cover
Contact Name
Bibi Suprianto
Contact Email
bibisuprianto78@gmail.com
Phone
+6285787083964
Journal Mail Official
bibisuprianto78@gmail.com
Editorial Address
Jalan Danau Sentarum, Gg Haji Nawawi No. 64-66 Pontianak, Kalimantan Barat
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Ngaji
ISSN : -     EISSN : 29646197     DOI : https://doi.org/10.24260/ngaji
Core Subject : Religion, Education,
NGAJI: Jurnal Pendidikan Islam dengan ISSN 2964-6197 (media online) ini adalah jurnal yang menerbitkan karya ilmiah hasil riset, baik riset lapangan maupun riset kepustakaan, dalam ruang lingkup pendidikan Islam yang diproses melalui peninjauan sebaya (peer review). NGAJI: Jurnal Pendidikan Islam diterbitkan oleh Perkumpulan Sarjana Pendidikan Islam Indonesia (PSPII) Wilayah Kalimantan Barat. Sabagai bagian dari organisasi PSPII, Pengurus Wilayah PSPII berkomitmen untuk menjalankan visi dan misi PSPII yang dituangkan dalam salah satu program unggulan yang berupa piblikasi ilmiah hasil riset untuk kemajuan bidang ilmu pendidikan Islam. Anggota PSPII, khususnya dari Kalimantan barat, bersama para penulis lainya dapat menerbitkan artikel hasil risetnya di NGAJI: Jurnal Pendidikan Islam. Selain itu, para penulis di bidang pendidikan, khususnya pendidikan Islam, dari semua kalangan juga dapat mengirim naskahnya untuk diterbitkan di NGAJI: Jurnal Pendidikan Islam. Semua naskah yang diterima oleh dewan redaksi NGAJI: Jurnal Pendidikan Islam akan diproses melalui peninjauan sebaya yang dilakukan oleh para pakar di bidang pendidikan Islam sehingga naskah yang terbit merupakan naskah yang layak menurut para pakar yang telah melakukan peninjauan sebaya tersebut. Untuk pengiriman naskah, silahkan layari bagian Pengiriman Naskah dan Petunjuk Untuk Penulis.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 45 Documents
Mewujudkan Keadilan dalam Pembagian Harta Waris Menurut Hukum Islam Bintang, Putri Mutiara; Jauharah, Atha Nuraini; Dewi, Kaia Callysta; Rofiq, Nur
Ngaji: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Perkumpulan Sarjana Pendidikan Islam Indonesia (PSPII) Wilayah Kalimantan Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/ngaji.v4i1.65

Abstract

As one of the important aspects of Islamic law, the division of inheritance has been regulated in Islam in detail and in accordance with the principles of justice. Mistakes in the division of inheritance risk causing disputes and quarrels. So it is important to learn the science of inheritance distribution so that the implementation and distribution are fair to all parties. The writing of this journal aims to find out for whom and how the fair distribution of inheritance is carried out. This journal uses library research methods sourced from scientific journals, also sourced from Al-Quran, Surah An-Nisa: 11-12 which are the main source to get an understanding and explanation of the division of inheritance. It is concluded in this journal that the distribution of inherited property has been determined for whom the inheritance is given and how much the share is and the conditions for getting it.   Abstrak: Sebagai salah satu aspek penting dalam hukum islam, pembagian harta warisan sudah diatur dalam agama islam secara rinci dan sesuai dengan prinsip keadilan. Kesalahan dalam pembagian harta warisan beresiko menimbulkan perselisihan dan pertengkaran. Sehingga penting untuk mempelajari ilmu pembagian warisan agar dalam pelaksanaan dan pembagiannya adil bagi semua pihak. Penulisan jurnal ini bertujuan mengetahui untuk siapa dan bagaimana pembagian warisan yang adil dilakukan. Jurnal ini menggunakan metode penelitian pustaka yang bersumber pada jurnal-jurnal ilmiah, juga bersumber pada kitab Al-Quran yaitu surat An-Nisa ayat 11-12 yang menjadi sumber utama untuk mendapatkan pemahaman dan penjelasan tentang pembagian harta warisan. Disimpulkan dalam jurnal ini bahwa pembagian harta warisan sudah ditetapkan untuk siapa warisan diberikan dan berapa besar bagiannya serta syarat-syarat untuk mendapatkannya. Kata Kunci: Hukum Islam, Warisan, Ahli Waris, Pewaris, Wasiat, Tirkah
Urgensi Evalusi Risiko dalam Pembelajaran (Penelitian di yang Ada di Sekolah Hagia Sophia Sumedang) Utami, Adinda Woroika; Hidayat, Wahyu
Ngaji: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Perkumpulan Sarjana Pendidikan Islam Indonesia (PSPII) Wilayah Kalimantan Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/ngaji.v4i1.69

