cover
Contact Name
-
Contact Email
lppmstabbodhidharma@gmail.com
Phone
+6281296085803
Journal Mail Official
lppmstabbodhidharma@gmail.com
Editorial Address
Komplek MMTC, Jl. Williem Iskandar, Medan Estate, Kec. Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara 20371
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Buddha dan Isu Sosial Kontemporer (JPBISK)
ISSN : -     EISSN : 27981711     DOI : https://doi.org/10.56325/jpbisk.v5i2
Core Subject : Religion, Education,
Jurnal "Pendidikan Buddha dan Isu Sosial Kontemporer" merupakan media akademik yang dirancang untuk menghubungkan nilai-nilai ajaran Buddha dengan tantangan dan realitas sosial masa kini. Jurnal ini bertujuan untuk menjadi wadah diskusi, eksplorasi, dan inovasi yang memperkaya perspektif keilmuan sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat luas. Cakupan Jurnal Jurnal ini mencakup berbagai topik, antara lain: Pendidikan Agama Buddha: Kajian tentang strategi, metode, dan dampak pendidikan agama Buddha dalam berbagai jenjang pendidikan formal maupun nonformal. Moderasi Beragama: Pendekatan ajaran Buddha dalam mendorong harmoni sosial dan toleransi antarumat beragama. Isu Sosial Kontemporer: Analisis ajaran Buddha terkait isu global seperti lingkungan, keadilan sosial, kesetaraan gender, kesehatan mental, dan perkembangan teknologi. Aplikasi Praktis Ajaran Buddha: Studi tentang bagaimana prinsip-prinsip Buddha diterapkan dalam kehidupan sehari-hari untuk menghadapi perubahan sosial yang kompleks. Tujuan dan Manfaat Jurnal Jembatan Keilmuan dan Praktik: Menghubungkan ajaran spiritual Buddha dengan tantangan kontemporer yang dihadapi masyarakat modern. Pengembangan Literasi Keagamaan: Meningkatkan pemahaman publik terhadap relevansi ajaran Buddha dalam menghadapi isu-isu aktual. Mendorong Riset Inklusif: Menyediakan platform bagi akademisi, praktisi, dan pemikir untuk berbagi ide dan solusi inovatif berbasis kebijaksanaan Buddha. Peningkatan Kesadaran Sosial: Menawarkan wawasan baru dalam menangani isu-isu seperti konflik, ketimpangan sosial, dan krisis ekologi melalui nilai-nilai Buddhisme. Melalui jurnal ini, diharapkan muncul gagasan-gagasan segar yang tidak hanya memperkaya ilmu pengetahuan, tetapi juga mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dalam menghadapi dunia yang terus berubah. Ayo bergabung bersama kami untuk menggali lebih dalam hubungan antara ajaran Buddha dan isu sosial kontemporer, dan jadilah bagian dari solusi global berbasis nilai-nilai kebijaksanaan!
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 61 Documents
MODEL PENDIDIKAN UPACARA PUJA BAKTI DAN KEMATIAN MAHAYANA BERBASIS BLENDED LEARNING BAGI PANDITA UPACARIKA Juli Juli; Lamirin Lamirin
JURNAL PENDIDIKAN BUDDHA DAN ISU SOSIAL KONTEMPORER (JPBISK) Vol. 2 No. 1 (2020): Juni
Publisher : LPPM STAB Bodhi Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56325/jpbisk.v2i1.14

