cover
Contact Name
Ahmad Nur Taufiqurrahman
Contact Email
lppm@univbhaktiasih.ac.id
Phone
+6281215544470
Journal Mail Official
lppm@univbhaktiasih.ac.id
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Bhakti Asih Tangerang Jl. Raden Fatah No.62, RT.003/RW.010 Sudimara Barat, Kecamatan. Ciledug, Kota Tangerang, Banten 15151
Location
Kota tangerang,
Banten
INDONESIA
Midwife Care Journal
ISSN : -     EISSN : 30639409     DOI : -
Core Subject : Health,
Midwife Care Journal (MICARE) is a peer-reviewed academic journal focused on publishing high-quality research, reviews, and case studies in midwifery and maternal healthcare. The journal is a resource for midwives, healthcare professionals, and researchers interested in the latest advancements in maternal and newborn care, prenatal and postnatal practices, women’s health, and reproductive rights. The journal encourages interdisciplinary research that examines the social, cultural, and environmental factors impacting maternal health. It also welcomes contributions on community-based midwifery practices, policy reforms, and healthcare interventions aimed at improving maternal outcomes and empowering women during pregnancy and childbirth.
Articles 27 Documents
Efektivitas Hypnobirthing dalam Menurunkan Kecemasan dan Nyeri pada Persalinan Kala I Fase Aktif di PMB Siska Tiara, S.Tr.Keb Tahun 2025 Dessi Juwita; Sofiah Ks; Alysa Rismalia Zahra; Robiatul Adawiyah Harahap
Midwife Care Journal Vol. 2 No. 2 (Nov 2025)
Publisher : Universitas Bhakti Asih Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65344/micare.v2i2.169

Abstract

Pada beberapa kasus, kelahiran bukanlah sesuatu yang menyenangkan tetapi menjadi masalah yang penuh dengan ketakutan, kesulitan, dan nyeri. Menurut Pusat  data Persatuan Rumah Sakit Seluruh Indonesia 15% ibu di Indonesia mengalami komplikasi saat melahirkan bayinya. Disamping itu 21% mengatakan bahwa persalinan yang dialami mereka sangat menyakitkan karena merasakan nyeri yang signifikan, dan 63% sisanya tidak tahu bagaimana melakukan persiapan untuk mengurangi nyeri persalinan. Oleh sebab itu peneliti melakukan penelitian hypnobirthing untuk menurunkan kecemasan dan nyeri pada ibu bersalin di PMB Siska Tiara, S.Tr.Keb Tahun 2025.  Jenis penelitian menggunakan quasi experiment dengan rancangan Pretest-Posttest one group design. Variabel Bebas adalah Hypnobirthing dan variabel terikat adalah kecemasan dn nyeri pada ibu bersalin. Berdasarkan Hasil Penelitian Uji statistik dengan Independent sample t-test didapatkan bahwa hasil sesudah diberikan perlakukan Hypnobirthing p value (sig 2 tailed) =0,007 dan α 0,05 (p < α) yang artinya ada efektifitas sesudah dilakukan Hypnobirthing dalam Menurunkan Kecemasan Ibu Bersalin di PMB Siska Tiara, S.Tr.Keb. Berdasarkan hasil uji statistik menunjukkan bahwa rata-rata nyeri pada persalinan Kala I Fase aktif sebelum diberikan perlakuan Hypnobrithing adalah 7,67 dan sesudah diberikan perlakuan Hypnobirthing adalah adalah 3,89, sehingga didapatkan p value sebesar 0,0012 yang artinya ada perbedaan yang signifikan antara hasil Pretest dan Posttest, menunjukkan ada efektivitas yang bermakna setelah diberikan perlakuan Hypnobirthing dalam menurunkan nyeri pada persalinan kala I Fase aktif di PMB Siska Tiara, S.Tr.Keb.
Pengaplikasian Teori Orem (Self Care) pada Anak Usia Sekolah dengan Penyakit Kronis dalam Meningkatkan Kualitas Perawatan dan Kesehatan Anak: Systematic Literature Review Tiffatul Jannah Firdausya; Djahra Warda Sopaliu; Farras Hanin Lubna Widanti; Fitri Annisa; Syahrifah Aima; Shierly Ramadhani; Diyah Putri Latifa
Midwife Care Journal Vol. 2 No. 2 (Nov 2025)
Publisher : Universitas Bhakti Asih Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65344/micare.v2i2.173

