cover
Contact Name
Sudana Fatahillah Pasaribu
Contact Email
sudanafatahillah@gmail.com
Phone
+6282276302084
Journal Mail Official
kabargizi@gmail.com
Editorial Address
Jl. Pusaka Bandar Klippa, Percut Sei Tuan, Deli Serdang, Sumatera Utara, Indonesia.
Location
Kab. deli serdang,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Pembaruan Kesehatan Indonesia
Published by Kabar Gizi Indonesia
ISSN : -     EISSN : 30327318     DOI : https://doi.org/10.62358
Core Subject : Health,
The Jurnal Pembaruan Kesehatan Indonesia (JUPKI) was established in 2023 and is dedicated to the publication of various types of research, including original scientific research, article reviews, and case studies within the field of health sciences. JUPKI publishes published twice a year. JUPKI disseminates the results of original scientific research, article reviews, and case studies within the scope of hospital administration, Occupational Health and Safety, midwifery, nursing, nutrition, public health, and pharmacy. JUPKI is committed to supporting researchers in the health sector by facilitating the sharing of their findings and the dissemination of knowledge, thereby contributing to the development of new insights for the broader community. JUPKI provides open online access, enabling authors and researchers to easily retrieve all published research results.
Articles 49 Documents
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kepatuhan Konsumsi Tablet Tambah Darah pada Ibu Hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Seyegan Prawitasari, Devi Febriana; Mutiarasari, Dewi Rizzky; Putriana, Dittasari
Jurnal Pembaruan Kesehatan Indonesia Vol. 3 No. 1 (2026): JANUARY
Publisher : Kabar Gizi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62358/43bx8n80

Abstract

Anemia pada ibu hamil merupakan masalah kesehatan serius yang berdampak pada morbiditas dan mortalitas ibu maupun janin. WHO melaporkan bahwa sekitar 37% ibu hamil di dunia mengalami anemia. Di Indonesia, prevalensinya masih cukup tinggi yaitu sebesar 27,7%. Pada tingkat regional, prevalensi anemia di Kabupaten Sleman tercatat 15,84% pada tahun 2020, meningkat menjadi 16,5% pada tahun 2021, dan kembali meningkat menjadi 19,01% pada tahun 2022. Secara lebih spesifik, di wilayah kerja Puskesmas Seyegan prevalensi anemia pada ibu hamil sebesar 14,2% pada tahun 2023 dan meningkat menjadi 17,26% pada tahun 2024. Salah satu upaya pencegahan anemia adalah dengan mengonsumsi tablet tambah darah (TTD) secara teratur. Namun, tingkat kepatuhan ibu hamil dalam mengonsumsi TTD masih bervariasi dan dipengaruhi oleh berbagai faktor. Mengetahui hubungan antara usia, pendidikan, pengetahuan, dan keluhan dengan kepatuhan ibu hamil dalam mengonsumsi tablet tambah darah di wilayah kerja Puskesmas Seyegan. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan jumlah responden sebanyak 52 ibu hamil. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner kepatuhan, pengetahuan dan keluhan. Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square dan fisher exact dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil analisis statistik usia (p = 0,86), pendidikan (p = 0,43), pengetahuan (p = 0,22), dan keluhan (p = 0,94) dengan kepatuhan ibu hamil dalam mengonsumsi tablet tambah darah. Penelitian menunjukkan bahwa hasil tersebut tidak berhubungan secara signifikan. Tidak ada hubungan signifikan antara usia, pendidikan, pengetahuan, maupun keluhan dengan kepatuhan konsumsi tablet tambah darah. Faktor lain seperti dukungan keluarga, motivasi pribadi, peran tenaga kesehatan, dan ketersediaan pelayanan kesehatan kemungkinan lebih berpengaruh terhadap kepatuhan.
Analisis Faktor yang Mempengaruhi Ketahanan Pangan Keluarga Petani di Ngemplak Sleman Purnama, Suly Aliffia; Agung Nugroho; Silvi Lailatul Mahfida
Jurnal Pembaruan Kesehatan Indonesia Vol. 3 No. 1 (2026): JANUARY
Publisher : Kabar Gizi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62358/kn065h77

