cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
iin_indrayani@polsri.ac.id
Editorial Address
Politeknik Negeri Sriwijaya Jurusan Teknik Sipil Jl. Srijaya Negara Bukit Besar Palembang - 30139 Telp: 0711-353414, Fax:0711-355918
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
PILAR
ISSN : 19076975     EISSN : 27222926     DOI : -
Jurnal Pilar adalah jurnal dibidang Teknik Sipil dengan Bidang kajian : Sumber Daya Air Manajemen Rekayasa Geoteknik Struktur Transportasi
Articles 162 Documents
ANALISIS MODULUS RESILIEN CAMPURAN LAPIS AUS ASPAL MODIFIKASI DENGAN SERBUK BAN BEKAS MENGGUNAKAN ALAT UMATTA (51-57) Tanya Audia Balqis
PILAR Vol. 15 No. 2 (2020): Pilar: September 2020
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKTujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui kekuatan suatu campuran lapis aus aspal dengan pengaruh serbuk ban bekas yang digunakan. Penelitian dilakukan dengan metode pengujian laboratorium menggunakan alat Universal Material Testing Apparatus (UMATTA) untuk mengetahui besaran nilai Modulus Resilien (MR). Pengujian modulus resilien merujuk pada pedoman ASTM D4132.Penelitian dilakukan pada campuran lapis aus aspal dengan modifikasi serbuk ban bekas sebesar 15 % dan  kadar aspal optimum (KAO) 5,9 %. Penentuan campuran ditentukan berdasarkan pengujian marshall sebelumnya. Pengujian marshall sebelumnya dilakukan dengan variasi campuran kadar serbuk ban bekas sebesar 0 %, 5 %, 10%, 15 % dan 20 % terhadap berat agregat. Hasil pengujian umatta didapat bahwa nilai MR pada kadar serbuk ban bekas 15 % adalah sebesar 1560,5 Mpa untuk temperatur pengujian normal yaitu 25°C. Sedangkan nilai MR pada suhu maksimum 40°C dihasilkan nilai sebesar 234 Mpa. Penentuan suhu tersebut diambil sesuai pedoman perencanan perkerasan lentur Pd-T-05-2005-B. Berdasarkan hasil tersebut didapat bahwa penurunan suhu mempengaruhi nilai modulus resilien campuran beraspal yaitu sebesar 85 %. Kemudian berdasarkan Manual Desain Perkerasan Jalan 2013 diketahui bahwa nilai MR campuran lapis aus aspal pada suhu normal adalah sebesar 1100 Mpa. Berdasarkan uraian diatas diperoleh perbandingan kenaikkan nilai MR sebesar 29,5 % antara campuran normal dengan campuran serbuk ban bekas 15 %. Maka secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan modulus resilien pada penambahan serbuk ban bekas sebesar 15% yang dapat memberikan penambahan nilai kekuatan campuran lapis aus aspal dalam menahan beban kendaraan.Kata kunci : Lapis Aus Aspal, Serbuk Ban Bekas, Modulus Resilien, UmattaABSTRACT The purpose of this study was to determine the strength of an asphalt wear layer mixture with the influence of used Crumb Rubber (CR). The research was conducted by using laboratory testing methods using the Universal Material Testing Apparatus (UMATTA) to determine the Resilient Modulus (MR) value. Resilient modulus testing refers to ASTM D4132 guidelines. The study was carried out on a mixture of asphalt wear layers with modified tire powder by 15% and an optimum asphalt content (KAO) of 5.9%. The determination of the mix was determined based on previous Marshall testing. Previous marshall testing was carried out by varying the mixture of used CR content of 0%, 5%, 10%, 15% and 20% of the aggregate weight. The results showed that the MR