cover
Contact Name
-
Contact Email
dinamikasosialdansains60@gmail.com
Phone
+6281223177345
Journal Mail Official
dinamikasosialdansains60@gmail.com
Editorial Address
Jl. Menara Suradinaya Utara , Desa/Kelurahan Pekiringan, Kec. Kesambi, Kota Cirebon, Provinsi Jawa Barat.
Location
Kab. cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Dinamika Sosial dan Sains
ISSN : -     EISSN : 30891760     DOI : -
The Journal of Social Dynamics and Science is a scientific journal that publishes research articles, theoretical studies, and critical studies covering various disciplines. This journal focuses on the development of knowledge in the social, scientific, technological and humanistic fields and aims to encourage interdisciplinary discussions and innovations related to social dynamics and scientific development. Scope: 1. Social Sciences: Sociology, anthropology, education, law, economics, politics, communication, and cultural studies. 2. Science and Technology: Physics, biology, chemistry, mathematics, information technology, engineering, and environmental science. 3. Humanities: Philosophy, history, linguistics, literature, and religion. Health: Medical science, nursing, public health, nutrition, pharmacy, and biotechnology. 4. Interdisciplinary: Studies that connect multiple disciplines to generate new understanding and innovative solutions to global issues. This journal accepts articles in the form of original research, literature reviews, and case studies, prioritizing scientific and analytical approaches to address various problems in society. Publication Frequency: Every month
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 198 Documents
HAK KEWAJIBAN PENGUSAHA E-COMMERCE DALAM MELAKUKAN PERIZINAN DAN PENDAFTARAN USAHA M. Rizqi Putra Prastyo; Aji Restu Ramadhan; Rasdy Agung Prayoga; Rositta Marito Hutagalung
Jurnal Dinamika Sosial dan Sains Vol. 2 No. 10 (2025): Jurnal Dinamika Sosial dan Sains
Publisher : CV.Sentral Bisnis Manajemen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60145/jdss.v2i10.264

Abstract

Perdagangan melalui sistem elektronik (e-commerce) telah memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia. Di sisi lain, perkembangan tersebut juga menimbulkan berbagai persoalan hukum yang berkaitan dengan perlindungan konsumen, keamanan transaksi, perlindungan data pribadi, serta tanggung jawab pelaku usaha. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kewajiban pengusaha e-commerce ditinjau dari Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja serta implikasi hukumnya dalam penyelenggaraan perdagangan melalui sistem elektronik. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Data yang digunakan berupa data sekunder yang terdiri atas bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, dan bahan hukum tersier yang diperoleh melalui studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengusaha e-commerce memiliki berbagai kewajiban hukum yang meliputi kewajiban perizinan dan pendaftaran usaha, pemberian informasi yang benar dan transparan kepada konsumen, jaminan keamanan dan keandalan sistem elektronik, perlindungan data pribadi, serta perlindungan terhadap hak-hak konsumen. Pelanggaran terhadap kewajiban tersebut dapat menimbulkan konsekuensi hukum berupa sanksi administratif, tanggung jawab perdata, maupun sanksi pidana sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Oleh karena itu, kepatuhan terhadap kewajiban hukum menjadi faktor penting dalam mewujudkan perdagangan elektronik yang aman, transparan, akuntabel, dan berkeadilan serta mendukung perkembangan ekonomi digital di Indonesia.
IQTIBĀS DALAM ILMU BADĪ: KEINDAHAN LAFAZ DAN KEDALAMANAN MAKNA AL – QUR’AN Nida Holita Nasution; Nurhalizah
Jurnal Dinamika Sosial dan Sains Vol. 2 No. 10 (2025): Jurnal Dinamika Sosial dan Sains
Publisher : CV.Sentral Bisnis Manajemen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60145/jdss.v2i10.265

Abstract

Penelitian ini mengkaji Iqtibas sebagai salah satu unsur Muhassinaat al-Lafdziyah dalam Ilmu Badī‘ yang berfungsi memperindah sekaligus memperkuat pesan dalam karya sastra. Iqtibās merupakan praktik menyisipkan kutipan Al-Qur'an atau Hadis ke dalam prosa maupun puisi tanpa menyebutkan sumbernya secara eksplisit. Pembahasan ini membedakan iqtibās ke dalam tiga kategori: Tsābitul-ma‘ānī (makna tetap), Muḥawwal (perubahan makna), dan perubahan wazan (pola kata). Hasil kajian menunjukkan bahwa penggunaan iqtibās memberikan dimensi estetika tinggi dan legitimasi religius pada argumen penulis. Lebih dari sekadar ornamen bahasa, iqtibās berperan strategis sebagai sarana dakwah dan edukasi yang menjembatani pesan duniawi dengan nilai-nilai spiritual, sehingga mampu memberikan kesan mendalam bagi pembaca maupun pendengar.
PENGERTIAN USLUB JINAS TAM DI DALAM SURAH AR-RUM 55 Raudatul Husna; Syafiq Hamdi Ahmad Lubis
Jurnal Dinamika Sosial dan Sains Vol. 2 No. 10 (2025): Jurnal Dinamika Sosial dan Sains
Publisher : CV.Sentral Bisnis Manajemen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60145/jdss.v2i10.266

