukan melalui proses pembelian, hibah dan kerjasama atau kolaboratif. Pengembangan koleksi merupakan proses manajemen pengelolaan yang terdiri dari tahapan seperti analisa kebutuhan pemustaka, penentuan kebijakan akan standar pustaka yang layak dikoleksi, pencarian pustaka yang sesuai kriteria dan pengadaan pustaka yang telah ditentuan. Proses pengembangan koleksi merupakan proses kolaborasi yang melibatkan banyak pihak seperti pemustaka, pustakawan, pemangku kebijakan dan penyedia koleksi bahan pustaka. Pengamatan dilakukan di Perpustakaan Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya untuk mengetahui penerapan atau strategi pengembangan koleksi bahan pustaka yang telah dilakukan. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya melakukan pengembangan koleksi baik dalam bentuk koleksi fisik maupun secara digital. Pengembangan koleksi secara digital dilakukan dengan pembuatan perpustakaan online. Kendala yang dihadapi dalam pengembangan koleksi adalah alokasi dana yang diperlukan dan kebijakan akreditasi perpustakaan yang menggunakan standar koleksi perpustakaan dalam bentuk fisik. Dengan adanya koleksi dalam bentuk fisik dan digital, maka alokasi dana pengembangan koleksi yang sebelumnya hanya digunakan untuk melakukan pembelian pustaka bentuk fisik menjadi ditambahnya pembelian pustaka digital dan berlangganan akses pustaka digital. Hal ini membuat pengembangan koleksi meningkat secara keseluruhan tapi jumlah pengembangan koleksi fisik menjadi berkurang. Kebijakan akreditasi perpustakaan yang menggunakan standar jumlah pustaka fisik dalam proses akreditasi perlu digunakan sebagai pertimbangan saat melakukan pengembangan pustaka digital.
Manajemen Perencanaan Tata Ruang Perpustakaan Widya Pustaka Sebagai Upaya Mendukung Pengembangan Budaya Literasi SMP Negeri 3 Bantul Hariyanto, Subekti; Rusandi, La Ode
LIVRE : Jurnal Perpustakaan dan Informasi Vol. 1 No. 1 (2024): Juni
Publisher : Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/livre.v1i1.9493

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi tata ruang Perpustakaan Widya Pustaka SMP Negeri 3 Bantul dan merumuskan upaya peningkatan tata ruang dalam mendukung pengembangan budaya literasi di sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tata ruang Perpustakaan Widya Pustaka saat ini belum optimal, dengan permasalahan utama meliputi penataan ruang yang kurang efisien, minimnya area fungsional yang mendukung kegiatan literasi, kurangnya aspek estetika dan dekorasi, serta pencahayaan dan sirkulasi udara yang kurang memadai. Upaya peningkatan tata ruang yang direkomendasikan meliputi penataan ulang area fungsional, optimalisasi perabot dan furnitur, peningkatan aspek estetika dan dekorasi, perbaikan sistem pencahayaan dan sirkulasi udara, serta pengadaan area-area baru yang mendukung kegiatan literasi. Manajemen perencanaan tata ruang perpustakaan yang baik, dengan memperhatikan prinsip-prinsip penataan ruang perpustakaan, dapat menciptakan lingkungan yang nyaman, efisien, dan mendukung pengembangan budaya literasi di SMP Negeri 3 Bantul.
Memanfaatkan Penggunaan Teknologi Informasi Untuk Menumbuhkan Literasi di SDS Muhammadiyah Sungailiat Miswara, Miswara; Rusadi, La Ode
LIVRE : Jurnal Perpustakaan dan Informasi Vol. 1 No. 2 (2024): December
Publisher : Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/livre.v1i2.9518

