cover
Contact Name
Karto Wijaya
Contact Email
jurnalarsitekturarcade@gmail.com
Phone
+6281220697972
Journal Mail Official
kartowijaya@ukri.ac.id
Editorial Address
Jln. Terusan Halimun No.37 (Pelajar Pejuang 45) Bandung 40263, Jawa Barat, Indonesia (+62) 22-7301987
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Arsitektur ARCADE
ISSN : 25808613     EISSN : 25973746     DOI : 10.31848
Core Subject : Engineering,
Jurnal Arsitektur Arcade is Open Journal System published by Prodi Architecture (UKRI) in 2023 has migrated to the link: https://e-journal.ukri.ac.id/arcade. This journal is a means of research publications that concentrate on the study of architecture to accommodate authors interested in the field of heritage architecture, built environment, urban design, housing and settlement, Building Technology, Interior Design. Jurnal Arsitektur Arcade was published for the first time in 2017 for its e-ISSN 2597-3746 (Online) and p-ISSN 2580-8613 (Print) publications which are published 3 times a year in March, July and November. The Editorial Board of Jurnal Arsitektur ARCADEÂ starting in 2023 publishes an e-ISSN 2597-3746 (Online) edition which will be published every 3 months, namely in March, June, September and December each year.
Articles 487 Documents
PENERAPAN ELEMEN KONSEP PLACEMAKING PADA RUANG PUBLIK TAMAN BUDAYA RADEN SALEH Rifli, Daffa Maulana; Budi Sudarwanto; Siti Rukayah; Agung Budi Sardjono
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 10 No 1 (2026): Jurnal Arsitektur ARCADE, Maret 2026
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v10i1.4527

Abstract

Abstract: Public spaces are one of the most important urban elements in improving the quality of life for the community. However, not all public spaces are designed with the comfort of their users in mind. One example is the Raden Saleh Cultural Park, which is often used by the community. The quality of public spaces can be improved by strengthening the relationship between the public space itself and the community. In this case, a public space is designed with elements that can improve comfort in mind. With the Placemaking approach, public spaces can be designed with an emphasis on the four elements within them. Several previous studies have shown that applying the Placemaking concept can increase comfort for users. This study discusses the evaluation of the placemaking elements found in the object. The research method used is a qualitative descriptive analysis of the elements in the concept as a comparative study in identifying objects. This study aims to identify the placemaking elements found in the object of study, namely the Raden Saleh Cultural Park. Public spaces were chosen as the subject of this study because they are the site of many community activities. The results of this study show that there is a close relationship between the components of the object of study and its users. These elements will be very important in creating public spaces that are comfortable for the community in the future. Keyword: Placemaking Concept, Public Space, Raden Saleh Cultural Park Abstrak: Ruang publik, merupakan salah satu elemen perkotaan yang sangat penting dalam meningkatkan kualitas hidup bagi Masyarakat. Namun, tidak semua ruang publik dirancang dengan memperhatikan kenyamanan bagi penggunanya. Salah sataunya adalah Taman Budaya Raden Saleh yang sering dimanfaatkan masyarakat. Peningkatan kualitas pada ruang publik sendiri dapat dilakukan dengan cara mempererat hubungan yang ada antara ruang publik itu sendiri dengan Masyarakat. Dalam hal ini sebuah ruang publik dirancang dengan memperhatikan elemen yang dapat meningkatkan kenyamanan. Dengan pendekatan Placemaking, ruang public dapat dirancang dengan penekanan terhadap keempat elemen yang ada didalamnya. Beberapa penelitian terdahulu menunjukkan bahwa dengan menerapkan konsep Placemaking dapat meningkatkan kenyamanan bagi pengguna. Penelitian ini membahas evaluasi dari elemen placemaking yang terdapat pada objek. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif analisis deskriptif terhadap elemen yang ada pada konsep sebagai studi banding dalam mengidentifikasi objek. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui elemen placemaking apa saja yang terdapat pada objek Penelitian yaitu Taman Budaya Raden Saleh. Ruang publik menjadi pilihan penelitian karena banyak terdapat aktivitas masyarakat pada tempat tersebut. Hasil yang didapat dalam penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang erat antara komponen pada objek penelitian dengan pengguna, elemen-elemen ini nantinya sangat penting untuk membuat ruang public yang nyaman kedepannya bagi masyarakat. Kata Kunci: Konsep Placemaking, Ruang Publik, Taman Budaya Raden Saleh
PENERAPAN POLA 1-3-1 PADA PENATAAN PEDAGANG KAKI LIMA (PKL), DI KANAL BANJIR TIMUR (KBT) JAKARTA TIMUR Kurniawan, Dody; Purwanto, Edi; Pandelaki, Edward E.; Anggraini, Nova Puspita
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 10 No 1 (2026): Jurnal Arsitektur ARCADE, Maret 2026
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v10i1.4530