Abstract

Penyakit kronis merupakan suatu penyakit yang mengakibatkan ketidakmampuan pada pengidapnya, sifatnya menetap, serta diperlukan perawatan jangka panjang untuk dapat disembuhkan. Teori praktik keperawatan terkenal Orem menekankan pentingnya interaksi manusia dengan lingkungannya dan self-care, yaitu kemampuan individu untuk merawat dirinya sendiri, dianggap penting. Konstruksi self-care belum sepenuhnya dipahami, namun praktik self-care yang efektif dapat membantu meningkatkan hasil kesehatan pasien dan kontribusi perawat pada perkembangan manusia. Artikel ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaplikasian teori orem pada anak usia sekolah dengan penyakit kronis dalam meningkatkan kualitas perawatan dan kesehatan anak. Literature review dilakukan untuk menyintesis tentang pengaplikasian teori orem (self-care) pada anak usia sekolah dengan penyakit kronis dalam meningkatkan kualitas perawatan dan kesehatan anak. Proses pencarian artikel ditargetkan untuk mengumpulkan artikel yang sesuai populasi, intervensi, dan outcome. Pencarian dilakukan melalui database PubMed, ScienceDirect, Scopus diterbitkan antara tahun 2018-2023. Proses seleksi dilakukan dengan Preferred Reporting Items for Systematic Review and Meta-Analyses (PRISMA). Penilaian kualitas artikel menggunakan The Joanna Briggs Institute (JBI) checklist. Berdasarkan dari hasil penjaringan didapatkan tiga artikel yang dipilih untuk telaah ini, ditemukan pengaplikasian Orem’s Self-care Theory pada anak usia sekolah dengan penyakit kronis yang paling umum adalah Nursing System Theory. Dari hasil sintesis ketiga artikel ditemukan bahwa dalam penerapan teori ini memberikan perubahan dalam kemampuan perawatan diri anak dengan penyakit kronis. Berbagai macam aplikasi yang disintesis dari artikel mengenai penerapan teori orem (self-care) terbukti dapat meningkatkan kualitas perawatan pada anak dengan penyakit kronis.  
Latihan Fisik Terapeutik dalam Asuhan Kebidanan untuk Nyeri Haid: Sebuah Scoping Review Ineke Permatasari; Aliesya Patricia Wulandari; Sri Gunda Fahriana Fahruddin; Masyita Siregar
Midwife Care Journal Vol. 3 No. 1 (May 2026)
Publisher : Universitas Bhakti Asih Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65344/micare.v3i1.223

