cover
Contact Name
Sudana Fatahillah Pasaribu
Contact Email
sudanafatahillah@gmail.com
Phone
+6282276302084
Journal Mail Official
kabargizi@gmail.com
Editorial Address
Jl. Pusaka Bandar Klippa, Percut Sei Tuan, Deli Serdang, Sumatera Utara, Indonesia.
Location
Kab. deli serdang,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Pembaruan Kesehatan Indonesia
Published by Kabar Gizi Indonesia
ISSN : -     EISSN : 30327318     DOI : https://doi.org/10.62358
Core Subject : Health,
The Jurnal Pembaruan Kesehatan Indonesia (JUPKI) was established in 2023 and is dedicated to the publication of various types of research, including original scientific research, article reviews, and case studies within the field of health sciences. JUPKI publishes published twice a year. JUPKI disseminates the results of original scientific research, article reviews, and case studies within the scope of hospital administration, Occupational Health and Safety, midwifery, nursing, nutrition, public health, and pharmacy. JUPKI is committed to supporting researchers in the health sector by facilitating the sharing of their findings and the dissemination of knowledge, thereby contributing to the development of new insights for the broader community. JUPKI provides open online access, enabling authors and researchers to easily retrieve all published research results.
Articles 58 Documents
Hubungan Antara Tingkat Kecukupan Zat Gizi Makro dan Status Hidrasi dengan Performa Kognitif Atlet Electronic Sports (Esports) ESI Kota Mojokerto AUDY FEBIOLA WIYANA; Ratna Candra Dewi
Jurnal Pembaruan Kesehatan Indonesia Vol. 3 No. 2 (2026): JULY
Publisher : Kabar Gizi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62358/vp87pj03

Abstract

Asupan zat gizi makro dan status hidrasi memiliki peran penting dalam mendukung fungsi otak, konsentrasi, memori, fokus atlet esports. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkat kecukupan zat gizi makro dan status hidrasi dengan performa kognitif atlet esports ESI Kota Mojokerto. Penelitian ini menggunakan analitik observasional dengan rancangan penelitian cross-sectional. Populasi penelitian ini terdiri atas 55 atlet ESI Kota Mojokerto dengan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Data tingkat kecukupan zat gizi makro dikumpulkan dengan menggunakan food recall, status hidrasi menggunakan Berat Jenis Urin dipstick dan performa kognitif menggunakan aplikasi NeuroTracker x. Data dianalisis menggunakan uji Spearman. Penelitian menunjukkan bahwa hanya tingkat kecukupan protein yang memiliki hubungan signifikan dengan performa kognitif (p = 0,026; r = 0,300). Sementara itu, tingkat kecukupan energi, lemak, karbohidrat, dan status hidrasi tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan performa kognitif (p > 0,05).  Bagi ESI Kota Mojokerto perlu adanya edukasi gizi, serta pemeriksaan kesehatan berkala untuk mendukung performa atlet esports. Bagi peneliti selanjutnya dapat memperdalam faktor lain yang dapat memengaruhi performa kognitif atlet esport.
Hubungan Pola Makan, Kualitas Tidur, dan Kadar Eritrosit dengan Kejadian Anemia Pada Remaja Putri Aulia Rahma Dini Hanief; Diana Nurrohima
Jurnal Pembaruan Kesehatan Indonesia Vol. 3 No. 2 (2026): JULY
Publisher : Kabar Gizi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62358/scv31q63

Abstract

Remaja putri rentan mengalami anemia yang disebabkan karena kekurangan zat besi, vitamin B12, protein, vitamin C, pola tidur tidak teratur dan rendahnya kadar eritrosit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pola makan, kualitas tidur, dan kadar eritrosit dengan kejadian anemia pada remaja putri. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional dengan sampel 63 siswi kelas X SMAN 7 Kota Kediri. Uji analisis menggunakan Rank Spearman (p ≤ 0,05). Hasil penelitian menunjukkan frekuensi makan kadang-kadang (54%), protein defisit berat (89%), zat besi kurang (78%), vitamin B12 kurang (87%), vitamin C kurang (49%), kualitas tidur buruk (65%), kadar eritrosit semua normal dan anemia (6%). Frekuensi pola makan (p = 0,095), jumlah asupan protein (p = 0,986), jumlah asupan zat besi (p = 0,416), jumlah asupan B12 (p = 0,191), kualitas tidur (p = 0,866) tidak ada hubungan serta ada hubungan vitamin C (p = 0,036) dan kadar eritrosit (p < 0,001) dengan anemia. Tidak terdapat hubungan signifikan antara frekuensi makan, asupan protein, zat besi, vitamin B12, dan kualitas tidur dengan anemia. Namun, vitamin C dan kadar eritrosit berhubungan signifikan dengan anemia
Asuhan Kebidanan pada Ny. S dengan Produksi ASI Kurang melalui Pijat Oksitosin untuk Menurunkan Risiko Postpartum Blues pada Masa Nifas Lili Purnama Sari; Andi Hasliani; Nasrawati
Jurnal Pembaruan Kesehatan Indonesia Vol. 3 No. 2 (2026): JULY
Publisher : Kabar Gizi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62358/acmayj57

