cover
Contact Name
Karto Wijaya
Contact Email
jurnalarsitekturarcade@gmail.com
Phone
+6281220697972
Journal Mail Official
kartowijaya@ukri.ac.id
Editorial Address
Jln. Terusan Halimun No.37 (Pelajar Pejuang 45) Bandung 40263, Jawa Barat, Indonesia (+62) 22-7301987
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Arsitektur ARCADE
ISSN : 25808613     EISSN : 25973746     DOI : 10.31848
Core Subject : Engineering,
Jurnal Arsitektur Arcade is Open Journal System published by Prodi Architecture (UKRI) in 2023 has migrated to the link: https://e-journal.ukri.ac.id/arcade. This journal is a means of research publications that concentrate on the study of architecture to accommodate authors interested in the field of heritage architecture, built environment, urban design, housing and settlement, Building Technology, Interior Design. Jurnal Arsitektur Arcade was published for the first time in 2017 for its e-ISSN 2597-3746 (Online) and p-ISSN 2580-8613 (Print) publications which are published 3 times a year in March, July and November. The Editorial Board of Jurnal Arsitektur ARCADEÂ starting in 2023 publishes an e-ISSN 2597-3746 (Online) edition which will be published every 3 months, namely in March, June, September and December each year.
Articles 464 Documents
KONSERVASI BANGUNAN CAGAR BUDAYA KANTOR PERUSDA SEMARANG Paramtopo, Dewanggo Haryo
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 7 No 1 (2023): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2023
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Conservation is a process that is done by a person to preserve nature and buildings/areas. There are 7 conservation steps from the 1981 Bhurra Charter, namely conservation, preservation, restoration, reconstruction, adaptation, and demolition. These seven actions were chosen according to the building conditions, the determination of which type of conservation step to use starts from identifying the Cultural Conservation Building. This study aims as the Conservation of the Cultural Heritage of Perusda Semarang. The results showed that the selected steps were preservation, prevention, and restoration. The research method is qualitative with descriptive method, where the method describes the actual phenomena in the field which then analyzes them.Abstrak: Konservasi merupakan proses cara yang dilakukan seseorang untuk melestarikan alam maupun bangunan/kawasan. Langkah konservasi dari Bhurra Charter 1981 terdapat 7 langkah yaitu konservasi, preservasi, restorasi, rekontruksi, adaptasi dan demolisi. Ketujuh langkah ini dapat dipilih sesuai dengan kondisi bangunan, penentuan menggunakan langkah jenis konservasi apa dimulai dari mengidentifikasi Bangunan Cagar Budaya. Penelitian ini bertujuan sebagai Konservasi Bangunan Cagar Budaya Perusda Semarang. Hasil penelitian menunjukan tindakan langkah yang dipilih berupa preservasi, prevensi dan restorasi. Metode penelitian yang dilakukan berupa kualitatif dengan metode deskriptif, dimana metode yang menggambarkan fenomena aktual yang ada di lapangan yang kemudian menganalisanya. 