value on the 15% used tire powder content was 1560.5 MPa for the normal test temperature of 25°C. While the MR value at a maximum temperature of 40°C resulted in a value of 234 MPa. The temperature determination was taken according to the flexible pavement planning guidelines Pd-T-05-2005-B. Based on these results, it was found that the decrease in temperature affected the resilient modulus of the asphalt mixture by 85%. Then based on Road Pavement Design Manual 2013, it is known that the MR value of the asphalt wear layer mixture at normal temperatures is 1100 MPa. Based on the description above, the ratio of the increase in MR value is 29.5% between the normal mixture and the used tire powder mixture of 15%. So overall it can be concluded that there is an increase in resilient modulus in the addition of used tire powder by 15% which can increase the strength value of the asphalt wear layer mixture to withstand vehicle loads.Keywords : Asphalt Concrete Wearing Course, Crumb Rubber, Resilient Modulus, Umatta
PENGARUH BANGKITAN LALU LINTAS KAMPUS POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA TERHADAP KINERJA RUAS JALAN DI SEKITARNYA Yusri Yusri
PILAR Vol. 6 No. 2 (2011): PILAR 06092011
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Politeknik Negeri Sriwijaya (Polsri) adalah merupakan salah satu dari tiga perguruan Tinggi (UNSRI, IAIN, POLSRI) yang ada di kota Palembang. Dengan kiprahnya sebagai salah satu pusat pendidikan tinggi yang ada, dari tahun ke tahun akan terjadi peningkatan jumlah sarana, prasarana, civitas academika dan karyawan.  Peningkatan ini akan berpengaruh terhadap pelayanan ruas jalan di sekitar kampus, karena Politeknik merupakan pembangkit lalulintas dari ruas jalan di sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar peran lembaga ini dalam membangkitkan laulintas di sekitarnya terutama terhadap ruas jalan, mengingat kampus ini terletak berdekatan dengan jalan utama yaitu Jl. Sri jaya Negara, Jl. Lunjuk Jaya dan Jl.Demang Lebar Daun.                Dari hasil penelitian diperoleh volume jam puncak : Jl.Srijaya Negara = 1770,698 smp/jam; Jl.Akses Unsri = 911,280 smp/jam; Jl. Akses Polsri = 276,506 smp/jam; Jl. Lunjuk  Jaya = 455,625 smp/jam dan Jl. Demang Lebar daun = 3518,478 smp/jam.Kapasitas ruas jalan diperoleh : Jl.Srijaya Negara = 59948,64 smp/jam; Jl.Akses Unsri = 6175,95 smp/jam; Jl.Akses Polsri = 5595,348 smp/jam; Jl.Lunjuk Jaya = 2851,587 smp/jam dan Jalan Demang Lebar Daun = 6441,90 smp/jam.  Ratio volume terhadap kapasitas (v/c) untuk ruas  jalan: Jl.Srijaya Negara = 0,30; Jl.Akses Unsri = 0,14;  Jl.Akses Polsri = 0,05 ; Jl.Lunjuk Jaya =  0.16; Jl. Demang Lebar Daun = 0,55.  Ke lima ruas jalan tersebut  di atas,  masih dapat menampung arus lalulintas  dan belum diperlukan perubahan fisik jalan.  Pembebanan lalulintas (Unsri + Polsri) terhadap ruas Jalan Srijaya Negara =  67,8 %, sedangkan pembebanan Polsri terhadap ruas jalan Srijaya Negara = 15,6 %,  Jl. Lunjuk Jaya membebani jalan Demang Lebar Daun sebesar 12,95 %.  Kemacetan di depan kampus Unsri hanya disebabkan kendaraan angkot dan bus kota mengisi penumpang di mulut simpang.  Diperlukan koordinasi antara Polsri, Unsri dan Aparatur terkait dalam menanggulangi kemacetan pada jam puncak serta pemasangan rambu lalulintas.