Abstract

roduksi ASI yang kurang pada masa nifas dapat menimbulkan kecemasan pada ibu karena kebutuhan nutrisi bayi dirasakan belum terpenuhi. Kondisi ini berpotensi memengaruhi kesejahteraan psikologis ibu dan meningkatkan risiko postpartum blues. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produksi ASI adalah pijat oksitosin yang membantu merangsang pelepasan hormon oksitosin sehingga memperlancar pengeluaran ASI. Melaksanakan asuhan kebidanan pada Ny. S dengan produksi ASI kurang melalui penerapan pijat oksitosin untuk meningkatkan produksi ASI dan membantu menurunkan risiko postpartum blues. Studi kasus menggunakan pendekatan manajemen kebidanan 7 langkah Varney dan pendokumentasian SOAP pada Ny. S usia 27 tahun, P4A0, dengan masalah produksi ASI kurang. Asuhan dilaksanakan pada bulan Juni–Juli 2026 di Puskesmas Tamalanrea Jaya melalui empat kali kunjungan pada hari ke-4, ke-11, ke-20, dan ke-28 postpartum. Intervensi meliputi edukasi gizi seimbang, teknik menyusui dan perlekatan yang benar, anjuran menyusui secara on demand, edukasi istirahat dan pemenuhan cairan, pijat oksitosin, serta dukungan keluarga. Pada kunjungan pertama ditemukan produksi ASI kurang dengan payudara teraba lembek dan pengeluaran ASI sedikit. Setelah diberikan asuhan dan pijat oksitosin secara rutin, terjadi peningkatan produksi ASI secara bertahap pada setiap kunjungan. Pada hari ke-28 postpartum, ASI sudah lancar, kebutuhan bayi terpenuhi, dan ibu tidak lagi mengeluhkan kekurangan ASI. Penerapan asuhan kebidanan komprehensif disertai pijat oksitosin dan dukungan keluarga efektif meningkatkan produksi ASI pada ibu nifas. Tenaga kesehatan disarankan mengoptimalkan edukasi menyusui dan pijat oksitosin serta melibatkan keluarga untuk mendukung keberhasilan pemberian ASI dan kesehatan psikologis ibu postpartum.
Analisis Faktor Yang Berhubungan Dengan Status Gizi Anak Sekolah Di SDN 1 Darul Aman Kabupaten Aceh Timur Tahun 2026 Dessy mauliza Dessy; Diva Aprilia; Indah putri pratiwi
Jurnal Pembaruan Kesehatan Indonesia Vol. 3 No. 2 (2026): JULY
Publisher : Kabar Gizi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62358/qzc42p02

Abstract

Status gizi anak sekolah dasar merupakan indikator penting dalam menilai kualitas kesehatan generasi muda. Faktor-faktor seperti asupan makanan, konsumsi obat cacing, dan jumlah saudara kandung diduga berpengaruh terhadap status gizi anak. Tujuan: Mengetahui hubungan antara asupan makanan, konsumsi obat cacing, dan jumlah saudara kandung terhadap status gizi siswa di SD Negeri 1 Darul Aman. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 45 siswa kelas V dan VI yang dipilih dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui pengukuran antropometri, food recall 2x24 jam, dan kuesioner. Analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square. Hasil: Sebanyak 55,6% responden memiliki asupan makan kurang, 24,4% mengalami obesitas, dan 17,8% mengalami gizi kurang. Uji statistik menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara asupan makan (p=0,129), konsumsi obat cacing (p=0,166), maupun jumlah saudara kandung (p=0,199) dengan status gizi siswa. Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara asupan makanan, konsumsi obat cacing, dan jumlah saudara kandung terhadap status gizi siswa di SD Negeri 1 Darl Aman. Penelitian ini menyarankan perlunya pendekatan holistik dalam menangani masalah gizi anak sekolah.
Hubungan Status Gizi dengan Jenis Kelamin pada Anak Usia Sekolah di SD Negeri 3 Weda Kabupaten Halmahera Tengah Tahun 2026 Karli Boky; Khoirunnisa Harahap; Dety Palupi
Jurnal Pembaruan Kesehatan Indonesia Vol. 3 No. 2 (2026): JULY
Publisher : Kabar Gizi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62358/fjx5k930