Abstract

Abstract: The Flood Canal plays a crucial role as a drainage system to address flooding. Its function is to channel water from upstream rivers through a collector channel that begins in the southern part of the city, specifically in the Manggarai area, and flows along the western edge of the city until it reaches the sea at Muara Angke.. Subsequently, the East Flood Canal (BKT) was constructed as part of the central government's efforts at that time to control flooding across Jakarta. This situation contrasts with the current state of the KBT, where other community activities contribute positively to the city's landscape. Sports activities, motorized and non-motorized vehicle circulation, annual parades, and street vendors (PKL) are daily activities that are highly engaging. The presence of street vendors (PKL) in the KBT segment at Pondok Bambu is particularly further study using the 1-3-1 pattern. This research uses a qualitative approach. Data collection was conducted through direct field observation and interviews with key figures and local residents. Data analysis was then conducted using a qualitative descriptive approach.The aim of this research is to provide recommendations for the organization of street vendors (PKL) to make the area more organized and attractive Keywords: Kanal Banjir Timur (KBT); 1-3-1 pattern, Street Vendors (PKL) Abstrak: Kanal Banjir memiliki peran penting sebagai sistem drainase untuk mengatasi masalah banjir. Fungsinya adalah mengalirkan air dari sungai di hulu melalui saluran kolektor yang dimulai dari bagian selatan kota, tepatnya di Kawasan Manggarai, dan mengalir sepanjang tepi barat kota hingga mencapai laut di Muara Angke. Upaya selanjutnya, dibangun Kanal Banjir Timur (BKT) sebagai salah satu upaya Pemerintah Pusat saat itu untuk mengendalikan banjir di seluruh Jakarta. Pemerintah Pusat saat ini sudah menerbitkan berbagai peraturan tentang pengelolaan fungsi sungai. Kondisi ini bertolak belakang dengan keberadaan KBT saat ini dimana terdapat fungsi-fungsi aktifitas warga lainnya yang dapat memberikan kontribusi positif bagi wajah kota. Aktifitas olah raga, sirkulasi kendaraan bermotor dan non-motor, pawai kegiatan tahunan dan Pedagang Kaki Lima (PKL) menjadi aktifitas keseharian dan sangat menarik. Khusus keberadaan PKL di lokasi KBT segmen Pondok Bambu menarik untuk diteliti lebih mendalam dengan penerapan pola 1-3-1. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung di lapangan dan wawancara dengan tokoh kunci serta masyarakat di sekitar lokasi penelitian. Setelah itu, analisis data dilakukan dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Tujuan dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi rekomendasi alternatif penataan PKL untuk menjadikan kawasan lebih tertib dan menarik. Kata kunci: Kanal Banjir Timur; Pola 1-3-1, Pedagang Kaki Lima (PKL)
PENDEKATAN MULTISENSORI DALAM DESAIN LOBI HOTEL BUTIK UNTUK MENCIPTAKAN MEMORABLE EXPERIENCE fahriyah, talitha; Wardhana, Mahendra; Astuti, Susy Budi
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 10 No 1 (2026): Jurnal Arsitektur ARCADE, Maret 2026
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v10i1.4544

