cover
Contact Name
Salomo Sihombing
Contact Email
salomosihombing93@gmail.com
Phone
+6285271824274
Journal Mail Official
lppmstttrinityparapat@gmail.com
Editorial Address
https://jurnal.stttrinity.id/index.php/stt/editorialteam
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Teologi Trinity
ISSN : 30312329     EISSN : 30312329     DOI : https://doi.org/10.62494/JTT.2023.11.15
Teologi Biblis: Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru Teologi Penggembalaan/Pastoral Teologi Liturgi/Ibadah Sejarah Kekristenan Misi dan Penginjilan Filsafat Bidang-bidang ilmu teologi yang lain
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 31 Documents
Model Kepemimpinan Petrus dalam Kisah Para Rasul: Perubahan Karakter dan Pengaruh Roh Kudus dalam Kepemimpinan Awal Gereja Picasaouw, Agus; Sitompul, Berkat; Andika Paulus Setiabudi; Joko Priyono
Jurnal Teologi Trinity Vol. 2 No. 2 (2025): Regular Issue
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Trinity Parapat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62494/jtt.v2i2.41

Abstract

The contemporary church faces a critical need for effective spiritual leadership amidst internal and external challenges. This study aims to analyze the formation process, the empowerment by the Holy Spirit, and the crisis response of the Apostle Peter, and to establish its profound relevance for spiritual leadership today. Employing a qualitative-descriptive method with a biblical and theological literature analysis approach, this research highlights Peter's character transformation from an impulsive individual into a visionary leader, a change inextricably linked to the central role of the Holy Spirit in equipping him with boldness, wisdom, and authority. The study will also examine Peter's leadership response to internal crises and external conflicts faced by the early church, including issues of integrity, persecution, and theological debates. Ultimately, Peter's model of spiritual leadership provides timeless principles concerning leader formation, the importance of divine empowerment, and resilience in confronting challenges, which are highly relevant for contemporary Christian leadership.
JALAN YANG LEBIH UTAMA LAGI: ETIKA PERJANJIAN BARU Waruwu, Noriken
Jurnal Teologi Trinity Vol. 2 No. 2 (2025): Regular Issue
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Trinity Parapat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62494/jtt.v2i2.43

Abstract

Sejarah Dogma Trinitas Arthur Aritonang
Jurnal Teologi Trinity Vol. 3 No. 1 (2025): Regular Issue
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Trinity Parapat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62494/jtt.v3i1.44

Abstract

KRISTEN PROGRESIF: ANALISIS KRITIS TEOLOGIS DARI SUDUT PANDANG PERJANJIAN LAMA Imanuel Umbu Zawila Deke
Jurnal Teologi Trinity Vol. 3 No. 1 (2025): Regular Issue
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Trinity Parapat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62494/jtt.v3i1.48

Abstract

Pengajaran Kristen Progresif adalah pengajaran yang sudah lama ada namun dikemas dengan ideologi atau paradigma konteks masa kini dan muncul kembali di tahun 2024, pengajaran ini sangat bertentangan dengan kebenaran Alkitab. Penulis ingin kemukakan mengenai pengajaran Kristen Progresif terhadap pemahaman dari penganutnya tentang dosa, keselamatan dan konsep Tritunggal ditinjau sudut pandang Perjanjian Lama. Kristen Progresif mengganggap dosa bukan suatu pelanggaran terhadap hukum Allah, Kristen Progresif mengklaim bahwa keselamatan dapat diperoleh melalui perbuatan baik, dan Kristen Progresif menyatakan bahwa konsep Tritunggal dianggap sebagai suatu batu sandungan dan bukan lagi sesuatu yang penting dalam tatanan Kekristenan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penggunaan metode literatur (Library Research) kepustakaan yang merujuk analisa teks dan wacana dengan pengggunakan sumber primer dan sekunder yang sesuai dengan pokok penelitian. Tujuan penelitian ini adalah mengemukakan sudut pandang Teologi Perjanjian Lama terhadap pengajaran Kristen Progresif. Hasil penelitian menemukan beberapa hal penting. Pertama, bahwa dosa sebagai pelanggaran terhadapa Allah, pemberontakan terhadap Allah, maupun ketidakberimanan kepada Allah yang telah menciptakan manusia itu sendiri. Kedua, Keselamatan Anugerah Allah yang dinyatakan dalam diri Yesus Kristus diterima melalui iman percaya bukan perbuatan baik. Ketiga, Tritunggal Perjanjian Lama dinyatakan dalam bentuk keesaan Allah, dan Tritunggal menjadi tatanan penting dalam kehidupan Kekristenan masa kini.
Patriarki yang Bertemu di Persimpangan: Relasi antara Budaya Lokal dan Agama dalam Membentuk Kuasa atas Perempuan Marthinus Nuniary; Mellisya Simon; Ishak Dipong; Vira Sarimolle
Jurnal Teologi Trinity Vol. 3 No. 1 (2025): Regular Issue
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Trinity Parapat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62494/jtt.v3i1.56

