cover
Contact Name
Karto Wijaya
Contact Email
jurnalarsitekturarcade@gmail.com
Phone
+6281220697972
Journal Mail Official
kartowijaya@ukri.ac.id
Editorial Address
Jln. Terusan Halimun No.37 (Pelajar Pejuang 45) Bandung 40263, Jawa Barat, Indonesia (+62) 22-7301987
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Arsitektur ARCADE
ISSN : 25808613     EISSN : 25973746     DOI : 10.31848
Core Subject : Engineering,
Jurnal Arsitektur Arcade is Open Journal System published by Prodi Architecture (UKRI) in 2023 has migrated to the link: https://e-journal.ukri.ac.id/arcade. This journal is a means of research publications that concentrate on the study of architecture to accommodate authors interested in the field of heritage architecture, built environment, urban design, housing and settlement, Building Technology, Interior Design. Jurnal Arsitektur Arcade was published for the first time in 2017 for its e-ISSN 2597-3746 (Online) and p-ISSN 2580-8613 (Print) publications which are published 3 times a year in March, July and November. The Editorial Board of Jurnal Arsitektur ARCADEÂ starting in 2023 publishes an e-ISSN 2597-3746 (Online) edition which will be published every 3 months, namely in March, June, September and December each year.
Articles 464 Documents
LEGITIMASI SIMBOLIS DALAM PENGETAHUAN MEMBANGUN RUMAH ADAT TORAJA Pali, Richard Elisa Fernando; Ekomadyo, Agus S; Kurniawan, Sigit
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 7 No 1 (2023): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2023
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Constructing process of traditional house requires knowledge, skill, material and technical expert by some actors.In Indonesia, Toraja societies have their own knowledge  to build their traditional. This research is purposed to explore actors’ roles, and knowledge distribution of Toraja traditional house constructing process. Based on tecnography approach, this research uses descriptive qualitative method to identify the making, distributed cognition and the construction of rules in this  construction. Data is collected through observation, interview and documentation. It is found that there are four main process in building Toraja tradistional house of: taking agreement, discussion, collecting material, and construction. There are also identified several significant actors: the big family, To Tumoke Buriak, Pandai Paliuk, Pandai Manarang, To Manarang, Pandai Nunu, Passura’ and society of around the traditional house. This research concludes that the actors’ role and their knowledge based authorities are framed by symbolic legitimation of Toraja culture. Actors’ positions are prequisites for constructed house are legitimated as Toraja traditional house or just common house.Abstrak: Dalam mendirikan rumah adat, diperlukan pengetahuan, kemampuan, dan keahlian teknik dan materialitas yang dimiliki oleh beberapa pelaku.Di Indonesia, masyarakat Toraja mempunyai pengetahuan khusus tentang rumah adat mereka. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi peran distribusi pengetahuan dari aktor yang terlibat dalam pembanguan rumah adat Toraja. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan teknografi, untuk mengidentifikasi proses pembuatan (the making), persebaran pengetahuan (distributed cognition) dan terbentuknya aturan (the construction of rules) dalam proses pembangunan tersebut. Data dikumpulkan lewat observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada 4 proses mendirikan rumah adat Toraja yaitu, proses pengambilan kesepakatan, proses musyawarah, proses pengumpulan material, dan proses konstruksi. Ditemukan juga beberapa aktor yaitu, rumpun keluarga, To Tumoke Buriak, To Manarang, Pandai Manarang, Pandai Paliuk, Pandai Nunu, Passura’ dan masyarakat sekitar rumah adat yang memiliki peran masing masing dalam proses mendirikan rumah adat Toraja. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peran pelaku beserta pengetahuan untuk kewenangan mengambil keputusan ada dalam kerangka legitimasi simbolis budaya Toraja. Legitimasi ini menjadi penting, apakah suatu rumah yang terbangun akan dianggap sebagai rumah adat atau sekadar rumah biasa.