Abstract

Penelitian ini bertujuan merancang, membuat dan mengembangkan modul pendidikan upacara puja bakti umum dan kematian tradisi Mahayana menggunakan pendekatan blended learning untuk mempermudah pengajaran jarak jauh, serta menguji kemenarikan, kemudahan penggunaan dan efektivitas produk, karena masih banyak umat Buddha, yang masih mempercayai dan mencampuradukkan mitos, tradisi dan kepercayaan turun temurun dalam ritual keagamaan, kurangnya pemahaman terhadap agama Buddha Mahayana, serta senantiasa diliputi oleh ketakutan dan kecemasan. Pelaksanaan kegiatan penelitian menggunakan metode kualitatif terhadap modul dengan menggunakan model Lee dan Owens yang dilaksanakan melalui tahap dan metode kuantitatif terhadap pengujian modul melalui angket terbuka dan tertutup dalam pre-test, post-test dan sikap peserta, serta wawancara dan dokumentasi untuk melengkapi proses pengumpulan data, yakni metode penelitian campuran (mix methods). Hasil penelitian terhadap umat Buddha, termasuk pandita upacarika dengan rentang usia 25-60 tahun yang sehat secara fisik dan mental menyatakan bahwa telah terjadi perubahan pemahaman mengenai upacara puja bakti umum dan kematian tradisi Mahayana berdasarkan hasil pre-test yang menunjukkan nilai rata-rata sebesar 54 dan 56 setelah proses pembelajaran, post-test dengan nilai rata-rata 89 dan 92, serta sikap peserta yang senang sebesar 64% dan menyatakan tidak mengalami kesulitan sebesar 40% untuk memahami modul pendidikan upacara puja bakti dan kematian tradisi Mahayana berbasis blended learning.
PENGARUH KOMUNIKASI INTERPERSONAL DAN KECERDASAN EMOSIONAL TERHADAP KINERJA PENGURUS VIHARA DHARMAKIRTI DI KOTA PALEMBANG Lamirin Lamirin
JURNAL PENDIDIKAN BUDDHA DAN ISU SOSIAL KONTEMPORER (JPBISK) Vol. 2 No. 1 (2020): Juni
Publisher : LPPM STAB Bodhi Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56325/jpbisk.v2i1.15

Abstract

Penelitian dilakukan di Vihara Dharmakirti di Kota Palembang, dilaksanaan pada bulan Agustus sampai dengan September 2012. Variabel penelitain: Komunikasi Interpersonal (X1), Kecerdasan Emosional (X2) dan Kinerja Pengurus (Y). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh komunikasi interpersonal dan kecerdasan emosional terhadap kinerja pengurus Vihara Dharmakirti di Kota Palembang. Tehnik pengumpulan data kuesioner, data analisis dengan metode deskripsi dan inferensial (korelasi dan regresi). Uji hipotesis uji t untuk korelasi parsial dan uji F untuk korelasi berganda. Tingkat signifikansi 95% (α = 0.05). media pengolahan data dengan program SPSS 17 for windows. Hasil analisis data diperoleh koefisien regresi untuk variabel komunikasi interpersonal (X1) sebesar 0.069 dengan tingkat signifikan α = 0.05. Koefisien regresi untuk variabel kecerdasan emosional (X2) sebesar 0.514 dengan tingkat signifikan α = 0.05. Sedangkan nilai konstanta sebesar 31.448, sehingga persamaan regresi berganda penelitian ini adalah: Ý = 31.448 + 0.069X1 + 0.514X2. Dari hasil penelitian ini diperoleh korelasi (R) hubungan antara Komunikasi Interpersonal (X1) Dan Kecerdasan Emosional (X2) secara bersama-sama terhadap Kinerja Pengurus (Y) adalah 0.666: 40.9%. Koefisien korelasi variabel Komunikasi Interpersonal (X1) terhadap Kinerja Pengurus (Y) sebesar 0.521: 25%. Koefisien korelasi (R) pengaruh Kecerdasan Emosional (X2) terhadap Kinerja Pengurus (Y) adalah 0.660: 41.8%.
PAÑCA-SĪLA BUDDHIS Lisniasari Lisniasari; Tejo Ismoyo
JURNAL PENDIDIKAN BUDDHA DAN ISU SOSIAL KONTEMPORER (JPBISK) Vol. 2 No. 1 (2020): Juni
Publisher : LPPM STAB Bodhi Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56325/jpbisk.v2i1.16

