cover
Contact Name
Firdaus Syah
Contact Email
jurnalazkia@gmail.com
Phone
+6282367771980
Journal Mail Official
jurnalazkia@gmail.com
Editorial Address
Gedung A Kampus Al-Hilal Sigli. Jalan Lingkar Keniree, Kecamatan Pidie, Kabupaten Pidie, Aceh. Kode Pos. 24151
Location
Kab. pidie,
Aceh
INDONESIA
Azkia : Jurnal Aktualisasi Pendidikan Islam
Core Subject : Religion, Education,
Azkia : jurnal aktualisasi Pendidikan Islam yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al-Hilal Sigli, Aceh. Jurnal ini bertujuan untuk menerbitkan dan menyebarluaskan hasil penelitian dan studi tentang Pendidikan Agama Islam. Artikel yang dimuat dalam jurnal Azkia adalah hasil penelitian atau pemikiran bidang Pendidikan Agama Islam yang dilakukan oleh peneliti, guru, dan praktisi pendidikan. Informasi lengkap untuk pemuatan artikel dan petunjuk penulisan artikel tersedia di dalam setiap terbitan. Jurnal ini terbit secara berkala sebanyak dua kali dalam setahun yaitu bulan Juli dan Desember.
Articles 150 Documents
KURIKULUM, TEORI DAN EKSISTENSI DALAM PEMBELAJARAN NURLISMA
AZKIA : Jurnal Aktualisasi Pendidikan Islam Vol. 20 No. 1 (2025): Juli
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al-Hilal Sigli Aceh- Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58645/azkia.v20i1.672

Abstract

Kurikulum, perencanaan, implementasi dan evaluasi pembelajaran adalah satu kesatuan yang saling berkaitan dalam proses Pendidikan untuk terealisasinya program kurikulum yang telah disiapkan oleh pemerintah. Perencanaan kurikulum menitik beratkan pada tujuan dan konten pembelajaran. Implementasi kurikulum adalah menerapkan rencana kedalam pembelajaran sedangkan proses keberlangsungan pembelajaran tersebut memerlukan evaluasi untuk mengukur keberhasilan implementasi dan pencapaian tujuan. Perencanaan, implementasi dan evaluasi pembelajaran merupakan siklus yang berkelanjutan, karena setiap langkahnya saling berkaitan dan mempengaruhi tahap yang lainnya. Perencanaan yang maksimal, penerapan yang efektif serta evaluasi yang sistematis akan sangat mempengaruhi peningkatan mutu Pendidikan sesuai program yang telah dirancang
PERAN NILAI-NILAI ISLAM DALAM MENGERAHKAN ETIKA ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI MODERN Ramadhani, Putri Wulan; Mardian, Rafli; Hafa Rofiqon, Muhammad
AZKIA : Jurnal Aktualisasi Pendidikan Islam Vol. 20 No. 1 (2025): Juli
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al-Hilal Sigli Aceh- Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58645/azkia.v20i1.673

Abstract

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) modern telah membawa manfaat besar bagi kehidupan manusia, tetapi juga menimbulkan tantangan etika yang semakin kompleks, seperti pelanggaran privasi, krisis lingkungan, penyalahgunaan kecerdasan buatan, dan penyebaran hoaks digital. Nilai-nilai Islam yang bersumber dari Al-Qur’an dan Hadis menawarkan kerangka etika yang holistik dan transenden untuk membimbing arah perkembangan IPTEK secara lebih beradab. Penelitian ini menggunakan pendekatan kajian pustaka untuk menganalisis bagaimana prinsip-prinsip Islam seperti tauhid, amanah, maslahah, ihsan, dan adl dapat dijadikan dasar dalam merumuskan etika IPTEK yang bertanggung jawab. Hasil kajian menunjukkan bahwa nilai-nilai Islam tidak hanya relevan tetapi juga aplikatif dalam merespons isu-isu etika kontemporer, seperti dalam pengembangan AI, rekayasa genetika, dan teknologi digital. Dengan demikian, nilai-nilai Islam mampu memberikan arah moral yang kuat agar kemajuan IPTEK membawa manfaat yang adil, berkelanjutan, dan bermartabat bagi seluruh umat manusia
MODEL-MODEL PENGEMBANGAN KURIKULUM DALAM PEMBELAJARAN Rusnawati
AZKIA : Jurnal Aktualisasi Pendidikan Islam Vol. 20 No. 1 (2025): Juli
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al-Hilal Sigli Aceh- Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58645/azkia.v20i1.674

