cover
Contact Name
Achmad Syaichu
Contact Email
syaichu07@stt-pomosda.ac.id
Phone
+6282143738676
Journal Mail Official
cyber-techn@jurnal.stt-pomosda.ac.id
Editorial Address
https://jurnal.stt-pomosda.ac.id/index.php/cybertechn/about/editorialTeam
Location
Kab. nganjuk,
Jawa timur
INDONESIA
CYBER-Techn(Jurnal Informatika dan Industri)
ISSN : 19079044     EISSN : 2614882X     DOI : -
CYBER-TECHN merupakan Jurnal Nasional yang diterbitkan olehSekolah Tinggi Tekologi Pondok Modern Sumber Daya At-Taqwa Nganjuk yang terbit dua kali dalam satu tahun yakni April dan Nopember dengan P-ISSN: 1907-9044 E-ISSN: 2614-882X, yang menyajikan sejumlah tulisan yang berkaitan dengan perkembangan teknologi dan penerapan aplikasi sistem dan teknik informatika, ilmu teknik dan manajemen industri, berdasarkan hasil penelitian dengan didukung data yang besifat kuantitatif dan kualitatif, yang dapat memberikan solusi, mempermudah, membantu dan menjadi katalisator dalam meningkatkan analisa, pemikiran umat manusia khsusnya lingkungan akademisi
Articles 249 Documents
PENYUSUNAN HIRARKI UNTUK MENENTUKAN ASPEK PRODUKTIVITAS KERJA PADA KOPERASI PETERNAKAN SAPI PERAH M. Imron Mas’ud; Ayik Pusakaningwati
CYBER-TECHN Vol. 11 No. 01 (2017): CYBER-Techn
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Prinsip dasar dalam Analytical Hierarchy Process (AHP) salah satunya yaitu penyusunan hirarki. Pada dasarnya, penyusunan hirarki mencerminkan kecenderungan alami suatu pikiran untuk menyeleksi setiap elemen sistem pada setiap tingkat. Penelitian ini bertujuan menyusun hirarki untuk menentukan aspek produktivitas kerja pada koperasi peternakan sapi perah yang merupakan langkah awal dalam metodologi AHP. Hasil penelitan didapat bahwa menyusun hirarki untuk menentukan aspek produktivitas kerja tersusun atas tiga level hirarki yaitu level pertama hirarki berupa tujuan (goal) aspek produktivitas kerja, dan level kedua hirarki berupa objek kriteria terdiri dari karyawan tetap dan karyawan tidak tetap, serta level ketiga hirarki berupa Keterampilan, disiplin kerja, gaji, kinerja, fasilitas pendukung, pengalaman kerja, prestasi kerja, dan pelatihan.
SEGMENTASI CITRA WAYANG DENGAN METODE OTSU Misbach Munir; M. Ikmal Farih; Lukman Hakim
CYBER-TECHN Vol. 11 No. 01 (2017): CYBER-Techn
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wayang merupakan warisan budaya nusantara sekaligus warisan budaya dunia. UNESCO yang menetapkan wayang sebagai world herritage pada 7 Nopember 2003. Namun, pengakuan tersebut belum direspon oleh negara dalam mengembangkan dan melestarikan wayang sebagai budaya tradisi. Alhasil, wayang semakin ditinggalkan generasi muda yang lebih gandrung dengan budaya massa. Dibutuhkan pelestarian Wayang Kulit dengan mengembangkan media yang menarik dan mendidik, salah satu proses penting dalam mengembangkan media adalah segmentasi. Segmentasi adalah adalah salah satu teknik pengolahan citra digital yang mendasari berbagai aplikasi nyata, seperti pengenalan pola, penginderaan jarak-jauh melalui satelit atau pesawat udara, dan machine vision. Segmentasi memiliki beberapa metode salah satunya metode otsu. Metode Otsu merupakan salah satu metode segmentasi dengan menggunakan nilai ambang secara otomatis, yakni mengubah citra digital warna abu-abu menjadi hitam putih berdasarkan perbandingan nilai ambang dengan nilai warna piksel citra digital. Penelitian ini segmentasi dengan metode otsu pada 10 citra wayang kulit dengan ISO berbeda, mampu melakukan segmentasi citra wayang kulit dengan baik, yaitu dengan akurasi rata-rata 94,43%.
