cover
Contact Name
Puguh yudho Trisnanto
Contact Email
jurnaljppmi@gmail.com
Phone
+6281252011018
Journal Mail Official
jurnaljppmi@gmail.com
Editorial Address
jl simpang piranha atas perum piranha village kav.3 Kota malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Produk Pengabdian Masyarakat Indonesia
Published by CV.G-Tech Solutions
ISSN : -     EISSN : 3030831     DOI : https://doi.org/10.810028/jppmi.v1i1
Jurnal Produk Pengabdian Masyarakat Indonesia: adalah Jurnal Produk Pengabdian Kepada Masyarakat yang diterbitkan oleh CV. G-Tech Solutions (Pengembangan Sistem Informasi Teknologi). Merupakan jurnal ilmiah dari hasil kegiatan Produk Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dosen. Jurnal ini dikemas secara padat dan berisi, sehingga mudah dipahami oleh pembaca dari kalangan akademis dan umum. Jurnal ini merupakan implementasi hasil penelitian dan kerjasama dengan DUDI. Redaksi Jurnal Produk Pengabdian Masyarakat Indonesia mengundang para peneliti, akademisi dan para praktisi untuk bersama menuangkan gagasan dan pemikirannya mengenai upaya dalam mengimplementasikan keilmuan di masyarakat. Jurnal Produk Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPPMI) dalam Proses Pendaftaran di CV.G-Tech Solutions dengan E-ISSN : 3030-8313 Selain itu, JPPMI terdaftar di Crossref dengan DOI : https://doi.org/10.810028/jppmi.v1i1 dipublikasikan 2 kali dalam April, dan Oktober
Articles 44 Documents
PENGGUNAAN APLIKASI CLOUD REKAM MEDIS MANDIRI BAGI KELOMPOK MASYARAKAT PETERNAK SAPI DI DESA NGENEP KAB. MALANG: APLIKASI CLOUD REKAM MEDIS MANDIRI BAGI KELOMPOK MASYARAKAT PETERNAK SAPI DI DESA NGENEP KAB. MALANG Puguh Yudho Trisnanto; Guna wan; Khairu ddin
Jurnal Produk Pengabdian Masyarakat indonesia Vol 2 No 3 (2025): JPPMI -Oktober 2025
Publisher : CV.G-Techsolutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.810028/jppmi.v2i3.98

Abstract

Program pengabdian masyarakat ini, yang dilakukan di Dusun Kembangan, Desa Ngenep, Kabupaten Malang, memperkenalkan aplikasi rekam medis berbasis cloud Mandiri kepada 15 peternak sapi (UPS). Hasil survei pra-intervensi mengungkapkan kebiasaan dokumentasi kesehatan yang rendah: 87% jarang atau tidak pernah menyimpan dokumen pemeriksaan medis, 87% tidak pernah mencatat keluhan penyakit, 94% membuang kemasan obat tanpa mencatatnya, dan 93% tidak menyimpan keluhan kesehatan secara digital di ponsel mereka. Meskipun kesadaran yang baik tentang kejujuran dengan dokter (93,4% selalu jujur), manajemen kesehatan masih pasif, dengan banyak yang mengandalkan apotek atau obat herbal dan menunjukkan literasi digital yang terbatas. Setelah pengenalan dan pelatihan tentang aplikasi cloud Mandiri, lebih dari 73% peserta melaporkan peningkatan kesadaran kesehatan, dan 40% menyatakan keyakinan bahwa penyimpanan data kesehatan digital yang mandiri akan meningkatkan kualitas hidup mereka. Intervensi menunjukkan bahwa sistem rekam medis pribadi berbasis cloud yang sederhana dan mudah diakses dapat secara efektif meningkatkan praktik dan kesadaran dokumentasi kesehatan di antara komunitas peternak sapi pedesaan dengan berbagai tingkat keterampilan digital.
PENGEMBANGAN HEPACARE+ SEBAGAI UPAYA EDUKASI PENCEGAHAN PENYAKIT INFEKSI MENULAR LEWAT TRANSFUSI DARAH (IMLTD) PADA KELOMPOK RELAWAN DONOR DARAH: HEPACARE+ SEBAGAI UPAYA EDUKASI PENCEGAHAN PENYAKIT INFEKSI MENULAR LEWAT TRANSFUSI DARAH (IMLTD) PADA KELOMPOK RELAWAN DONOR DARAH Nia Lukita A; Dheka Sapti Iskandar; Hupi toyo; Roni Yuliwar
Jurnal Produk Pengabdian Masyarakat indonesia Vol 2 No 4 (2026): JPPMI April 2026
Publisher : CV.G-Techsolutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.810028/jppmi.v2i4.127