Abstract

Pembelajaran merupakan bantuan yang diberikan pendidik agar dapat terjadi proses memperoleh ilmu dan pengetahuan, penguasaan kemahiran dan tabiat, serta pembentukan sikap dan kepercayaan pada peserta didik. Agar pembelajaran dapat terlaksana dengan baik maka perlu kiranya pendidik untuk dapat mengembangkan perangkat ajarnya, yang sering disebut dengan istilah kurikulum. Dalam merealisasikan proses pengembangan kurikulum diperlukan suatu model pengembangan kurikulum dengan pendekatan yang sesuai. Berdasarkan hal tersebut maka yang menjadi tujuan penelitian dalam penulisan ini adalah untuk mengetahui pengertian model pengembangan kurikulum dan macam-macam pengembangan kurikulum dalam pembelajaran. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode library research atau kajian pustaka. Dari hasil kajian pustaka ditemukan bahwa Model adalah konstruksi yang bersifat teoritis dari konsep. Model suatu bentuk akurat sebagai proses aktual yang memungkinkan sesorang atau sekelompok orang mecoba bertindak berdasarkan model tersebut. Adapun macam-macam model-model pengembangan kurikulum yang dikemukakan oleh para ahli yaitu model pengembangan kurikulum Roger, model administrative, model dari bawah (Gree Roots), Beauchamp dan Hilda Taba, model pengembangan kurikulum Rapl Tyler, D.K. Wheeler, model pengembangan kurikulum Audery dan Howard Nichollas, model pengenbangan kurikulum Decker Walker, Malcom Skilbeck dan The Demostration model
Pengembangan Sumber Belajar Berbasis Karakter Peserta Didik (Optimalisasi Proses Pembelajaran Pendidikan Agama Islam) HAWA, SITI
AZKIA : Jurnal Aktualisasi Pendidikan Islam Vol. 20 No. 1 (2025): Juli
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al-Hilal Sigli Aceh- Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58645/azkia.v20i1.675

Abstract

Artikel ini bertujuan mengungkap secara teoritis kajian akademik dalam konteks sumber belajar sebagai epicentrum informasi yang berharga bagi setiap manusia yang belajar. Penulisan ini menggunakan metode deskriptif analitis. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa sumber belajar sangat berperan dalam menyediakan berbagai informasi dan pengetahuan yang diperlukan dalam mengembangkan berbagai kompetensi yang diinginkan. Adapun cara mengembangkan sumber belajar. Pendidikan Agama Islam supaya optimal dilakukan dengan beberapa cara: 1) menganalisis kebutuhan dan karakteristik belajar siswa, 2) merumuskan tujuan pembelajaran, 3) pengembangan materi pembelajaran, 4) mengembangkan alat ukur keberhasilan, 5) pemilihan jenis sumber belajar dan, 6) mengadakan evaluasi
INTERNALISASI NILAI-NILAI PENDIDIKAN AKIDAH AKHLAK DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER SISWA DI MAN 1 PIDIE NAZARUDDIN
AZKIA : Jurnal Aktualisasi Pendidikan Islam Vol. 20 No. 1 (2025): Juli
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al-Hilal Sigli Aceh- Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58645/azkia.v20i1.694

