cover
Contact Name
Hamsu Kadriyan
Contact Email
lombokmedicaljournal@unram.ac.id
Phone
+62818366217
Journal Mail Official
lombokmedicaljournal@unram.ac.id
Editorial Address
Jalan Pendidikan No 37, Mataram, NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Lombok Medical Journal
Published by Universitas Mataram
ISSN : -     EISSN : 28277686     DOI : -
Lombok Medical Journal (LMJ) is a peer-reviewed and open access journal that focuses on promoting medical sciences generated from basic sciences, clinical, community or public health research, and medical education to integrate researches in all aspects of human health. This journal publishes original articles, reviews, and case reports. Brief communications containing short features of medicine, latest developments in diagnostic procedures, treatment, or other health issues that is important for the development of health care system are also acceptable. Focus and Scope of Lombok Medical Journal (LMJ): Basic Science, Clinical Research, Community or public health research, Medical Education
Articles 166 Documents
Stroke Kardioemboli dan Faktor Risiko Atrial Fibrilasi ; Sebuah Tinjauan Pustaka Baiq Holisatul Ismiana; Diayanti Tenti Lestari
Lombok Medical Journal Vol. 4 No. 2 (2025): Lombok Medical Journal Volume 4 Nomor 2
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/lmj.v4i2.6108

Abstract

Abstract: Stroke merupakan manifestasi klinis akut akibat gangguan fungsi neurologis pada otak, medula spinalis, atau retina yang disebabkan oleh masalah pembuluh darah. Stroke iskemik, yang mencapai 80% dari semua kasus, sering dikaitkan dengan atrial fibrilasi (AF), suatu bentuk aritmia yang meningkatkan risiko stroke hingga lima kali lipat. AF menyebabkan stasis darah di atrium kiri, meningkatkan pembentukan trombus, yang dapat mengarah pada stroke emboli. Prevalensi AF meningkat dengan usia dan komorbiditas kardiovaskular, dan diperkirakan akan terus meningkat seiring bertambahnya usia harapan hidup. Diagnosis AF dilakukan dengan EKG, dan gejala stroke kardioemboli sering meliputi defisit neurologis mendadak. Pencegahan stroke pada pasien AF melibatkan pemberian antikoagulan berdasarkan stratifikasi risiko menggunakan skor CHA2DS2-VASc dan HAS-BLED. Penggunaan antikoagulan oral direkomendasikan untuk mengurangi risiko stroke pada pasien AF, namun dengan pengawasan untuk menghindari perdarahan.
Analisis Faktor yang Berhubungan dengan Cara Persalinan pada Ibu Hamil Usia Dini Saimin, Juminten; Lianawati; Hamzah, Arum Putri Ardiyan
Lombok Medical Journal Vol. 4 No. 1 (2025): Lombok Medical Journal Volume 4 Nomor 1
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/lmj.v4i1.6218