KONTEKSTUAL DALAM ARSITEKTUR: Adaptasi Bangunan di Komplek Gedung Negara Cirebon Soewarno, Nurtati; Nurhidayah, Nurhidayah; Rahadian, Erwin Yuniar
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 6 No 2 (2022): Jurnal Arsitektur ARCADE Juli 2022
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Indonesia has various of cultural heritages, both from local and immigrant culture. Gedung Negara, which previous called Residency Building, is one of the Dutch colonial government legacies in Cirebon city. Since its founding in 1865 until now this building has several times changed its name and function. This encourages various changes, additions, demolitions and transformations as an effort to adapt to new functions. The problem occurs if there is no context between new buildings and Gedung Negara as a cultural heritage building. This paper aims to determine the adaptation of architectural style of new buildings to Gedung Negara. By observing, a description of the function, form and architectural style of the new buildings around the Gedung Negara is obtained. Is there any architectural context betweem new buildings and Gedung Negara? How will the adaptation of these new buildings be? The architectural style context between new buildings and heritage buildings is highly recommended so that the new building can coexist in harmony with the cultural heritage building. It is hoped that the change of functions will not eliminate the uniqueness of the Indische Empire style and the Gedung Negara as a cultural heritage building in Cirebon city should be preserved well.Abstrak: Indonesia memiliki berbagai warisan budaya, baik yang berasal dari budaya lokal maupun budaya pendatang. Gedung Negara yang semula bernama Gedung Karesidenan adalah salah satu warisan Pemerintah Kolonial Belanda di kota Cirebon. Sejak didirikan tahun 1865 hingga saat ini gedung ini telah mengalami beberapa kali pergantian nama dan fungsi. Hal ini mendorong terjadinya berbagai perubahan, penambahan, pembongkaran maupun transformasi sebagai upaya adaptasi terhadap fungsi barunya. Permasalahan terjadi apabila tidak ada konteks antara bangunan baru dengan Gedung Negara sebagai bangunan cagar budaya. Makalah ini bertujuan untuk mengetahui adaptasi bentuk dan gaya arsitektur bangunan-bangunan baru terhadap Gedung Negara. Dengan melakukan observasi diperoleh gambaran fungsi, bentuk dan gaya arsitektur bangunan-bangunan baru di sekitar Gedung Negara. Apakah ada konteks gaya arsitektur antara bangunan baru dengan Gedung Negara? Bagaimana bentuk adaptasi bangunan-bangunan baru tersebut? Konteks gaya arsitektur antara bangunan baru dengan bangunan cagar budaya sangat disarankan agar bangunan baru dapat bersanding harmoni dengan bangunan cagar budaya. Diharapkan alih fungsi tidak menghilangkan keunikan gaya Indische Empire dan Gedung Negara sebagai bangunan cagar budaya di kota Cirebon sudah selayaknya dilestarikan dengan baik.
ADAPTASI DESAIN SIRKULASI GANG KAMPUNG SEKAYU SEMARANG SEBAGAI RUANG PUBLIK RESPONSIF PANDEMI COVID-19 Krishartadi, Paskalis Noventus; Ristianti, Novia Sari
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 6 No 3 (2022): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2022
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Public spaces need to adapt to the COVID-19 pandemic by supporting the implementation of health protocols, so they do not become places for the virus to spread, one of which is the implementation of physical distancing. Alleys in urban kampung as public spaces are undoubtedly prone to spread the virus. The narrow width of the alley makes it difficult for people to implement physical distancing like the alley in Sekayu Kampong in Semarang, which has not shown any adaptation, especially the adaptation of circulation design to support the implementation of physical distancing. The research aims to find and recognize the need for a design for circulation alleys in Sekayu Kampong as a public space responsive to the COVID-19 pandemic. This research approach is quantitative. There are two stages of analysis—first, the user typology analysis in Sekayu Kampong through the behavior and place setting methods. The result is user characteristics: gathering at alley intersections, gathering in alleyways and mobilizing on alleyways. Second, analysis of the needs of circulation design elements with quantitative descriptive methods. Two aspects result. Aspects of the circulation path resulted in a design requirement to utilize another alleyway as an alternative route. Aspects of the direction