cover
Contact Name
Andriyus
Contact Email
andriyus@soc.uir.ac.id
Phone
+6281268785353
Journal Mail Official
jmp@journal.uir.ac.id
Editorial Address
Gedung Laboratorium Program Studi Ilmu Pemerintahan Fisipol Universitas Islam Riau Jl. Kaharuddin Nasution No. 113 Perhentian Marpoyan, Pekanbaru
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
JMP : Jurnal Mahasiswa Pemerintahan
Published by Universitas Islam Riau
ISSN : -     EISSN : 30641675     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
JMP : Jurnal Mahasiswa Pemerintahan merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Laboratorium Program Studi Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Islam Riau, Jurnal Mahasiswa Pemerintahan telah terverifikasi pada Online Journal System (OJS) dibawah naungan jounal.uir.ac.id sejak 2023. JMP : Jurnal Mahasiswa Pemerintahan merupakan wadah publikasi karya ilmiah yang diperuntukkan bagi para mahasiswa, dosen dan praktisi. JMP : Jurnal Mahasiswa Pemerintahan terbit 4 edisi per tahun yaitu dibulan Januari, April, Agustus dan Desember. Ruang lingkup karya yang diterbitkan mencakup Multidisiplin diantaranya yaitu: Pemerintahan, Politik, Kebijakan Publik dan Sosial. Mohon dibaca panduan dengan baik. Penulis yang ingin menyerahkan artikel ke JMP : Jurnal Mahasiswa Pemerintahan, harus mematuhi panduan penulisan. Jika artikel yang dikirim tidak sesuai atau ditulis dalam format yang berbeda dengan panduan, maka akan DITOLAK oleh editor sebelum ditinjau lebih lanjut. Para editor hanya menerima artikel yang sesuai dengan format yang telah ditetapkan. Artikel ditulis dalam bahasa indonesia. JMP : Jurnal Mahasiswa Pemerintahan menggunakan prosedur penilaian Double Blind. Di mana antara penulis dengan mitra bestari tidak saling mengenal identitasnya masing-masing.
Articles 158 Documents
Pengelolaan Destinasi Wisata Sejarah Tangsi Belanda Kabupaten Siak: Analisis SWOT Fajar, Wahyu Putra; Wicaksono, Agung
Jurnal Mahasiswa Pemerintahan Vol. 3 No. 2 April 2026
Publisher : Laboratorium Program Studi Ilmu Pemerintahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/JMP.2025.27668

Abstract

Sektor pariwisata menjadi instrumen penting dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan pelestarian budaya lokal. Tangsi Belanda, sebagai objek wisata sejarah peninggalan kolonial di Kecamatan Mempura Kabupaten Siak, memiliki potensi besar namun belum dikelola secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengelolaan yang dilakukan oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Siak dan menganalisis faktor internal (kekuatan, kelemahan) serta eksternal (peluang, ancaman) melalui pendekatan SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tangsi Belanda memiliki nilai sejarah tinggi dan telah tercatat sebagai cagar budaya, namun dihadapkan pada keterbatasan fasilitas, aksesibilitas yang kurang mendukung, dan promosi yang belum optimal. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi untuk perbaikan strategi pengelolaan destinasi wisata sejarah di daerah.
Peran Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bengkalis Dalam Penanggulangan Abrasi
Jurnal Mahasiswa Pemerintahan Vol. 3 No. 2 April 2026
Publisher : Laboratorium Program Studi Ilmu Pemerintahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/JMP.2025.27789