Abstract

Artikel ini mengkaji bagaimana patriarki terbentuk dan dipertahankan melalui persinggungan budaya dan agama lokal, yang secara bersamaan menciptakan dan memperkuat kekuasaan atas perempuan. Permasalahan penelitian dirumuskan sebagai berikut: bagaimana kolaborasi nilai-nilai budaya dan legitimasi agama memperkuat struktur patriarki, dan bagaimana hal ini berdampak pada pembatasan kebebasan bergerak dan hak-hak perempuan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka untuk mengkaji konstruksi patriarki dalam konteks budaya dan agama lokal. Hasilnya menunjukkan bahwa patriarki tidak hadir sebagai sebuah konstruk tunggal, melainkan sebagai jaringan kekuasaan yang diperkuat oleh praktik-praktik budaya dan interpretasi agama yang tidak kritis. Kedua sistem ini saling mendukung, sehingga mengakibatkan ketidaksetaraan gender yang berkepanjangan. Kesimpulannya, budaya dan agama perlu dibaca ulang secara kritis untuk membuka ruang bagi pembebasan. Artikel ini menawarkan wacana tentang interpretasi budaya-agama dan strategi untuk membongkar dominasi patriarki dan membangun hubungan yang adil, setara, dan membebaskan bagi perempuan.
Kepemimpinan Transposisional Paulus sebagai Tawaran Etis-Teologis bagi Kepemimpinan Politik di Indonesia: Analisis 1 Korintus 9:19-23 Harlinton Simanjuntak
Jurnal Teologi Trinity Vol. 3 No. 1 (2025): Regular Issue
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Trinity Parapat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62494/jtt.v3i1.59

Abstract

Dinamika sosial-politik Indonesia memperlihatkan model kepemimpinan yang cenderung kehilangan dimensi etisnya – termanifestasi dalam bentuk kepemimpinan yang nir-empati, bersifat lip-service, berorientasi pada kepentingan partikular, dan menimbulkan krisis kepercayaan publik. Realitas ini menegaskan perlunya transformasi paradigma kepemimpinan nasional. Penelitian ini menggunakan metode riset literatur dengan pendekatan hermeneutika sosial untuk menganalisis prinsip-prinsip kepemimpinan transposisional Paulus berdasarkan analisis terhadap 1 Korintus 9:19–23. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga prinsip etis-teologis yang menandai kepemimpinan transposisional Paulus, yaitu pelayanan, empati, dan integritas. Ketiga prinsip ini berakar pada teologi inkarnasi Kristus yang menampilkan inkarnasi sebagai inti dari kepemimpinan sejati. Dengan demikian, kepemimpinan transposisional Paulus memberikan kontribusi teologis-etis bagi rekonstruksi paradigma kepemimpinan Indonesia menuju model kepemimpinan yang melayani, partisipatif, dan berintegritas sebagai manifestasi kemerdekaan mengabdi bagi orang lain.
Perintisan Gereja di Era Digital: Strategi Membangun Komunitas Iman Kristen bagi Generasi Z Intan Sari Telaumbanua; Jonidius Illu
Jurnal Teologi Trinity Vol. 3 No. 1 (2025): Regular Issue
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Trinity Parapat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62494/jtt.v3i1.69

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah membentuk pola berpikir, cara berinteraksi, serta orientasi spiritual generasi Z, sehingga menuntut gereja untuk merumuskan strategi perintisan dan pembinaan iman yang kontekstual dan relevan. Artikel ini menganalisis dinamika Generasi Z sebagai generasi yang lahir dan bertumbuh dalam ekosistem digital, serta mengevaluasi tantangan yang dihadapi gereja-gereja yang masih berpegang pada pola pelayanan tradisional. Melalui pendekatan yang berfokus pada otoritas Alkitab, transformasi hidup melalui Injil, dan pemuridan yang holistik, tulisan ini mengusulkan sejumlah strategi perintisan gereja yang mampu menjangkau dan membangun komunitas iman yang kuat di tengah budaya digital. Strategi tersebut meliputi pengembangan pelayanan yang berpusat pada relasi, pemanfaatan teknologi secara kreatif dan bertanggung jawab, pembentukan ruang persekutuan yang otentik dan inklusif, serta penguatan praktik pemuridan yang relevan dengan kebutuhan spiritual gGenerasi Z. Artikel ini berkesimpulan bahwa gereja yang bersedia beradaptasi tanpa kehilangan inti Injil mempunyai peluang besar untuk memfasilitasi pertumbuhan iman kaum muda dan membangun komunitas Kristen yang tangguh, misioner, dan transformatif di era digital.
Pemikiran Teologis Tentang Hari Tuhan dalam Kitab Yoel dan Korelasinya  dalam Kitab Wahyu: Pandangan di Era 5.0 Sulistiono; Teguh Bowo Sembodo; Sapto Sunariyanti
Jurnal Teologi Trinity Vol. 3 No. 2 (2026): Regular Issue
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Trinity Parapat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62494/jtt.v3i2.70

