cover
Contact Name
Hasan Syahrizal
Contact Email
jurnalqouba@gmail.com
Phone
+6282352818690
Journal Mail Official
jurnalqouba@gmail.com
Editorial Address
Jalan Sederhana Lorong Lambang Sari No.959, RT 001 RW. 006, Kelurahan Tembilahan Hulu Kecamatan Tembilahan Hulu, Kabupaten Indragiri Hilir Provinsi Riau, Indonesia
Location
Kab. indragiri hilir,
Riau
INDONESIA
QOUBA : Jurnal Pendidikan
ISSN : 30892449     EISSN : 30892430     DOI : https://doi.org/10.61104/qouba.v1i2
Core Subject : Education, Social,
QOUBA: Jurnal Pendidikan with e-ISSN 3089-2430 p-ISSN 3089-2449. is a peer-reviewed open access journal and follows a single-blind review policy. Scientific articles in QOUBA: Education Journal are the results of original research, conceptual ideas, and current studies within the scope of Education, Islamic Education, Sports Education, English Education, Indonesian Language Education, Arabic Education, Education Management, Early Childhood Education, Primary Education, Mathematics Education, and other educational sciences ranging from PAUD to Higher Education. Scientific articles in QOUBA Journal: Journal of Education can be written individually or written in teams, either affiliated with institutions in the same environment, or collaborations from several institutions. QOUBA: Journal of Education is an open access journal and free access, authors can register on the website and are free of charge from the registration process. Authors from universities or researches can cite references from this journal and provide benefits to related organizations. This journal provides an opportunity to share detailed insights from academics and practitioners related to educational issues. each article received will be reviewed by journal editors and reviewers who are competent in their fields. Selected articles are published under Creative Commons Attribution ShareAlike 4.0 International License.
Articles 186 Documents
The Institutionalization of Islam in the Abbasid Caliphate: Knowledge, Authority, and Social Transformation M. Fakhrur Rizal; Irfan Musonif; Kholid Mawardi
Quoba: Jurnal Pendidikan Vol 3 No 1 (2026): 2026
Publisher : PT.Hassan Group Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qb.v3i1.924

Abstract

Kekhalifahan Abbasiyah dikenal sebagai salah satu periode paling penting dalam perkembangan peradaban Islam yang ditandai oleh kemajuan ilmu pengetahuan, tata kelola pemerintahan, dan organisasi sosial. Namun, kajian yang ada umumnya membahas aspek-aspek tersebut secara terpisah sehingga pemahaman mengenai proses institusionalisasi Islam masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis institusionalisasi Islam pada masa Kekhalifahan Abbasiyah melalui hubungan antara produksi pengetahuan, pembentukan otoritas, dan transformasi sosial. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi kepustakaan dengan teknik analisis dokumen dan analisis tematik terhadap literatur akademik kontemporer dan karya-karya utama tentang peradaban Abbasiyah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi pengetahuan didukung oleh institusi intelektual dan jaringan pendidikan yang terorganisasi. Otoritas keagamaan dan politik berkembang melalui keterhubungan antara institusi hukum, jaringan ulama, dan struktur administrasi. Transformasi sosial berlangsung melalui institusi yang memungkinkan integrasi berbagai komunitas dan tradisi budaya. Selain itu, temuan menunjukkan bahwa pengetahuan, otoritas, dan transformasi sosial berkembang melalui hubungan institusional yang saling memperkuat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Islam berfungsi sebagai sistem peradaban yang terinstitusionalisasi dan membentuk fondasi intelektual, politik, serta sosial dalam masyarakat Abbasiyah
The Effect of Knowledge of the Family Planning Program (GenRe) on Attitudes Toward Avoiding Early Marriage Among Adolescents in Pekanbaru Zaliva Lara Rozianti; Muhammad Habibi
Quoba: Jurnal Pendidikan Vol 3 No 1 (2026): 2026
Publisher : PT.Hassan Group Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qb.v3i1.939