Abstract

Abstract: Adolescent pregnancy refers to pregnancy occurring in girls under the age of 20. This condition poses unique challenges due to the incomplete physical and psychological maturity of the adolescent. Determining the appropriate mode of delivery requires consideration of various factors, including maternal and fetal health, as well as patient preferences. This study aims to identify the factors influencing the mode of delivery among adolescent pregnancies. This research employed an observational analytic with a cross-sectional design. The study population included all adolescent pregnant individuals who delivered at RSAD dr. R. Ismoyo Kendari from 2022 to 2024. A total of 68 cases were examined using total sampling. Data collection was conducted through medical record reviews, and analysis was performed using Fisher’s Exact Test. The analysis revealed significant associations between age (p 0.015) and education level (p 0.028) with the mode of delivery among adolescent pregnancies. In contrast, place of residence (p 1.000) and occupation (p 1.000) showed no significant relationship with the mode of delivery. Age and education level are significant factors influencing the mode of delivery in adolescent pregnancies. However, place of residence and occupation do not appear to have a significant impact on the mode of delivery. Keywords: Adolescent, Mode of Delivery, Educational Level, Occupation, Place of Residence. Abstrak: Kehamilan usia dini merupakan kehamilan yang terjadi pada remaja putri berusia < 20 tahun. Kehamilan pada usia < 20 tahun dapat menimbulkan masalah, karena kondisi fisik dan psikis yang belum sepenuhnya berkembang. Setiap cara persalinan memiliki kelebihan, risiko, indikasi dan keputusan tentang cara yang akan digunakan biasanya bergantung pada kondisi medis ibu dan bayi serta preferensi pribadi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan cara persalinan pada ibu hamil usia dini. Penelitian ini menggunakan analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian seluruh ibu hamil usia dini yang melakukan persalinan di RSAD TK. IV dr. R. Ismoyo Kendari tahun 2022-2024. Jumlah sampel kasus sebanyak 68 sampel dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui data rekam medik. Data dianalisis menggunakan uji Fisher’s Exact Test. Berdasarkan hasil penelitian terdapat hubungan antara usia (p 0,015) dan tingkat pendidikan (p 0,028) terhadap cara persalinan pada ibu hamil usia dini. Variabel tempat tinggal (p 1,000) dan pekerjaan (p 1,000) menunjukkan tidak terdapat hubungan terhadap cara persalinan pada ibu hamil usia dini. Simpulan dari penelitian ini yaitu faktor yang berhubungan dengan cara persalinan pada ibu hamil usia dini adalah usia dan tingkat pendidikan. Sedangkan tempat tinggal dan pekerjaan tidak berhubungan dengan cara persalinan pada ibu hamil usia dini. Kata kunci. Usia Dini, Cara Persalinan, Tingkat Pendidikan, Pekerjaan, Tempat Tinggal.
A Relationship Between Attitudes, Behaviors, and Knowledge of Preconception Nutrition Among Women Reproductive Age wati, Aria; Saimin, Juminten; Nasruddin, Nina Indriyani
Lombok Medical Journal Vol. 4 No. 2 (2025): Lombok Medical Journal Volume 4 Nomor 2
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/lmj.v4i2.6219

Abstract

Background. According to data from the Indonesian Ministry of Health in 2018, a significant proportion of women of reproductive age (15–24 years) in Indonesia experience nutritional deficiencies, particularly Chronic Energy Deficiency (CED), with prevalence rates of 36.3% among non-pregnant women and 33.5% among pregnant women. These findings highlight that non-pregnant women are at a higher risk of CED. This study aims to examine the relationship between attitudes and behaviors of women of reproductive age and their knowledge of preconception nutrition in Anduonohu Village. Method. This observational analytic study utilized a cross-sectional design and was conducted in Anduonohu Village. A total of 97 respondents were recruited using purposive sampling. The dependent variable in this study was knowledge of preconception nutrition, while the independent variables were attitudes and behaviors. Data were analyzed using chi-square tests and logistic regression, with a significance level set at p<0.05. Results.Bivariate analysis demonstrated a significant relationship between attitudes and knowledge of preconception nutrition (p=0.000) as well as between behaviors and knowledge of preconception nutrition (p=0.030). Multivariate analysis further confirmed a significant association between attitudes and behaviors of women of reproductive age and their knowledge of preconception nutrition (p=0.000). Conclusion. There is a significant relationship between the attitudes and behaviors of women of reproductive age and their knowledge of preconception nutrition in Anduonohu Village. Keywords: women of reproductive age, attitude, behavior, knowledge, preconception nutrition Latar Belakang. Berdasarkan data Kemenkes RI tahun 2018, di Indonesia masih banyak wanita usia subur usia 15-24 tahun yang mengalami masalah gizi seperti kekurangan energi kronis sebanyak 36,3% pada WUS tidak hamil dan 33,5% pada WUS hamil, dimana menurut data tersebut lebih banyak WUS yang tidak hamil mengalami kekurangan energi kronis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan sikap dan perilaku wanita usia subur terhadap pengetahuan tentang gizi prakonsepsi di Wilayah Kelurahan Anduonohu. Metode. Penelitian ini dilakukan dengan metode analitik observasional dengan menggunakan pendekatan cross sectional yang dilakukan di Wilayah Kelurahan Anduonohu dengan jumlah sampel sebanyak 97 responden. Variabel terikat pada penelitian ini adalah pengetahuan dan variable bebasnya adalah sikap dan perilaku. Data dikumpulkan dengan teknik purposive sampling dan dianalisis menggunakan uji chi square dan regresi logistic ganda dengan nilai signifikan p<0,05. Hasil. Analisis bivariat penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara variabel sikap terhadap pengetahuan dengan nilai p-Value sebesar 0,000 , hubungan yang signifikan antara perilaku terhadap dengan nilai p-Value sebesar 0,030. Pada analisis multivariat terdapat hubungan yang signifikan antara sikap dan perilaku wanita usia subur terhadap gizi prakonsepsi dengan nilai p value sebesar 0,000. Simpulan. Terdapat hubungan antara sikap dan perilaku wanita usia subur terhadap pengetahuan tentang gizi prakonsepsi di Wilayah Kelurahan Anduonohu. Kata kunci: : Wanita Usia Subur, Sikap, Perilaku, Pengetahuan, Gizi Prakonsepsi
A Case Report Disfonia et causa Nodul Vocal Cords Bilateral Mutia, Dita; Nafatasya Ayu Rahmansyah; Latifa Intan Rahma; Haldy Dwi Febrian; Hadaina, Siti Jaisy Millah
Lombok Medical Journal Vol. 4 No. 2 (2025): Lombok Medical Journal Volume 4 Nomor 2
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/lmj.v4i2.6350

