cover
Contact Name
Ivan Pangkerego
Contact Email
ivanpeemail@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
educatiochristi@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Teologi Universitas Kristen Indonesia Tomohon Jalan Raya Tomohon, Kakaskasen, Kota Tomohon
Location
Kota tomohon,
Sulawesi utara
INDONESIA
Educatio Christi
ISSN : 08524882     EISSN : 2723472x     DOI : https://doi.org/10.70796/educatio-christi
Educatio Christi bertujuan untuk memajukan aktivitas akademik dan kreativitas karya tulis ilmiah melalui media penelitian serta pemikiran kritis dan analitis di bidang kajian Teologi dan Pendidikan Agama Kristen. Educatio Christi menerima artikel dari berbagai sub-disiplin yang terkait dengan Teologi dan Pendidikan Agama Kristen. Artikel yang dikirimkan harus merupakan karya asli yang belum pernah diterbitkan atau tidak sedang dalam proses penerbitan di jurnal lainnya. Setiap naskah yang dikirimkan wajib mengikuti panduan penulisan atau format yang telah ditetapkan oleh redaksi jurnal. Semua artikel yang masuk akan melalui proses peninjauan menggunakan metode blind review, dengan fokus pada kebaruan dan kontribusi terhadap ilmu Teologi dan Pendidikan Agama Kristen. Subjek kajian untuk Educatio Christi mencakup: Perkembangan Teologi dan Keagamaan Penafsiran Alkitab (Hermeneutik Perjanjian Lama & Perjanjian Baru) Kajian Pendidikan Agama Kristen Etika dan Praksis Kristen Teologi Sistematika Praktik dan Konseling Pastoral Misiologi dan Sejarah Gereja
Articles 131 Documents
Kepemimpinan Yesus Yang Bersahabat Sebagai Model Pendekatan Pelaksanaan Pelayanan Pastoral Pranikah Di Jemaat GMIM Musafir Pinokalan Kotulus, Djulindah; Korua, Sandra
Educatio Christi Vol 6 No 2 (2025): Juli 2025
Publisher : UPT Penelitian Fakultas Teologi Universitas Kristen Indonesia Tomohon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70796/educatio-christi.v6i2.187

Abstract

Pelayanan pastoral Pranikah merupakan salah satu aspek penting dalam memperisapkan pasangan untuk kehidupan memasuki pernikahan Kristen yang sesuai dengan ajaran Kristen yang sesuai dengan ajaran Alkitab yang sehat dan harminis. Tetapi dalam kenyataannya yang ada di jemaat GMIM Musafir Pinokalan bbelum memiliki metode pengajara yang tepat kepada calon pengantin yang hanya di laksanakan dengan ceramah. Penelitian ini menggunakan teori kepemimpinan Yesus yang bersahabat, bertujuan untuk mengkaji penerapan prinsip-prinsip kepemimpinan Yesus yang bersahabat dalam konteks pelayanan pastoral pranikah di jemaat GMIM Musfir Pinokalan. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian ini mengidentifikasikan tantangan dalam pelayanan pastoralpranikah, termasuk kurangnya pendekatan personal, perhatian yang terbatas, serta metode pengajaran yang terlalu formal. Hasil penelitian ini mengusulkan solusi yang di tawarkan meliputi peningkatan pedekatan melalui pendekatan yang lebih relasional, perhatian lebih mendalam, serta penggunaan metode pengajaran yang interaktif dan berbasis pengalaman untuk membangun hubungan yang lebih dekat dan efektif.
Signifikansi Pendidikan Agama Kristen di SLB/B GMIM Damai Tomohon Dalam Membangun Spiritualitas Siswa Mentu, Christy; Suoth, Vanny; Sendow, Mieke Nova
Educatio Christi Vol 6 No 2 (2025): Juli 2025
Publisher : UPT Penelitian Fakultas Teologi Universitas Kristen Indonesia Tomohon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70796/educatio-christi.v6i2.190