Abstract

Pengetahuan mengenai Pañca-sīla buddhis sebagai landasan hidup bagi setiap umat Buddha sangatlah penting. Oleh karena itu, penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengkaji Pañca-sīla buddhis dari segi kepustakaan. Penelitian mengenai Pañca-sīla buddhis diteliti secara kualitatif dengan menggunak studi kepustakaan yang mengandalkan buku, artikel, jurnal maupun literatur terkait untuk mengetahui fakta-fakta ilmiah mengenai variabel penelitian terkait. Berdasarkan hasil analisis data, diketahui bahwa Pañca-sīla buddhis merupakan dasar moral utama Buddhis terdiri dari (1) bertekad melatih diri menghindari pembunuhan makhluk hidup (Pānātippātā Veramani Sikkhāpadam Samā-diyāmi); (2) Bertekad melatih diri menghindari pencurian atau mengambil barang yang tidak diberikan (Adinādānā veramaņĩ sikkhāpadaņ samādiyāmi); (3) Bertekad melatih diri menghindari dari perbuatan asusila (Kāmesumicchācārā veramaņĩ sikkhāpadaņ samādiyāmi); (4) Bertekad melatih diri menghindari ucapan yang tidak benar atau berbohong (Musāvādā veramaņĩ sikkhāpadaņ samādiyāmi); (5) bertekad menghindari minuman yang menyebabkan lemahnya kesadaran (Surāmerayamajjhapamādatthānā veramaņĩ sikkhāpadaņ samādiyāmi). Praktek pañca-sīla buddhis mengarah pada peningkatan pengendalian diri dan kekuatan kepribadian. Tujuan pelaksanaan pañca-sīla buddhis sebagai landasan moral bagi umat Buddha, memuat dua tujuan; Pertama, memungkinkan manusia untuk hidup bersama dalam komunitas beradab dengan saling percaya dan menghormati. Kedua, merupakan titik awal perkembangan spiritual menuju pembebasan. Buddha mengemukakan manfaat dari pelaksanaan pañca-sīla buddhis di dalam Māhaparinībbānā-suttā kepada para perumah tangga antara lain: membuat orang bertambah kaya, mendatangkan nama baik, menimbulkan percaya diri dalam pergaulan dengan berbagai golongan manusia, memberi ketenangan disaat menghadapi kematian, setelah meninggal dunia, akan terlahir kembali dialam surga. Penelitian ini kemudian mempunyai kontribusi terhadap ketekunan dan kegiatan umat Buddha dalam melaksanakan Pañca-sīla buddhis sekaligus untuk memperkaya kajian Buddha Dharma di Indonesia.
PENERAPAN MEDIA PEMBELAJARAN (PUZZLE) PENDIDIKAN AGAMA BUDDHA SISWA LOWER PRIMARY SEKOLAH SPK KINDERFIELD SCHOOL DUREN SAWIT DALAM MENINGKATKAN MINAT BELAJAR SISWA PADA MATERI KELAHIRAN PANGERAN SIDHARTA GOUTAMA Nyaman Nyaman
JURNAL PENDIDIKAN BUDDHA DAN ISU SOSIAL KONTEMPORER (JPBISK) Vol. 2 No. 1 (2020): Juni
Publisher : LPPM STAB Bodhi Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56325/jpbisk.v2i1.17

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya fakta berdasarkan hasil prasurvey pada SDS Kinderfild School Duren Sawit, bahwa pembelajaran yang dilakukan pendidik kurang mengembangkan metode pembelajaran dengan media puzzle pada Pendidikan Agama Buddha sehingga siswa kurang bersemangat dalam proses pembelajaran. Sementara itu Peneliti amati bahwa pendidik di era saaat ini sudah sangat beragam kreativitasnya. Peneliti menambahkan salah satu media pendidikan dengan mengunakan puzzle untuk meningkatkan kreatifitas dan semangat siswa dalam proses pendidikan. Tujuan penelitian ini adalah menerapkan media (Puzzle) dalam pembelajaran pendidikan Agama Buddha siswa lower primary kinderfield school Durensawit dalam meningkatkan minat belajar siswa. Alat pengumpul data, meliputi: observasi, test, dan dokumentasi. Dalam pelaksanaan tindakan, ditetapkan siklus I, siklus II, siklus III. yang meliputi tahapan 1). Investigasi model pembelajaran, 2). Perencanaan model pembelajaran, 3). Realisasi dengan melaksanakan dua kali ujicoba dan beberapa test, Validasi, Evaluasi dan Validasi. Dari keempat siklus tersebut mendapatkan hasil buku model puzzle, buku siswa, LKS, RPP dan THB dinyatan valid, praktis dan efektif dengan tanggapan siswa positif dengan rata-rata 93.50% dan daya serap mencapai 94.05 sampai 100%.
PENGARUH MEDITASI CHAN TERHADAP KECERDASAN EMOSIONAL KOMUNITAS CHAN VIHARA DHARMA WIJAYA MEDAN Ong Cin Siu; William William
JURNAL PENDIDIKAN BUDDHA DAN ISU SOSIAL KONTEMPORER (JPBISK) Vol. 2 No. 1 (2020): Juni
Publisher : LPPM STAB Bodhi Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56325/jpbisk.v2i1.18