PENGARUH PENGGANTIAN SEBAGIAN SEMEN DENGAN ABU SEKAM PADI TERHADAP KEKUATAN BETON K-400 Djaka Suhirkam; A Latif
PILAR Vol. 8 No. 1 (2013): PILAR 08032012
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan bahan tambah mineral ( additive ) didalam campuran beton saat ini sudah merupakan bahan yang penting, hal ini dimaksudkan untuk menaikkan kekuatan tekan beton yang dihasilkan . Bahan tambah mineral merupakan bahan tambah yang mengandung pozzollan. Pozzollan adalah bahan tambah yang mempunyai kandungan utamanya adalah silika dan alumina . Pozzolan yang banyak mengandung silica dan alumina salah satunya adalah dari Abu sekam padi, karena Abu sekam padi mempunyai kandungan silika yang tinggi .Untuk mengetahui sejauh mana pengaruh abu sekam padi sebagai pozzolan yang dipakai sebagai pengganti sebagian semen terhadap kekuatan beton, maka dilakukan penelitian untuk mengetahui pengaruhnya. Penelitian dilakukan di laboratorium Bahan Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri sriwijaya untuk mengetahui sejauh mana pengaruh dari abu sekam padi sebagai pengganti sebagian semen terhadap kuat tekan dan kuat tarik beton pada beton mutu K - 400. Dalam penetilian persentase penggantian pemakaian abu sekam padi terhadap semen adalah 2,5 % ; 5% ; 7,5 % dan 10 % . Dalam penetilian ini benda uji beton mempunyai bentuk kubus berukuran ( 15x15x15 ) cm untuk kuat tekan dan untuk kuat tarik beton benda uji berbentuk silinder yang mempunyai ukuran diameter 15 cm dan tinggi 30 cm digunakan untuk uji tarik  belah .Dari percobaan di laboratorium didapat suatu hasil kuat tekan dan kuat tarik belah beton yang menggunakan abu sekam padi lebih besar bila dibandingkan dengan beton normal. Lebih besar persentase penggunaan abu sekam padi kekuatannya lebih meningkat.
PENGARUH PENGGUNAAN ABU VULKANIK SEBAGAI FILLER TERHADAP CAMPURAN ASPAL BETON LAPIS ASPHATL CONCRETE – WEARING COURSE (AC-WC) Sudarmadji Sudarmadji; Hamdi Hamdi
PILAR Vol. 10 No. 2 (2014): PILAR 0902014
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian menggunakan abu vulkanik sebagai filler pada campuran aspal beton untuk mengetahui seberapa besar pengaruh penggunaan abu vulkanik terhadap kuat tekan lapisan aspal beton (AC-WC) yang merupakan salah satu bagian dari lapis perkerasan yang berfungsi sebagai lapis aus yang berhubungan langsung dengan ban kendaraan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai Stabilitas, Kelelehan, VIM, VMA, VFA, dan MQ pada campuran aspal beton AC-WC yang menggunakan abu vulkanik sebagai bahan  pengisi. Pengujian Marshall menggunakan KAO 6,8 % dengan variasi kadar abu vulkanik sebesar 0%, 25%, 50%, 75% dan 100%. Nilai untuk stabilitas variasi 0% abu vulkanik yaitu 1461,7 kg, untuk variasi 25% yaitu 1356 kg, untuk variasi 50% yaitu 1340 kg, untuk variasi 75% yaitu 1294 kg dan untuk variasi 100% yaitu 1283,67 kg. Dari hasil pengujian ini, dinyatakan bahwa nilai stabilitas campuran aspal beton dengan menggunakan abu vulkanik lebih rendah dibandingkan nilai stabilitas campuran aspal beton tanpa abu vulkanik.