Abstract

Status gizi pada anak usia sekolah merupakan indikator penting kesehatan dan perkembangan fisik anak. Jenis kelamin merupakan salah satu faktor yang diduga memengaruhi perbedaan status gizi pada anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara status gizi dengan jenis kelamin pada anak usia sekolah di SD Negeri 3 Weda Kabupaten Halmahera Tengah Tahun 2026. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilakukan terhadap 20 siswa yang terdiri dari 10 siswa laki-laki dan 10 siswa perempuan yang dipilih secara acak dari kelas IV dan V. Status gizi dinilai menggunakan indikator Indeks Massa Tubuh menurut Umur (IMT/U) berdasarkan standar WHO 2007. Hasil menunjukkan bahwa dari 20 siswa yang diteliti, sebanyak 11 siswa (55%) berstatus gizi baik, 5 siswa (25%) gizi kurang, dan 4 siswa (20%) gizi lebih. Hasil uji Chi-Square menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan secara statistik antara status gizi dengan jenis kelamin (χ² = 0,291; df = 2; p = 0,865; p > 0,05), dengan kekuatan hubungan yang sangat lemah (Cramer’s V = 0,121). Ditemukan bahwa masalah gizi terjadi pada siswa laki-laki maupun perempuan, dengan pola double burden of malnutrition yang tampak pada populasi penelitian. Diperlukan program pemantauan dan intervensi gizi yang mempertimbangkan aspek jenis kelamin untuk meningkatkan status gizi anak usia sekolah.
Hubungan Pengetahuan Tentang Indeks Glikemik Makanan Dengan Kadar Gula Darah Sewaktu Pada Pasien Diabetes Melitus Rawat Inap di RSUD dr. Fauziah Bireuen Widad Zulfa; Syuha Farhadhita; Anaza Sauma
Jurnal Pembaruan Kesehatan Indonesia Vol. 3 No. 2 (2026): JULY
Publisher : Kabar Gizi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62358/kw2h1g22

Abstract

Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit metabolik kronis dengan prevalensi yang terus meningkat dan menjadi salah satu masalah kesehatan utama di dunia. Salah satu upaya pengendalian glikemik adalah penerapan terapi gizi melalui pemilihan makanan berdasarkan indeks glikemik. Namun, hubungan antara pengetahuan mengenai indeks glikemik makanan dengan kadar gula darah sewaktu pada pasien DM masih menunjukkan hasil yang beragam.Menganalisis hubungan pengetahuan tentang indeks glikemik makanan dengan kadar gula darah sewaktu pada pasien Diabetes Melitus rawat inap di RSUD dr. Fauziah Bireuen.Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni 2026 di ruang rawat inap penyakit dalam RSUD dr. Fauziah Bireuen. Sebanyak 81 pasien Diabetes Melitus tipe 2 dipilih menggunakan teknik consecutive sampling. Pengetahuan mengenai indeks glikemik diukur menggunakan kuesioner, sedangkan data kadar gula darah sewaktu diperoleh dari rekam medis. Analisis hubungan dilakukan menggunakan uji Chi-square dengan tingkat kemaknaan 95%. Hasil: Mayoritas responden berjenis kelamin laki-laki (63,0%) dan berusia 44–60 tahun (72,8%). Hasil uji Chi-square menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan tentang indeks glikemik makanan dengan kadar gula darah sewaktu (χ² = 0,394; p = 0,821). Pengetahuan tentang indeks glikemik makanan tidak berhubungan dengan kadar gula darah sewaktu pada pasien Diabetes Melitus rawat inap. Pengendalian glikemik dipengaruhi oleh berbagai faktor lain, seperti kepatuhan diet, terapi farmakologis, aktivitas fisik, lama menderita diabetes, dan kondisi klinis pasien
Dysgerminoma Tumor in Women in the Ovary Muhammad Yoga Dwi Anggara Sopiyan; Fahmi Irsan Nasution; Suzanne Hutagalung
Jurnal Pembaruan Kesehatan Indonesia Vol. 3 No. 2 (2026): JULY
Publisher : Kabar Gizi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62358/tgn91s53

