cover
Contact Name
Kusroni
Contact Email
Jurnal.kaca.alfithrah@gmail.com
Phone
+628563459899
Journal Mail Official
jurnal.kaca.alfithrah@gmail.com
Editorial Address
Jl. Kedinding Lor 30 Surabaya 60129
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal KACA
ISSN : 23525890     EISSN : 25976664     DOI : https://doi.org/10.36781
KACA (Karunia Cahaya Allah) : Jurnal Dialogis Ilmu Ushuluddin diterbitkan oleh Jurusan Ushuluddin Sekolah Tinggi Agama Islam Al Fithrah Surabaya. Jurnal ini memuat kajian-kajian keislaman yang meliputi Tafsir, Hadis, Tasawuf, Pemikiran Islam, dan kajian Islam lainnya. Terbit dua kali setahun, yaitu bulan Februari-Agustus. Redaksi mengundang para akademisi, dosen, maupun peneliti untuk berkontribusi memasukkan artikel ilmiahnya yang belum pernah diterbitkan oleh jurnal lain. Naskah diketik dengan spasi 1 (satu) spasi pada kertas ukuran B5 dengan panjang tulisan antara 15-25 halaman, 5000-7000 kata. Naskah yang masuk dievaluasi oleh dewan redaksi. Redaktur dapat melakukan perubahan pada tulisan yang dimuat untuk keseragaman format, tanpa mengubah substansinya.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol. 13 No. 2 (2023): Agustus" : 8 Documents clear
Mistik Kejawen dalam Dunia Digital: Intrepretasi atas Ajaran Kejawen di Channel Youtube Ngaji Roso Muzayyanah Mutashim Hasan; Wildan Taufiqur Rahman; Yoga Irama; Iqbal Hamdan Habibi
KACA (Karunia Cahaya Allah): Jurnal Dialogis Ilmu Ushuluddin Vol. 13 No. 2 (2023): Agustus
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Dakwah Institut Al Fithrah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36781/kaca.v13i2.447

Abstract

Artikel tentang mistik kejawen ini muncul atas keresahan peneliti dalam pengamatan budaya dan perkembangannya di dunia digital. Satu sisi mistik kejawen masih dianggap satu hal yang eksklusif namun disisi lain banyak dijumpai media sosial seperti akun Youtube yang menyajikan mistik kejawen sebagai kontennya. Penelitian ini mengeksplorasi peran akun Youtube “Ngaji Roso” dalam penciptaan mistik kejawen dalam dunia digital. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui bagaimana esensi dari mistik kejawen jika disandingkan dengan sufisme. Penelitian ini juga ingin memetakan bagaimana perkembangan dunia digital dalam membentuk wajah baru dari mistik kejawen itu sendiri yang ditinjau dari teori teologi digital. Penelitian ini masuk dalam kategori penelitian kualitatif dengan sumber data berupa konten dari akun Youtube “Ngaji Roso”. Selain itu sebagai data pendukung dalam penelitian ini adalah buku, jurnal dan karya ilmiah lainnya yang masih ada kaitannya dengan topik pembahasan. Data yang terkumpul dianalisis dengan pendekatan content analysis. Kesimpulan dari hasil analisis data antara lain: (1) mistik kejawen dan sufisme memiliki keterkaitan yang cukup kuat dengan dibuktikan antara beberapa ajarannya seperti penyatuan makhluk dan pencipta, (2) perkembangan media sosial (Youtube) memiliki pengaruh yang signifikan terhadap perwajahan mistik kejawen khususnya pada dunia digital, (3) dalam pandangan Teologi Digital pembahasan mistik kejawen bertransformasi menjadi dialektika komprehensif di tengah masyarakat yang cenderung berujung dalam bentuk yang lebih kontemporer.
Konsep Waḥdat Al-Wujūd dalam Tasawuf Sunan Bonang Metsra Wirman
KACA (Karunia Cahaya Allah): Jurnal Dialogis Ilmu Ushuluddin Vol. 13 No. 2 (2023): Agustus
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Dakwah Institut Al Fithrah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36781/kaca.v13i2.464