Abstract

Abstract: Tourism growth in the city of Bandung has increased significantly, particularly in the hospitality industry. This has prompted hotels to provide a more impactful, memorable, and distinctive spatial experience compared to other hotels, especially in the lobby area, which serves as the first point of contact with guests. The lobby functions not only as a space for guests to wait but also as a representation of the hotel’s identity and a key factor in shaping the initial impression that influences visitors perceptions. This study employs a qualitative approach using a literature review method, involving the collectiob and synthesis of various scientific sources related to multisensory design, hospitality experience, and repeat visit behavior. The analysis was conducted thematically to identify the interrelationships between sensory stimuli (visual, auditory, olfactory, and tactile), spatial experiences, and the formation of revisit intentions. The results indicate that the integration of multisensory elements in hotel lobbies has the potential to strenghthen emotional engagement and create a more immersive and memorable experience. This study confirms that a multisensory approach plays a strategic role in building memorable spatial experiences without relying on new physical design interventions, but rather through the integrated optimization of sensory stimulation. Keyword: Hotel lobby; Memorable Spatial Experience; sensory perception Abstrak: Pertumbuhan pariwisata di Kota Bandung meningkat dengan jauh terutama pada industri perhotelan. Hal ini mendorong setiap hotel untuk memberikan pengalaman ruang yang lebih kuat, berkesan, dan berbeda dengan hotel lainnya, khususnya pada area lobi yang menjadi titik kotak pertama dengan tamu. Lobi tidak hanya berfungsi sebagai ruang singgah tamu, tetapi sebagai representasi identitas dan pembentuk kesan awal yang memengaruhi persepsi pengunjung. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran multisensory experience dalam desain interior lobi hotel “X” serta mengkahi hubungannya terhadap niat tamu untuk kembali. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode literature review melalui pengumpulan dan sistesis berbagai sumber ilmiah terkait desain multisensory, pengalaman hospitality, dan perilaku kunjung ulang. Analisis dilakukan secara tematik untuk mengidentifikasi keterkaitan antaa stimulus sensorik (visual, auditori, olfaktori, dan taktil), pengalaman ruang, dan pembentukan niat kembali. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi elemen multisensori pada lobi hotel berpotensi untuk memperkuat keterlibatan emosional dan menciptakan pengalaman yang lebih imersif dan mudah diingat. Studi ini mengeaskan bahwa pendekatan multisensori memiliki peran strategis dalam membangun pengalaman ruang yang berkesan tanpa bergantung pada intervensi desain fisik baru, melainkan melalui optimalisasi stimulasi inderawi secara terintegrasi Kata Kunci: Lobi Hotel; Memorable Spatial Experience; Persepsi Indrawi. Keyword: Hotel lobby; Memorable Spatial Experience; sensory perception
PENGARUH WARNA INTERIOR TERHADAP RESPONS PSIKOLOGIS DAN FISIOLOGIS PENGGUNA RUANG MELALUI TINJAUAN LITERATUR SISTEMATIS Oktaviani, Aris; Wibisono, Andriyanto; Vidyarini, Etika
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 10 No 1 (2026): Jurnal Arsitektur ARCADE, Maret 2026
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v10i1.4545

