cover
Contact Name
Ahmad Ulil Albab Al Umar
Contact Email
ahmadulil.asfebi@gmail.com
Phone
+6287831398687
Journal Mail Official
peshum.jurnal@gmail.com
Editorial Address
Slendro rt 02/01,gesi,sragen
Location
Kab. sragen,
Jawa tengah
INDONESIA
PESHUM
Published by CV ULIL ALBAB CORP
ISSN : -     EISSN : 28288017     DOI : 10.56799
PESHUM: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Humaniora diterbitkan oleh CV. ULIL ALBAB CORP. PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Humaniora menerbitkan artikel bidang: (1) Pendidikan: Pendidikan dan Pembelajaran, Pendidikan Karakter, Pendidikan Inklusi, Kurikulum Pendidikan. (2) Sosial: Ekonomi, Sosiologi, Psikologi, Sosial, Budaya, Antropologi. (3) Humaniora: Sastra, Sejarah, Bahasa, Seni, Filsafat, Agama, Hukum. PESHUM: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Humaniora terbit setiap 6 kali dalam setahun.
Articles 265 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 3: April 2026" : 265 Documents clear
Tantangan Dan Strategi Guru Dalam Menginplementasikan Understanding By Design Reni Pujiwati; Lisa Nurjanah; Marsya Sahida; Dahlia Efriani; Riwana Suri
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 3: April 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i3.15438

Abstract

Penerapan Kurikulum Merdeka menuntut perencanaan pembelajaran yang berorientasi pada pemahaman mendalam dan penguatan kompetensi peserta didik. Understanding by Design (UbD) merupakan pendekatan perencanaan pembelajaran yang menekankan prinsip backward design melalui keselarasan tujuan pembelajaran, asesmen, dan pengalaman belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tantangan dan strategi guru dalam mengimplementasikan UbD pada pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn). Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur terhadap berbagai artikel jurnal nasional yang relevan. Analisis data dilakukan secara tematik untuk mengidentifikasi pola tantangan dan strategi implementasi UbD. Hasil kajian menunjukkan bahwa UbD mampu meningkatkan kualitas perencanaan pembelajaran, keterlibatan aktif peserta didik, serta pemahaman nilai-nilai kewarganegaraan. Namun, guru masih menghadapi kendala berupa keterbatasan pemahaman konseptual, kesulitan merancang asesmen autentik, dan tingginya beban administratif. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kompetensi guru, kolaborasi profesional, serta penyederhanaan desain UbD agar implementasinya lebih efektif dan berkelanjutan.
Analisis Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan Berbasis Understanding By Design (UbD) Dalam Perspektif Studi Literatur Nur Aini Syafitri; Anggi Natalis Maya; Anti Kusuma Wardani
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 3: April 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i3.15440

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan berbasis UbD berdasarkan perspektif studi literatur. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan menganalisis 12 artikel jurnal nasional yang relevan dengan Pendidikan Kewarganegaraan, Pendidikan Pancasila, pendidikan nilai, serta implementasi UbD dalam pembelajaran. Hasil kajian menunjukkan bahwa pembelajaran PKn berbasis UbD mampu meningkatkan pemahaman mendalam peserta didik, memperkuat internalisasi nilai Pancasila, meningkatkan minat dan partisipasi belajar, serta mengembangkan karakter dan keterampilan sosial. Selain itu, UbD dinilai selaras dengan Kurikulum Merdeka dan mendukung pencapaian profil Pelajar Pancasila.
Bentuk Kearifan Lokal dalam Penguatan Mitigasi Bencana Berbasis Komunitas di Indonesia Yuanita Dwi Hapsari
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 3: April 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i3.15443