Abstract

Often heard, the word "risk" has a negative meaning, something that is disliked, or something that must be avoided (Hanafi, 2014, p. 1). Evaluation is an important part of the learning process and cannot be separated from learning activities. This is important because evaluation serves as a method for measuring how well students achieve their learning goals. The aim of this study is to determine the level of risk associated with the learning being carried out at Hagia Sophia School. This research was conducted using a qualitative approach, which is a type of descriptive research. Many important efforts are made during this research process, such as creating questions and procedures, collecting specific data from participants, analyzing data inductively from specific problems to general problems, and interpreting the meaning of the data. The research results show that the idea of ​​risk management applied to learning at the Hagia Sophia school is one of the very important elements of modern educational practices which are increasingly developing and increasingly complex activities, which can increase the level of risk faced by educational institutions. In reality, educational institutions, like other organizations, inevitably face risks. Risks can stop a school from achieving its goals. As a result, educational institutions must carry out risk management. One way to reduce risk is to base organizational goals and operations on risk evaluation. Risk evaluation is important for achieving school goals. This will have the ability to explain the risks associated with an activity and institutional risks, as well as the best methods for anticipating and overcoming them.   Abstrak: Seringkali didengar, kata "risiko" memiliki arti negatif, yang berarti sesuatu yang tidak disukai atau harus dihindari (Hanafi, 2014, hlm. 1). Evaluasi adalah bagian penting dari proses pembelajaran dan tidak dapat dipisahkan dari kegiatan belajar. Hal ini penting karena evaluasi berfungsi sebagai metode untuk mengukur seberapa baik siswa mencapai tujuan pembelajaran mereka. Tujuan dari penelitian ini supaya dapat menentukan tingkat risiko yang terkait dengan pembelajaran yang dilakukan di Sekolah Hagia Sophia. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif, yaitu penelitian deskriptif. Banyak usaha penting dilakukan selama proses penelitian ini, seperti membuat pertanyaan dan prosedur, mengumpulkan data khusus dari peserta, menganalisis data secara induktif mulai dari masalah khusus hingga masalah umum, dan menafsirkan artinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep manajemen risiko diterapkan pada pembelajaran di sekolah Hagia Sophia adalah komponen penting dari praktik pendidikan modern yang semakin berkembang serta aktivitas yang semakin kompleks, yang dapat meningkatkan tingkat risiko yang dihadapi lembaga pendidikan. Pada kenyataannya, institusi pendidikan, seperti organisasi lainnya, pasti menghadapi risiko. Risiko dapat menghentikan sekolah untuk mencapai tujuannya. Akibatnya, institusi pendidikan harus melakukan manajemen risiko. Evaluasi risiko merupakan cara untuk mengurangi risiko. Ini termasuk membuat tujuan dan operasi organisasi berbasis risiko. Evaluasi risiko penting untuk mencapai tujuan sekolah. Hal ini akan memiliki kemampuan untuk menjelaskan risiko yang terkait dengan suatu kegiatan dan risiko institusional, serta metode terbaik untuk mengantisipasi dan mengatasinya. Kata Kunci: Evaluasi, Pembelajaran, Risiko
Strategi Pembelajaran Kontekstual Al-Qur’an Hadits untuk Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik Kelas VII A Mts Al-Jihad Pontianak Hasib, Mohammad
Ngaji: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Perkumpulan Sarjana Pendidikan Islam Indonesia (PSPII) Wilayah Kalimantan Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/ngaji.v4i1.70

