cover
Contact Name
Ahmad Nur Taufiqurrahman
Contact Email
lppm@univbhaktiasih.ac.id
Phone
+6281215544470
Journal Mail Official
lppm@univbhaktiasih.ac.id
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Bhakti Asih Tangerang Jl. Raden Fatah No.62, RT.003/RW.010 Sudimara Barat, Kecamatan. Ciledug, Kota Tangerang, Banten 15151
Location
Kota tangerang,
Banten
INDONESIA
Midwife Care Journal
ISSN : -     EISSN : 30639409     DOI : -
Core Subject : Health,
Midwife Care Journal (MICARE) is a peer-reviewed academic journal focused on publishing high-quality research, reviews, and case studies in midwifery and maternal healthcare. The journal is a resource for midwives, healthcare professionals, and researchers interested in the latest advancements in maternal and newborn care, prenatal and postnatal practices, women’s health, and reproductive rights. The journal encourages interdisciplinary research that examines the social, cultural, and environmental factors impacting maternal health. It also welcomes contributions on community-based midwifery practices, policy reforms, and healthcare interventions aimed at improving maternal outcomes and empowering women during pregnancy and childbirth.
Articles 22 Documents
Faktor yang Menentukan Penerima Kontrasepsi dalam Penggunaan Suntikan Kontrasepsi 3 Bulan di Klinik Kurnia Medika Rajeg Sartika, Ikah; Ainun, Hurul
Midwife Care Journal Vol. 2 No. 1: MICARE : Midwife Care Journal (2025 May)
Publisher : Universitas Bhakti Asih Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65344/micare.v2i1.90

Abstract

Suntik KB 3 bulan adalah metode kontrasepsi hormonal yang mengandung estrogen. Kontrasepsi ini bekerja dengan mencegah pengeluaran sel telur sehingga tidak akan terjadi pembuahan sel telur oleh sperma. Satu suntikan di berikan setiap tiga bulan dan suntikan tersebut sangat efektif apabila rutin di berikan secara tepat  waktu. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross sectional dengan populasi seluruh ibu yang menggunakan kontrasepsi suntik 3 bulan di Klinik Kurnia Medika . Dengan jumlah populasi sebanyak 30 responden. Sampel pada penelitian ini yang di ambil adalah semua populasi. Hasil penelitian : data univariat dianalisis secara deskriptif, data bivariat dianalisis menggunakan uji chi-square. Distribusi responden yang menggunakan KB suntik 3 bulan sebanyak (23,3%), usia yang berisiko ( < 20 tahun dan > 35 tahun). Sebanyak 26 orang (86.7%),Pendidikan rendah sebanyak 25 orang (83,3%), Multipara sebanyak 16 orang (53,3%), tidak bekerja sebanyak 22 orang (73.3%), berat badannya tidak meningkat sebanyak 21 orang (70%). Hasil bivariat menunjukkan bahwa variabel didapatkan terdapat 4 variabel yang berhubungan yaitu usia, p-value 0.007 OR=0.034, pendidikan p-value 0.007 OR=0.034, pekerjaan p-value 0.000 OR=0.016, berat badan p-value 0.001) OR=0.025. dan yang tidak berhubungan hanya 1 yaitu paritas p-value 0.126
Literature Review: Hubungan Pengetahuan Kesehatan Reproduksi Remaja dengan Perilaku Seksual Berisiko pada Remaja Astrieta Pradja, Dhea Ayunanda
Midwife Care Journal Vol. 2 No. 1: MICARE : Midwife Care Journal (2025 May)
Publisher : Universitas Bhakti Asih Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65344/micare.v2i1.94