Abstract

Abstrak Teknologi informasi adalah istilah umum untuk teknologi apapun yang membantu manusia dalam membuat, mengubah, menyimpan, mengkomunikasikan, dan/atau menyebarkan informasi. Teknologi informasi sudah merupakan kebutuhan semua orang termasuk kalangan anak-anak pada masa sekarang. Dengan fenomena ini dapat memberikan dampak positif dan juga dampak negatiF. Dampak negatif terutama bagi anak-anak yaitu menurunnya literasi anak-anak pada masa sekarang. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bahwa untuk meningkatkan literasi anak-anak pada era teknologi sekarang maka kita harus menggunakan teknologi juga. Pemanfaatan teknologi yang dapat kita lakukan misalnya penggunaan gadget (smartphone). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan melakukan observasi. Observasi yang dilakukan yaitu dengan cara memberikan pilihan kepada anak-anak di sekolah antara membaca lewat buku atau menonton film lewat smartphone. Penelitian ini menemukan bahwa sebagian besar anak-anak memilih smarthphone dibandingkan buku. Meskipun ada beberapa anak-anak yang memilih buku tapi daya tarik smartphone lebih memikat anak-anak daripada buku. Menurut mereka, cerita yang mereka pahami lewat menonton lebih menarik daripada membaca langsung. Dalam penelitian ini saya menemukan bahwa anak-anak cenderung menyukai bentuk audio visual daripada teks. Penelitian ini menyarankan kepada pihak sekolah agar dapat memanfaatkan penggunaan teknologi informasi guna meningkatkan literasi anak-anak atau pihak sekolah bisa juga mulai mengubah perpustakaan manual menjadi perpustakaan digital sehingga anak-anak akan lebih tertarik. Kata kunci: Literasi, Pemanfaatan Teknologi Informasi, Teknologi.   Abstract Information technology is a general term for any technology that helps humans create, change, store, communicate, and disseminate information. Information technology is a necessity for everyone, including children today. This phenomenon can have both positive and negative impacts. The negative impact, especially for children, is the decline in children's literacy. This research aims to explain that to increase children's literacy in the current technological era, we must use technology too. The use of technology that we can, for example, use gadgets (smartphones). The method used in this research is descriptive qualitative. The data collection technique was carried out by making observations. The observations were carried out by giving children at school a choice between reading through books or watching films on smartphones. This research found that most children choose smartphones over books. Even though some children choose books, the appeal of smartphones attracts children more than books. According to them, the stories they understand through watching are more interesting than reading directly. In this research, I found that children tend to prefer audio-visual forms rather than text. This research suggests that schools can take advantage of the use of information technology to increase children's literacy or that schools can also start changing manual libraries into digital libraries so that children will be more interested. Keywords: Literacy, Technology, Use of Information Technology
Evaluasi Program Duta Baca di Perpustakaan Sekolah MAN 3 Kota Banda Aceh Dengan Menggunakan Model CIPPO Maulida, Cut Asha; Zikrayanti, Zikrayanti
LIVRE : Jurnal Perpustakaan dan Informasi Vol. 1 No. 2 (2024): December
Publisher : Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/livre.v1i2.9873

