cover
Contact Name
Padmi Dhyah Yulianti
Contact Email
padmidyah@upgris.ac.id
Phone
+628179503821
Journal Mail Official
jsip@upgris.ac.id
Editorial Address
FIP Universitas PGRI Semarang Jl. Sidodadi Timur No. 24 - Dr. Cipto Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Sarjana Ilmu Pendidikan
ISSN : -     EISSN : 29855012     DOI : https://doi.org/10.26877/jsip.v1i2.8198
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Sarjana Ilmu Pendidikan adalah jurnal yang mempublikasikan artikel ilmiah hasil penelitian yang mengimplementasikan ilmu pendidikan dalam ruang kelas. Jurnal Sarjana Ilmu Pendidikan terbit 2 kali dalam setahun yaitu bulan April dan November. Jurnal Sarjana Ilmu Pendidikan diterbitkan oleh Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas PGRI Semarang. Focus & Scope Jurnal Sarjana Ilmu Pendidikan is a peer-reviewed and open-access academic journal with a focus on education. Jurnal Sarajana Ilmu Pendidikan : particularly focuses on the main problems in the academic areas as follows: Education, Social sciences, Guidance and counseling, Pyschology, Elementary school education, Early childhood education, Humanities.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 64 Documents
KEEFEKTIFAN MODEL TEAM GAMES TOURNAMENT BERBANTU POWERPOINT INTERAKTIF TERHADAP HASIL BELAJAR MATERI MEMBIASAKAN PERILAKU PANCASILA KELAS V SD Pramesty, Recha Ardhita; Rahmawati, Intan; Sary, Ryky Mandar
Jurnal Sarjana Ilmu Pendidikan Vol 5, No 1 (2025): Jurnal Sarjana Ilmu Pendidikan
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jsip.v5i1.22415

Abstract

This research is based on the low learning outcomes of Pancasila Education subjects that have not reached the KKTP of grade V students, namely 75. This is due to the lack of use of varied learning models and learning media. Therefore, innovation in learning Pancasila Education is needed, one of which is the Team Games Tournament model assisted by interactive powerpoint. This study aims to identify whether or not the Team Games Tournament model aided by interactive powerpoint is effective on learning outcomes on the material of getting used to Pancasila behavior in grade V elementary schools. This research was conducted at an elementary school located in Sedayu Village, Gemuh District, Kendal Regency in the 2024/2025 academic year. The population in this study were all fifth grade students totaling 29. This study uses a quantitative approach with the type of pre-Experimental Design research with the form of One-Group Pretest-Posttest Design. Based on the results of data analysis, the percentage of students' completeness has increased from 0% of students who did not reach KKTP before being treated to 86.21% of the number of students who completely reached KKTP after being treated using the Team Games Tournament model assisted by interactive powerpoint media. So the Team Games Tournament model assisted by interactive powerpoint is effective on the learning outcomes of Pancasila Education material on getting used to the behavior of Pancasila class V marked by the acquisition of student learning outcomes 86,21% of the number of students against Criteria for Achievement of Learning Objectives.Keywords: Learning outcomes; Team Games Tournament; Interactive Powerpoint
ANALISIS IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA DI KELAS IV SD NEGERI 2 TAMANREJO KABUPATEN BLORA Perdana, Aditya; Sukamto, Sukamto; Rofian, Rofian
Jurnal Sarjana Ilmu Pendidikan Vol 5, No 1 (2025): Jurnal Sarjana Ilmu Pendidikan
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jsip.v5i1.22794

