cover
Contact Name
Karto Wijaya
Contact Email
jurnalarsitekturarcade@gmail.com
Phone
+6281220697972
Journal Mail Official
kartowijaya@ukri.ac.id
Editorial Address
Jln. Terusan Halimun No.37 (Pelajar Pejuang 45) Bandung 40263, Jawa Barat, Indonesia (+62) 22-7301987
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Arsitektur ARCADE
ISSN : 25808613     EISSN : 25973746     DOI : 10.31848
Core Subject : Engineering,
Jurnal Arsitektur Arcade is Open Journal System published by Prodi Architecture (UKRI) in 2023 has migrated to the link: https://e-journal.ukri.ac.id/arcade. This journal is a means of research publications that concentrate on the study of architecture to accommodate authors interested in the field of heritage architecture, built environment, urban design, housing and settlement, Building Technology, Interior Design. Jurnal Arsitektur Arcade was published for the first time in 2017 for its e-ISSN 2597-3746 (Online) and p-ISSN 2580-8613 (Print) publications which are published 3 times a year in March, July and November. The Editorial Board of Jurnal Arsitektur ARCADEÂ starting in 2023 publishes an e-ISSN 2597-3746 (Online) edition which will be published every 3 months, namely in March, June, September and December each year.
Articles 464 Documents
KAJIAN DESAIN STREETSCAPE KORIDOR SEBAGAI UPAYA MENDUKUNG GREEN SUSTAINABLE ARCHITECTURE STUDI KASUS: JALAN TUNJUNGAN, KOTA SURABAYA Prabarini, Hanifah Fairuza; Purwanto, Edi
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 7 No 1 (2023): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2023
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Planning and development of streetscape architectural designs have become a necessity to implement green sustainable or environmentally friendly sustainable development. The City of Surabaya has many iconic areas, one of which is the streetscape of the Tunjungan Street. The results of the study show that the development is still paying attention to the beauty and aesthetics value without reducing the safety and comfort value for street users as a priority. There are several facilities that support street users such as the availability of trash cans, green open spaces, sidewalks, seats and suspension bridges, which also support bicycle users with parking facilities and special lanes for cyclists. Both day and night, the area provides a sense of comfort and safety to visitors with the availability of street lights that illuminate along the street. Several other facilities such as street signs and information boards also help in the effort to implement the green sustainable architecture. Based on these aspects and all the efforts that have been and are being carried out, the Surabaya City government as the person in charge of development, clearly indicates that it has made efforts to support Green Sustainable Architecture in the streetscape of the Tunjungan Street corridor.Abstrak: Perencanaan dan pembangunan desain arsitektur streetscape sudah menjadi keharusan untuk menerapkan green sustainable atau pembangunan berkelanjutan yang ramah lingkungan. Kota Surabaya memiliki banyak kawasan ikonik, salah satunya streetscape koridor Jalan Tunjungan. Hasil kajian terhadap desain streetscape koridor Jalan Tunjungan menunjukkan pembangunan kawasan jalan ini tetap memperhatikan nilai keindahan dan keestetikaannya tanpa mengurangi nilai keamanan serta kenyamanan bagi pengguna jalan sebagai prioritas. Terdapat beberapa fasilitas dan saranan yang menunjang bagi pengguna jalan seperti ketersediaan tempat sampah, ruang terbuka hijau, trotoar, tempat duduk dan jembatan gantung, yang juga menunjang bagi pengguna sepeda dengan adanya fasilitas tempat parkir dan jalur khusus pesepeda. Baik siang maupun malam hari, kawasan Jalan Tunjungan memberikan rasa kenyamanan serta keamanan bagi pengunjungnya dengan tersedianya lampu jalan yang menerangi sepanjang jalan. Beberapa fasilitas lain seperti rambu jalan dan papan informasi turut membantu dalam upaya implementasi green sustainable architektur. Berdasarkan aspek-aspek tersebut serta segala upaya yang sudah dan sedang dijalankan, pemerintah Kota Surabaya sebagai penanggung jawab pembangunan dan pengembangan, jelas mengindikasikan bahwa telah  mengupayakan untuk mendukung Green Sustainable Architecture pada streetscape koridor Jalan Tunjungan.