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bengkalis dalam penanggulangan bencana abrasi di wilayah pesisir. Abrasi yang terjadi secara berkelanjutan telah menimbulkan dampak signifikan terhadap lingkungan, infrastruktur, serta kondisi sosial ekonomi masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, dengan penentuan informan secara purposive. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BPBD Kabupaten Bengkalis telah menjalankan perannya melalui fungsi koordinasi, fasilitasi, dan pelaksanaan kebijakan kebencanaan pada tahap mitigasi, tanggap darurat, serta rehabilitasi dan rekonstruksi. Namun, pelaksanaan tersebut belum optimal karena adanya kendala berupa keterbatasan anggaran, sarana dan prasarana, serta rendahnya partisipasi masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan penguatan koordinasi antarinstansi, peningkatan kapasitas kelembagaan, serta partisipasi masyarakat guna mendukung efektivitas penanggulangan abrasi secara berkelanjutan.
Partisipasi Masyarakat Dalam Pencegahan Banjir di Kota Pekanbaru
Jurnal Mahasiswa Pemerintahan Vol. 3 No. 2 April 2026
Publisher : Laboratorium Program Studi Ilmu Pemerintahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/JMP.2025.27840

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyebarkan partisipasi masyarakat dalam kegiatan pencegahan banjir serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat partisipasi tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap masyarakat serta pihak terkait di lingkungan rawan banjir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat partisipasi masyarakat dalam pencegahan banjir di Kota Pekanbaru berbeda antarwilayah. Masyarakat yang tinggal di sekitar Bantaran Sungai Siak cenderung memiliki tingkat partisipasi yang rendah dalam kegiatan pencegahan banjir, seperti gotong royong dan kegiatan kebersihan lingkungan, karena adanya persepsi bahwa penanganan banjir merupakan tanggung jawab utama pemerintah. Sebaliknya, masyarakat di wilayah lain menunjukkan partisipasi yang relatif lebih baik melalui keterlibatan dalam kegiatan gotong royong, menjaga kebersihan lingkungan, serta menyampaikan laporan mengenai kondisi drainase. Dapat disimpulkan bahwa persepsi masyarakat terhadap tanggung jawab penanganan banjir serta tingkat kesadaran terhadap risiko banjir merupakan faktor penting yang mempengaruhi partisipasi masyarakat dalam upaya pencegahan banjir.
Peran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kuantan Singingi dalam Pengelolaan Objek Wisata Air Terjun Patenggi di Kecamatan Hulu Kuantan
Jurnal Mahasiswa Pemerintahan Vol. 3 No. 2 April 2026
Publisher : Laboratorium Program Studi Ilmu Pemerintahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/JMP.2025.27849

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kuantan Singingi dalam mengelola objek wisata Air Terjun Patenggi yang terletak di Kecamatan Hulu Kuantan. Teori yang digunakan adalah teori peran pemerintah menurut Ryaas Rasyid (1997) dalam Muhadam Labolo (2010) yang mengklasifikasikan peran pemerintah ke dalam tiga kategori, yaitu sebagai regulator, dinamisator, dan fasilitator. Penelitian ini berlokasi di Air Terjun Patenggi yang terletak di Desa Tanjung Medang, Kecamatan Hulu Kuantan, Kabupaten Kuantan Singingi. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara serta studi dokumentasi. Hasil penelitian yang didapatkan adalah Peran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kuantan Singingi dalam Pengelolaan Objek Wisata Air Terjun Patenggi di Kecamatan Hulu Kuantan sebagai regulator masih pasif. Peran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata sebagai dinamisator sudah partisipatif, dalam hal ini untuk mempromosikan Air Terjun Patenggi sudah melibatkan peran masyarakat (konten kreator). Peran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata sebagai fasilitator masih pasif karena infrastruktur tidak ada. Keterbatasan infrastruktur dan aksesibilitas menuju lokasi wisata, minimnya sarana dan prasarana pendukung, keterbatasan anggaran pengelolaan, kurangnya kegiatan promosi dan pemasaran wisata, rendahnya partisipasi masyarakat, serta keterbatasan sumber daya manusia dalam pengelolaan pariwisata menjadi salah satu kendala yang menghambat peran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kuantan Singingi dalam mengelola objek wisata Air Terjun Patenggi.
Analisis Ketimpangan Akses Pendidikan di Kabupaten Bengkalis: Implikasi Pengawasan Anggaran Pendidikan oleh DPRD Provinsi Riau Najwa Syahirah Usman; Wijaya, Mendra
Jurnal Mahasiswa Pemerintahan Vol. 3 No. 2 April 2026
Publisher : Laboratorium Program Studi Ilmu Pemerintahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/JMP.2025.27945