Abstract

Ketahanan pangan rumah tangga petani merupakan isu penting yang dipengaruhi oleh kondisi sosial ekonomi dan akses terhadap sumber pangan terutama pada wilayah agraris seperti Sleman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor – faktor yang mempengaruhi ketahanan pangan rumah tangga petani di daerah Sleman. Faktor yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendapatan, pendidikan kepala keluarga, dan jumlah anggota keluarga. Penelitian ini menggunakan data primer yang diperoleh dari wawancara langsung dengan menggunakan kuesioner United States Household Food Security Survey Module (US-HFSSM) . Penelitian ini menggunakan metode penelitian observasional yang bersifat analitik dengan dengan desain studi cross sectional dengan pendekatan kuantitatif. Jumlah responden yang digunakan yaitu 96 kepala keluarga petani di Ngemplak Sleman dengan menggunakan teknik sampling Purposive Sampling. Berdasarkan hasil penelitian ini adalah terdapat hubungan pendapatan dengan ketahanan pangan keluarga diketahui nilai p-value < 0,005 yaitu p = 0,021 , terdapat hubungan antara pendidikan kepala keluarga dengan nilai p-value < 0,005 yaitu p = 0,009 dan jumlah anggota keluarga dengan p-value < 0,005 yaitu p = 0,004 dengan ketahanan pangan keluarga petani di Daerah Sleman tepatnya di Kecamatan Ngemplak. Dari data tersebut petani di Ngemplak Sleman tidak hanya menanam hasil panen untuk dijual saja, namun beberapa penduduk setempat memanfaatkan lahan untuk menanam sayur atau bahan pangan lain untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga.
Hubungan Kualitas Tidur dengan Status Gizi Lebih pada Remaja Usia 10-12 Tahun di Kecamatan Gamping Putri, Audrey Femilia; Dewi Rizzky Mutiarasari; Silvi Lailatul Mahfida
Jurnal Pembaruan Kesehatan Indonesia Vol. 3 No. 1 (2026): JANUARY
Publisher : Kabar Gizi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62358/wd25xx48

Abstract

Status gizi lebih dapat disebabkan oleh faktor genetik dan gaya hidup seperti pola makan, aktivitas fisik, dan kualitas tidur. Kualitas tidur yang kurang baik pada anak usia sekolah dapat meningkatkan resiko status gizi lebih dan kesehatan lain. Kualitas tidur yang buruk dapat mengganggu hormon yang mengatur nafsu makan. Tujuan Penelitian untuk mengetahui hubungan kualitas tidur dan durasi tidur dengan status gizi lebih pada remaja usia 10 – 12 tahun. Metode penelitian ini merupakan penelitian data sekunder dengan metode analitik observasional dengan menggunakan pendekatan cross sectional yang diambil dengan teknik purposive sampling. Data yang digunakan adalah data berat badan, tinggi badan, dan kualitas tidur tidur. Data status gizi dengan indikator IMT/U diperoleh dari hasil z-score pada aplikasi WHO Antroplus. Analisis yang digunakan adalah Uji Fisher exact. Berdasarkan hasil uji Fisher exact, tidak adanya hubungan antara kualitas tidur dengan status gizi lebih dengan p – value sebesar 0,237 (>0,05). Namun, hasil uji Fisher exact pada durasi tidur dengan status gizi lebih memiliki hasil adanya hubungan dengan p – value sebesar 0,028 (<0,05) dengan nilai rasio peluang sebesar 4,84. Kesimpulan penelitian ini menunjukan tidak ada hubungan antara kualitas tidur dengan status gizi lebih (p >0,05). Namun, adanya hubungan antara durasi tidur dengan status gizi lebih (p <0,05; OR = 4,84).
Analisis Mutu Fisik dan Kimia (Protein, Serat, Zink, Kalsium, dan Fe) pada Nugget Ikan Lele dengan Subsitusi Jantung Pisang (Musa Paradisiaca) Fadhilah Armayani; Mincu Manalu
Jurnal Pembaruan Kesehatan Indonesia Vol. 3 No. 1 (2026): JANUARY
Publisher : Kabar Gizi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62358/sx670p14