Abstract

Nyeri haid merupakan keluhan ginekologis paling umum pada wanita usia subur. Lebih dari enam puluh persen perempuan Indonesia mengalaminya dengan tingkat keparahan yang bervariasi. Bidan sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan reproduksi memiliki peluang besar untuk memberikan intervensi nonfarmakologis yang aman dan terjangkau. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi berbagai bentuk latihan fisik terapeutik berikut parameter efektivitasnya untuk praktik kebidanan. Scoping review ini mengikuti kerangka Arksey dan O'Malley. Pencarian literatur dilakukan pada November 2024 hingga Januari 2025 melalui PubMed, Google Scholar, dan portal Garuda. Kata kunci yang digunakan meliputi dismenore, nyeri haid, latihan fisik, asuhan kebidanan, yoga, dan stabilisasi inti. Kriteria inklusi adalah artikel terbit tahun 2015–2025, subjek wanita dengan dismenore primer, intervensi latihan fisik terapeutik, serta berbahasa Indonesia atau Inggris. Dari 147 artikel, hanya 12 yang memenuhi seluruh kriteria. Hasil menunjukkan latihan aerobik intensitas sedang selama 30 menit tiga kali seminggu menurunkan nyeri haid sebesar 2,8-3,1 poin pada skala visual analog. Yoga dua kali seminggu selama 12 sesi menurunkan skor nyeri dari 6,4 menjadi 2,1. Latihan stabilisasi inti meredakan nyeri punggung bawah hingga 62%. Kombinasi beberapa jenis latihan memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan satu jenis latihan saja. Simpulannya, latihan fisik terapeutik berupa aerobik, yoga, dan stabilisasi inti efektif mengurangi nyeri haid. Bidan direkomendasikan untuk mengajarkan dan memfasilitasi latihan tersebut sebagai bagian dari asuhan kebidanan komplementer.
Pemanfaatan Ultrasonografi (USG) dan Kardiografi (CTG) dalam Pemantauan Kesehatan Janin pada Pelayanan Dinda Putri; Kirania Nabila; Sahara Khaylila; Shopa Ulayya
Midwife Care Journal Vol. 3 No. 1 (May 2026)
Publisher : Universitas Bhakti Asih Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65344/micare.v3i1.207

Abstract

Fetal monitoring during pregnancy is a crucial part of antenatal care to ensure the health of both mother and fetus. Technological advances in the health sector have provided various diagnostic tools that assist healthcare professionals in conducting more accurate examinations. Two technologies widely used in obstetric practice are ultrasonography (USG) and cardiotocography (CTG). Ultrasonography utilizes ultrasonic waves to produce images of the fetus in the womb, helping to assess growth and development, and detect possible abnormalities. CTG, on the other hand, is used to monitor the fetal heart rate and uterine contractions, particularly in late pregnancy and during labor. This article aims to examine the use of ultrasound and CTG in fetal health monitoring in obstetric care. The method used in writing this article is a literature review, reviewing various relevant scientific sources. The results of the study indicate that the use of ultrasound and CTG significantly assists healthcare professionals in monitoring fetal health more quickly, accurately, and effectively, thereby improving the quality of obstetric care
HUBUNGAN LAMA PENGGUNAAN KONTRASEPSI JANGKA PENDEK DENGAN RISIKO EFEK SAMPING PADA AKSEPTOR KELUARGA BERENCANA (KB) DI KLINIK PRATAMA BHAKTI ASIH TANGERANG TAHUN 2026 Pratiwi Cahya Wardhani; Agnin Ilma Aura; Ocha Yozi Fauzia
Midwife Care Journal Vol. 3 No. 1 (May 2026)
Publisher : Universitas Bhakti Asih Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65344/micare.v3i1.213

Abstract

Penggunaan kontrasepsi jangka pendek seperti pil dan suntik masih menjadi pilihan utama akseptor Keluarga Berencana (KB). Meskipun efektif, penggunaan kontrasepsi jangka pendek dalam waktu yang lama tanpa evaluasi metode dapat menimbulkan berbagai efek samping. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan lama penggunaan kontrasepsi jangka pendek dengan risiko efek samping pada akseptor KB di Klinik Pratama Bhakti Asih Tangerang. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 30 akseptor KB pengguna kontrasepsi jangka pendek yang diambil dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur dan dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden menggunakan kontrasepsi jangka pendek lebih dari dua tahun dan mengalami efek samping berupa gangguan menstruasi. Analisis bivariat p-value = 0,012 adanya hubungan antara lama penggunaan kontrasepsi jangka pendek dengan risiko efek samping. Disimpulkan bahwa semakin lama penggunaan kontrasepsi jangka pendek, semakin tinggi risiko efek samping yang dialami akseptor KB.
Teknik Menyusui yang Benar dengan Kejadian Puting Lecet pada Ibu Nifasdi Wilayah Jakarta Barat Riska Reviana; Andi Mustika Fadilah; Dwi Ghita; Agnin Ilma Aura; Tania Aprilianti
Midwife Care Journal Vol. 3 No. 1 (May 2026)
Publisher : Universitas Bhakti Asih Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65344/micare.v3i1.240

