cover
Contact Name
Ahmad Nur Taufiqurrahman
Contact Email
lppm@univbhaktiasih.ac.id
Phone
+6281215544470
Journal Mail Official
lppm@univbhaktiasih.ac.id
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Bhakti Asih Tangerang Jl. Raden Fatah No.62, RT.003/RW.010 Sudimara Barat, Kecamatan. Ciledug, Kota Tangerang, Banten 15151
Location
Kota tangerang,
Banten
INDONESIA
Midwife Care Journal
ISSN : -     EISSN : 30639409     DOI : -
Core Subject : Health,
Midwife Care Journal (MICARE) is a peer-reviewed academic journal focused on publishing high-quality research, reviews, and case studies in midwifery and maternal healthcare. The journal is a resource for midwives, healthcare professionals, and researchers interested in the latest advancements in maternal and newborn care, prenatal and postnatal practices, women’s health, and reproductive rights. The journal encourages interdisciplinary research that examines the social, cultural, and environmental factors impacting maternal health. It also welcomes contributions on community-based midwifery practices, policy reforms, and healthcare interventions aimed at improving maternal outcomes and empowering women during pregnancy and childbirth.
Articles 22 Documents
ANALISIS FAKTOR PENGARUH RENDAHNYA PENGGUNAAN METODE KONTRASEPSI JANGKA PANJANG IMPLANT DI PMB SRI MULYATI, S.Keb Tahun 2023 JUWITA, DESSI
Midwife Care Journal Vol. 1 No. 1 (2024): MICARE (Midwife Care Journal)
Publisher : Universitas Bhakti Asih Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65344/micare.v1i1.9

Abstract

Menurut data Badan Pusat Statistik tahun 2021 pemakaian alat kontrasepsi di Indonesia, yaitu : suntikan 66,49 % akseptor, Pil 15,55 % akseptor, Implant 8,85 % akseptor, IUD 7,08 % akseptor, MOW 0,52% akseptor, MOP 0,15 % akseptor, Kondom 1,19 % akseptor. Kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah salah satunya yaitu : memaksimalkan akses dan kualitas pelayanan KB, jaminan pelayanan KB bagi orang miskin, dan meningkatkan peran serta LSM, swasta, dan organisasi profesi (BPS, 2021). BKKBN Pusat memiliki target pencapaian pengguna alat kontrasepsi tahun 2021 dalam rangka memperingati Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-28 yakni sebesar 1.423.040 akseptor. Pelayanan KB yang termasuk dalam target ini adalah pelayanan IUD, Implan, Suntik dan Kondom, Pil, MOW serta MOP. Hasil data survey BKKBN tahun 2021 pemakaian alat kontrasepsi di provinsi Banten , yaitu : IUD 5,65 % akseptor, MOW 2,28 % akseptor, Implant 6,28 % akseptor, MOP 0,12 % akseptor, Pil 11,46 % akseptor, Suntik 73 % akseptor, Kondom 1,17 % akseptor (BKKBN, 2021). Berdasarkan data BKKBN tahun 2021 pemakaian alat kontrasepsi di Kota Tangerang, yaitu : Kondom 0,99 % akseptor, MOP 0,11 % akseptor, MOW 2,36 % akseptor, IUD 3,99 % akseptor, Implant 2,94 % akseptor, Pil 15,19 % akseptor, Suntik 74,37 % akseptor  (BKKBN, 2021). Berdasarkan data diatas umumnya masyarakat memilih metode non MKJP. Sehingga metode MKJP seperti Intra Uterine Device (IUD), Implant, Medis Operatif Pria (MOP), dan Medis Operatif Wanita (MOW) kurang diminati. Berdasarkan prasurvey di PMB Hj. SM, S.Keb. Tahun 2023 bahwa pengguna alat kontrasepsi Implant sejumlah 16 %, IUD sejumlah 21 %, Pil sejumlah 19 %, dan Suntikan sejumlah 44 %. Pada umumnya PUS (Pasangan Usia Subur) yang telah menjadi akseptor KB lebih banyak menggunakan suntikan. Namun akseptor lebih dianjurkan untuk menggunakan program Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP), yaitu alat kontrasepsi spiral (IUD), susuk (Implan) dan kontap. Implant, metode ini lebih disarakan karena MKJP dianggap lebih efektif, lebih efisien, dan lebih hemat jika dibandingkan dengan alat kontrasepsi suntikan. Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional menggunakan metode deskriptif dengan desain Cross Sectional, Sampel pada penelitian ini yaitu akseptor KB baru yang baru melakukan KB sebanyak 30 orang berdasarkan dokumentasi rekam medik yang ada di PMB Hj. S.M, S.Keb. Tahun 2023. Hasil penelitian didapatkan adanya pengaruh antara umur dengan penggunaan  metode kontrasepsi jangka panjang implant di PMB Hj. S.M, S.Keb tahun 2023 dengan hasil p-value = 0.011 dan OR = 10.833, adanya pengaruh antara pendidikan dengan penggunaan  metode kontrasepsi jangka panjang implant di PMB Hj. S.M, S.Keb tahun 2023dengan hasil p-value = 0.012 dan OR = 15.000, adanya pengaruh antara pekerjaan dengan penggunaan  metode kontrasepsi jangka panjang implant di PMB Hj. S.M, S.Keb tahun 2023dengan hasil p-value = 0.004 dan OR = 15.000.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TERJADINYA ROBEKAN JALAN LAHIR PADA IBU BERSALIN DI KLINIK ALYSSA MEDIKA PERIODE   TAHUN 2023 ASHRI, RIZKI HALLIFAH
Midwife Care Journal Vol. 1 No. 1 (2024): MICARE (Midwife Care Journal)
Publisher : Universitas Bhakti Asih Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65344/micare.v1i1.14