Abstract

Penularan penyakit infeksi merupakan salah satu risiko dalam proses transfusi darah. Hepatitis B memiliki prevalensi tertinggi dalam uji saring infeksi menular lewat transfusi darah (IMLTD) di Indonesia. Kelompok relawan donor darah perlu mendapat edukasi tentang IMLTD, khususnya hepatitis B dan C, sebagai upaya pencegahan penyakit. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah mengembangkan media edukasi digital berupa aplikasi HepaCare+ dan memberikan edukasi kepada kelompok karang taruna di Kelurahan Bandungrejosari, Kecamatan Sukun, Kota Malang. Metode yang digunakan adalah community development dengan tiga tahapan yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Sasaran kegiatan adalah 24 anggota karang taruna. Hasil menunjukkan peningkatan nilai rata-rata pengetahuan dari 88,33 menjadi 91,84 setelah mendapat edukasi menggunakan aplikasi HepaCare+. Seluruh 16 item kepuasan penggunaan aplikasi mendapat penilaian dalam kategori baik. Disimpulkan bahwa aplikasi HepaCare+ efektif sebagai media edukasi tentang hepatitis dan IMLTD bagi kelompok karang taruna sebagai calon relawan donor darah.
PROGRAM PENDAMPINGAN MANAJEMEN KLAIM JKN DALAM UPAYA MEWUJUDKAN PELAYANAN KESEHATAN YANG EFISIEN DAN BERKEADILAN (STUDI KASUS DI RS LAVALETTE MALANG): PENDAMPINGAN MANAJEMEN KLAIM JKN DALAM UPAYA MEWUJUDKAN PELAYANAN KESEHATAN YANG EFISIEN DAN BERKEADILAN (STUDI KASUS DI RS LAVALETTE MALANG) Anggi Ardhiasti; Prima Soultoni Akbar; Avid Wijaya
Jurnal Produk Pengabdian Masyarakat indonesia Vol 2 No 4 (2026): JPPMI April 2026
Publisher : CV.G-Techsolutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.810028/jppmi.v2i4.128

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menganalisis manajemen pelayanan klaim JKN di Rumah Sakit Lavalette Malang dalam upaya mewujudkan pelayanan kesehatan yang efisien dan berkeadilan, dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara mendalam terhadap empat informan yang terdiri dari Kepala Unit Casemix, Staf Koding, Staf Billing, dan Staf Verifikasi yang dipilih secara purposive sampling, serta dianalisis menggunakan analisis SWOT yang dikelompokkan ke dalam faktor internal (kekuatan dan kelemahan) dan faktor eksternal (peluang dan ancaman), yang hasilnya menunjukkan bahwa kekuatan utama meliputi kompetensi SDM unit casemix, ketepatan waktu pengajuan klaim, dan penerapan Rekam Medis Elektronik (RME), sedangkan kelemahan yang masih dihadapi adalah ketidaklengkapan dokumen, kesalahan koding, keterbatasan jumlah SDM, dan jaringan sistem yang tidak stabil, dengan peluang berupa pengembangan sistem informasi terintegrasi, program pelatihan SDM, dan tingginya volume klaim yang mencerminkan kepercayaan peserta, serta ancaman berupa kurangnya koordinasi antar unit, perbedaan pemahaman staf, dan perubahan regulasi BPJS yang sering terjadi, sehingga berdasarkan analisis IFAS dan EFAS posisi strategi rumah sakit berada pada Kuadran I yang mengindikasikan kekuatan dan peluang lebih dominan, sehingga strategi yang tepat adalah strategi Strength–Opportunity (SO) yaitu memanfaatkan kekuatan internal untuk menangkap peluang yang ada guna meningkatkan efisiensi, akurasi, dan ketepatan waktu pengelolaan klaim JKN, dan secara keseluruhan kegiatan ini memberikan gambaran nyata serta rekomendasi strategis bagi Rumah Sakit Lavalette Malang dalam melakukan perbaikan berkelanjutan untuk mewujudkan pelayanan kesehatan yang lebih efisien dan berkeadilan bagi seluruh peserta JKN.
PENINGKATAN KESEHATAN KERJA TENAGA KESEHATAN PUSKESMAS MELALUI EDUKASI DAN PERBAIKAN POSTUR KERJA DENGAN METODE RULA & REBA: KESEHATAN KERJA TENAGA KESEHATAN PUSKESMAS MELALUI EDUKASI DAN PERBAIKAN POSTUR KERJA DENGAN METODE RULA & REBA Fresvian Jenrivo
Jurnal Produk Pengabdian Masyarakat indonesia Vol 2 No 4 (2026): JPPMI April 2026
Publisher : CV.G-Techsolutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.810028/jppmi.v2i4.129

