cover
Contact Name
Padmi Dhyah Yulianti
Contact Email
padmidyah@upgris.ac.id
Phone
+628179503821
Journal Mail Official
jsip@upgris.ac.id
Editorial Address
FIP Universitas PGRI Semarang Jl. Sidodadi Timur No. 24 - Dr. Cipto Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Sarjana Ilmu Pendidikan
ISSN : -     EISSN : 29855012     DOI : https://doi.org/10.26877/jsip.v1i2.8198
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Sarjana Ilmu Pendidikan adalah jurnal yang mempublikasikan artikel ilmiah hasil penelitian yang mengimplementasikan ilmu pendidikan dalam ruang kelas. Jurnal Sarjana Ilmu Pendidikan terbit 2 kali dalam setahun yaitu bulan April dan November. Jurnal Sarjana Ilmu Pendidikan diterbitkan oleh Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas PGRI Semarang. Focus & Scope Jurnal Sarjana Ilmu Pendidikan is a peer-reviewed and open-access academic journal with a focus on education. Jurnal Sarajana Ilmu Pendidikan : particularly focuses on the main problems in the academic areas as follows: Education, Social sciences, Guidance and counseling, Pyschology, Elementary school education, Early childhood education, Humanities.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 64 Documents
Tingkat Kedisiplinan Belajar Siswa Kelas XI SMAN 1 Jakenan Alfiansyah, Richo; Fitriana, Siti; Dian, M.A Primaningrum
Jurnal Sarjana Ilmu Pendidikan Vol 5, No 2 (2025): Jurnal Sarjana Ilmu Pendidikan
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jsip.v5i2.23539

Abstract

Disiplin dalam sekolah ialah salah satu kewajiban yang wajib dilaksanakan oleh tiap siswa supaya terciptanya kondisi proses pembelajaran yang kondusif serta tercapainya tujuan pembelajaran. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui tingkat  kedisiplinan anak SMA di SMAN 1 Jakenan. Jenis penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif studi kasus, yang menjadi informan dalam penelitian ini adalah pada anak tidak disiplin yaitu yang tidak hadir atau terlambat masuk kelas, tingkat absensi siswa yang tinggi, cara berpakaian yang tidak rapi. Teknik Pengumpulan data yaitu menggunakan  skala angket, kemudian dianalisis menggunakan skala linkert. Berdasarkan temuan dari penelitian terkait aspek kedisiplinan siswa di SMA Negeri 1 Jakenan  awal sampai akhir dapat disimpulkan tingkat kedisiplinan siswa yaitu tinggi sebesar 79%.  Tingkat kedisiplinan dipengaruhi aspek  kedisiplinan siswa antara lain: aspek disiplin di dalam kelas dengan  persentase disiplin 66%, aspek disiplin di lingkungan sekolah kategori sangat tinggi dengan persentase 83,2%, dan disiplin di rumah kategori tinggi dengan persentase 72,3 %. Kata kunci: Kedisiplinan, Belajar, BerpakaianDiscipline in schools is one of the obligations that must be carried out by each student in order to create a conducive learning process and achieve learning objectives. The purpose of this study is to determine the level of discipline of high school students at SMAN 1 Jakenan. This type of research is a qualitative case study research, the informants in this study are undisciplined children who are absent or late to class, high student absenteeism rates, and untidy dress. Data collection techniques use a questionnaire scale, then analyzed using a linkert scale. Based on the findings of the study related to aspects of student discipline at SMA Negeri 1 Jakenan from the beginning to the end, it can be concluded that the level of student discipline is high at 79%. The level of discipline is influenced by aspects of student discipline, including: aspects of discipline in the classroom with a percentage of discipline of 66%, aspects of discipline in the school environment are very high with a percentage of 83.2%, and discipline at home is high with a percentage of 72.3%.Keywords: Ddiscipline, Learning, Dressed
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN LUKEBU (LUDO KEANEKARAGAMAN BUDAYA) MATA PELAJARAN IPAS KELAS IV SD NEGERI KALISARI 1 Lutfiani, Arum; Huda, Choirul; Subekti, Ervina Eka
Jurnal Sarjana Ilmu Pendidikan Vol 5, No 2 (2025): Jurnal Sarjana Ilmu Pendidikan
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jsip.v5i2.23845