Abstract

Latar Belakang: Upaya penurunan AKI harus difokuskan pada penyebab langsung kematian ibu, yang terjadi 90% pada saat persalinan dan segera setelah persalinan, yaitu perdarahan (28%), eklamsia (24%), infeksi (11%), komplikasi puerperium 8%, partus macet 5%, abortus 5%, trauma obstetrik 5%, emboli 3%, dan lain-lain 11%. Robekan jalan lahir merupakan penyebab kedua setelah atonia uteri. Rupture perineum dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu paritas, jarak kelahiran, berat bayi lahir. Tujuan penelitian: Untuk mengetahui Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya robekan jalan lahir di Klinik Alyssa Medika Periode Tahun 2023. Metode penelitian: menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang melahirkan di Klinik Alyssa Medika Periode Tahun 2023, sampel yang digunakan adalah total sampling yaitu sebanyak 40 orang. Hasil penelitian: Dari hasil penelitian diuji statistik dengan menggunakan chi-square didapatkan hasil ada hubungan yang bermakna antara paritas dengan kejadian robekan jalan lahir pada (p value= 0,006), tidak ada hubungan antara jarak kelahiran dengan kejadian robekan jalan lahir (p value= 0,1000), ada hubungan yang bermakna antara berat bayi lahir dengan kejadian robekan jalan lahir (p value= 0,008). Kesimpulan: Hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan yang bermakna antara paritas, berat bayi lahir dengan kejadian robekan jalan lahir, dan tidak ada hubungan yang bermakna antara jarak kelahiran dengan kejadian robekan jalan lahir pada ibu bersalin.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN STATUS GIZI PADA REMAJA DI SMK KESEHATAN PRIMA HUSADA KOTA TANGERANG SELATAN TAHUN 2024 BAITI, SITI NUR
Midwife Care Journal Vol. 1 No. 1 (2024): MICARE (Midwife Care Journal)
Publisher : Universitas Bhakti Asih Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65344/micare.v1i1.15