of circulation resulted in design requirements in circulation signposts and the application of a two-way system that is used alternately, which is applied on Sekayu alley.Abstrak: Ruang publik perlu beradaptasi terhadap pandemi COVID-19 dalam mendukung penerapan protokol kesehatan agar tidak menjadi tempat penyebaran virus, salah satunya penerapan physical distancing. Gang di kampung Kota sebagai ruang publik tentu rawan menjadi tempat penyebaran virus. Ukuran lebar gang yang sempit cenderung membuat masyarakat sulit menerapkan physical distancing. Seperti halnya gang di Kampung Sekayu, Kota Semarang yang belum menunjukkan adanya adaptasi, khususnya adaptasi desain sirkulasi untuk mendukung penerapan physical distancing. Tujuan penelitian ini adalah menemukan dan mengenali kebutuhan desain sirkulasi gang di Kampung Sekayu sebagai ruang publik yang responsif terhadap pandemi COVID-19.  Pendekatan penelitian ini adalah kuantitatif. Terdapat dua tahap analisis. Pertama, analisis karakteristik pengguna gang di Kampung Sekayu dengan metode behaviour dan place setting. Hasilnya adalah karakteristik pengguna yaitu berkumpul di persimpangan gang, berkumpul di badan jalan gang dan mobilisasi di badan jalan gang. Kedua, analisis kebutuhan elemen desain sirkulasi dengan metode deskriptif kuantitatif. Terdapat dua aspek yang dihasilkan. Aspek jalur sirkulasi dihasilkan kebutuhan desain berupa bentuk pemanfaatan jalur gang lain sebagai jalur alternatif. Aspek arah sirkulasi dihasilkan kebutuhan desain berupa penggunaan papan penunjuk arah sirkulasi dan penerapan sistem dua arah secara bergantian yang diberlakukan di Jalan Sekayu Masjid.
STUDI KELAYAKAN FUNGSI RUANG TERBUKA HIJAU KAWASAN PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS INDONESIA DEPOK Akbar, Fahmi Ali; Widjaja, Hinijati; Krisantia, Ina; Setiawan, Eko Adhy
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 6 No 2 (2022): Jurnal Arsitektur ARCADE Juli 2022
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The University of Indonesia (UI) is the benchmark for all universities in Indonesia. The University of Indonesia has several faculties and general (supporting) areas. One of them is the Library as an educational area, the University of Indonesia Library is expected to have more advantages compared to other educational areas. The incomplete supporting functions in the University of Indonesia Library Area and the untapped potential such as the Kenanga Lake in the same area can be a topic in developing the design. Therefore, the purpose of this study is to examine the user's perception of the function of open space which is qualitative in nature and to map the user's behavioral tendencies. This is to find out the guidelines for library landscape design based on visitors' perceptions of the function of open spaces, where the knowledge, experience, and needs of visitors will be used as the basis for measuring the design of the library landscape. This study used a qualitative method with stratified random sampling using a closed Likert scale (1-5) questionnaire with primary and secondary data collection. Thus, this research and landscape design is expected to create an educational environment that becomes a better place to learn.Abstrak: Universitas Indonesia (UI) menjadi acuan bagi seluruh perguruan tinggi di Indonesia. Universitas Indonesia memiliki beberapa fakultas dan umum (penunjang). Salah satunya Perpustakaan sebagai kawasan pendidikan, Perpustakaan Universitas Indonesia diharapkan memiliki keunggulan lebih dibandingkan dengan kawasan pendidikan lainnya. Belum lengkapnya fungsi penunjang di Kawasan Perpustakaan Universitas Indonesia dan potensi yang belum tergarap seperti Danau Kenanga di kawasan yang sama dapat menjadi topik dalam pengembangan desain. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji persepsi pengguna terhadap fungsi ruang terbuka yang bersifat kualitatif dan memetakan kecenderungan perilaku pengguna. Hal ini untuk mengetahui pedoman perancangan lansekap perpustakaan berdasarkan persepsi pengunjung terhadap fungsi ruang terbuka, dimana pengetahuan, pengalaman, dan kebutuhan pengunjung akan digunakan sebagai dasar pengukuran desain lansekap perpustakaan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan stratified random sampling menggunakan kuesioner skala Likert tertutup (1-5) dengan pengumpulan data primer dan sekunder. Dengan demikian, penelitian dan desain lansekap ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan pendidikan yang menjadi tempat belajar yang lebih baik. 
