cover
Contact Name
Ferly Oktriyedi
Contact Email
ferlyoktriyedi@q2lii.id
Phone
+6285819822797
Journal Mail Official
ferlyoktriyedi@q2lii.id
Editorial Address
Komp OPI Cempaka Blok E No. 05 Kel. Lima Belas Ulu Kec. Jakabaring, Palembang, Indonesia
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Lantera Ilmiah Keperawatan
ISSN : -     EISSN : 30643309     DOI : https://doi.org/10.52120/jliper.
Core Subject : Health,
Jurnal Lantera Ilmiah Keperawatan adalah publikasi akademik yang berfokus pada penyebaran hasil penelitian, kajian, dan inovasi di bidang keperawatan. Jurnal ini bertujuan untuk menyediakan platform yang kredibel bagi peneliti, praktisi, dan akademisi untuk berbagi pengetahuan dan perkembangan terbaru dalam praktik keperawatan serta ilmu terkait.
Articles 53 Documents
Perawatan Luka Perineum dan Proses Penyembuhan Fisiologis pada Ibu Postpartum: Tinjauan Literatur Ayu Kurniati; Farika Riyanti
Jurnal Lantera Ilmiah Keperawatan Vol. 4 No. 1 (2026): JUNI
Publisher : CV. Q2 LANTERA ILMIAH INSTITUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52120/tcpqj234

Abstract

Luka perineum merupakan trauma jaringan akibat robekan spontan atau episiotomi pada persalinan pervaginam yang dapat menimbulkan nyeri, edema, infeksi, dan keterlambatan penyembuhan. Penelitian ini bertujuan menganalisis berbagai metode perawatan luka perineum serta keterkaitannya dengan proses penyembuhan fisiologis pada ibu postpartum. Metode yang digunakan adalah literature review dengan penelusuran artikel melalui PubMed, ScienceDirect, Google Scholar, Scopus, Cochrane Library, dan Garuda. Artikel dipilih berdasarkan kesesuaian topik, ketersediaan teks lengkap, dan pelaporan hasil berupa skor REEDA, nyeri, edema, infeksi, dehisensi, atau lama penyembuhan luka. Hasil telaah menunjukkan bahwa perawatan kebersihan perineum, kompres dingin, sitz bath, pemberian analgesik, teknik penjahitan yang tepat, edukasi, serta pemenuhan nutrisi tinggi protein dapat mendukung penyembuhan luka. Secara fisiologis, metode tersebut bekerja melalui pengurangan kontaminasi mikroorganisme, vasokonstriksi atau vasodilatasi lokal, penurunan inflamasi, peningkatan sirkulasi, proliferasi fibroblas, epitelisasi, angiogenesis, dan sintesis kolagen. Terapi pendamping seperti madu, aloe vera, calendula, daun binahong, daun sirih, ikan gabus, dan putih telur juga menunjukkan potensi mempercepat penyembuhan, tetapi hasil penelitiannya masih bervariasi. Disimpulkan bahwa perawatan luka perineum yang efektif memerlukan kombinasi kebersihan luka, pengendalian nyeri, pemenuhan nutrisi, edukasi, serta pemantauan tanda infeksi dan dehisensi. Terapi komplementer dapat digunakan sebagai pendamping, tetapi tidak menggantikan perawatan standar dan pemeriksaan tenaga kesehatan.
Literature Review: Status Gizi, Asupan Zat Gizi, dan Dampaknya terhadap Kesehatan Ibu Hamil Heni Sudarmini; Khoirotul Umul Latifah
Jurnal Lantera Ilmiah Keperawatan Vol. 4 No. 1 (2026): JUNI
Publisher : CV. Q2 LANTERA ILMIAH INSTITUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52120/d87f7f76