Abstract

Artikel ini merupakan pembahasan tentang gagasan Waḥdat al-Wujūd dari Sunan Bonang, yang merupakan salah satu ulama terkemuka yang dikenal sebagai Wali Songo. Terdapat perbedaan kesimpulan dalam kajian sarjana Orientalis dan sarjana Indonesia terdahulu tentang sejarah Sunan Bonang dan ajarannya, dikarenakan sumber rujukan disisipi mitos, legenda, yang kebenaran ceritanya senantiasa samar. Pemikiran dan ajarannya tentang tasawuf disajikan melalui simbol-simbol budaya, seperti karakter, sangkar, burung, topeng, wayang, cermin, dan bayangan yang dapat menimbulkan berbagai penafsiran yang rancu. Oleh karena itu, gagasan Sunan Bonang dan Wali Songo masih disalahpahami oleh kebanyakan para sarjana sebagai “Manunggaling Kawula Gusti”, sebuah konsep yang erat kaitannya dengan gagasan pantheisme dan monisme. Dalam kajian ini jelas, bahwa pemikiran tasawuf Sunan Bonang adalah yang paling otoritatif dari Sunan Bonang tentang Wahdat al-Wujud benar-benar mencerminkan ajaran tasawuf Wali Songo di Jawa. Wahdat al-Wujud yang dipahami dan diajarkan oleh Sunan Bonang adalah berbeda dengan ajaran Manunggaling Kawula Gusti, yakni bersatunya hamba dengan Tuhan (al-Ittihad wa al-Hulul) yang menjadi pemahaman ajaran tasawuf yang keliru. Kajian ini menggunakan metode kajian kepustakaan yang merangkumi metode pengumpulan data dan analisa semantik (Semantic content Analysis). Diharapkan kajian ini dapat menggambarkan ajaran yang benar dari Sunan Bonang pada khususnya dan Wali Songo pada umumnya, dengan maksud untuk melindunginya dari miskonsepsi para esoteris (ahli Kebatinan).
Perbedaan Pendapat KH. Hasyim Asy’ari dan Syaikh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi Tentang Sarekat Islam: Analisis Kitab Kafful Awwam dan Tanbihul Anam Viki Junianto; Iqbal Nursyahbani; Falich Haidar Al-Habsy
KACA (Karunia Cahaya Allah): Jurnal Dialogis Ilmu Ushuluddin Vol. 13 No. 2 (2023): Agustus
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Dakwah Institut Al Fithrah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36781/kaca.v13i2.465