Abstract

This study aims to analyze Al-Qur'an Hadith contextual learning strategies to improve student learning outcomes in class VII A MTs Al-Jihad Pontianak. This research is a Classroom Action Research using qualitative research methods, based on case studies with the research informants being the head of the madrasah, teachers, and students. Methods of data collection by interviews, observation, and documentation. Data analysis through data reduction, data display, and drawing conclusions. The findings of this study indicate that the Al-Qur'an Hadith contextual learning strategy is carried out with the stages of planning, implementing and evaluating learning. By applying the contextual learning strategy of Al-Qur'an Hadith to QS. Asy-Syams: 1-10 material. there was an increase in student learning outcomes and an increase in student learning activities in class including: students were more enthusiastic about taking lessons; students' ability to ask questions is getting better; students are active in finding learning resources; students are active in discussions and fluent in answering questions.   Abstrak: Penelitian ini bertujuan menganalisis Strategi pembelajaran kontekstual Al-Qur’an Hadits untuk meningkatkan hasil belajar siswa di kelas VII A MTs Al-Jihad Pontianak. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas dengan menggunakan metode penelitian kualitatif, berbasis studi kasus dengan informan penelitiannya adalah kepala madrasah, guru, dan siswa. Metode pengumpulan data dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data melalui reduksi data, penampilan data, dan penarikan simpulan. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa strategi pembelajaran kontekstual al-Qur’an Hadits dilakukan dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pembelajaran. Dengan menerapkan strategi pembelajaran kontekstual al-Qur’an Hadits pada materi QS. Asy-Syams : 1-10 terjadi peningkatan hasil belajar siswa serta terjadinya peningkatan aktifitas belajar siswa di kelas diantaranya: siswa lebih antusias mengikuti pelajaran; kemampuan siswa dalam bertanya menjadi semakin baik; siswa aktif dalam mencari sumber belajar; siswa aktif dalam berdiskusi dan lancar dalam menjawab pertanyaan. Kata Kunci: Al-Qur’an Hadits; Strategi Pembelajaran Kontekstual
Peran Guru Pendidikan Agama Islam dalam Meningkatkan Akhlak Mulia Peserta Didik melalui Strategi Pembelajaran Berbasis Karakter Islami Ni’mah, Nita Jannatun; Listo, Havis Shafa; Astuti, Nita Yuli
Ngaji: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Perkumpulan Sarjana Pendidikan Islam Indonesia (PSPII) Wilayah Kalimantan Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/ngaji.v4i1.72

Abstract

Through Islamic character-based learning strategies, teachers can help students understand and implement moral values in Islam. Thus, this research makes a significant contribution to the development of Islamic Religious Education which focuses on the formation of students' noble morals. This research aims to examine the role of Islamic religious education teachers in improving students' noble morals through Islamic character-based learning strategies. The research was conducted using qualitative research methods with literature study. The research results show that Islamic religious education teachers play an important role in forming character and noble morals for students. Through Islamic character-based learning strategies, teachers can teach moral and ethical values in Islam effectively. Apart from that, teachers also act as role models for good behavior and attitudes, which influence students positively.   Abstrak: Melalui strategi pembelajaran berbasis karakter Islami, guru dapat membantu peserta didik memahami dan mengimplementasi nilai-nilai moral dalam Islam. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi yang signifikan dalam pengembangan Pendidikan Agama Islam yang berfokus pada pembentukan akhlak mulia peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menguji peran guru pendidikan agama islam dalam meningkatkan akhlak mulia peserta didik melalui strategi pembelajaran berbasis karakter Islami. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dengan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru pendidikan agam Islam memainkan peran penting dalam membentuk karakter dan akhlak mulia bagi peserta didik. Melalui strategi pembelajaran berbasis berbasis karakter Islami, guru dapat mengajarkan nilai-nilai moral dan etika dalam Islam secara efektif . Selain itu, guru juga berperan sebagai teladan dalam perilaku dan sikap yang baik, yang mempengaruhi peserta didik secara positif. Kata Kunci: Akhlak mulia, Peran guru pai, Strategi pembelajaran
Analisis Kepemimpinan Kepala Madrasah Ibtidaiyah di Lingkungan Pondok Pesantren Tuhfatul Athfal Sungai Raya Ruzi, Achmad; Samiyah, Samiyah
Ngaji: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Perkumpulan Sarjana Pendidikan Islam Indonesia (PSPII) Wilayah Kalimantan Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/ngaji.v4i1.75