Abstract

Dysphonia is a commonly used term for any voice disorder resulting from abnormalities in the organs of phonation, especially the larynx, whether organic or functional. Vocal cord nodules or often known as “singer's nodes”, “screamer's nodes” or “teacher's nodes” are one of the most common causes of dysphonia in children. It is known that vocal cord nodules are a condition where there is swelling of the bilateral vocal cords of varying sizes, which can generally be found in the center of the vocal cord membrane. These nodules are characterized by epithelial thickening with different levels of inflammatory reaction in the superficial layer of the lamina propia. In this case report will discusses abouta 49-year-old woman who came to the ENT clinic of the NTB Provincial Hospital with a chief complaint of hoarseness. Furthermore, from the anamnesis, physical examination and supporting examination, the patient was diagnosed with dysphonia ec bilateral vocal cord nodules.
Additionally, the Author Examines the Management, Prognosis, and Complications Associated with RBBB. Ilham, Lalu Fahril; Haribowo, Pendy Wastu
Lombok Medical Journal Vol. 4 No. 2 (2025): Lombok Medical Journal Volume 4 Nomor 2
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/lmj.v4i2.6636

Abstract

Right Bundle Branch Block (RBBB) is an abnormality in the physiological electrical conduction system of the heart, resulting from a blockade of the right bundle branch. The global incidence of RBBB is estimated to be approximately 0.8% annually. Typically, RBBB is considered a mild finding that does not increase the risk in otherwise healthy individuals without structural heart disease. However, RBBB may also be indicative of myocardial disease and has been identified as a predictor of mortality in certain populations. This literature review aims to summarize the pathophysiology and clinical approach to RBBB, with a particular focus on echocardiography (ECG) examinations, based on literature sourced from PubMed, Google Scholar, and additional manual searches conducted between 2016 and 2021. Additionally, the author examines the management, prognosis, and complications associated with RBBB.
Mengenal Human Metha Pneumo Virus (HMPV) yang merebak di beberapa Negara Kadriyan, Hamsu
Lombok Medical Journal Vol. 4 No. 2 (2025): Lombok Medical Journal Volume 4 Nomor 2
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/lmj.v4i2.6838