Abstract

Abstrak Perpustakaan Sekolah MAN 3 Kota Banda Aceh sudah melaksanakan program duta baca sejak 2015, namun belum pernah diadakan evaluasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan program duta baca di Perpustakaan sekolah MAN 3 Kota Banda Aceh dengan model CIPPO. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif. Pengumpulan data melalui wawancara dan dokumentasi. Dalam penelitian ini wawancara dilakukan bersama dua orang pengelola perpustakaan dan 2 orang siswa/siswi yang menjadi duta di Sekolah MAN 3 Kota Banda Aceh. Model evaluasi yang dipilih yaitu CIPPO, dalam model ini peneliti membagi evaluasi program duta baca ke dalam lima point: Context, Input, Process, Product dan Outcome. Analisis data pada penelitian ini dilakukan dengan Reduksi data yaitu proses seleksi dan penyederhanaan data mentah yang dikumpulkan selama penelitian, dengan fokus pada data yang relevan sesuai konsep, masalah, dan metode penelitian. Data yang penting dirangkum dan disusun dalam bentuk naratif agar mudah dipahami dan dievaluasi. Dari hasil penelitian di Perpustakaan MAN 3 Kota Banda Aceh menunjukkan bahwa point terendah terdapat pada tahap Input dan Process dimana komponen keberhasilannya masih banyak yang belum terpenuhi. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa beberapa komponen masih perlu diperbaiki dan dilengkapi demi tercapainya tujuan diadakannya program tersebut.   Kata kunci: Duta Baca, Perpustakaan, CIPPO, MAN 3 Banda Aceh   Abstract The MAN 3 School Library in Banda Aceh has been implementing the reading ambassador program since 2015. but no evaluation has ever been conducted. This study aims to evaluate the implementation of the reading ambassador program at the MAN 3 School Library in Banda Aceh using the CIPPO model. The research method used is qualitative, with data collection through interviews and document analysis. In this study, interviews were conducted with two library teenagers and two students who had previously been reading ambassadors. The chosen evaluation model is CIPPO, which divides the evaluation of the reading ambassador program into five points: Context, Input, Process, Product, and Outcome. Data analysis in this study carried out using data reduction, which is the process of selecting and simplifying raw data collected during the research, focusing on relevant data according to the research concept, issues, and methods. Important data is summarized and presented in a narrative form to be easily understood and evaluated. The results of the study at the MAN 3 Banda Aceh library show that the lowest point is found in the Input and Process stages, where many of the success components are still not fulfilled. Therefore, it can be concluded that several components still need to be improved and completed in order to achieve the objectives of the program. Keywords: Reading ambassador, Library, CIPPO, MAN 3 Banda Aceh
Penerapan Program Literasi Informasi di Perpustakaan SMPN 1 Bireuen Taqwina, Milla; Adji, Pratiwi Anindita
LIVRE : Jurnal Perpustakaan dan Informasi Vol. 1 No. 2 (2024): December
Publisher : Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/livre.v1i2.10662

Abstract

Abstrak Literasi informasi merupakan keterampilan yang dimiliki seseorang dalam mengenali informasi yang dibutuhkan, mencari informasi, mengevaluasi informasi yang didapatkannya, dan menggunakan informasi secara efektif. Kompetensi ini sangat penting untuk dimiliki oleh para siswa di era digital saat ini agar dapat mengakses, memahami, dan memanfaatkan informasi dengan bijak. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengkaji bagaimana program literasi informasi yang diselenggarakan oleh perpustakaan SMPN 1 Bireuen ini diterapkan dan kendala yang dihadapi. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan program literasi informasi di perpustakaan SMPN 1 Bireuen dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu: (1) pengenalan konsep literasi informasi, (2) pelatihan dan pendampingan siswa dan guru, (3) integrasi dalam pembelajaran, (4) evaluasi dan refleksi. Kendala yang dihadapi antara lain kurangnya pemahaman guru dan siswa terhadap mencari dan mengevaluasi informasi yang akurat, keterbatasan sarana prasarana, serta minimnya alokasi waktu. Namun, upaya penerapan literasi informasi ini tetap dilanjutkan dengan melibatkan berbagai pihak terkait agar siswa dan siswi di SMPN 1 Bireuen dapat memiliki keterampilan literasi informasi yang memadai. Kata kunci: Literasi Informasi, Pencarian Informasi, Perpustakaan Sekolah   Abstract Abstract Information literacy is the ability to identify information needs, search for information, disseminate information, and use information effectively. In the digital era, this competency is essential for students to access, understand, and utilize information wisely. The purpose of this study is to examine how the information literacy program organized by the SMPN 1 Bireuen library is implemented and the obstacles faced. This research is a qualitative approach with a case study method. Data collection techniques in this study were carried out through observation, interviews, and documentation studies. The results of the study indicate that the implementation of the information literacy program in the SMPN 1 Bireuen library was carried out through several stages, namely: (1) introduction to the concept of information literacy, (2) training and mentoring of students and teachers, (3) integration in learning, (4) evaluation and reflection. The obstacles faced include the lack of understanding of teachers and students in searching for and evaluating accurate information, limited facilities and infrastructure, and minimal time allocation. However, efforts to implement this information literacy are continued by involving various related parties so that students at SMPN 1 Bireuen can have adequate information literacy skills. Keywords: Information Literacy, Information Search, School Library
Implementasi SLIMS Untuk Mendukung Layanan Perpustakaan Digital Di Perpustakaan Perguruan Tinggi Sudewi, Yenyen Ineu; Wahyuningsih, Sri Suharmini
LIVRE : Jurnal Perpustakaan dan Informasi Vol. 1 No. 2 (2024): December
Publisher : Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/livre.v1i2.10721