Abstract

The leadership style of Chief Madrasah Ibtidaiyah affects the motivation and performance of teachers. The design of a qualitative approach was used in this study. Qualitative data analysis involves three processes, namely data organization, data reduction, and data interpretation. Research results showed that Chief Madrasah Ibtidaiyah in the teacher environment adopted three styles of leadership: transformational (forwarding values, improving teacher quality through training), participatory (implicating teachers in decision-making, increasing motivation), and transactional (managing tasks, giving awards, and increasing teacher loyalty). The study provides training and policy development potential to improve teacher performance in training   Abstrak: Gaya kepemimpinan Kepala Madrasah Ibtidaiyah memengaruhi motivasi dan kinerja guru. Studi ini bertujuan untuk menganalisis gaya kepemimpinan Kepala Madrasah Ibtidaiyah yang terletak di lingkungan pesantren. Desain pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui teknik wawancara mendalam kepada kepala sekolah dan guru, observasi, dan analisis dokumen. Analisis data kualitatif melibatkan tiga proses, yaitu mengorganisir data, mereduksi data, dan menafsirkan data. Hasil penelitian menunjukkan Kepala Madrasah Ibtidaiyah di lingkungan pesantren mengadopsi tiga gaya kepemimpinan: transformasional (mengedepankan nilai, peningkatan kualitas guru melalui pelatihan), partisipatif (melibatkan guru dalam pengambilan keputusan, meningkatkan motivasi), dan transaksional (mengelola tugas, memberikan penghargaan, dan meningkatkan loyalitas guru). Studi ini memberikan potensi pengembangan pelatihan dan kebijakan untuk meningkatkan kinerja guru di pesantren Kata Kunci: Gaya Kepemimpinan; Kepala Madrasah; Pesantren; Kinerja Guru
Penerapan Umpan Balik untuk Menumbuhkan Fokus Siswa dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Sekolah Dasar Sleman Mifta, Miftahul Janah
Ngaji: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Perkumpulan Sarjana Pendidikan Islam Indonesia (PSPII) Wilayah Kalimantan Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/ngaji.v4i2.77