Abstract

Abstract Human Meta Pneumo Virus (HMPV) is a single strain virus identifies as a cause of upper airway infection. Recently, several new cases reported in some countries, including Indonesia. After the virus infected the epithelial cell, it will replicated exponentially and spreading to adjacent cells. As a result, it will break the tissue and lead to inflammation. In patient with immunocompromised, HMPV infection will continued to pneumonia and other serious complication. Therefore, it is necessary to inform this virus characteristics to the health care professionals to allow them can tackle the disease accurately. Finally, it could limiting the potency of the occurrence of epidemic in population.
Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kelengkapan Imunisasi Dasar Pada Anak Usia 9-24 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Jatibaru Kota Bima Zikriyya Melati Rahmany
Lombok Medical Journal Vol. 5 No. 2 (2026): Lombok Medical Journal
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/cct1y062

Abstract

Latar Belakang: Imunisasi dasar merupakan upaya penting dalam pencegahan penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I) pada anak. Meskipun program imunisasi rutin telah dilaksanakan secara nasional, cakupan imunisasi dasar lengkap di Indonesia masih belum mencapai target. Oleh karena itu, diperlukan kajian mengenai faktor-faktor yang memengaruhi kelengkapan imunisasi dasar pada anak. Tujuan: Mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kelengkapan imunisasi dasar pada anak usia 9–24 bulan di wilayah kerja Puskesmas Jatibaru, Kota Bima. Metode: Penelitian ini merupakan studi analitik observasional yang dilaksanakan pada September–Oktober 2024. Sebanyak 46 anak usia 9–24 bulan dilibatkan sebagai subjek penelitian. Data dikumpulkan melalui kuesioner kepada ibu serta verifikasi buku KIA dan catatan imunisasi Puskesmas. Variabel yang dianalisis meliputi tingkat pendidikan ibu, tingkat pengetahuan ibu, status pekerjaan ibu, pendapatan keluarga, jumlah anak dalam keluarga, keterjangkauan tempat imunisasi, cara menuju tempat imunisasi, dan dukungan keluarga. Analisis data dilakukan menggunakan SPSS versi 26.0. Hasil: Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan ibu (p=0,036), status pekerjaan ibu (p=0,032), dan tingkat pendapatan keluarga (p=0,044) dengan kelengkapan imunisasi dasar pada anak. Variabel lainnya tidak menunjukkan hubungan yang signifikan secara statistik. Kesimpulan: Tingkat pengetahuan ibu, status pekerjaan ibu, dan pendapatan keluarga merupakan faktor yang berhubungan dengan kelengkapan imunisasi dasar pada anak usia 9–24 bulan. Peningkatan edukasi imunisasi secara berkelanjutan diperlukan untuk mendukung pencapaian cakupan imunisasi dasar lengkap
Peran Tim Multidisiplin dalam Penatalaksanaan Limfoma Non-Hodkin Stadium IV yang Kompleks: Laporan Kasus Stevia Ariella; Joko Anggoro; Gemilang Khusnurrokhman
Lombok Medical Journal Vol. 5 No. 2 (2026): Lombok Medical Journal
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/3rbxe444