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penggunaan uslub jinas tam dalam Surah Ar-Rum ayat 55 sebagai bagian dari keindahan retorika bahasa Al-Qur’an. Jinas merupakan salah satu bentuk muḥassinat al-lafẓiyyah di dalam ilmu badi dan di dalam ilmu balaghah yang menampilkan kesamaan lafaz dengan perbedaan makna. Penelitian ini menggunakan metode Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kualitatif dengan pendekatan ilmu balaghah, dan kepustakaan library research dengan mengkaji berbagai sumber literatur yang relevan, kemudian dianalisis secara deskriptif terhadap ayat yang mengandung jinas tam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam Surah Ar-Rum ayat 55 terdapat penggunaan jinas tam pada lafaz as-saah yang memiliki kesamaan bentuk, jumlah huruf, susunan, dan harakat namun berbeda makna  yaitu hari kiamat dan waktu yang singkat. Penggunaan gaya bahasa ini tidak hanya memperindah susunan lafaz, tetapi juga memperkuat makna teologis tentang persepsi waktu manusia di akhirat. Dengan demikian, uslub jinas tam dalam ayat tersebut berfungsi sebagai unsur estetika sekaligus sarana penegasan makna dalam penyampaian pesan Al-Qur’an.
ANALISIS KRITIS PERILAKU POLITIK MAHASISWA (GOLPUT) UNIVERSITAS JAMBI PADA PILKADA JAMBI 2024 Amallia Marshanada; Reynlen Febrini Rezeki Tobing; Tesalonika Nainggolan; Afrilia Revani; Sadina Puspita Padang
Jurnal Dinamika Sosial dan Sains Vol. 2 No. 11 (2025): Jurnal Dinamika Sosial dan Sains
Publisher : CV.Sentral Bisnis Manajemen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60145/jdss.v2i11.270

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara kritis perilaku golongan putih (golput) di kalangan mahasiswa pada Pilkada Jambi 2024 dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Fenomena golput di kalangan mahasiswa menjadi perhatian penting karena kelompok ini dianggap sebagai agen perubahan yang memiliki tingkat pendidikan dan kesadaran politik yang relatif tinggi. Namun, dalam praktiknya, partisipasi politik mahasiswa masih menunjukkan kecenderungan fluktuatif, termasuk dalam bentuk tidak menggunakan hak pilih. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui survei terhadap mahasiswa yang berasal dari berbagai kabupaten/kota di Provinsi Jambi. Data dianalisis secara deskriptif untuk melihat distribusi dan persentase perilaku golput berdasarkan wilayah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat golput mahasiswa tertinggi terdapat di Kota Jambi sebanyak 24 responden (38,2%). Sementara itu, daerah dengan tingkat golput terendah adalah Kerinci sebanyak 1 responden (1,6%). Temuan ini mengindikasikan bahwa perilaku golput mahasiswa dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain rendahnya kepercayaan terhadap kandidat, minimnya sosialisasi politik, serta sikap apatis terhadap proses demokrasi lokal. Selain itu, dominasi wilayah perkotaan seperti Kota Jambi menunjukkan bahwa akses informasi yang tinggi tidak selalu berbanding lurus dengan partisipasi politik.
PENGERTIAN TAURIYAH DAN CONTOHNYA DALAM AL-QUR’AN Risyda Luthfiyah; Anisa Amelia Putri; Khoirul Saleh Lubis
Jurnal Dinamika Sosial dan Sains Vol. 2 No. 11 (2025): Jurnal Dinamika Sosial dan Sains
Publisher : CV.Sentral Bisnis Manajemen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60145/jdss.v2i11.271