Abstract

Kurikulum Merdeka menjadi langkah awal untuk dapat mendukung terwujudnya tujuan dari pendidikan nasional dan tujuan tersebut yakni untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dengan melalui pendidikan yang memerdekakan peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran kurikulum merdeka di kelas IV SD Negeri 2 Tamanrejo Kabupaten Blora. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif. Lokasi penelitian ini adalah SD Negeri 2 Tamanrejo. Subjek penelitian yaitu guru kelas IV dan siswa kelas IV SD Negeri 2 Tamanrejo. Instrumen dalam penelitian ini yaitu lembar wawancara guru dan siswa, observasi, serta dokumentasi. Analisis data menurut Miles dan Huberman yang digunakan dengan tiga tahapan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Dari hasil penelitian didapatkan pada tahap persiapan dengan melakukan perencanaan pembelajaran berkaitan dengan penyusunan perangkat pembelajaran yang disusun oleh guru kelas IV, meliputi modul ajar, program tahunan (Prota), program semester (Promes), capaian pembelajaran (CP), modul ajar yang mencakup tujuan dari proses pembelajaran (TP), dan menyusun Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) dan mengikuti workshop. Dalam pelaksanaan pembelajaran dengan kurikulum merdeka di kelas IV peserta didik dapat belajar sesuai dengan kemampuannya masing-masing pada kelas yang menerapkan pembelajaran diferensiasi dan juga peserta didik harus terlibat secara aktif dalam pembelajaran tersebut baik secara individual ataupun kelompok.
Analisis Penguatan Karakter Religius Siswa Kelas V melaui Implementasi Budaya Sekolah di SD Negeri 4 Putatsari Dewi, Citra Aprindita Kusuma; Baedowi, Sunan; Sary, Ryky Mandar
Jurnal Sarjana Ilmu Pendidikan Vol 5, No 1 (2025): Jurnal Sarjana Ilmu Pendidikan
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jsip.v5i1.22629

Abstract

Abstrak  Pendidikan karakter menjadi bagian penting sebagai upaya menjadikan individu yang berakhlak mulia dan memiliki nilai-nilai luhur yang sesuai dengan Permendikbud Nomor 20 Tahun 2018 mengenai Penguatan Pendidikan Karakter (PPK), program ini dirancang untuk memperkuat karakter religius siswa melalui harmonisasi berbagai aspek kehidupan, dengan melibatkan satuan pendidikan, keluarga, dan masyarakat. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis bagaimana penguatan karakter religius siswa kelas V dilaksanakan melalui implementasi budaya sekolah di SD Negeri 4 Putatsari. Metode dalam penelitian adalah metode deskriptif kualitatif dengan instrumen pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data berupa triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil dari penelitian ini yaitu: (1) Siswa kelas V SD Negeri 4 Putatsari sudah menerapkan karakter religius tercermin melalui sikap cinta damai, saling menghormati dalam perbedaan, menjunjung tinggi toleransi, serta memiliki sikap kerja sama. Selain itu, sikap ini juga ditandai dengan keteguhan dalam prinsip, kepercayaan diri, penolakan terhadap segala bentuk kekerasan atau pemaksaan kehendak, serta ketulusan hati. Kepedulian terhadap lingkungan dan perlindungan terhadap mereka yang lemah atau terpinggirkan juga menjadi bagian dari karakter religius. (2) Penguatan karakter religius melalui budaya sekolah dapat dilaksanakan melalui kegiatan budaya 5S, peringatan Hari Besar Agama, ngaji seru, salat berjamaah, membaca Asmaul Husna, Jumat bersedekah, dan pesantren Ramadhan. Kata Kunci: Karakter Religius, Penguatan Karakter, Budaya Sekolah Abstract Education becomes an important part of character as an effort to create individuals with noble morals and have noble values in accordance with Permendikbud Number 20 of 2018 concerning Strengthening Character Education (PPK), this program is designed to strengthen students' religious character through harmonization of various aspects of life, involving educational units, families, and communities. The purpose of this study is to analyze how strengthening the religious character of fifth grade students is carried out through the implementation of school culture at SD Negeri 4 Putatsari. The method in this study is a qualitative descriptive method with data collection instruments in the form of observation, interviews, and documentation. This study uses data analysis techniques in the form of source triangulation and technique triangulation. The results of this study are: (1) Fifth grade students of SD Negeri 4 Putatsari have implemented a religious character that is reflected through an attitude of loving peace, respecting each other in differences, upholding tolerance, and having a cooperative attitude. In addition, this attitude is also marked by steadfastness in principle, self-confidence, rejection of all forms of violence or coercion of will, and sincerity. Concern for the environment and protection of the weak or marginalized are also part of religious character. (2) Strengthening religious character through school culture can be implemented through 5S cultural activities, commemoration of Religious Holidays, fun ngaji, congregational prayers, reading Asmaul Husna, Friday alms, and Ramadhan boarding schools.  Keywords: Religious Character, Strengthening Character, School Culture 
ANALISIS STRATEGI PENANAMAN NILAI KARAKTER PEDULI LINGKUNGAN DAN RELIGIUS DI SD NEGERI SELOKARTO 01 KECAMATAN PECALUNGAN KABUPATEN BATANG Zahira, Nabila Zara; Baedowi, Sunan; Kartinah, Kartinah
Jurnal Sarjana Ilmu Pendidikan Vol 5, No 1 (2025): Jurnal Sarjana Ilmu Pendidikan
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jsip.v5i1.22650

