cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
iin_indrayani@polsri.ac.id
Editorial Address
Politeknik Negeri Sriwijaya Jurusan Teknik Sipil Jl. Srijaya Negara Bukit Besar Palembang - 30139 Telp: 0711-353414, Fax:0711-355918
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
PILAR
ISSN : 19076975     EISSN : 27222926     DOI : -
Jurnal Pilar adalah jurnal dibidang Teknik Sipil dengan Bidang kajian : Sumber Daya Air Manajemen Rekayasa Geoteknik Struktur Transportasi
Articles 162 Documents
ANALISIS INTENSITAS HUJAN MENGGUNAKAN IDF-CURVE DAN WRPLOT PADA STASIUN DI DAS BUAH (19 - 23) Henggar Risa Destania
PILAR Vol. 15 No. 1 (2020): Pilar: Maret 2020
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sungai Musi merupakan sungai besar di Kota Palembang yang mempunyai banyak cabang daerah aliran sungai yang salah satunya adalah DAS Buah. DAS ini berfungsi sebagai drainas perkotaan dan pengendalian banjir. Dalam beberapa waktu terakhir DAS tersebut mengalami permasalahan banjir terutama saat musim hujan. Oleh karena itu analisa hidrologi seperti intensitas hujan, pola distribusi hujan dan hujan rencana yang berdasarkan pola angin menjadi masukan utama dalam hal pengendalian. Analisa frekuensi data curah hujan dilakukan untuk mendapatkan pola distribusi hujan yang sesuai dengan karakteristik DAS Buah. Analisa kurva IDF (Intensity-duration-frequency) atau lengkung hujan dilakukan untuk menunjukkan hubungan antara luas DAS dan kedalaman hujan yang terjadi di waktu tertentu. Analisa intensitas hujan yang ditampilkan dalam kurva IDF menggunakan metode Mononobe dan Haspers. Analisa distribusi curah hujan ditampilkan dalam bentuk circular statistic dengan menggunakan program WRPlot yang menunjukkan kuantitas waktu/frekuensi kejadian suatu variabel hidrologi dalam bentuk circular.Dari hasil penelitian curah hujan maksimum dengan periode kala ulang 5 tahun dengan distribusi hujan 3 jam, R24 adalah 148,525 mm, untuk kala ulang 10 tahun sebesar 170,155 mm, untuk kala ulang 25 tahun sebesar 197,481 mm, untuk kala ulang 50 tahun sebesar 217,753 mm dan kala ulang 100 tahun sebesar 237,878 mm.Berdasarkan analisis dan pembahasan dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa DAS Sungai Buah termasuk DAS kecil yang mempunyai beberapa subdas sebagai percabangan. Untuk daerah yang kecil, umumnya hujan tersebar secara merata di sekitar kawasan suatu daerah sehingga jika hujan yang berlangsung singkat maka semakin tinggi intensitas nya dan semakin besar periode ulangnya. Hal ini terlihat dari perhitungan analisis yang ditunjukkan dalam kurva IDF dan ABM.
PENGARUH LIMBAH CANGKANG KELAPA SAWIT TERHADAP KUAT TEKAN DAN BERAT BETON Raja Marpaung; Lina Flaviana Tilik
PILAR Vol. 7 No. 2 (2012): PILAR 07092012
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Concrete as a building material favored by many experts in the field of structure, because it is easily formed, prepared and executed, and mixtures of materials are easy to obtain. However, conventional concrete still shows many weaknesses, including structure components which is relatively heavy, and  relatively not too high in strength (when compared to steel). For that reason, research  and innovation of materials are required  to obtain a concrete mixture able to  produce concrete that is lightweight but high strength. Material innovation  is done by  using  lightweight aggregate as coarse aggregate substitute in the form of oil palm shell waste which still untapped  by industries  This was chosen as the waste oil palm shells as aggregate qualify mild violence and have a good and not easily damaged in the concrete.The study was conducted to determine and compare the value of compressive strength, tensile strength and heavy volume concrete produced from a mixture of concrete with substitution of oil palm shells with coarse aggregate with a variation of 10%, 20%, 30%, 40% and 50%. Quality concrete planned in this study is  K-250.The test result shows  that the oil palm shell concrete mixed, results  compressive strength, tensile strength of concrete is lower and lighter weight concrete, the more the percentage of oil palm shells is substituted  with coarse aggregate, the more decline the compressive strength, tensile strength of concrete will be, but  weight concrete is also lighter. Percentage reduction in compressive strength of the smallest obtained in a mixture of oil palm shell concrete  + 28 days is 29.31% - 69.39%., The  decrease percentage  in tensile strength is obtained in a mixture of oil palm shell concrete age of 28 days which is  30.55 % - 99.66%., and the percentage reduction  of weight concrete mixture obtained in  most large oil palm shell concrete + 28 days is 1.70% - 23.03 %.The biggest ratio of ft / fc is obtained  on OPS concrete mixture of 28 days which is  11.69% in the variation OPS 10%, whereas in the OPS mixture of 40% and 50% ratio ft / fc' is very small.