ANALISIS DESAIN BIOKLIMATIK PADA BANGUNAN RUMAH TINGGAL TROPIS (STUDI KASUS: RUMAH HEINZ FRICK SEMARANG) Utama, Hari; Prianto, Eddy
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 6 No 2 (2022): Jurnal Arsitektur ARCADE Juli 2022
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Global warming is one of the main causes of environmental quality deterioration. This phenomenon is closely related to the acceleration of industrialism and the increased of uncontrolled energy consumption. The building sector donates for 40% of global energy use and is responsible for 30% of the global greenhouse effect. This study discusses the implementation of bioclimatic design criteria in small buildings with Heinz Frick House in Semarang as the object of study. The research was conducted using a qualitative descriptive method. The data were analyzed using bioclimatic design theory in the book “Bioclimatic Housing – Innovative Design for Warm Climates” by Hyde (2012). The results showed that Heinz Frick House building has implemented the bioclimatic design criteria. This residential building applies 6 of 6 principles, 5 of 6 elements, and 2 of 3 bioclimatic design engineering strategies. The building concept “in harmony with the environment and able to support itself” is well realized through adaptive passive design and maximizing environmental conditions, as well as the fulfillment and independent resources processing.Abstrak: Pemanasan global merupakan salah satu penyebab utama penurunan kualitas lingkungan. Fenomena ini erat kaitannya dengan percepatan industrialisme dan konsumsi energi yang semakin tidak terkendali. Sektor bangunan menyumbang 40% dari penggunaan energi global dan bertanggung jawab atas 30% efek rumah kaca global. Penelitian ini membahas penerapan kriteria desain bioklimatik pada bangunan skala rendah dengan objek penelitian adalah Rumah Heinz Frick di Semarang. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data yang telah terkumpul kemudian dianalisis menggunakan teori desain bioklimatik dalam buku “Bioclimatic Housing – Innovative Design for Warm Climates” karya Hyde (2012). Hasil penelitian menunjukkan bahwa bangunan Heinz Frick House telah memenuhi kriteria desain bioklimatik. Bangunan hunian ini menerapkan 6 dari 6 prinsip, 5 dari 6 elemen, dan 2 dari 3 strategi rekayasa desain bioklimatik. Konsep bangunan “selaras dengan lingkungan dan mampu menopang dirinya sendiri” diwujudkan dengan baik melalui desain pasif adaptif dan memaksimalkan kondisi lingkungan, serta pemenuhan dan pengolahan sumber daya secara mandiri. 
KAJIAN FAKTOR PERILAKU PEMANFAATAN TERITORI PUBLIK OLEH PEDAGANG DI PASAR JATINGALEH SEMARANG Al Batul, Umamah; Indrosaptono, Djoko; Sardjono, Agung Budi
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 6 No 2 (2022): Jurnal Arsitektur ARCADE Juli 2022
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Jatingaleh Market is a traditional market with high historical value in the city of Semarang, but currently the market conditions seem dirty. The phenomenon of market corridor’s use by traders is one of the main factors behind it. This phenomenon causes the market corridor become narrow from its proper width. Territory describes an individual's identity related to a sense of belonging to an area. The use of public territory in the market occurs when traders expand their trading area by claiming ownership of territory that is not legally theirs. This study aims to determine the condition of the Jatingaleh market compared to the initial planning and to find out the condition by the phenomenon public territory’s use in the Jatingaleh market and the factors behind it based on a literature study. The research was conducted using observation and mapping methods of the phenomenon and then examining the influencing factors through reference studies. The results showed that the behavior of using public territory was influenced by internal factors from individuals and external factors from settings or the environment.Abstrak: Pasar Jatingaleh merupakan pasar tradisional dengan nilai sejarah tinggi di kota Semarang, namun saat ini kondisi pasar terkesan kotor dan kumuh. Fenomena pemanfaatan koridor pasar oleh pedagang merupakan salah satu faktor utama yang melatarbelakanginya. Pemanfaatan ini menyebabkan koridor pasar menyempit dari lebar yang seharusnya. Teritori meggambarkan identitas seorang individu yang berhubungan dengan rasa memiliki terhadap sebuah area. Pemanfaatan teritori pada pasar terjadi saat pedagang memperluas area dagangnya dengan melakukan klaim kepemilikan terhadap teritori yang secara legal bukan miliknya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi pasar Jatingaleh dibandingkan dengan perencanaan awal dan mengetahui kondisi fenomena pemanfaatan teritori publik di pasar Jatingaleh serta faktor yang melatarbelakanginya berdasarkan studi literatur. Penelitian dilakukan dengan metode observasi dan pemetaan terjadinya pemanfaatan kemudian mengkaji faktor yang mempengaruhi melalui studi referensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku pemanfaatan teritori publk dipengaruhi oleh faktor internal dari individu dan faktor eksternal dari seting atau lingkungan.