Abstract

ABSTRACT Pernikahan dini masih menjadi permasalahan serius di Kota Pekanbaru, sebagai respons atas permasalahan tersebut, pemerintah melalui BKKBN meluncurkan Program Generasi Berencana (GenRe) yang bertujuan membina remaja agar terhindar dari risiko pernikahan dini. Namun demikian, masih ditemukan kesenjangan antara tingkat pengetahuan remaja terhadap Program GenRe dengan sikap mereka dalam menghindari pernikahan dini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengetahuan tentang Program GenRe terhadap sikap menghindari pernikahan dini pada remaja di Kota Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode regresi linear sederhana. Sampel terdiri dari 30 remaja berusia 15–24 tahun yang pernah terlibat dalam kegiatan Program GenRe, dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring yang terdiri atas tes pengetahuan 14 butir pilihan ganda dan skala sikap 10 butir pernyataan dengan Skala Likert lima tingkat. Analisis data dilakukan menggunakan IBM SPSS Statistics melalui uji normalitas residual, uji korelasi Spearman's rho, uji ANOVA, serta uji koefisien regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan Program GenRe tidak berpengaruh secara signifikan terhadap sikap menghindari pernikahan dini dengan nilai signifikansi sebesar 0,060 yang berada di atas ambang batas 0,05, sehingga H₀ diterima dan H₁ ditolak. Koefisien determinasi (R²) sebesar 0,121 menunjukkan bahwa pengetahuan Program GenRe hanya mampu menjelaskan 12,1% perubahan sikap menghindari pernikahan dini, sedangkan 87,9% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain seperti dukungan keluarga, pengaruh teman sebaya, kondisi sosial ekonomi, dan nilai budaya setempat. Temuan ini mengindikasikan bahwa strategi pencegahan pernikahan dini perlu diperluas melampaui sekadar transfer pengetahuan, dengan melibatkan pendekatan yang lebih komprehensif Keywords: Early Marriage, GenRe Program, Knowledge, Adolescent Attitudes.
Label “Anak Emas” dan Runtuhnya Solidaritas: Kajian Sosiologi Pendidikan Tentang Reproduksi Hierarki Sosial Muh. Hanif; Rizka Aulia Safitri
Quoba: Jurnal Pendidikan Vol 3 No 1 (2026): 2026
Publisher : PT.Hassan Group Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qb.v3i1.947

Abstract

Negeri 1 Kedungwringin, Kecamatan Patikraja, Kabupaten Banyumas serta dampaknya terhadap solidaritas sosial dalam kelompok sebaya (peer group). Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus etnografi, data dikumpulkan melalui observasi partisipatif wawancara mendalam dengan siswa, orang tua dan guru, serta analisis dokumen sekolah. Penelitian ini menemukan bahwa status sebagau “anak emas” tidak hanya dilekatkan oleh institusi keluarga, tetapi secara sistematis dikontruksi dan direproduksi oleh lembaga pendidikan melalui mekanisme pemberian label keistimewaan akademik dan non-akademik serta perlakuan diferensiatif. Temuan menunjukan bahwa konstruksi tersebut secara paradoksal justru melemahkan solidaritas sosial peer group, memicu kecemburuan sosial dan kompetisi tidak sehat, serta berpotensi mengisolasi siswa yang teridentifikasi sebagai “anak emas”. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sekolah tidak berfungsi sebagai ruang pembentukan ikatan sosial yang egaliter, melainkan sebagai arena reproduksi hierarki melalui praktik labeling dan marginalisasi simbolik. Penelitian ini merekomendasikan perlunya intervensi pedagogis yang menekankan kerja sama kolektif dan penghapusan pratik labeling di lembaga pendidikan.
ANALISIS PERILAKU EKONOMI MAHASISWA PENGGUNA SHOPEEPAYLATER (STUDI KASUS PADA MAHASISWA ASRAMA KABUPATEN NATUNA DI PONTIANAK) PRETTY SAFIRA; Syamsuri; Maria Ulfah
Quoba: Jurnal Pendidikan Vol 3 No 1 (2026): 2026
Publisher : PT.Hassan Group Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qb.v3i1.959

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis perilaku ekonomi mahasiswa pengguna ShopeePayLater di Asrama Kabupaten Natuna di Pontianak. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap mahasiswa pengguna ShopeePayLater. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku konsumen mahasiswa ditandai oleh pembelian produk fashion, skincare, elektronik, dan kebutuhan gaya hidup yang dipengaruhi promo, diskon, kemudahan pembayaran, serta pengaruh teman sebaya. Sebagian besar mahasiswa belum memiliki perencanaan anggaran yang sistematis sehingga berisiko mengalami keterlambatan pembayaran. Di sisi lain, sebagian mahasiswa memanfaatkan ShopeePayLater sebagai modal usaha online dengan mempertimbangkan risiko, perputaran produk, dan kemampuan membayar cicilan. Penelitian menyimpulkan bahwa perilaku ekonomi mahasiswa mencerminkan perpaduan perilaku konsumtif dan produktif yang dipengaruhi faktor psikologis, sosial, dan literasi keuangan.
Dinamika Perkembangan Sosial Remaja dalam Interaksi Pembelajaran di Kelas X SMA Terpadu Al Ma'arif Pangarengan Muslihah; Turoyyah; Mohammad Haris; Jatim Desiyanto
Quoba: Jurnal Pendidikan Vol 3 No 1 (2026): 2026
Publisher : PT.Hassan Group Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qb.v3i1.960