Abstract

Pangan merupakan kebutuhan dasar manusia yang paling utama. Nugget adalah produk olahan gilingan daging yang dicetak, dimasak dan dibekukan dengan penambahan bahan-bahan tertentu. Ikan lele merupakan salah satu sumber protein hewani. Dalam 100 gr ikan lele, terdapat Air 76 gr, Lemak 4,5 gr, Protein 17 gr, Kalsium 20 mg.Jantung pisang merupakan salah satu bagian dari tanaman pisang yang dapat digunakan sebagai bahan makanan, Jantung pisang mengandung zat gizi yaitu berupa: protein 12,05%, karbohidrat 34,83% dan lemak total 13,05%. Selain itu jantung pisang juga mempunyai kandungan protein, mineral seperti kalsium, dan besi. Tujuan penelitian ini adalah Mengetahui Analisis Mutu Fisik Dan Kimia (Protein, serat, zink, kalsium dan fe) Pada Nugget Ikan Lele Dengan Subsitusi Jantung Pisang (Musa Paradisiaca). Penelitian ini dilakukan di laboratorium Teknologi Pangan Poltekkes Kesehatan Medan Jurusan Gizi pada bulan mei sampai desember 2024 untuk menilai mutu fisik meliputi warna, tekstur, rasa, dan aroma dan analisis mutu kimia meliputi protein, serat, zink, kalsium dan fe dilaksanakan di Laboratorium PT Saraswanti Indo Genetech. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL),yang terdiri dari tiga perlakuan dan dua kali pengulangan.Hasil Saraswati menunjukkan nugget ikan lele dengan subsitusi jantung pisang pada perlakuan A dengan rata-rata protein 14.55%, serat 7.27%, kalsium 1298.08 mg, zink 1.15 mg, dan fe 1.88 mg. Nugget ikan lele dengan subsitusi jantung pisang memiliki kandungan gizi yang baik sehingga sangat cocok untuk di jadikan snack tambahan untuk anak sekolah.
Pengaruh Pemberian Nugget Ikan Lele Dengan Jantung Pisang Terhadap Status Gizi (IMT/U) Anak Sekolah Di UPT SD Negeri 04 Laut Tador Kecamatan Laut Tador Kabupaten Batu Bara Manalu, Monalita Rebecca; Manalu, Mincu
Jurnal Pembaruan Kesehatan Indonesia Vol. 3 No. 1 (2026): JANUARY
Publisher : Kabar Gizi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62358/nex72s40

Abstract

Anak usia sekolah berada dalam masa penting pertumbuhan dan perkembangan, sehingga asupan gizi yang cukup sangat dibutuhkan. Untuk mengatasi kekurangan gizi, dapat diberikan nugget ikan lele yang diperkaya jantung pisang. Ikan lele kaya protein yang penting untuk pertumbuhan, sementara jantung pisang mengandung serat dan nutrisi yang bermanfaat bagi kesehatan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian nugget ikan lele dengan substitusi jantung pisang terhadap status gizi (IMT/U) anak sekolah di UPT SD Negeri 04 Laut Tador, Kecamatan Laut Tador, Kabupaten Batu Bara. Penelitian ini dilaksanakan di UPT SD Negeri 04 Laut Tador, Kecamatan Laut Tador, Kabupaten Batu Bara, mulai 6 Januari hingga 1 Februari 2025. Pemberian nugget dilakukan pada 9 sampai 29 Januari 2025, disertai pengisian recall dua hari berturut-turut sebelum dan sesudah intervensi. Penelitian ini merupakan Quasi Eksperimen dengan desain pre-test dan post-test. Populasi terdiri dari 61 siswa kelas 5 dan 6, dengan sampel 38 orang dipilih secara acak (Simple Random Sampling). Intervensi berupa pemberian nugget ikan lele dengan substitusi jantung pisang sebanyak 100 gram/hari (4 potong), diberikan setiap pukul 10.00 WIB selama 21 hari berturut-turut. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh pemberian nugget terhadap peningkatan berat badan dengan berat badan sebelum intervensi 36,2 kg dan sesudah 36,8 (p=0,024)
Potret Perilaku Hidup Sehat Mahasiswa Baru: Studi Deskriptif pada Program Studi D4 Promosi Kesehatan Rahayu, Yuli; Nurul Ilmi; Ani Asram
Jurnal Pembaruan Kesehatan Indonesia Vol. 3 No. 1 (2026): JANUARY
Publisher : Kabar Gizi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62358/ea7hqh23

