cover
Contact Name
Wila Rumina Nento
Contact Email
ijfa.pv@ung.ac.id
Phone
+6281943792158
Journal Mail Official
ijfa.pv@ung.ac.id
Editorial Address
Jalan Drs. Achmad Nadjamuddin No. 35 (Eks. Jl Raden Saleh) Kel. Limba U2 Kec. Kota Selatan, Kota Gorontalo
Location
Kota gorontalo,
Gorontalo
INDONESIA
Journal Of Fisheries Agribusiness
ISSN : 29862837     EISSN : 29885507     DOI : https://doi.org/10.56190/jfa.v1i2
Core Subject : Science, Education,
Journal Of Fisheries Agribusiness (JFA) is a peer-reviewed journal published twice a year (April and October) by the Vocational Program of the State University of Gorontalo. The Vocational Journal of Science and Technology provides direct open access to its content. The aim of this journal is to provide the expression of ideas, as well as places for knowledge fields that can understand applied science and technology issues and knowledge, with a new space of journals covering the fields of science and technology. applied science and technology research including Mathematics, Physics, Technology, and Informatics.
Articles 37 Documents
PENGARUH PEMBERIAN JENIS PROBIOTIK YANG BERBEDA PADA PAKAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP BENIH IKAN MAS (Cyprinus carpio) Sri Nolvingki Panju, Sri Nolvingki Panju
Journal Of Fisheries Agribusiness Vol. 3 No. 2 (2025): JOURNAL OF FISHERIES AGRIBUSINESS (OKTOBER)
Publisher : Program Vokasi UNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56190/jfa.v3i2.53

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian jenis probiotik yang berbeda dalam pakan terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih ikan mas (Cyprinus carpio). Perlakuan yang digunakan meliputi A (kontrol), B (Biopocall), C (Probio-7), dan D (Petrofish). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan panjang mutlak tertinggi terdapat pada perlakuan C (Probio-7) dengan rata-rata 0,81 cm, sedangkan nilai terendah diperoleh pada perlakuan B (Biopocall) yaitu 0,34 cm. Pertumbuhan berat mutlak tertinggi juga ditunjukkan pada perlakuan C dengan rata-rata 5,34 gram, sementara perlakuan A (kontrol) tanpa probiotik menghasilkan nilai terendah yaitu 3,83 gram. Parameter kualitas air selama penelitian berada pada kisaran optimal, yaitu suhu 26,4–28,9 °C, pH 7,8–7,9, dan oksigen terlarut 3–5 ppm. Berdasarkan hasil penelitian, probiotik Probio-7 memberikan hasil terbaik terhadap pertumbuhan panjang dan berat benih ikan mas. Penelitian lanjutan direkomendasikan dengan memperhatikan variasi jenis probiotik serta peningkatan kepadatan tebar untuk memperoleh hasil yang lebih optimal. Kata Kunci : kan Mas (Cyprinus carpio ), Pertumbuhan dan Kelangsungan Hidup This study aims to determine the effect of providing different types of probiotics in feed on the growth and survival of carp (Cyprinus carpio) fry. The treatments used included A (control), B (Biopocall), C (Probio-7), and D (Petrofish). The results showed that the highest absolute length growth was found in treatment C (Probio-7) with an average of 0.81 cm, while the lowest value was obtained in treatment B (Biopocall) at 0.34 cm. The highest absolute weight growth was also shown in treatment C with an average of 5.34 grams, while treatment A (control) without probiotics produced the lowest value at 3.83 grams. Water quality parameters during the study were in the optimal range, namely temperature 26.4–28.9 °C, pH 7.8–7.9, and dissolved oxygen 3–5 ppm. Based on the results of the study, the probiotic Probio-7 provided the best results for the growth of length and weight of carp fry. Further research is recommended by considering variations in probiotic types and increasing stocking density to obtain more optimal results. Keywords: Goldfish (Cyprinus carpio), Growth and Survival
PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG BEKICOT DENGAN DOSIS BEREBEDA PADA PAKAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP IKAN NILA SALIN (Oreochromis niloticus) Patma
Journal Of Fisheries Agribusiness Vol. 3 No. 2 (2025): JOURNAL OF FISHERIES AGRIBUSINESS (OKTOBER)
Publisher : Program Vokasi UNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56190/jfa.v3i2.59