Abstract

Abstrak Implementasi teknologi informasi dalam perpustakaan menjadi penting sesuai dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat akan akses informasi yang cepat dan akurat. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi Sistem Otomasi SLiMS di perpustakaan FEB UNPAK. Artikel ini menggunakan pendekatan metode deskriptif kualitatif. Implementasi Sistem Otomasi SLiMS di Perpustakaan FEB UNPAK telah menghasilkan dampak positif, meningkatkan efisiensi pengelolaan koleksi dengan fitur OPAC yang memudahkan temuan informasi bagi pemustaka. Selain itu, penggunaan fitur bibliografi dan sirkulasi secara efektif membantu pengelolaan koleksi, serta pelaporan yang terintegrasi mempermudah evaluasi kinerja perpustakaan. Dampaknya meliputi pengurangan aktifitas non-produktif, peningkatan pelayanan, dan kepuasan pemustaka karena akses informasi yang cepat dan layanan yang lebih efisien. Kata kunci: Perpustakaan, SLiMS, Perpustakaan FEB UNPAK   Abstract The implementation of information technology in libraries is important because of technological developments and the needs of the community for fast and accurate access to information. This article describes the implementation of the SLiMS Automation System in the FEB UNPAK library. This article uses a qualitative descriptive method approach. Implementing the SLiMS Automation System in the FEB UNPAK Library has had a positive impact, increasing the efficiency of collection management with the OPAC feature that makes it easier for users to find information. In addition, using bibliography and circulation features effectively helps manage collections, and integrated reporting facilitates the evaluation of library performance. The impacts include reducing non-productive activities, improving services, and user satisfaction due to fast access to information and more efficient services. Keywords: Library, SLiMS, FEB UNPAK Library  
Perilaku Pencarian Informasi Mahasiswa Politeknik Pajajaran Insan Cinta Bangsa Bandung Nurdiyansah, Andri; Syam, Rifqi Zaeni Achmad; Sabila, Novika Nur
LIVRE : Jurnal Perpustakaan dan Informasi Vol. 1 No. 2 (2024): December
Publisher : Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/livre.v1i2.10814

Abstract

Abstrak Fokus penelitian ini adalah perilaku pencarian informasi mahasiswa Politeknik Pajajaran Insan Cinta Bangsa Bandung dalam menghadapi tantangan informasi di era digital. Tujuan penelitian adalah untuk mengidentifikasi cara mahasiswa mencari, mengevaluasi, dan memanfaatkan informasi yang mereka butuhkan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian terdiri dari mahasiswa, dosen, dan staf, sedangkan objeknya adalah perilaku pencarian informasi mahasiswa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan mengkategorikan dan menginterprestasikan informasi yang diperoleh untuk menemukan pola dan tema yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa cenderung mengandalkan internet dan media sosial sebagai sumber utama informasi, namun mereka sering mengalami kesulitan dalam membedakan informasi yang valid dari yang tidak akurat. Kesimpulan penelitian menekankan pentingnya literasi informasi dan kemampuan analisis kritis bagi mahasiswa dalam memilih sumber informasi. Saran yang diberikan mencakup perlunya institusi pendidikan untuk mengadakan program pelatihan literasi informasi dan menyediakan akses ke sumber informasi yang lebih kredibel, agar mahasiswa dapat menjadi pencari informasi yang lebih efektif dan bertanggung jawab dalam menghadapi tantangan informasi yang ada. Abstract The focus of this research was the information-seeking behavior of students at Politeknik Pajajaran Insan Cinta Bangsa Bandung in addressing the challenges of information in the digital era. The purpose of the study was to identify how students searched for, evaluated, and utilized the information they needed. The research method used was descriptive with a qualitative approach. The subjects of the study consisted of students, lecturers, and staff, while the object was the students' information-seeking behavior. Data collection techniques included in-depth interviews, observation, and document study. Data analysis was conducted by categorizing and interpreting the information obtained to identify relevant patterns and themes. The results of the study showed that students tended to rely on the internet and social media as their primary sources of information, but they often struggled to distinguish valid information from inaccurate ones. The conclusion of the research highlighted the importance of information literacy and critical analysis skills for students in selecting information sources. The recommendations provided included the need for educational institutions to organize information literacy training programs and provide access to more credible information sources so that students could become more effective and responsible information seekers in addressing current information challenges.
Aksesibilitas Kunjungan di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Kediri bagi Kaum Difabel Dewi, Happy Jelita Permata; Widiyanto, Widiyanto
LIVRE : Jurnal Perpustakaan dan Informasi Vol. 1 No. 2 (2024): December
Publisher : Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/livre.v1i2.10835