Abstract

Mahasiswa baru berada pada masa transisi yang rentan mengalami perubahan pola perilaku hidup sehat, terutama terkait kualitas tidur, stres akademik, dan aktivitas fisik. Penelitian menunjukkan bahwa perilaku tersebut berhubungan dengan performa akademik dan kesehatan mental mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kualitas tidur, tingkat stres akademik, dan aktivitas fisik mahasiswa baru Program Studi D4 Promosi Kesehatan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan potong lintang pada 60 mahasiswa baru. Data diperoleh melalui kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index  (PSQI), kuesioner stres akademik, serta kuesioner aktivitas fisik berdasarkan pedoman GPAQ. Analisis dilakukan secara deskriptif menggunakan distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas mahasiswa tidur pada pukul 22.00–23.59 dengan durasi 5–8 jam meskipun 55% menilai kualitas tidur mereka sangat buruk. Gangguan tidur yang paling umum adalah mimpi buruk, mendengkur, dan insomnia. Stres akademik tergolong tinggi, ditandai kekhawatiran terhadap IPK (82,7% selalu/sering), kecemasan menghadapi ujian (76,7%), serta kesulitan memahami materi. Aktivitas fisik cukup baik, di mana 58,3% melakukan aktivitas fisik berat dan 81,7% aktivitas fisik ringan. Mahasiswa baru menunjukkan kualitas tidur yang buruk, tingkat stres akademik yang tinggi, dan aktivitas fisik yang cukup tetapi tidak merata.
Dampak Nyeri Ortodonti terhadap Aspek Psikososial dan Dukungan Sosial pada Partisipan Pengguna Peranti Ortodonti Cekat di Makassar: Tinjauan Promosi Kesehatan Ilmi, Nurul; Ani Asram; Yuli Rahayu; Nasyrah Hidayati; Sisilia Bobolangi
Jurnal Pembaruan Kesehatan Indonesia Vol. 3 No. 1 (2026): JANUARY
Publisher : Kabar Gizi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62358/9a45gg25

Abstract

Penelitian ini berangkat dari kenyataan bahwa nyeri hampir selalu menyertai perawatan ortodonti cekat dan tidak hanya berdampak pada aspek fisik, tetapi juga pada kesejahteraan psikososial dan dukungan sosial pasien. Penelitian ini bertujuan menggambarkan dampak nyeri ortodonti terhadap aspek psikososial dan dukungan sosial pada pasien pengguna peranti ortodonti cekat di Makassar dalam perspektif promosi kesehatan. Pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional digunakan pada 43 pasien yang dipilih secara purposive di Rumah Sakit Gigi dan Mulut Universitas Hasanuddin. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Multidimensional Pain Inventory–Orthodontic (MPI‑Orthodontic) versi Bahasa Indonesia dan dianalisis secara deskriptif serta dengan regresi linier sederhana. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar pasien mengalami dampak psikososial nyeri pada kategori sedang, tercermin dari gangguan aktivitas sehari‑hari, munculnya afek negatif, dan keterbatasan dalam interaksi sosial. Pada aspek dukungan sosial, mayoritas melaporkan frekuensi respons lingkungan yang jarang hingga sedang, dengan variasi respons suportif, mengabaikan, maupun negatif. Analisis regresi menunjukkan hubungan yang bermakna antara intensitas nyeri dengan skor aspek psikososial dan perilaku terkait dukungan sosial, yang mengindikasikan bahwa peningkatan nyeri sejalan dengan memburuknya kondisi psikososial dan dinamika dukungan sosial pasien. Temuan ini menegaskan pentingnya integrasi promosi kesehatan dalam praktik ortodonti, melalui edukasi pra‑perawatan, komunikasi dua arah, konseling psikologis singkat, pelatihan strategi koping, serta pemanfaatan dukungan sosial dan media digital untuk membantu adaptasi pasien, meningkatkan kepatuhan, dan memperbaiki kualitas hidup selama perawatan ortodonti.
Pengaruh Disiplin Kerja Terhadap Kepuasan Kerja Perawat Rawat Inap Di Rsud Kotapinang Panjaitan, Ribka; Tanjung, Adelina Fitri; Maulida , Ratu Ayu Zaskia
Jurnal Pembaruan Kesehatan Indonesia Vol. 3 No. 1 (2026): JANUARY
Publisher : Kabar Gizi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62358/t9130n82