TINJAUAN DISAIN STRUKTUR JEMBATAN BETON PRATEGANG DARI SISI ABUTMEN ( 25-30 ) Royhan Fadlan; Amirul Syah; Djaka Suhirkam; Agus Subrianto
PILAR Vol. 14 No. 2 (2019): Pilar: September 2019
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTPrestressed Concrete Bridge of Keramasan Section in Palembang, South Sumatra Province, is part of the Kayu Agung - Palembang - Betung Toll Road to connect the toll road section separated by the river. The bridge has  total length 1153 m and width 12.7 m in one direction and is supported by 2 abutments and 22 piers. However, in the following design, we only review the design along the 200 m length of the bridge or from abutment to pier 2. The bridge has 6 girders for each span with 2.25 m distance between girders. The main girder of this bridge uses PC-I shape with post-tensioned method using 50 Mpa grade concrete. For floor slabs using in-situ reinforced concrete, so there will be a composite action between precast beams and concrete slab. Based on the results of borlog testing, hard soil is at a depth of 64 meters. So we use pile foundation which carrying capacity of a combination of end bearings and friction. This bridge design refers to RSNI T - 02 - 2005 and RSNI - T - 03 - 2004. The design results are 25 cm slab thickness, 2.1 m girder height, and 60 cm diameter of piles varying amounts of abutments and pillars.Keywords : Dedign, bridge, Prestressed Concrete Girder, Abutment, PierABSTRAKJembatan Beton Prategang Keramasan Ruas pada Tol Kapalbetung Kota Palembang Provinsi Sumatera Selatan, merupakan bagian dari Ruas Tol Kayu Agung – Palembang – Betung untuk menghubungkan trase jalan tol yang terpisahkan oleh sungai keramasan. Jembatan ini memiliki panjang total sepanjang 1153 m dan lebar 12,7 m untuk satu arahnya serta ditopang oleh 2 abutmen dan 22 pilar jembatan. Namun dalam perencanaan berikut ini, kami hanya meninjau disain sepanjang 200 m panjang jembatan atau dari abutmen sampai pilar 2. Jembatan ini memiliki 6 gelagar mamanjang untuk tiap bentangnya dengan jarak antar gelagar 2,25 m. Struktur utama dari jembatan ini berupa Balok Prategang I (PCI), dengan metode pasca-tarik dan mutu beton K-500. Untuk pelat lantai mengunakan konstruksi beton bertulang dengan metode insitu, sehingga akan terjadi aksi komposit antar-balok pracetak dan pelat cor di tempat. Sedangkan untuk konstruksi kepala jembatan juga direncakan menggunakan beton bertulang dengan metode insitu. Dilihat dari hasil pengujian borlog, tanah keras berada pada kedalaman 64 meter. Letak tanah keras yang relatif dalam, maka digunakan pondasi tiang pancang dengan daya dukung kombinasi end bearing dan friction. Perencanaan jembatan ini mengacu pada RSNI T – 02 – 2005 dan RSNI – T – 03 – 2004. Hasil disain adalah tebal pelat 25 cm, tinggi gelagar 2,1 m, dan menggunakan tiang pancang diameter 60 cm dengan jumlah bervariasi pada abutmen dan pilar.Kata-kata kunci : Disain, Jembatan, Balok Beton Prategang, Abutmen, Pilar
ANALISIS KEBUTUHAN PELAYANAN KENDARAAN UMUM AKDP DALAM TERMINAL ALANG-ALANG LEBAR PALEMBANG A Latif
PILAR Vol. 9 No. 2 (2013): PILAR 09092013
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terminal  Alang –  Alang Lebar adalah salah  satu terminal  tipe A yang terletak di Kelurahan Alang  –  Alang Lebar Kecamatan Sukarame Palembang, luas ± 5 hektar yang melayani angkutan umum seperti angkutan antar kota dalam propinsi (AKDP), angkutan antar kota antar propinsi (AKAP), angkutan pedesaan (Angdes) dan angkutan bus kota. Sebagaimana komponen utama dalam pengopeerasiannya terminal dituntut untuk dapat melayani lalulintas penumpang dan kendaraan. Dari hasil pengamatan pendahuluan didapatkan bahwa banyak fasilitas pelayanan yang tidak dimanfaatkan secara maksimal terutama pada fasilitas pelayanan kendaraan ( tempat kedatangan, antrian kendaraan dan tempat keberangkatan kendaraan). Tujuan penelitian ini adalah  hanya  untuk menganalisa system pelayanan  dan kebutuhan kendaraan angkutan umum antar kota dalam propinsi (AKDP) pada terminal Alang  –  Alang Lebar dalam operasionalnya terhadap peningktan pelayanan kepada penumpang. Metodologi dalam penelitian ini adalah menggunakan metode observasi atau pengamatan langsung  di lapangan (terminal Alamng  –  Alang Lebar Palembang) dengan mencatat kejadian atau peristiwa yang ada di lapangan sebagai pengumpulan data primer dan menganalisanya menggunakan aturan-aturan atau standar dari Dirjen. Perhubungan Darat, Dishub Propinsi Sumatera Sel;atan sebagai data sekunder. Dari hasil analisa bahwa system pengoperasian pelayanan dan jumlah angkutan umum AKDP belum perlu untuk menambah armada, dan fasilitas pelayanan seperti tempat kedatangan, tempat keberangkatan kendaraan belum optimal dimanfaatkan dan perlu perbaikan system operasinalnya.