Abstract

Abstract: Interior color represents a significant environmental stimulus that may influence users’ psychological and physiological conditions within built environments. This study aims to synthesize empirical evidence on the effects of interior color by employing a Systematic Literature Review approach. The literature selection process followed the PRISMA protocol, with database searches conducted in Scopus, PubMed, and Google Scholar for publications between 2015 and 2026. From an initial pool of 147 articles, 20 empirical studies met the inclusion criteria and were analyzed using narrative thematic synthesis. The findings indicate a strong methodological tendency toward experimental studies utilizing virtual simulations, particularly Virtual Reality, which enables precise manipulation of chromatic attributes such as hue, saturation, and brightness. Overall, cool colors such as blue and green are consistently associated with increased psychological relaxation and more stable physiological responses, including higher heart rate variability. In contrast, warm colors such as red and yellow tend to elevate emotional arousal and activate the autonomic nervous system. Users’ responses are further moderated by spatial color configuration, exposure duration, spatial context, and individual characteristics. These findings highlight the importance of strategically applying interior color to support evidence-based design practices that enhance users’ well-being. Keywords: interior color; psychological response; physiological response; built environment; evidence-based design; systematic literature review Abstrak: Warna interior merupakan stimulus visual penting yang berpotensi memengaruhi kondisi psikologis dan fisiologis pengguna ruang. Penelitian ini bertujuan mensintesis bukti empiris mengenai pengaruh warna interior melalui pendekatan Systematic Literature Review. Proses seleksi literatur mengikuti protokol PRISMA dengan penelusuran pada basis data Scopus, PubMed, dan Google Scholar untuk publikasi periode 2015–2026. Dari 147 artikel yang teridentifikasi, sebanyak 20 studi empiris memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis menggunakan pendekatan sintesis tematik naratif. Hasil penelitian menunjukkan dominasi penggunaan eksperimen berbasis simulasi virtual, khususnya Virtual Reality, yang memungkinkan kontrol presisi terhadap atribut warna seperti hue, saturasi, dan kecerahan. Secara umum, warna dingin seperti biru dan hijau dikaitkan dengan peningkatan relaksasi psikologis serta respons fisiologis yang lebih stabil, termasuk peningkatan heart rate variability. Sebaliknya, warna hangat seperti merah dan kuning cenderung meningkatkan arousal emosional dan aktivasi sistem saraf otonom. Respons pengguna ruang juga dipengaruhi oleh faktor moderator seperti konfigurasi spasial warna, durasi paparan, konteks ruang, dan karakteristik individu. Temuan ini menegaskan pentingnya penerapan warna interior secara strategis dalam mendukung desain berbasis bukti yang berorientasi pada kesejahteraan pengguna ruang. Kata Kunci: Warna interior; respons psikologis; respons fisiologis; lingkungan binaan; desain berbasis bukti; tinjauan literatur sistematis
IDENTIFIKASI POTENSI INTEGRASI ANTAR PUSAT KEGIATAN (NODES) DI KAWASAN PERKOTAAN BANDAR LAMPUNG Ayu Komalasari Dewi; Tiya Suryadi Putri; Suci Lestari; Moh. Faisal Faris
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 10 No 2 (2026): Jurnal Arsitektur ARCADE
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v10i2.4350

Abstract

Abstract: The lack of Public Open Spaces (POS) in Bandar Lampung is still a fundamental challenge in achieving sustainable urban development. The city also shows a polycentric pattern, where various activity centers grow in different districts, but this is not yet supported by proper planning or spatial integration. At the same time, understanding how communities actually use urban spaces is important to see how these areas function in everyday life. This study aims to develop a concept for urban nodes in Bandar Lampung that is adaptive, integrated, and responsive by considering community behavior. The methods used include mapping observations (to identify activity center points) and questionnaires (to understand user behavior in POS). The results show that among the four districts studied, Enggal District has the strongest potential to serve as a primary node that can integrate other surrounding nodes. Keyword: Public Open Space, Urban Nodes, Community Behavior, Integrated Development Abstrak: Keterbatasan Ruang Terbuka Publik (RTP) di Kota Bandar Lampung masih menjadi isu mendasar dalam pengembangan perkotaan yang berkelanjutan. Selain itu, struktur ruang Kota Bandar Lampung menunjukkan kecenderungan perkembangan pusat kegiatan yang bersifat polisentrik, dengan sebaran aktivitas di berbagai kecamatan, namun belum diimbangi oleh sistem perencanaan dan integrasi spasial yang memadai. Di sisi lain, aktivitas komunitas di ruang kota penting untuk diketahui dan dipahami untuk mendapatkan perspektif bagaimana ruang digunakan oleh masyarakat secara nyata. Tujuan penelitian ini yaitu untuk dapat merumuskan konsep pengembangan pusat kegiatan atau nodes di Bandar Lampung yang adaptif, terintegrasi, dan responsif dengan mempertimbangkan perilaku komunitas disekitarnya. Metode yang digunakan yaitu observasi pemetaan (titik-titik pusat kegiatan) dan kueisioner (perilaku pengguna RTP). Adapun hasil nya memperlihatkan bahwa dari empat kecamatan yang ada di Bandar lampung, Kecamatan Enggal mempunyai potensi untuk menjadi node primer yang dapat mengintegrasikan node node lain disekitarnya. Kata Kunci: Ruang Terbuka Publik, Nodes Perkotaan, Perilaku Komunitas, Terintegrasi
Integrasi Visual-Arsitektural Berbasis Augmented Reality pada Pengembangan Desa Wisata Kaba-Kaba, Tabanan Made Ratna Witari; Made Prarabda Karma; I Made Dedi Suardika; I Gede Gandhi Silantara
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 10 No 2 (2026): Jurnal Arsitektur ARCADE
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v10i2.4426