Analisis Kelayakan Finansial Internal Rate of Return (IRR) dan Benefit Cost Ratio (BCR) pada Alternatif Besaran Teknis Bangunan Pasar Cinde Palembang Ika Sulianti; Lina Flaviana Tilik
PILAR Vol. 8 No. 1 (2013): PILAR 08032012
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This paper discusses the feasibility analysis of financial internal rate of return (IRR) and benefit cost ratio (BCR) on Cinde market which is one of the oldest markets in Palembang. Feasibility analysis  is done by creating two design alternatives which  were different  from existing alternative and assumes revenues received later. By creating different alternatives, land area, kiosks and parking lot,  alternative A has a 26,08% IRR and BCR 1.18. This alternative makes buyers much easier to go directly to the floor or parking lot they want to go to. Effect of technical quantities of market building will greatly affect the financial feasibility with reference to the existing standard.
STUDI ANALISIS POTENSI KOLONG MENGGUNAKAN MULTI CRITERIA DECISION MAKING SEBAGAI SUMBER DAYA AIR DI KABUPATEN BELITUNG ( 29-32 ) Ahmad Syapawi; Wahidin Wahidin; Sukarman Sukarman; Siswa Indra
PILAR Vol. 14 No. 1 (2019): Pilar: Maret 2019
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) merupakan salah satu daerah penghasil sumber daya alam khususnya tambang. Kegiatan penambangan hampir seluruhnya meninggalkan lahan-lahan terbuka berupa kolong darat (hamparan Tailing dan Over-Burden) serta kolong air yang berukuran 11-100 ha, dengan kedalaman 5-25m. Luas total kolong di Kabupaten Belitung saat ini belum diketahui secara pasti karena tingginya jumlah penambang liar yang dilakukan masyarakat dengan lokasi penambangan diwilayah terpencil. Keberadaan kolong bagi masyarakat dan pemerintah Kabupaten Belitung saat ini minim sekali manfaatnya dan hampir tidak pernah dilakukan penelitian kearah pengembangan sumber daya kolong tersebut. Pemanfatan hanya sebatas sebagai sumber air bersih untuk mandi dan mencuci.Menurut Wardoyo dan Ismail (1998) kolong terbagi menjadi 3 (tiga) tipe yaitu Kolong Baru (kurang dari lima tahun), Kolong Muda ( 5-20 Tahun ) dan Kolong Tua ( diatas 20 tahun). Selain itu, berdasarkan hubungan antara kolongnya dibedakan menjadi kolong terpisah (tidak saling berhubungan) dan kolong menyatu (satu sama lain berhubungan). Kolong-kolong terpisah yang berumur lebih dari lima tahun tergolong aman untuk dimanfaatkan oleh masyarakat.                Memperhatikan permasalahan pengelolaan sumberdaya air terutama pemanfaatan air, maka diperlukan suatu evaluasi dalam penentuan potensi  untuk pengelolaan kolong Konservasi Sumber Daya AirKeinginan untuk memanfaatkan air beberapa macam tujuan tersebut dapat menimbulkan kebijakan yang saling bertentangan (conflicting nature). Untuk memperoleh nilai kemanfaatan maksimal semua tujuan penggunaan air secara simultan, sulit atau bahkan umumnya tidak mungkin dapat dicapai.  Usaha untuk memperoleh solusi optimal dapat ditempuh dengan cara : 1) memberikan nilai faktor bobot sesuai urutan prioritas masing-masing kriteria, 2) menentukan urutan prioritas alternatif solusi, dan 3) kalau mungkin menetapkan solusi terbaik (the best alternative).Analytic Hierarchy Process (AHP) merupakan salah satu metoda pengambil keputusan Multi Criteria Decision Making, yang peralatan utamanya adalah hirarki, dimana  suatu masalah yang tidak terstruktur dipecah ke dalam kelompok-kelompok persoalan dan kemudian diatur menjadi suatu hirarki
STUDI FISIBILITAS SISTEM JARINGAN DISTRIBUSI AIR BERSIH DI DESA SUNGSANG KABUPATEN BANYUASIN Mukhlis Mukhlis; Hamdi Hamdi
PILAR Vol. 7 No. 1 (2012): PILAR 07032012
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sungsang Village placed in Musi River downstream, littoral terrain of Sumatra Island. Nevertheless, its inhabitant has difficulty in acquiring sanitary water. Existent water resources are still hampered by limited quantity and quality, as well as the costly price. Water Treatment Plant (WTP) at Sungsang Village which was provided by the authorities -applying ultrafiltration and reverse osmosis technology- could not be functioned since 2007 considering that operational funding inadequacies and unavailability of the water distribution systematization. This research aims to analyze feasibility on water distribution network system at Sungsang Village wchich is focused on the amount of investation needed. The analysis method in this study includes to observe the water needs aspects by conducting the water utilization survey at the household stratum, then to analyze technical aspect and finally to analyze the engineering economic aspects. There are two configuration alternative models, which are technically calculated and simulated using computer program. Subsequently, the whole of investments is evaluated in financial feasibility with certain criteria that have been determined. This research concudes that alternative I is more feasible than that of alterntive II.
