cover
Contact Name
Hasan Syahrizal
Contact Email
jurnalqouba@gmail.com
Phone
+6282352818690
Journal Mail Official
jurnalqouba@gmail.com
Editorial Address
Jalan Sederhana Lorong Lambang Sari No.959, RT 001 RW. 006, Kelurahan Tembilahan Hulu Kecamatan Tembilahan Hulu, Kabupaten Indragiri Hilir Provinsi Riau, Indonesia
Location
Kab. indragiri hilir,
Riau
INDONESIA
QOUBA : Jurnal Pendidikan
ISSN : 30892449     EISSN : 30892430     DOI : https://doi.org/10.61104/qouba.v1i2
Core Subject : Education, Social,
QOUBA: Jurnal Pendidikan with e-ISSN 3089-2430 p-ISSN 3089-2449. is a peer-reviewed open access journal and follows a single-blind review policy. Scientific articles in QOUBA: Education Journal are the results of original research, conceptual ideas, and current studies within the scope of Education, Islamic Education, Sports Education, English Education, Indonesian Language Education, Arabic Education, Education Management, Early Childhood Education, Primary Education, Mathematics Education, and other educational sciences ranging from PAUD to Higher Education. Scientific articles in QOUBA Journal: Journal of Education can be written individually or written in teams, either affiliated with institutions in the same environment, or collaborations from several institutions. QOUBA: Journal of Education is an open access journal and free access, authors can register on the website and are free of charge from the registration process. Authors from universities or researches can cite references from this journal and provide benefits to related organizations. This journal provides an opportunity to share detailed insights from academics and practitioners related to educational issues. each article received will be reviewed by journal editors and reviewers who are competent in their fields. Selected articles are published under Creative Commons Attribution ShareAlike 4.0 International License.
Articles 186 Documents
Implementasi Paradigma Integrasi-Interkoneksi dalam Pengembangan Keilmuan Islam Kontemporer Dahlina; Said Maskur; Muhammad Faisal
Quoba: Jurnal Pendidikan Vol 3 No 1 (2026): 2026
Publisher : PT.Hassan Group Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qb.v3i1.1205

Abstract

Paradigma integrasi-interkoneksi yang dikembangkan oleh M. Amin Abdullah telah menjadi salah satu pendekatan paling berpengaruh dalam upaya mendamaikan ilmu agama dan sains modern di perguruan tinggi Islam Indonesia. Artikel ini menganalisis implementasi paradigma integrasi-interkoneksi dalam pengembangan keilmuan Islam kontemporer dengan mengidentifikasi lima dimensi kunci implementasi, yakni epistemologis, metodologis, kurikular-pedagogis, institusional-struktural, dan kultural-kontekstual. Melalui pendekatan kualitatif-deskriptif dengan analisis literatur sistematis, penelitian ini mengembangkan kerangka kerja komprehensif yang mencakup indikator terukur untuk setiap dimensi, model kematangan transformasi empat fase yang terdiri dari dekonstruksi, reorientasi, integrasi-interkoneksi, dan institusionalisasi, serta studi kasus tiga institusi pendidikan Islam di Indonesia. Temuan menunjukkan bahwa implementasi paradigma integrasi-interkoneksi menghadapi tantangan signifikan pada dimensi epistemologis dan institusional, sementara dimensi kurikular-pedagogis menunjukkan kemajuan relatif lebih konsisten. Analisis kritis mengidentifikasi empat risiko utama yang meliputi risiko epistemologis berupa integrasi superficial, risiko institusional berupa resistensi struktural, risiko pedagogis berupa kesenjangan implementasi, dan risiko kontekstual berupa kehilangan identitas lokal. Artikel ini menyumbangkan model implementasi yang dapat dijadikan panduan bagi institusi pendidikan Islam dalam mengoperasionalisasikan paradigma integrasi-interkoneksi secara berkelanjutan dan kontekstual.
Hybrid Academic Leadership: Model Kepemimpinan Pendidikan dalam Ekosistem Digital dan Disrupsi Global Dahlina; Said Maskur; Muhammad Faisal
Quoba: Jurnal Pendidikan Vol 3 No 1 (2026): 2026
Publisher : PT.Hassan Group Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qb.v3i1.1206