EFEKTIVITAS FUNGSI TAMAN KOTA SEBAGAI RUANG PUBLIK DI KOTA SAMARINDA PADA MASA PANDEMI COVID-19 Astria, Lisa; Doviyanto, Rusdi
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 7 No 1 (2023): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2023
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The existence of city parks is not only an aesthetic function and the beauty of the city, but other functions such as socio-cultural and ecological for humans. During the COVID-19 pandemic, some people still choose to reduce activities outside the home, this has an impact on closing city parks during the pandemic to suppress the spread of COVID-19. So that in assessing the function of city parks, the main function parameters are ecological functions, socio-cultural functions, economic functions and aesthetic functions. The purpose of this research is to find out and examine the effectiveness of the function of city parks as an alternative entertainment for urban communities in the city of Samarinda. For the stages of research analysis, namely descriptive analysis and scoring analysis using a Likert scale. Overall, the effectiveness level of Mahakam Lantern Park for socio-cultural functions is 2.5, economic function is 2.4 and ecological function is 2.6 which is considered effective compared to aesthetic function of 2.3 which is quite effective. Meanwhile, in Taman Ujung Baru (Taman Bebaya) the socio-cultural function of 2.5 is considered effective, the economic function of 2.4 and the ecological function of 2.4 is quite effective, while the economic function of 1 is considered ineffective. The reason is, during the pandemic, community activities are limited in green open spaces and maintain health protocols.Abstrak: Keberadaan taman kota bukan hanya fungsi estetika dan keindahan kota, tetapi fungsi lain seperti sosial budaya dan ekologi bagi manusia. Di masa pandemi COVID-19, sebagian masyarakat masih memilih untuk mengurangi aktivitas di luar rumah, hal ini berdampak pada penutupan taman kota selama masa pandemi guna menekan penyebaran COVID-19. Sehingga dalam menilai fungsi taman kota, parameter fungsi utama adalah fungsi ekologis, fungsi sosial budaya, fungsi ekonomi dan fungsi estetika. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mengkaji efektivitas fungsi taman kota sebagai alternatif hiburan masyarakat perkotaan di kota Samarinda. Untuk tahapan analisis penelitian yaitu analisis deskriptif dan analisis skoring menggunakan skala likert. Secara keseluruhan, tingkat efektivitas Taman Lampion Mahakam untuk fungsi sosial budaya sebesar 2,5, fungsi ekonomi sebesar 2,4 dan fungsi ekologis sebesar 2,6 yang dianggap efektif dibandingkan dengan fungsi estetika sebesar 2,3 yang cukup efektif. Sedangkan di Taman Ujung Baru (Taman Bebaya) untuk fungsi sosial budaya sebesar 2,5 dinilai efektif, fungsi ekonomi sebesar 2,4 dan fungsi ekologi sebesar 2,4 cukup efektif, sedangkan fungsi ekonomi sebesar 1 dianggap tidak efektif. Pasalnya, selama masa pandemi, aktivitas masyarakat dibatasi di ruang terbuka hijau dan tetap menjaga protokol kesehatan.