Abstract

Abstrak Pendidikan karakter saat ini menjadi aspek penting dalam sistem pendidikan nasional, tidak hanya membentuk kecerdasan akademik tetapi juga akhlak, kepedulian lingkungan dan nilai religius. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis strategi penanaman nilai karakter peduli lingkungan dan religius di SD Negeri Selokarto 01, serta mengidentifikasi tantangan yang dihadapi. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan tekhnik observasi, dokumentasi  wawancara, dan angket, serta analisis data melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa strategi penanamam nilai karakter peduli lingkungan dan religius sudah dilaksanakan secara optimal melalui berbagai program yang terintegrasi dalam budaya sekolah. Program-program ini seperti Jumat bersih, kegiatan piket kelas, program menanam sayur, program daur ulang sampah, dan pembiasaan membuang sampah pada tempatnya merupakan strategi penanaman karakter peduli lingkungan. Selain itu, nilai karakter religius ditanamkan melalui pembiasaan membaca asmaul husna, kegiatan salat Zuhur berjamaah, pembiasaan membaca doa sebelum dan sesudah pembelajaran, serta kegiatan peringatan hari besar agama Islam. Meskipun demikian, tantangan yang dihadapi dalam penanaman nilai karakter mencakup kesadaran siswa yang belum merata dan kurangnya keterlibatan orang tua.Kata Kunci : Pendidikan Karakter, Peduli Lingkungan, Religius, Strategi, Tantangan Abstract Character education is currently an important aspect in the national education system, not only forming academic intelligence but also morals, environmental awareness and religious values. The purpose of this study was to analyze the strategy of instilling environmental and religious character values in Selokarto 01 Elementary School, and to identify the challenges faced. The approach used was qualitative descriptive with observation techniques, interview documentation, and questionnaires, as well as data analysis through source triangulation. The results of this study revealed that the strategy of instilling environmental and religious character values has been implemented optimally through various programs integrated into the school culture. These programs such as clean Friday, class picket activities, vegetable planting programs, waste recycling programs, and the habit of throwing garbage in its place are strategies for instilling environmental character. In addition, religious character values are instilled through the habit of reading Asmaul Husana, congregational Dhuhur prayer activities, the habit of reading prayers before and after learning, and activities to commemorate Islamic religious holidays. However, the challenges faced in instilling character values include uneven student awareness and lack of parental involvement.Keywords: Character Education, Environmental Care, Religious, Strategy, Challenges 
Reduksi Ketergantungan Gadget dengan Teknik Problem Solving dalam Bimbingan Kelompok Saputri, Adellia; Yuliejantiningsih, Yovitha; Widiharto, Chr. Argo
Jurnal Sarjana Ilmu Pendidikan Vol 5, No 1 (2025): Jurnal Sarjana Ilmu Pendidikan
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jsip.v5i1.22703

Abstract

 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh layanan bimbingan kelompok teknik pemecahan masalah terhadap ketergantungan gadget pada siswa kelas XI SMA N 1 Godong. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan pendekatan kuantitatif dengan penelitian eksperimen, di mana suatu hal dapat diteliti ada atau tidaknya pengaruhnya dalam penelitian tersebut. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi-experimental design dengan rancangan two-group pretest-posttest control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI SMA N 1 Godong. Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik non-probability   sampling yaitu teknik pengambilan sampel yang tidak memberi peluang/kesempatan sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel . Untuk metode yang digunakan menggunakan metode purposive sampling. Teknik purposive sampling adalah teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu, yaitu pengambilan sampel terhadap siswa yang memiliki ciri-ciri yang sesuai dengan ketetapan peneliti sedangkan untuk teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu menggunakan angket. Berdasarkan hasil analisis maka dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh kelompok bimbingan dengan teknik problem solver terhadap ketergantungan gadget .
THE RELATIONSHIP BETWEEN INTENSITY OF SOCIAL MEDIA USE AND SOCIAL INTERACTION OF GRADE VIII STUDENTS AT SMP NEGERI 17 SEMARANG Kuncoro, Dara Aurizha; Suhendri, Suhendri; Yulianti, Padmi Dhyah
Jurnal Sarjana Ilmu Pendidikan Vol 5, No 1 (2025): Jurnal Sarjana Ilmu Pendidikan
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jsip.v5i1.22706