EFEKTIVITAS PENCAHAYAAN ALAMI PADA RUMAH TINGGAL 2 TINGKAT (STUDI KASUS: PERUMAHAN AVANI ECOPARK SEMARANG TIPE 70) Shafa, Astrihasna; Sari, Suzanna Ratih
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 6 No 2 (2022): Jurnal Arsitektur ARCADE Juli 2022
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The intensity of natural light needs to consider when designing a building, especially a residential house. This study is about the effectiveness of the natural lighting system as a correction of type 70 two-story residential building in Semarang to obtain optimal natural lighting. This research uses quantitative methods. Data were obtained from direct light intensity measurements in the morning, afternoon, and evening using lux meter for one day. The analysis also uses data generated from computer simulations to determine differences in lighting intensity conditions with two window openings as reference. The final result is comparing the measurement analysis result with the recommended standards. Observations show that horizontal window enter more light than vertical window openings. In addition, the month in calendar influences the percentage of light intensity that enters the house.Abstrak: Intensitas cahaya alami sangat perlu untuk diperhatikan ketika merancang sebuah bangunan, khususnya rumah tinggal. Pengkajian efektivitas sistem pencahayaan alami dalam penelitian ini sebagai koreksi bangunan rumah tinggal dua tingkat tipe 70 di Semarang untuk mendapatkan pencahayaan alami yang optimal. Penelitian ini dilakukan dengan metode kuantitatif. Data diperoleh dari hasil pengukuran intensitas cahaya secara langsung pada pagi, siang, dan sore hari selama satu hari menggunakan lux meter. Analisis juga menggunakan data yang diperoleh dari simulasi komputer yang digunakan untuk mengetahui perbedaan kondisi intensitas pencahayaan dengan dua referensi luas bukaan jendela. Hasil akhir penelitian adalah melakukan perbandingan antara hasil data pengukuran dengan standar yang direkomendasikan. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa luas bukaan jendela horizontal lebih banyak memasukkan cahaya dibandingkan bukaan vertikal. Selain itu, bulan dalam kalender memiliki pengaruh terhadap persentase intensitas cahaya yang masuk ke dalam rumah. 
BIBLIOMETRIK ANALISIS: KONSEP STUDI URBAN ARCHITECTURE DI INDONESIA TAHUN 2017-2022 Motoh, Denny Bayuaji; Rukayah, R. Siti
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 7 No 1 (2023): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2023
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Penelitian ini ingin melihat bagaimana konsep urban architecture di indonesia berkembang dalam 5 tahun terakhir secara luas.  Pergeseran disiplin ini telah membuka cara pandang baru dalam memandang lanskap binaan yang tidak dibatasi oleh asumsi normatif nilai estetika universal atau karya individu, arsitek, atau patron sebagai subjek kajian utama. Perkembangan arsitektur perkotaan di seluruh dunia ditunjukkan dalam penelitian ini, yang memanfaatkan bibliometrik untuk melakukannya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan studi kepustakaan. Sumber data berasal dari database artikel di Scopus. Pemilahan data dilakukan dalam 5 tahun terakhir yaitu dari tahun 2017 hingga 2022 dengan sitasi tertinggi sehingga diperoleh data sebanyak 74 artikel. Data artikel jurnal kemudian diunduh dari database Scopus dalam format tipe RIS yang diimpor ke perangkat lunak Vosviewer untuk dianalisis. Jumlah publikasi Scopus terkait konsep arsitektur perkotaan di Indonesia mengalami penurunan rata-rata 11% dalam 5 tahun terakhir. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Universitas Indonesia memperoleh persentase 40% dalam kontribusinya terhadap arsitektur perkotaan. 19,7% konsep arsitektur perkotaan dicakup oleh teknik, diikuti oleh ilmu lingkungan dan studi bumi dan planet. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa ukuran dalam arsitektur dan Indonesia merupakan kata kunci terbesar dalam konsep arsitektur perkotaan di Indonesia.Abstrak: This study wants to see how the concept of urban architecture in Indonesia has developed in the last 5 years broadly. This disciplinary shift has opened a new way of looking at the built landscape that is not limited by normative assumptions of universal aesthetic values or the work of individuals, architects, or patrons as the main subject of study. The development of urban architecture around the world is demonstrated in this study, which makes use of bibliometrics to do so. This research uses qualitative research methods with literature study. The data source comes from the article database on Scopus. Data sorting was carried out in the last 5 years, namely from 2017 to 2022 with the highest citations so that data were obtained as many as 74 articles. The journal article data was then downloaded from the Scopus database in RIS type format which was imported into the Vosviewer software for analysis. The number of Scopus publications related to urban architectural concepts in Indonesia has decreased by an average of 11% in the last 5 years. The results of this study indicate that the University of Indonesia obtains a percentage of 40% in its contribution to urban architecture. 19.7% of urban architectural concepts are covered by engineering, followed by environmental science and earth and planetary studies. The findings of this study indicate that size in architecture and Indonesia is the biggest keyword in the concept of urban architecture in Indonesia.
IMPLEMENTASI TEORI GRIGG PADA PENGGAL JALAN ASIA AFRIKA KOTA BANDUNG Ismail, Nurwidyah Azizah; Sari, Suzanna Ratih
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 6 No 2 (2022): Jurnal Arsitektur ARCADE Juli 2022
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Asia Afrika Street is often referred to as an open-air architectural museum in the city of Bandung because it has many buildings from the colonial era that are still preserved. With the potential of the placein in creasingly touris demand. So we need facilities and infrastructure can accommodate the needs of tourists. The purpose of this study was to determine the availability of existing infrastructure in the field compared with Grigg's theory in the infrastructure engineering and management book. Knowing of the existing infrastructure can be used as a recommendation to improve or add facilities and infrastructure. The qualitative descriptive method by collecting data on urban infrastructure groups and conducting field observations to find out facts in the field which will then be compared with Grigg's theory. Data was collected in two ways, namely primary data collection obtained by direct observation and interviews with visitors and local communities, while secondary data has been collect from literature studies in the form of journals and books related to what was being studied. The results of this study are several shortcomings not accordance with Grigg's theory such as the unavailability of trash cans and also damage to other facilities and infrastructure.Abstrak: Jalan Asia Afrika sering disebut sebagai museum arsitektur terbuka Kota Bandung karena memiliki banyak bangunan peninggalan masa pemerintah kolonial yang masih terjaga keasliannya. Dengan potensi yang dimiliki, Jalan Asia Afrika semakin banyak diminati wisatawan. Sehingga diperlukan fasilitas sarana dan prasarana yang dapat mengakomodasi kebutuhan wisatawan. Namun, yang terjadi dilapangan terdapat ketidaksesuaian infrastruktur pada Jalan Asia Afrika. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi teori Grigg pada penggal Jalan Asia Afrika. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskrtiptif kualitatif dengan mengumpulkan data mengenai kelompok infrastruktur kota dan melakukan observasi lapangan untuk mengetahui fakta dilapangan yang selanjutnya akan dibandingkan dengan teori Grigg. Pengumpulan data dilakukan dengan dua cara yaitu pengumpulan data primer yang diperoleh dengan cara observasi langsung di penggal Jalan Asia afrika dan wawancara dengan pengunjung maupun masyarakat setempat, sedangkan pengumpulan data sekunder diperoleh dari studi pustaka berupa jurnal dan buku yang terkait dengan apa yang diteliti. Hasil dari penelitian ini terdapat beberapa ketidaksesuaian infrastruktur pada Jalan Asia Afrika dengan teori dari Grigg seperti ketidaktersediaan tempat sampah, jembatan penyebrangan orang tidak dilengkapi dengan pelandaian untuk kaum disabilitas, dan juga terdapat beberapa kerusakan pada fasilitas sarana dan prasarana yang lainnya.