Abstract

The purpose of this research to analyze the application of feedback to foster student learning focus in Islamic Religious Education learning. This research uses qualitative methods, namely field research in elementary schools in Sleman. Data was collected through observation and in-depth interviews. The research results show that implementing effective feedback in Islamic Religious Education learning can help increase students’ learning focus. This can be seen from the increase in student participation in learning, their enthusiasm in completing assignments, and their understanding of the lesson material. The conclusion of implementing effective feedback in Islamic Religious Education learning in elementary schools can help increase student focus and achieve learning goals. The implication is that teachers need to understand the importance of implementing effective feedback in Islamic Religious Education learning. Teachers need to create a safe and comfortable learning atmosphere for students to receive feedback. And it is necessary to involve students in the process of providing feedback.   Abstrak: Tujuan penelitian ini untuk menganalisis penerapan umpan balik untuk menumbuhkan fokus belajar siswa dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yaitu penelitian lapangan di sekolah dasar di Sleman. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan feedback yang efektif dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam dapat membantu meningkatkan fokus belajar siswa. Hal ini terlihat dari meningkatnya partisipasi siswa dalam pembelajaran, antusiasme mereka dalam menyelesaikan tugas, dan pemahaman mereka terhadap materi pelajaran. Kesimpulan penerapan feedback yang efektif dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam di sekolah dasar dapat membantu meningkatkan fokus siswa dan mencapai tujuan pembelajaran. Implikasinya, guru perlu memahami pentingnya penerapan feedback yang efektif dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Guru perlu menciptakan suasana belajar yang aman dan nyaman agar siswa dapat menerima umpan balik. Dan perlu melibatkan siswa dalam proses pemberian umpan balik. Kata Kunci: penerapan feedback, fokus siswa, pembelajaran pendidikan agama islam
Internalisasi Pembelajaran Berbasis Moderasi Beragama pada Pendidikan Islam Berkemajuan Fitri, Zulfa Laila; Rofiana, Rofiana; Rosa, Betty Mauli
Ngaji: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Perkumpulan Sarjana Pendidikan Islam Indonesia (PSPII) Wilayah Kalimantan Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/ngaji.v4i2.78

Abstract

The basis of wasatiah Islamic learning should be applied in every line of life, especially in the field of Islamic education. This article aims to explain how the internalization of Islamic wasatiah values through learning in Islamic education is progressing. This research is descriptive qualitative research with data collection through documents and analyzed using the content analysis method. The results of the research are aspects of learning that can be carried out in learning activities in Muhammadiyah schools. This activity is carried out consistently every day as a habit with the aim of making it a madrasa culture. Some of these activities include religious attitudes, tolerance, balance, tajdid and innovation. Progressive Islamic education can be internalized in learning based on Islamic wasatiah in developing student character. Internalization is usually created in two ways that are combined systematically and measurably and build a school culture that is Islamic and reflects religious values ​​such as religious, tolerance, balance, tajdid and innovation in formal and non-formal activities. The author found the right curriculum to internalize Islamic wasatiah learning, namely ISMUBA education (al-Islam, Muhammadiyah and Arabic) as formal learning and Hizbul Wathan as non-formal learning. From here, students are expected to be able to implement wasatiah values ​​in social life.   Abstrak: Basis pembelajaran Moderasi beragama seyogyanya diterapkan pada setiap lini kehidupan, khususnya dalam bidang pendidikan Islam. Artikel ini bertujuan memaparkan bagaimana internalisasi nilai-nilai Moderasi beragama melalui pembelajaran pada pendidikan Islam berkemajuan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui dokumen serta dianalisis dengan menggunakan metode content analysis. Hasil penelitian yakni aspek pembelajaran yang dapat dilakukan dalam kegiatan pembelajaran di sekolah-sekolah Muhammadiyah. Kegiatan tersebut dilakukan konsisten setiap hari sebagai sebuah pembiasaan dengan tujuan menjadikannya sebagai budaya madrasah. Beberapa kegiatan tersebut antara lain sikap religius, toleransi, seimbang, tajdid dan inovatif. Pendidikan islam berkemajuan dapat diinternalisasikan pada pembelajaran berbasis Moderasi beragama dalam pengembangan karakter siswa. Internalisasi biasanya diciptakan dalam dua hal yang dipadukan secara sistematis dan terukur serta membangun budaya sekolah yang Islami dan mencerminkan nilai-nilai wasatiah seperti religius, toleransi, seimbang, tajdid dan inovatif dalam kegiatan formal maupun non-formal. Penulis menemukan kurikulum yang tepat guna menginternalisasikan pembelajaran Moderasi beragama ini yakni pada pendidikan ISMUBA (al-Islam, Kemuhammadiyahan, dan Bahasa Arab) sebagai pembelajaran formal dan Hizbul Wathan sebagai pembelajaran non formal. Dari sini, peserta didik diharapkan mampu mengimplementasikan nilai-nilai wasatiah pada kehidupan bermasyarakat. Kata kunci: internalisasi; moderasi beragama; pendidikan Islam berkemajuan.
Revitalisasi Nilai Pendidikan Islam Imam Al-Ghazali dalam Ihya’ Ulumuddin Nurgenti, Sheilda
Ngaji: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Perkumpulan Sarjana Pendidikan Islam Indonesia (PSPII) Wilayah Kalimantan Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/ngaji.v4i2.83