Abstract

Tenaga kesehatan di puskesmas memiliki risiko tinggi terhadap Musculoskeletal Disorders (MSDs) akibat postur kerja yang tidak ergonomis dalam durasi panjang. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesehatan kerja tenaga kesehatan puskesmas melalui edukasi dan perbaikan postur kerja dengan metode RULA (Rapid Upper Limb Assessment) dan REBA (Rapid Entire Body Assessment). Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif yang melibatkan tenaga kesehatan puskesmas, melalui tahapan identifikasi masalah menggunakan kuesioner Nordic Body Map (NBM), penilaian postur kerja dengan RULA dan REBA, intervensi berupa edukasi ergonomi dan pelatihan postur kerja sehat serta perbaikan fasilitas kerja, dan evaluasi ulang setelah intervensi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa 85% tenaga kesehatan mengalami keluhan muskuloskeletal dominan pada leher, punggung bawah, lengan, dan pergelangan tangan. Penilaian RULA menemukan 60% aktivitas berada pada skor 5–6 (risiko sedang) dan 40% pada skor 7 (risiko tinggi), sementara REBA menunjukkan 50% aktivitas pada skor 8–10 (risiko tinggi) dan 50% pada skor 11 ke atas (risiko sangat tinggi). Setelah intervensi, terjadi perbaikan skor RULA dan REBA yang signifikan serta penurunan keluhan subjektif tenaga kesehatan. Kegiatan ini menyimpulkan bahwa metode RULA dan REBA efektif sebagai alat identifikasi risiko ergonomi, dan pendekatan komprehensif yang menggabungkan edukasi, penilaian risiko, serta intervensi fisik terbukti mampu menurunkan risiko MSDs dan meningkatkan kesehatan kerja tenaga kesehatan puskesmas.
PENDAMPINGAN KELOMPOK RELAWAN DONOR DARAH UNTUK MENJADI PENDONOR LESTARI DI DESA TUMPANG KABUPATEN MALANG: KELOMPOK RELAWAN DONOR DARAH UNTUK MENJADI PENDONOR LESTARI DI DESA TUMPANG KABUPATEN MALANG Ni Luh Putu Eka Sudiwati; Ardi Panggayuh; Ekowati Retnaningtyas; Hupi toyo; Atik Kurniawati; Budi Susatia
Jurnal Produk Pengabdian Masyarakat indonesia Vol 2 No 4 (2026): JPPMI April 2026
Publisher : CV.G-Techsolutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.810028/jppmi.v2i4.133

