cover
Contact Name
DWI ATMOKO
Contact Email
atmokodwi120@gmail.com
Phone
+6285722699017
Journal Mail Official
jitkbhamada@gmail.com
Editorial Address
Jalan Cut Nyak Dhien No. 16, Kalisapu, Slawi, Kab. Tegal
Location
Kab. tegal,
Jawa tengah
INDONESIA
Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal)
ISSN : 20884435     EISSN : 23553863     DOI : https://doi.org/10.36308/jik.v15i2
Core Subject : Health, Social,
JITK Bhamada adalah untuk diterbitkan, menyebarluaskan, dan membahas berbagai tulisan tentang penelitian kesehatan, yang membantu pendidik, pelaksana penelitian kesehatan, peneliti, dan membuat agar lebih efektif. JITK Bhamada dalam menerima artikel akan menyaring untuk keaslian, relevansi penelitian dan perbaikan pelayanan kesehatan. Setelah penyaringan awal artikel akan dikirim ke mitra bestari untuk diminta ulang isi artikel. Editor akan memutuskan menerima artikel dengan mempertimbangkan rekomendasinya dari mitra bestari yang telah ditunjuk. Editor berhak untuk mengubah artikel yang disetujui perlu, misal dengan memperpendek isi artikel atau menghilangkan bagan dan tabel.
Articles 267 Documents
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KINERJA PETUGAS PUSKESMAS DALAM PENGELOLAAN PENDERITA TUBERKULOSIS (TB) MANGKIR DI KOTA PEKALONGAN TAHUN 2012 Indah Kurniawati; Atik Mawarni; Ayun Sriatmi
Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Vol 5 No 1 (2014)
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Angka kesembuhan penderita Tuberkulosis di Kota Pekalongan masih rendah yaitu 72,5% pada tahun 2011, masih dibawah target 85%, dengan angka mangkir yang cukup tinggi. Sedangkan kinerja petugas Puskesmas dalam melaksanakan pengelolaan penderita Tuberkulosis yang mangkir masih rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kinerja petugas puskesmas dalam pengelolaan penderita Tuberkulosis mangkir di Kota Pekalongan. Jenis penelitian adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian adalah 47 perawat pelaksana di Puskesmas. Pengumpulan data menggunakan wawancara dengan kuesioner terstruktur. Analisis data dilakukan dengan uji Chi-Square dan regresi logistik berganda. Hasil penelitian menunjukkan 59,6% responden berpengetahuan baik; 51,1% berpersepsi baik terhadap pekerjaannya; 59,6% berpersepsi baik terhadap sarana kerja; 70,2 % berpersepsi baik terhadap supervisi wasor; 40,4% berpersepsi baik terhadap kepemimpinan kepala Puskesmas dan 53,2% responden bermotivasi baik. Sebanyak 46,8% responden berkinerja baik. Ada hubungan antara pengetahuan, persepsi terhadap pekerjaan, persepsi terhadap supervisi wasor tuberkulosis, persepsi terhadap ketersediaan sarana kerja, persepsi terhadap kepemimpinan kepala Puskesmas dan motivasi dengan kinerja petugas Puskesmas dalam pengelolaan penderita Tuberkulosis mangkir. Variabel yang berpengaruh terhadap kinerja petugas Puskesmas dalam pengelolaan penderita TB mangkir hanya dua yaitu pengetahuan (p=0,038, Exp B=11,6 ) dan persepsi terhadap kepemimpinan kepala Puskesmas (p=0,0001, Exp B=180,6 ). Disarankan kepada DKK Pekalongan agar meningkatkan pengetahuan petugas dengan pelatihan-pelatihan teknis P2TB secara berkala di tingkat Dinas Kesehatan Kota Pekalongan dengan disertai pengembangan kepemimpinan kepala Puskesmas yang mampu menggugah motivasi petugas agar bekerja lebih baik. Kata Kunci : Kinerja, Petugas Puskesmas, Tuberkulosis
PERBEDAAN MUSIK KLASIK MOZART DAN INSTRUMENTAL MODERN KITARO TERHADAP TINGKAT KECEMASAN IBU HAMIL PRIMIGRAVIDA TRIMESTER III DALAM MENGHADAPI PERSALINAN Anggit Eka Ratnawati; Anies Anies; Hari Peni Julianti
Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Vol 5 No 1 (2014)
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kehamilan merupakan sumber stresor kecemasan dan kejadian tidak terelakkan yang selalu menyertai kehamilan, terutama primigravida baik selama hamil, bersalin maupun setelah persalinan. Terapi musik disebut terapi pelengkap. Jenis musik yang bermakna medis adalah musik klasik Mozart karena menstimulasi gelombang alfa, ketenangan, dan rileksasi. Selain itu ada musik new age Kitaro untuk menciptakan inspirasi, relaksasi dan optimisme. Tujuan penelitian ini untuk membuktikan perbedaan musik klasik Mozart dan instrumental modern Kitaro terhadap kecemasan ibu hamil primigravida trimester III dalam menghadapi persalinan. Penelitian menggunakan metode quasi eksperiment, pendekatan pretest posttest design. Teknik sampel penelitian menggunakan consecutive sampling, sejumlah 38 ibu primigravida trimester III di wilayah Puskesmas Binangun Kabupaten Cilacap namun 2 orang mengalami drop out. Hasil analisis pada kelompok musik klasik Mozart didapatkan p value 0,641 (p > 0,05), kelompok instrumental modern Kitaro didapatkan p value 0,001 (p < 0,05), analisis dua kelompok didapatkan p value 0,001 (p < 0,05). Kesimpulannya ada perbedaan yang bermakna antara musik klasik Mozart dan instrumental modern Kitaro terhadap kecemasan ibu hamil primigravida trimester III dalam menghadapi persalinan.
