cover
Contact Name
Ivan Pangkerego
Contact Email
ivanpeemail@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
educatiochristi@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Teologi Universitas Kristen Indonesia Tomohon Jalan Raya Tomohon, Kakaskasen, Kota Tomohon
Location
Kota tomohon,
Sulawesi utara
INDONESIA
Educatio Christi
ISSN : 08524882     EISSN : 2723472x     DOI : https://doi.org/10.70796/educatio-christi
Educatio Christi bertujuan untuk memajukan aktivitas akademik dan kreativitas karya tulis ilmiah melalui media penelitian serta pemikiran kritis dan analitis di bidang kajian Teologi dan Pendidikan Agama Kristen. Educatio Christi menerima artikel dari berbagai sub-disiplin yang terkait dengan Teologi dan Pendidikan Agama Kristen. Artikel yang dikirimkan harus merupakan karya asli yang belum pernah diterbitkan atau tidak sedang dalam proses penerbitan di jurnal lainnya. Setiap naskah yang dikirimkan wajib mengikuti panduan penulisan atau format yang telah ditetapkan oleh redaksi jurnal. Semua artikel yang masuk akan melalui proses peninjauan menggunakan metode blind review, dengan fokus pada kebaruan dan kontribusi terhadap ilmu Teologi dan Pendidikan Agama Kristen. Subjek kajian untuk Educatio Christi mencakup: Perkembangan Teologi dan Keagamaan Penafsiran Alkitab (Hermeneutik Perjanjian Lama & Perjanjian Baru) Kajian Pendidikan Agama Kristen Etika dan Praksis Kristen Teologi Sistematika Praktik dan Konseling Pastoral Misiologi dan Sejarah Gereja
Articles 141 Documents
Kajian Pastoral Keluarga dalam Film Bila Esok Ibu Tiada Burhan, Vera; Raintung, Agnes Beatrix Jackline
Educatio Christi Vol 1 No 1 (2020): Januari 2020
Publisher : UPT Penelitian Fakultas Teologi Universitas Kristen Indonesia Tomohon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Film “Bila Esok Ibu Tiada” menghadirkan narasi yang menggugah tentang dinamika keluarga saat menghadapi ancaman kehilangan seorang ibu, figur sentral yang menjadi sumber kasih dan harmoni. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aspek pastoral keluarga dalam film tersebut, dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode analisis naratif. Hasil penelitian menunjukkan empat tema utama: dinamika relasi keluarga, peran komunikasi keluarga dalam menghadapi krisis kehilangan, dimensi spiritual dan dukungan komunitas dalam menghadapi krisis kehilangan, dan pemulihan relasi pasca-krisis. Penelitian ini juga mengungkapkan pentingnya pendekatan holistik dalam pendampingan pastoral, yang melibatkan aspek fisik, psikis, emosional, dan spiritual. Sebagai tambahan, film ini mencerminkan nilai-nilai budaya Indonesia yang memberikan konteks unik dalam memahami krisis keluarga. Kajian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pelayan pastoral dalam mendampingi keluarga yang menghadapi situasi serupa, sekaligus memperkaya literatur pastoral keluarga di Indonesia
Transformasi Spiritual dalam Era Media Teknologi: Kajian Religi Melalui Pendekatan Pascahumanisme Costantinus Ponsius Yogie Mofun
Educatio Christi Vol 7 No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : UPT Penelitian Fakultas Teologi Universitas Kristen Indonesia Tomohon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70796/educatio-christi.v7i1.315