Abstract

Kurangnya penggunaan media pembelajaran selama proses belajar mengajar, akan mempengaruhi siswa dalam memahami materi yang disampaikan oleh guru. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kevalidan, karakteristik dan keberterimaan dari media pembelajaran LUKEBU (Ludo Keanekaragaman Budaya) mata pelajaran IPAS kelas IV SD Negeri Kalisari 1. Jenis metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah RnD (Research Developmen), menggunakan model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation). Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data pada penelitian ini yaitu wawancara, angket dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan instrumen berupa angket hasil validasi ahli media, ahli materi, respon guru serta respon siswa. Hasil yang telah didapatkan dari penilaian kevalidan media LUKEBU dan layak digunakan berdasarkan persentase hasil validasi media sebesar 94,95%, sedangkan persentase hasil validasi ahli materi sebesar 94,1% sehingga menghasilkan data akhir yang menyatakan bahwa media “Sangat Valid”. Kemudian pada tahap uji coba hasil respon guru menujukkan persentase sebesar 98%, dan hasil respon siswa menunjukkan persentase 94% dengan kategori “Sangat Praktis”. Kesimpulan pada penelitian ini menunjukkan bahwa media pembelajaran LUKEBU (Ludo Keanekaragaman Budaya) Mata Pelajaran IPAS sangat valid digunakan dalam pada saat pembelajaran. Lack of use of learning media during the teaching and learning process will affect students in understanding the material presented by the teacher. The purpose of this study was to determine the validity, characteristics and acceptability of the LUKEBU (Ludo Cultural Diversity) learning media for the fourthgrade science subjects of SD Negeri Kalisari 1. The type of method used in this study is RnD (Research Development), using the ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation) development model. The techniques used to collect data in this study were interviews, questionnaires and documentation. This study used instruments in the form of questionnaires from media expert validation results, material experts, teacher responses and student responses. The results obtained from the assessment of the validity of the LUKEBU media and are suitable for use based on the percentage of media validation results of 94.95%, while the percentage of material expert validation results was 94.1%, resulting in final data stating that the media is "Very Valid". Then at the trial stage, the teacher's response results showed a percentage of 98%, and the student's response results showed a percentage of 94% with the category "Very Practical". The conclusion of this study shows that the LUKEBU (Ludo Cultural Diversity) learning media for the Science subject is very valid for use during learning.
HUBUNGAN PENGGUNAAN GADGET DENGAN INTERAKSI SOSIAL SISWA KELAS IX SMP ATTHOHIRIYYAH SEMARANG Sasmito, Widya; Fitriana, Siti; Lestari, Farikha Wahyu
Jurnal Sarjana Ilmu Pendidikan Vol 5, No 2 (2025): Jurnal Sarjana Ilmu Pendidikan
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jsip.v5i2.22960