KONSEP KOTA KOMPAK DALAM KAMPUNG TRADISIONAL KAUMAN SEMARANG Hafidzah, Asri Amalia; Sudarwanto, Budi
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 6 No 3 (2022): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2022
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: If the compact city concept is a modernization of the city concept, therefore in the context of a traditional city that has been developed for centuries could be claimed to have the opposite concept. This study is going to explain that the compact city concept can be found in the traditional city. The purpose of this study is to identify the traditional Kauman village which is a heritage village, according to the compact city aspects, using descriptive qualitative method within the Kauman heritage area of Semarang. The results of this study show that Kauman, when measured using a compact city assessment according to Lim's Theory, has met several criteria even though it is still in the form of a traditional village. However, in terms of mobility and accessibility, Kauman has not met the qualifications. It turns out that cities that have been built traditionally, in their development have adopted several sustainable compact city concepts in their own way in terms of sustainability and maintenance of the village as a heritage area.Abstrak: Jika konsep kota kompak adalah gagasan modernisasi pada konsep kota, maka dalam konteks kota tradisional yang sudah berkembang dalam hitungan abad, konsep ini dapat dikatakan berlawanan. Penelitian ini akan mengkaji tentang bagaimana konsep kota kompak ditemukan dalam kota tradisional. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kampung tradisional Kauman yang merupakan kampung heritage, terhadap aspek-aspek yang ada dalam kota kompak, menggunakan metode kualitatif deskriptif di lingkup wilayah heritage Kauman Semarang. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Kauman, jika diukur menggunakan penilaian kota kompak menurut Teori Lim, sudah memenuhi beberapa kriteria walaupun masih dalam bentuk kampung tradisional. Namun dalam aspek mobilitas dan aksesibilitas, Kauman belum memenuhi kualifikasi. Ternyata kota yang dibangun secara tradisional, dalam pembangunannya sudah mengadopsi beberapa konsep kota kompak yang berkelanjutan dengan cara mereka sendiri dalam keberlangsungan dan pemeliharaan kampung sebagai kawasan heritage.
KONDISI DAN RESPON MASYARAKAT PADA RUANG TERBUKA PUBLIK DI SURABAYA SAAT PANDEMI COVID-19 Hutama, Shinta Fiqi; Septanti, Dewi; Soemardiono, Bambang
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 6 No 3 (2022): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2022
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Public open spaces used for social interaction, recreation, and economics are now experiencing a crisis. The spread of the COVID-19 pandemic since the end of 2019 has caused various problems in public spaces. This study uses a qualitative descriptive method to determine how the community responds to public open spaces during a pandemic. A questionnaire survey by google form was conducted because of the social restrictions. And 84 respondents participated in this study. The data were analyzed descriptively, which consisted of analyzing, describing, and summarizing. And the results show that the park condition in Surabaya during the pandemic objectively and subjectively changed related to the arrangement of parks in Surabaya, which became cleaner and neater. The community also responded that the park's current condition was quite good, but the park closure made people feel bored and start visiting the park. So activities in the park that were initially spread throughout the park area now became centered on the park's edge. It emphasizes that parks are important to increase the quality of community, and improving public open space services that refer to the public needs during the COVID-19 pandemic is also needed.Abstrak: Ruang terbuka publik yang digunakan masyarakat untuk berinteraksi sosial, rekreasi dan nilai ekonomi kini mengalami krisis yang belum pernah terjadi sebelumnya. Penyebaran pandemi COVID-19 yang telah terjadi sejak akhir 2019 menyebabkan berbagai permasalahan pada ruang publik. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk mengetahui bagaimana respon masyarakat terkait ruang terbuka publik saat pandemi. Pengambilan data dengan kuesioner dengan google form dilakukan akibat pembatasan sosial yang berlaku. Dan sebanyak 84 responden berpartisipasi dalam penelitian ini. Data kemudian dianalisis secara deskriptif yang terdiri dari menganalisis, menggambarkan dan meringkas kondisi situasi. Hasil yang didapat menunjukkan bahwa kondisi Taman di Surabaya saat pandemi secara objektif dan subjektif menunjukkan perubahan terkait penataan Taman di Surabaya yang pada saat pandemi menjadi semakin bersih dan rapi. Masyarakat juga merespon bahwa kondisi Taman saat ini sudah cukup baik, namun tutupnya Taman membuat orang menjadi jenuh dan mulai berkunjung ke Taman. Sehingga aktivitas di Taman yang awalnya tersebar di seluruh area Taman kini menjadi berpusat di pinggir Taman. Hal tersebut menekankan bahwa pentingnya Taman dalam meningkatkan kualitas masyarakat, dan peningkatan pelayanan ruang terbuka publik yang mengacu pada kebutuhan masyarakat saat pandemi COVID-19 juga dibutuhkan.