Abstract

Indonesia merupakan wilayah dengan tingkat kerentanan bencana yang tinggi, sehingga penguatan strategi mitigasi berbasis komunitas menjadi kebutuhan mendesak. Salah satu pendekatan yang relevan adalah pemanfaatan kearifan lokal yang berkembang dalam praktik sosial dan budaya masyarakat. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji bentuk kearifan lokal dalam memperkuat mitigasi bencana berbasis komunitas di Indonesia melalui pendekatan studi literatur. Metode yang digunakan adalah kajian sistematis terhadap artikel ilmiah, buku akademik, dan laporan penelitian yang membahas hubungan antara kearifan lokal, komunitas, dan pengurangan risiko bencana. Hasil kajian menunjukkan bahwa kearifan lokal berkontribusi signifikan dalam mitigasi bencana melalui pengetahuan tentang tanda-tanda alam, sistem peringatan dini tradisional, praktik sosial dan budaya, arsitektur serta tata ruang tradisional, serta peran kelembagaan lokal dan kepemimpinan adat. Kearifan lokal tidak hanya berfungsi sebagai mekanisme adaptasi ekologis, tetapi juga memperkuat modal sosial, partisipasi, dan kapasitas kolektif komunitas dalam menghadapi risiko bencana. Artikel ini menegaskan bahwa integrasi kearifan lokal dengan pengetahuan ilmiah dan kebijakan formal merupakan langkah strategis untuk membangun mitigasi bencana yang kontekstual, inklusif, dan berkelanjutan di Indonesia.
Digitalisasi Layanan UMKM Toko Berkah Jl. Pesantren melalui Pengembangan Website Informasi Produk dan Ketersediaan Barang Raynanda; Muhammad Sabil Bilqisthi; Arjun Afrianto; Tia Kusuma Wardani; Sa’adah Rahma Ilahi; Rangga Eka Ardyan; Renov Hardi Prata; Muhammad Izzuddin; Muhammad Rizky Naoval
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 3: April 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i3.15447

Abstract

Meskipun UMKM memainkan peran penting dalam perekonomian nasional, banyak dari mereka masih dikelola secara konvensional tanpa bantuan teknologi informasi, sehingga menghadapi masalah dalam hal efisiensi, jangkauan pasar, dan daya saing. Toko Berkah UMKM di Jl. Pesantren, Tangerang Selatan mengalami hal ini, karena mereka masih menggunakan sistem manual untuk mengelola informasi produk dan ketersediaan barang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat dan menerapkan situs web sebagai media digital untuk layanan UMKM dengan tujuan meningkatkan pelayanan, pengelolaan informasi, dan jangkauan pemasaran. Analisis kebutuhan, perancangan sistem, implementasi website, pelatihan, dan evaluasi adalah langkah-langkah deskriptif-partisipatif yang digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan situs web dapat meningkatkan akses ke informasi produk, efisiensi pelayanan, profesionalisme kerja, dan kepercayaan pelanggan. Jadi, digitalisasi layanan berbasis web adalah solusi strategis untuk mendorong UMKM menuju sistem usaha yang lebih responsif, efektif, dan berkelanjutan di era internet.
Perancangan Pembelajaran Berbasis Understanding by Design (UbD) Sebagai Kerangka Peningkatan kualitas pembelajaran Khalila Utami; Reza Fifki Pratam; Aldi Pranata
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 3: April 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i3.15452

Abstract

Perancangan pembelajaran memiliki peran strategis dalam menentukan kualitas proses dan hasil belajar peserta didik. Pembelajaran yang tidak dirancang secara sistematis cenderung menghasilkan pemahaman yang dangkal serta kurang bermakna. Salah satu pendekatan perancangan pembelajaran yang menekankan pada pemahaman mendalam adalah Understanding by Design (UbD), yang menggunakan prinsip backward design dalam penyusunan pembelajaran. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif perancangan pembelajaran berbasis UbD sebagai kerangka peningkatan kualitas pembelajaran dengan mengintegrasikan hasil penelitian terdahulu dari dua belas jurnal nasional. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan deskriptif-analitis. Hasil kajian menunjukkan bahwa UbD mampu meningkatkan kualitas pembelajaran melalui keselarasan antara tujuan pembelajaran, asesmen, dan aktivitas pembelajaran. Selain itu, penerapan UbD terbukti meningkatkan pemahaman konseptual, motivasi belajar, serta keterlibatan aktif peserta didik. Dengan demikian, UbD dapat dijadikan sebagai kerangka perancangan pembelajaran yang efektif dan berkelanjutan di berbagai jenjang pendidikan.
Politik Anggaran Kebijakan: Konsep Dan Kebijakan Pembiayaan Pendidikan Islam Di Indonesia Tati Khafidotur Rofingah
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 3: April 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i3.15466