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara intensitas penggunaanmedia sosial dengan interaksi sosial siswa kelas VIII di SMP Negeri 17 Semarang.Latar belakang penelitian ini didasari oleh fenomena meningkatnya penggunaan media sosial di kalangan remaja yag diduga dapat mempengaruhi cara mereka berinteraksi secara langsung dengan lingkungan sosialnya. Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan Teknik pengumpulan data melalui angket yang disusun dalam bentuk skala likert, yang terdiri dari 2 variabel yaitu intensitas penggunaan media sosial sebagai variabel bebas (x) dan interaksi sosial sebagai variabel terikat (y). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 17 Semarang, dan sebanyak 60 siswa dipilih sebagai sampel menggunakan Teknik random sampling. Uji validitas dan reliabelitas dilakukan terhadap instrument penelitian , dan seluruh butir dinyatakan valid reliabel. Analisis data menggunakan uji korelasi Perason Product Moment melalui bantuan perangkat lunak SPSS ver 16.Hasil analisis menunjukan nilai koefisien korelasi sebesar r = -0,147 dengan nilai signifikansi (sig.2- tailed) sebesar 0,261. Karena nilai signifikansi lebih besar dari taraf signifikansi 0,05 dan nilai r hitung lebih kecil dari pada r tabel (0,254). Maka dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara intensitas penggunaan media sosial dengan interaksi sosial siswa kelas VIII di SMP Negeri 17 Semarang. Hasil ini menunjukan bahwa penggunaan media sosial belum tentu mempengaruhi kemampuan siswa dalam berinteraksi secara sosial. Kata Kunci : Intensitas Medis Sosial, Interaksi Sosial, Siswa SMP AbstractThis study aims to determine the relationship between the intensity of social media use and the social interaction of eighth-grade students at SMP Negeri 17 Semarang. The background of this study stems from the growing phenomenon of social media use among adolescents, which is suspected to influence how they interact directly within their social environments. This research uses a quantitative approach with a correlational method. Data were collected using a Likert-scale questionnaire consisting of two variables: the intensity of social media use as the independent variable (X) and social interaction as the dependent variable (Y). The population in this study includes all eighth-grade students at SMP Negeri 17 Semarang, and a total of 60 students were selected as the sample using simple random sampling. The instruments were tested for validity and reliability, and all items were declared valid and reliable. Data analysis was conducted using the Pearson Product Moment correlation test with the assistance of SPSS version 16. The results of the analysis showed a correlation coefficient (r) of -0.147 with a significance value (Sig. 2-tailed) of 0.261. Since the significance value is greater than the alpha level of 0.05 and the calculated r value is less than the r table (0.254), it can be concluded that there is no significant relationship between the intensity of social media use and students' social interaction. These findings indicate that the frequency of social media usage does not necessarily impact students' ability to engage in social interactions. Keywords: Social Media Intensity, Social Interaction, Junior High School Students
PERAN KONSELING KELUARGA DALAM MEMBANGUN KETAHANAN KELUARGA Maheswari, Laksita Ratih; Dewi, Shitarani; Ramadhan, Daffa Daniella; Rahmawati, Desty Nur; Zakiya, Naila Zalfa
Jurnal Sarjana Ilmu Pendidikan Vol 4, No 1 (2024): Jurnal Sarjana Ilmu Pendidikan
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jsip.v4i1.21612

Abstract

Penelitian ini membahas peran konseling keluarga dalam meningkatkan ketahanan keluarga menghadapi berbagai tantangan, termasuk konflik, kekerasan, dan masalah ekonomi. Konseling keluarga bertujuan memperkuat komunikasi, memfasilitasi penyelesaian konflik, serta mendukung stabilitas emosional dalam keluarga. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi literatur, penelitian ini menemukan bahwa konseling keluarga efektif dalam memperbaiki hubungan antaranggota keluarga, meningkatkan kemampuan pemecahan masalah, dan menciptakan lingkungan yang mendukung. Faktor-faktor seperti komunikasi yang baik, stabilisasi emosi, dan kebersamaan keluarga terbukti menjadi kunci dalam membangun ketahanan keluarga yang harmonis dan adaptif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa konseling keluarga dapat menjadi solusi strategis untuk menghadapi masalah rumah tangga dan meningkatkan kualitas hidup keluarga.                                                                                                        Katakunci:Komunikasiyangbaik,stabilisasiemosi,dankebersamaankeluarga.
Analisis self regulated learning dalam prokarastinasi akademik pada mahasiswa yang bekerja di Universitas PGRI Semarang Pratama, Herlambang Yudha
Jurnal Sarjana Ilmu Pendidikan Vol 4, No 1 (2024): Jurnal Sarjana Ilmu Pendidikan
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jsip.v4i1.17792