Abstract

Pelestarian donor adalah upaya untuk mempertahankan pendonor darah sukarela untuk dapat melakukan donor darah secara berkesinambungan dan teratur dalam hidupnya. Pendonor lestari ini akan selalu berupaya dapat mendonorkan darahnya secara rutin setiap 2-3 bulan sehingga secara tidak langsung pendonor akan menerapkan pola hidup sehat sesuai dengan persyaratan dalam melakukan donor darah. Pemerintah dan Pemerintah daerah mengatur pengerahan dan pelestarian pendonor darah untuk menjamin kecukupan ketersediaan darah. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarat dilaksanakan di Desa Tumpang Kabupaten Malang dibagi menjadi tiga tahapan yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap evaluasi. Ada beberapa rangkaian kegiatan yang dilaksanakan yaitu pemeriksaan kesehatan dan penyuluhan kepada siswa SMA Diponegoro Tumpang mengenai kriteria, manfaat, waktu donor, dan kiat menjaga kesehatan. Melakukan pemeriksaan kesehatan yang meliputi pengukuran berat badan, tinggi badan, lingkar perut, cek kadar gula darah, asam urat dan kolesterol untuk siswa, guru dan tenaga administrasi. Melaksanakan kegiatan donor darah bekerja sama dengan UTD PMI Kabupaten Malang yang diikuti oleh 75 orang pendonor yang bertempat di MI NU Sumber Pasir Tumpang, bekerja sama dengan UTD PMI Kabupaten Malang dan relawan donor darah Desa Sumber Pasir.
PEMBERDAYAAN KADER POSYANDU DALAM PENCEGAHAN STUNTING MELALUI PENERAPAN MODEL KOMUNIKASI INTERPERSONAL DI DESA KEMULAN KECAMATAN TUREN KABUPATEN MALANG : KADER POSYANDU DALAM PENCEGAHAN STUNTING MELALUI PENERAPAN MODEL KOMUNIKASI INTERPERSONAL DI DESA KEMULAN KECAMATAN TUREN KABUPATEN MALANG Wan ndi; Jupri yono; Moh Zainol Rahman
Jurnal Produk Pengabdian Masyarakat indonesia Vol 2 No 4 (2026): JPPMI April 2026
Publisher : CV.G-Techsolutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.810028/jppmi.v2i4.116

Abstract

Kader Posyandu memiliki peran strategis dalam pencegahan stunting melalui pengelolaan Posyandu dan komunikasi interpersonal, namun di Desa Kemulan pelatihan komunikasi antar pribadi belum pernah diberikan kepada seluruh kader sehingga diperlukan peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader Posyandu tentang pengelolaan Posyandu dan komunikasi interpersonal dalam upaya pencegahan stunting, yang dilaksanakan di Desa Kemulan, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang dengan sasaran 30 orang kader Posyandu. Metode yang digunakan meliputi pelatihan selama satu hari dengan materi transformasi kesehatan, pengelolaan Posyandu di era integrasi layanan primer, dan komunikasi interpersonal, dilanjutkan dengan pendampingan praktik sebanyak tiga kali kegiatan Posyandu di Posyandu Cempaka 5, Cempaka 1, dan Cempaka 2. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa karakteristik peserta didominasi oleh usia 41-50 tahun (36,7%), pendidikan SMA (46,7%), dan lama menjadi kader lebih dari 10 tahun (46,7%). Pengetahuan kader meningkat signifikan yang ditunjukkan dari rata-rata nilai pretest 57,1 menjadi 76,7 pada posttest, dengan seluruh peserta mengalami kenaikan nilai. Evaluasi pelatihan menunjukkan materi sangat menarik (80%), sangat bermanfaat (93,3%), pemateri sangat menguasai materi (53,3%), metode penyampaian sangat menarik (63,3%), dan sebagian besar peserta (63,3%) menyatakan pelatihan sangat perlu dilanjutkan. Pada pendampingan praktik, keterampilan kader menunjukkan peningkatan bertahap dimana pada pendampingan pertama kader masih belum maksimal dalam komunikasi interpersonal di meja penyuluhan, namun pada pendampingan kedua dan ketiga keterampilan komunikasi interpersonal kader telah berkembang menjadi sangat baik, meskipun masih ditemukan kendala fisik seperti kurangnya luas lokasi Posyandu, tidak adanya name tag, dan kurangnya kursi tunggu sasaran. Kegiatan pengabdian masyarakat ini berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader Posyandu Desa Kemulan dalam pengelolaan Posyandu dan komunikasi interpersonal, sehingga disarankan perlunya pendampingan berkelanjutan dari bidan dan perawat desa serta advokasi kepada pemerintah desa untuk peningkatan sarana dan prasarana Posyandu.
PENDAMPINGAN EVALUASI KEPUASAN KONSUMEN SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN MUTU LAYANAN PADA KATERING BERKAH: EVALUASI KEPUASAN KONSUMEN SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN MUTU LAYANAN PADA KATERING BERKAH Lauresnsia Molek Wijaya; I Nengah Tanu Komalyna
Jurnal Produk Pengabdian Masyarakat indonesia Vol 2 No 4 (2026): JPPMI April 2026
Publisher : CV.G-Techsolutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.810028/jppmi.v2i4.117