Abstract

Sarekat Islam (SI) merupakan gerakan politik dan sosial yang berdiri pada awal abad ke-20 dan berkembang sangat pesat. Namun dibalik kebesaran nama SI, terdapat pro-kontra yang ikut menyelimutinya. Di antaranya adalah silang pendapat antara KH. Hasyim Asyari dan Syekh Ahmad Khatib al-Minangkabawi dalam memandang organisasi ini. Silang pendapat antara dua tokoh ini tentunya sangat penting dan wajib untuk diungkapkan. Hal ini bertujuan agar informasi yang sampai kepada masyarakat tidak terkesan sepihak dan hanya berisi menjelekkan atau sebaliknya. Juga untuk menunjukkan kepada khalayak akan besarnya peran para ulama dalam melayani umatnya dengan perbedaan pendapatnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan pendapat antara KH. Hasyim Asyari dan Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi mengenai SI serta faktor yang mempengaruhinya dengan melakukan analisis terhadap Kitab Kafful ‘Awam dan Tanbihul Anam. Studi ini berfokus pada metode analisis dua kitab penting, yaitu Kitab Kafful ‘Awam dan Tanbihul Anam, yang menjadi sumber pemikiran dan pandangan KH. Hasyim Asyari dan Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi tentang SI. Melalui analisis tekstual, penelitian ini akan mengidentifikasi perbedaan pendapat yang ada antara keduanya dan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi perbedaan pemikiran mereka terkait SI. Faktor-faktor yang akan diteliti meliputi konteks historis dan sosial yang mempengaruhi pandangan KH. Hasyim Asyari dan Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi tentang SI, serta faktor-faktor internal seperti pemahaman agama, pengalaman pribadi, dan latar belakang keilmuan yang dapat memengaruhi perbedaan pendapat mereka. Analisis faktor-faktor ini akan memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang perbedaan pemikiran antara kedua tokoh. Dari penelitian ini disimpulkan bahwa perbedaan pendapat antara KH. Hasyim dan Syekh Khatib perihal Sarekat Islam berpusat dalam tiga hal utama. Pertama, silang pendapat perihal hukum Islam. Kedua, perbedaan persepsi perihal persatuan. Ketiga, perbedaan dalam menyikapi oknum. Dan perbedaan tersebut setidaknya disebabkan oleh tiga faktor. Pertama, perbedaan interpretasi teks-teks keagamaan. Kedua, perbedaan prinsip serta pengalaman pribadi. Ketiga, perbedaan sumber informasi. Penelitian ini memiliki relevansi penting dalam studi sejarah, studi agama, dan pemikiran Islam di Indonesia. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang hal-hal yang menjadi titik perbedaan pendapat antara KH. Hasyim Asyari dan Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi terkait SI serta faktor-faktor yang melatarbelakanginya.
Analisis Takhrij Hadis Larangan Memakai Sutra dalam Kitab Al-Mu’jam Al-Kabir Al-Tabrani A Fadly Rahman Akbar; Ali Mahfuz Munawar; Syifa Shafira Lutfiyah; Uly Ariana Sari; Nadiya Iffatul Husna
KACA (Karunia Cahaya Allah): Jurnal Dialogis Ilmu Ushuluddin Vol. 13 No. 2 (2023): Agustus
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Dakwah Institut Al Fithrah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36781/kaca.v13i2.475

Abstract

Islam adalah agama yang paling sempurna di mata Allah SWT, karena semua perbuatan dan perilaku manusia mempunyai aturan dan rambu-rambu yang harus dipatuhi dan diikuti agar tidak tersesat dan terjerumus kedalam perilaku buruk dan dibenci oleh Sang pencipta. Salah satunya adalah berpakaian, di mana adab berpakaian haruslah menutup aurat secara sempurna. Dalam pakaian-pakaian tersebut, ada beberapa larangan yang dilihat dari bahan kain tersebut. Kain sutra menjadi suatu larangan untuk dijadikan bahan pakaian, seperti apa yang Rasulullah SAW sabdakan kepada kita. Dalam artikel ini, peneliti membahas suatu hadis diatas yang diambil dari salah satu ulama hadis yaitu Al-Tabrani dalam kitab Al-Mu’jam Al-Kabir. Al-Tabrani adalah pakar hadis yang dilahirkan di Sham pada tahun 260 H/873 M- 360 H/971 M, dengan usia kurang lebih 100 tahun.  Dikarenakan banyaknya perawi yang meriwayatkan suatu hadis saja, maka penelitian ini diadakan dengan tujuan mengetahui keshahihan hadis tersebut dan kualitas kandungan yang terdapat dalam hadis tersebut. Agar ulama mendapatkan suatu sumber yang kuat dan dapat dijadikan rujukan untuk mengistinbath suatu hukum. Studi kepustakaan (library research) adalah metode yang digunakan untuk menunjang penelitian ini. Adapun hasil yang didapatkan dari analisis hadis ini adalah, dapat dibuktikannya keshahihan hadis dalam pelarangan pemakaian kain sutra (khususnya bagi laki-laki). Disamping itu juga, perawi yang meriwayatkan hadis ini dapat dipercaya menurut para ulama Rijal al-Hadith. Oleh karena itu, hadis pelarangan bagi laki-laki untuk memakai sutra dapat dijadikan sebagai hujjah.
Mullā Ṣadrā’s Ontology: The Fundamentality of Existence Over Essence Muhammad Faiq; Ibnu Farhan
KACA (Karunia Cahaya Allah): Jurnal Dialogis Ilmu Ushuluddin Vol. 13 No. 2 (2023): Agustus
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Dakwah Institut Al Fithrah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36781/kaca.v13i2.476