PENGARUH PERAN DUKUNGAN SUAMI TERHADAP LAMA WAKTU KEBERHASILAN INISIASI MENYUSU DINI Liana Rita; Ani Margawarti; Mundarti Mundarti
Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Vol 5 No 1 (2014)
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Inisiasi Menyusu Dini (IMD) pada prinsipnya bukan ibu yang menyusui bayi, tetapi bayi yang harus aktif menemukan sendiri puting susu ibu serta melakukan kontak kulit ibu dengan kulit bayi segera setelah lahir selama satu jam. Suami harus memberikan suatu tindakan dukungan tertentu yang sangat spesifik dalam periode waktu yang sangat singkat, dukungan suami akan mempengaruhi psikologis ibu. Bidan terlibat langsung dalam proses persalinan wajib membantu IMD. Selama ini masih ditemui kegagalan IMD yang dilakukan oleh bidan. Tujuan : untuk menganalisis pengaruh peran dukungan suami terhadap lama waktu keberhasilan IMD. Metode : Jenis penelitian ini quasy eksperimen dengan pendekatan postest only-control group desain, Jumlah sampel 30 orang dengan tehnik total sampling. Pengumpulan data dengan observasi langsung. Data dianalisis secara kuantitatif dengan uji t tes independen. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan rata-rata lama waktu keberhasilan IMD pada kelompok intervensi (peran suami) adalah 54,87 menit. Rata-rata lama waktu keberhasilan IMD pada kelompok kontrol (peran bidan) adalah 63,40 menit. Dari hasil perhitungan statistik didapatkan hasil p=0,034<α0.05 artinya menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan antara peran dukungan suami terhadap lama waktu keberhasilan IMD. Saran : Bidan sebaiknya tidak hanya memberikan intervensi terhadap istri atau ibu saja tetapi intervensi juga diberikan pada suami sehingga suami mengetahui sedini mungkin tentang IMD dan dapat memberikan dukungan terhadap pelaksanaan IMD.
PENGARUH FREKUENSI PIJAT BAYI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN BAYI USIA 1-3 BULAN (STUDI DI DESA KARANGSARI DAN PURBADANA KECAMATAN KEMBARAN KABUPATEN BANYUMAS) Rosi Kurnia Sugiharti; Ari Suwondo; Runjati Runjati
Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Vol 5 No 1 (2014)
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang :Masa bayi adalah masa keemasan sekaligus masa kritis pertumbuhan dan perkembangan. Tercapainya pertumbuhan dan perkembangan yang optimal merupakan hasil interaksi berbagai faktor yang saling berkaitan, yaitu faktor genetik, lingkungan dan perilaku, serta rangsangan atau stimulasi yang berguna. Salah satu rangsangan atau stimulasi yang dianjurkan adalah pijat bayi. Pijat bayi dapat dilakukan satu atau dua kali dalam sehari. Tujuan :untuk mengetahui pengaruh frekuensi pijat bayi terhadap pertumbuhan dan perkembangan bayi usia 1-3 bulan di desa Karangsari dan Purbadana Kecamatan Kembaran Kabupaten Banyumas. Metode : Jenis Penelitian adalah quasi experiment dengan pendekatan non randomized pretest posttet with control group design dan teknik pengambilan sampel dengan purposive sampling. Sampel merupakan bayi berusia 1-3 bulan berjumlah 30 bayi yang terdiri dari 10 bayi sebagai kelompok kontrol, 10 bayi sebagai kelompok intervensi pijat 1x/hari dan 10 bayi sebagai kelompok intervensi pijat 2x/hari. Analisis perbedaan pertumbuhan (berat badan) menggunakan T test berpasangan, sedangkan analisis perbedaan perkembangan sebelum dan sesudah pijat bayi menggunakan Uji Wilcoxon. Untuk analisis pengaruh frekuensi pijat bayi terhadap pertumbuhan (berat badan) menggunakan Uji One Way Anova, sedangkan analisis pengaruh frekuensi pijat bayi terhadap