cover
Contact Name
Miftah Rakhmadian
Contact Email
miftahrdian@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
ecoducation.journal@gmail.com
Editorial Address
Jl. Citandui No.46, Purwantoro, Kec. Blimbing, Kota Malang, Jawa Timur
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Ecoducation
ISSN : 26846993     EISSN : 26565234     DOI : https://doi.org/10.33503/ecoducation
Core Subject : Economy, Education,
The Scope of Economic and Education Journal (Ecoducation): Economic Education, Economics, Management, Accounting, Entrepreneurship.
Articles 295 Documents
Persepsi Mahasiswa Gen Z terhadap Implementasi CoreTax dalam Mendukung Transformasi Digital Perpajakan: Gen Z Students' Perceptions of CoreTax Implementation in Supporting Digital Tax Transformation Saharsini, Astuning; Saputra, Era Trianita
Economic and Education Journal (Ecoducation) Vol. 8 No. 2 (2026): Economic and Education Journal (Ecoducation)
Publisher : Pendidikan Ekonomi, Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/ecoducation.v8i2.3461

Abstract

Implementasi Core Tax Administration System (CoreTax) merupakan salah satu langkah strategis dalam mendukung modernisasi administrasi perpajakan melalui transformasi digital. Penelitian ini bertujuan mengkaji persepsi mahasiswa Generasi Z terhadap penerapan CoreTax dengan meninjau aspek pemahaman sistem, literasi perpajakan digital, persepsi manfaat digitalisasi, tingkat kepercayaan terhadap sistem digital, serta hambatan yang dihadapi dalam implementasinya. Penelitian menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan melibatkan 74 mahasiswa Program Studi Pendidikan Akuntansi yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner dengan skala Likert dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki tingkat pemahaman CoreTax, literasi perpajakan digital, persepsi manfaat digitalisasi, dan kepercayaan terhadap sistem digital yang tergolong tinggi. Sebagian besar responden menilai bahwa CoreTax dapat meningkatkan efektivitas administrasi perpajakan, efisiensi layanan, transparansi, serta mendukung peningkatan kepatuhan wajib pajak. Namun, beberapa hambatan masih ditemukan, terutama terkait kurangnya sosialisasi, keterbatasan akses internet, dan kekhawatiran terhadap keamanan data. Secara umum, mahasiswa Generasi Z menunjukkan persepsi yang positif terhadap implementasi CoreTax dan kesiapan untuk mendukung transformasi digital perpajakan. Oleh karena itu, diperlukan penguatan sosialisasi, peningkatan literasi perpajakan digital, pengembangan infrastruktur, serta optimalisasi keamanan sistem guna mendukung pemanfaatan CoreTax secara efektif dan berkelanjutan.
Pengaruh Adopsi Teknologi Informasi terhadap Reputasi dengan Good governance sebagai Moderasi di SMK Malang Selatan: The Influence of Information Technology Adoption on Reputation with Good Governance as Moderation at South Malang Vocational Schools Mahmudi, Zufiatul Dwi; Orbaningsih, Dwi; Muawanah, Umi
Economic and Education Journal (Ecoducation) Vol. 8 No. 2 (2026): Economic and Education Journal (Ecoducation)
Publisher : Pendidikan Ekonomi, Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/ecoducation.v8i2.3503

Abstract

Perkembangan teknologi informasi (TI) mendorong institusi pendidikan, khususnya Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), untuk mengoptimalkan pemanfaatan teknologi guna meningkatkan daya saing institusi. SMK di Kabupaten Malang Selatan memiliki peran strategis dalam menyiapkan tenaga kerja yang terampil dan siap kerja. Penelitian ini menganalisis pengaruh adopsi TI terhadap reputasi SMK di wilayah Malang Selatan dengan good governance sebagai variabel moderasi. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain kausal-komparatif. Populasi penelitian mencakup seluruh SMK di wilayah Malang Selatan, dengan responden yang terdiri atas kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan. Data dikumpulkan melalui kuesioner tertutup berbasis skala Likert lima poin dan dianalisis menggunakan Moderated Regression Analysis (MRA) dengan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adopsi TI berpengaruh positif dan signifikan terhadap reputasi sekolah dan terhadap penerapan good governance. Selain itu, good governance terbukti memoderasi secara signifikan pengaruh adopsi TI terhadap reputasi sekolah. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan TI yang didukung oleh tata kelola yang baik berkontribusi pada penguatan reputasi institusi SMK secara berkelanjutan.
Dampak Penggunaan Pembayaran QRIS terhadap Perilaku Manajemen Keuangan Generasi Z: The Impact of QRIS Payment Usage on Generation Z's Financial Management Behavior Syahrani, Faiza Aurelia; Sari, Loesita; Fandyansari, Melisa Wahyu; Riyanto, Riyanto
Economic and Education Journal (Ecoducation) Vol. 8 No. 2 (2026): Economic and Education Journal (Ecoducation)
Publisher : Pendidikan Ekonomi, Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/ecoducation.v8i2.3634

