cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
iin_indrayani@polsri.ac.id
Editorial Address
Politeknik Negeri Sriwijaya Jurusan Teknik Sipil Jl. Srijaya Negara Bukit Besar Palembang - 30139 Telp: 0711-353414, Fax:0711-355918
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
PILAR
ISSN : 19076975     EISSN : 27222926     DOI : -
Jurnal Pilar adalah jurnal dibidang Teknik Sipil dengan Bidang kajian : Sumber Daya Air Manajemen Rekayasa Geoteknik Struktur Transportasi
Articles 162 Documents
KAJIAN PRASARANA JALAN DALAM MENDUKUNG PERKEMBANGAN WILAYAH INDUSTRI TANJUNG API API INDRAYANI INDRAYANI
PILAR Vol. 10 No. 2 (2014): PILAR 0902014
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wilayah Tanjung Api Api yang berada di Provinsi Sumatera Selatan tepatnya di Kabupaten Banyuasin merupakan wilayah potensial yang dapat dikembangkan mengingat letaknya yang sangat strategis, hal ini tentunya dapat meningkatkan pertumbuhan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat di Sumatera Selatan umumnya. Mengingat wilayah Tanjung Api Api terdapat pelabuhan laut dan pelabuhan penyeberangan menuju Bangka dan Belitung serta di wilayah ini akan dijadikan kawasan ekonomi khusus (KEK) sesuai dengan Undang-undang RI Nomor 39 tahun 2009 tentang Kawasan Ekonomi Khusus (Tim Bappeda Sumsel, 2012). Keberadaan infrastruktur jalan untuk mendukung keberlangsungan perkembangan kawasan ekonomi di Tanjung Api Api tentunya sangat dibutuhkan, karena tanpa jalan yang layak maka perkembangan tersebut akan terkendala karena putusnya jalur transportasi yang menghubungkan kawasan tersebut sehingga akan mempersulit pergerakan orang dan barang. Melihat kondisi infrastruktur jalan yang ada sekarang berupa jalan aspal yang sudah begelombang dan berlubang serta jalan beton dengan retakan dan patahan yang sangat membahayakan pemakai jalan baik kendaraan roda dua maupun roda empat akan mengakibatkan terganggunya kenyamanan selama dalam perjalanan menuju kawasan Tanjung Api Api.Beberapa penanganan kerusakan jalan dapat dilakukan dengan menggunakan standar penanganan kerusakan jalan pada lapisan lentur menggunakan metode perbaikan standar Direktorat Jendral Bina Marga 1995. Jenis- jenis metode penanganan tiap- tiap kerusakan adalah : metode perbaikan standar, perbaikan jalan dengan overlay, perbaikan jalan dengan Rigid Pavement, dan perbaikan jalan dengan Cement Treated Recycling Base (CTRB).Pemeliharaan prasarana jalan menuju Tanjung Api-Api harus dilakukan dengan memperhatikan 3 aspek yang ada yaitu aspek ekonomi, sosial dan lingkungan. Dimana aspek ekonomi berkaitan dengan pendanaan yang tersedia agar dapat digunakan seefektif mungkin terhadap pemeliharaan jalan dengan memilih teknik pemeliharaan jalan yang tepat sehingga jalan dapat berfungsi dengan baik sesuai dengan usia jalan yang direncanakan. Tinjauan terhadap aspek sosial yaitu dengan memperhatikan kebutuhan masyarakat dan pengembangan wilayah sehingga prasarana jalan yang ada sesuai dengan peruntukannya, sedangkan dari aspek lingkungan yaitu bahwa pemeliharaan jalan yang dilakukan tidak merusak lingkungan yang ada.