Abstract

Pelayanan katering merupakan bagian penting dalam industri jasa makanan yang menuntut kualitas produk dan pelayanan secara berkelanjutan. Permasalahan yang sering dihadapi usaha katering adalah belum optimalnya sistem evaluasi kepuasan konsumen sebagai dasar pengendalian mutu layanan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mendampingi mitra dalam melakukan evaluasi kepuasan konsumen serta memberikan rekomendasi peningkatan mutu layanan pada Katering Berkah. Metode kegiatan meliputi identifikasi masalah mitra, penyusunan instrumen evaluasi berbasis skala Likert, pengumpulan data kepuasan pelanggan, analisis kuantitatif dan kualitatif, serta pemberian rekomendasi perbaikan layanan berbasis pendekatan SERVQUAL. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa tingkat kepuasan konsumen berada pada kategori baik hingga sangat baik dengan skor rata-rata kelayakan rasa 3,20%; tekstur makanan 3,33%; visual makanan 3,27%; kepatutan nilai 3,13%; ketepatan waktu 3,20%; dan keramahan pelayanan 3,20%. Temuan kualitatif menunjukkan perlunya peningkatan pada aspek konsistensi rasa, kesegaran bahan baku, variasi menu, dan keramahan pelayanan. Kegiatan pendampingan ini memberikan manfaat bagi mitra dalam memahami kebutuhan konsumen serta menyusun strategi peningkatan kualitas layanan secara berkelanjutan.
IMPLEMENTASI APLIKASI SIGITA BERBASIS ANDROID DALAM MENINGKATKAN LITERASI DIGITAL TENAGA KESEHATAN DI PUSKESMAS GARUM KABUPATEN BLITAR: APLIKASI SIGITA BERBASIS ANDROID DALAM MENINGKATKAN LITERASI DIGITAL TENAGA KESEHATAN DI PUSKESMAS GARUM KABUPATEN BLITAR I Komang Suwita; Bastianus Doddy Riyadi
Jurnal Produk Pengabdian Masyarakat indonesia Vol 2 No 4 (2026): JPPMI April 2026
Publisher : CV.G-Techsolutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.810028/jppmi.v2i4.118

Abstract

Rendahnya literasi digital tenaga kesehatan dalam memanfaatkan teknologi informasi dapat menjadi hambatan dalam optimalisasi layanan kesehatan di era transformasi digital. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengimplementasikan aplikasi SIGITA (Sistem Informasi Gizi dan Terapi) berbasis Android dalam meningkatkan literasi digital tenaga kesehatan di Puskesmas Garum, Kabupaten Blitar. Metode pelaksanaan meliputi pelatihan intensif, pendampingan teknis, dan evaluasi pre-test dan post-test. Responden kegiatan berjumlah 30 orang yang terdiri dari tiga kelompok usia, yaitu 10 orang dewasa, 10 orang lansia, dan 10 orang remaja yang merupakan tenaga kesehatan di puskesmas tersebut. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan literasi digital pada seluruh kelompok responden, dengan peningkatan skor rata-rata sebesar 35,6% (dari 54,2 menjadi 73,5). Kelompok remaja menunjukkan peningkatan tertinggi (42%), diikuti dewasa (38%), dan lansia (27%). Implementasi Aplikasi SIGITA terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman, keterampilan penggunaan teknologi kesehatan, serta efisiensi pencatatan dan pelaporan gizi terapi. Kegiatan ini merekomendasikan pengembangan aplikasi serupa pada puskesmas lain serta pendampingan berkelanjutan bagi tenaga kesehatan lansia untuk mengoptimalkan adaptasi teknologi.
PERANCANGAN RUMAH EDUKASI MEDICAL RECORD MASYARAKAT (REMMA) UNTUK MENINGKATKAN KESADARAN DOKUMENTASI KESEHATAN DI DESA PURWOASRI SINGOSARI MALANG: RUMAH EDUKASI MEDICAL RECORD MASYARAKAT (REMMA) UNTUK MENINGKATKAN KESADARAN DOKUMENTASI KESEHATAN DI DESA PURWOASRI SINGOSARI MALANG Puguh Yudho Trisnanto; Khai ruddin; Gu nawan; Dea Alan Karunia Sakti
Jurnal Produk Pengabdian Masyarakat indonesia Vol 2 No 4 (2026): JPPMI April 2026
Publisher : CV.G-Techsolutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.810028/jppmi.v2i4.119