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak penggunaan Quick Responden Code Indonesia (QRIS) terhadap perilaku manajemen keuangan Generasi Z di Kelurahan Jatimulyo, Kota Malang. Pendekatan penelitian ini menggunakan kuantitatif dengan metode survei. Data diperoleh melalui penyebaran kusioner kepada kalangan generasi Z di Kelurahan Jatimulyo, Kota Malang yang menggunakan QRIS sebagai alat pembayaran. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 136 generasi Z di Kelurahan Jatimulyo RW 01, Kota Malang. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 102 responden generasi Z di Kelurahan Jatimulyo RW 01, Kota Malang dengan menggunakan rumus Slovin yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrument pada penelitian di uji pada 12 responden dari RW 03 Jatimulyo, Kota Malang sebagai sampel (pilot test), selanjutnya penelitian dilakukan kepada 90 generasi Z di Kelurahan Jatimulyo RW 01, Kota Malang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan QRIS berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku manajemen keuangan Generasi Z di Kelurahan Jatimulyo, Kota malang. Hasil analisis regresi menunjukkan nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,374 yang berarti penggunaan QRIS mampu menjelaskan perilaku manajemen keuangan sebesar 37,4%, sedangkan sisanya sebesar 62,6% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Selain itu, diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,000 (< 0,05) yang menunjukkan bahwa hipotesis penelitian diterima. Semakin tinggi penggunaan QRIS, maka semakin baik perilaku manajemen keuangan Generasi Z dalam mengelola pengeluaran dan melakukan transaksi keuangan.
Pengaruh Penggunaan Media Sosial TikTok terhadap Hasil Belajar Mahasiswa: The Influence of TikTok Social Media Use on Student Learning Outcomes Maghfiroh, Khoiriyatul; Sari, Loesita; Fandyansari, Melisa Wahyu; Rakhmadian, Miftah
Economic and Education Journal (Ecoducation) Vol. 8 No. 2 (2026): Economic and Education Journal (Ecoducation)
Publisher : Pendidikan Ekonomi, Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/ecoducation.v8i2.3724

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media sosial TikTok terhadap hasil belajar mahasiswa Pendidikan Ekonomi Angkatan 2023 Universitas Insan Budi Utomo serta mengetahui besarnya pengaruh yang diberikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Populasi penelitian berjumlah 106 mahasiswa, sedangkan sampel sebanyak 84 responden ditentukan dengan menggunakan rumus Slovin. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner, sedangkan hasil belajar diperoleh dari Indeks Prestasi Kumulatif (IPK). Data dianalisis menggunakan regresi linier sederhana, koefisien determinasi dan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media sosial TikTok berpengaruh negatif dan signifikan terhadap hasil belajar mahasiswa, dengan nilai signifikansi sebesar 0,001 (<0,05). Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi penggunaan media sosial TikTok, maka hasil belajar cenderung menurun. Nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0,127 menunjukkan bahwa penggunaan media sosial TikTok memberikan kontribusi sebesar 12,7% terhadap hasil belajar, sedangkan 87,3% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan media sosial TikTok berpengaruh negatif dan signifikan terhadap hasil belajar mahasiswa Pendidikan Ekonomi Angkatan 2023 di Universitas Insan Budi Utomo.
Ketidaksesuaian Kualifikasi Akademik dengan Kebutuhan Pasar Kerja sebagai Pemicu Pengangguran Intelektual: Mismatch of Academic Qualifications with Job Market Needs as a Trigger for Intellectual Unemployment Oktavia, Novi Tri
Economic and Education Journal (Ecoducation) Vol. 8 No. 2 (2026): Economic and Education Journal (Ecoducation)
Publisher : Pendidikan Ekonomi, Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/ecoducation.v8i2.3482

Abstract

Fenomena pengangguran intelektual di Indonesia terus meningkat dalam satu dekade terakhir, ditandai dengan ketimpangan antara jumlah lulusan perguruan tinggi dan ketersediaan lapangan kerja formal yang relevan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan tingginya angka pengangguran intelektual serta menelaah adaptasi lulusan terhadap dinamika pasar kerja melalui jalur non-konvensional. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan wawancara mendalam kepada 10 informan dari kalangan lulusan perguruan tinggi di Jawa Timur dari Desember 2025 sampai Juni 2026. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengangguran intelektual terutama didorong oleh ketidaksesuaian antara kualifikasi akademik dan kebutuhan industri, selektivitas lulusan dalam memilih pekerjaan, diskriminasi usia dan visual dalam rekrutmen, lemahnya soft skills, serta keterbatasan koneksi sosial. Fenomena ini menimbulkan tekanan psikologis seperti rasa minder, malu, kecewa, stres, hingga depresi, terutama ketika lulusan harus menyaksikan rekan sebaya yang tidak mengenyam pendidikan tinggi namun lebih sukses secara ekonomi. Pengangguran intelektual merupakan permasalahan multidimensi yang membutuhkan respons holistik dari pemerintah, institusi pendidikan, dan dunia industri untuk menciptakan ekosistem kerja yang inklusif, adaptif, dan manusiawi.