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung bekicot (Achatina fulica) dengan dosis berbeda pada pakan terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan nila salin (Oreochromis niloticus). Penelitian dilaksanakan selama 30 hari di Balai Benih Ikan Kota Gorontalo dengan menggunakan rencana acak lengkap (RAL) yang terdiri atas tiga perlakuan dan tiga ulangan, yaitu: A (90% pakan buatan + 10% tepung bekicot), B (80% pakan buatan + 20% tepung bekicot), dan C (70% pakan buatan + 30% tepung bekicot). Parameter yang diamati meliputi pertumbuhan panjang absolut, pertumbuhan berat absolut, keberlanjutan hidup, efisiensi pakan, serta kualitas udara.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung bekicot dengan dosis berbeda tidak memberikan pengaruh nyata (p>0,05) terhadap pertumbuhan panjang mutlak, pertumbuhan berat mutlak, maupun kelangsungan hidup benih ikan nila salin. Meskipun demikian, perlakuan dengan dosis 70% pakan buatan + 30% tepung bekicot (perlakuan C) memberikan hasil terbaik pada pertumbuhan panjang (0,84 cm), pertumbuhan berat (0,57 g), serta efisiensi pakan (4,53%). Tingkat kelangsungan hidup tertinggi diperoleh pada perlakuan B (90%). Kualitas udara selama penelitian masih berada pada kisaran optimal untuk pertumbuhan dan kelangsungan hidup Ikan Nila salin. Dapat disimpulkan bahwa penambahan tepung bekicot dalam pakan hingga dosis 30% belum memberikan pengaruh yang signifikan, namun menunjukkan potensi sebagai bahan substitusi pakan alternatif untuk meningkatkan pertumbuhan.
ANALISIS KESESUAIAN LAHAN TAMBAK BUDIDAYA UDANG VANAME (Litopenaeus vannamei) DI DESA MOOTILANGO KECAMATAN DUHIADAA KABUPATEN POHUWATO PROVINSI GORONTALO haris liputo, haris liputo
Journal Of Fisheries Agribusiness Vol. 3 No. 2 (2025): JOURNAL OF FISHERIES AGRIBUSINESS (OKTOBER)
Publisher : Program Vokasi UNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56190/jfa.v3i2.61