Abstract

Kesehatan reproduksi remaja ialah suatu keadaan yang menyangkut sistem, fungsi, dan proses reproduksi yang dimiliki remaja. Dibandingkan dengan dewasa, kesehatan reproduksi remaja sangat rentan terhadap berbagai penyakit, terutama infeksi menular seksual (IMS) Perilaku seksual pra-nikah remaja (adolescent premarital sexual) sebagai perilaku remaja yang didasari oleh dorongan seksual atau aktivitas mendapatkan kesenangan pada organ seksual melalui berbagai perilaku. Contoh perilakunya antara lain berfantasi, masturbasi, berpegangan tangan, cium pipi, berpelukan, cium bibir, petting, dan berhubungan intim (intercourse). Penelitian ini bertujuan mempelajari hubungan antara hubungan pengetahuan kesehatan reproduksi remaja dengan perilaku seksual pada remaja berdasarkan literature review .Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian kuantitatif menggunakan pendekatan literature review. Alur pada penelitian ini dimulai dari mengumpulkan sumber beberapa penelitian berbentuk artikel yang berkaitan dengan hubungan pengetahuan kesehatan reproduksi remaja terhadap perilaku seksual pada remaja. Setelah sumber terkumpul peneliti mempelajari ulang setiap sumber artikel yang telah diterbitkan untuk menghasilkan sebuah analisis baru. Sumber artikel dari penelitian ini diperoleh dari beberapa fasilitas database on line yaitu Google Scholar dengan kata kunci pengetahuan kesehatan reproduksi, perilaku seksual, remaja, Sebesar sembilan jurnal dari jurnal yang ditemukan sesuai kata kunci pencarian di database tersebut. Tema isi jurnal adalah Hubungan antara pengetahuan kesehatan reproduksi remaja dengan perilaku pada remaja berdasarkan publikasi yang diterbitkan antara tahun 2018 sampai 2022 (Lima tahun).. Hasil yang ditemukan yaitu terdapat hubungan pengetahuan kesehatan reproduksi remaja dengan perilaku seksual berisiko pada remaja. Jika semakin baik pengetahuan remaja akan kesehatan reproduksi maka risiko remaja untuk memiliki perilaku seksual berat akan semakin kecil. Jurnal literature review menunjukkan bahwa terdapat hubungan pengetahuan kesehatan reproduksi dengan perilaku seksual berisiko pada remaja.
Faktor Resiko Kejadian Berat Badan Lahir Rendah di RSUD Anutapura Palu Fadillah Rizki, Andi Mustika; Reviana, Riska; Sahirah, Syafirah; Faizin, Nurul
Midwife Care Journal Vol. 2 No. 1: MICARE : Midwife Care Journal (2025 May)
Publisher : Universitas Bhakti Asih Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65344/micare.v2i1.104

Abstract

Kejadian BBLR di Indonesia merupakan penyebab kesakitan dan kematian bayi baru lahir dan tertinggi terjadi di Sulawesi Tengah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Faktor Risiko kejadian BBLR di RSUD Anutapura Palu. Metode Penelitian bersifat analitik dengan pendekatan case control. Populasi seluruh bayi yang lahir di RSU Anutapura Palu periode 2023. Sampel kasus (BBLR) diambil secara total populasi yaitu 68 sampel dan  sampel kontrol (tidak BBLR) 136 sampel dengan  matching usia kehamilan 37 sampai 40 minggu dan menggunakan data sekunder. Analisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian faktor risiko kejadian BBLR adalah anemia (OR= 3,274)  berisiko 3,3 kali melahirkan BBLR.  paritas dengan risiko tinggi (0 dan >4) (OR= 2,188), berisiko 2,2 kali melahirkan BBLR. Usia ibu dengan risiko tinggi (<20 atau >35 tahun) (OR= 2,066)  berisiko 2 kali melahirkan BBLR. Anemia yang paling berpengaruh terhadap kejadian BBLR 3,369 kali. Kesimpulan dan saran terdapat hubungan yang signifikan antara usia ibu,  paritas dan anemia pada ibu hamil dengan kejadian BBLR. Dimana sebanyak 42,7% yang memiliki usia (<20 dan >35 tahun) berisiko tinggi untuk melahirkan BBLR,  54,4% yang memiliki paritas (>4) berisiko tinggi untuk melahirkan bayi dengan BBLR, dan terdapat 67,6% ibu hamil dengan anemia (Hb <11 gr/dL) berisiko untuk melahirkan bayi dengan BBLR.
Analisis Faktor yang Berhubungan dengan Kepatuhan Kunjungan Antenatal Care pada Ibu Hamil Trimester III di Klinik Pratama Bhakti Asih Juwita, Dessi; Aisyn, Aisyn; Nursupian, Nursupian
Midwife Care Journal Vol. 2 No. 1: MICARE : Midwife Care Journal (2025 May)
Publisher : Universitas Bhakti Asih Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65344/micare.v2i1.106