PERENCANAAN GEOMETRIK DAN TEBAL PERKERASAN JALAN SP. AIR DINGIN – PAGARALAM PROVINSI SUMATERA SELATAN STA 6+100 – 12+100 (1-9) Darma Prabudi
PILAR Vol. 16 No. 1 (2021): Pilar: Maret 2021
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perencanaan Desain Geometrik Dan Tebal Perkerasan Kaku Pada Ruad Jalan SP. Air Dingin – Pagaralam Provinsi Sumatera Sealatan Sta 6+100-12+100. Pembangunan jalan merupakan kebutuhan yang sangat penting sebagai pendukung utama aktivitas ekonomi baik pusat maupun daerah. Salah satunya adalah daerah SP. Air Dingin – Pagaralam, karena daerah ini adalah kawasan yang sangat potensial sebagai daerah sektor pertanian, industri dan perdagangan. Penulis merencanakan panjang total 6 km, lebar 6 m dan bahu jalan 0,8 pada kedua sisi jalan. Perencanaan perkerasan jalan menggunakan perkerasan kaku dengan tebal plat 27 cm dan menggunakan mutu beton K-300, serta lapisan pondasi bawah menggunkan agregat kelas B dengan tebal 15 cm. Jalan ini direncanakan dengan 6 tikungan yaitu 2 buah tikungan Spiral-Circle-Spiral (SCS), 2 tikungan Full Circle (FC) dan 2 tikungan Spiral-Spiral. Biaya yang dikeluarkan pada perencanaan jalan ini yaitu sebesar Rp. 73.681.645.000 (tujuh puluh tiga milyar enam ratus delapan puluh satu juta enam ratus empat puluh lima ribu) dengan waktu penyelesaian proyek selam 366 hari kerja.Kata kunci : Jalan, Desain Geometrik, Perkerasan Kaku
PENGARUH SUBSTITUSI PARSIAL BAHAN ALAMI LATEKS TERHADAP KINERJA CAMPURAN BETON ASPAL PADA LAPISAN AUS (HOTMIX AC-WC) (15-20) Hamdi Muchtar; Radius Pranoto; Puryanto Puryanto; M. Wisnu Wibisono; Winda Febri Utami; Candra Agusti Putri
PILAR Vol. 16 No. 1 (2021): Pilar: Maret 2021
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKBeton aspal (asphalt concrete) merupakan salah satu jenis dari lapis perkerasan konstruksi perkerasan lentur (flexible pavement). Campuran beton aspal tersebut terdiri atas agregat kasar, agregar halus, filler dan menggunakan aspal sebagai bahan pegikat. Ketersediaan aspal, yang pada umumnya berasal dari proses destilasi minyak bumi semakin lama semakin menipis jumlahnya, seiring dengan semakin sedikitnya ketersediaan minyak mentah (crude oil) yang terkandung didalam perut bumi. Permasalahan di atas akhirnya membuka pikiran banyak pihak untuk mengembangkan aspal modifikasi (polymer modified asphalt), yaitu dengan cara menambah dengan bahan aditive atau mensubstitusi sebagian dari jumlah aspal dengan bahan polymer dengan tujuan untuk menghemat penggunaan aspal tanpa mengurangi kualitas namun justru diharapkan dapat meningkatkan kinerjanya. Salah satu bahan yang dapat digunakan adalah elastomer alami, yaitu karet alam dalam bentuk lateks atau getah karet. Penggunaan substitusi lateks terhadap beton aspal diharapkan dapat menghasilkan suatu alternatif baru dalam meningkatkan kinerja perkerasan jalan dan dapat menjadi solusi bagi struktur perkerasan jalan dalam menerima beban berat dari kendaraan, tahan terhadap perubahan kondisi alam, sehingga diharapkan konstruksi jalan bisa bertahan lama. Dari variasi pesentase ditunjukkan pada campuran dengan kadar aspal 6% dan lateks 4% yang memiliki stabilitas 1237,60 Kg, VIM 15,90%, Flow 4,26 mm, MQ 321,54Kg/mm dan layak untuk digunakan sebagai bahan subtitusi beton aspal pada lapisan wearing course.Kata Kunci: Substitusi, Aspal, Lateks, Marshall, Beton Aspal.
PENGARUH KUAT TEKAN BETON DENGAN MENGGUANKAN BAHAN LIMBAH CUP PLASTIK (21-25) Kosim Kosim; Ibrahim Ibrahim; Tri Sartika; Moudy Yustika Savira
PILAR Vol. 16 No. 1 (2021): Pilar: Maret 2021
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTConcrete is a building material that consists of aggregates, water, and cement. The advantage of concrete as building structure material is have a high compressive strength, while the weaknes is low tensile strength. Along with the increasing uses of concrete in development, more efforts have been made to improve the quality of concrete or reduces the weakness. Many innovations have been made, such as by adding fiber and one of them from plastic cup waste. In this research, concrete with quality plan fc’22,5 was added with a count of Polyetylene Terephthalate (PET) type plastic cup waste with a percentage on mixture are 0 %, 0,1 %, 0,3 %, 0,5 %, 0,7 % and 0,9 % to the volume of fine aggregate with 3 samples of concrete cylinder by varying the age of care which is 3 days, 14 days, and 28 days. This mixture of plastic cup will become fiber concrete which will increase the compressive strength of the concrete. The results of the average compressive strength of the concrete were at the percentage of 0% is 24,02 MPa, at the percentage of 0,1 % is 19,55 MPa, at the percentage of 0,3 % is 23,53 MPa, at the percentage of 0,5 % is 24,20 Mpa, at the percentage of 0,7 % is 20,23 Mpa, and at the percentage of 0,9 % is 14,54 Mpa. The results of the compressive strength test of the concrete that using the plastic cup waste material increased by 0,16 % from normal concrete at percentage of 0,5 %.