STUDI KOMPARASI: PERAN ELEMEN DESAIN INTERIOR DALAM MEMBENTUK SUASANA RUANG PADA BAR & LOUNGE Amelia, Kiki Putri; Anwar, Hendi; Hambali, Reza
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 7 No 1 (2023): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2023
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Interior elements are aspects that can shape the atmosphere of a bar & lounge and form the image perceived by its visitors. Bars & lounges have different characteristics from restaurants in general, have different design emphases. The elements of physical and non-physical elements form the atmosphere of space and the perception of visitors. The basic elements forming and filling the space form the atmosphere of a room in a bar & lounge. This research uses a qualitative descriptive method by analyzing through comparisons of data from field observations from 4 different case studies and designer interviews. The building elements in the space are curated through designer interviews to find out the emphasis given in the design, namely shape, texture and lighting, then proceed with analyzing these elements in each case study The results of the study found that the dominant physical elements forming the space were from each of the 4 case studies of bar&loung design. Future research is expected to collect data from visitors to each case study for comparison.Abstrak: Elemen interior merupakan aspek yang dapat membentuk suasana dari sebuah bar & lounge dan membentuk citra yang dipersepsikan oleh pengunjungnya. Bar & lounge memiliki karakteristik yang berbeda dengan restaurant pada umumnya, memiliki penekanan-penekanan desain yang berbeda. Unsur-unsur elemen fisik dan non fisik membentuk suasana ruang dan persepsi dari pengunjung. Elemen dasar pembentuk dan pengisi ruang membentuk suasana ruang pada sebuah bar & lounge Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualititf dengan menganalisis melalui komparasi data hasil observasi lapangan dari 4 studi kasus yang berbeda dan wawancara designer. Elemen pembentuk pada ruang dikurasi melalui wawancara designer untuk mengetahui penekanan-penekanan yang diberikan dalam perancangan yaitu bentuk, tekstur dan pencahyaan untuk selanjutnya dilanjutkan dengan menganalisis elemen-elemen tersebut pada setiap studi kasus. Hasil penelitian dapat elemen fisik pembentuk ruang yang dominan dari masing-masing 4 studi kasus perancangan bar&loung. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat dilakukan pengumpulan data dari pengunjung masing-masing studi kasus untuk dibandingkan.
PENERAPAN PRINSIP BANGUNAN TROPIS PADA MASJID AL MANSHUR WONOSOBO Astuti, Margaretnaning Dyah; Prianto, Eddy
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 6 No 3 (2022): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2022
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Indonesia is one of the regions that has a humid tropical climate. The humid tropics are located around the equator to approximately 15o north and south. One of the public buildings that must have good thermal comfort is the mosque. In this study, the object of the mosque is used because places of worship need to consider various aspects and one of them is thermal comfort. It is intended that users can perform worship solemnly. Meanwhile, this study aims to determine whether the mosque building which has a traditional Javanese design adequately responds to local climatic conditions where traditional Indonesian buildings should have taken into account the climatic conditions of the local area. From this research also resulted that the design of the Al Manshur Mosque building has responded to the surrounding climatic conditions. This is in terms of the shape of the roof, openings that have a solar heat barrier, crossing ventilation systems, and minimal openings in the west.Abstrak: Indonesia adalah salah satu wilayah yang memiliki iklim tropis lembab. Daerah Tropis lembab memiliki letak yaitu berada di sekitar khatulistiwa hingga kurang lebih 15o utara dan selatan. Salah satu bangunan publik yang harus memiliki kenyamanan termal yang baik adalah Masjid. Pada penelitian ini menggunakan objek masjid dikarenakan tempat ibadah perlu mempertimbangkan berbagai aspek dan salah satunya adalah kenyamanan termal. Hal ini bertujuan supaya pengguna dapat melakukan ibadah dengan khusyuk. Sedangkan dari penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui apakah bangunan Masjid yang memiliki desain tradisional Jawa ini cukup merespon kondisi iklim setempat yang mana bangunan tradisional asli Indonesia semestinya sudah mempertimbangkan kondisi iklim wilayah setempat. Dari penelitian ini pula dihasilkan bahwa bangunan Masjid Al Manshur ini desainnya sudah merespon kondisi iklim sekitar. Hal ini ditinjau dari Bentuk atap, Bukaan yang memiliki penghalang panas matahari, sistem ventilasi yang menyilang, dan bukaan yang minim pada arah barat.