PENGARUH MANUVER KENDARAAN PARKIR PADA BADAN JALAN TERHADAP KARAKTERISTIK LALU LINTAS DAN BIAYA OPERASIONAL KENDARAAN (STUDI KASUS PADA JALAN BRIGADIR POLISI ABDUL KADIR) KOTA PALEMBANG A Fuad Z; Revias Noerdin
PILAR Vol. 10 No. 2 (2014): PILAR 0902014
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

By having the parking activity on both sides of road, right and left which use a part of road,it causes the decrease of road capacity and road service level on Jalan Abdul Kadir. It also influences the volume, the speed and the density on the street.The purpose of the research is to find out parking activity influence level on both road sides, right and left, to know the influence of vehicles’ maneuver while entering and leaving on street parking toward traffic characteristic, to find out the delayed time caused by of street parking vehicles’ maneuver, to know financial loss because of delay relating to vehicles operational cost, to find out the alternative solution of road performance which caused by on street parking activity.From the analysist result, it was obtained that the road capacity was equal to 3,251.03 emp/h. The peak hour factor (PHF) or road service was 0.61. It was less than 0.7. The traffic capacity after on street parking was 3,129.7 emp/h with 0.64 PHF. It was less than 0.7. It means there was capacity reduction. The road  capacity can be seen on maximum traffic volume or on peak hours on Monday at 09.00 till 10.00. It was 1,907 emp/h, the average speed (S) was 40.51km/h, and the density or D was 47.06 emp/km. The average delay was 5.61second/hour. The vehicles operational cost before delayed time calculating was Rp.  2,004.44/km. Meanwhile, after delayed time calculating was Rp.2.504.4/km. It can be concluded that there was financial loss about Rp 500.00/h each vehicle. Based on service level this street has not yet needed physical repair. It is adequate with the street management. Moreover, from the analysist which shows that the number of opposite parking vehicles maneuver was 199 of 493 vehicles which are going to be parked. It was about 40.36 % with delayed time about 6.75 second. From the above explanation, the writer suggets that the street become one way. By becoming one way street, there will be no opposite parking vehicles maneuver.