Posibilitas Land Value Capture sebagai Alternatif Pendanaan Infrastruktur di Palembang (10-14) Mabrurotunnisa Mabrurotunnisa
PILAR Vol. 16 No. 1 (2021): Pilar: Maret 2021
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Skema land value capture (LVC) dapat menjadi alternatif pendanaan infrastruktur. Namun, belum ada kebijakan yang secara eksplisit mengatur pelaksanaannya di Indonesia. Penelitian ini merupakan bagian dari penelitian yang dilakukan penulis terdahulu saat menyelesaikan studinya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peluang dan tantangan dalam penerapan LVC di Palembang dari faktor kesiapan regulasi dan kelembagaan serta dukungan stakeholder. Penelitian ini dilakukan dengan metode in-depth interview pada narasumber dari instansi pemerintah dan swasta. Hasil penelitian menunjukkan adanya kesiapan regulasi dan kelembagaan serta dukungan stakeholder untuk pelaksanaan LVC. Namun, beberapa tantangan seperti minimnya pengetahuan dan kemampuan pegawai pemerintah, serta kesenjangan informasi harus diatasi untuk mencapai keberhasilan pelaksanaan LVC di Kota Palembang.
TINJAUAN ULANG KAPASITAS LIMBAH AIR KOTOR PADA TANGKI SEPTIK DI RUSUNAWA POLITEKNIK NEGERI BENGKALIS (26-32) Zulkarnain Zulkarnain; Nice Otofiani
PILAR Vol. 16 No. 1 (2021): Pilar: Maret 2021
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rusunawa Politeknik Negeri Bengkalis merupakan rumah susun mahasiswa yang terletak di Desa Sungai Alam Kecamatan Bengkalis, saat ini Politeknik Negeri Bengkalis telah menyediakan tempat tinggal sementara yang dapat di sewa oleh para mahasiswa Politeknik Negeri Bengkalis dengan menyediakan fasilitas yang nyaman untuk belajar dan mengembangkan kreativitas mahasiswa. Saat ini telah tersedia dua buah tangki septic yang diperuntukkan menampung limbah air kotor dari Rusunawa tersebut dengan dimensi eksisting 4 m x 2 m x 2,5 m, dengan jumlah penghuni yang akan menghuni Rusunawa berjumlah 150 orang. Penelitian ini akan melakukan beberapa pengujian dan pengukuran yakni kedalaman muka air tanah dengan alat hand boring, kemudian melakukan perhitungan kapasitas tampungan dari limbah air kotor pada septic tank. Hasil pengujian permeabilitas tanah pada lokasi adalah 0,27 m/jam, dengan kondisi tanah lanau dan memiliki kedalaman permukaan air tanah 0,8 m. Kemudian melakukan perhitungan kebutuhan air, volume limbah cair, padat dan ruang bebas pada septic. Hasil perhitungan yang dilakukan berdasarkan SNI-2398-2017 diperoleh volume air 43 m3 dengan perkiraan waktu detensi 3 hari. Sedangkan untuk limbah padat/lumpur sebesar 11,25 m3 dengan perkiraan waktu pengurasan selama 3 tahun dan produksi lumpur 25 ltr/org/tahun, dan ruang ambang bebas diperkirakan 0,3 m ketinggian ruang bebas diperoleh volume ruang bebas nya 2,4 m3. Sehingga dapat disimpulkan bahwa tangka septic yang ada tidak mencukupi untuk menampung limbah kotor dari 150 orang mahasiswa di rusunawa dengan waktu pengurasan selama 3 tahun. Sebaiknya dilakukan perencanaan pembuatan pengolahan limbah lanjutan seperti sumur resapan atau kolam sanita agar kelebihan volume tersebut bisa diatasi dan waktu pengurasan bisa dilakukan dalam waktu 3 tahun sesuai rencana.