Abstract

Masa remaja merupakan periode penting dalam perkembangan sosial yang ditandai oleh peningkatan kemampuan berinteraksi, bekerja sama, dan menyesuaikan diri dengan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika perkembangan sosial remaja dalam interaksi pembelajaran di kelas X SMA Terpadu Al Ma’arif Pangarengan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi sosial peserta didik berkembang melalui hubungan pertemanan, kegiatan diskusi kelompok, kerja sama tim, dan presentasi kelas yang mendorong peningkatan kemampuan komunikasi, kolaborasi, empati, serta sikap saling menghargai. Keberadaan teman dekat berkontribusi dalam menciptakan rasa nyaman dan meningkatkan partisipasi peserta didik dalam pembelajaran. Selain itu, guru berperan sebagai fasilitator yang membangun lingkungan belajar interaktif dan kondusif melalui penerapan strategi pembelajaran kolaboratif. Namun, tingginya intensitas penggunaan media sosial ditemukan memengaruhi kepercayaan diri sebagian peserta didik dalam melakukan komunikasi tatap muka. Dengan demikian, perkembangan sosial remaja dalam pembelajaran dipengaruhi oleh kualitas interaksi antarpeserta didik, dukungan guru, serta penggunaan teknologi digital yang perlu dikelola secara seimbang untuk mendukung perkembangan sosial yang optimal.
The Tradisi Berandam Dalam Perkawinan Melayu: Kajian Etnografi Dan Hukum Islam: Indonesia Jeffri Ariansyah; Masrokhin
Quoba: Jurnal Pendidikan Vol 3 No 1 (2026): 2026
Publisher : PT.Hassan Group Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qb.v3i1.976

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan tradisi Berandam dalam perkawinan Melayu, memahami makna simbolik yang terkandung di dalamnya, serta mengkaji relevansinya dalam perspektif Hukum Islam. Tradisi Berandam merupakan salah satu ritual adat masyarakat Melayu yang dilakukan sebelum akad nikah sebagai bentuk penyucian diri lahir dan batin calon pengantin. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian etnografi yang berlokasi di masyarakat Melayu Rokan Hilir. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan model Miles dan Huberman melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Berandam memiliki nilai sosial, spiritual, dan budaya yang kuat dalam kehidupan masyarakat Melayu. Ritual ini dimaknai sebagai simbol pembersihan diri, kesiapan memasuki kehidupan rumah tangga, serta media mempererat hubungan sosial antarkeluarga dan masyarakat. Dalam perspektif Hukum Islam, tradisi Berandam termasuk kategori ‘urf shahih karena mengandung nilai kemaslahatan dan tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip syariat Islam. Selain itu, modernisasi memengaruhi bentuk pelaksanaan tradisi, namun tidak menghilangkan makna sakral dan nilai budaya yang terkandung di dalamnya.
Strategi Belajar Siswa Berintelegensi Tinggi dalam Mencapai Prestasi Akademik pada Siswa Kelas VII di MTs Sunan Toronan Faizeh Widia; Amin Dzikrullah; Ayu Amiyatus Sahra; Feri Ardiansyah; Jatim Desiyanto
Quoba: Jurnal Pendidikan Vol 3 No 1 (2026): 2026
Publisher : PT.Hassan Group Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qb.v3i1.989