Abstract

Penelitian pendidikan agama bagi anak difabel di SLB/B GMIM DAMAI TOMOHON bertujuan untuk menjawab dan memberikan solusi dari tiga permasalahan, yakni pertama, tentang realitas kompetensi pendidikan yang mengajari pendidikan agama Kristen, kedua proses pembelajaran pendidikan agama Kristen, dan ketiga, faktor pendukung dan penghambat pendiidikan di SLB/B. studi ini dilakukan di SLB/B GMIM DAMAI TOMOHON dengan menggunakan penelitian kualitatif dan pengamatan model pembelajaran individu sederhana terhadap pengelolaan kelas pada pelajaran pendidikan agama Kristen. Hasil dari studi ini menemukan bahwa tenaga kompetensi pendidik yang berlatar belakang agama tidak memiliki kompetensi PLB-an, karena itu perlu adanya agama. Atau melakukan pelatihan bagi tenaga pendidik yang berlatarbelakang ke PLB-an dengan model-model pembelajaran pendidikan agama. Selain itu proses pembelajaran harus diperhatikan jenis difabel peserta didik untuk mengefektifkan proses pembelajaran pendidikan agama, model klasikal dengan menggabunggkan dalam satu kelas tidak efektif dan efesien model-model pembelajaran yang lebih realistis.
Meneladani Yesus sebagai Sahabat: Model Kepemimpinan dalam Katekisasi Sidi Untuk Meningkatkan Religiusitas Sidi Jemaat Najoan, Vina Anjeli; Arina, Hein; Lumintang, Ferry
Educatio Christi Vol 6 No 2 (2025): Juli 2025
Publisher : UPT Penelitian Fakultas Teologi Universitas Kristen Indonesia Tomohon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70796/educatio-christi.v6i2.192

Abstract

Dalam tradisi Gereja katekisasi merupakan moment penting dalam pembentukan iman sebelum seseorang menyatakan komitmen imannya. Metode dalam katekisasi memegang peranan penting dalam meningkatkan religiusitas peserta. Namun, dalam praktiknya, metode pengajaran yang digunakan sering kali bersifat satu arah, didominasi oleh ceramah dan hafalan doktrin, yang kurang memberi ruang bagi peserta untuk bertanya dan berdiskusi sehingga proses pembelajaran terasa kaku karna menciptakan jarak antara Pemimpin katekisasi dan peserta. Sebagai respons terhadap tantangan tersebut, penelitian ini mengajukan model kepemimpinan Yesus sebagai Sahabat sebagai pendekatan baru dalam proses katekisasi. Yesus dalam pelayanan-Nya tidak hanya mengajar dengan otoritas, tetapi hadir secara dekat, mendengarkan, berdialog, dan membangun relasi yang setara dengan murid-murid-Nya. Model inilah yang ditawarkan dalam penelitian ini agar katekisasi bisa menjadi lebih hidup dan membuat peserta merasa dihargai. Dengan meneladani Yesus sebagai Sahabat, penelitian ini menawarkan sebuah pendekatan kepemimpinan yang dialogis dan egaliter guna meningkatkan religiusitas Peserta katekisasi sidi.
Falsafah Si Tou Timou Tumou Tou Sebagai Identitas Misi Bagi Gereja di Era Digital Sambur, Zefanya Vallen; Ratag, Linda Patricia
Educatio Christi Vol 6 No 2 (2025): Juli 2025
Publisher : UPT Penelitian Fakultas Teologi Universitas Kristen Indonesia Tomohon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70796/educatio-christi.v6i2.195

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji keselarasan antara misi gereja masa kini dan falsafah Si Tou Timou Tumou Tou sebagai warisan budaya Minahasa yang mengandung nilai-nilai kemanusiaan. Di tengah tantangan globalisasi dan perkembangan teknologi digital, gereja dipanggil untuk tidak hanya menjadi institusi rohani, tetapi juga sebagai agen pemanusiaan yang mampu menghadirkan kasih dan keadilan Tuhan dalam kehidupan nyata. Falsafah Si Tou Timou Tumou Tou, yang berarti "manusia hidup untuk memanusiakan manusia", memberikan landasan kontekstual dan teologis bagi gereja dalam membangun pelayanan yang inklusif, relasional, dan transformatif. Penelitian ini menegaskan bahwa integrasi nilai budaya lokal dan pemahaman teologi misi dapat memperkuat identitas gereja sebagai komunitas yang hidup bersama masyarakat, termasuk melalui ruang digital, untuk menyatakan kasih Allah dalam tindakan nyata.
Peran Roh Kudus dalam Yohanes 14:16-26 Sebagai Landasan Hidup Bagi Pemuda Kristen Yang Mengalami Insecure Kaligis, Kardia; Tewu, Peggy Sandra
Educatio Christi Vol 6 No 2 (2025): Juli 2025
Publisher : UPT Penelitian Fakultas Teologi Universitas Kristen Indonesia Tomohon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70796/educatio-christi.v6i2.196