Abstract

One of the critical debates in the philosophical tradition is about existence and essence. The question that arises from this problem is which of the two is more principle or fundamental. Some Muslim philosophers have different points of view regarding this. This article aims to reveal Mullā Ṣadrā's thoughts on the fundamentality of existence. This study is qualitative research with a descriptive and analytical approach. The data were collected from library research. This study found that, in Mullā Ṣadrā’s viewpoint, existence is more fundamental than essence as it causes essence to exist. Mullā Ṣadrā's view leads to the solving of many philosophical problems, such as the problem of causality, Tawhid, the impossibility of the concept of predestination, and dualism, for instance, heaven and hell, world and hereafter, Khaliq and creature, God and universe, material and non-material, transcendent and immanent   Salah satu perdebatan serius dalam tradisi filsafat adalah tentang eksistensi dan esensi. Pertanyaan yang muncul dari persoalan ini adalah mana di antara keduanya yang lebih prinsipil atau fundamental. Para filosof Muslim memiliki pandangan yang berbeda mengenai hal ini. Studi ini bertujuan mengungkap pemikiran Mullā Ṣadrā tentang keutamaan eksistensi. Studi ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif dan analitis. Data dikumpulkan dari studi kepustakaan. Studi ini mengungkap bahwa menurut Mullā Ṣadrā, eksistensi lebih utama/real ketimbang esensi karena eksistensilah yang menjadikan esensi itu ada/wujud. Pandangan Mullā Ṣadrā ini penting untuk pemecahan beberapa persoalan filosofis, seperti masalah kausalitas, tauhid, kemustahilan konsep predestinasi dan dualisme, misalnya surga dan neraka, dunia dan akhirat, khaliq dan makhluk, Tuhan dan alam semesta, material dan non-material, transenden dan imanen.
Konsep Akal Menurut Fakhr Al-Rāzi dalam Tafsir Mafātīh Al-Ghāib Muhammad Rizqi Romdhon; Masruchin Masruchin
KACA (Karunia Cahaya Allah): Jurnal Dialogis Ilmu Ushuluddin Vol. 13 No. 2 (2023): Agustus
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Dakwah Institut Al Fithrah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36781/kaca.v13i2.487

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui seperti apa konsep akal yang diusung oleh al-Rāzi dalam tafsirnya Mafātīh al-Ghāib. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif. Penelitian ini bersifat deskriptif juga dengan melalui penelitian kepustakaan (library research). Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, maka bisa disimpulkan bahwa konsep akal menurut al-Rāzi dalam tafsir Mafātīh al-Ghāib adalah, Pertama, akal bisa memahami keyakinan akan ke-Esa-an Allah, iman kepada yang gaib dan penjelasan al-Qur`an. Kedua, akal bisa mengetahui kebenaran dan kebaikan. Ketiga, Akal mempunyai batasan. Keempat, Akal merupakan sarana untuk berpikir dan pintu ilmu pengetahuan. Kelima, akal terbagi dua; iktisabi dan mathbu’. Kemudian terbagi lagi menjadi mathbu’ dan masmu’.
Tariqa and Prosperity: Investigating Shiddiqiyyah Tariqa Experience in Empowering Communities in Jombang, East Java, Indonesia Abd. Syakur
KACA (Karunia Cahaya Allah): Jurnal Dialogis Ilmu Ushuluddin Vol. 13 No. 2 (2023): Agustus
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Dakwah Institut Al Fithrah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36781/kaca.v13i2.498