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendalami konsep tauriyah sebagai salah satu gaya bahasa (muhassinat ma’nawiyah) dalam ilmu balaghah serta aplikasinya dalam ayat-ayat AlQur’an. Tauriyah merupakan teknik retorika di mana seorang penutur menggunakan kata tunggal yang memiliki dua makna: makna dekat (qarib) yang jelas namun tidak dimaksudkan, dan makna jauh (ba’id) yang samar namun merupakan tujuan sebenarnya. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa tauriyah dalam Al-Qur'an tidak hanya berfungsi sebagai penghias estetika bahasa, tetapi juga sebagai sarana penyampaian pesan ketuhanan yang mendalam, terutama dalam menjelaskan ayat-ayat mutasyabihat. Berdasarkan strukturnya, tauriyah diklasifikasikan menjadi empat jenis: mujarradah, murasysyahah, mubayyanah, dan muhayyaah. Melalui pemahaman terhadap tauriyah, pembaca dapat menangkap dimensi makna yang lebih kaya dan menghindari kesalahpahaman tekstual terhadap pesan-pesan Al-Qur'an.
TANAFURI AL-HURUF, GHARABAH, MUKHALAFATUL QIYAS DALAM PERSPEKTIF BALĀGHAH AL-QUR’ĀN Sarwan Hamid Lubis; Aimy Naziha R
Jurnal Dinamika Sosial dan Sains Vol. 2 No. 11 (2025): Jurnal Dinamika Sosial dan Sains
Publisher : CV.Sentral Bisnis Manajemen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60145/jdss.v2i11.273

Abstract

Dalam mempelajari keindahan Al-Qur’an dalam Balaghatul Quran, kita mengenal istilah fashāhah atau kefasihan bicara. Agar sebuah kalimat dianggap fasih, ia harus terhindar dari tiga masalah utama: Tanâfur al-Hurûf (kata yang susah diucapkan), Gharābah (kata yang aneh/asing), dan Mukhâlafat alQiyâs (kata yang melanggar aturan tata bahasa). Tulisan ini dibuat untuk membahas bagaimana ketiga hal tersebut dilihat dalam perspektif Balāghah Al-Qur’an, dengan mengambil inspirasi dari pemikiran tokoh besar bernama ‘Abd al-Qāhir al-Jurjānī. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan cara mengumpulkan data dari berbagai buku dan artikel ilmiah, terutama kitab Dalā’il al-I’jāz. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Al-Qur’an adalah mukjizat karena berhasil menyusun kata-kata yang sangat indah tanpa ada satu pun kata yang sulit diucap, terasa asing, atau salah aturan. Seperti pendapat al-Jurjānī, kehebatan Al-Qur’an bukan cuma karena bunyinya yang enak didengar, tapi karena ketepatan pemilihan katanya yang sangat pas dengan makna yang ingin disampaikan.
REKONSTRUKSI BALAGHAH Q.S. AS-SYU’ARAAYAT 224 DALAM PERSPEKTIF AKADEMIK UIN SUMATERA UTARA: ANALISIS FILOLOGIS, STILISTIKA, DAN DIALEKTIKA KEINDAHAN AL-QUR'AN Maulana Muhammad Noer; Sakinah Armayani
Jurnal Dinamika Sosial dan Sains Vol. 2 No. 11 (2025): Jurnal Dinamika Sosial dan Sains
Publisher : CV.Sentral Bisnis Manajemen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60145/jdss.v2i11.274

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kedalaman linguistik Q.S. As-Syu’ara: 224 melalui lensa Ilmu Balaghah dengan memfokuskan pada kontribusi intelektual akademisi Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) periode 2022-2026. Fokus kajian meliputi dekonstruksi ayat menggunakan trilogi Balaghah: Ilmu Ma’ani (analisis struktur kalimat), Ilmu Bayan (analisis majaz dan diksi), serta Ilmu Badi’ (estetika bunyi dan rima). Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi literatur (library research) terhadap artikel jurnal terakreditasi SINTA dan Scopus yang ditulis oleh pakar linguistik UINSU. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Jumlah Ismiyyah pada ayat 224 berfungsi sebagai penegasan teologis (tsubut) atas karakteristik penyair jahiliyah. Diksi "al-ghawun" dianalisis sebagai Majaz Mursal yang menggambarkan kesesatan emosional, sementara konsistensi Fashilah (rima) mengukuhkan i’jaz Al-Qur'an sebagai bentuk "proteksi Ilahi" yang membedakan wahyu dari produk puitis manusia. Kajian ini memberikan kontribusi bagi pengembangan metodologi tafsir ilmi berbasis stilistika di lingkungan perguruan tinggi Islam.
AT-TIBAQ DALAM BALAGHAH AL-QUR’AN PADA SURAH ASY-SYAMS: FUNGSI RETORIKA DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PESAN MORAL Alya Zalfa Fitriady; Rahma Rizki Nasution; Hamdani
Jurnal Dinamika Sosial dan Sains Vol. 2 No. 11 (2025): Jurnal Dinamika Sosial dan Sains
Publisher : CV.Sentral Bisnis Manajemen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60145/jdss.v2i11.276