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji peran agama merespons perkembangan media teknologi yang semakin masif di abad ke-21. Perkembangan ini ditandai oleh munculnya berbagai wacana yang menekankan subjektivitas dan agensi, tidak hanya pada manusia, tetapi juga pada entitas non-manusia. Dalam konteks tersebut, kemajuan teknologi kerap memunculkan pertanyaan mengenai bagaimana aspek religius dan spiritual dimaknai serta disikapi. Kajian ini berangkat dari pertanyaan tentang bagaimana tarnsformasi spiritualitas dapat dipahami sebagai relasi yang bersifat agensial antara manusia dan non-manusia. Tujuannya adalah menganalisis sejauh mana kajian religi dan media teknologi dapat dimaknai sebagai hubungan relasional yang membentuk transformasi spiritual. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis tekstual dan visual. Data utama meliputi analisis film Avatar, wacana pascahumanisme, serta kajian religi dan media. Hasil penelitian menunjukkan bahwa agama dan teknologi merupakan dua aspek yang saling terkait dan tidak dapat dipisahkan, serta membuka pemahaman baru tentang spiritualitas sebagai relasi agensial yang melampaui hubungan antarmanusia.
Analisis Penggunaan Teknologi Digital sebagai Sarana Pembinaan Warga Gereja di Tengah Era Society 5.0 Ranteallo, Alvin; Bram M, Prionaray
Educatio Christi Vol 7 No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : UPT Penelitian Fakultas Teologi Universitas Kristen Indonesia Tomohon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70796/educatio-christi.v7i1.332

Abstract

Perkembangan teknologi digital terkhusus di tengah era Society 5.0 mempengaruhi seluruh aspek kehidupan manusia. Salah satunya yang terpengaruh adalah gereja, gereja sebagai bagian dari aspek sosial harus terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital. Dalam era Society 5.0 gereja harus memikirkan bagaimana pemanfaatan teknologi digital sebagai saran penunjang pelayanan. Terkhusus dalam tulisan ini mencoba untuk menganalisis penggunaan teknologi digital dalam melakukan pembinaan warga gereja. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif dan kajian kepusatakaan. Hasil dari tulisan ini menemukan bahwa pembinaan warga gereja dapat dilakukan dengan memanfaatkan teknologi digital seperti Artificial Intelegensi (AI) dan platftom komunikasi seperti zoom, whatsapp, dll. dan pemanfaatan media sosial dengan tujuan membawa jemaat untuk lebih menumbuhkan dan memperkuat iman kepada kristus.
Rekonstruksi Paradigma Politik Bagi Pemimpin Kristen Berbasis Inkarnasi Yesus Kristus Wehena Piarantasya Mengko
Educatio Christi Vol 7 No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : UPT Penelitian Fakultas Teologi Universitas Kristen Indonesia Tomohon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70796/educatio-christi.v7i1.339

Abstract

Artikel ini berupaya merumuskan ulang paradigma politik Kristen dengan menjadikan doktrin inkarnasi sebagai landasan teologis sekaligus prinsip etis dalam menjalankan kepemimpinan Kristen di ruang publik. Melalui pendekatan hermeneutika kritis terhadap narasi Injil serta teori-teori politik dalam teologi kontemporer, kajian ini menelaah politik Yesus sebagai model yang bersifat kenotik dan profetik yang berakar pada solidaritas Allah terhadap dunia yang penuh luka. Fokus pembahasan diarahkan pada bagaimana keyakinan iman tentang inkarnasi yakni Allah yang menjadi manusia dalam diri Yesus Kristus dapat menjadi dasar praksis politik yang membela kelompok tertindas, menolak dominasi kekuasaan hegemonik, dan menghadirkan tanda-tanda Kerajaan Allah melalui tindakan kasih, keadilan, dan pengorbanan. Temuan utama dari studi ini menunjukkan bahwa politik Yesus tidak dimaksudkan sebagai proyek kekuasaan, melainkan sebagai wujud nyata dari kehadiran Allah yang secara aktif dan transformatif menjawab realitas sosial. Paradigma politik yang berlandaskan inkarnasi ini ditawarkan sebagai solusi teologis dan etis terhadap krisis integritas, spiritualitas, dan relevansi dalam kepemimpinan Kristen di tengah dunia politik modern yang sering kali dicemari oleh korupsi, materialisme, dan sekularisme.
MELAMPAUI SKEPTISISME POLITIK: Politik Yesus Sebagai Model Partisipasi Etis-Transformatif Yoel Ang
Educatio Christi Vol 7 No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : UPT Penelitian Fakultas Teologi Universitas Kristen Indonesia Tomohon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70796/educatio-christi.v7i1.341