Abstract

Antenatal Care (ANC) adalah pelayanan kesehatan penting untuk memantau dan meningkatkan kesehatan ibu dan janin selama kehamilan. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan kunjungan ANC pada ibu hamil trimester III di Klinik Pratama Bhakti Asih, Tangerang. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel sebanyak 77 responden dipilih dengan teknik purposive sampling. Analisis data menggunakan uji Spearman Rank. Hasil menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan (p=0,000), pekerjaan (p=0,004), paritas (p=0,003), dan pengetahuan (p=0,001) dengan kepatuhan kunjungan ANC. Tidak terdapat hubungan signifikan antara usia (p=0,080) dengan kepatuhan. Dapat disimpulkan bahwa tingkat pendidikan dan pengetahuan merupakan faktor dominan dalam kepatuhan kunjungan ANC.
Hubungan Tingkat Nyeri dengan Pemberian ASI pada Ibu Post Sectio Caesarea di Ruang Camelia B RSU Bhakti Asih Kota Tangerang Reviana, Riska; Anggun Kristian Sutra; Irfan Ilmi; Humaira, Fadhila Arienda; Fadillah Rizki, Andi Mustika; Dwi Ghita; Sumarmi, Sumarmi
Midwife Care Journal Vol. 2 No. 1: MICARE : Midwife Care Journal (2025 May)
Publisher : Universitas Bhakti Asih Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65344/micare.v2i1.113

Abstract

Penurunan tingkat Pemberian ASI pada bayi dapat dipengaruhi dari ibu yang selalu dalam keadaan tertekan, kurang percaya diri, sedih, cemas, dan mengalami berbagai bentuk ketegangan akan mengakibatkan kerja sistem hormon prolaktin dan oksitosin terhambat, yang mana kedua hormon tersebut sangat berpengaruh dan berperan penting terhadap proses sekresi ASI. Tujuan : Mengetahui Hubungan Tingkat Nyeri Dengan Pemberian ASI Pada Ibu Post Sectio Caesarea Di Ruang Camelia B RSU Bhakti Asih Kota Tangerang Metode Penelitian : Metode dalam pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan metode Purposive Sampling, yaitu sejumlah 59 responden Hasil Penelitian : Hasil uji statistik dengan Chi-Square diperoleh nilai p (0,248) < a (0,05), sehingga dapat disimpulkan secara statistik terdapat tidak ada hubungan yang bermakna antara tingkat nyeri dengan Pemberian ASI. Kesimpulan : Secara keseluruhan, tingkat nyeri mempengaruhi Pemberian ASI yang dapat berdampak pada dapat meningkatkan produksi ASI memperkuat ikatan antara ibu dan anak serta meningkatkan produksi oksitosin dan prolaktin pada ibu di Ruang Rawat Camelia B RSU Bhakti Asih Kota Tangerang.
Pengaruh Edukasi Media Audiovisual terhadap Pengetahuan Remaja tentang HIV/AIDS di SMK Wira Buana Bogor Annisa, Fitri; Hariyanto, Elsa
Midwife Care Journal Vol. 2 No. 1: MICARE : Midwife Care Journal (2025 May)
Publisher : Universitas Bhakti Asih Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65344/micare.v2i1.117

Abstract

HIV (Virus Immunodefisiensi Manusia) menjadi isu kesehatan yang semakin meningkat, terutama di kalangan remaja yang lebih berisiko terinfeksi akibat kurangnya pemahaman yang cukup mengenai virus ini. Minimnya pemahaman tentang HIV/AIDS di kalangan remaja berisiko memperburuk penyebaran penyakit ini dan memperkuat stigma sosial terhadap penderitanya. Oleh karena itu, pendidikan kesehatan yang inovatif dan efektif sangat dibutuhkan untuk meningkatkan pengetahuan remaja mengenai HIV/AIDS, agar mereka dapat menghindari risiko penularan dan berperan aktif dalam pencegahan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan remaja mengenai HIV/AIDS di Kabupaten Bogor melalui penyampaian pendidikan kesehatan menggunakan media audiovisual. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen satu grup, pre-and-post, untuk menguji pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan remaja tentang HIV/AIDS. Sebanyak 27 remaja dari SMK Wira Buana, Kabupaten Bogor, dipilih menggunakan teknik total sampling, dan pengetahuan diukur menggunakan kuesioner skala Guttman yang terdiri dari 24 pertanyaan yang telah divalidasi. Uji McNemar diterapkan untuk menganalisis data. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh edukasi media audiovisual mengenai HIV/AIDS terhadap pengetahuan remaja tentang HIV/AIDS dengan nilai p: 0,0455. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh edukasi media audiovisual terhadap pengetahuan responden mengenai HIV/AIDS.
Implementasi Pijat Oksitosin dan Konseling Laktasi serta Hubungannya dengan Peningkatan Volume Perah ASI (Objective Measurement) pada Dua Minggu Postpartum Reviana, Riska; Fadillah Rizki, Andi Mustika; Sumarmi, Sumarmi; Dwi Ghita; Tania Aprilianti; Rahma Aulia
Midwife Care Journal Vol.2 No.2 (Nov 2025)
Publisher : Universitas Bhakti Asih Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65344/micare.v2i2.151