STABILISASI TANAH LEMPUNG DENGAN PENAMBAHAN LIMBAH SAWIT TERHADAP NILAI CALIFORNIA BEARING RATIO Ibrahim Ibrahim
PILAR Vol. 9 No. 2 (2013): PILAR 09092013
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Soil material that is very influential in the construction work, as an area of land will not have the same properties with other regions. Most areas in Indonesia, especially the city of Palembang on soft ground. Two main problems in soft soil is a huge drop and land carrying capacity is small. Strong bearing clays is strongly influenced by the water content, which when dry soil conditions have a strong high capacity and soil saturation conditions will have a lower carrying capacity. Large volume changes which can harm the soil so that the buildings need serious treatment. One soil improvement efforts is by using the additive stabilization of solid waste palm kernel. In this study the soil to be stabilized is clay derived from the Tanjung Api-Api, with the addition of the percentage of additive variation of solid waste palm kernel at 2.5%, 5%, 7.5%, 10% and 12.5% . The testing performed is testing soil physical properties (water content, grain grading, soil density, hydrometer analysis and Atterberg limits), and testing of mechanical properties of soil ie CBR (California Bearing Ratio). Percentage obtained in the research process LL value (65.19%) PL (34.90%) and IP (30.29%) while the percentage of the value of the fine fraction sieving size <0.075 mm (93.685%), and the size of the coarse fraction .0.075 mm (1.53%). Results of each percentage value according to the classification system USCS (Unified soil classification system) is included in the clay soil classification group OH ie organic clay with high plasticity to moderate. The addition of the additive causes soil properties LL (liquid limit) PL (plastic limit) increases so that IP (plasticity index) increases. The addition of the additive will affect the percentage of the value of the soaked and unsoaked CBR test. CBR value increased 7.5% and the percentage decrease in the percentage of 10% and 12.5%.
ANALISIS NILAI CHI-SQUARE DAN KETELITIAN HARIAN NORTH EAST DAN UP STATION GNSS CORS GMU1 ( 1-8 ) Sri Rezki Artini
PILAR Vol. 14 No. 1 (2019): Pilar: Maret 2019
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi pengukuran dan pemetaan, seperti cara penentuan titik melalui Global Positioning System (GPS) dan komputerisasi pengolahan, penyajian dan penyimpanan data, pelaksanaan pengukuran dan pemetaan dapat digunakan untuk kepentingan ilmiah dengan menggunakan acuan yaitu stasiun aktif GNSS CORS. Dalam penelitian ini, stasiun aktif GNSS CORS yang digunakan adalah stasiun GNSS CORS GMU1 yang terletak di Gedung Fakultas Teknik Jurusan Teknik Geodesi (Lantai Tiga) Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, Indonesia. Penelitian ini menganalisis nilai chi-square dan membahas mengenai ketelitian harian dari stasiun GNSS GMU1. Hasil akhir juga diketahui nilai chi-square masing-masing doy dan nilai wrms dari ketelitian harian stasiun aktif ini dalam rangka pendefinisian ulang koordinat stasiun GNSS CORS GMU1 yaitu menggunakan data pengamatan GNSS selama tujuh hari yaitu tanggal 14 Juli 2012 sampai dengan tanggal 20 Juli 2012 menggunakan empati titik ikat stasiun regional yang ada di Pulau Jawa dan Pulau Bali yaitu BAKO, CJPR, CDNP, dan CSRJ. Pengolahan data menggunakan software ilmiah GAMIT/GLOBK. Nilai chi-square yang kecil pada awal file menunjukkan nilai apriori dan constraint konsisten terhadap data yang diproses yaitu pada doy 196 sebesar 0,093. Ketelitian harian pada komponen North yaitu nilai wrm sebesar 2,1 mm. Nilai wrms untuk komponen East sebesar 5,4 mm. Sedangkan ketelitian harian pada komponen Up stasiun aktif GMU1 yaitu nilai wrms tersebut adalah sebesar 5,7 mm. Secara keseluruhan, hasil pengolahan untuk stasiun aktif GMU1 menunjukkan bahwa seluruh komponen wrms mempunyai nilai kurang dari 10 mm. Hal ini mengindikasikan bahwa tidak ada data outliers pada pengamatan tersebut.