Abstract

Latar Belakang: Berdasarkan Riskesdas tahun 2018 menunjukkan 8,75% remaja usia 13-15 tahun dan 8,1% remaja usia 16-18 tahun dengan kondisi kurus dan sangat kurus. Sedangkan pravalensi berat badan lehih dan obesitas sebesar 16,0% pada remaja usia 13-15 tahun. Tujuan Penelitian: untuk mengetahui faktor- faktor yang berhubungan dengan status gizi pada remaja di SMK Kesehatan Prima Husada Kota Tangerang selatan. Metode Penelitian: kuantitatif desain Croos-Sectional. Menggunakan data primer. Populasi sebanyak 30 responden. Sampel sejumlah populasi. Data univariat dianalisis secara deskriptif, data bivariat dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil Penelitian: menunjukkan bahwa variabel aktivitas fisik (p value = 0.000) OR = 44.333, kualitas tidur (p value= 0.007) OR= 16.667, pendapatan orang tua (p value = 0.007) OR = 16.667. Kesimpulan: bahwa hasil penelitian dari 4 variabel terdapat hubungan yang bermakna antara aktivitas fisik, kualitas tidur dan pendapatan orang tua dengan status gizi pada remaja di SMK Kesehatan Prima Husada Kota Tangerang selatan.
HUBUNGAN PENDIDIKAN DENGAN PEMBERIAN IMUNISASI DASAR PADA BAYI DI PMB TUTI AGUSTINA, S.ST. RISKA REVIANA; RIZKI, ANDI MUSTIKA FADILAH; GHITA, DWI; SA’DIAH, AAN
Midwife Care Journal Vol. 1 No. 1 (2024): MICARE (Midwife Care Journal)
Publisher : Universitas Bhakti Asih Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65344/micare.v1i1.18

Abstract

Latar Belakang : Imunisasi dasar merupakan pemberian awal imunisasi, sasarannya yaitu bayi baru lahir sampai usia 12 bulan yang meliputi imunisasi hepatitis B, BCG (Bcille, Calmette, Guerin), DPT-HB-Hib, polio dan campak. Imunisasi dasar juga merupakan salah satu upaya agar mencapai kadar ketahanan di atas tahap perlindungan. Salah satu faktor yang berhubungan dengan kelengkapan imunisasi dasar lengkap yaitu pendidikan ibu. Tujuan : Untuk mengetahui faktor pendidikan ibu yang berhubungan dengan kelengkapan imunisasi dasar pada bayi di PMB Tuti Agustina S.ST. tahun 2021. Metode : Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki bayi yang akan diberikan imunisasi lengkap atau sudah lengkap pada periode Maret – Mei 2021 sebanyak 35 orang. Teknik samplingnya adalah total populasi. Hasil : dari hasil penelitian dianalisis menggunakan chi-square diketahui bahwa ada hubungan yang bermakna antara ada hubungan yang bermakna antara pendidikan dengan kelengkapan imunisasi dasar p value = 0,001, ada hubungan yang bermakna antara pekerjaan dengan kelengkapan imunisasi dasar p value = 0,003. Kesimpulan : Hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan yang bermakna antara pendidikan ibu dengan pendidikan di PMB Tuti Agustina, S.ST. Diharapkan bagi petugas kesehatan khusunya bidan agar dapat lebih meningkatkan pengetahuan ibu khususnya yang memiliki bayi tentang pentingnya imunisasi dasar.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI RENDAHNYA KONSUMSI TABLET FE PADA IBU HAMIL DI PMB SITI RAHAYU, S.Tr.Keb WARDHANI, PRATIWI CAHYA; DESMON, SITI AMALIA
Midwife Care Journal Vol. 1 No. 1 (2024): MICARE (Midwife Care Journal)
Publisher : Universitas Bhakti Asih Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65344/micare.v1i1.20