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi belajar siswa berkemampuan tinggi dalam mencapai prestasi akademik di kalangan siswa kelas VII MTs Sunan Toronan. Penelitian ini fokus pada kebiasaan belajar, motivasi, manajemen waktu, dan partisipasi siswa dalam proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus deskriptif. Subjek penelitian dipilih secara purposif berdasarkan prestasi akademik dan rekomendasi guru. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, serta dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Temuan menunjukkan bahwa siswa yang menerapkan strategi belajar cenderung mencapai prestasi akademik yang lebih baik. Strategi tersebut meliputi mencatat, mengulang pelajaran di rumah, menghafal materi penting, mengajukan pertanyaan selama kegiatan belajar, dan mengatur jadwal belajar secara teratur. Motivasi belajar, dukungan guru, perhatian orang tua, dan lingkungan sekolah yang kondusif juga mendukung prestasi akademik siswa. Meskipun siswa menghadapi beberapa kendala, seperti fasilitas belajar yang terbatas dan rasa percaya diri yang rendah, mereka tetap menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam belajar. Kesimpulannya, strategi belajar yang efektif dikombinasikan dengan motivasi dan dukungan lingkungan memainkan peran penting dalam meningkatkan prestasi akademik siswa. Namun, penelitian ini terbatas pada satu sekolah dan hanya menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian selanjutnya diharapkan melibatkan sampel yang lebih luas dan metode penelitian yang berbeda untuk memperoleh temuan yang lebih komprehensif.
Implementasi Pembelajaran Pendidikan Pancasila Terhadap Pembentukan Karakter Disiplin Siswa Kelas IV di SD No. 4 Abiansemal Dauh Yeh Cani Badung Agnes Fransisca; Luh Dewi Pusparini; Ni Nyoman Ayu Suciartini
Quoba: Jurnal Pendidikan Vol 3 No 1 (2026): 2026
Publisher : PT.Hassan Group Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qb.v3i1.994

Abstract

Pendidikan Pancasila memiliki peran penting dalam membentuk karakter disiplin siswa sebagai salah satu nilai utama yang diperlukan dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa. Pembentukan karakter disiplin di sekolah dasar perlu dilakukan secara sistematis melalui proses pembelajaran yang terintegrasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pembelajaran Pendidikan Pancasila dalam pembentukan karakter disiplin siswa, mengidentifikasi bentuk karakter disiplin yang terbentuk, serta menganalisis faktor pendukung dan penghambatnya di SD Negeri 4 Abiansemal Dauh Yeh Cani, Badung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pembelajaran Pendidikan Pancasila telah dilaksanakan secara terstruktur melalui tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi yang memuat indikator karakter disiplin. Karakter disiplin yang terbentuk meliputi disiplin waktu, disiplin belajar, disiplin terhadap aturan, dan disiplin tanggung jawab. Faktor pendukung terdiri atas komitmen guru, dukungan kepala sekolah, program pembiasaan, dan lingkungan sekolah yang kondusif, sedangkan faktor penghambat meliputi rendahnya kesadaran sebagian siswa, pola asuh keluarga yang kurang mendukung, keterbatasan waktu, dan perbedaan karakter siswa. Disimpulkan bahwa pembelajaran Pendidikan Pancasila berperan signifikan dalam membentuk karakter disiplin siswa melalui sinergi antara sekolah dan keluarga.
Gamifikasi dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam: Analisis Efektivitas Quizizz dan Wordwall terhadap Retensi Belajar Siti Nur Azizah; Farhan Muzakki Fakhridana; Annisa
Quoba: Jurnal Pendidikan Vol 3 No 1 (2026): 2026
Publisher : PT.Hassan Group Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qb.v3i1.997

Abstract

Sejumlah penelitian tentang gamifikasi dalam Pendidikan Agama Islam (PAI) menunjukkan kecenderungan yang cukup konsisten: Quizizz dan Wordwall dilaporkan efektif meningkatkan motivasi dan hasil belajar. Tulisan ini mengambil jarak kritis dari konsensus tersebut bukan sekadar untuk mempersoalkannya, melainkan untuk menunjukkan bahwa klaim tersebut terlalu kasar karena memperlakukan retensi sebagai konstruk tunggal yang homogen. Melalui tinjauan integratif-kritis atas literatur empiris dan teoretis, artikel ini berargumen bahwa pengetahuan PAI terbentang dalam tiga lapis yang berbeda secara epistemologis: retensi faktual-verbal (hafalan ayat, hadis, dan rukun), retensi konseptual-relasional (logika akidah dan fikih), serta internalisasi normatif-afektif (akhlak, adab, dan penghayatan nilai). Pembedaan ini bertumpu pada taksonomi kognitif revisi (Anderson & Krathwohl, 2001), taksonomi afektif (Krathwohl et al., 1964), dan logika internal tujuan pendidikan Islam. Dengan membaca temuan empiris melalui Teori Beban Kognitif (Sweller, 1988), prinsip retrieval practice (Roediger & Karpicke, 2006; Karpicke & Roediger, 2008), spaced repetition (Cepeda et al., 2006), dan Teori Determinasi Diri (Deci & Ryan, 1985; Ryan & Deci, 2000; Vansteenkiste et al., 2006), artikel ini menunjukkan bahwa efektivitas gamifikasi bersifat terstratifikasi: paling kuat pada lapis faktual-verbal, kondisional pada lapis konseptual-relasional, dan berpotensi kontraproduktif pada lapis normatif-afektif yang justru menjadi tujuan utama PAI. Kontribusi artikel ini adalah kerangka interpretatif "gamifikasi terstratifikasi" yang menggeser pertanyaan dari "apakah gamifikasi efektif" menuju pertanyaan yang lebih produktif: untuk lapis pengetahuan apa, dengan desain seperti apa, dan dengan risiko apa.
Tinjauan Pustaka Sistematis: Peran Guru Bimbingan Dan Konseling (Bk) Dalam Mendukung Implementasi Kurikulum Merdeka Di Madrasah Tsanawiyah Anamu Asobah; Aulia Fathin
Quoba: Jurnal Pendidikan Vol 3 No 1 (2026): 2026
Publisher : PT.Hassan Group Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qb.v3i1.999