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemikiran teologis tentang “Hari Tuhan” dalam Kitab Yoel, mengkaji korelasinya dengan Kitab Wahyu melalui pendekatan intertekstual dan teologi biblika, serta menjelaskan relevansinya bagi iman Kristen di tengah tantangan Era 5.0. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian kepustakaan (library research), kajian ini berfokus pada hermeneutika biblika terhadap teks primer Alkitab dan literatur teologis terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep Hari Tuhan mengalami eskalasi progresif dari skala historis-nasional berupa penghukuman dan pemulihan kovenan dalam Yoel menjadi eskatologis-kosmik yang final dalam Wahyu. Di Era 5.0, pola ini menjadi kerangka etis dan spiritual untuk menanggapi kecemasan digital dan krisis makna. Kontribusi ilmiah penelitian ini terletak pada integrasi kesinambungan intertekstual yang membuktikan bahwa keadilan penghakiman Allah selalu bermuara pada pemulihan kualitatif seluruh ciptaan baru (kainos) secara utuh.
Pendekatan Teologis Terhadap Relasi Spiritualitas dan Psikopatologi Iman Halawa; Saut Maruli P Panggabean
Jurnal Teologi Trinity Vol. 3 No. 2 (2026): Regular Issue
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Trinity Parapat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62494/jtt.v3i2.76

Abstract

Abstrak Penelitian ini mengkaji hubungan antara spiritualitas dan psikopatologi melalui perspektif teologi sistematika dan psikologi klinis. Kajian ini dilatarbelakangi oleh kecenderungan pendekatan psikopatologi modern yang lebih berfokus pada dimensi biologis, kognitif, dan psikososial, sehingga sering kali mengabaikan aspek spiritual dan teologis dalam pengalaman penderitaan manusia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif berbasis studi pustaka dengan pendekatan reflektif-teologis dan analisis interdisipliner terhadap literatur teologi, psikologi, spiritualitas, dan kesehatan mental. Hasil penelitian menunjukkan bahwa spiritualitas dapat berfungsi sebagai faktor protektif maupun faktor risiko dalam kesehatan mental, tergantung pada kualitas relasi individu dengan Tuhan. Penelitian ini juga menemukan bahwa konsep-konsep teologis seperti Imago Dei, kejatuhan, penebusan, penderitaan, dan pengudusan memberikan kerangka interpretatif penting dalam memahami gangguan psikologis melampaui aspek disfungsi emosional dan kognitif semata. Penelitian ini menawarkan model integratif teologis-klinis yang menempatkan spiritualitas bukan sekadar mekanisme coping psikologis, melainkan sebagai fondasi ontologis dan teologis dalam proses pemulihan manusia secara holistik.
Dinamika Pengharapan Mesianik dalam Second Temple Judaism sebagai Latar Belakang Penolakan terhadap Tuhan Yesus Shan Bhanuaji
Jurnal Teologi Trinity Vol. 3 No. 2 (2026): Regular Issue
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Trinity Parapat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62494/jtt.v3i2.77

Abstract

Abstract Penelitian ini mengkaji masalah penolakan terhadap identitas mesianik Yesus Kristus dalam kaitannya terhadap perkembangan pengharapan mesiani dalam Yudaisme Bait Allah Kedua. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis dinamika pengharapan tersebut serta kontribusinya terhadap terbentuknya penolakan terhadap Yesus. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan eksposisi teks terhadap kitab Hagai, Zakharia, Mazmur Salomo, dan 1 Henokh 37-71. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengharapan mesianik mengalami perkembangan dari kerangka teologis-restoratif dalam Perjanjian Lama menuju ekspektasi yang lebih politis dan eskatologis dalam literatur Yudaisme Bait Allah Kedua. Kitab Hagai dan Zakharia menampilkan pemahaman mesianik yang relatif implisit dan berorientasi teologis, sedangkan Mazmur Salomo dan 1 Henokh menggambarkan figur Mesias yang lebih eksplisit, personal, dan berkuasa, serta berkaitan dengan pembebasan politik dan penghakiman eskatologis. Temuan ini menunjukkan bahwa penolakan terhadap Yesus berkaitan dengan ketidaksesuaian antara pengharapan mesianik yang telah berkembang dengan cara penggenapan yang Ia hadirkan melalui penderitaan dan kematian.  

Page 3 of 4 | Total Record : 31