STUDI KARAKTERISTIK MODERN IKONIK PADA ARSITEKTUR Pratama, Roy; Susetyarto, Martinus Bambang
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 6 No 3 (2022): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2022
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The development of the modern architectural era is currently growing rapidly, especially in public buildings to attract tourists. Each iconic building has a different character, this is an expression of a function and identity that you want to show to the surrounding environment. Therefore, in designing iconic modern buildings, it is necessary to have a character study that discusses the modern iconic in architecture, especially in public buildings. The purpose of this research is to identify and describe the iconic modern characteristics used in the final project design in the form of mice building with an iconic modern approach. This study uses a literature study research method. The data collected will be sorted and then compiled, analyzed in-depth, and synthesized to become new findings. The findings are criteria or elements of iconic modern concepts that can be applied and considered in designing architectural buildings, including 1) Unique shape; 2) Strategic location; 3) has a majestic scale; 4) has high toughness. Limitations of the research are limited space for movement caused by the COVID-19 pandemic situation and also the limited time to complete the research. This research has originality in its findings so it is hoped that it will be useful for the community, and writers and can also be used as a reference for similar case studies for urban development.Abstrak: Perkembangan era arsitektur modern saat ini berkembang pesat, terlebih pada bangunan yang bersifat publik untuk menarik wisatawan. Setiap bangunan ikonik memiliki karakter yang berbeda, hal ini  merupakan pengekspresian sebuah fungsi dan identitas yang mau di perlihatkan kepada lingkungan sekitar. oleh karena itu dalam mendesain bangunan modern ikonik perlu adanya studi karakteristik yang membahas mengenai modern ikonik pada arsitektur, terutama pada bangunan yang bersifat publik. tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan karakteristik modern ikonik yang digunakan dalam perancangan tugas akhir berupa bangunan mice dengan pendekatan modern ikonik. Penelitian ini menggunakan metode penelitian studi pustaka. Data yang dikumpulkan akan dipilah lalu kompilasikan, dianalisis secara mendalam serta disintesiskan untuk menjadi temuan baru. Temuan yang di hasilkan merupakan Kriteria atau elemen konsep modern Ikonik yang dapat diterapkan serta dipertimbangkan dalam mendesain bangunan Arsitektur antara lain : 1) Bentuk yang unik; 2) Lokasi yang strategis; 3) memiliki skala yang megah; 4) memiliki kekokohan yang tinggi. Keterbatasan Penelitian dibatasi ruang gerak yang Disebabkan oleh situasi Pandemi COVID-19 dan juga keterbatasan waktu untuk menyelesaikan penelitian. Penelitian ini memiliki orisinalitas dalam temuannya sehingga diharapkan dapat bermanfaat bagi masyarakat, penulis dan juga mampu dijadikan sebagai rujukan bagi studi kasus serupa untuk perkembangan kota.
PENATAAN KAMPUNG TUA TIANGWANGKANG SEBAGAI KAWASAN WISATA BERKELANJUTAN Murtiono, Hendro; Fevita, Devi; Mardhika, Novya
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 6 No 3 (2022): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2022
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Kampung Tiangwangkang is one of the villages that has natural potential, namely on the coast and there is processing of marine products by the community. However, the processing of natural potential as a tourist place that is less than optimal causes the population to be far from the level of welfare. The natural products of the residents who were paid a high price were not enjoyed by the residents, but by foreign investors. Thus, this research was conducted to analyze the potential and recommend a design as a sustainability effort by utilizing this potential to the fullest. This research method is carried out by collecting data and then analyzing it using direct observation techniques which produce recommendations to solve problems. The results showed that the village of Tiangwangkang has advantages in the form of natural scenery as a visual attraction for tourists, as well as a platform that can bring tourists to the village opposite Tiangwangkang, and vice versa. Culinary buildings, which are characterized using materials and structures, are also an attraction for tourists in the area. However, apart from having advantages, it turns out that Kampung Tiangwangkang also has disadvantages, namely in terms of accessibility and reforestation.Abstrak: Kampung Tiangwangkang merupakan salah satu kampung yang memiliki potensi alam, yaitu di bagian pesisir serta terdapat pengolahan hasil laut oleh masyarakat. Namun pengolahan potensi alam sebagai tempat wisata yang kurang maksimal menyebabkan penduduknya jauh dari tingkat kesejahteraan. Hasil alam dari penduduk yang dibayar dengan harga mahal tersebut ternyata bukan dinikmati oleh penduduk, tetapi oleh investor asing. Dengan demikian, penelitian ini dilakukan untuk menganalisa potensi dan merekomendasikan suatu rancangan sebagai upaya keberlanjutan dengan memanfaatkan potensi tersebut secara maksimal. Metode penelitian ini dilakukan dengan mengumpulkan data kemudian dianalisa menggunakan teknik observasi langsung yang menghasilkan rekomendasi untuk menyelesaikan masalah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kampung Tiangwangkang memiliki kelebihan berupa pemandangan alam sebagai daya tarik visual bagi wisatawan, serta sebagai pelantar yang dapat membawa wisatawan ke kampung yang berada diseberang Tiangwangkang, begitu juga sebaliknya. Bangunan kuliner yang memiliki ciri khas dalam penggunaan material dan struktur, juga menjadi sebuah daya tarik bagi wisatawan di daerah tersebut. Namun selain memiliki kelebihan, ternyata Kampung Tiangwangkang juga memiliki kekurangan, yaitu dalam hal aksesibilitas serta penghijauan.