Abstract

Abstract: Augmented Reality (AR) has emerged as an interactive technology capable of enhancing visual information delivery in tourism promotion. This study aims to implement and evaluate the integration of visual-architectural elements based on Augmented Reality as a supporting medium for promoting Kaba-Kaba Tourism Village, Tabanan, Bali. The research employs a research and development approach, encompassing tourism potential data collection, three-dimensional (3D) object modeling, AR integration using marker-based technology, and the development of AR-based promotional brochures. System functionality was tested using blackbox testing to ensure that all main features operated as expected. The results indicate that AR can effectively present visual-architectural representations of tourism objects in an interactive and contextual manner. However, the use of printed brochures as AR markers presents technical limitations related to marker size, scanning distance, and smartphone camera focus. Therefore, AR-based brochures are more suitable as an introductory promotional medium rather than a primary platform for in-depth exploration. This study contributes to the development of applied AR technology for rural tourism promotion while providing practical recommendations for future implementation. Keyword: Augmented Reality, Tourism Village, Visual Architecture Abstrak: Augmented Reality (AR) merupakan teknologi interaktif yang mampu meningkatkan penyampaian informasi visual dalam promosi pariwisata. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan dan mengevaluasi integrasi visual-arsitektural berbasis Augmented Reality sebagai media pendukung promosi Desa Wisata Kaba-Kaba, Tabanan, Bali. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (research and development) yang meliputi pengumpulan data potensi wisata, pembuatan model tiga dimensi (3D), integrasi AR berbasis marker, serta perancangan brosur promosi berbasis AR. Pengujian fungsional sistem dilakukan menggunakan metode blackbox untuk memastikan setiap fitur utama berjalan sesuai dengan perancangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknologi AR mampu menyajikan representasi visual-arsitektural objek wisata secara interaktif dan kontekstual. Namun, penggunaan brosur cetak sebagai media marker AR memiliki keterbatasan teknis terkait ukuran marker, jarak pemindaian, dan kemampuan fokus kamera perangkat telepon pintar. Oleh karena itu, AR pada brosur lebih tepat digunakan sebagai media pengenalan awal, bukan sebagai media utama eksplorasi visual secara mendalam. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam pengembangan media promosi desa wisata berbasis teknologi AR. Kata Kunci: Augmented Reality, Desa Wisata, Visual Arsitektural
STUDI SIMULASI PERHITUNGAN PENCAHAYAAN BUATAN DI DALAM BANGUNAN KOMERSIL MENGGUNAKAN APLIKASI ZHITOV BERBASIS WEBSITE (STUDI KASUS : TOKO GUDANG KOSMETIK PURWOKERTO) Natasia Anggi Laxmita -; Basuki; Yuliandra Tri Wardani; Tsabita Nur Izzah
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 10 No 2 (2026): Jurnal Arsitektur ARCADE
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v10i2.4490