Abstract

Krisis moral dan etika manusia di tengah kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) menyebabkan manusia senantiasa diliputi emosi-emosi negatif berupa ketidaktenangan, stres, depresi maupun kekalutan yang pada akhirnya mengakibatkan kerusakan sistem syaraf dalam tubuh. Penelitian ini kemudian mempunyai tujuan untuk mengetahui pengaruh meditasi Chan terhadap kecerdasan emosional Komunitas Chan di Vihara Dharma Wijaya Medan tahun 2018. Pengaruh meditasi Chan terhadap kecerdasan emosional tersebut diteliti secara kuantitatif yang kegiatan pengumpulan datanya menggunakan desain penelitian Donal R. Cooper dan Pamela S. Schidler. Berdasarkan hasil analisis data, diketahui bahwa meditasi Chan berpengaruh secara signifikan terhadap kecerdasan emosional sebesar 80,9% menurut pengujian regresi linear sederhana, serta dapat berpengaruh secara positif terhadap kecerdasan emosional sebesar 65,4%. Penelitian kemudian berkontribusi dalam mengembangkan ketekunan bermeditasi bagi praktisi Chan dan mnumbuhkan ketertarikan umat Buddha terhadap meditasi Chan, serta menjadi rujukan pengembangan Buddha Dhamma di Nusantara dan rujukan bagi penelitian mendatang dengan topik terkait.
KONSEP PENDIDIKAN DALAM PANDANGAN AGAMA BUDDHA Tejo Ismoyo
JURNAL PENDIDIKAN BUDDHA DAN ISU SOSIAL KONTEMPORER (JPBISK) Vol. 2 No. 1 (2020): Juni
Publisher : LPPM STAB Bodhi Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56325/jpbisk.v2i1.19

Abstract

Kebutuhan manusia bukanlah hanya sandang, pangan dan papan melainkan pendidikan juga merupakan kebutuhan pokok setiap orang. Hal ini dimungkinkan untuk mewujudkan manusia yang memiliki pengetahuan yang baik, sehingga pembangunan mental manusia akan tetap berjalan dengan baik meskipun perkembangan zaman terus melaju pesat seiring berjalannya waktu. Tujuan penelitian ini kemudian adalah untuk mendukung pembangunan moral dalam pendidikan karakter melalui pendidikan agama. Metodologi penelitian yang kemudian digunakan adalah metode kualitatif dengan menggunakan buku, jurnal maupun literatur terkait lainnya, yakni studi kepustakaan (library research). Berdasarkan hasil pengumpulan dan analisis data, diketahui bahwa agama Buddha merupakan salah satu agama yang memandang bahwa pendidikan perlu ditanamkan pada setiap manusia sebagai upaya untuk melindunginya dari tindakan kejahatan atau perbuatan yang salah dan mengakibatkan penderitaan. Buddhism memandang pentingnya pendidikan untuk membantu manusia mewujudkan kebahagiaan. Pertama, seseorang harus mempelajari pengetahuan atau mengembangkan teori, selanjutnya seseorang harus bijaksana untuk mempraktikkan dengan sebaik-baiknya pengetahuan yang diperolehnya, dengan demikian seseorang akan mendapatkan hasil sesuai pengetahuan dan praktik yang telah dikembangkan. Adapun implikasi atau kontribusi daripada penelitian ini adalah pembentukan konsep pendidikan dalam pandangan agama Buddha, serta memperkaya wawasan Buddha Dharma bagi umat Buddha Nusantara.
KONSEP DIRI DALAM KEHIDUPAN PABBAJITA Esli Esli; Taridi Taridi; Tejo Ismoyo
JURNAL PENDIDIKAN BUDDHA DAN ISU SOSIAL KONTEMPORER (JPBISK) Vol. 2 No. 2 (2020): Desember
Publisher : LPPM STAB Bodhi Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56325/jpbisk.v2i2.20