KINERJA TERMAL ARSITEKTUR VERNAKULAR SUKU OSING BERDASARKAN TIPE ATAP Rizka, Hablana; Defiana, Ima; Noerwasito, V. Totok
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 6 No 3 (2022): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2022
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The traditional house of the Osing Tribe is one of the various vernacular architectures of East Java. Precisely located in Kemiren Village, Banyuwangi Regency at an altitude of 170 meters above sea level, which is included in the low topography of a humid tropical climate with a very high humidity average of about 85%, and an average temperature of 27 ° C, so that it can affect the comfort of the building. This house has three unique types of roofs. The three types of roofs include Tikel Balung, Cecorogan, and Baresan. The Osing traditional house developed from community traditions and took advantage of local potential, including existing technology, materials, and knowledge. However, it is not yet known which type of roof is more efficient in its responsiveness to outside air temperature. This study aims to determine the type of roof of the Osing building that can reduce temperature or respond to current air temperature conditions. This study uses the simulation method. The simulation method is used in this study to examine the thermal performance of several types of roofing envelopes using the Design Builder software version 7. The final results of this study indicate that the vernacular house with the Tikel Balung roof type is better able to reduce the temperature or respond to current air temperature conditions than the Tikel Balung roof type in other types of roof models.Abstrak: Rumah adat Suku Osing merupakan salah satu dari berbagai arsitektur vernacular Jawa Timur. Tepatnya terletak di Desa Kemiren Kabupaten Banyuwangi pada ketinggian 170 mdpl yang termasuk dalam topografi rendah beriklim tropis lembab dengan rerarta kelembaban sangat tinggi sekitar 85%, dan rerata suhu 27°C sehingga dapat mempengaruhi kenyamanan bangunan. Rumah ini memiliki tiga tipe atap yang unik. Tiga tipe atap tersebut meliputi, Tikel Balung, Cecorogan, dan Baresan. Rumah adat Osing berkembang dari tradisi masyarakat dan memanfaatkan potensi setempat, meliputi teknologi, material, dan pengetahuan yang ada. Namun belum diketahui tipe atap mana yang lebih efisien dalam responsifitasnya terhadap suhu udara luar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tipe atap bangunan Osing yang paling mampu menurunkan suhu atau merespon kondisi suhu udara saat ini. Penelitian ini menggunakan metode simulasi. Metode simulasi digunakan pada penelitian ini untuk mengkaji kinerja termal pada beberapa tipe atap selubung bangunan dengan menggunakan software Design Builder versi 7. Hasil akhir dari penelitian ini menunjukkan bahwa rumah vernakular dengan tipe atap Tikel Balung lebih mampu menurunkan suhu atau merespon kondisi suhu udara saat ini dibandingkan tipe model atap lain.