Abstract

Pengelolaan rekam medis mandiri oleh masyarakat masih menjadi tantangan di wilayah pedesaan, termasuk di Desa Purwoasri, Singosari, Malang, dimana rendahnya kesadaran dan pengetahuan tentang dokumentasi riwayat kesehatan berdampak pada ketidaktersediaan informasi kesehatan yang berkelanjutan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan keterampilan masyarakat dalam pengelolaan rekam medis melalui program REMMA (Rumah Edukasi Medical Record Masyarakat) dengan pendekatan workshop, pelatihan praktik, konsultasi individual, dan edukasi online. Metode pelaksanaan terdiri atas empat tahapan yaitu tahap persiapan, pelaksanaan, evaluasi, dan keberlanjutan, melibatkan 120 kepala keluarga dari tiga kelompok sasaran (petani, karyawan, dan peternak bebek). Hasil kegiatan menunjukkan capaian yang sangat memuaskan dimana terjadi peningkatan pengetahuan masyarakat sebesar 61,6% (dari rata-rata 54,2 menjadi 87,6), melampaui target minimal 70%. Sebanyak 92% peserta mampu mendokumentasikan minimal 5 jenis dokumen rekam medis secara mandiri, dan tingkat kepuasan peserta mencapai 92%. Tahap keberlanjutan berhasil membentuk 9 orang kader desa yang kompeten serta mengintegrasikan data rekam medis masyarakat dengan Puskesmas Singosari. Program REMMA terbukti efektif sebagai model edukasi rekam medis berbasis komunitas yang berkelanjutan dan direkomendasikan untuk direplikasi di wilayah lain.
PEMBERDAYAAN SISWA SMK NU SUNAN AMPEL PONCOKUSUMO DALAM PROMOSI KESEHATAN PENCEGAHAN RISIKO DIABETES MELLITUS: SISWA SMK NU SUNAN AMPEL PONCOKUSUMO DALAM PROMOSI KESEHATAN PENCEGAHAN RISIKO DIABETES MELLITUS Tavip Dwi Wahyuni; Atti Yudiernawati; Pudji Suryani; Azis Setiawan; Jupri yono
Jurnal Produk Pengabdian Masyarakat indonesia Vol 2 No 4 (2026): JPPMI April 2026
Publisher : CV.G-Techsolutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.810028/jppmi.v2i4.120

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan siswa SMK NU Sunan Ampel Poncokusumo dalam promosi kesehatan pencegahan risiko diabetes mellitus. Metode yang digunakan adalah pendekatan pelatihan berbasis pemberdayaan siswa yang dilaksanakan selama 3 hari efektif ditambah 1 hari evaluasi, meliputi ceramah, diskusi, pre-test dan post-test, praktik keterampilan kelompok (pemeriksaan tanda vital dan antropometri, pemeriksaan gula darah, serta senam kaki), praktik mandiri, monitoring dan evaluasi pada bulan ke-1 dan ke-2, serta pembinaan pasca pelatihan melalui kunjungan dan diskusi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan siswa sebesar 62,8% dari rata-rata 58,4 menjadi 95,1. Seluruh siswa (100%) mampu melakukan praktik keterampilan kelompok dengan baik, sementara 92% siswa menunjukkan kemandirian dalam melakukan edukasi pencegahan risiko diabetes mellitus. Monitoring menunjukkan 88% siswa masih aktif pada bulan ke-1 dan 82% pada bulan ke-2. Deteksi dini menemukan 15% siswa memiliki faktor risiko diabetes mellitus. Secara keseluruhan, kegiatan mencapai 90% dari indikator target yang ditetapkan. Simpulan dari kegiatan ini adalah metode pelatihan berbasis pemberdayaan siswa efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pencegahan risiko diabetes mellitus, sehingga program ini direkomendasikan untuk direplikasi di sekolah-sekolah lain dengan melibatkan orang tua dan guru serta memperpanjang periode monitoring.