Abstract

Fenomena kuliah sambil bekerja sudah banyak ditemukan dikalangan mahasiswa. Faktor yang menyebabkan mahasiswa bekerja yaitu, faktor ekonomi karena dengan bekerja mahasiswa mampu mengatasi masalah keuangan dalam membiayai perkuliahan sehingga dapat meringankan beban orangtua. Adapun alasan yang menyatakan mahasiswa bekerja, yaitu untuk bertahan hidup, menambah pengalaman, memperluas jaringan, memang sudah bekerja dan agar eksis untuk memenuhi gaya hidup. Kuliah sambil bekerja dapat menimbulkan perubahan dalam aktivitas karena mahasiswa tidak dapat mengatur waktu dengan baik. Perubahan yang dapat terjadi, yaitu menjadi tidak fokus ketika perkuliahan, motivasi kuliah menurun, bolos kuliah, dan menunda menyelesaikan tugas kuliah. Menunda menyelesaikan tugas akademik dalam psikologi biasa disebut sebagai prokrastinasi akademik. Prokrastinasi akademik adalah menangguhkan tindakan untuk melaksanakan tugas akademik dan dilaksanakan pada lain waktu. Fokus penelitian ini adalah, peneliti bertujuan untuk menganalisis self regulated learning dalam prokrastinasi akademik pada mahasiswa yang bekerja. Hasil dari penelitian ini diketahui bahwa self regulated learning dalam prokrastinasi akademik pada mahasiswa yang bekerja yang paling menonjol adalah Emosi, Kognisi, dan Lingkungan. Akan tetapi, dapat diketahui pula bahwa terdapat faktor lain yang mungkin ikut mengambil peran dalam kecenderungan mahasiswa untuk melakukan prokrastinasi akademik, seperti Lingkungan sosial, Motivasi diri, dan Perilaku atau kebiasaan dari mahasiswa tersebut. Penelitian ini disimpulkan bahwa self regulated learning dalam prokrastinasi akademik pada mahasiswa yang bekerja yang paling menonjol adalah emosi, kognisi, dan lingkungan, hal ini terpapar cukup jelas pada koding yang penulis lakukan dimana tiga faktor yang disebutkan adalah faktor yang cukup menonjol dari yang lainnya, dan diantaranya saling berkaitan satu dengan yang lainnya.
ANALISIS KEMAMPUAN LITERASI NUMERASI SISWA DI KELAS V SD NEGERI 4 PAMOTAN Amri, Sholihul; Mandarsary, Ryky; Wijayanti, Arfilia
Jurnal Sarjana Ilmu Pendidikan Vol 4, No 1 (2024): Jurnal Sarjana Ilmu Pendidikan
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jsip.v4i1.24508