KOMPONEN PEMBENTUK RUANG KOTA ALUN-ALUN CIANJUR Wibowo, Heru; Marwoto, Marwoto; Putra, Wahyu Buana
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 6 No 3 (2022): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2022
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: One of the cities having a historically significant public square is Cianjur Regency. Since the royal era, colonial era, and up to the present, the square has served as the distinguishing feature of the center of the royal authority. The layout of the square space fluctuates depending on the prevailing political ideologies. This study employs an exploratory methodology and approaches for gathering data from field observations. Cianjur Square contains seven of the eight elements that make up urban space, including: (a) changes in land use; (b) The building mass configuration is fixed and the shape of the space is no longer symmetrical like the original form; (c) Parking and circulation areas are well-organized; (d) Open space zones are effectively used; (e) Active and comfortable pedestrian paths; (f) The marker serving as the identity of the space is very thick with Islamic religious values; (g) Supporting activities that take place simultaneously and in various ways are no longer centered on the east side of the mosque, but are spread out to the north side of the open space.Abstrak: Kabupaten Cianjur merupakan salah satu kota dengan alun-alun sebagai ruang terbuka publik yang memiliki sejarah panjang. Alun-alun merupakan ciri khas sebuah wilayah pusat pemerintahan kerajaan yang memiliki makna khusus sejak zaman kerajaan, zaman kolonial sampai dengan saat ini. Settingruang alun-alun berubah dari masa ke masa, sesuai dengan kebijakan penguasa pada masanya. Penelitian ini menggunakan metode eksploratif dengan teknik pengambilan data observasi lapangan. Terdapat tujuh dari delapan komponen pembentuk ruang kota yang ditemukan di Alun-alun Cianjur, diantaranya: (a) tata guna lahan yang mengalami perubahan; (b) Betuk ruang yang tidak lagi simetris seperti bentuk aslinya, dari terpusat menjadi linier dan konfigurasi masa bangunan yang tetap; (c) Sirkulasi dan ruang parkir yang tertata dengan baik; (d) zona ruang terbuka termanfaatkan dengan efektif; (e) Jalur pedestrian yang aktif dan nyaman; (f) Penanda sebagai identitas ruang sangat kental dengan nilai religius islami; (g) Kegiatan pendukung yang belangsung secara simultan dan beragam, tidak lagi terpusat di sisi timur masjid, namun tersebar ke sisi utara ruang terbuka.
LANGGAM ARSITEKTUR GEREJA GEREFORMEERD SEMARANG SEBAGAI NILAI PENTING DALAM UPAYA KONSERVASI BANGUNAN CAGAR BUDAYA Ricky Kurnia, Franciskus Xaverius Yudhistira; Sardjono, Agung Budi; Hardiman, Gagoek
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 7 No 1 (2023): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2023
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: In the city of Semarang, many old buildings are still original and have many stories behind their architectural design styles, one of which is the Gereformeerd Church. Due to its age, Gereformeerd Church has been designated as a cultural heritage building by the Semarang city government, but the lack of data on the Gereformeerd Church building causes a lack of conservation measures that can be taken for this church. The purpose of this research is to support the data of the church's cultural heritage building on the important points of the Gereformeerd Church style using an architectural approach so that it can be used as a reference for further research on the conservation of the Gereformeerd Church building in Semarang. The Gereformeerd Church has an architectural style that is heavily influenced by gothic and romanesque architecture which is very closely related to European churches in the 16th-18th centuries. In addition, with Art Deco influence on the interior decoration of the church, it becomes more of an attraction if the analogies and meanings behind the interior design and architectural style are explored and to be used as the basis for the conservation of the cultural heritage of the Semarang Gereformeerd church.Abstrak: Di Kota Semarang, banyak sekali bangunan tua yang masih asli dan menyimpan banyak cerita di balik gaya desain arsitekturnya, salah satunya adalah Gereja Gereformeerd. Karena usianya, Gereja Gereformeerd ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya oleh pemerintah kota Semarang, namun minimnya data mengenai bangunan Gereja Gereformeerd menyebabkan kurangnya langkah-langkah konservasi yang dapat diambil untuk gereja ini. Mendata bangunan cagar budaya harus meliputi usia dan nilai penting bangunan. Nilai penting bangunan dibagi menjadi dua yaitu keaslian dan langgam bangunan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk men-support data bangunan cagar budaya Gereja pada nilai penting langgam Gereja Gereformeerd menggunakan pendekatan arsitektur, sehingga dapat dijadikan acuan bagi penelitian lanjutan mengenai konservasi bangunan Gereja Gereformeerd Semarang. Metode penelitian kualitatif digunakan untuk mencapai tujuan atau objektif di dalam penelitian ini, dengan memfokuskan pada data-data yang dapat diolah secara visual dan pikiran. Gereja Gereformeerd memiliki langgam arsitektur yang terpengaruh berat oleh arsitektur gotik dan romantik yang sangat erat dengan gereja Eropa pada abad ke 16-18. Selain itu, dengan pengaruh Art Deco pada dekorasi interior gereja menjadi sebuah daya tarik lebih jika dieksplor mengenai analogi dan arti di balik desain interior dan langgam arsitektur untuk dijadikan sebagai dasar konservasi bangunan cagar budaya Gereja Gereformeerd Semarang.