TINJAUAN PERENCANAAN JEMBATAN MUSI IV STA 0 + 114,5 – 0 + 153 KOTA PALEMBANG ( 1-5 ) Elvina Yosinta; Tiara Nur Muslimah; Bastoni Bastoni; Lina Flaviana Tilik
PILAR Vol. 13 No. 2 (2018): Pilar: September 2018
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

abstractMusi IV Bridge is one of the new bridges currently under construction in Palembang City. The construction of the bridge is aimed to unravel the congestion that occurs at the Ampera bridge and is also useful to increase the accessibility of the community movement from ilir to ulu plaju so as to reduce the waste of time, energy and costs.This bridge has a total length of 1130 m and 12 m width. But the calculation is only calculated from A1 (Abutment 1) to P1 (Pillar 1) or Musi IV Bridge STA 0 + 114.5 - 0 + 153, where the span length is 38.5 m, width is 12 m, and has an elongated girder 4 pieces with a distance between girder 3.1 m.The main structure of this bridge is in the form of Strategic U Block (PCU), with post-pull method and 29.05 MPa concrete quality. For floor slabs using reinforced concrete construction using the insitu method, so there will be a composite action between precast beams and cast plates in place. The bridge abutment and pillar building also uses the method of insitu (cast in place). Based on the results of SPT (Drill Log) testing, hard soil is at a depth of 35 meters. The relatively deep hard soil location is used pile foundation with carrying capacity utilizing the ground stress below and shear stress around the pile foundation blanket.This bridge construction refers to RSI T-02-2005 (Loading Regulations for Bridges), RSNI T-03-2004 (Concrete Structure Planning for Bridges). In addition, this bridge planning also takes several library resources as reference material.Key Word : Transportation, Musi IV Bridge, Prestressed Concrete ABSTRAKJembatan Musi IV  adalah salah satu jembatan baru yang sedang dalam proses pembangunan yang berada di Kota Palembang. Pembangunan jembatan terserbut bertujuan untuk menguraikan kemacetan yang terjadi di jembatan Ampera dan juga bermanfaat untuk meningkatkan aksebilitas pergerakan masyarakat dari arah ilir ke ulu plaju sehingga mengurangi pemborosan waktu, energi dan biaya.Jembatan ini memiliki total panjang 1130 m dan lebar 12 m. Namun perhitungan yang dilakukan hanya di hitung dari A1 (Abutment 1)  sampai P1 (Pilar 1) atau Jembatan Musi IV STA 0+114,5 – 0+153, dimana panjang bentangnya 38,5 m, lebar 12 m, dan memiliki gelagar memanjang 4 buah dengan jarak antar gelagar 3,1 m.Struktur utama dari jembatan ini berupa Balok Prategang U (PCU), dengan metode pasca tarik dan mutu beton 29,05 Mpa. Untuk pelat lantai menggunakan konstruksi beton bertulang dengan metode insitu, sehingga akan terjadi aksi komposit antar balok pracetak dan pelat cor ditempat. Bangunan abutment dan pilar jembatan ini juga menggunakan metode insitu (cor ditempat). Berdasarkan hasil pengujian SPT (Bor Log) tanah keras berada pada kedalaman 35 meter. Letak tanah keras yang relatif dalam maka digunakan pondasi tiang pancang dengan daya dukung memanfaatkan tegangan tanah dibawahnya dan tegangan geser disekitar selimut pondasi tiang pancang.Perencanaan jembatan ini mengacu pada RSI T-02-2005 (Peraturan Pembebanan untuk Jembatan), RSNI T-03-2004 (Perencanaan Struktur Beton untuk Jembatan). Selain itu perencanaan jembatan ini juga mengambil beberapa sumber pustaka sebagai bahan referansi.Kata kunci : Transportasi, Jembatan Musi IV, Beton Prategang
PENCEGAHAN TERJADINYA PUKULAN AIR DALAM PIPA INSTALASI PLAMBING PADA SISTEM PENYEDIAAN AIR BERSIH Sudarmadji Sudarmadji; Puryanto Puryanto; Hamdi Hamdi
PILAR Vol. 7 No. 2 (2012): PILAR 07092012
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada sistem penyediaan air bersih, alat plambing dan perlengkapan plambing harus diberi aliran air minum dengan kualitas dan tekanan yang cukup agar dapat bekerja baik sesuai dengan standar pemakaian air yang dibutuhkan. Sistem distribusi air harus direncanakan sehingga dengan kapasitas dan tekanan air yang minimal, alat plambing bekerja dengan baik. Pada kondisi tekanan air yang rendah akan menimbulkan kesulitan dalam pemakaian air, alat plambing tidak berfungsi karena tidak dapat mengalirkan air, ada kecenderungan untuk menambah tekanan air dalam pipa, tekanan yang berlebihan dapat menimbulkan rasa sakit terkena pancaran air serta mempercepat kerusakan peralatan plambing, dan menambah kemungkinan timbulnya pukulan air. Penyebab pukulan air dalam pipa secara umum yaitu katup dihentikan secara mendadak akan menimbulkan gelombang tekanan, dan dalam pipa keluar pompa kolom air akan mengalir balik dan membentur kolom air sisanya yang lebih dekat pompa dan mengakibatkan pukulan air yang cukup kuat. Akibat pukulan air pipa instalasi mudah cepat rusak, peralatan plambing tidak tahan lama dan sambungan-sambungan pipa mudah bocor. Pencegahannya yaitu menghindarkan tekanan kerja yang terlalu tinggi, menghindarkan kecepatan aliran yang terlalu tinggi harus sesuai standar perencanaan, memasang dua katup bola pelampung dan memasang rongga udara sesuai dengan penempatannya pada instalasi plambing.