Abstract

Abstrak Perpustakaan adalah tempat yang dikunjungi masyarakat untuk mencari informasi yang nantinya akan digunakan sebagai sumber belajar, melakukan penelitian, maupun hanya sebagai sarana rekreasi dengan membaca buku fiksi seperti novel dan komik. Perpustakaan memiliki beragam jenis koleksi yang biasanya disesuaikan dengan jenis perpustakaan itu sendiri. Perpustakaan umum adalah salah satu jenis perpustakaan yang memiliki berbagai macam koleksi buku, begitu pun pengunjungnya yang berasal dari beragam latar belakang usia, pekerjaan, dan kebutuhan informasi yang berbeda. Selain itu, adapun pengunjung yang berkebutuhan khusus yang biasa disebut dengan difabel. Pengunjung difabel tentu juga memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pelayanan perpustakaan, untuk itu perpustakaan yang dalam hal ini khususnya perpustakaan umum diharapkan mampu melayani beragam pengunjungnya termasuk difabel, agar fungsi perpustakaan dapat terealisasikan dengan optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mengenai aksesibilitas bagi difabel di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Kediri yang nantinya menggunakan standar IFLA sebagai instrumen penelitian. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara dan observasi. Dari penelitian ini diperoleh hasil bahwa aksesibilitas bagi difabel di perpustakaan tersebut belum sesuai dengan standar IFLA. Saran dari penelitian ini, perpustakaan diharapkan dapat berkembang untuk dapat mulai memasuki ranah penyediaan aksesibilitas bagi difabel, misalnya dengan mengenalkan perpustakaan kepada mereka melalui pameran di luar ruangan jika memang kontur bangunannya belum memenuhi standar. Kata kunci: Perpustakaan umum, aksesibilitas perpustakaan, layanan difabel, IFLA   Abstract The library is a place that people visit to look for information which will later be used as a learning resource, conducting research, or simply as a means of recreation by reading fiction books such as novels and comics. Libraries have various types of collections which are usually adjusted to the type of library itself. Public libraries are a type of library that has a variety of book collections, as well as visitors who come from various age backgrounds, occupations and different information needs. Apart from that, there are visitors who have special needs who are usually called people with disabilities. Disabled visitors of course also have the same rights to receive library services, for this reason libraries, in this case especially public libraries, are expected to be able to serve a variety of visitors, including disabled people, so that library functions can be realized optimally. This research aims to analyze accessibility for people with disabilities in the Kediri City Archives and Library Service which will later use IFLA standards as a research instrument. The research method used is a descriptive quantitative research method with data collection through interviews and observation. From this research, the results showed that accessibility for people with disabilities in the library was not in accordance with IFLA standards. The suggestion from this research is that it is hoped that libraries can develop to begin entering the realm of providing accessibility for people with disabilities, for example by introducing the library to them through outdoor exhibitions if the contour of the building does not meet standards. Keywords: Public library, library accessibility, disabled services, IFLA
Peran Komunitas Ruang Berbagi Amalia, Zakiatul; Indah, Rosiana Nurwa
LIVRE : Jurnal Perpustakaan dan Informasi Vol. 1 No. 2 (2024): December
Publisher : Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/livre.v1i2.10915