Abstract

Abstract : Artificial lighting plays a pivotal role in commercial environments, extending beyond basic visual functionality to craft atmospheres that enhance the shopping experience and accentuate product aesthetics. This study aims to evaluate the performance of the existing artificial lighting system at Toko Gudang Kosmetik Purwokerto and assess the feasibility of the web-based application, Zhitov, as a computational simulation tool for lighting calculations. Using a descriptive quantitative approach based on building simulation, this research employed the Zhitov platform to analyze current lighting conditions based on existing building parameters. The performance was evaluated against the SNI 03-6197-2020 standard for energy conservation in building lighting systems. The results indicate that the existing lighting condition at the locus exhibits an average illuminance level of 170.172 lux. Through this computational analysis, the study successfully identified areas requiring improvement and proposed optimized design interventions—specifically comparing the total power consumption of 18 units of LED lamps (1710W), Neon lamps (4248W), and Incandescent lamps (17010W)—which are projected to achieve target illumination standards while significantly enhancing energy efficiency. This research affirms the utility of Zhitov as an effective simulation tool for environmental analysis and the optimization of artificial lighting design. Keywords: Artificial Lighting, Lighting Simulation, Zhitov.ru, Commercial Building, SNI 03-6197-2020, Design Optimization Abstrak: Pencahayaan buatan memegang peranan krusial dalam bangunan komersil, tidak hanya untuk memenuhi fungsi visual dasar tetapi juga untuk menciptakan atmosfer yang mendukung pengalaman berbelanja dan menonjolkan estetika produk. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja sistem pencahayaan buatan eksisting di Toko Gudang Kosmetik Purwokerto dan menguji kelayakan penggunaan aplikasi berbasis website Zhitov sebagai alat bantu simulasi perhitungan pencahayaan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif berbasis simulasi bangunan. Alat analisis utama yang digunakan adalah platform berbasis website, Zhitov, yang difungsikan untuk melakukan simulasi perhitungan pencahayaan buatan. Metodologi ini melibatkan pengambilan data parameter kondisi eksisting bangunan sebagai input untuk memeriksa tingkat kinerja pencahayaan saat ini. Hasil simulasi dievaluasi dengan membandingkannya terhadap standar SNI 03-6197-2020 tentang konservasi energi sistem pencahayaan pada bangunan gedung. Hasil simulasi menunjukkan bahwa kondisi pencahayaan eksisting di Toko Gudang Kosmetik Purwokerto memiliki tingkat iluminasi rata-rata sebesar 170.172 lux. Berdasarkan analisis tersebut, aspek perhitungan simulasi ini berhasil mengidentifikasi area yang memerlukan peningkatan dan menunjukkan kemungkinan solusi yang dioptimalkan, yaitu berupa Lampu LED 18 PC pada 95watt =1710 watt. lampu neon 18 PC pada 236 watt = 4248 watt, lampu pijar 18PC pada 945watt =17010 watt yang diproyeksikan dapat mencapai tingkat iluminasi target sesuai standar dan meningkatkan efisiensi. Penelitian ini menegaskan peran Zhitov sebagai alat simulasi yang efektif untuk analisis lingkungan dan optimalisasi desain pencahayaan buatan. Kata Kunci: Pencahayaan Buatan, Simulasi Pencahayaan, Zhitov, Bangunan Komersil, SNI 03-6197-2020, Optimalisasi Desain.
KOMPLEKSITAS VISUAL FASAD ARSITEKTUR KOLONIAL: ANALISIS DIMENSI FRAKTAL GEDUNG BNI TITIK NOL KILOMETER YOGYAKARTA MARIO LIONAR; AUDI RIDHA ARSANTI
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 10 No 2 (2026): Jurnal Arsitektur ARCADE
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v10i2.4538

Abstract

Abstract: Colonial buildings in the Titik Nol Kilometer area of Yogyakarta play an important role in shaping the city’s visual identity and are widely represented on social media. This study aims to measure the visual complexity of the facade of the BNI Building as the most dominantly represented colonial building on Instagram, while quantitatively examining its perceived aesthetic character. The research applies fractal dimension analysis using the box-counting method to ten photographs taken from the northeast viewing angle, identified as the dominant public perspective. A layering system is employed to divide the facade into four layers: silhouette, structural elements, facade elements, and ornamentation. The results show that structural elements contribute the largest proportion to visual complexity (52.29%), followed by facade elements (19.26%), ornamentation (17.86%), and silhouette (10.59%). These findings indicate that the visual character of the building is primarily shaped by its structural composition rather than decorative features, confirming that fractal dimension analysis provides an objective tool for evaluating architectural facade aesthetics. Keyword: Visual Complexity, Fractal Dimension, Colonial Building Abstrak: Bangunan kolonial di kawasan Titik Nol Kilometer Yogyakarta memiliki peran penting dalam membentuk identitas visual kota sekaligus menjadi objek representasi populer di media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kompleksitas visual fasad Gedung BNI sebagai bangunan kolonial yang paling dominan direpresentasikan oleh publik di Instagram, serta menguji secara kuantitatif pendapat kualitatif mengenai karakter estetikanya. Metode yang digunakan adalah analisis dimensi fraktal dengan pendekatan box counting terhadap 10 foto Gedung BNI yang diambil dari sudut pandang timur laut, sebagai sudut dominan yang dipilih publik. Analisis dilakukan berdasarkan sistem layering yang membagi fasad ke dalam empat lapisan, yaitu siluet, elemen struktur, elemen fasad, dan ornamen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa elemen struktur memberikan kontribusi terbesar terhadap kompleksitas visual sebesar 52,29%, diikuti elemen fasad 19,26%, ornamen 17,86%, dan siluet 10,59%.Temuan ini menunjukkan bahwa karakter visual gedung BNI Titik Nol Kilometer Yogyakarta lebih banyak didominasi oleh elemen struktural dibandingkan elemen lainnya, serta membuktikan bahwa pendekatan dimensi fraktal dapat digunakan sebagai alat ukur objektif dalam menganalisis estetika fasad arsitektur. Kata Kunci: Kompleksitas Visual, Dimensi Fraktal, Bangunan Kolonial
PERUBAHAN TATA RUANG RUMAH ADAT KAMPUNG NAGA TASIKMALAYA MELALUI KOMPARATIF DENAH PRA DAN PASCA PERUBAHAN Karina Yess; Dwita Hadi Rahmi
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 10 No 2 (2026): Jurnal Arsitektur ARCADE
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v10i2.4566