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pengawasan anggaran pendidikan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Riau dalam mengatasi ketimpangan akses pendidikan di Kabupaten Bengkalis. Ketimpangan akses pendidikan yang disebabkan oleh faktor geografis, sosial-ekonomi, dan infrastruktur pendidikan yang terbatas menjadi masalah utama di daerah ini. Pengawasan anggaran pendidikan yang dilakukan oleh DPRD memiliki dampak signifikan terhadap kualitas pendidikan, namun masih terdapat tantangan dalam implementasinya, seperti ketidaksesuaian antara prioritas anggaran dan kebutuhan lokal, serta keterbatasan kapasitas sumber daya manusia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan wawancara mendalam, observasi, dan studi literatur sebagai teknik pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengawasan yang efektif dapat memperbaiki distribusi anggaran pendidikan dan mengurangi ketimpangan akses, tetapi memerlukan peningkatan transparansi, akuntabilitas, dan koordinasi antar instansi. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi ilmiah dalam merancang strategi pengawasan anggaran pendidikan yang lebih efektif dan berkelanjutan, khususnya di daerah dengan kondisi geografis dan sosial-ekonomi yang kompleks seperti Kabupaten Bengkalis
Strategi Pekerja Sosial Masyarakat Dalam Meningkatkan Keterlibatan Komunitas Pada Program Kesejahteraan Sosial di Pekanbaru Theresa Caroline Sidabutar; Wijaya, Mendra
Jurnal Mahasiswa Pemerintahan Vol. 3 No. 2 April 2026
Publisher : Laboratorium Program Studi Ilmu Pemerintahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/JMP.2025.27946

Abstract

Penelitian ini menganalisis strategi Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) dalam meningkatkan keterlibatan komunitas dalam program kesejahteraan sosial di Pekanbaru. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus, penelitian ini mengeksplorasi pengalaman dan tantangan yang dihadapi PSM dalam mendorong partisipasi aktif masyarakat. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dan observasi partisipatif. Temuan menunjukkan tantangan utama PSM meliputi kurangnya pemahaman masyarakat tentang peran PSM, keterbatasan sumber daya, serta kebijakan pemerintah yang lebih menekankan efisiensi administratif daripada pemberdayaan masyarakat. PSM di Pekanbaru mengimplementasikan pendekatan berbasis hubungan sosial, dengan fokus pada komunikasi terbuka dan membangun kepercayaan jangka panjang. Penerapan pendekatan berbasis hak, seperti hak atas pendidikan, kesehatan, dan perumahan, terbukti efektif meningkatkan partisipasi masyarakat. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa keberhasilan program kesejahteraan sosial bergantung pada kemampuan PSM membangun hubungan sosial inklusif, bukan hanya pada sumber daya fisik dan finansial. Penguatan kapasitas PSM melalui pelatihan dan dukungan kebijakan yang stabil sangat diperlukan untuk keberlanjutan program dan pemberdayaan masyarakat. Penelitian ini menekankan pentingnya kebijakan sosial yang mendukung pemberdayaan komunitas dan peran PSM dalam menciptakan perubahan sosial berkelanjutan.
Strategi Dinas Kesehatan Dalam Penanganan Stunting di Kota Pekanbaru : UPT Puskesmas Rawat Inap Sidomulyo Kecamatan Binawidya Tri Murni, Anggi; Yuza, Ahmad Fitra
Jurnal Mahasiswa Pemerintahan Vol. 3 No. 2 April 2026
Publisher : Laboratorium Program Studi Ilmu Pemerintahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/JMP.2025.27971