Abstract

Skeptisisme politik di Indonesia tumbuh dari korupsi, manipulasi, dan kegagalan moral elit yang memicu apatisme serta merusak kepercayaan publik. Penelitian ini menanyakan: bagaimana model politik Yesus dapat menjadi alternatif partisipasi etis-transformatif untuk melampaui skeptisisme tersebut? Metode yang digunakan ialah kajian kualitatif deskriptif-analitis berbasis studi literatur, dengan analisis isi dan analisis kritis. Refleksi dilakukan melalui pembacaan historis-kontekstual atas praktik sosial-politik Yesus dan sintesisnya ke situasi Indonesia masa kini. Hasilnya menunjukkan bahwa politik Yesus menolak sikap pasif maupun perebutan kuasa sempit, tetapi mendorong keterlibatan konkret berupa solidaritas, kritik ketidakadilan, advokasi bagi yang termarjinalkan, dan pembentukan komunitas alternatif. Secara praktis, model ini menguatkan etika kewargaan, memperluas ruang dialog lintas identitas, serta memulihkan orientasi politik pada kebaikan bersama dalam masyarakat Indonesia kontemporer.
Pendidikan Pastoral Berbasis Reoriented Literacy dalam Meningkatkan Spiritualitas dan Produktivitas Mahasiswa di Era Artificial Intelligence George Bright Winowatan
Educatio Christi Vol 7 No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : UPT Penelitian Fakultas Teologi Universitas Kristen Indonesia Tomohon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70796/educatio-christi.v7i1.342

Abstract

Kemajuan teknologi melalui artificial intelligence menunjukan adanya kemudahan sekaligus peluang terjadinya masalah belajar pada mahasiswa, maka penelitian ini hendak menganalisis secara mendalam kondisi krisis literasi yang diakibatkan oleh ketergantungan terhadap teknologi AI, dampak lanjutan yang paling jelas terlihat adalah degradasi nilai spiritualitas dan penurunan produktivitas pada mahasiswa. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, dengan langkah-langkah penelitian yaitu wawancara kapada 17 sampel, focus group discusion secara umum untuk menentukan sampel serta observasi yang dilakukan di fakultas Teologi UKIT. Hasil penelitian ini hendak menawarkan pendekatan pendidikan pastoral integratif berbasis reoriented literacy dengan tujuan utama yaitu membangun daya kritis mahasiswa dalam mengakses serta mengolah informasi yang juga akan berdampak pada spiritualitas dan produktivitas mahasiswa.
Kritik Terhadap Krisis Identitas Dampak Relativisme Kebenaran Sebagai Upaya Membentuk Generasi Z Berlandaskan Efesus 5:1-21 Jerson Labobar
Educatio Christi Vol 7 No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : UPT Penelitian Fakultas Teologi Universitas Kristen Indonesia Tomohon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70796/educatio-christi.v7i1.344

Abstract

Hidup sebagai anak-anak terang di tengah keberagaman lingkungan kota Efesus merupakan imbauan Paulus bagi jemaat di sana. Kepada jemaat Efesus Paulus menunjukkan perbedaan hidup dalam terang Kristus dan hidup dalam kegelapan. Penelitian ini mengintegrasikan teks dengan fenomena krisis identitas sebagai upaya untuk membangun identitas Kristen dalam ruang digital. Relativisme kebenaran berdampak pada pembentukan identitas generasi z Kristen, sehingga diperlukan landasan teologis yang kuat sebagai penegasan identitas Kristen. Kajian ini penting untuk dilakukan karena membahas secara eksplisit bagaimana pembentukan identitas generasi z di tengah perkembangan teknologi. Menggunakan metode kualitatif deskriptif terhadap fenomena relativisme kebenaran pada Efesus 5:1-21 dengan cara sosial scientific criticism memberi kerangka etika Kristen dalam merespons tantangan pembentukan identitas generasi z di era digital. Pada akhirnya artikel ini dapat berkontribusi pada pemahaman yang mendalam tentang identitas Kristen dan rujukan bagi generasi z dalam bersosial dan mengikuti perkembangan zaman.
Pelabelan Karakter sebagai Mekanisme Pertahanan: Analisis Psikologis-Teologis Hambatan Metanoia dalam Konflik Relasional Gereja Wennar; Juliana Hindradjat
Educatio Christi Vol 7 No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : UPT Penelitian Fakultas Teologi Universitas Kristen Indonesia Tomohon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70796/educatio-christi.v7i1.352