Abstract

Jurnal ini berjudul “Internalisasi Nilai-Nilai Pendidikan Akidah Akhlak Dalam Pembentukan Karakter Siswa Di MAN 1 Pidie”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk internalisasi nilai-nilai Pendidikan akidah akhlak dalam pembentukan karakter siswa di MAN 1 Pidie, mengetahui upaya pelaksanaannya, serta mengetahui faktor-faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk internalisasi nilai-nilai akidah akhlak dilakukan melalui keteladanan guru, pembiasaan perilaku religius, serta pendekatan pembelajaran yang menyentuh aspek emosional siswa. Upaya pelaksaan internalisasi dilakukan melalui kegiatan pembelajaran, program keagamaan, pembinaan karakter, serta kerja sama dengan orang tua. Faktor pendukung utama dalam pengamalan nilai-nilai akidah akhlak adalah keteladanan guru dan lingkungan madrasah yang kondusif serta pembiasaan kegiatan religius. Sedangkan faktor penghambatnya yaitu pengaruh negatif media sosial dan pergaualan luar sekolah
STRATEGI PEMBELAJARAN PAI BERBASIS MULTIPLE INTELLIGENCES UNTUK MENGEMBANGKAN POTENSI PESERTA DIDIK Dahniar, Dahniar
AZKIA : Jurnal Aktualisasi Pendidikan Islam Vol. 20 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al-Hilal Sigli Aceh- Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58645/azkia.v20i2.742

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) berbasis multiple intelegences dalam rangka mengembangkan potensi peserta didik secara optimal. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui kajian literatur. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan multiple intelegences dalam pembelajaran PAI memungkinkan guru untuk menyesuaikan metode, media, serta aktivitas pembelajaran dengan karakter kecerdasan yang yang berbeda-beda pada peserta didik. Strategi ini terbukti efektif dalam meningkatkan minat belajar, kreativitas, dan pemahaman keagamaan secara lebih mendalam. Dengan demikian, pembelajaran PAI berbasis multiple intelegences dapat menjadi alternatif strategi inovatif untuk menciptakan suasana pembelajaran yang humanis dan berpusat pada peserta didik
PESANTREN DALAM SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL: KAJIAN UNDANG -UNDANG NOMOR 18 TAHUN 2019 TENTANG MUTU, AKSES, DAN KEMANDIRIAN Zahra Chairifa, Marsya
AZKIA : Jurnal Aktualisasi Pendidikan Islam Vol. 20 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al-Hilal Sigli Aceh- Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58645/azkia.v20i2.744

Abstract

Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren merupakan tonggak penting dalam pengakuan negara terhadap pesantren sebagai bagian integral dari sistem pendidikan nasional. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara kritis kedudukan pesantren dalam sistem pendidikan nasional serta menganalisis implikasi undang-undang tersebut terhadap jaminan mutu lulusan, akses pendidikan dan dunia kerja, serta kemandirian pesantren. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan melalui penelaahan terhadap peraturan perundang-undangan, literatur akademik, dan dokumen kebijakan yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 memberikan legitimasi hukum yang kuat bagi pesantren tanpa meniadakan karakter, tradisi, dan otonomi keilmuannya. Pembentukan Majelis Masyayikh sebagai lembaga penjaminan mutu menegaskan kesetaraan kualitas lulusan pesantren dengan pendidikan formal lainnya, sekaligus membuka akses yang lebih luas bagi santri untuk melanjutkan pendidikan dan memasuki dunia kerja. Di sisi lain, undang-undang ini juga menegaskan prinsip kemandirian pesantren dengan membatasi intervensi negara pada fungsi afirmasi dan fasilitasi. Dengan demikian, regulasi ini tidak hanya memperkuat posisi pesantren dalam kerangka pendidikan nasional, tetapi juga memastikan keberlanjutan peran pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam berbasis tradisi yang relevan dengan dinamika sosial dan kebijakan nasional
SEJARAH SOSIAL PENDIDIKAN ISLAM MASA SAHABAT: KONSTELASI POLITIK, TRADISI BELAJAR, DAN KARYA INTELEKTUAL Auliya Rahma, Nabila; Kafilaturrahmah; Puspitarini, Dwi; Matkur
AZKIA : Jurnal Aktualisasi Pendidikan Islam Vol. 20 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al-Hilal Sigli Aceh- Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58645/azkia.v20i2.745