SISTEM PENGHAWAAN PADA KAMAR HOTEL Pandora Raharjo, Maria Carizza; Budi, Wahyu Setia; Prianto, Eddy
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 6 No 2 (2022): Jurnal Arsitektur ARCADE Juli 2022
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Nowadays, development in urban areas is progressing very rapidly, accompanied by an increase in the number of residents and various kinds of activities carried out. Seeing this phenomenon, many developers are competing to build multi-layered high buildings. Air conditioning systems in high-rise buildings are generally carried out with artificial air arrangements. The Grand Edge Hotel Semarang building is one of the multi-layered high-rise buildings that will be the case study. This hotel building is located in Semarang on an area of 2860 m2, 7 floors above ground and 3 basement floors as deep as 9 meters from ground level, total floor area is 15,958 m2. The electricity used from PLN is 700 KVA, equipped with 1 generator unit with a capacity of 650 KVA. The ventilation system used in this building is in the form of an artificial air system, including: Direct Air Conditioning (AC) Fan Coil Unit with Split Ducting system, as many as 117 units, with capacities of 1.5 PK, 2 PK, 3.5 PK and 10 PK. The ventilation system used in terms of the specifications of the AC unit used is able to produce conditions according to the PERMENKES No. 1077/MENKES/PER/V/2011, especially in hotel rooms. The information obtained at this time is a prelude to obtaining quantitative-qualitative data about the existing problems, as well as the form of the solution, it is necessary to deepen and add cases in the project.Abstrak: Dewasa ini pembangunan di perkotaan melaju sangat pesat yang disertai dengan jumlah peningkatan penduduk dan berbagai macam aktivitas yang dilakukan nya. Melihat fenomena tersebut maka banyak dari para developer berlomba-lomba untuk membangun bangunan tinggi berlapis. Sistem penghawaan pada bangunan tinggi umum nya dilakukan dengan tatanan udara buatan. Bangunan Hotel Grand Edge Semarang adalah salah satu bangunan tinggi berlapis yang akan menjadi studi kasus ini. Bangunan hotel ini terletak di Semarang diatas lahan 2860 m2, berlantai 7 lapis diatas tanah dan 3 lantai basement sedalam 9 meter dari permukaan tanah, luas lantai total 15.958 m2. Tenaga listrik yang digunakan dari PLN sebesar 700 KVA, dilengkapi 1 unit genset dengan kapasitas 650 KVA. Sistem penghawaan yang digunakan bangunan ini berupa tatanan udara buatan, meliputi : Air Conditioning (AC) langsung Fan Coil Unit dengan sistem Split Ducting, sebanyak 119 buah, dengan kapasitas 1,5 PK, 2 PK, 3,5 PK dan 10 PK. Sistem penghawaan yang digunakan dari sisi spesifikasi unit AC yang dipakai mampu menghasilkan kondisi yang sesuai standar PERMENKES No. 1077/MENKES/PER/V/2011, khususnya pada kamar hotel.  Info yang didapatkan saat ini adalah sebuah awalan untuk mendapatkan data kuantitatif-kualitatif tentang permasalahan yang ada, serta bentuk solusinya perlu diadakan pendalaman dan penambahan kasus di proyek.