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas perairan pada tambak budidaya udang vaname (Litovenaus vannamei) di Desa Mootilango Kecamatan Duhiadaa, Kabupaten Pohuwato. Para meter yang di amati meliputi suhu, kedalaman, kecerahan, dasar perairan, pH, oksigen terlarut, salinitas, dan nitrat. Hasil pengukuran menunjukan bahwa suhu perairan berkisar antara 27,07-27,8 °C, kedalaman 65,5-107 cm, kecerahan 22,5-24,25 cm, jenis tanah lempung berpasir, pH 7,2-7,4, oksigen terlarut 5,6-5,9, salinitas 10,25-13ppt, nitrat 0,58-1,15. Berdasarkan SNI 037:2020 dan SNI 8037:2021. Dengan nilai total skor 49 pada stasiun 1, skor 51 pada stasiun 2 dan 3, skor 49 pada stasiun 4 dan skor 46 pada stasiun 5. kondisi kualitas perairan dan jenis tanah masih berada pada kategori sesuai (S2) untuk kegiatan budidaya. Upaya perbaikan yang disarankan penelitian selanjutnya disarankan menambahkan analisis kandungan bahan organik tanah dan struktur komunitas plankton untuk mendapatkan gambaran yang lebih komprehensif terkait daya dukung tambak terhadap produktivitas udang vaname. Kata Kunci : Udang Vaname (Litopenaeus vannamei), Kualitas Air This study aims to evaluate water quality in whiteleg shrimp (Litovenaus vannamei) cultivation ponds in Mootilango Village, Duhiadaa District, Pohuwato Regency. The parameters observed included temperature, depth, clarity, bottom water level, pH, dissolved oxygen, salinity, and nitrate. Measurements showed that the water temperature ranged from 27.07 to 27.8°C, depth 65.5 to 107 cm, clarity 22.5 to 24.25 cm, sandy loam soil type, pH 7.2 to 7.4, dissolved oxygen 5.6 to 5.9, salinity 10.25 to 13 ppt, and nitrate 0.58 to 1.15. These parameters are based on SNI 037:2020 and SNI 8037:2021. With a total score of 49 at station 1, 51 at stations 2 and 3, 49 at station 4, and 46 at station 5, water quality and soil type are still in the suitable category (S2) for cultivation activities. Suggested improvement efforts for further research include adding analysis of soil organic matter content and plankton community structure to obtain a more comprehensive picture of the pond's carrying capacity for whiteleg shrimp productivity. Keywords: Whiteleg Shrimp (Litopenaeus vannamei), Water Quality
PENGARUH PEMBERIAN LISIN DENGAN DOSIS YANG BERBEDA PADA PAKAN KOMERSIAL TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP BENIH IKAN GURAME (Osphronemus gouramy) ADAM, AIN; Yuniarti Koniyo; Arafik Lamadi
Journal Of Fisheries Agribusiness Vol. 3 No. 2 (2025): JOURNAL OF FISHERIES AGRIBUSINESS (OKTOBER)
Publisher : Program Vokasi UNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56190/jfa.v3i2.65

Abstract

Gourami (Osphronemus gouramy) is one of the most popular freshwater fish in Indonesia. This species has relatively slow growth, thus requiring improved nutritional quality in its feed. The lysine requirement for omnivorous fish is 2.07%, therefore lysine supplementation is necessary to meet their nutritional needs. The objective of this study was to determine the effect of lysine supplementation in commercial feed on the growth rate and survival rate of gourami fingerlings, as well as to identify the optimal lysine dosage. This research was conducted over a period of 30 days, from June to July 2025, at the Balai Benih Ikan Andalas Gorontalo (BBI). The experimental design used was a Completely Randomized Design (CRD) consisting of four treatments with three replications: control (A), lysine supplementation of 10 g/kg feed (B), 15 g/kg feed (C), and 20 g/kg feed (D). The feed used was commercial feed (PF 800) and lysine amino acid in the form of L-lysine HCL. The results showed that lysine supplementation in the feed had no significant effect on absolute length growth, absolute weight gain, or survival rate of gourami fingerlings. However, treatment C (15 g/kg feed) yielded the highest averages, with an absolute length of 0.34 cm, absolute weight of 0.75 g, and a survival rate of 87%. Water quality measurements during the rearing period showed an average temperature of 27°C, pH of 8, and dissolved oxygen of 7 mg/L, all within the normal range for gourami fingerlings.
PENGARUH PEMBERIAN KOMBINASI PUPUK UREA DAN TSP PADA MEDIA PEMELIHARAAN TERHADAP PERTUMBUHAN ANGGUR LAUT (CAULERPA SP) Ismail, Moh.Riandi; mulis; Lamadi, Arafik
Journal Of Fisheries Agribusiness Vol. 2 No. 1 (2024): JOURNAL OF FISHERIES AGRIBUSINESS (APRIL)
Publisher : Program Vokasi UNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56190/jfa.v2i1.29