Abstract

Produksi ASI pada dua minggu pertama postpartum merupakan fase kritis yang menentukan keberhasilan menyusui jangka panjang. Hambatan dalam refleks let-down, pengetahuan laktasi yang terbatas, serta kecemasan ibu dapat menurunkan volume ASI perah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan implementasi pijat oksitosin dan konseling laktasi dengan peningkatan volume perah ASI yang diukur secara objektif pada ibu postpartum dua minggu. Penelitian menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional dan melibatkan 31 responden yang dipilih menggunakan teknik consecutive sampling. Implementasi pijat oksitosin dan konseling laktasi dinilai melalui lembar checklist, sedangkan volume ASI perah diukur menggunakan botol berskala berdasarkan rata-rata tiga kali pemerasan pada hari awal (T0) dan dua minggu kemudian (T1). Analisis bivariat menggunakan uji paired t-test dan perhitungan odds ratio. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan volume perah ASI yang signifikan antara T0 dan T1 (p < 0,001). Implementasi pijat oksitosin memiliki hubungan signifikan dengan peningkatan volume ASI (p = 0,018; OR = 4,82), yang menunjukkan bahwa ibu dengan pelaksanaan pijat oksitosin kategori baik memiliki peluang hampir lima kali lebih besar untuk meningkatkan volume ASI. Implementasi konseling laktasi menunjukkan hubungan yang lebih kuat dengan peningkatan volume ASI (p = 0,004; OR = 9,00), menandakan bahwa ibu yang menerima konseling laktasi berkualitas memiliki peluang sembilan kali lebih besar untuk mengalami peningkatan volume ASI. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa kombinasi pijat oksitosin dan konseling laktasi merupakan intervensi efektif yang berkontribusi signifikan terhadap peningkatan volume perah ASI pada dua minggu postpartum.
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Pola Makan pada Stunting terhadap Peningkatan Pengetahuan Ibu Balita di Puskesmas Campalagian Kabupaten Polman Tahun 2025 Fadillah Rizki, Andi Mustika; Reviana, Riska
Midwife Care Journal Vol.2 No.2 (Nov 2025)
Publisher : Universitas Bhakti Asih Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65344/micare.v2i2.153

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang dapat dicegah melalui intervensi edukatif, terutama pada ibu balita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan tentang pola makan terhadap peningkatan pengetahuan ibu balita di wilayah kerja Puskesmas Campalagian. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah terdapat pendidikan kesehatan pola makan pada stunting terhadap peningkatan pengetahuan ibu balita. Metode: Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan pre-eksperimental one group pretest-posttest. Sampel terdiri dari 48 ibu balita yang dipilih secara total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil: Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan responden dengan mayoritas responden berada pada kategori baik sebanyak 30 orang (62,5%), dan sisanya 18 orang (37,5%) berada pada kategori cukup. Nilai uji statistik menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik antara pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi edukatif.
Analisis Faktor Risiko Kematian Neonatal pada Era Pasca-Pandemi di Indonesia Tahun 2025 Ghita, Dwi; Yuliandini, Astri; Riska Reviana
Midwife Care Journal Vol.2 No.2 (Nov 2025)
Publisher : Universitas Bhakti Asih Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65344/micare.v2i2.157