PENGARUH PENGELASAN TUNGSTEN INERT GAS TERHADAP KEKUATAN TARIK, KEKERASAN DAN MIKRO STRUKTUR PADA PIPA HEAT EXCHANGER Wisma Soedarmadji; Febi Rahmadianto
CYBER-TECHN Vol. 11 No. 01 (2017): CYBER-Techn
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengelasan Tungsten Innert Gas adalah proses pengelasan busur listrik antara elektrode tungsten yang tak terumpan pada bahan material. Parameter sambungan las selalu berhubungan dengan kekuatan, ketangguhan dari material itu sendiri. Jenis las ini dapat digunakan dengan atau tampa bahan penambah. Hasil pengelasan dapat menyebabkan hasil atau kualitas dari pengelasan buruk seperti sambungan yang kurang menyatu sehingga mengakibatkan sambungan gampang lepas juga dapat terjadi keretakan. Keretakan merupakan cacat las, namun keretakan halus disebut juga keretakan mikro yang tidak mempunyai pengaruh yang sangat berbahaya. Proses pengelasan dengan kuat arus 110 Ampere pada material Stainless Steel SA 240 memiliki kekuatan tarik 38,50 Kg/mm2. Hal ini disebabkan bahwa pada kuat arus 110 Ampere tidak mengalami perubahan signifikan pada nilai regangan, nilai regangan yang terjadi cenderung mengalami kenaikkan stabil. pengujian kekerasan untuk material Stainless Steel SA 240 terlihat bervariasi bahwa semakin tinggi kuat arus yang dipakai pengelasan maka kekuatan tarikya semakin berkurang. Pada proses pengelasan untuk material Stainless Steel SA 240 bahwa pengelasan didaerah HAZ memberikan pengaruh struktur mikro yang terjadi dengan pembesaran 500x hal ini terlihat bahwa telah terjadi pemuaian pada butir base metal sehingga mempengaruhi struktur base metal yang mencapai temperatur pada daerah austenit, sehingga stuktur ferit berubah menjadi besar.
ANALISIS KEMAMPUAN KARYAWAN MAKARTI POMOSDA MENGGUNAKAN METODE WAI (WORK ABILITY INDEX) Widhy Wahyani; Fatimatuz Zulfa
CYBER-TECHN Vol. 11 No. 01 (2017): CYBER-Techn
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Profesionalisme tenaga kerja serta kemampuan sumber daya manusia yang produktif dan berkualitas dapat memberikan kontribusi pada suksesnya sebuah perusahaan dan organisasi. Work Ability Index yaitu bagaimana para pekerja dapat bekerja dengan baik pada masa sekarang dan pada masa yang akan datang, dan bagaimana para pekerja mampu menghormati pekerjaannya sesuai dengan tuntutan pekerjaan, kesehatan, dan sumber daya fisik & mentalnya. Work Ability Index (WAI) dapat digunakan sebagai salah satu dari beberapa metode yang digunakan untuk memperkirakan kemampuan kerja karyawan dan juga dapat digunakan untuk mengkaji dan menganalisa tingkat kesehatan pekerja. Berdasarkan hasil pengolahan data yang dilakukan didapatkan besarnya poin rata-rata untuk tiap divisi karyawan UPT Makarti Pomosda adalah 38 poin yang berarti bahwa kemampuan rata-rata karyawan UPT Makarti Pomosda berada pada level good (baik), dengan batas usia 18–51 tahun. Kemudian tingkat kemampuan dan produktivitas kerja paling tinggi yaitu sebanyak 1 orang yaitu usia karyawan 29 tahun dengan poin WAI sebesar 47, sedangkan tingkat kemampuan dan produktivitas kerja paling rendah atau untuk kategori poor sebanyak 1 orang yaitu pada usia 19 tahun dengan poin WAI sebesar 21. Dari penelitian ini didapat kesimpulan untuk jumlah karyawan tiap kategori dalam work ability index yaitu 9.8% (5 orang) untuk kategori excellent, 39.2% (20 orang) untuk kategori good, 49% (25 orang) untuk kategori moderate,dan untuk kategori poor sebanyak 2% (1 orang).