perkembangan menggunakan Uji Kruskal Wallis. Hasil : Hasil penelitian menyebutkan bahwa ada perbedaan pertumbuhan (berat badan) sebelum dan sesudah intervensi pada ketiga kelompok (p= 0,0001<α0.05). Hasil analisis Uji Wilcoxon menyebutkan ada perbedaan perkembangan sebelum dan sesudah intervensi pada ketiga kelompok (p=0,046;p=0,025;p=0,046< α0,05). Hasil analisis dengan Uji One Way Anova menyebutkan tidak ada pengaruh frekuensi pijat bayi terhadap pertumbuhan (berat badan ) dengan nilai p=0,166>α0,05. Hasil analisis dengan Uji Kruskal Wallis menyimpulkan tidak ada pengaruh frekuensi pijat bayi terhadap perkembangan (p= 0,342 > α=0,05). Saran : diharapkan untuk menggerakkan kembali aktifitas pijat bayi dan memberikan stimulus secara terus menerus serta memperhatikan faktor-faktor lain yang menunjang pertumbuhan dan perkembangan bayi seperti memberikan ASI secara eksklusif.
PENGARUH KOMBINASI METODE PIJAT WOOLWICH DAN ENDORPHINE TERHADAP KADAR HORMON PROLAKTIN DAN VOLUME ASI (STUDI PADA IBU POSTPARTUM DI GRIYA HAMIL SEHAT MEJASEM KABUPATEN TEGAL) Siti Erniyati Berkah Pamuji; Supriyana Supriyana; Sri Rahayu; Suhartono Suhartono
Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Vol 5 No 1 (2014)
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Laktasi adalah keseluruhan proses produksi dan pengeluaran ASI. Laktasi terjadi dibawah pengaruh berbagai kelenjar endokrin, terutama hormon-hormon hipofisis prolaktin dan oksitosin. Gangguan pada laktasi terjadi karena berbagai faktor diantaranya faktor bayi, ibu dan lingkungan yang dapat berpengaruh pada peningkatan kadar hormon prolaktin dan volume ASI. Cakupan ASI Eksklusif Kabupaten Tegal pada tahun 2011 hanya 47,9%, target pencapaian ASI Ekslusif sebesar 80%. Salah satu upaya peningkatan laktasi pada ibu postpartum dengan kombinasi metode pijat woolwich dan endorphine. Tujuan penelitian untuk membuktikan perbedaan pengaruh kombinasi metode pijat woolwich dan endorphine terhadap kadar hormon prolaktin dan volume ASI. Jenis penelitian quasy-experiment rancangan non randomized controlled trial design pretest posttes control group. Jumlah sampel 20. Analisis data secara univariat, bivariat dengan independent t test, wilcoxon signed rank test dan mann whitney test. Hasil penelitian berdasarkan analisis bivariat menunjukkan rata – rata kadar hormon prolaktin pada kelompok intervensi 103,80 ng/ml, sd 12,60 ng/ml dan rata-rata volume ASI kelompok intervensi 17,40 cc, sd 6,91 cc . Kelompok kontrol rata – rata 60,90 ng/ml, sd 41,45 ng/ml dan rata-rata volume ASI kelompok kontrol 0,60 cc, sd 0,84 cc, p value kadar hormon prolaktin 0,034 sedangkan p value volume ASI 0,000 (p value < α 0,05) artinya ada perbedaan bermakna rata rata kadar hormon prolaktin dan volume ASI pada kelompok intervensi dan kelompik kontrol. Kombinasi metode pijat woolwich dan endorphine berpengaruh terhadap peningkatan kadar hormon prolaktin dan volume ASI ibu postpartum. Diperlukan sosialisasi, pelatihan, dukungan serta penerapan program manajemen laktasi dalam kunjungan masa nifas (KF) tentang terapi komplementer kombinasi metode pijat woolwich dan endorphine terhadap peningkatan kadar hormon prolaktin dan volume ASI. Kata kunci : Pijat woolwich dan endorphine, kadar hormon prolaktin, volume ASI
EFEKTIFITAS KOMBINASI PIJAT OKSITOSIN TEHNIK EFFLEURAGE DAN AROMATERAPI ROSE TERHADAP KADAR HORMON PROLAKTIN IBU POST PARTUM NORMAL DI WILAYAH PUSKESMAS DAWE KUDUS TAHUN 2013 Jamilah Jamilah; Ari Suwondo; Sri Wahyuni; Suhartono Suhartono
Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Vol 5 No 1 (2014)
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cakupan ASI Eksklusif di Puskesmas Dawe yaitu 11,9%, droup out ASI Eksklusif satu bulan pertama 65%. Study pendahuluan 70% karena produksi ASI kurang. Upaya pemerintah belum optimal, diperlukan upaya alternatif untuk meningkatkan produksi ASI dengan pijat oksitosin dan aromaterapi. Penelitian ini bertujuan membuktikan perbedaan efektifitas pijat oksitosin tehnik Effleurage, aromaterapi rose dan kombinasi pijat oksitosin tehnik Effleurage dan aromaterapi rose terhadap kadar prolaktin. Jenis penelitian quasy eksperimen rancangan non randomized controlled trial desain pretest posttes control group. Jumlah sampel 40. Analisis data secara univariat, bivariat dengan independent t test dan metode anova. Hasil penelitian berdasarkan analisis bivariat menunjukkan rata – rata hormon prolaktin pada kelompok pijat 34,33 ng/ml, sd 47,13 ng/ml. Kelompok aromaterapi rata – rata 45,04 ng/ml, sd 156,04 ng/ml, kelompok pijat dan aromaterapi rata – rata 224,99, sd 145,45 ng/ml, kelompok kontrol rata – rata 14,97, sd 155.17 ng/ml,p value 0,004 (p < 0,05) artinya ada perbedaan bermakna rata rata kadar hormon prolaktin ketiga perlakuan. Pijat oksitosin tehnik effleurage dan aromaterapi rose paling efektif terhadap peningkatan kadar hormon prolaktin ( 95% CI 120,95-329,02 ; p value 0,008). Perlunya sosialisasi, penerapan, dukungan, pelatihan serta kebijakan program manajemen laktasi di Dinas Kesehatan Kabupaten tentang terapi komplementer kombinasi pijat oksitosin tehnik effleurage dan aromaterapi rose.
PENGALAMAN SUPERVISI KLINIK KEPALA RUANG DALAM FUNGSI RESTORATIF PADA TINDAKAN PEMASANGAN INFUS DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH TEGAL Suparjo Suparjo; Meidiana Dwidiyanti; Sarah Uliya
Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Vol 9 No 2 (2018)
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketidakstabilan emosi dan kecemasan yang berlebihan menjadi salah satu faktor resiko yang membuat perawat pelaksana mengalami kesulitan dalam melakukan tindakan pemasangan infus. Hal ini bisa berdampak pada terjadinya infeksi flebitis. Kejadian flebitis dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan perawat, kepatuhan cuci tangan dan supervisi klinik kepala ruang. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman supervisi klinik kepala ruang dalam fungsi restoratif pada tindakan pemasangan infus di Rumah Sakit Umum Daerah Tegal. Penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Sampel penelitian berjumlah 10 partisipan yang diambil dengan cara purposive sampling, yang meliputi 5 kepala ruang sebagai partisipan utama, dan 1 kepala bidang keperawatan, 1 ketua tim dan 3 perawat pelaksana sebagai partisipan triangulasi. Pengumpulan data dilakukan dengan in-dept interview dengan wawancara semistruktur. Data dianalisa dengan menggunakan inductive content analysis. Penelitian mendapatkan 5 tema yang berkaitan dengan supervisi klinik ruang kepala dalam fungsi restoratif, meliputi: (1) identifikasi pasien, (2) kestabilan emosi, (3) hubungan antar perawat, (4) penyelesaian masalah atau konflik, dan (5) prosedur, upaya yang tepat dan harapan positif yang dibutuhkan untuk mengatasi hambatan dan komplikasi pemasangan infus. Penelitian ini menyimpulkan bahwa supervisi klinik fungsi restoratif dapat memudahkan identifikasi pasien, menjaga stabilitas emosional perawat, memperbaiki hubungan antar perawat dan dapat memberikan solusi dalam memecahkan masalah atau konflik.