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji gaya bahasa at-tibaq dalam Surah Asy-Syams serta menjelaskan fungsi retorika dan implikasinya terhadap pesan moral ayat. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan teknik studi kepustakaan melalui rujukan kitab tafsir, buku, dan artikel ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan at-thibaq dalam Surah Asy-Syams berfungsi mempertegas makna melalui pertentangan kata seperti siang dan malam, kefasikan dan ketakwaan, serta keberuntungan dan kerugian. Pertentangan tersebut tidak hanya menghadirkan keindahan bahasa, tetapi juga memperkuat pesan moral Al-Qur’an agar lebih jelas dan reflektif bagi pembaca.
HAK KEWAJIBAN PENGUSAHA DALAM PEMENUHAN PEKERJA DI TINJAU DARI UNDANG UNDANG KETENAGAKERJAAN Muhamad Ardi Sofian; Dandy Ananda Rizky; Eva Febi Dwiyanti; Priyo Abdurrahman
Jurnal Dinamika Sosial dan Sains Vol. 2 No. 11 (2025): Jurnal Dinamika Sosial dan Sains
Publisher : CV.Sentral Bisnis Manajemen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60145/jdss.v2i11.277

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hak dan kewajiban pengusaha dalam pemenuhan hak pekerja berdasarkan ketentuan Undang-Undang Ketenagakerjaan di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan yuridis normatif. Data diperoleh melalui studi kepustakaan dengan menelaah berbagai peraturan perundang-undangan, buku, jurnal ilmiah, dan sumber hukum lainnya yang relevan dengan permasalahan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengusaha memiliki kewajiban hukum untuk memenuhi hak-hak pekerja yang meliputi pemberian upah yang layak, jaminan sosial ketenagakerjaan, keselamatan dan kesehatan kerja, waktu istirahat, cuti, serta perlindungan terhadap pemutusan hubungan kerja yang tidak sesuai dengan ketentuan hukum. Selain itu, pengusaha juga memiliki hak untuk memperoleh hasil kerja yang optimal dari pekerja sesuai dengan perjanjian kerja yang telah disepakati. Namun, dalam praktiknya masih terdapat berbagai kendala dalam pemenuhan hak pekerja, seperti keterbatasan finansial perusahaan, rendahnya tingkat kepatuhan terhadap regulasi ketenagakerjaan, dan kurangnya pemahaman mengenai hak dan kewajiban para pihak dalam hubungan kerja. Oleh karena itu, diperlukan pengawasan yang efektif dari pemerintah serta peningkatan kesadaran hukum bagi pengusaha dan pekerja untuk mewujudkan hubungan industrial yang harmonis, adil, dan berkelanjutan.
PEMBAGIAN ISTI’ARAH DAN CONTOHNYA AL-ISTI’RAH DALAM AL-QUR’AN Rafiah Dian Safitri; Muhammad Hafiz Purba
Jurnal Dinamika Sosial dan Sains Vol. 2 No. 11 (2025): Jurnal Dinamika Sosial dan Sains
Publisher : CV.Sentral Bisnis Manajemen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60145/jdss.v2i11.278

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep isti‘ārah sebagai salah satu cabang utama dalam ilmu bayān dalam disiplin balāghah, serta menganalisis rukun, klasifikasi, dan fungsi retorisnya dalam Al-Qur’an. Isti‘ārah merupakan penggunaan lafaz pada makna yang bukan makna asalnya dengan adanya hubungan keserupaan disertai qarinah yang menghalangi makna literal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis deskriptif terhadap ayat-ayat Al-Qur’an yang mengandung unsur isti‘ārah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa isti‘ārah memiliki peran penting dalam memperkuat makna, memperindah ungkapan, serta memudahkan pemahaman konsep abstrak melalui representasi konkret. Selain itu, klasifikasi isti‘ārah yang meliputi isti‘ārah taṣrīḥiyyah dan makniyyah, serta asliyyah dan taba‘iyyah, menunjukkan kekayaan gaya bahasa Al-Qur’an yang memiliki nilai estetika dan retoris yang tinggi. Dengan demikian, isti‘ārah tidak hanya berfungsi sebagai gaya bahasa, tetapi juga sebagai sarana penyampaian makna yang mendalam dan efektif.