IDENTIFIKASI PERLETAKAN TEMPAT PARKIR DAN PENGARUHNYA PADA POLA PERUNTUKAN RUANG RUMAH TINGGAL BERBASIS PREFERENSI MASYARAKAT Rifai, Julfian Rizal; Larasati, Dewi
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 7 No 2 (2023): Jurnal Arsitektur ARCADE Juni 2023
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The need for parking in residential or residential areas in Indonesia causes problems due to the unavailability of sufficient land. Rapid population growth has resulted in the increasing number of private vehicles making the need for parking areas increasing, especially in residential environments. This problem arises not only in the upper economic class, but also in the middle and lower economic class, who have more than one vehicle, especially two-wheeled vehicles. This study aims to identify the pattern of placement of parking spaces in residential homes based on people's preferences. The research data was obtained through an online questionnaire which was processed qualitatively in collaboration with grounded theory which is exploratory. The results showed 3 patterns of placement of vehicle parking spaces in the occupied dwellings. This research is expected to provide an overview for residential designers and the development of residential areas according to community needs.Keyword: housing, parking needs, private vehicles, preferencesAbstrak: Kebutuhan parkir di lingkungan hunian atau rumah tinggal di Indonesia menimbulkan masalah akibat tidak tersedianya lahan yang cukup. Pertumbuhan penduduk yang pesat berakibat pada meningkatnya jumlah kendaraan pribadi membuat kebutuhan lahan parkir semakin meningkat khususnya pada lingkungan rumah tinggal. Permasalahan ini muncul tidak hanya masyarakat golongan ekonomi atas, namun juga muncul pada masyarakat golongan ekonomi menengah dan bawah, yang memiliki kendaraan lebih dari satu unit, terutama kendaraan roda dua. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi pola perletakan tempat parkir di rumah tinggal berdasarkan preferensi masyarakat. Data penelitian diperoleh melalui kuisioner daring yang diolah secara kualitatif dikolaborasikan dengan grounded theory yang bersifat explorasi. Hasil penelitian menunjukan 3 pola perletakan tempat parkir kendaraan pada hunian yang ditinggali. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran bagi para perancang hunian dan pengembangan kawasan hunian sesuai kebutuhan masyarakat.Kata Kunci: kebutuhan parkir, kendaraan pribadi, preferensi, rumah tinggal

Filter by Year

2017 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 10 No 1 (2026): Jurnal Arsitektur ARCADE, Maret 2026 Vol 9 No 3 (2025): Jurnal Arsitektur ARCADE September 2025 Vol 9 No 2 (2025): Jurnal Arsitektur ARCADE Juni 2025 Vol 9 No 1 (2025): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2025 Vol 8 No 4 (2024): Jurnal Arsitektur ARCADE Desember 2024 Vol 8 No 3 (2024): Jurnal Arsitektur ARCADE September 2024 Vol 8 No 2 (2024): Jurnal Arsitektur ARCADE Juni 2024 Vol 8 No 1 (2024): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2024 Vol 7 No 4 (2023): Jurnal Arsitektur ARCADE Desember 2023 Vol 7 No 3 (2023): Jurnal Arsitektur ARCADE September 2023 Vol 7 No 2 (2023): Jurnal Arsitektur ARCADE Juni 2023 Vol 7 No 1 (2023): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2023 Vol 6 No 3 (2022): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2022 Vol 6 No 2 (2022): Jurnal Arsitektur ARCADE Juli 2022 Vol 6 No 1 (2022): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2022 Vol 5 No 3 (2021): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2021 Vol 5 No 2 (2021): Jurnal Arsitektur ARCADE Juli 2021 Vol 5 No 1 (2021): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2021 Vol 4 No 3 (2020): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2020 Vol 4 No 2 (2020): Jurnal arsitektur ARCADE Juli 2020 Vol 4 No 1 (2020): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2020 Vol 3 No 3 (2019): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2019 Vol 3 No 2 (2019): Jurnal Arsitektur ARCADE Juli 2019 Vol 3 No 1 (2019): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2019 Vol 2 No 3 (2018): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2018 Vol 2 No 2 (2018): Jurnal Arsitektur ARCADE Juli 2018 Vol 2 No 1 (2018): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2018 Vol 1 No 2 (2017): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2017 Vol 1 No 1 (2017): Jurnal Arsitektur ARCADE Juli 2017 More Issue