Abstract

Konflik relasional merupakan realitas yang tidak terpisahkan dari kehidupan komunitas gereja, namun konflik gerejawi kontemporer semakin ditandai oleh praktik pelabelan karakter berbasis istilah psikologis. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana pelabelan karakter berfungsi sebagai mekanisme pertahanan diri yang menghambat proses metanoia, yang dipahami sebagai transformasi rohani dalam iman Kristen. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif-analitis dan interdisipliner yang memadukan psikologi dan teologi pastoral, serta diposisikan sebagai kajian konseptual-reflektif berbasis kepustakaan. Data diperoleh dari literatur akademik berupa buku dan artikel jurnal bereputasi yang relevan dengan konflik gerejawi, mekanisme pertahanan diri, dan teologi pertobatan . Analisis bertumpu pada teori mekanisme pertahanan diri, khususnya konsep proyeksi, serta teologi metanoia sebagai kerangka teologis utama. Hasil kajian menunjukkan bahwa pelabelan karakter berfungsi sebagai benteng pertahanan ego yang mengalihkan konflik dari refleksi diri menuju pembenaran diri, sehingga melemahkan relasi pastoral dan menghambat pertobatan serta pertumbuhan rohani komunitas gereja.
Politik Identitas dan Pengaburan Dialog Antaragama di Media Sosial melalui Analisis Live TikTok Jeremy Lodewyk Frans Pangemanan
Educatio Christi Vol 7 No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : UPT Penelitian Fakultas Teologi Universitas Kristen Indonesia Tomohon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70796/educatio-christi.v7i1.329

Abstract

Fenomena politik identitas di era digital memengaruhi pola interaksi dan dinamika dialog keagamaan. Penelitian ini menganalisis bagaimana makna dialog antaragama mengalami pengaburan melalui studi kasus siaran langsung TikTok Elia Myron, dengan memanfaatkan teori tindakan komunikatif Jürgen Habermas serta teori identitas sosial dari Tajfel, Turner, dan Castells. Temuan penelitian menunjukkan bahwa media sosial, meskipun menyediakan ruang baru bagi perjumpaan lintas iman, justru sering memperdalam polarisasi melalui bias ingroup–outgroup, prasangka sosial, dan klaim kebenaran eksklusif. Interaksi daring yang diamati kerap tidak memenuhi prinsip komunikasi ideal Habermas, seperti kesetaraan partisipasi, kebebasan dari dominasi, dan ketulusan dalam argumentasi. Agama dalam konteks digital tampak ambivalen: dapat menjadi sumber perdamaian, namun juga mudah dijadikan alat konflik identitas. Studi ini menegaskan urgensi etika komunikasi yang membebaskan untuk mengelola dialog antaragama di ruang digital. Praktik komunikasi inklusif dan rasional diperlukan guna membangun ruang publik daring yang dialogis, toleran, dan berorientasi pada perdamaian.
Medical Tourism dan Partisipasi dalam Missio Dei: Kajian Teologi Misi Christopher J. H. Wright Erika Kaligis
Educatio Christi Vol 7 No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : UPT Penelitian Fakultas Teologi Universitas Kristen Indonesia Tomohon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70796/educatio-christi.v7i1.343

Abstract

Penelitian ini menelaah medical tourism sebagai fenomena kontemporer yang diletakkan dalam kerangka Missio Dei melalui lensa teologi misi Christopher J. H. Wright. Di tengah dominasi kajian ekonomi, manajerial, dan kebijakan publik, penelitian ini berupaya mengisi celah teologis dengan menafsirkan wisata medis sebagai bentuk partisipasi nyata manusia dalam misi Allah. Kajian ini menggunakan metode penelitian pustaka, melakukan dialog kritis antara sumber-sumber teologis dan data interdisipliner. Temuan penelitian menunjukkan bahwa medical tourism dapat dikonstruksi secara teologis sebagai wujud keterlibatan manusia dalam karya penyelamatan Allah yang holistik menyentuh dimensi fisik, sosial, sekaligus spiritual. Tapi juga merupakan fenomena yang ambivalen, dengan menghadirkan tantangan etis dan teologis yang perlu dikritisi. Artikel ini diharapkan memperkaya diskursus teologi misi dalam menjawab dinamika pelayanan kesehatan global kontemporer.