KAJIAN KELAYAKAN FASILITAS PEJALAN KAKI PADA KAWASAN STASIUN PONDOK CINA Erianti, Devi Dwi; Sardjono, Agung Budi
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 6 No 3 (2022): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2022
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: As a public facility, stations must meet the needs of their users including pedestrian paths. The feasibility of the pedestrian paths can be seen from various aspects such as the width of the street and the comfort of the user. In Indonesia most of the pedestrian paths do not meet the specified criteria or even do not have the pedestrian paths. To verify, a survey was conducted in the area of Pondok Cina Station. The research method used is qualitative with a case study approach to analyse and explain existing problems and compare them with related literature. The results of the study show the feasibility of a pedestrian facility that can be used as a design recommendation.Abstrak: Sebagai fasilitas publik, stasiun harus memenuhi kebutuhan pengguna. Salah satunya jalur pejalan kaki dimana kelayakan dari jalur pejalan kaki ditinjau dari beberapa aspek, salah satunya adalah lebar ruang jalan dan kenyamanan pejalan kaki sebagai pengguna. Tidak jarang fasilitas pejalan kaki tidak sesuai dengan standar yang sudah ditentukan. Untuk meninjau kelayakan tersebut dilakukan studi pada kawasan Stasiun Pondok Cina, Kota Depok. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus untuk menganalisis dan menggambarkan permasalahan yang ada lalu dibandingkan dengan studi literatur terkait. Hasil dari penelitian dapat diketahui kelayakan fasilitas pejalan kaki yang dapat digunakan sebagai rekomendasi dalam perancangan.
ASPEK FASAD BANGUNAN CAGAR BUDAYA YANG MEMPENGARUHI MINAT MASYARAKAT Iffiyah, Khoudiy; Soemardiono, Bambang; Septanti, Dewi
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 6 No 3 (2022): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2022
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The facade of teh building can affect the public interest in activities around the building. A good building facade can influence people to dare to pass or even stop around the building. Tunjungan as a cultural heritage area, has experienced a phase of lost space which caused a decrease in the intensity of activities on Jalan Tunjungan due to the nonactive frontage. It the importance to understand the facade of the building that is of interest to the community so that the cultural heritage area can develop properly. This study aims to determine the aspects of the facade of cultural heritage buildings that affect the attractiveness and interest of the community in the Tunjungan area. This research uses qualitative phenomenological methods through interview tactics, distributing questionnaires to participants, and observation at the site. This study shows that the aspects that influence people's interest in activities on Jalan Tunjungan are building openings, building shapes, building decorations, building colors and building materials. Facades that attract public interest must maintain uniqueness, aesthetics and classic style to be a community attraction.Abstrak: Bentuk fasad bangunan dapat mempengaruhi ketertarikan masyarakat untuk beraktivitas di sekitar bangunan. Fasad bangunan yang baik dapat mempengaruhi masyarakat untuk berani melintas atau bahkan berhenti di lingkungan sekitar bangunan. Tunjungan sebagai kawasan cagar budaya pernah mengalami fase kawasan lost space yang menyebabkan turunnya intensitas kegiatan di Jalan Tunjungan akibat adanya fasad bangunan yang tidak aktif. Pentingnya pemahaman mengenai fasad bangunan yang diminati oleh masyarakat agar kawasan cagar budaya dapat berkembang dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aspek fasad bangunan cagar budaya yang mempengaruhi daya tarik serta minat masyarakat di Kawasan Tunjungan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif fenomenologi melalui taktik wawancara dan penyebaran kuesioner terhadap partisipan serta pengamatan langsung pada lokasi penelitian. Penelitian ini menunjukkan bahwa aspek yang mempengaruhi minat masyarakat untuk beraktivitas di Jalan Tunjungan adalah bukaan bangunan, bentuk bangunan, dekorasi bangunan, warna bangunan dan material bangunan. Fasad yang menarik minat masyarakat harus mempertahankan keunikan, estetika dan gaya klasik sehingga dapat menjadi daya tarik bagi masyarakat. Selain itu penjagaan warna dan material bangunan asli juga menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat.