PENGARUH ABU TERBANG SEBAGAI FILLER UNTUK KUAT TEKAN BETON Lina Flaviana Tilik; Raja Marpaung; Darma Prabudi
PILAR Vol. 10 No. 1 (2014): PILAR 10032014
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beton banyak digunakan dalam setiap konstruksi karena beton lebih mudah dalam perawatan, lebih tahan lama, tahan terhadap api, tahan terhdap cuaca serta mempunyai kuat tekan yang tinggi. Karakteristik dari beton harus dipertimbangkan dengan tujuan konstruksi. Pendekatan yang baik adalah dengan memperhatikan sifat beton. Meskipun dengan usaha untuk mendapatkan kekuatan maksimum bukan satu-satunya cara, namun harus diperhatikan juga kriteria perencanaan, ukuran dari kuat hansur silinder beton sebagai benda uji untuk mempertahankan mutu standar dari beton.Pengujian yang dilakukan untuk mendapatkan kuat tekan beton yang tinggi dengan cara manambahkan abu terbang sebagai filler pada beton. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa kuat tekan beton normal tanpa abu terbang pada umur 28 hari sebesar 43.82 MPa sedangkan dengan campuran 10% abu terbang sebagai filler didapat kuat tekan 44.44 MPa . Pada campuran 20% abu terbang didapat kuat tekan beton rata-rata 36.05 MPa.
PEMBUATAN BETON RINGAN TANPA PASIR UNTUK BETON TAK BERTULANG Akhmad Mirza; Amiruddin Amiruddin
PILAR Vol. 11 No. 1 (2015): PILAR 05032015
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemakaian beton ringan tanpa butiran halus sebagai suatu alternatid dalam pekerjaan beton pada struktur sederhana seperti untuk rumah tinggal, hal ini juga dimaksudkan supaya dapat menghemat biaya, untuk itu perlu adanya pedoman pelaksanaan pembuatan beton ringan tanpa agregat halus. Dan yang menjadi permasalahan sekarang belum diketahuinyaproporsi campuran yang tepat, mutu kuat tekan , yang dapat dicapai, dan pelaksanaan pembuatan yang baik. Dalam penelitian ini permasalahan dibatasi pada penelitian sifat-sifat fisik dari agregat kasar, rancangan campuran, dan pengujian kuat tekan.                Dari uraian diatas, dengan kondisi ekonomi sekarang ini dan banyaknya tersedia agregat alam di Sumatera Selatan yaitu kerikil jagung, dimanfaatkan oleh masyarkat untuk beton ringan yang murah perlu terlebih dahulu diketahui dengan mengetahui proporsi campuran, mutu kuat tekan yang dapat dihasilkannya, dan cara pelaksanaaan pembuatan yang baik sesuai dengan dengan Standar Nasional Indonesia selain dari itu tujuan dari penelitian ini untuk membuat suatu metode/formula/cara yang baik dalam merancang beton tanpa butiran halus.Dengan adanya penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi ilmu pengetahuan teknologi beton dan memberikan pemahaman lebih mendalam mengenai prilaku beton bagi staf pengajar dan mahasiswa Politeknik Jurusan Teknik Sipil dan juga dapat dipakai oleh industri – industri kecil yang memproduksi beton cetak.Dari hasil pengujian didapatkan nilai rata-rata kuat tekan, standarisasi. dan persantase penyimpanannya, dari sini dapat diambil suatu kesimpulan disusun secara sistematis. Pengujian ini lakukan dengan enam jenis.macam perbandingan campuran yaitu 1:5, 1:6, 1:7, 1:8, 1:9, 1:10 jenis campuran dibuat dengan F.a.s yang berbeda yaitu 0,30 sampai 0,6 dengan ring 0,05 dan agregat yang dipakai sususnan butirn lolos saringan 10 mm, yang masing-masing perlakuan dibuat 3 buah benda uji kubus 15x15x15 cm.Berdasarkan hasil pengujian ini dapat dijelaskan hal-hal penting sebagai berikut:Kuat tekan yang terbesar didapat pada campuran 1 : 5 FAS 0,35 yaitu sebesar 473,9 Kg/cm2 dan yang terendah pada campuran 1 : 10 FAS 0,60 yaitu sebesar 54 Kg/cm2 , dengan semakin besar perbandingan campuran dan FAS semakin besar maka mutu betonsemakin menurun.Dari berat benda uji yang diteliti didapat Bj rata-rata 2200 kg/m3, berarti ini menunjukan masih termasuk dalam rentang beton normal yaitu Bj 1800 s/d 2400 kg/m3 , maka asumsikan tidak terbukti akan dapat mengurangi bobot secara siqnifikan kecuali bila Bj material batunya sudah ringan.

Page 9 of 17 | Total Record : 162