Abstract

Abstract: This study aims to identify and classify spatial transformations in the traditional houses of Kampung Naga, Tasikmalaya, by comparing floor plans before and after modification. These houses represent vernacular architecture reflecting Sundanese cultural values and social structures. Utilizing a mixed-method approach, the research analyzes six case studies: one original baseline typology and five modified houses (P1–P5). Data was gathered through field observations, measurements, interviews, and visual documentation to reconstruct original layouts. The analysis evaluates spatial configuration, room functions, circulation, and proportions, calculating the percentage of retained versus altered spaces. Results indicate that the original spatial organization follows a linear, hierarchical pattern consisting of the golodog, pawon, bedroom, and goah. Transformations are classified into three levels: Minor change (≥75% authenticity), Moderate change (50–74%), Major change (≤49%) The findings reveal that higher levels of modification directly correlate with decreased spatial authenticity and integrity. Consequently, an adaptive conservation approach—grounded in principles of authenticity and reversibility—is essential to preserve the spatial identity of Kampung Naga while accommodating contemporary living needs. Keywords: vernacular architecture, Kampung Naga, spatial transformation Abstract: Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan mengklasifikasikan transformasi spasial pada rumah tradisional Kampung Naga, Tasikmalaya, melalui perbandingan denah sebelum dan sesudah modifikasi. Rumah tradisional ini merupakan arsitektur vernakular yang merefleksikan nilai budaya dan struktur sosial masyarakat Sunda. Menggunakan metode campuran kualitatif dan kuantitatif, penelitian melibatkan enam rumah sebagai studi kasus: satu rumah dengan tata letak asli sebagai tipologi dasar dan lima rumah yang telah mengalami transformasi (P1–P5). Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, pengukuran denah, wawancara, dan dokumentasi visual. Analisis difokuskan pada konfigurasi ruang, fungsi, sirkulasi, proporsi, serta penghitungan persentase perubahan ruang. Hasil penelitian menunjukkan organisasi ruang asli mengikuti pola linier hierarkis yang terdiri dari golodog, pawon, kamar tidur, dan goah. Transformasi spasial diklasifikasikan menjadi tiga tingkat: perubahan minor (≥75% keaslian), moderat (50–74%), dan mayor (≤49%). Temuan mengindikasikan bahwa semakin besar modifikasi, semakin rendah tingkat autentisitas dan integritas spasial rumah tradisional tersebut. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan konservasi adaptif yang mempertimbangkan prinsip autentisitas dan reversibilitas guna menjaga identitas spasial Kampung Naga di tengah kebutuhan hunian kontemporer. Kata Kunci: arsitektur vernakular, Kampung Naga, perubahan tata ruang
ANALISIS BIBLIOMETRIK DENGAN VOSVIEWER : PENELITIAN KENYAMANAN TERMAL DAN EFISIENSI ENERGI MENGGUNAKAN CFD najwa farenza
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 10 No 2 (2026): Jurnal Arsitektur ARCADE
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v10i2.4570