Abstract

AbstrakLatar belakang yang mendasari penelitian ini adalah kurangnya kemampuan siswa, dalam literasi numerasi dapat mempengaruhi hasil belajar siswa, tidak hanya pada pelajaran matematika tetapi juga bisa berpengaruh pada pelajaran lain. Siswa mengalami kesulitan pada saat memahami teks bacaan dan kalimat matematika pada soal, siswa juga mengalami kesulitan dalam mengembangkan rencana penyelesaian, serta kesulitan dalam menentukan kesimpulan Permasalahan dalam penelitian ini adalah kurangnya pemahaman siswa dalam literasi numerasi, hasil belajar yang rendah, serta kesulitan dalam memahami soal terutama pada soal cerita. Tujuan dari penelitiannya yaitu untuk menganalisis kemampuan literasi numerasi siswa di kelas V SDN 4 Pamotan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif karena dalam penelitian ini peneliti melihat secara langsung subjek yang akan diteliti di lapangan. Penelitian dilakukan kepada siswa kelas 5 di SDN 4 Pamotan. Data dalam penulisan laporan ini berupa hasil tes, hasil wawancara yang dilakukan peneliti dengan siswa, serta hasil dokumentasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif karena dalam penelitian ini peneliti melihat secara langsung subjek yang akan diteliti di lapangan. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif, karena untuk menganalisis tingkat kemampuan literasi numerasi siswa di kelas V SDN 4 Pamotan. Sumber data dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer adalah hasil belajar siswa kelas V di SD 4 Pamotan. Data sekunder yaitu: hasil penelitian, dan jurnal pendukung. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah: tes tertulis dan wawancara. Pada tes tertulis terdapat 3 indikator yaitu (a) Bilangan, (b) Geometri dan Pengukuran, (c) Data dan Ketidakpastian. adapun pada penelitian ini pemeriksaan keabsahan data menggunakan trianggulasi metode.  Kata Kunci: Kemampuan Literasi Numerasi; Literasi Numerasi Siswa; Analisis Kemampuan Literasi Numerasi Abstract The background underlying this research is the lack of students' numeracy literacy skills, which can affect their learning outcomes—not only in mathematics but also in other subjects. Students experience difficulties in understanding reading texts and mathematical statements in word problems. They also struggle to develop problem-solving plans and to draw appropriate conclusions. The problem addressed in this study is the students' lack of understanding in numeracy literacy, low learning outcomes, and difficulties in comprehending problems, especially word problems. The purpose of this research is to analyze the numeracy literacy skills of fifth-grade students at SDN 4 Pamotan. This research employs a qualitative approach, as the researcher directly observes the subjects in the field. The study was conducted with fifth-grade students at SDN 4 Pamotan. The data collected for this report includes test results, interview outcomes between the researcher and students, and documentation findings. The qualitative approach is used because the researcher directly observes the subjects in their real environment. The method employed is descriptive, aimed at analyzing the level of numeracy literacy skills among fifth-grade students at SDN 4 Pamotan. The data sources in this study consist of primary and secondary data. Primary data includes the learning outcomes of fifth-grade students at SDN 4 Pamotan. Secondary data includes previous research and supporting journals. The data collection techniques used are written tests and interviews. The written test covers three indicators: (a) Numbers, (b) Geometry and Measurement, and (c) Data and Uncertainty. To ensure data validity, this study uses methodological triangulation. of loving peace, respecting each other in differences, upholding tolerance, and having a cooperative attitude. In addition, this attitude is also marked by steadfastness in principle, self-confidence, rejection of all forms of violence or coercion of will, and sincerity. Concern for the environment and protection of the weak or marginalized are also part of religious character. (2) Strengthening religious character through school culture can be implemented through 5S cultural activities, commemoration of Religious Holidays, fun ngaji, congregational prayers, reading Asmaul Husna, Friday alms, and Ramadhan boarding schools. Keywords: Numeracy Literacy Skills; Students’ Numeracy Literacy; Analysis of Numeracy Literacy Skills
Degradasi Nilai-nilai Keluarga: Pentingnya Pola Asuh Anak dan Pembentukan Karakter Syahida, Salwa Dira; Asmarini, Pramudita Dwi; Febriyanti, Widya Putri; Andita, Anaya Putri
Jurnal Sarjana Ilmu Pendidikan Vol 4, No 1 (2024): Jurnal Sarjana Ilmu Pendidikan
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jsip.v4i1.21587

Abstract

Degradasi nilai-nilai keluarga menjadi isu signifikan dalam masyarakat modern, ditandai dengan penurunan moral dan etika pada generasi muda akibat pengaruh globalisasi, teknologi, dan perubahan pola hidup. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran pola asuh orang tua dalam membentuk karakter anak serta faktor-faktor yang menyebabkan degradasi nilai-nilai keluarga. Melalui pendekatan kualitatif, data dikumpulkan dari wawancara dengan tiga responden yang menerapkan pola asuh berbeda: otoriter, demokratis, dan holistik. Hasil penelitian menunjukkan pola asuh yang demokratis dan konsisten cenderung menghasilkan karakter anak yang stabil dan kuat, sedangkan pola asuh otoriter atau permisif memiliki risiko membentuk karakter yang kurang matang. Tantangan utama dalam menjaga nilai-nilai keluarga meliputi pengaruh media sosial, perubahan peran gender, dan tekanan ekonomi. Selain itu, komunikasi terbuka dalam keluarga serta lingkungan rumah yang positif menjadi faktor kunci dalam membentuk karakter anak yang tangguh dan berintegritas.Kata kunci: Degradasi; Pola Asuh; Keluaga.