RE-EVALUATING USER MOTIVATION IN USING ARCHITECTURAL SOFTWARE IN EACH DESIGN PHASE IN INDONESIA Horlanso, Valeryn; Susanto, Angeline; Kusuma, Hanson Endra
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 6 No 3 (2022): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2022
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Digitalized era has caused design software to develop so rapidly. As a result, architects and designers are offered various choices of design software to choose from, and sometimes designers use different software on different design phases. However, the motivation of choosing a specific software in specific phases is still unknown. Therefore, this paper aims to investigate the frequencies of certain architectural software usage in different design phases, along with the user's motivation in choosing the software. Qualitative method with grounded theory approach are used in the study. Data is then analysed with directed content analysis extracted from software external and internal quality in ISO/IEC 25010:2011. The result of this study reveals that in earlier (exploratory) design phases, media with high efficiency (such as SketchUp) are preferred, and later phases show a significant increase in the need for precision. Efficiency and output suitability are highly valued in architectural visualisation and presentation needs.Abstrak: Era digitalisasi telah menyebabkan software desain berkembang sangat pesat. Akibatnya, arsitek dan desainer disuguhkan dengan berbagai pilihan software desain dan seringkali desainer menggunakan software yang berbeda pada setiap fase desain. Namun, alasan memilih software tertentu dalam fase tertentu masih belum jelas diketahui. Oleh karena itu, makalah ini bertujuan untuk meneliti frekuensi penggunaan software arsitektur dalam fase desain yang berbeda, sekaligus alasan pengguna dalam memilih software tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan grounded theory. Data yang didapat dianalisis dengan directed content analysis dari ISO/IEC 25010:2011. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa pada fase desain awal (eksplorasi), media dengan efisiensi tinggi lebih disukai. Sedangkan fase akhir menunjukkan peningkatan yang signifikan terhadap kebutuhan kepresisian. Efisiensi dan kesesuaian outputjuga sangat dicari dalam fase visualisasi dan presentasi arsitektur.