Analisis Pelayanan Bus Rapid Transit Trans Musi Koridor III: Plaju - PS Mall Di Kota Palembang Muhammad Restu Putra Pratama; Muhammad Yusri Rizki
PILAR Vol. 16 No. 2 (2021): Pilar: September 2021
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKSaat ini angkutan umum didominasi oleh bus dan angkot yang masih terasa kurang aman dan nyaman bagi penumpang. Untuk itu, dibutuhkan kebijakan transportasi untuk mendukung pengembangan transportasi yang berkelanjutan, terutama penggunaan transportasi umum massal di perkotaan yang efisien dan berkualitas. Upaya Pemerintah kota Palembang pada tahun 2010 mulai merealisasikan transportasi umum massal BRT (Bus Rapid Transit) yang dikenal Trans Musi yang dikelola oleh PT. Sarana Pembangunan Palembang Jaya (PT. SP2J). Untuk keberlangsungan penggunaan Trans Musi diperlukan peningkatan pelayanan terhadap Trans Musi agar berguna bagi masyarakat di masa sekarang maupun akan datang sehingga Trans Musi yang beroperasi saat ini agar lebih di prioritaskan dibandingkan angkutan umum lainnya. . Oleh karena itu, dilakukan survei tentang pelayanan pada Trans Musi untuk mengetahui apakah pelayanan bus Trans Musi sudah memenuhi standar yang telah ditentukan.Penelitian ini dilakukan pada koridor III: Plaju – PS Mall. Pemilihan pada koridor ini karena banyak digunakan masyarakat menuju sekolah, kantor dan pusat perbelanjaan. Oleh karena itu, dilakukan survei di dalam bus Trans Musi dan di terminal dengan menghitung jumlah armada Trans Musi, waktu keberangkatan dan waktu kedatangan bus di tiap halte, waktu pelayanan, jumlah penumpang, waktu perjalanan, dan jumlah kapasitas bus. Hasil penelitian diperoleh headway rata-rata sebesar 13 menit 58 detik, waktu perjalanan rata-rata sebesar 1 jam 31 menit 41 detik, waktu isi rata-rata sebesar 262 detik, jumlah penumpang rata-rata 61 penumpang/kendaraan, dan load factor sebesar 83%. Dari analisis pelayanan diperoleh persamaan, y = 0,0006x2 - 0,0186x + 42,936. Hal ini diperlihatkan bahwa nilai load factor dan waktu isi tidak memenuhi standar pelayanan angkutan umum. Waktu isi tersebut terlalu lama sehingga perlu dilakukan penambahan terhadap bus agar jumlah penumpang sesuai dengan kapasitas.Kata kunci : Bus Rapid Transit, headway, load factor, waktu isi, jumlah armada bus
Pengaruh Penambahan Kapur Dan Petrasoil Terhadap Tanah Lempung Dilihat Dari Nilai California Bearing Ratio (Cbr) Dan Kuat Tekan Bebas Andi Herius
PILAR Vol. 16 No. 2 (2021): Pilar: September 2021
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKTanah memiliki peranan penting bagi bangunan sipil karena seluruh bangunan berada di atas tanah. Salah satu jenis tanah yang banyak ditemukan di Sumatera Selatan yaitu tanah lempung. Tanah lempung merupakan jenis tanah yang berbutir halus yang sangat dipengaruhi oleh kadar air tanah dan mempunyai sifat yang cukup kompleks. Hal ini sangat tidak menguntungkan jika tanah lempung dijadikan sebagai tanah dasar untuk bangunan jalan. Oleh karena itu tanah lempung perlu distabilisasi dengan penambahan bahan additive. Untuk memperbaiki kekuatan dari tanah lempung pada penelitian ini digunakan petrasoil dan kapur sebagai bahan tambah pada tanah lempung. Sampel tanah lempung yang digunakan berasal dari Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan. Bahan tambah kapur didapatkan dari salah satu toko bangunan di Palembang. Variasi penambahan campuran kapur yang digunakan yaitu 0%, 5%, 10%, 15% dan 20% dari berat total tanah. Hasil penelitian menunjukkan dengan penambahan petrasoil dan kapur dapat memperbaiki sifat fisik dan mekanis tanah lempung. Untuk pengujian sifat fisik dan mekanis yang dilakukan, persentase optimum yang baik digunakan untuk stabilisasi tanah lempung pada penelitian ini adalah dari persentase variasi penambahan petrasoil dan kapur 9,83% sampai dengan penambahan petrasoil dan kapur 14,21%.Kata kunci : Tanah Lempung, Stabilisasi, Petrasoil, Kapur.ABSTRACTLand has an important role for civil buildings because all buildings are on the ground. One type of soil that is found in South Sumatra is clay. Clay soil is a type of fine-grained soil that is strongly influenced by soil water content and has quite complex properties. This is very unprofitable if clay is used as a subgrade for road building. Therefore, clay soils need to be stabilized by adding additives.to improve the strength of clay soil, in this study petrasoil and lime are used as added material in clay. The clay sample used came from the Banyuasin district, South Sumatra. The added lime material was obtained from one of the building shops in Palembang. The addition of lime mixture variation used is 0%, 5%, 10%, 15%, and 20%.The result showed that the addition of petrasoil and lime couldimprove the physical nd mechanical properties carried out, the optimum percentage used for clay soil stabilization in this study is from the percentage variation of the addition of petrasoil and lime 9,83% to the addition of petrasoil and lime 14,21%.Kata kunci : Clay Soil, Stabilzation, Petrasoil, Lime.