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada pengaruh dan seberapa besar pengaruh kehidupan pabbajita terhadap konsep diri monastik. Penelitian ini dilakukan di Wihara Virya Paramita Bandar Lampung. Permasalahan yang terjadi pada monastik Wihara Virya Paramita yaitu sebagian individumasih kurang mampu dalam mengendalikan diri sehingga mudah tersinggung, kurang mampu dalam memotivasi diri, kurang percaya diri, dan kuarng mampu menilai diri dengan baik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif deskriptif. Subjek penelitian ini Monastik Wihara Virya Paramita yang berjumlah 32 orang. Instrumen yang digunakan adalah angket dengan skala Likert. Data dianalisis denga nmenggunakan regresi linier sederhana dengan menggunakan program SPSS 16.0 dan dilanjutkan dengan uji t. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis dan regresi linier sederhana diperoleh nilai t hitung sebesar 7,994 dengan taraf signifikansi 0,000, sedangkan t tabel dengan n = 32 dan a = 0,05 sebesar 1,697. Hal ini dapat diasumsikan bahwa t hitung > t tabel (7,994>1,697), maka Ha diterimadan Ho ditolak. Sedangkan R square pada penelitian ini adalah 0,681 yang berarti bahwa kehidupan pabbajita berpengaruh terhadap konsep diri sebesar 68,1%. Berdasarkan hasil analisis data yang telah dilakukan maka disimpulkan bahwa ada pengaruh kehidupan pabbajita terhadap konsep diri monastik Wihara Virya Paramita Bandar Lampung. Besar pengaruh tersebut adalah 68,1%, sedangkan 31,9% konsep diri monastic dipengaruh oleh faktor lain yang tidak termasuk dalam penelitian ini.
KAJIAN MANTRA DA BEI ZHOU UNTUK MENUMBUHKAN KEYAKINAN DALAM DIRI UMAT BUDDHA Boniran Boniran; Wahyu Diono; Suparman Suparman; Winja Kumari
JURNAL PENDIDIKAN BUDDHA DAN ISU SOSIAL KONTEMPORER (JPBISK) Vol. 2 No. 2 (2020): Desember
Publisher : LPPM STAB Bodhi Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56325/jpbisk.v2i2.21

Abstract

Mantra Da Bei Zhou merupakan salah satu mantra yang populer di kalangan Buddhis khususnya sekte Mahayana yang selalu melafalkan mantra ini pada saat Ce It dan Cap Go. Hal ini dilakukan oleh umat Buddha Mahayana khususnya dengan tujuan memperoleh keberkahan, kesehatan serta selalu mendapat perlindungan dari para dewa, agar terhindar dari mara bahaya. Praktik melafal mantra “Maha Karuna Darani” dapat dilakukan dengan membuat jadwal tetapdan harus dipraktikkannya secara konsisten. Sudah menjadi pemandangan umum bahwa ada praktisi yang menetapkan jadwal sehari melafal sebanyak 3x, 7x, 21x, 49x bahkan 108x melafal mantra Da Bei Zhou. Jika tidak dapat melakukannya secara penuh pada hari tersebut, maka dia harus memupuknya kembali pada hari berikutnya. Hal ini bertujuan untuk melatih ketekunan dan mengokohkan keyakinan serta tekad dalam diri masing-masing. Di dalam Mantra Da Bei Zhou juga dijelaskan beberapa Ikrar Agung dari Avalokitesvara Bodhisattva salah satunya yaitu tidak akan merealisasikan Kebuddhaan sebelum semua makhluk di samsara menyebrang ke pantai seberang dan bahagia. Kekuatan Mantra memang tidak tampak, namun jika diyakini dengan tulus maka mantra tersebut akan memberikan kekuatan yang luar biasa dan tidak dapat dijangkau dengan akal dan pikiran manusia. Kekuatan mantra dapat menghindarkan berbagai bencana dan malapetaka, juga penyakit dan derita, dapat pula mengubah nasib yang buruk menjadi baik sesuai dengan jalan kebenaran.
HUBUNGAN AKTIVITAS SPIRITUAL TERHADAP KEPERCAYAAN DIRI MUDA-MUDI UMAT BUDDHA Taridi Taridi; Komang Sutawan; Nuriani Nuriani; Susanto Susanto
JURNAL PENDIDIKAN BUDDHA DAN ISU SOSIAL KONTEMPORER (JPBISK) Vol. 2 No. 2 (2020): Desember
Publisher : LPPM STAB Bodhi Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56325/jpbisk.v2i2.22