Abstract

Abstrak Penelitian ini mengkaji peran komunitas Ruang Berbagi dalam meningkatkan literasi masyarakat di Manokwari, Papua Barat, sebuah wilayah dengan tantangan geografis dan sosial yang signifikan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, melibatkan observasi, wawancara, dan dokumentasi sebagai teknik pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program-program yang dilaksanakan oleh Ruang Berbagi, seperti taman bacaan masyarakat, kampanye literasi berbasis budaya lokal, pelatihan literasi digital, dan program mendongeng, berhasil meningkatkan minat baca dan keterampilan literasi masyarakat, khususnya anak-anak dan remaja. Pendekatan berbasis komunitas, kolaborasi lintas sektor, dan integrasi nilai-nilai budaya lokal menjadi kunci keberhasilan program ini. Penelitian ini menyimpulkan bahwa model literasi berbasis komunitas seperti yang diterapkan Ruang Berbagi dapat direplikasi di wilayah lain dengan kondisi serupa untuk mendukung pengembangan literasi dan pemberdayaan masyarakat. Kata kunci: Literasi Komunitas, Pemberdayaan Masyarakat, Pendidikan Informal, Manokwari, Program Literasi   Abstract The study examines the Ruang Berbagi community in improving community literacy in Manokwari, West Papua. Using a qualitative descriptive approach, data were collected through observation, interviews with four active colleagues, and documentation. Volunteers were selected based on their involvement in community-based literacy programs. Programs such as reading parks, local culture-based literacy campaigns, digital literacy training, and storytelling have successfully increased reading interest and literacy skills, especially for children and adolescents. The success of the program is supported by a community-based approach, cross-sector collaboration, and integration of local cultural values. The community-based literacy model implemented by Ruang Berbagi can be replicated in other areas to support literacy development and community empowerment. Keywords: Community Literacy, Community Empowerment, Informal Education, Manokwari, Literacy Program
Implementasi Perpustakaan Digital di SMKN 7 Yogyakarta Nosariyanto, Eko; Antasari, Indah Wijaya
LIVRE : Jurnal Perpustakaan dan Informasi Vol. 1 No. 2 (2024): December
Publisher : Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/livre.v1i2.11055

Abstract

Abstrak Perpustakaan digital merupakan salah satu inovasi dalam dunia pendidikan yang bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan aksesibilitas informasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan sistem perpustakaan digital di SMKN 7 Yogyakarta guna mendukung proses pembelajaran yang lebih modern dan efektif. Metode yang digunakan mencakup analisis kebutuhan, pengembangan perangkat lunak berbasis web, pelatihan pengguna, serta evaluasi sistem. Hasil implementasi menunjukkan bahwa perpustakaan digital ini memudahkan siswa dan guru dalam mengakses koleksi buku secara daring, mempercepat proses pencarian informasi, serta meningkatkan minat baca siswa. Selain itu, sistem Digital ini juga mendukung pengelolaan administrasi perpustakaan secara lebih efisien, seperti pengolahan data koleksi dan peminjaman. Hambatan yang dihadapi meliputi keterbatasan infrastruktur teknologi dan literasi digital, yang diatasi melalui peningkatan fasilitas TIK dan pelatihan pengguna. Secara keseluruhan, perpustakaan digital memberikan dampak positif terhadap pengelolaan perpustakaan di SMKN 7 Yogyakarta serta berpotensi menjadi model bagi sekolah lain dalam menghadapi era digitalisasi pendidikan.   Kata kunci: Perpustakaan Digital, SMKN 7 Yogyakarta, Akses Informasi, Literasi Digital, Digitalisasi Pendidikan   Abstract The digital library is an innovation in the education sector aimed at enhancing efficiency and accessibility to information. This study focuses on implementing a digital library system at SMKN 7 Yogyakarta to support more modern and effective learning processes. The methodology includes needs analysis, web-based software development, user training, and system evaluation. The implementation results demonstrate that the digital library facilitates easier access to book collections for students and teachers, accelerates information retrieval, and increases students’ reading interest. Furthermore, the system supports more efficient library administration, such as collection management and loan processing. Challenges faced include limited technological infrastructure and digital literacy, which were addressed by improving ICT facilities and conducting user training. Overall, the digital library positively impacts library management at SMKN 7 Yogyakarta and has the potential to serve as a model for other schools in navigating the era of educational digitalization. Keywords: Digital Library, SMKN 7 Yogyakarta, Information Access, Digital Literacy, Education Digitalization  

Page 2 of 2 | Total Record : 20