Abstract

Transformasi digital dan disrupsi global telah mengubah secara fundamental lanskap pendidikan tinggi, menuntut model kepemimpinan akademik yang mampu beroperasi secara efektif dalam ekosistem yang semakin kompleks dan tidak pasti. Penelitian ini mengembangkan konsep hybrid academic leadership sebagai model kepemimpinan pendidikan yang mengintegrasikan dimensi transformatif, digital, kolaboratif, adaptif, dan strategis dalam ekosistem digital dan disrupsi global. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif-analitis dan kerangka analisis multidimensi, penelitian ini mengembangkan model transformasi berfase empat yakni asessment, pengembangan, implementasi, dan institusionalisasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa hybrid academic leadership menuntut pergeseran dari paradigma hierarkis-tradisional menuju paradigma jaringan-adaptif yang mampu mengoordinasikan kepemimpinan tatap muka dan digital secara simultan. Framework yang dikembangkan mengidentifikasi lima dimensi integratif dengan indikator terukur untuk menilai kompetensi kepemimpinan hibrida. Studi kasus terhadap tiga institusi pendidikan tinggi menunjukkan variasi signifikan dalam pengembangan kepemimpinan hibrida. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan program pembinaan kepemimpinan hibrida, penguatan infrastruktur digital-kepemimpinan, dan pembangunan ekosistem pembelajaran organisasi sebagai strategi transformasi kepemimpinan akademik kontemporer
Toward Integrated Knowledge Model: Integrasi Ilmu dan Keislaman dalam Pendidikan Modern Dahlina; Muhammad Faisal
Quoba: Jurnal Pendidikan Vol 3 No 1 (2026): 2026
Publisher : PT.Hassan Group Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qb.v3i1.1207

Abstract

Dikotomi ilmu agama dan ilmu umum merupakan warisan epistemologis kolonial yang terus menghambat pengembangan model keilmuan integratif dalam pendidikan Islam kontemporer. Penelitian ini mengembangkan model pengetahuan terintegrasi (integrated knowledge model) yang menghubungkan ilmu dan keislaman sebagai paradigma baru bagi pendidikan modern. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif-analitis dan kerangka analisis multidimensi yang mencakup dimensi epistemologis, ontologis, aksiologis, pedagogis, dan institusional, penelitian ini mengembangkan model transformasi berfase empat yakni dekonstruksi, reorientasi, integrasi, dan konsolidasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa pemikiran Al-Attas tentang Islamisasi dan dewesternization, Al-Faruqi tentang Islamisasi ilmu berbasis prinsip tauhid, dan Amin Abdullah tentang integrasi-interkoneksi memberikan fondasi epistemologis yang saling melengkapi bagi model pengetahuan terintegrasi. Framework yang dikembangkan mengidentifikasi lima dimensi integratif dengan indikator terukur untuk menilai tingkat integrasi ilmu-keislaman dalam institusi pendidikan. Studi kasus terhadap tiga universitas Islam di Indonesia menunjukkan variasi signifikan dalam implementasi model integratif. Penelitian ini merekomendasikan reformulasi epistemologi integratif, pengembangan kurikulum transdisipliner berbasis tauhid, dan penguatan arsitektur institusional sebagai strategi pembangunan model pengetahuan terintegrasi dalam pendidikan modern
Edu-Future Strategy: Desain Manajemen Lembaga Pendidikan Berbasis Ketahanan Global dan Inovasi Berkelanjutan Abdul Rouf; Said Maskur; Muhammad Faisal
Quoba: Jurnal Pendidikan Vol 3 No 1 (2026): 2026
Publisher : PT.Hassan Group Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qb.v3i1.1208

Abstract

Ketahanan global dan inovasi berkelanjutan merupakan dua pilar fundamental yang menentukan kelangsungan dan relevansi lembaga pendidikan di era disrupsi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif desain manajemen lembaga pendidikan yang berbasis ketahanan global dan inovasi berkelanjutan melalui pendekatan edu-future strategy. Dengan menggunakan metode kualitatif-komparatif dan analisis literatur sistematis terhadap 24 sumber akademik, studi ini mengembangkan framework edu-future strategy yang mencakup lima dimensi: resilient leadership, adaptive governance, sustainable innovation, digital ecosystem, dan future-oriented culture. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketahanan lembaga pendidikan di tengah disrupsi global sangat bergantung pada kapasitas kepemimpinan yang transformatif, tata kelola yang adaptif, ekosistem inovasi yang berkelanjutan, infrastruktur digital yang tangguh, dan budaya organisasi yang berorientasi masa depan. Temuan juga mengungkapkan bahwa lembaga pendidikan di Indonesia menghadapi tantangan struktural berupa fragmentasi kepemimpinan, birokrasi kaku, rendahnya kapasitas inovasi, kesenjangan digital, dan budaya reaktif yang menghambat transformasi. Model pengembangan bertahap yang ditawarkan mencakup indikator terukur untuk setiap dimensi serta roadmap strategis yang mengakomodasi keberagaman konteks kelembagaan. Studi kasus terhadap tiga lembaga pendidikan di Indonesia mengilustrasikan bahwa keberhasilan membangun ketahanan dan inovasi sangat bergantung pada komitmen kepemimpinan terhadap perubahan sistemik, investasi pada kapasitas adaptif, dan penanaman budaya pembelajaran berkelanjutan sebagai DNA organisasi
Meta-Governance Pendidikan: Integrasi Etika, Teknologi, dan Globalisasi Dalam Tata Kelola Akademik Reno Pardiansyah; Said Maskur; Muhammad Faisal
Quoba: Jurnal Pendidikan Vol 3 No 1 (2026): 2026
Publisher : PT.Hassan Group Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qb.v3i1.1209