Abstract

Berdasakan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Prevalensi anemia pada ibu hamil di Indonesia mengalami peningkatan pada tahun 2018 dibandingkan dengan 2013, pada tahun 2018 meningkat menjadi 48,9%. Kematian obstetrik langsung disebabkan oleh komplikasi kehamilan antara lain perdarahan (28,1%), eklampsi (24,4%), infeksi (11%) dan partus lama (5,2%). Sedangkan kematian tidak langsung disebabkan oleh penyakit atau komplikasi lain yang sudah ada sebelum kehamilan atau persalinan sebesar 5-10% antara lain anemia dan Kekurangan Energi Kronis. Tujuan : Diketahui Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Rendahnya Konsumsi Tablet Fe pada Ibu Hamil di PMB Siti Rahayu. S.Tr. Keb. Metode : Jenis penelitian ini adalah dengan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan rancangan penelitian Cross-Sectional. Tekhnik pengambilan sample menggunakan cara purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 65 responden. Hasil : hasil penelitian menunjukan faktor yang paling berpengaruh pada rendahnya konsumsi tablet Fe adalah paritas. Dengan hasil nilai p value 0,04< dan hasil OR 0,77 yang artinya, ibu hamil yang multipara mempunyai peluang 1.28 terkena anemia dibandingkan dengan ibu hamil primipara. Kesimpulan : progam pemerintah di PMB Siti Rahayu S.Tr.Keb belum efektive untuk mengurangi angka anemia. Namun ada variabel yang menjadi faktor paling dominan pada rendahnya konsumsi tablet Fe yaitu Paritas.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI EMESIS GRAVIDARUM PADA IBU HAMIL TRIMESTER IDI PMB SUNARTI, SST TAHUN 2024 JUWITA, DESSI; SOFIAH KS, SOFIAH KS
Midwife Care Journal Vol. 1 No. 2 (2024): Midwife Care Journal (MICARE)
Publisher : Universitas Bhakti Asih Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65344/micare.v1i2.44

Abstract

Menurut World Health Organization jumlah kejadian mual dan muntah sedikitnya 14% dari semua wanita hamil dan untuk kejadian hyperemesis mecapai 12,5% dari seluruh jumlah kehamilan di dunia (WHO, 2019). Kejadian mual muntah atau emesis gravidarum di Indonesia dari hasil observasi didapatkan hasil 24,7% dari 2.203 ibu hamil yang ada. Angka kejadian mual muntah yang terjadi di Indonesia jauh lebih besar dibandingkan dengan angka kejadian di dunia. Angka kejadian emesis gravidarum ini terjadi 60-80% pada primigravida dan 40-60% pada multigravida. (Kemenkes, 2019). Angka kejadian emesis gravidarum di Indonesia yang didapatkan dari 2.230 kehamilan yang dapat diobservasi secara lengkap adalah 543 orang ibu hamil yang terkena emesis gravidarum. sekitar 10% ibu hamil di Indonesia yang terkena emesis gravidarum. Dan didapatkan angka kejadian emesis gravidarum di Provinsi Banten pada tahun 2016 sebanyak 240 kasus. Hasil penelitian dari Claudia Wijaya Tahun 2017 diketahui bahwa persentase tertinggi terdapat pada ibu hamil kategori umur berisiko  dan mengalami emesis gravidarum berjumlah 16 responden (88,9%). p=0,006 atau (< 0,05) merupakan hasil dari uji koefisien kontingensi. Hal ini menunjukkan bahwa adanya hubungan yang bermakna antara umur berisiko dengan emesis berisiko. hasil penelitian dari Claudia Wijaya tahun 2017 tentang status gravida dengan emesis gravidarum, persentase tertinggi terdapat pada ibu hamil primigravida dan mengalami emesis berisiko berjumlah 34 responden (87,2%). p=0,000 (<0,05)  merupakan hasil dari uji koefisien kontingensi yang menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara primigravida dengan emesis gravidarum. Angka kejadian mual muntah di Provinsi Banten pada tahun 2016 sebanyak 240 kasus. Berdasarkan data yang diambil dari PMB Sunarti, SST pada tahun 2024 dari 41 populasi dan sampel yang diambil adalah semua populasi. ibu hamil didapatkan yang datang untuk periksa kehamilannya dengan keluhan mual muntah atau emesis gravidarum. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan metode cross sectional study, Populasi pada penelitian ini adalah semua ibu hamil trimester I di PMB Sunarti, SST dari bulan Juni-oktober  2024  dengan jumlah populasi sebanyak 41 responden. Sampel pada penelitian ini sampel yang diambil adalah semua populasi. Hasil penelitian didapatkan adanya pengaruh antara paritas dengan emesis gravidarum pada ibu hamil trimester I di PMB Sunarti, SST dengan hasil p-value = 0,028 dan OR = 15.500, adanya pengaruh antara usia dengan emesis gravidarum pada ibu hamil trimester I di PMB Sunarti, SST tahun 2024 dengan hasil p-Value = 0,019 dan OR = 19.200, adanya pengaruh antara pekerjaan dengan emesis gravidarum pada ibu hamil trimester I di PMB Sunarti, SST tahun 2024 dengan hasil p-Value =  0.004 dan OR = 4.038, tidak ada pengaruh antara pendidikan dengan emesis gravidarum pada ibu hamil trimester I di PMB Sunarti, SST tahun 2024 dengan hasil p-Value =  0.194.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TERJADINYA DIARE PADA BALITA DI PMB SITI RAHAYU S.TR.KEB KECAMATAN LARANGAN KOTA TANGERANG TAHUN 2021 WARDHANI, PRATIWI CAHYA; MARIAM, MARIAM
Midwife Care Journal Vol. 1 No. 2 (2024): Midwife Care Journal (MICARE)
Publisher : Universitas Bhakti Asih Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65344/micare.v1i2.46