Abstract

Kepuasan kerja menjadi faktor penting yang dialami oleh setiap karyawan secara individu, perasaan puas atau tidak puas mereka dalam menyelesaikan tugas sangat memengaruhi kinerja karyawan. Kepuasan kerja mencerminkan sikap karyawan terhadap tugas yang diemban yang pada akhirnya berdampak pada kualitas hasil kerja. Penelitian ini adalah untuk pengaruh disiplin dan motivasi kerja terhadap kepuasan kerja perawat rawat inap di RSUD Kotapinang. Penelitian ini menggunakan  metode kuantitatif dengan desain survei analitik pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian yaitu seluruh perawat rawat inap sebanyak 66 orang dengan sampel yang diambil menggunakan teknik total sampling sebanyak 66 orang. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji statistik chi-square. Hasil penelitian menunjukkan nilai p untuk variabel disiplin kerja yaitu p-value = 0,001 yang artinya ada pengaruh disiplin kerja terhadap kepuasan kerja perawat rawat inap di RSUD Kotapinang. Penelitian ini menunjukkan bahwa ada pengaruh disiplin kerja terhadap kepuasan kerja perawat rawat inap di RSUD Kotapinang. Disarankan pihak rumah sakit dapat meningkatkan disiplin kerja perawat seperti memberikan arahan serta bimbingan, menyediakan sumber daya serta peraturan yang mampu mengawasi perawat untuk selalu disiplin, memberikan insentif atau bonus kepada perawat yang memiliki prestasi kerja, memberikan gaji sesuai dengan jenis pekerjaan yang dilakukan dan menyediakan peralatan-peralatan kerja secara lengkap agar perawat dapat termotivasi untuk meningkatkan kepuasan dan prestasi kerja
Karakteristik Sensoris Roti Tawar Substitusi Tepung Kacang Hijau sebagai Pengembangan Formulasi Snack Balita Stunting Prasiwi, Nikita Welandha; Runingsari, Tysa; Indriyani, Wahyu Rita
Jurnal Pembaruan Kesehatan Indonesia Vol. 3 No. 1 (2026): JANUARY
Publisher : Kabar Gizi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62358/wcbztc74

Abstract

Stunting merupakan manifestasi malnutrisi kronis pada balita yang memerlukan intervensi gizi melalui penyediaan makanan tambahan padat gizi berbasis bahan pangan lokal. Kacang hijau (Vigna radiata) memiliki potensi sebagai sumber protein nabati dan mineral esensial yang tinggi, namun substitusinya dalam matriks roti tawar dapat memengaruhi karakteristik sensoris yang menentukan tingkat akseptabilitas konsumen. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pengaruh variasi substitusi tepung kacang hijau terhadap karakteristik sensoris (warna, aroma, rasa, dan tekstur) roti tawar sebagai langkah awal pengembangan formulasi snack bagi balita stunting. Melalui studi eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktor tunggal, penelitian ini menguji empat taraf perlakuan: P0 (0%), P1 (10%), P2 (20%), dan P3 (30%). Uji organoleptik dilakukan dengan metode uji hedonik (skala 1-5) yang melibatkan 30 panelis agak terlatih, dengan analisis statistik menggunakan uji Kruskal-Wallis dan uji lanjut Mann-Whitney. Hasil analisis menunjukkan adanya pengaruh signifikan (p < 0,05) dari substitusi tepung kacang hijau terhadap seluruh atribut sensoris. Peningkatan konsentrasi tepung kacang hijau secara linear menyebabkan penurunan tingkat kesukaan panelis terhadap warna yang semakin gelap, aroma langu yang lebih kuat, dominasi rasa kacang, serta tekstur roti yang menjadi kurang empuk atau bantat. Meskipun demikian, perlakuan P1 (25%) teridentifikasi sebagai formulasi terbaik yang paling dapat diterima secara sensoris oleh panelis, sehingga sangat berpotensi untuk dikembangkan sebagai camilan padat gizi bagi balita stunting dengan tetap memperhatikan optimasi pengolahan untuk mempertahankan kualitas fisikokimia produk.