Abstract

This article describes the struggle of the Shiddiqiyyah to become a nationalist tariqa that teaches a balanced way of life. The research was conducted qualitatively. Data was collected by interviewing the murshid, three caliphs, and 20 tariqa followers, observing their activities, and documenting the doctrine and community empowerment activities. The collected data were analyzed using reflective-inductive thinking techniques to produce a systematic narrative about the movements of the Shiddiqiyyah tariqa. The results show that Shiddiqiyyah is a native Indonesian tariqa founded by Muchtar Mu’thi in Jombang, East Java, who struggled the tariqa to become a tariqa teaching the love of the motherland and dhikr of work. To realize this, first, the murshid of Shiddiqiyyah develops the doctrine of ‘unity of faith and humanity’ so that the tariqa adherents become humanity who are close to Allah through dhikr kautsaran and work creativity; second, holding training to cultivate local resources into goods of economic value such as bags, mats, and wallets. [Artikel ini menjelaskan perjuangan tarekat Shiddiqiyyah untuk menjadi tarekat nasionalis yang mengajarkan cara hidup yang seimbang duniawi-ukhrawi. Penelitin dilakukan secara kualitatif. Data dikumpulkan dengan mewawancarai musrsyid, tiga khalifah, dan dua puluh pengikut tarekat; mengamati kegiatan warga tarekat; dan mendokumentasikan doktrin dan kegiatan pemberdayaan masyarakat. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan teknik berpikir reflektif-induktif untuk menghasilkan narasi sistematis tentang program-program tarekat Shiddiqiyyah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Shiddiqiyyah merupakan tarekat asli Indonesia yang didirikanoleh Muchtar Mu’thi di Jombang, Jawa Timur, yang memperjuangkan Shiddiqiyyah untuk menjadi tarekat yang mengajarkan cinta tanah air dan dzikir kerja. Untuk mewujudkan hal tersebut maka, pertama, mursyid Shiddiqiyyah mengembangkan doktrin ‘kesatuan iman dan kemanusiaan’ agar penganut tarekat menjadi umat yang dekat dengan Allah melalui dzikir Kausaran dan kerja kreatif; kedua, mengadakan pelatihan untuk mengolah sumberdaya alam berupa daun pandan dan bambu menjadi produk barang bernilai ekonomi seperti tas, tikar, dan dompet.]
Infiltrasi Hadis Dha’if dalam Penafsiran Aurat Perempuan: Studi Komparatif Penafsiran Ibnu Katsir dan Al-Qurtubi Solehodin, Muhammad; Lia Nur ‘Aini; Roja Lukmanul Khovid
KACA (Karunia Cahaya Allah): Jurnal Dialogis Ilmu Ushuluddin Vol. 13 No. 2 (2023): Agustus
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Dakwah Institut Al Fithrah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36781/kaca.v13i2.637

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk melakukan studi kritis terhadap kontruksi penafsiran Ibnu Katsir dan al-Qurthubi dalam menafsiri ayat-ayat seputar aurat perempuan, khususnya terkait status hadis-hadis yang dijadikan sebagai dasar dan argumentasi penafsiran. Urgensitas artikel ini ditunjukkan oleh implikasi dan relevansi dari hasil penafsiran keduanya dalam menentukan batas-batas aurat perempuan dalam konteks hari ini, baik di ruang virtual ataupun ruang faktual. Artikel ini disusun menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan memanfaatkan studi komparatif berbasis data pustaka. Data primer dihimpun dari literatur tafsir Ibnu Katsir dan tafsir al-Qurtubi. Data sekunder bersumber dari literatur lainnya, seperti buku, jurnal dan hasil penelitian yang berkaitan dengan tema penelitian ini. Dalam penelitian ini penulis juga menampilkan analisis kritis sanad terhadap hadis-hadis seputar aurat perempuan. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa beberapa hadis yang dijadikan dasar penafsiran oleh Ibnu Katsir dan al-Qurthubi dalam tafsirnya dinilai lemah karena terdapat sanad yang terputus, sehingga dalam penafsiran tersebut terdapat infiltrasi (al-Dakhil). Hanya saja keduanya berbeda dalam menampilkan dan memaparkan hadis yang digunakan. Ibnu Katsir cenderung memberikan komentar terhadap status sanad hadis yang digunakan, sementara al-Qurthubi memilih tidak memberikan catatan terhadap hadis yang digunakan sebagai bahan menafsiri ayat-ayat seputar aurat perempuan.

Page 1 of 1 | Total Record : 8