PENGARUH PEMADATAN BETON SEGAR TERHADAP KUAT TEKAN BETON Lina Flaviana Tilik; Ika Sulianti
PILAR Vol. 7 No. 1 (2012): PILAR 07032012
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Concrete is construction material which frequently used in the field of civil engineering. In constructing process, concrete material is a part of building structure with some superiorities, among others, are: high compressive strength, being able to be formed as needed, no serious maintenance needed, and relatively fireproof and weatherproof. Various studies and experiments in the field of concrete as part of efforts to improve the quality of concrete. One way to increase the strength of concrete is to increase the compacting, which minimizes pores or cavities formed in the concrete. The additive material used in this study is fly ash. Fly ash is a waste of coal burning. The fly ash in this study was taken from PLTU Bukit Asam Tanjung Enim. The type of fly ash used is fly ash F class, which is the result of burning of coal of anthracite/bituminous with low content of CaO, less than 10%.  Maximum density of concrete can be attained by compacting the fresh concrete. The main goal of compaction of the fresh concrete is to eliminate air cavities and to achieve maximum density. The concrete compressive strength will increase if the density of concrete also increases. The compaction of 75 kg / cm ² with no fly ash added   generates  the strength of compressive of concrete  41.08 MPa. The greater compaction of fresh concrete is given, the more compacted the concrete will be, surely the  weight of the concrete content will get heavier. This is because the concrete that has been compacted  will be more compacted, so that air pores in the concrete will be smaller than normal concrete. The maximum weight of concrete of compaction   75 kg / cm ² with no fly ash added is  2.518 ton / m³. In this study the crack tend to form columnar type.
KONTRIBUSI KENDARAAN RODA DUA TERHADAP KEPADATAN LALU LINTAS DI JALAN KOL.H.BARLIAN PALEMBANG A Latif; Yusri Yusri
PILAR Vol. 10 No. 2 (2014): PILAR 0902014
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jalan Kol.H. Barlian mempunyai letak yang strategis, karena merupakan jalan penghubung dari dari Utara Pulau Sumatera menuju ke Lampung dan Pulau Jawa. Selain itu jalan ini merupakan jalan  utama dari Kabupaten MUBA dan Banyu Asin menuju pusat Kota Palembang. Variasi jenis kendaraan (mix traffic) termasuk kendaraan roda dua, menyebabkan ruas jalan ini menjadi sangat padat.Penelitian ini bertujuan untuk untuk mendapatkan populasi kendaraan roda dua serta seberapa besar kontribusi kendaraan roda terhadap karakteristik lalulintas di ruas jalan ini.Dari hasil penelitian populasi kendaraan roda dua terhadap total kendaraan yang beroperasi pada ruas jalan adalah : tahun 2003 sebesar 17,25 %; tahun 2005 sebesar 23,15 % dan tahun 2010 sebesar 38 %. Kecepatan rerata kendaraan roda (Vr)dua lebih besar dari pada kecepatan rerata total kendaran pada ruas jalan (Vt). Tahun 2003: Vr = 45,52 km/jam > Vt=40,60 km/jam ; tahun 2005: Vr= 46,82 km/jam > 37,01 km/jam dan tahun 2010 : Vr = 46, 82 km/jam > Vd = 29 km/jamKontribusi kepadatan yang diakibatkan oleh kendaraan roda dua terhadap total kepadatan pada ruas jalan adalah : tahun 2003 sebesar 15,6 %, tahun 2005 sebesar dan tahun 2010 sebesar 29,33 %. Kontribusi tingkat pelayanan yang diakibatkan oleh roda dua adalah: tahun2003 sebasar 0,38 atau 17 %, tahun 2005 sebesar 32% dan tahun2010 sebesar 38 %.  

Page 10 of 17 | Total Record : 162