Abstract

Penulisan ini mengkaji sejarah sosial pendidikan Islam pada masa sahabat dengan fokus pada tiga aspek utama: konstelasi politik, tradisi belajar, dan karya intelektual para sahabat. Pada masa sahabat besar yang berlangsung sekitar 30 tahun, wilayah Islam telah meluas dan materi pelajaran yang diajarkan pun berbeda dengan masa Nabi. Pendidikan Islam sudah berkembang dengan munculnya ilmu-ilmu bahasa dan filsafat, dengan tujuan untuk melanjutkan dan mempertahankan apa yang sudah dicapai pada masa Nabi dan mewariskan nilai serta budaya Islami kepada generasi selanjutnya. Tujuan dari penulisan ini adalah untuk memahami fenomena tersebut dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis library research, yaitu dengan mengumpulkan data dari berbagai sumber tertulis. Analisis data dilakukan secara deskriptif-analitis untuk menghasilkan narasi yang sistematis dan logis. Hasil penulisan menunjukkan bahwa konstelasi politik pada masa sahabat, meskipun dinamis, tidak menjadi penghalang signifikan bagi pengembangan ilmu pengetahuan. Sebaliknya, tradisi belajar yang kuat, seperti majelis ilmu di masjid dan rumah, menjadi pusat transfer pengetahuan. Tradisi ini kemudian melahirkan karya-karya intelektual yang monumental, menjadi warisa berharga bagi generasi berikutnya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendidikan Islam pada masa sahabat merupakan sebuah ekosistem yang mandiri, di mana ilmu pengetahuan berkembang dalam harmoni dengan kondisi sosial dan politik saat itu
KORELASI METODOLOGI PENELITIAN DALAM PERSPEKTIF METODOLOGI STUDI ISLAM NURLISMA
AZKIA : Jurnal Aktualisasi Pendidikan Islam Vol. 20 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al-Hilal Sigli Aceh- Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58645/azkia.v20i2.746

Abstract

Metodologi studi Islam adalah seperangkat metode ilmiah yang sistematis untuk mempelajari dan mengkaji Islam baik secara normatif maupun historis perwujudan dalam praktik dan pemikiran. Metodologi studi islam merupakan cabang khusus dari metodologi penelitian umum yang mengadaptasi dan mengembangkan metode-metode penelitian untuk mengkaji ajaran, sejarah dan praktik islam secara ilmiah. Metodologi studi islam menggunakan kerangka penelitian ilmiah yang ada seperti kualitatif dan kuantitatif tetapi menggabungkan juga metode tradisional yang unik dalam khazanah intelektual Islam seperti bayani burhani dan irfani untuk mencapai pemahaman yang mendalam. Pendekatan multidisiplin dalam praktiknya, studi Islam seringkali membutuhkan pendekatan multidisiplin yang menggabungkan metodologi penelitian dari ilmu seperti sosiologi, antropologi, sejarah dan psikologi untuk memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang islam dalam berbagai konteks. Sedangkan metodologi penelitian adalah cara yang sistematis dan logis untuk melakukan penelitian guna memperoleh pengetahuan baru yang valid
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN AGAMA ISLAM MULTIKULTURAL DALAM MEMBENTUK KARAKTER MODERAT SISWA Sugesti; Reksiana
AZKIA : Jurnal Aktualisasi Pendidikan Islam Vol. 20 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al-Hilal Sigli Aceh- Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58645/azkia.v20i2.752

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui implementasi pembelajaran agama Islam Multikultural dalam membentuk karakter moderat siswa. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif, pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. subjek penelitian ini, Kepala Sekolah, Waka Kurikulum, Guru PAI, dan 5 peserta didik. teknik analisis data dilakukan dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian bahwa dari berbagai agama dan suku pada pembelajaran PAI dilakukan melalui tiga aspek utama. Yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Ketiga aspek telah memuat nilai-nilai multikultural yang berorientasi pada pembentukan karakter moderat terutama dari materi pembelajaran khalifah fi al-arḍ, etika pergaulan, dan seni Islami dengan pembelajaran aktif serta mengaitkan materi fenomena nyata di lapangan serta peran guru sebagai role model.