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi masalah kehadiran gadget menjadikan perubahan perilaku siswa sehingga mempengaruhi interaksi sosial pada kelompok belajar, tidak jarang mereka akan lebih asik dengan gadgetnya daripada dengan orang lain atau temannya. Adapun tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan penggunaan Gadget dengan interaksi sosial peserta didik kelas IX SMP Atthohiriyyah Semarang.Metode penelitian ini adalah kuantitatif teknik korelasi. Populasi penelitian adalah siswa kelas IX SMP Atthohiriyyah Semarang, dengan jumlah 74 siswa. Sebanyak 20 siswa menjadi kelompok try out. Sampel diambil dengan Teknik sampel jenuh sehingga sampel penelitian ini berjumlah 54 siswa. Data penelitian ini diperoleh melalui skala penggunaan gadget dan interaksi sosial siswa.Berdasarkan hasil penelitian ada hubungan Penggunaan Gadget dengan interaksi sosial peserta didik kelas IX SMP Atthohiriyyah Semarang, terlihat dari hasil uji hipotesis terlihat angka koefiseien korelasi antara variabel X dan Variabel Y diperoleh nilai -0,284 dengan taraf negatif dan diperoleh hasil nilai sig (2-tailed) sebesar 0,004 0,05 yang berarti Hal ini menunjukan adanya hubungan antara Penggunaan Gadget dengan interaksi sosial peserta didik kelas IX SMP Atthohiriyyah Semarang pada kategori sangat rendah dengan taraf negatif artinya penggunaan gadget yang tinggi maka interaksi sosial rendah. hubungan variabel X terhadap Y yaitu sebesar 8%. Sementara sisanya 92% terdapat hubungan dengan faktor lain. Kata kunci: Penggunaan Gadget, Interaksi sosialThis research is motivated by the problem of the presence of gadgets causing changes in student behavior that affect social interactions in study groups, not infrequently they will be more engrossed in their gadgets than with other people or friends. The objective to be achieved in this study is to determine the relationship between gadget use and social interactions of class IX students of SMP Atthohiriyyah Semarang. This research method is quantitative correlation technique. The research population was class IX students of SMP Atthohiriyyah Semarang, with a total of 74 students. A total of 20 students became the try out group. The sample was taken using the saturated sample technique so that the sample of this study amounted to 54 students. The research data was obtained through the scale of gadget use and student social interactions. Based on the results of the study, there is a relationship between Gadget Use and social interaction of class IX students of SMP Atthohiriyyah Semarang, seen from the results of the hypothesis test, the correlation coefficient between variable X and variable Y obtained a value of -0.284 with a negative level and the sig value (2-tailed) was obtained at 0.004 0.05, which means This shows a relationship between Gadget Use and social interaction of class IX students of SMP Atthohiriyyah Semarang in the very low category with a negative level, meaning that high gadget use means low social interaction. the relationship between variable X and Y is 8%. While the remaining 92% is related to other factors. Keywords: Gadget Usage, Social Interaction
PENANAMAN KARAKTER MANDIRI MELALUI PEMBELAJARAN MATEMATIKA PADA SISWA KELAS I SD NEGERI MAITAN 01 PATI Kinasih, Aji Arum; Baedowi, Sunan; Subekti, Ervina Eka
Jurnal Sarjana Ilmu Pendidikan Vol 5, No 2 (2025): Jurnal Sarjana Ilmu Pendidikan
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jsip.v5i2.24002

Abstract

Penelitian ini betujuan untuk mendeskripsikan proses penanaman karakter mandiri melalui pembelajaran matematika pada siswa kelas I SD Negeri Maitan 01 Pati. Latar belakang penelitian ini didasari oleh rendahnya tingkat kemandirian siswa, yang ditandai dengan tingginya kebergantungan siswa pada guru atau teman dalam menyelesaikan soal. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, angket, dan dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini meliputi guru dan siswa kelas I. Analisis data yang dilakukan menggunakan model Miles Huberman, meliputi tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan menggunakan teknik triangulasi sebagai keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran matematika pada siswa kelas I telah menjadi sarana yang efektif dalam menanamkan karakter mandiri siswa. Karakter ini ditumbuhkan melalui kegiatan pembelajaran yang aktif, di mana siswa dilatih untuk menyelesaikan tugas secara individu, berpikir kritis, dan bertanggung jawab atas proses belajarnya. Pembelajaran aktif diterapkan melalui penggunaan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) “Belajar Menghitung” yang menyajikan aktivitas penjumlahan gambar secara mandiri. Siswa dapat mengamati gambar, menghitung jumlah gambar secara mandiri, menuliskan hasil tanpa bantuan guru, dan memeriksa kembali jawaban sehingga mendorong berkembangnya indikator karakter mandiri pada sebagian besar siswa dalam kegiatan pembelajaran matematika.