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada hubungan mengenai aktivitas spiritual dengan kepercayaan diri. Penelitian ini dilakukan untuk memberikan gambaran mengenai kepercayaan diri muda-mudi umat Buddha di Pesawaran. Spiritualitas adalah pencarian pribadi untuk memahami jawaban sebagai tujuan akhir dalam hidup, tentang makna, dan tentang hubungan suci atau transenden, yang mana (atau mungkin juga tidak) memimpin pada atau bangun dari perkembangan ritual keagamaan dan bentukan komunitas. Mengenai kepercayaan diri, kepercayaan diri merupakan perluasan yang diyakikini seseorang mengenai apa yang bisa dihasilkan, tujuan yang yang dicapai, atau pelaksanaan tugas secara kompeten. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan korelasional, yaitu melakukan uji hubungan antara dua variabel. Hasil penelitian menunjuhkan nilai signifikan 0,00 <0,05% dengan nilai Pearson Correlation 0.619. Artinya ada hubungan yang kuat dan positif antara aktivitas spiritual terhadap kepercayaan diri.
PENGARUH KOMUNIKASI INTERPERSONAL DAN KECERDASAN EMOSIONAL TERHADAP PERILAKU BELAJAR SISWA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA BUDDHA Lamirin Lamirin; Joko Sangaji; Lisniasari Lisniasari
JURNAL PENDIDIKAN BUDDHA DAN ISU SOSIAL KONTEMPORER (JPBISK) Vol. 2 No. 2 (2020): Desember
Publisher : LPPM STAB Bodhi Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56325/jpbisk.v2i2.23

Abstract

Penelitian dilakukan di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 3 Palembang, dilaksanaan pada bulan April sampai bulan Agustus 2013. Variabel Penelitain: Komunikasi Interpersonal (X1), Kecerdasan Emosional (X2) dan Perilaku Belajar Siswa (Y). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengetahui, menganalisis dan membuktikan pengaruh komunikasi interpersonal (X1), kecerdasan emosional (X2) dan perilaku belajar siswa (Y) mata pelajaran Pendidikan Agama Buddha di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 3 Palembang. Tehnik pengumpulan data kuesioner, kuesioner untuk data uji coba diberikan kepada 10 siswa, selanjutnya kuesioner untuk data penelitian diberikan kepada 28 siswa dengan teknik Stratified Random. Media pengolahan data dengan program SPSS 17.0 for windows. Hasil penelitian ini dapat ada pengaruh positif komunikasi interpersonal dan kecerdasan emosional secara bersama-sama terhadap perilaku belajar siswa. Hal ini berarti terdapat hubungan berbanding terbalik, apabila komunikasi interpersonal dan kecerdasan emosional meningkat maka kecenderungan terjadinya perubahan perilaku belajar siswa tinggi, sedangkan untuk variabel komunikasi interpersonal menunjukkan hasil sebaliknya yaitu tidak ada pengaruh antara komunikasi interpersonal terhadap perilaku belajar siswa, meskipun arah hubungannya positif. Selanjutnya adanya pengaruh positif kecerdasan emosional terhadap perilaku belajar siswa. Apabila kecerdasan emosional meningkat maka kecenderungan terjadinya perubahan perilaku belajar siswa di SMK Negeri 3 Palembang tinggi.