Abstract

Disgerminoma adalah tumor sel germinal ovarium ganas yang langka, yang menyumbang sekitar 1–2% dari semua keganasan ovarium. Tumor ini terutama menyerang remaja dan wanita muda dan memiliki prognosis yang baik jika didiagnosis dan diobati sejak dini. Pemeriksaan histopatologi tetap menjadi standar emas untuk menetapkan diagnosis.  Laporan ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik klinis, makroskopis, dan histopatologis pada kasus disgerminoma ovarium pada wanita usia muda serta menegaskan pentingnya pemeriksaan histopatologi sebagai standar emas dalam menegakkan diagnosis sehingga dapat mendukung penatalaksanaan yang tepat dan meningkatkan prognosis pasien. Laporan kasus deskriptif dilakukan pada seorang wanita berusia 22 tahun yang menjalani eksisi bedah massa ovarium di sebuah rumah sakit swasta di Medan, Indonesia. Jaringan yang dieksisi dikirim ke Laboratorium Patologi Anatomi untuk pemeriksaan makroskopis dan mikroskopis rutin menggunakan pewarnaan Hematoksilin dan Eosin (H&E). Pemeriksaan makroskopis menunjukkan massa ovarium padat, tidak beraturan, berwarna abu-abu kekuningan berukuran 10 × 9 × 5 cm. Evaluasi mikroskopis menunjukkan sarang dan lembaran sel tumor poligonal seragam yang dipisahkan oleh septa fibrosa tipis yang disusupi oleh limfosit. Sel tumor menunjukkan inti hiperkromatik yang membesar, nukleoli yang menonjol, sitoplasma jernih hingga eosinofilik yang melimpah, gambaran mitosis yang sering, dan pembuluh darah yang melebar dan tersumbat. Ciri-ciri histopatologis ini konsisten dengan disgerminoma ovarium (ICD-O 9060/3). Pemeriksaan histopatologis memainkan peran penting dalam diagnosis pasti disgerminoma ovarium. Pengenalan ciri-ciri mikroskopisnya yang khas memfasilitasi diagnosis yang akurat, manajemen klinis yang tepat, dan prognosis yang lebih baik, terutama pada wanita usia reproduksi.
Pengaruh Konseling Gizi Terhadap asupan Karbohidrat Dan Kadar Gula Darah Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 Di Puskesmas Krueng Luas Tahun 2026 Fitrah Kurniati; Riani Pasaribu; Salini Indira; Wisnu Tri Prasojo
Jurnal Pembaruan Kesehatan Indonesia Vol. 3 No. 2 (2026): JULY
Publisher : Kabar Gizi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62358/22q0br91

Abstract

Berdasarkan International Diabetes Federation (IDF) Diabetes Atlas Edisi ke-11 Tahun 2025, diperkirakan terdapat 588,7 juta orang dewasa usia 20–79 tahun di dunia yang hidup dengan diabetes pada tahun 2024, dan jumlah tersebut diproyeksikan meningkat menjadi 852,5 juta pada tahun 2050. Indonesia menempati peringkat kelima dunia dengan sekitar 20,4 juta penyandang diabetes dan prevalensi sebesar 11,0%. Kondisi ini menunjukkan bahwa diabetes mellitus masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang memerlukan upaya pencegahan dan pengendalian secara berkesinambungan. Tujuan: Mengetahui Pengaruh Konseling Gizi Terhadap Asupan Karbohidrat dan Kadar Gula Darah Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 Di Puskesmas  Krueng Luas Tahun 2026. Penelitian ini menggunakan desain Quasy Eksperimental Pre-post. Populasi yaitu seluruh pasien Diabetes Mellitus (DM) Tipe 2 di wilayah kerja puskesmas Krueng Luas yang berjumlah 104 orang. Sampel menngunakan purposive sampling yaitu pasien Diabetes Melitus (DM) Tipe 2 yang berkonsultasi di Puskesmas Krueng Luas berjumlah 20 orang sesuai kriteria. Data dikumpulkan melalui pengukuran diabetes melitus, food recall 2x24 jam, dan kuesioner. Analisis data menggunakan uji dependent t test.  Ada pengaruh konseling gizi terhadap asupan karbohidrat pasien Diabetes Mellitus Tipe II dengan nilai P 0.000<0,05 dan ada pengaruh konseling gizi terhadap kadar gula darah pasien Diabetes Mellitus Tipe II dengan nilai P 0.018< 0,05. Kesimpulan: ada pengaruh konseling gizi terhadap asupan karbohidrat dan kadar gula darah pasien Diabetes Mellitus Tipe II. Diharapkan pihak Puskesmas agar dapat terus memberikan konsultasi kepada pasien Diabetes Mellitus untuk meningkatkan pemahaman mereka tentang pola makan yang baik.