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kombinasi pupuk Urea dan TSP dapat berpengaruh terhadap pertumbuhan anggur laut (Caulerpa sp). Untuk mengetahui rasio pupuk yang baik pada pertumbuhan anggur laut (Caulerpa sp). Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan rancangan acak lengkap dengan lima perlakuan yakni perlakuan A (Dosis Urea 0 mg/l + TSP 100 mg/l), B (Dosis Urea 25 mg/l + TSP 75 mg/l), C (Dosis Urea 50 mg/l + TSP 50 mg/l), D (Dosis urea 75 mg/l + TSP 25 mg/l) dan E (Dosis Urea100 mg/l + TSP 0 mg/l) dan empat kali ulangan. Pertumbuhan anggur laut tertinggi terdapat pada perlakuan D dengan nilai 84,78 gram dan terendah pada perlakuan A dengan nilai 10,28 gram. Hasil analisis ANOVA menunjukan bahwa perlakuan kombinasi pupuk Urea dan TSP berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan (Caulerpa sp) dilihat pada taraf (0,05).
Dinamika Sosial Dan Ekonomi Masyarakat Pesisir Di Kelurahan Leato Utara, Kota Gorontalo Putalan, Reinal; Azzahra Sudirman, Azisah; Nusi, Fakhrunnisa; Ariany, Septian palma
Journal Of Fisheries Agribusiness Vol. 2 No. 2 (2024): JOURNAL OF FISHERIES AGRIBUSINESS (OKTOBER)
Publisher : Program Vokasi UNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56190/jfa.v2i2.42

Abstract

This study aims to analyze the social and economic dynamics of coastal communities in Leato Utara Village, Gorontalo City, as a form of community response to environmental and social changes. The study employed a descriptive qualitative approach using participatory observation and semi-structured interviews with key informants, including fishermen, community leaders, and women engaged in household-based economic activities. The findings show that social interactions within the community are shaped by kinship-based social structures, collective solidarity, and informal local institutions. Economically, the community depends heavily on the fishing sector, which is affected by seasonal variations and limited access to technology and markets. Social adaptation and economic diversification are key strategies used to cope with external pressures. This study recommends strengthening local institutions and implementing policies that are responsive to the socio-cultural context of coastal communities
Perbandingan Struktur Pembiayaan dan Pola Konsumsi Rumah Tangga Nelayan VS Pembudidaya Rumput Laut: Analisis Determinasi Tingkat Pendapatan di Kabupaten Bantaeng: PERBANDINGAN STRUKTUR PEMBIAYAAN DAN POLA KONSUMSI RUMAH TANGGA NELAYAN VS PEMBUDIDAYA RUMPUT LAUT: ANALISIS DETERMINASI TINGKAT PENDAPATAN DI KABUPATEN BANTAENG Pakpahan, Sarinah; Fauziah, Siti
Journal Of Fisheries Agribusiness Vol. 2 No. 2 (2024): JOURNAL OF FISHERIES AGRIBUSINESS (OKTOBER)
Publisher : Program Vokasi UNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56190/jfa.v2i2.63

Abstract

Studi ini bertujuan untuk membandingkan struktur pembiayaan dan analisis pola konsumsi rumah tangga nelayan dan pembudidaya rumput laut di Kabupaten Bantaeng. Untuk keperluan ini, dilakukan metode cluster random sampling terhadap 50 rumah tangga (25 nelayan dan 25 pembudidaya) yang datanya dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil menunjukkan tidak adanya kesenjangan yang berarti. Bahkan untuk rumah tangga pembudidaya dengan penghasilan terendah sekalipun, pendapatannya jauh di atas nelayan (Rp 7.000.000 dengan nelayan Rp 3.775.000). Kesenjangan pendapatan rumah tangga pembudidaya dan nelayan ditentukan oleh struktur pembiayaan nelayan dan pembudidaya. Pembudidaya tidak menarik biaya lebih untuk penghasilan optimal, bahkan biaya produksi yang dikeluarkan lebih besar (Rp 2.552.500). Cukup menarik, rumah tangga nelayan biaya konsumsi lebih besar (Rp 2.281.500) daripada pembudidaya (Rp 1.980.000), menunjukkan nelayan lebih konsumtif dan ekonomi surplus yang lebih besar. Masih lebih tidak di keduanya, nelayan dan pembudidaya rumput laut tidak lebih dikelompokkan nabah tinggi. Dengan ini, studi ini merekomendasikan intervensi pengelolaan malas keuangan bagi nelayan tun bertujuan untuk menjaga ketahanan ekonomi

Page 4 of 4 | Total Record : 37