PERBANDINGAN DAMPAK INTENSITAS PARIWISATA TERHADAP LINGKUNGAN FISIK (Studi Komparasi: Pantai Kukup Dengan Pantai Sanglen Di Kabupaten Gunung Kidul) Rinanti, Felicia Dinda Ayu; Nuryanti, Wiendu
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 6 No 3 (2022): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2022
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract : Tourism activities are closely related to the environment, especially for impact on the physical environment, both positive and negative. The physical environment of tourism is in the form of a built area as an infrastructure that supports tourism activities which are prone to negative impacts due to the intensity of existing tourism activities. At high tourism intensity, it often has a negative impact due to the lack of good management and supervision in the tourist area. Kukup Beach in Gunung Kidul is one of the beaches that has a high intensity of tourism activity. There is also a beach next to it with low tourism intensity at Sanglen Beach. The research method is a comparative method, qualitatively by interview and observation which aims to find the relationship between tourism and the physical environmental impacts caused on Kukup Beach and Sanglen Beach, find out the physical causal factors and find a comparison of the physical environmental impacts that occur on Kukup Beach and Sanglen Beach. Sanglen. This comparison is carried out to serve as material for exploring ideas for planning tourist areas in areas that have relatively the same designation and characteristics because they are close together but have different intensities.Abstrak: Aktivitas kepariwisataan erat kaitannya dengan lingkungan, terlebih pada dampak yang ditimbulkan pada lingkungan fisik baik positif maupun negatif. Lingkungan fisik pariwisata berupa area terbangun sebagai sarana prasarana yang mendukung kegiatan wisata yang rawan pula terkena dampak negatif karena intensitas kegiatan wisata yang ada. Pada intensitas pariwisata yang tinggi sering memberi dampak negatif karena kurangnya pengelolaan dan pengawasan yang baik di area kawasan wisata tersebut. Pantai Kukup di Gunung Kidul merupakan salah satu pantai yang memiliki intensitas aktivitas kepariwisataan yang tinggi. Adapula pantai disebelahnya dengan intensitas kepariwisataan rendah berada di Pantai Sanglen. Metode penelitian adalah metode perbandingan, kualitatif dengan wawancara dan observasi yang bertujuan untuk menemukan hubungan pariwisata dengan dampak lingkungan fisik yang ditimbulkan di Pantai Kukup dan Pantai Sanglen, mengetahui faktor-faktor penyebab fisik serta menemukan perbandingan dampak lingkungan fisik yang terjadi di Pantai Kukup dan Pantai Sanglen. Perbandingan ini dilakukan untuk menjadi bahan eksplorasi ide perencanaan kawasan wisata pada daerah yang memiliki peruntukan dan karakteristik yang relatif sepadan karena berdekatan tetapi memilki intensitas yang berbeda.

Filter by Year

2017 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 10 No 1 (2026): Jurnal Arsitektur ARCADE, Maret 2026 Vol 9 No 3 (2025): Jurnal Arsitektur ARCADE September 2025 Vol 9 No 2 (2025): Jurnal Arsitektur ARCADE Juni 2025 Vol 9 No 1 (2025): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2025 Vol 8 No 4 (2024): Jurnal Arsitektur ARCADE Desember 2024 Vol 8 No 3 (2024): Jurnal Arsitektur ARCADE September 2024 Vol 8 No 2 (2024): Jurnal Arsitektur ARCADE Juni 2024 Vol 8 No 1 (2024): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2024 Vol 7 No 4 (2023): Jurnal Arsitektur ARCADE Desember 2023 Vol 7 No 3 (2023): Jurnal Arsitektur ARCADE September 2023 Vol 7 No 2 (2023): Jurnal Arsitektur ARCADE Juni 2023 Vol 7 No 1 (2023): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2023 Vol 6 No 3 (2022): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2022 Vol 6 No 2 (2022): Jurnal Arsitektur ARCADE Juli 2022 Vol 6 No 1 (2022): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2022 Vol 5 No 3 (2021): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2021 Vol 5 No 2 (2021): Jurnal Arsitektur ARCADE Juli 2021 Vol 5 No 1 (2021): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2021 Vol 4 No 3 (2020): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2020 Vol 4 No 2 (2020): Jurnal arsitektur ARCADE Juli 2020 Vol 4 No 1 (2020): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2020 Vol 3 No 3 (2019): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2019 Vol 3 No 2 (2019): Jurnal Arsitektur ARCADE Juli 2019 Vol 3 No 1 (2019): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2019 Vol 2 No 3 (2018): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2018 Vol 2 No 2 (2018): Jurnal Arsitektur ARCADE Juli 2018 Vol 2 No 1 (2018): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2018 Vol 1 No 2 (2017): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2017 Vol 1 No 1 (2017): Jurnal Arsitektur ARCADE Juli 2017 More Issue