Abstract

Suatu kebijakan dibuat untuk menjadi pedoman dalam bertindak dan mengarahkan kegiatan dalam organisasi pendidikan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Proses implementasi kebijakan hanya dapat dimulai apabila tujuan-tujuan dan sasaran-sasaran yang semula bersifat umum telah dirinci, program-program aksi telah dirancang dan sejumlah dana/biaya telah dialokasikan untuk mewujudkan tujuan-tujuan dan sasaran-sasaran tersebut. Selain itu adanya perencanaan-perencanaan dalam bidang pendidikan juga tengah digalakkan, contohnya saja penempatan guru-guru yang dianggap profesional untuk bersedia ditempatkan ditempat-tempat terpencil. Maka dari itu perlu adanya suatu kebijakan dari pemerintah khususnya yang mana mampu membuat suatu program-program baru untuk perubahan pendidikan yang lebih berkualitas. Pendidikan mempunyai kedudukan sangat penting dalam pembangunan bangsa. Karenanya pendidikan merupakan human investment yang berarti kesuksesan masa depan bangsa sangat ditentukan oleh investasi saai ini. Pentingnya posisi pendidikan tersebut mensyaratkan pengelolaan pendidikan yang cermat melalui prosedur manajemen yang baik dan didukung dengan pembiayaan yang memadai. Undang-Undang mengamanatkan bahwa anggaran pendidikan selain biaya kedinasan dialokasikan minimal 20 persen dari APBN dan APBD. Akan tetapi, hingga saat ini amanat undang-undang tersebut belum dapat terpenuhi. Hal ini terkait dengan kemauan, kemampuan, keberanian dan political will pemerintah. Oleh karena itu dibutuhkan kebijakan politik anggaran pendidikan yang rasional, tegas dan konstitusional agar pendanaan pendidikan dapat sesuai dengan amanat undang-undang
Pendidikan Dalam Perspektif Hadis Nabi Muhammad Saw Irsyadah Ibrahim; Abbas Baco Miro; Rahmi Dewanti
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 3: April 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i3.15467

Abstract

Penelitian ini menganalisis konsep pendidikan dalam perspektif hadis Nabi Muhammad SAW serta kontribusinya terhadap penguatan pendidikan Islam di era kontemporer. Dalam pandangan Islam, pendidikan tidak hanya dimaknai sebagai aktivitas penyampaian ilmu pengetahuan, melainkan sebagai proses pembentukan manusia secara menyeluruh yang mencakup aspek intelektual, etis, dan spiritual. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian kepustakaan (library research). Data primer bersumber dari kitab-kitab hadis utama, seperti Shahih al-Bukhari, Shahih Muslim, Sunan Ibnu Majah, dan Sunan al-Tirmidzi, sedangkan data sekunder diperoleh dari berbagai literatur ilmiah yang relevan dengan tema kajian. Pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi dan penelusuran literatur secara sistematis, sementara analisis data dilakukan dengan pendekatan tematik terhadap hadis-hadis yang memiliki muatan pendidikan (hadis tarbawi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa hadis Nabi SAW menegaskan pentingnya kewajiban menuntut ilmu, penanaman adab dan etika dalam proses pembelajaran, serta pendidikan ibadah yang dilaksanakan melalui keteladanan, pembiasaan, praktik langsung, dan tahapan pembelajaran secara bertahap (tadarruj). Selain itu, pendidik dipandang sebagai figur sentral dalam internalisasi nilai dan pembentukan karakter peserta didik. Temuan ini mengindikasikan perlunya perubahan paradigma pendidikan Islam dari orientasi kognitif semata menuju pendekatan yang lebih integratif, dengan menyeimbangkan dimensi keilmuan, moral, dan spiritual. Dengan demikian, hadis Nabi SAW berperan penting sebagai landasan normatif dan pedagogis dalam mewujudkan sistem pendidikan Islam yang holistik, berkarakter, dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Kata kunci: hadis tarbawi, pendidikan Islam, adab, pendidikan ibadah, paradigma pendidikan
Tinjauan Hukum Islam Terhadap Shopee Flash Sale Muchammad Azhar An Nawa; Muhajir Muhajir; Waluyo Sudarmaji
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 3: April 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i3.15563