ANALISIS STRATEGI KOMUNIKASI PEMASARAN ONLINE GENERASI 3.0 MELALUI APLIKASI INSTAGRAM Jarwo
CYBER-TECHN Vol. 11 No. 01 (2017): CYBER-Techn
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Strategi komunikasi pemasaran online merupakan aktivitas pemasaran dengan menggunakan semua fasilitas yang disediakan oleh internet dengan tujuan meningkatkan hasil penjualan dan menjalin komunikasi yang lebih baik kepada pelanggan. Di dunia pemasaran online generasi 3.0, konsumen menjadi semakin kritis dan tidak mudah percaya terhadap pesan yang mereka terima melalui berbagai bentuk komunikasi. Komunikasi pemasaran generasi 3.0 telah menggunakan media sosial sebagai media yang efektif untuk memasarkan produk, salah satu diantaranya menggunkan aplikasi Instagram. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi pemasaran online yang menggunakan aplikasi Instagram sebagai salah satu trend media sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi Instagram yang berbasis foto dan video, penggunanya banyak dari kalangan anak muda, yang didominasi oleh perempuan yang aktif berkomentar dan berbagi yang mempunyai ketertarikan tinggi dengan kecenderungan follow dan membeli. Dengan trend fashion dan teknologi yang banyak dicari dalam melakukan filter dan serach menjadikan Instagram menjadi media komunikasi pemasaran online yang menjanjikan bagi pebisnis untuk mempromosikan produknya. Jika peluang ini ditangkap oleh pebisnis, maka tidak mustahil Instagram menjadi media mode trend dalam pemasaran online generasi 3.0
MEMBANGUN KONEKSI INTERNET DI PESANTREN TERPADU DARU ULIL ALBAB MENGGUNAKAN ANTENA SEKTORAL PANEL DENGAN METODE POINT TO POINT Anang Efendi; Nur Fuad
CYBER-TECHN Vol. 11 No. 01 (2017): CYBER-Techn
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan akan internet di Indonesia semakin lama semakin berkembang. Bukan daerah perkotaan saja yang membutuhkan internet akan tetapi daerah pedesaan yang belum dijangkau provider juga membutuhkan fasilitas internet seperti di pesantren terpadu daru ulil albab. Daerah pedesaan yang memiliki tingkat kepadatan penduduk yang tinggi saat ini sangat membutuhkan fasilitas internet. Jumlah penduduk Indonesia yang padat di berbagai daerah yang berbeda, membuat pembangunan jaringan internet semakin sulit khususnya di daerah pedesaan yang tertinggal. Hal ini mengakibatkan jaringan internet yang ada, belum bisa memenuhi kebutuhan penduduk Indonesia akan fasilitas internet. Salah satu teknologi yang dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah ini adalah teknologi jaringan data tanpa kabel ( wireless). Dalam Penelitian ini akan dilakukan studi pembangunan koneksi internet di pesantren terpadu daru ulil albab menggunakan antena sektoral panel dengan metode point to point untuk daerah yang belum dijangkau provider. Membangun jaringan wireless ini disesuaikan dengan studi kasus di Pondok Pesantren Terpadu Daru Ulil Albab yang lokasinya berada di pelosok kabupaten Nganjuk yang berbatasan dengan kabupaten Kediri. Hasil Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi dan panduan dalam membangun jaringan wireless di daerah-daerah yang belum dijangkau provider lainnya.