Abstract

Penelitian ini ditujukan untuk menelusuri dan mendalami peran Roh Kudus dalam Yohanes 14:16–26 sebagai landasan hidup bagi pemuda yang mengalami rasa insecure. Insecure merupakan perasaan tidak aman, takut, dan ragu terhadap diri sendiri yang umum dialami oleh generasi muda masa kini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka, di mana penulis menganalisis perikop Yohanes 14:16–26 melalui pendekatan hermeneutika tematik dan mengaitkannya dengan literatur teologi serta realitas kehidupan pemuda kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Roh Kudus berperan sebagai Penghibur, Penolong, dan Pemberi damai yang menyertai orang percaya. Kehadiran Roh Kudus memberikan kekuatan spiritual, ketenangan batin, dan keyakinan identitas diri dalam Kristus. Dengan demikian, pemuda yang mengalami insecure dapat memperoleh keteguhan dan pengharapan melalui relasi pribadi dengan Roh Kudus.
Perempuan Pemberita: Interpretasi Lukas 24:1-12 dari Perspektif Feminis Elizabeth Fiorenza sebagai Upaya Kesetaraan Gender Tondang, Sry Novita
Educatio Christi Vol 6 No 2 (2025): Juli 2025
Publisher : UPT Penelitian Fakultas Teologi Universitas Kristen Indonesia Tomohon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70796/educatio-christi.v6i2.197

Abstract

Tulisan ini diawali dengan suatu pernyataan bahwa narasi kebangkitan Yesus dalam Lukas 24:1–12 tidak hanya memuat dimensi teologis, melainkan juga mencerminkan dinamika relasi gender dalam konteks budaya patriarkal. Tujuan utama kajian ini adalah untuk melakukan penafsiran ulang terhadap teks tersebut guna menyoroti peran aktif perempuan dan mengkritisi sistem patriarki yang telah meminggirkan keberadaan mereka dalam wacana pelayanan gerejawi. Metodologi yang digunakan adalah pendekatan hermeneutika feminis dengan merujuk pada pemikiran Elizabeth Schüssler Fiorenza, khususnya melalui penerapan hermeneutika kecurigaan sebagai instrumen pembacaan kritis terhadap relasi kuasa dalam teks. Dengan demikian, sentral dari tulisan ini menegaskan bahwa perempuan dalam Lukas 24:1–12 tampil sebagai subjek yang menunjukkan ketekunan, inisiatif, dan kesetiaan dalam pelayanan, sehingga layak memperoleh pengakuan dan peran yang setara dengan laki-laki dalam ranah pewartaan Injil. Hasil penafsiran ini menggarisbawahi pentingnya kesetaraan gender dan mendorong perlunya reformasi struktural dalam pelayanan gereja yang lebih inklusif terhadap keterlibatan Perempuan.
The Kolubung Tradition in West Pangian Village In George Herbert Mead's Theory of Symbolic Interactionism Tewu, Matulandi Arthur; Paendong, Jeysi Preasilia; Timbuleng, Nontje Mery; Komaling, Olga Neltje; Talumepa, Ventje Albert
Educatio Christi Vol 6 No 2 (2025): Juli 2025
Publisher : UPT Penelitian Fakultas Teologi Universitas Kristen Indonesia Tomohon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70796/educatio-christi.v6i2.200

Abstract

This research aims to understand how the meaning of this tradition is formed through social interactions, using the symbolic interactionism approach of George Herbert Mead. The main question posed is how individuals and the community of Pangian Barat Village develop shared meaning through participation in the Kolubung tradition. The research methodology employs a qualitative approach with in-depth interviews, participatory observation, and documentation, along with thematic analysis. Data were collected from members of the community involved in the Kolubung tradition and analyzed to identify the social meanings that are formed in the practice. The results of the study indicate that the Kolubung Tradition functions as a symbol of mourning and as a space for building social solidarity and strengthening relationships among community members. This finding highlights the importance of preserving local traditions as part of social identity and community solidarity, even in the face of changing challenges. This research enriches the understanding of the role of symbols in local traditions and can serve as a foundation for further research regarding the role of the younger generation in maintaining these traditions.
Pandangan Yohanes Calvin Mengenai Korelasi Antara Justification Dan Sanctification Sebagai Sebuah Pendekatan Membangun Nilai Diri Wuwung, Kevin; Tamaweol, Roy Dekky; Manumpil, Michael
Educatio Christi Vol 6 No 2 (2025): Juli 2025
Publisher : UPT Penelitian Fakultas Teologi Universitas Kristen Indonesia Tomohon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70796/educatio-christi.v6i2.249