Abstract

Perkembangan pesat e-commerce di Indonesia, khususnya penggunaan strategi Flash Sale oleh platform seperti Shopee, menimbulkan sejumlah pertanyaan terkait kepatuhan praktik tersebut pada prinsip-prinsip hukum Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji mekanisme penetapan harga dalam Flash Sale Shopee dari perspektif hukum Islam, khususnya prinsip keadilan, keterbukaan, larangan gharar (ketidakpastian), penipuan, dan riba. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan studi literatur terhadap sumber hukum Islam, kebijakan Shopee, dan teori penetapan harga pasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mekanisme penetapan harga Flash Sale Shopee pada dasarnya sesuai dengan hukum Islam dan prinsip pasar yang sehat apabila dilaksanakan secara adil, transparan, dan konsisten. Praktik Flash Sale yang menampilkan kejelasan harga, kesepakatan awal antara penjual dan platform, kepastian durasi promo, serta pengawasan stok dan transaksi mencerminkan kepatuhan terhadap prinsip kejujuran dan terhindar dari gharar, penipuan, riba, dan ghabn al-fāḥisy. Dalam perspektif hukum Islam, Flash Sale Shopee tergolong muamalah yang diperbolehkan (mubāḥ), selama tidak menyesatkan konsumen dan tetap menjunjung perlindungan serta keadilan bagi semua pihak.  
Negotiating Parental Mediation as Family Communication Practice in Digitally Mediated Learning Cahayani Yogaswari
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 3: April 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i3.15598

Abstract

The integration of digital media into daily life has positioned families as central sites of communication and mediation. The COVID-19 crisis intensified this process, shifting formal education to digitally mediated learning and requiring parents to assume active roles in their children’s education. This study examines how parents of elementary school–aged children in Yogyakarta, Indonesia, negotiated their roles as digital mediators. Using a qualitative multiple case study design involving three families, data were collected through in-depth interviews and direct observations. The analysis focuses on four units: parental attitudes toward technology, mediation practices, family-school relationships, and encountered challenges. Findings indicate that while parents view digital technology as unavoidable, their responses toward its use for learning vary. Parents combined active mediation, restrictive mediation, co-using, and participatory learning based on their digital competencies, time, and school support. Relationships within families and with schools were shaped by communication intensity and parental confidence. Challenges emerged from internal factors, such as limited digital self-efficacy, and external factors, including technological constraints and school demands. Although emergency remote learning has ended, these findings remain relevant for understanding how parental mediation is negotiated in post-crisis family digital communication.
Kebebasan Pers dan Perlindungan Hukum Jurnalis di Indonesia: Implikasi Regulasi terhadap Praktik Media Lokal Nur Hibbah; Riski Deliana; Wahidah Rangkuti; Puspita Sari; Susanti Hasibuan
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 3: April 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i3.15626

Abstract

Penelitian ini mengkaji perlindungan hukum bagi jurnalis dalam bingkai kebebasan pers di Indonesia dengan pendekatan penelitian hukum normatif-empiris. Secara normatif dianalisis perangkat hukum utama, Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP Baru), Undang-Undang ITE, dan Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP), serta Peraturan Dewan Pers Nomor 1/PERATURAN-DP/I/2025 dan Kode Etik Jurnalistik. Secara empiris studi kasus dilakukan pada Start FM Panyabungan, Mandailing Natal melalui wawancara semi-terstruktur dan observasi sebagai data primer, sementara data sekunder dari peraturan perundang-undangan, artikel ilmiah, dan buku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun payung hukum relatif lengkap namun terdapat kesenjangan implementatif, yakni SOP redaksi kurang terdokumentasi dan penerapannya sering bergantung pada keputusan personal, jurnalis melaporkan fenomena self-censorship akibat persepsi risiko litigasi terutama terkait KUHP Baru, UU ITE, dan UU PDP yang menambah kompleksitas terkait pengelolaan data sumber dan korban. Penelitian ini mengidentifikasi hambatan hukum, kapasitas organisasi, dan konteks lokal sebagai faktor penyebab. Rekomendasi meliputi harmonisasi interpretatif antar peraturan, penyusunan pedoman sektoral yang jelas, penguatan SOP dan mekanisme konsultasi hukum bagi media lokal, serta program pelatihan literasi hukum jurnalistik.