Variable-Variabel yang Berpengaruh terhadap Keberlanjutan Program Kampung Tangguh Bencana di Lobaningratan Dan Prawirodirjan, Yogyakarta Suharjito Suharjito
PILAR Vol. 16 No. 2 (2021): Pilar: September 2021
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKKarena letaknya yang secara geografis berada di wilayah rawan bencana alam, Indonesia menghadapi potensi ancaman bencana, seperti gempa bumi, letusan gunung berapi, banjir, tanah longsor, tsunami, dll. Paradigma penanggulangan bencana alam di kalangan pemangku kepentingan di Indonesia telah berubah dari tanggap kemanusiaan dan pertolongan. ke pendekatan pengurangan risiko bencana. Pada tahun 2013, Pemerintah Kota Yogyakarta mulai mengembangkan program Kampung Tangguh Bencana sebagai salah satu cara untuk mengurangi risiko bencana berbasis masyarakat itu sendiri. Salah satu kampung yang pertama ditetapkan sebagai Kampung Tangguh Bencana adalah Kampung Lobaningratan dan Prawirodirjan. Program berbasis masyarakat sangat bergantung pada partisipasi masyarakat dan ketersediaan sumber daya yang dibutuhkan untuk menjaga keberlanjutan program. Oleh karena itu, program keberlanjutan seringkali menjadi persoalan. Program yang berkelanjutan akan menjamin kelangsungan manfaatnya bagi masyarakat. Makalah ini bertujuan untuk mengidentifikasi variable-variabel yang berpengaruh terhadap keberlanjutan program Kampung Tangguh Bencana di Kampung Lobaningratan dan Prawirodirjan, Yogyakarta. Analisis tersebut mengkonfirmasi 7 variabel laten (yaitu, Stabilitas Pendanaan, Kemitraan, Kapasitas Organisasi, Evaluasi Program, Adaptasi Program, Komunikasi, dan Perencanaan Strategis) dan 28 variabel indikator yang secara signifikan berpengaruh pada keberlanjutan program. Tiga variabel yang paling signifikan adalah Evaluasi Program, Kapasitas Organisasi, dan Kemitraan.Kata kunci : keberlanjutan program, pengurangan resiko bencana, berbasis komunitas
KEBUTUHAN ANGKUTAN PADA KORIDOR BUS RAPID TRANSIT (BRT) KOTA PALEMBANG: BRT di kota Palembang herlinawati herlinawati; Zulkarnain; Bazar
PILAR Vol. 16 No. 2 (2021): Pilar: September 2021
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKKota Palembang sebagai salah satu kota besar yang mengalami peningkatan jumlah kendaraan pribadi. Sehingga mengakibatkan kemacetan diruas-ruas jalan Palembang. Pertumbuhan kendaraan pribadi baik mobil atau sepeda motor mengakibatkan tidak nyamannya lingkungan meningkat, kemacetan dan kapasitas jalan yang sudah tidak mampu lagi menampung kendaraan-kendaraan di masa mendatang. Oleh karena itu pemerintah Kota Palembang mengembangkan transportasi misal yaitu Bus Rapid Transit. Namun masyarakat kurang minat untuk menggunakan angkutan umum karena merasa pelayanan yang tidak baik. Studi ini bertujuan untuk merumuskan kinerja pelayanan BRT Koridor Kota Palembang secara berkelanjutan dengan pengoptimalisasi penggunaan BRT rute Pusri – PS Mall. Sehingga dapat menemukan faktor – faktor permasalahan yang mempengaruhinya sehingga dapat dirumuskan langkah – langkah perbaikan dan peningkatan mutu pelayanannya, dan rekomendasi perbaikan kualitas pelayanan kepada operator. Studi ini dengan menerapkannya sustainable transportation atau transportasi berkelanjutan. Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa kinerja pelayanan berdasarkan persepsi menunjukkan cukup memuaskan. Namun ada beberapa persepsi yang merasa kurang yaitu pelayanan operator, perpindahan moda, ketetapan waktu dan waktu tunggu. Sedangkan berdasarkan penelitian dengan standar Departemen Perhubungan telah menunjukkan baik.Kata kunci : BRT, Kinerja Pelayanan, Load Factor, jumlah armada, frekuensi