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi Dinas Kesehatan dalam penanganan stunting di Kota Pekanbaru dengan fokus pada UPT Puskesmas Rawat Inap Sidomulyo Kecamatan Binawidya, serta mengidentifikasi faktor-faktor penghambat dalam pelaksanaannya. Permasalahan stunting merupakan isu kesehatan masyarakat yang bersifat multidimensional dan memerlukan pendekatan strategis yang terintegrasi lintas sektor. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Informan penelitian terdiri dari pihak Dinas Kesehatan, tenaga kesehatan Puskesmas, kader posyandu, dan masyarakat. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, sedangkan teknik analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi penanganan stunting oleh Dinas Kesehatan telah dilaksanakan melalui beberapa tahapan, yaitu perencanaan program, pelaksanaan intervensi, pemantauan dan evaluasi, kolaborasi lintas sektor, serta partisipasi masyarakat. Program yang dilaksanakan meliputi pelayanan kesehatan ibu dan anak, pemantauan pertumbuhan balita, edukasi gizi, serta pemberian intervensi gizi spesifik dan sensitif. Namun demikian, dalam pelaksanaannya masih terdapat beberapa kendala, antara lain rendahnya kesadaran masyarakat, keterbatasan sumber daya manusia, kurang optimalnya koordinasi lintas sektor, serta keterbatasan anggaran operasional. Meskipun demikian, strategi yang diterapkan telah menunjukkan hasil yang cukup baik dengan adanya penurunan angka stunting di wilayah penelitian. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa strategi Dinas Kesehatan dalam penanganan stunting telah berjalan cukup efektif, namun masih perlu penguatan pada aspek kolaborasi lintas sektor, pemberdayaan masyarakat, serta keberlanjutan program agar hasil yang dicapai lebih optimal dan berkelanjutan.
Peranan Badan Sar Nasional (BASARNAS) Provinsi Sumatera Barat Dalam Ketangguhan Bencana Di Kota Padang Malita, Naia Putri; Syafhendry
Jurnal Mahasiswa Pemerintahan Vol. 3 No. 2 April 2026
Publisher : Laboratorium Program Studi Ilmu Pemerintahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/JMP.2025.28008

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran Badan SAR Nasional (BASARNAS) Provinsi Sumatera Barat dalam ketangguhan bencana di Kota Padang. Indikator penilaian peran yang dipergunakan meliputi norma, individu dalam organisasi dan perilaku yang penting bagi struktur sosial. Tipe penelitian ini menggunakan metode kualitatif yaitu suatu penelitian yang diambil dari fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian dengan cara deskripsi dalam bentuk argumentasi sesuai pada data lapangan. Jenis dan sumber data dalam penelitian ini data primer dan data sekunder yang diperoleh melalui wawancara, observasi dan dokumentasi dengan fokus penelitian ini peran Badan SAR Nasional (BASARNAS) Provinsi Sumatera Barat dalam ketangguhan bencana di Kota Padang. Terdapat dua kelompok key informan dan informan yaitu key informan berjumlah 1 orang dan informan yang berjumlah 28 orang. Teknik sampling yang dipergunakan dalam menetapkan individu sampel (key informan dan informan) ini adalah menggunakan purposive sampling, yakni dengan pertimbangan bahwa informan yang ditunjuk mengetahui serta memahami masalah dan tujuan penelitian. Jenis dan teknik pengumpulan data wawancara serta observasi. Sementara teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan keterangan-keterangan secara kualitatif dan deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian ini Pertama, norma terlihat Badan SAR sudah menetapkan bahwa dalam menanggulangi bencana memberikan ketegasan yang pasti untuk warga yang berdampak bencana Kedua, individu dalam organisasi terlihat bahwa tidak adanya kerjasama yang efektif dan efisien antara Badan SAR dengan masyarakat sehingga arahan dan instruksi tidak berjalan dengan baik. Ketiga, perilaku yang penting bagi struktur sosial terlihat dalam upaya menggerakkan kreativitas dan keterampilan masyarakat dalam menanggulangi bencana masih belum fasih atau belum kreatif sehingga banyak masyarakat yang kebingungan untuk mengatasi permasalahan bencana