Abstract

Abstract: Thermal comfort and energy efficiency in buildings are essential aspects in supporting sustainable development. This study aims to explore research patterns and map the relationships among topics related to thermal comfort and energy efficiency using a Computational Fluid Dynamics (CFD) approach. The method applied is a quantitative bibliometric analysis using data obtained from the Scopus database. Data collection was conducted using relevant keywords and limited based on publication years and subject areas. The analysis was carried out using VOSviewer to visualize publication trends, country contributions, and relationships among keywords. The results indicate that the number of publications increased from 2020 to 2026, with a peak occurring in 2024. China is identified as the country with the highest number of publications, followed by several other countries. The keyword mapping results reveal strong relationships among topics such as air temperature, airflow, ventilation systems, and indoor environmental conditions. The findings also indicate that research in this field is still dominated by technical, simulation-based approaches, particularly in the context of airflow and thermal parameters. This study is expected to serve as a reference for further research in improving building energy efficiency and thermal comfort. Keyword: Thermal comfort, energy efficiency, CFD Abstrak: Kenyamanan termal dan efisiensi energi di dalam bangunan merupakan aspek penting untuk mendukung pembangunan yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi pola penelitian dan memetakan keterkaitan antar topik yang berkaitan dengan kenyamanan termal dan efisiensi energi menggunakan CFD. Teknik yang diterapkan adalah analisis bibliometrik kuantitatif menggunakan data dari basis data Scopus. Proses pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kata kunci yang relevan dan dibatasi berdasarkan tahun terbit serta bidang studi. Analisis dilakukan menggunakan VOSviewer untuk menggambarkan tren publikasi, kontribusi negara, serta hubungan antar kata kunci. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa jumlah publikasi meningkat dari tahun 2020 hingga 2026, puncaknya terjadi pada tahun 2024. China menjadi negara dengan tingkat publikasi tertinggi, diikuti oleh negara-negara lain. Hasil pemetaan kata kunci menunjukkan adanya hubungan yang erat antara topik seperti suhu udara, aliran udara, sistem ventilasi, dan kondisi lingkungan. Penelitian ini menunjukkan bahwa kajian ini masih didominasi pendekatan teknis berbasis simulasi, terutama dalam konteks aliran udara dan termal. Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat sebagai acuan untuk pengembangan studi lebih lanjut dalam upaya meningkatkan efisiensi energi dan kenyamanan termal bangunan. Kata Kunci: Kenyamanan termal, Efisiensi energi, CFD

Filter by Year

2017 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 10 No 1 (2026): Jurnal Arsitektur ARCADE, Maret 2026 Vol 10 No 2 (2026): Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 9 No 3 (2025): Jurnal Arsitektur ARCADE September 2025 Vol 9 No 2 (2025): Jurnal Arsitektur ARCADE Juni 2025 Vol 9 No 1 (2025): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2025 Vol 8 No 4 (2024): Jurnal Arsitektur ARCADE Desember 2024 Vol 8 No 3 (2024): Jurnal Arsitektur ARCADE September 2024 Vol 8 No 2 (2024): Jurnal Arsitektur ARCADE Juni 2024 Vol 8 No 1 (2024): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2024 Vol 7 No 4 (2023): Jurnal Arsitektur ARCADE Desember 2023 Vol 7 No 3 (2023): Jurnal Arsitektur ARCADE September 2023 Vol 7 No 2 (2023): Jurnal Arsitektur ARCADE Juni 2023 Vol 7 No 1 (2023): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2023 Vol 6 No 3 (2022): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2022 Vol 6 No 2 (2022): Jurnal Arsitektur ARCADE Juli 2022 Vol 6 No 1 (2022): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2022 Vol 5 No 3 (2021): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2021 Vol 5 No 2 (2021): Jurnal Arsitektur ARCADE Juli 2021 Vol 5 No 1 (2021): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2021 Vol 4 No 3 (2020): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2020 Vol 4 No 2 (2020): Jurnal arsitektur ARCADE Juli 2020 Vol 4 No 1 (2020): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2020 Vol 3 No 3 (2019): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2019 Vol 3 No 2 (2019): Jurnal Arsitektur ARCADE Juli 2019 Vol 3 No 1 (2019): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2019 Vol 2 No 3 (2018): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2018 Vol 2 No 2 (2018): Jurnal Arsitektur ARCADE Juli 2018 Vol 2 No 1 (2018): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2018 Vol 1 No 2 (2017): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2017 Vol 1 No 1 (2017): Jurnal Arsitektur ARCADE Juli 2017 More Issue