Abstract

Abstract : The management of advanced stage non-Hodgkin lymphoma is increasingly complex due to rapid advances in diagnostic and therapeutic modalities and the involvement of multiple medical disciplines. A multidisciplinary team (MDT) approach is widely recognized as the gold standard in cancer care, enabling coordinated, evidence-based, and patient-centered decision-making. This case report describes the role of MDT in the management of a 57-year-old woman with stage IV diffuse large B-cell lymphoma complicated by multisystem involvement. Through structured MDT discussions, optimal multimodal therapy was delivered, clinical complications were effectively managed, and significant clinical improvement was achieved within a relatively short hospitalization period, despite limited healthcare resources. This case highlights that the MDT approach is feasible and beneficial in resource-limited healthcare settings. Abstrak: Penatalaksanaan kanker, khususnya limfoma non-Hodgkin stadium lanjut, semakin kompleks seiring dengan perkembangan pesat modalitas diagnostik dan terapi serta keterlibatan berbagai disiplin medis. Pendekatan tim multidisiplin (multidisciplinary team / MDT) telah diakui sebagai standar emas dalam perawatan kanker karena memungkinkan pengambilan keputusan klinis yang terkoordinasi, berbasis bukti, dan berorientasi pada pasien. Laporan kasus ini menggambarkan peran MDT dalam penatalaksanaan seorang pasien perempuan usia 57 tahun dengan diffuse large B-cell lymphoma stadium IV yang disertai komplikasi multisistem. Melalui diskusi MDT yang terstruktur, pasien mendapatkan terapi multimodal yang optimal, komplikasi klinis dapat ditangani secara efektif, dan perbaikan klinis tercapai dalam waktu rawat inap yang relatif singkat meskipun berada pada fasilitas pelayanan kesehatan dengan keterbatasan sumber daya. Laporan kasus ini menegaskan bahwa pendekatan MDT tetap feasible dan bermanfaat dalam meningkatkan kualitas perawatan kanker di rumah sakit daerah.
Perjalanan Udara dengan Penyakit Paru Mc Syaiful Ghazi Yamani; Indana Eva Ajmala; Salim S. Thalib; Gemilang Khusnurrokhman; Prima Belia Fathana
Lombok Medical Journal Vol. 5 No. 2 (2026): Lombok Medical Journal
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/7tj7c298

Abstract

Perjalanan udara pada umumnya aman bagi individu sehat, namun pada pasien dengan penyakit pernapasan diperlukan pertimbangan medis yang cermat karena paparan hipoksia hipobarik setara ketinggian kabin hingga 2438 m dapat memicu hipoksemia bermakna. Gangguan pernapasan menyumbang sekitar 12% dari seluruh keadaan darurat medis dalam penerbangan dan menjadi salah satu penyebab utama pengalihan penerbangan. Sebagian besar kejadian tersebut berkaitan dengan kondisi medis yang telah ada sebelumnya. Oleh karena itu, skrining dan evaluasi pra-penerbangan yang sistematis menjadi strategi penting untuk mencegah komplikasi selama dan setelah perjalanan udara.
Bilateral Pleural Effusion as a Rare Manifestation of Snakebite Envenomation: A Case Report Faria Yunita Utami; Gemilang Khusnurrokhman
Lombok Medical Journal Vol. 5 No. 2 (2026): Lombok Medical Journal
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/vh0yh252

Abstract

Background: Snakebite envenomation remains a significant global health problem, particularly in tropical regions, with a wide spectrum of clinical manifestations ranging from local tissue injury to life-threatening systemic complications. While coagulopathy, neurotoxicity, and acute kidney injury are commonly reported, pleural effusion is an uncommon manifestation and may indicate severe systemic involvement. Case Presentation : We report a 38-year-old male with grade III snakebite in the right cervical region who developed progressive local swelling, hematoma, and systemic symptoms including dyspnea. The patient experienced radiating pain from the neck to the right upper limb and chest, followed by decreased consciousness and worsening respiratory distress. Physical examination revealed extensive edema involving the neck, chest, and right upper extremity. Dyspnea worsened in the supine position and improved in a semi-upright position, suggesting pleural involvement. Laboratory findings showed leukocytosis and thrombocytopenia, while chest radiography confirmed right-sided pleural effusion with pulmonary infiltrates. Discussion : Pleural effusion in snakebite is rare and is likely caused by increased vascular permeability, systemic inflammatory response, and coagulopathy induced by venom components such as metalloproteinases and phospholipase A2. These mechanisms contribute to capillary leak syndrome and fluid accumulation in the pleural space. Conclusion : Pleural effusion should be considered in patients with severe snakebite presenting with respiratory symptoms. Early recognition and prompt management, including antivenom therapy and supportive care, are essential to prevent clinical deterioration.