CITY PARK AS ONE OF THE CITY INFRASTRUCTURE SYSTEM (CASE STUDY: TAMAN KAMBANG IWAK PALEMBANG) Masyitoh, Husnul; Sardjono, Agung Budi
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 7 No 2 (2023): Jurnal Arsitektur ARCADE Juni 2023
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Palembang or Pempek City is the capital city of South Sumatra Province. Palembang itself is included as the 2nd largest city in Sumatra. With an area of 400 km² and 1.6 million inhabitants in it. Palembang is now classified as a metropolitan city with the fifth density level in Indonesia following Jakarta, Medan, Bandung, Surabaya and is ranked nineteenth in Southeast Asia. It’s recorded in history that it was the capital of the largest Buddhist kingdom, namely the Sriwijaya Kingdom in the ninth century. Palembang has existed since June 16, 683AD and is the oldest city in Indonesia. Along with the development of Palembang  and its rapidly growing population, the government seeks to improve the city's infrastructure system in Palembang  by referring to the economic, social, and cultural aspects of the people of Palembang itself. One of the City Infrastructure Systems that supports community activities is seen in the city park area on Tasik, namely Kambang Iwak Park. For this research, this research was carried out by applying a qualitative descriptive method, which if defined according to Sugiyono (2016) this research method depends on the philosophy of postpositivism which aims to examine natural objects.Keyword: Palembang city; City Infrastructure System; Kambang Iwak ParkAbstrak: Palembang atau kota pempek adalah Ibu Kota Provinsi Sumatera Selatan. Palembang sendiri masuk ke dalam kota terbesar ke-2  se-Sumatera. Dengan luas 400 km² dan 1,6 juta jiwa penduduk  di dalamnya. Palembang sekarang tergolong dalam kota Metropolitan dengan tingkat kepadatan nomor lima se-Indonesia menyusul Jakarta, Medan, Bandung, Surabaya dan menduduki peringkat sembilan belas di Asia Tenggara. Tercatat dalam sejarah pernah menjadi Ibukota Kerajaan Budha terbesar yaitu Kerajaan Sriwijaya pada abad kesembilan. Palembang sudah ada sejak tanggal 16 Juni 683M dan merupakan kota tertua di Indonesia. Seiring perkembangan zaman pembangunan sarana dan prasarana Kota Palembang serta penduduknya semakin pesat, pemerintah berupaya meningkatkan sistem prasarana kota di Kota Palembang dengan beracuan pada ekonomi, sosial, dan budaya masyarakat Palembang sendiri. Salah satu Sistem Prasarana Kota yang menunjang kegiatan masyarakat terlihat pada kawasan taman kota yang ada di jalan Tasik yaitu Taman Kambang Iwak. Untuk penelitian kali ini dilakukan dengan penerapan metode deskriptif kualitatif, yang mana jika didefinisikan menurut Sugiyono (2016) metode penelitian ini tergantung pada filsafat postpositivisme yang bertujuan untuk meneliti objek alamiah.Kata Kunci: Kota Palembang; Sistem Prasarana Kota; Taman Kambang Iwak.