Abstract

Pemahaman terhadap anugerah Allah dalam konteks pembenaran (justification) dan pengudusan (sanctification) menjadi fondasi penting dalam kehidupan iman Kristen, khususnya dalam tradisi teologi Reformed. Calvin menegaskan bahwa pembenaran merupakan karya Allah yang menyatakan manusia berdosa sebagai benar melalui iman kepada Kristus, sedangkan pengudusan adalah proses transformasi hidup yang dikerjakan oleh Roh Kudus sebagai konsekuensi dari iman yang menyelamatkan. Keduanya merupakan aspek yang tak terpisahkan dalam keselamatan, di mana pembenaran memberikan dasar identitas spiritual, dan pengudusan mengarahkan pada pemulihan karakter menurut gambar Allah. Dengan demikian, pemahaman ini menawarkan kerangka teologis yang kokoh dalam membangun nilai diri yang tidak bergantung pada pencapaian duniawi, melainkan berakar pada kasih karunia dan karya pembaruan Allah. Tulisan ini menyoroti relevansi pendekatan Calvin dalam merespons krisis identitas dan pencarian nilai diri dalam konteks kontemporer.
Membangun Pelayanan Digital Bagi Gen Z di Platform Instagram Dwi Aprilia, Pascalin
Educatio Christi Vol 6 No 2 (2025): Juli 2025
Publisher : UPT Penelitian Fakultas Teologi Universitas Kristen Indonesia Tomohon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70796/educatio-christi.v6i2.257

Abstract

Generasi Z sebagai generasi yang lahir di tengah-tengah perkembangan teknologi dan internet sudah tidak dapat lepas lagi dari media-media sosial yang ada. Bahkan, segala aktifitas dan kebutuhan generasi Z dilakukan menggunakan handphone mereka termasuk dalam bersosialisasi dengan orang lain. Generasi Z dapat menghabiskan waktu berjam-jam selama satu hari untuk melakukan scrolling di media sosial. Gereja sebagai sebuah komunitas ditantang untuk hadir dalam media sosial yang diminati oleh generasi Z agar gereja dapat menjangkau dan melakukan pelayanan digital bagi generasi Z. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif. Penulis akan mendialogkan antara data yang diperoleh dengan sumber pengetahuan. Dalam tulisan ini, penulis menyarankan agar gereja dapat mengoptimalkan pelayanannya dalam platfrom Instagram. Instagram sebagai salah satu media sosial yang diminati oleh Generasi Z saat ini dan memiliki berbagai fitur yang dapat digunakan oleh gereja untuk melakukan berbagai jenis pelayanan digital kepada generasi Z. Dengan demikian, gereja diharapkan membangun relasi dengan generasi Z dengan melakukan apa yang disebut Drescher sebagai LACE (Listening, Attending, Connecting, dan Engaging).
Ecotheology: Integrating Faith, Creation Care, and Contextual Practice in Indonesian Protestant Congregations Runtuwene, Hendry Corneles Mamengko
Educatio Christi Vol 6 No 1 (2025): Januari 2025
Publisher : UPT Penelitian Fakultas Teologi Universitas Kristen Indonesia Tomohon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70796/educatio-christi.v6i1.215

Abstract

Accelerating environmental degradation demands cohesive theological responses, yet current models often treat ecological concerns in isolation. Addressing this gap, the study develops an integrated eco-theological framework for Indonesian Protestant congregations by uniting stewardship theology, cosmotheandric theology, and environmental liberation theology. Employing a multi-method qualitative design, researchers conducted forty semi-structured interviews with clergy, lay leaders, and program participants across four pilot sites; carried out participant observation during eco-liturgy services and community stewardship activities; and systematically analyzed liturgical texts, training curricula, and advocacy reports. Findings reveal that the synthesized framework fosters an eco-spirituality balancing reflective theology on divine–creation interdependence, embodied liturgical practices, and transformative environmental advocacy. Empirical evidence shows strengthened congregational commitment to sustainable initiatives, such as habitat restoration projects and green liturgies, while maintaining theological coherence. This holistic model offers a replicable paradigm for faith communities seeking to integrate deep theological conviction with concrete ecological action.