Abstract

Gizi selama kehamilan berperan penting dalam menjaga kesehatan ibu serta mendukung pertumbuhan dan perkembangan janin. Masalah gizi pada ibu hamil meliputi kekurangan energi kronis, anemia, rendahnya keragaman makanan, kekurangan zat gizi mikro, serta kenaikan berat badan yang tidak sesuai. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji status gizi, asupan zat gizi, dan dampaknya terhadap kesehatan ibu hamil serta hasil kehamilan. Metode yang digunakan adalah literature review dengan menelusuri artikel melalui PubMed, ScienceDirect, Google Scholar, SpringerLink, Scopus, dan Portal Garuda. Artikel yang digunakan berbahasa Indonesia atau Inggris, diterbitkan pada tahun 2020–2025, tersedia dalam bentuk teks lengkap, dan membahas gizi pada ibu hamil. Data dianalisis secara deskriptif melalui sintesis naratif. Hasil kajian menunjukkan bahwa kekurangan energi, protein, zat besi, asam folat, kalsium, serta rendahnya keragaman makanan meningkatkan risiko anemia, gangguan pertumbuhan janin, berat badan lahir rendah, bayi kecil menurut usia kehamilan, dan kelahiran prematur. Sebaliknya, kenaikan berat badan yang berlebihan meningkatkan risiko diabetes gestasional, hipertensi, preeklamsia, makrosomia, dan persalinan sesar. Intervensi yang efektif meliputi konsumsi makanan bergizi seimbang dan beragam, suplementasi zat besi dan asam folat, pemantauan kenaikan berat badan, konseling gizi, serta pemberian makanan tambahan bagi ibu hamil berisiko kekurangan gizi. Dapat disimpulkan bahwa pemenuhan gizi yang optimal selama kehamilan sangat penting untuk mencegah komplikasi pada ibu dan meningkatkan hasil kehamilan.
Potensi Ekstrak Buah Bit dalam Mengatasi Anemia pada Ibu Hamil Lela Handayani; Naya Jeehan Putri Sayyidina; Ferly Oktriyedi
Jurnal Lantera Ilmiah Keperawatan Vol. 4 No. 1 (2026): JUNI
Publisher : CV. Q2 LANTERA ILMIAH INSTITUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52120/d4nnwa65

Abstract

Anemia pada kehamilan merupakan masalah kesehatan yang dapat meningkatkan risiko komplikasi maternal dan neonatal. Pemberian tablet zat besi merupakan terapi standar, tetapi keberhasilannya dapat dipengaruhi oleh kepatuhan, pola konsumsi, dan efek samping. Buah bit (Beta vulgaris) mengandung folat, mineral, nitrat, betalain, dan senyawa antioksidan yang berpotensi mendukung peningkatan kadar hemoglobin. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh tiga dosis ekstrak buah bit terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada ibu hamil dengan anemia serta membandingkannya dengan kelompok kontrol. Metode: Penelitian menggunakan desain quasi-experimental dengan pendekatan pretest–posttest control group design. Sampel terdiri atas 60 ibu hamil dengan anemia yang dibagi menjadi empat kelompok, masing-masing 15 responden, yaitu kelompok kontrol, dosis 1, dosis 2, dan dosis 3. Kelompok kontrol memperoleh tablet Fe, sedangkan kelompok intervensi memperoleh tablet Fe disertai ekstrak buah bit dengan tiga dosis berbeda selama 14 hari. Kadar hemoglobin diperiksa sebelum dan setelah intervensi. Analisis dalam kelompok menggunakan uji t dependen, sedangkan perbedaan peningkatan antarkelompok dianalisis menggunakan One-Way ANOVA dan uji lanjut Tukey. Hasil: Rerata peningkatan kadar hemoglobin pada kelompok kontrol sebesar 0,29 g/dL, dosis 1 sebesar 0,76 g/dL, dosis 2 sebesar 1,22 g/dL, dan dosis 3 sebesar 1,68 g/dL. Uji t dependen menunjukkan perbedaan kadar hemoglobin sebelum dan setelah intervensi pada seluruh kelompok dengan nilai p<0,05. Hasil One-Way ANOVA menunjukkan perbedaan peningkatan kadar hemoglobin yang signifikan antarkelompok dengan nilai F=26,411 dan p<0,001. Uji Tukey menunjukkan bahwa seluruh pasangan kelompok berbeda secara signifikan. Kesimpulan: Ekstrak buah bit berpotensi meningkatkan kadar hemoglobin ibu hamil dengan anemia dan menunjukkan pola dosis–respons. Dosis 3 memberikan peningkatan kadar hemoglobin paling besar, tetapi penggunaannya tetap sebagai pendamping tablet Fe dan pelayanan antenatal sesuai standar.