PENILAIAN KEBERLANJUTAN KOTA TERHADAP KETAHANAN ENERGI DAN INFRASTRUKTUR MENGGUNAKAN KEY PERFORMANCE INDICATORS (KPIS) (Studi Kasus Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi ) Hermawan, Riyan; Siahaan, Uras; Sudarwani, Margareta Maria
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 6 No 3 (2022): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2022
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: During development process, incorporation of urban aspects becomes important thing, on the other side it has been recognized that environmental damage and effects global warming are serious threat; this is also exacerbated by the level of density, as well as high urban population activities. Thus, the different application methods, techniques and assessment instruments for sustainable cities needs to be realized, this aims to find out how cities can become more sustainable in future. The method applied to solve problem is to use Key performance indicators (KPIs) for assessing aspects urban sustainability, especially in terms of energy resilience and infrastructure. This research was conducted using the method of selecting several points from KPIs related to energy resilience and infrastructure to measure sustainability performance at urban level using the Analytic Hierarchy Process (AHP) approach. The results are then applied to the sustainable urban planning process. This model was then tested and applied in a case study based on Tarumajaya sub-district. Until finally, this research can provide knowledge about strategies for implementing KPIs to improve city sustainability and can be developed by applying indicators into urban planning to support Sustainable Development Goals (SDGs) 2030.Abstrak: Selama proses pembangunan, penggabungan dari aspek-aspek perkotaan menjadi hal yang penting, disisi lain telah diketahui bahwa kerusakan lingkungan dan efek pemanasan global menjadi ancaman serius; hal ini juga diperparah dengan tingkat kepadatan, serta aktifitas penduduk kota yang tinggi. Dengan demikian, penerapan metode, teknik, dan instrumen penilaian yang berbeda untuk kota berkelanjutan perlu untuk direalisasikan, hal ini bertujuan untuk mencari tahu bagaimana kota bisa menjadi lebih berkelanjutan di masa yang akan datang. Metode yang diterapkan untuk penyelesaian permasalahan adalah menggunakan Key performance indicators (KPIs) untuk penilaian aspek keberlanjutan kota khususnya pada segi ketahanan energi dan infrastruktur, penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi pada pembangunan kota berkelanjutan dimana pembangunan dan lingkungan dapat saling terintegrasi. Penelitian ini dilakukan dengan metode pemilihan beberapa poin dari KPIs yang berkaitan dengan ketahanan energi dan infrastruktur untuk mengukur kinerja keberlanjutan di tingkat perkotaan dengan pendekatan Analytic Hierarchy Process (AHP). yang kemudian hasilnya diaplikasikan kedalam proses perencanaan kota keberlanjutan. Model ini kemudian diuji dan diterapkan dalam studi kasus berdasarkan keadaan kecamatan Tarumajaya. Hingga akhirnya, Penelitian ini dapat memberikan pengetahuan tentang strategi penerapan KPIs untuk meningkatkan keberlanjutan kota serta dapat dikembangkan dengan mengaplikasikan indikator ke dalam perencanaan kota untuk mendukung program Sustainable Development Goals (SDGs) 2030.