Abstract

Krisis tata kelola pendidikan tinggi di era digital dan globalisasi menuntut reorientasi paradigmatik dari model governance konvensional menuju meta-governance yang mengintegrasikan dimensi etika, teknologi, dan globalisasi secara sistemik. Penelitian ini bertujuan merumuskan kerangka meta-governance pendidikan yang mengakomodasi kompleksitas relasi antara negara, pasar, masyarakat sipil akademik, dan ekosistem teknologi digital dalam pengelolaan institusi perguruan tinggi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode library research, menganalisis 20 artikel jurnal bereputasi terbitan 2021–2026 serta 15 buku pakar fundamental bidang governance, network society, ethics of information, dan triple helix. Analisis tematik dilakukan melalui triangulasi lima lapis teori: Meta-Governance Theory (Jessop) sebagai grand theory, Network Governance Theory (Sørensen & Torfing) sebagai middle theory, Network Society Theory (Castells) dan Information Ethics (Floridi) sebagai supporting theory, serta Triple Helix Theory (Etzkowitz) sebagai applied theory. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meta-governance pendidikan menuntut empat pilar integrasi: (1) etika informasi sebagai fondasi normatif kebijakan digital akademik; (2) transformasi digital sebagai instrumen pemberdayaan, bukan sekadar efisiensi; (3) internasionalisasi yang reflektif untuk menghindari homogenisasi global; (4) kolaborasi triple helix yang dikoordinsi oleh negara secara enabeling. Penelitian berkontribusi menawarkan model sintetik “Reflexive Academic Meta-Governance” yang relevan untuk konteks Indonesia dan negara berkembang lainnya dalam menavigasi ketegangan antara otonomi akademik, akuntabilitas publik, dan disrupsi teknologi.
Rekonstruksi Epistemologi Islam: Menyatukan Wahyu dan Rasionalitas dalam Sains Moderen Darmawati; Said Maskur; Muhammad Faisal
Quoba: Jurnal Pendidikan Vol 3 No 1 (2026): 2026
Publisher : PT.Hassan Group Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qb.v3i1.1210

Abstract

Dikotomi antara wahyu dan rasionalitas dalam tradisi keilmuan Barat telah mengakar kuat dan menghasilkan fragmentasi epistemologis yang menghambat perkembangan sains Islam kontemporer. Artikel ini menganalisis rekonstruksi epistemologi Islam yang menyatukan wahyu dan rasionalitas dalam sains moderen melalui pendekatan kualitatif-deskriptif dengan kerangka analisis lima dimensi, yakni ontologis, epistemologis, aksiologis, metodologis-strategis, dan teleologis-transformatif. Melalui proses empat fase transformasi, yaitu identifikasi dikotomi wahyu-rasionalitas, rekonstruksi epistemologi integratif, implementasi kurikulum integratif-interkonektif, dan resiliensi epistemologis Islam, penelitian ini memetakan trajektori reunifikasi pengetahuan dalam tradisi Islam. Studi kasus terhadap UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, dan UIN Alauddin Makassar mengungkap model integrasi yang beragam namun saling melengkapi. Analisis kritis mengidentifikasi empat risiko utama, meliputi sinkretisme epistemologis, reduksionisme integratif, resistensi ortodoks, dan subordinasi wahyu terhadap rasionalitas, yang mengancam keberlangsungan rekonstruksi tersebut. Temuan menunjukkan bahwa rekonstruksi epistemologi Islam memerlukan keseimbangan dialektis antara wahyu sebagai sumber pengetahuan transendental dan rasionalitas sebagai instrumen pemahaman empiris, di mana integrasi bukan berarti peleburan melainkan dialog kreatif yang mempertahankan otonomi dan integritas masing-masing sumber pengetahuan.