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN LABORATORIUM TEKNIK MESIN POLITEKNIK KETAPANG BERBASIS HUMAN COMPUTER INTERACTION(HCI) Epriyandi
CYBER-TECHN Vol. 11 No. 02 (2017): CYBER-Techn
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Politeknik Ketapang merupakan salah satu perguruan tinggi yang berada di Kabupaten Ketapang Provinsi Kalimantan Barat. Salah satu laboratorium yang dimiliki oleh Politeknik Ketapang yaitu Laboratorium Teknik Mesin. Laboratorium tersebut berada di bawah naungan Jurusan Teknik Mesin. Di dalam Laboratorium Teknik Mesin terdapat berbagai macam jenis peralatan yang sering digunakan pada saat praktikum. Dengan kondisi tersebut, data-data tentang aset yang meliputi peralatan sangatlah kompleks, dimana dalam mengelola data-data tersebut, Laboratorium Teknik Mesin Politeknik Ketapang masih menggunakan dokumen kertas yang disimpan dalam filling cabinet, sehingga terdapat kendala dalam penyediaan informasi atau laporan-laporan yang mendukung dalam pengambilan keputusan serta pengecekan persediaan peralatan dalam upaya peningkatan pelayanan kepada mahasiswa. Pada penelitian ini, dilakukan perancangan Sistem Informasi Manajemen Laboratorium Teknik Mesin Politeknik Ketapang bebasis Human Computer Interaction(HIC), dimana dalam implementasinya menggunakan software Microsoft Access 2007. Penelitian dilakukan melalui beberapa tahapan, antara lain tahap perencanaan, analisis, perancangan, implementasi. Pada bagian akhir, dilakukan tahap pengujian. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem informasi telah berjalan dengan baik dan sesuai dengan desain yang telah dibuat sebelumnya. Hal tersebut dapat dilihat dengan laporan-laporan yang dihasilkan yang dapat mendukung dalam pengambilan keputusan, dan aplikasi sistem informasi lebih baik dibanding dengan sistem yang telah berlaku. Hal tersebut salah satunya dapat dilihat dari segi efisiensi waktu dalam hal pencarian data serta pembuatan laporan.
PENGARUH VARIASI ISOLATOR PANAS PADA HASIL PENGELASAN METODE SMAW TERHADAP KEKUATAN SAMBUNGAN LOGAM YANG DIHASILKAN Helanianto
CYBER-TECHN Vol. 11 No. 02 (2017): CYBER-Techn
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknik penyambungan logam merupakan bagian tak terpisahkan dari dunia konstruksi saat ini dan yang akan datang. Dan dengan pengetahuan manusia tentang teknologi yang semakin bertambah maju dan modern, teknik penyambungan itu semakin kompleks dipelajari untuk menemukan solusi perbaikan terhadap kekuatannya guna menghasilkan suatu konstruksi yang layak demi keselamatan dalam penggunaan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan/kekuatan logam sambungan pada proses pengelasan SMAW dengan menggunakan metode isolator panas (serbuk kapur dan gips) sebagai pengatur laju pendinginan logam. Dimana nilai konduktivitas termal kapur sebesar 3.897 W/mºC, gipsum memiliki nilai konduktivitas termal sebesar 1.39 W/mºC. Dari eksperimen yang dilakukan, nilai kekerasan dalam skala Rockwel untuk Raw material baja karbon yang digunakan adalah sebesar 51.4 HRB, dengan nilai kekerasan logam las yang dihasilkan tanpa perlakuan 46.8 HRB, kekerasan logam las dengan perlakuan kapur sebesar 48.2 HRB, perlakuan gipsum sebesar 46.5 HRB. Untuk nilai kekerasan pada bagian HAZ; perlakuan kapur sebesar 46.1 HRB, perlakuan gipsum sebesar 49.1 HRB dan HAZ raw material tanpa perlakuan sebesar 50.4 HRB. Hasil diatas menunjukan bahwa semakin tinggi konduktivitas termal isolator maka proses pendinginan menjadi semakin cepat, yang berdampak pada semakin tingginya nilai kekerasan logam las pada sambungan. Sedangkan pada HAZ pengaruh konduktivitas termal kapur dan gips sebagai isolator memberikan pengaruh sebaliknya, dan cenderung lebih rendah bila dibanding pengelasan tanpa perlakuan.