PERKEMBANGAN MORFOLOGI KAWASAN CAGAR BUDAYA DARMO SURABAYA TAHUN 1905-1943 Perkasa, Muhammad Ilham; Soemardiono, Bambang; Santosa, Happy Ratna
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 6 No 3 (2022): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2022
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Surabaya City has undergone rapid development characterized by changes in its physical form. A renowned Darmo heritage landscape has been experiencing such things. But none of the research had uncovered the morphological development of Darmo historic landscape. Even if, Darmo is a historic residential area and became the only masterwork in Surabaya by Henri Maclaine Pont, a renowned Dutch architect. Thus, the purpose of this study is to understand the Darmo Area further from the perspective of the area wholeness used in the urban morphological study by identifying the historical stages of morphological development. The strategy used is historical-interpretative which involves data collection methods of archival studies, literature studies, and in-depth interviews with experts. Meanwhile, the method of analysis used is historical diachronic analysis. The results of the study seemingly suggest that the Darmo Area has three major morphological stages, namely the pre and planning period, the development period, and extension. It shows the generative process of the area, and this can be the basis for historic urban landscape management. Hence, these morphological elements should be conserved altogether as urban morphology entities to ensure the unity of the Darmo historic landscape.Abstrak: Kota Surabaya telah mengalami perkembangan yang pesat, ditandai dengan perubahan bentuk fisiknya. Yang menjadi perhatian, kawasan cagar budaya Darmo mengalami hal tersebut. Namun belum ada penelitian yang mengungkap perkembangan morfologi kawasan bersejarah Darmo. Padahal, Darmo merupakan kawasan hunian bersejarah dan menjadi satu-satunya karya di Surabaya oleh Henri Maclaine Pont, seorang arsitek ternama Belanda. Dengan demikian, tujuan dari penelitian ini adalah memahami Kawasan Darmo lebih jauh dari perspektif keutuhan kawasan yang digunakan dalam studi morfologi perkotaan dengan mengidentifikasi tahapan sejarah perkembangan morfologi. Strategi yang digunakan adalah sejarah-interpretatif yang melibatkan metode pengumpulan data studi kearsipan, studi literatur, observasi, dan wawancara mendalam dengan para ahli. Sedangkan metode analisis yang digunakan adalah analisis sejarah diakronik. Hasil kajian menunjukkan bahwa Kawasan Darmo memiliki tiga tahapan sejarah besar, yaitu periode praperencanaan dan perencanaan, periode pengembangan, dan perluasan. Terlihat proses generatif kawasan dan hal ini dapat menjadi dasar pengelolaan kawasan cagar budaya. Oleh karena itu, elemen-elemen morfologi harus dilestarikan bersama sebagai kesatuan morfologi perkotaan untuk menjamin kesatuan Kawasan Darmo.

Filter by Year

2017 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 10 No 1 (2026): Jurnal Arsitektur ARCADE, Maret 2026 Vol 9 No 3 (2025): Jurnal Arsitektur ARCADE September 2025 Vol 9 No 2 (2025): Jurnal Arsitektur ARCADE Juni 2025 Vol 9 No 1 (2025): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2025 Vol 8 No 4 (2024): Jurnal Arsitektur ARCADE Desember 2024 Vol 8 No 3 (2024): Jurnal Arsitektur ARCADE September 2024 Vol 8 No 2 (2024): Jurnal Arsitektur ARCADE Juni 2024 Vol 8 No 1 (2024): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2024 Vol 7 No 4 (2023): Jurnal Arsitektur ARCADE Desember 2023 Vol 7 No 3 (2023): Jurnal Arsitektur ARCADE September 2023 Vol 7 No 2 (2023): Jurnal Arsitektur ARCADE Juni 2023 Vol 7 No 1 (2023): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2023 Vol 6 No 3 (2022): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2022 Vol 6 No 2 (2022): Jurnal Arsitektur ARCADE Juli 2022 Vol 6 No 1 (2022): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2022 Vol 5 No 3 (2021): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2021 Vol 5 No 2 (2021): Jurnal Arsitektur ARCADE Juli 2021 Vol 5 No 1 (2021): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2021 Vol 4 No 3 (2020): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2020 Vol 4 No 2 (2020): Jurnal arsitektur ARCADE Juli 2020 Vol 4 No 1 (2020): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2020 Vol 3 No 3 (2019): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2019 Vol 3 No 2 (2019): Jurnal Arsitektur ARCADE Juli 2019 Vol 3 No 1 (2019): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2019 Vol 2 No 3 (2018): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2018 Vol 2 No 2 (2018): Jurnal Arsitektur ARCADE Juli 2018 Vol 2 No 1 (2018): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2018 Vol 1 No 2 (2017): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2017 Vol 1 No 1 (2017): Jurnal Arsitektur ARCADE Juli 2017 More Issue