HUBUNGAN PERAN SUAMI DENGAN KEPATUHAN IBU DALAM MELAKSANAKAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BALITA DI KELURAHAN KALINYAMAT KULON KOTA TEGAL Millatun Nafidah; Susi Muryani; Khodijah Khodijah
Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Vol 9 No 2 (2018)
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Imunisasi merupakan suatu upaya untuk meningkatkan kekebalan seseorang secara aktif terhadap suatu penyakit yang harus dipenuhi terutama pada masa bayi. Kebutuhan dasar akan anak secara alamiah harus dipenuhi oleh orang tua terutama ibu. Selain itu dukungan keluarga terutama suami juga berperan penting dalam memotivasi ibu untuk melaksanakan imunisasi dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan peran suami dengan kepatuhan ibu dalam melaksanakan imunisasi dasar lengkap pada balita di Kelurahan Kalinyamat Kulon Kota Tegal. Penelitian ini menggunakan metode cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah ibu yang memiliki anak usia 11 bulan-5 tahun sebanyak 76 responden dan dipilih dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian dengan uji statistik Chi Square menunjukkan hasil p=0,000<0,05, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara peran suami dengan kepatuhan ibu dalam melaksanakan imunisasi dasar di Kelurahan Kalinyamat Kulon Kota Tegal. Berdasarkan hasil penelitian ini, orang tua terutama suami disarankan untuk ikut berperan aktif dalam upaya pemeliharaan kesehatan anak melalui pemberian imunisasi dasar sesuai jadwal.
HUBUNGAN PENERAPAN METODE TIM DENGAN BURNOUT PERAWAT PELAKSANA DI RUANG RAWAT INAP RSUD DR. SOESELO KABUPATEN TEGAL Siska Utami Anggraeny; Wisnu Widyantoro; Anisa Oktiawati
Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Vol 9 No 2 (2018)
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Metode tim salah satu metode asuhan keperawatan professional yang terdiri dari beberapa tim yang terdapat kepala ruang, ketua tim dan anggota tim. Konsep metode tim dapat berjalan lancar apabila tugas dan perannya dijalankan sesuai dengan konsep. Metode tim jika tidak diterapkan secara maksimal maka menimbulkan kerugian. Kerugian metode tim yaitu membutuhkan biaya yang banyak,Metode tim tergantung dengan pengaturan pelaksanaannya, jika pengaturannya tidak baik maka tidak efektif untuk dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara penerapan metode tim dengan burnout perawat pelaksana di ruang rawat inap RSUD dr. Soeselo kabupaten Tegal tahun 2018. Penelitian ini menggunakan desain pendekatan cross sectional dengan teknik sampel yang digunakan yaitu random sampling. Sampel pada penelitian ini berjumlah 60 orang. Hasil penelitian menggunakan Chi Square menunjukan hasil adanya hubungan penerapan metode tim dengan burnout perawat pelaksana (p.value = 0,000, a = 0,02). Bagi perawat pelaksana sebaiknya, melakukan tugas dan perannya sesuai dengan konsep metode asuhan keperawatan professional metode tim sehingga dapat meminimalisir terjadinya burnout. Kata kunci :, ,
ANALISIS ASPEK LINGKUNGAN DAN PERILAKU KELUARGA DENGAN KASUS DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DI KELURAHAN SIALANGMUNGGU WILAYAH KERJA PUSKESMAS SIDOMULYO KOTA PEKANBARU, RIAU Hastuti Marlina; Hayana Hayana; Mas Ulan
Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Vol 9 No 2 (2018)
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lingkungan merupakan salah satu faktor timbulnya suatu penyakit. Lingkungan yang tidak memenuhi persyaratan kesehatan, akan menimbulkan masalah terutama kejadian penyakit berbasis lingkungan salah satunya demam berdarah. Berdasarkan data profil Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru kasus demam berdarah mengalami peningkatan, dari 20 Puskesmas yang ada di Kota Pekanbaru peningkatan kasus demam berdarah tertinggi terdapat di Puskesmas Sidomulyo dengan angka kematian akibat demam berdarah sebesar 10% pada tahun 2016. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aspek lingkungan yang berhubungan dengan kasus demam berdarah di Kelurahan Sialangmunggu wilayah kerja Puskesmas Sidomulyo. Jenis penelitian yang digunakan berupa deskriptif kualitatif. Dengan jumlah responden 9 orang dengan kasus Demam berdarah dengue dan 2 orang tokoh masyarakat. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat dengan kasus demam berdarah dengue di Kelurahan Sialangmunggu masih memiliki kondisi lingkungan yang kurang bersih dan positif terhadap keberadaan breeding pleace dan resting pleace nyamuk Aedes agypti, masyarakat memiliki tingkat pendidikan dan pengetahuan yang baik terhadap demam berdarah, namun sikap dan perilaku yang ditemui dilapangan masih kurang baik terhadap keberadaan breeding pleace dan resting pleace dilingkungan rumah masyarakat.

Page 8 of 27 | Total Record : 267