Abstract

 Sumber data diperoleh dari Google Scholar, Garuda, SINTA, dan ERIC dengan rentang publikasi tahun 2021–2026. Hasil kajian menunjukkan bahwa guru BK berperan penting dalam pemetaan kebutuhan peserta didik, pemberian layanan yang relevan dengan Kurikulum Merdeka, penguatan P5RA, serta kontribusi terhadap perkembangan akademik, pribadi, sosial, dan karier peserta didik. Bentuk layanan yang relevan meliputi layanan dasar, layanan peminatan dan perencanaan individual, layanan responsif, dan dukungan sistem. Namun demikian, implementasi peran tersebut masih menghadapi tantangan berupa persepsi sempit terhadap fungsi guru BK, belum optimalnya integrasi layanan BK dalam program sekolah, keterbatasan manajemen program, serta tuntutan profesionalisme dan kolaborasi lintas unsur pendidikan. Oleh karena itu, optimalisasi peran guru BK memerlukan penguatan kompetensi profesional, integrasi layanan BK ke dalam sistem madrasah, kolaborasi antarunsur pendidikan, dan dukungan kelembagaan yang berkelanjutan.                                                                                                           Kurikulum Merdeka membawa perubahan paradigma pembelajaran yang menekankan pada pengembangan kompetensi, penguatan karakter, fleksibilitas kurikulum, dan perhatian terhadap kebutuhan peserta didik. Dalam konteks madrasah, implementasi Kurikulum Merdeka disesuaikan dengan karakteristik lembaga dan nilai-nilai keislaman, termasuk melalui penguatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Rahmatan lil ‘Alamin (P5RA). Kondisi ini menempatkan guru Bimbingan dan Konseling (BK) pada posisi strategis dalam mendukung perkembangan peserta didik secara akademik, pribadi, sosial, dan karier. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara sistematis literatur mengenai peran guru BK dalam mendukung implementasi Kurikulum Merdeka di Madrasah Tsanawiyah. Penelitian menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan mengacu pada alur PRISMA, melalui tahap identifikasi, penyaringan, uji kelayakan, dan penetapan artikel. Sumber data diperoleh dari Google Scholar, Garuda, SINTA, dan ERIC dengan rentang publikasi tahun 2021–2026. Hasil kajian menunjukkan bahwa guru BK berperan penting dalam pemetaan kebutuhan peserta didik, pemberian layanan yang relevan dengan Kurikulum Merdeka, penguatan P5RA, serta kontribusi terhadap perkembangan akademik, pribadi, sosial, dan karier peserta didik. Bentuk layanan yang relevan meliputi layanan dasar, layanan peminatan dan perencanaan individual, layanan responsif, dan dukungan sistem. Namun demikian, implementasi peran tersebut masih menghadapi tantangan berupa persepsi sempit terhadap fungsi guru BK, belum optimalnya integrasi layanan BK dalam program sekolah, keterbatasan manajemen program, serta tuntutan profesionalisme dan kolaborasi lintas unsur pendidikan. Oleh karena itu, optimalisasi peran guru BK memerlukan penguatan kompetensi profesional, integrasi layanan BK ke dalam sistem madrasah, kolaborasi antarunsur pendidikan, dan dukungan kelembagaan yang berkelanjutan.