Abstract

Latar Belakang: Diare adalah sindrom penyakit yang di tandai dengan perubahan bentuk dan konsistensi tinja melambat sampai mencair, serta bertambahnya frekuensi buang air besar dari biasanya hingga 3 kali atau lebih dalam sehari. Dengan kata lain, diare adalah buang air besar (defekasi) dengan tinja berbentuk cairan atau setengah cairan. Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Diare Pada Balita di PMB Siti Rahayu S.Tr Keb Kecamatan Larangan Kota Tangerang Tahun 2021. Metode Penelitian : Desain Penelitian menggunakan cross sectional dengan pendekatan kuantitatif, sampel sebanyak 50 responden yang berobat di PMB Siti Rahayu, S.Tr.Keb Kecamatan Larangan Kota Tangerang. Teknik pengambilan sampel dengan teknik cross sectional. Analisis dengan uji bivariat = 0,05. Data hasil penelitian disajikan dalam distribusi frekuensi dan tabulasi silang. Hasil penelitian : Setelah di kontrol oleh variabel Usia, pendidikan, dan Status Gizi hasil penelitian di peroleh bahwa hanya pendidikan yang berhubungan dengan kejadian diare pada balita dengan nilai p-value 0,035. Responden yang pendidikannya rendah akan berpeluang 21,5 kali mengalami diare dibandingkan dengan ibu balita yang berpendidikan Tinggi. Selain itu juga dapat didukung dengan pernyataan beberapa responden yang tidak mengetahui tentang pencegahan diare pada balita. Kesimpulan : Program pencegahan diare di kota tangerang ini belum efektif untuk diare pada balita. Namun ada variabel yang menjadi faktor paling dominan yaitu pendidikan.
HUBUNGAN PARITAS TERHADAP KEJADIAN BENDUNGAN ASI PADA IBU NIFAS DI PMB Hj. SITI RAHAYU KOTA TANGERANG REVIANA, RISKA; RIZKI, ANDI MUSTIKA FADILAH; GHITA, DWI; SUMARMI, SUMARMI
Midwife Care Journal Vol. 1 No. 2 (2024): Midwife Care Journal (MICARE)
Publisher : Universitas Bhakti Asih Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65344/micare.v1i2.50