Abstract

The postpartum period is a critical transitional phase characterized by maternal physiological recovery and breastfeeding adaptation. One of the most common breastfeeding problems experienced by postpartum mothers is nipple trauma, which may cause pain, discomfort, and potentially interfere with breastfeeding continuation. Evidence suggests that improper breastfeeding techniques, particularly incorrect positioning and latch, are major contributing factors to nipple injury. In the context of homecare services in West Jakarta, direct evaluation of breastfeeding techniques at mothers’ homes becomes an important preventive strategy. This study aims to determine the relationship between proper breastfeeding techniques and the incidence of nipple trauma among postpartum mothers in West Jakarta. Methods this study employed a quantitative analytic approach with a cross-sectional design. The research was conducted within midwifery homecare services in West Jakarta from January to July 2026. The study population consisted of postpartum mothers receiving homecare services and practicing direct breastfeeding. A total of 30 respondents were selected using consecutive sampling. Breastfeeding technique data were collected using an observational checklist covering maternal position, infant position, latch, and effective sucking. Nipple trauma was assessed through visual inspection and categorized according to severity. Data were analyzed using univariate and bivariate analysis with Chi-square or Fisher’s Exact test at a significance level of 0.05.
EFEKTIVITAS KOMUNIKASI DAN KONSELING LAKTASI OLEH BIDAN TERHADAP KEBERHASILAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF: KAJIAN LITERATUR Dwi Ghita; Nurhidaya Nurhidaya; Astri Yuliandini
Midwife Care Journal Vol. 3 No. 1 (May 2026)
Publisher : Universitas Bhakti Asih Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65344/micare.v3i1.242

Abstract

Pemberian Air Susu Ibu (ASI) secara eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan merupakan intervensi kesehatan masyarakat dengan bukti ilmiah kuat dalam menurunkan angka kesakitan dan kematian bayi, namun cakupannya di Indonesia masih berada di bawah target nasional sebesar 80%. Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023 mencatat cakupan ASI eksklusif pada bayi usia 0–5 bulan sebesar 68,6%, dengan disparitas antarprovinsi yang cukup lebar. Bidan, sebagai tenaga kesehatan yang paling sering berinteraksi dengan ibu sejak masa kehamilan hingga nifas, memiliki peran strategis melalui komunikasi terapeutik dan konseling laktasi. Kajian ini bertujuan menelaah secara naratif bukti ilmiah mengenai efektivitas komunikasi dan konseling yang dilakukan bidan terhadap keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Penelusuran literatur dilakukan pada basis data Google Scholar, PubMed, ScienceDirect, dan Garuda menggunakan kombinasi kata kunci “konseling ASI eksklusif”, “komunikasi terapeutik bidan”, dan “breastfeeding counseling” untuk publikasi rentang tahun 2015–2026. Hasil kajian menunjukkan bahwa konseling laktasi yang terstruktur, dengan pendekatan mendengarkan–mempelajari serta membangun percaya diri dan memberi dukungan sebagaimana dianjurkan WHO/UNICEF, secara konsisten meningkatkan pengetahuan, sikap, efikasi diri menyusui (breastfeeding self-efficacy), dan angka keberhasilan ASI eksklusif pada berbagai kelompok ibu, termasuk ibu hamil trimester III, ibu bekerja, ibu nifas remaja, dan calon pengantin. Komunikasi terapeutik yang efektif ditandai oleh keterampilan mendengarkan aktif, empati, penggunaan bahasa yang tidak menghakimi, serta pemberian informasi relevan secara bertahap. Pelaksanaan konseling di lapangan masih menghadapi hambatan berupa keterbatasan waktu pelayanan, minimnya pelatihan komunikasi-konseling bagi bidan, dan faktor sosial budaya. Kajian ini merekomendasikan penguatan kompetensi komunikasi dan konseling laktasi bidan melalui pendidikan berkelanjutan serta integrasi konseling terstruktur dalam standar pelayanan antenatal dan postnatal.

Page 3 of 3 | Total Record : 27