PERAWATAN DAN PERBAIKAN SISTEM PENDINGIN MESIN RUSTON TIPE 16 RKC DI PUSAT LISTRIK SUKAHARJA KETAPANG Ismael Marjuki
CYBER-TECHN Vol. 11 No. 02 (2017): CYBER-Techn
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan zaman yang semakin maju maka memerlukan banyak energi terutama energi listrik. Salah satu untuk menghasilkan listrik adalah mesin diesel. Tujuan dalam penulisan ini adalah mencari tahu cara perawatan sistem pendingin mesin Ruston tipe 16 RKC dan mencari tahu cara perbaikan sistem pendingin mesin Ruston tipe 16 RKC. Metode yang digunakan mulai dari pengamatan langsung kelapangan tentang gejala, penyebab dan penanganan gejala kerusakan sistem pendingin mesin Ruston tipe 16 RKC kemudian melakukan Interview, studi pustaka, bimbingan dosen, dan diskusi dengan rekan-rekan. Tempat dan waktu saat penulisan Tugas Akhir ini dilaksanakan di Pusat Listrik Sukaharja Ketapang. Perawatan pada sistem pendingin mesin Ruston Type 16 RKC ialah membersihkan Core Radiator yaitu kisi-kisinya setiap 1.500 jam dan Tube setiap Top Overhaul (6.000 jam operasi mesin), kemudian pada Pompa Water Jacket dan Secondary Water yaitu pengecekan Bearing pompa, Impeller dan Mechanical Seal setiap 1.500 jam dan pada Motor radiator yaitu pengecekan Support Motor dan Bearing motor setiap 1.500 jam. Perbaikan pada sistem pendingin mesin Ruston type 16 RKC yaitu memperbaiki pondasi Core Radiator dan mengganti Core Radiator yang bocor karena sudah korosi dan penggantian komponen apabila sudah aus.
PENGARUH PENAMBAHAN UNSUR SILIKON (1-3%) PADA PRODUK KOPEL TERHADAP KEKUATAN TARIK, KEKERASAN DAN STRUKTUR MIKRO Wisma Soedarmadji; Febi Rahmadianto
CYBER-TECHN Vol. 11 No. 02 (2017): CYBER-Techn
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cast Iron adalah merupakan jenis besi paduan yang mengandung karbon, belerang, mangan, silisium, dan fosfor. Besi cor merupakan salah satu meterial yang paling banyak digunakan dalam industri logam baik sebagai bahan dasar rangka hingga produk-produk lain seperti komponen-komponen kendaraan bermotor, pump casing, sistem perpipaan maupun komponen generator. UKM yang bergerak dibidang pabrikasi logam telah memproduksi berbagai macam benda-benda coran seperti pulley, kopel, as mobil dan lain-lain. Benda-benda tersebut diproduksi sesuai job order dari konsumen sehingga tidak dapat diproduksi secara continue. Hasil produk yang dihasilkan UKM ini mengalami permasalahan dalam mengukur tingkat kekerasan suatu produk dan tidak menggunakan standarisasi pengecoran yang baik untuk melihat tingkat kekerasan dari produk yang dihasilkan. Tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan silikon terhadap kekuatan tarik, tingkat kekerasan dan perubahan struktur mikro yang terjadi pada besi cor dari produk yang dihasilkan. Hasil dari penelitian pada pengujian kekerasan disimpulkan bahwa semakin tinggi kadar penambahan komposisi silikon pada batas tertentu, tingkat kekerasannya semakin menurun, pada pengujian tarik menunjukkan bahwa makin tinggi kadar penambahan komposisi silikon maka kekuatan tariknya juga semakin menurun, hasil pengujian pada besi cor kelabu dengan penambahan komposisi silikon yang bervariasi yaitu 1%, 1,2%, 1,5%, 2%, 2,5%, dan 3% disimpulkan bahwa pada komposisi 1,2% silikon adalah merupakan penambahan komposisi yang paling sesuai dengan keunggulan sifat-sifat yang telah diharapkan, tingkat kekerasannya sebesar 145,47 BHN dengan kekuatan tarik maksimum sebesar 0,302 Kg/mm2.