Abstract

Kematian neonatal masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat yang signifikan di Indonesia, terutama pada era pasca-pandemi yang membawa perubahan besar terhadap sistem pelayanan kesehatan ibu dan anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor risiko utama yang berkontribusi terhadap kematian neonatal pada tahun 2025 dengan menggunakan desain observasional analitik pendekatan cross-sectional. Penelitian dilaksanakan pada beberapa rumah sakit daerah dan puskesmas di Indonesia selama Januari hingga September 2025 dengan total sampel 500 bayi yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data diperoleh melalui rekam medis, register persalinan, serta catatan layanan neonatal, yang mencakup variabel maternal, neonatal, dan akses layanan kesehatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proporsi bayi dengan berat badan lahir rendah mencapai 32%, sedangkan 27% mengalami gangguan pernapasan pada awal kehidupan. Selain itu, 24% ibu tercatat mengalami infeksi selama kehamilan, dan 30% persalinan dilakukan tanpa kehadiran tenaga kesehatan terlatih. Analisis regresi logistik mengungkapkan bahwa faktor risiko paling signifikan terhadap kematian neonatal adalah berat badan lahir rendah (OR = 4,21), gangguan pernapasan (OR = 3,74), infeksi maternal (OR = 2,89), tidak dilakukan inisiasi menyusu dini (OR = 2,42), serta rendahnya akses pelayanan kesehatan (OR = 2,11). Temuan ini menegaskan bahwa risiko kematian neonatal sangat dipengaruhi oleh kondisi biologis bayi, kesehatan maternal, serta kualitas layanan kesehatan yang diterima sebelum, saat, dan sesudah persalinan. Penelitian ini menekankan pentingnya penguatan layanan antenatal, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, optimalisasi praktik perawatan neonatal, serta perluasan akses layanan kesehatan berkualitas sebagai strategi kunci untuk menurunkan angka kematian neonatal di Indonesia pada era pasca-pandemi.
Aktivitas Antibakteri Minyak Atsiri Bunga Kenanga dan Aplikasinya pada Sabun Cair untuk Pencegahan Infeksi Sekunder pada Ibu Pasca Persalinan Gunawan, Indriani Febrishaummy; Riska Reviana; Humaira, Fadhila Arienda
Midwife Care Journal Vol.2 No.2 (Nov 2025)
Publisher : Universitas Bhakti Asih Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65344/micare.v2i2.160

Abstract

Minyak Bunga Kenanga (Cananga odorata var. fruticosa (Craib) J. Sinclair) merupakan tanaman alami yang memiliki sifat antibakteri serta memiliki berbagai manfaat kesehatan. Minyak atsiri yang diperoleh dari bunga kenanga dapat diformulasikan menjadi sabun cair. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi minyak atsiri dari bunga kenanga, menguji aktivitas antibakterinya terhadap bakteri yang sering muncul pada infeksi sekunder ibu pasca persalinan yaitu Staphylococcus aureus dan Pseudomonas aeruginosa, serta melakukan aplikasi dalam pembuatan sabun cair. Minyak atsiri diperoleh menggunakan metode distilasi uap-air dengan ciri khas berupa warna kuning muda, aroma segar khas kenanga, berat jenis 0,912 g/mL, dan indeks bias 1,499 yang seluruhnya sesuai dengan standar mutu minyak atsiri kenanga berdasarkan SNI 06-3949-1005. Analisis kandungan kimia dengan GC-MS mengidentifikasi 41 senyawa, yang sebagian besar merupakan turunan terpenoid. Tiga senyawa utama yang ditemukan adalah Caryophyllene (26,6%), L-linalool (16%), dan Germacrene-D (14,6%). Uji aktivitas antibakteri minyak atsiri dengan metode dilusi menunjukkan kemampuan menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus dan Pseudomonas aeruginosa pada konsentrasi hambat minimum masing-masing 6,25% dan 3,12%, serta konsentrasi bunuh minimum sebesar 25%. Selain itu, hasil uji pada sabun cair menunjukkan nilai pH yaitu 9,5 dan berpotensi efektif mencegah infeksi sekunder pada ibu pasca persalinan, terutama melalui kemampuan senyawa aktif dalam menghambat pertumbuhan bakteri pada kulit dan luka operasi.

Page 2 of 3 | Total Record : 22