Abstract

Latar Belakang : Masa nifas adalah masa dimana dimulai sejak 2 jam setelah lahirnya plasenta hingga 6 minggu atau 42 hari. Sekitar 50% kematian ibu terjadi dalam 24 jam pertama masa nifas sehingga pelayanan pasca persalinan yang berkualitas harus terselenggara pada masa itu untuk memenuhi kebutuhan ibu dan bayi. Bendungan ASI adalah terjadinya pembengkakan pada payudara karena peningkatan aliran vena dan limfe sehingga menyebabkan bendungan ASI dan rasa nyeri disertai kenaikan suhu badan. Tujuan : Mengetahui hubungan Paritas terhadap kejadian bendungan ASI di PMB Hj. Siti Rahayu Kota Tangerang. Metode : Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu nifas yang mengalami bendungan ASI sebanyak 40 orang. Teknik pengambilan sampel nya adalah total sampling. Hasil : hasil penelitian dianalisis menggunakan chi-square diketahui bahwa ada hubungan paritas terhadap kejadian bendungan ASI pada ibu nifas (p value = 0,038). Kesimpulan : Hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan paritas dengan kejadian bendungan ASI pada ibu nifas PMB Hj. Siti Rahayu Kota Tangerang.
FAKTOR - FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA PUTRI MENGENAI FLOUR ALBUS DI AKADEMI X KOTA TANGERANG SARTIKA , IKAH; ASY’ARI, NIDYA HANI
Midwife Care Journal Vol. 1 No. 2 (2024): Midwife Care Journal (MICARE)
Publisher : Universitas Bhakti Asih Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65344/micare.v1i2.51

Abstract

Flour Albus pada remaja meningkat baik di Indonesia maupun di seluruh dunia, sekitar 1 dari 20 remaja putri pernah mengalami Flour Albus setiap tahunnya di seluruh dunia. Tingkat Pengetahuan menjadi penyebab utama tingginya angka Flour Albus, yang bisa dipengaruhi oleh sumber informasi, faktor lingkungan, dan faktor ekonomi. Tujuan penelitian: untuk mengetahui Faktor - Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Pengetahuan Remaja Putri Mengenai Flour Albus Di Akademi X Kota Tangerang Tahun 2023. Metode Penelitian: Kuantitatif, Populasi : Remaja Putri usia 17-24 tahun sebanyak 43 orang. Sampel pada penelitian ini menggunakan total sampling. Desain Penelitian: Cross Sectional. Hasil penelitian: Dari hasil penelitian Sumber Informasi nilai p value = 0,019 < α = 0,05. Faktor Lingkungan nilai p value = 0.202 > α =0,05. Faktor Ekonomi dengan Tingkat Pengetahuan Remaja Putri Mengenai Flour Albus dengan nilai p value = 0,022 < α = 0,05. Personal Hygiene nilai p value= 0,022 < α =0,05. Kesimpulan: dari masing-masing variabel Sumber Informasi, Faktor Ekonomi dan Personal Hygiene ada pengaruh yang bermakna dengan Tingkat Pengetahuan. Adapun variabel yang tidak berhubungan berpengaruh yaitu Faktor Lingkungan.  
KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN PASIEN DI PUSKESMAS X KABUPATEN TANGERANG TANTO, TANTO
Midwife Care Journal Vol. 1 No. 2 (2024): Midwife Care Journal (MICARE)
Publisher : Universitas Bhakti Asih Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65344/micare.v1i2.54

Abstract

Kualitas pelayanan terdiri atas beberapa dimensi yaitu tangibles, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy. Kepuasan pasien dipengaruhi oleh faktor salah satunya adalah kualitas pelayanan. Kualitas pelayanan terhadap kepuasan akan berdampak pada citra sebuah Puskesmas. Tujuan penelitian adalah untuk mengidentifikasi pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan pasien di Puskesmas. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas X dengan pendekatan Cross Sectional. Sampel dalam penelitian ini menggunakan sampel accidental berjumlah 50 orang. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh signifikan kualitas pelayanan terhadap kepuasan pasien dengan nila t hitung 10,362 > t table 0,679 dan nilai sig 0,019 < 0,05. Dari hasil penelitian ini diharapkan pihak Puskesmas lebih memperbaiki lagi kualitas pelayanan kepada pasien, keluarga pasien, dan pengunjung lain.

Page 1 of 3 | Total Record : 22