Abstract

The revitalization of Islamic education values has become essential in addressing the moral and spiritual challenges of modern society. Ihya’ Ulumuddin by Imam Al-Ghazali strengthens individual character through education that balances ethics, spirituality, and intellect. Al-Ghazali emphasizes that education is not just the transfer of knowledge but also the formation of noble character based on Islamic values, such as adab, honesty, patience, dhikr, and tawakkul. This study aims to analyze the Islamic educational values in Ihya’ Ulumuddin and examine their relevance to modern education. The method used is qualitative research with a library research approach. The research findings show that the values in Ihya’ Ulumuddin are highly relevant to the challenges of modern education, encompassing ethics, spirituality, and intellect. Ethical values such as adab, honesty, and patience are crucial for building noble character, while spirituality, including dhikr and tawakkul, teaches closeness to Allah SWT and tranquility in facing life’s challenges. The intellectual value emphasizes that knowledge should be used to draw closer to Allah and improve character, not merely for worldly purposes. The revitalization of these values involves the use of technology in learning, teacher role modeling, and collaboration between family, school, and society. The application of these principles can help shape individuals who are not only intellectually capable but also possess high morals and ethics.   Abstrak: Revitalisasi nilai-nilai pendidikan islam menjadi kebutuhan dalam menghadapi tantangan moral dan spiritual masyarakat modern. Ihya’ Ulumuddin karya Imam Al-Ghazali memperkuat karakter individu melalui pendidikan yang seimbang antara akhlak, spiritualitas dan intelektual. Al-Ghazali menekankan bahwa pendidikan tidak hanya sekadar transfer ilmu pengetahuan tetapi juga pembentukan akhlak mulia berdasarkan nilai-nilai Islam, seperti adab, kejujuran, kesabaran, dzikir, dan tawakal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai-nilai pendidikan Islam dalam Ihya’ Ulumuddin serta mengkaji relevansinya terhadap pendidikan modern. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai dalam Ihya’ Ulumuddin sangat relevan dengan tantangan pendidikan modern, mencakup akhlak, spiritualitas dan intelektual. Nilai akhlak seperti adab, kejujuran dan kesabaran penting untuk membentuk karakter mulia sedangkan spiritualitas yang mencakup dzikir dan tawakal mengajarkan kedekatan dengan Allah SWT dan ketenangan dalam menghadapi tantangan hidup. Nilai intelektual menekankan bahwa ilmu harus digunakan untuk mendekatkan diri kepada Allah dan memperbaiki akhlak, bukan hanya untuk kepentingan duniawi. Revitalisasi nilai-nilai ini melibatkan penggunaan teknologi dalam pembelajaran, keteladanan guru dan kolaborasi antara keluarga, sekolah dan masyarakat. Penerapan prinsip-prinsip tersebut dapat membantu membentuk pribadi yang tidak hanya cerdas intelektual tetapi juga memiliki moral dan etika yang tinggi. Kata Kunci: Ihya’ Ulumuddin, Pembentukan Karakter, Revitalisasi Nilai Pendidikan Islam
Kontribusi Perkembangan Studi Al-Qur’an terhadap Pendidikan Islam Kontemporer Mutiya, Khoiru; Arif, Mahmud
Ngaji: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Perkumpulan Sarjana Pendidikan Islam Indonesia (PSPII) Wilayah Kalimantan Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/ngaji.v4i2.88

Abstract

Al-Qur’an sebagai prinsip utama ajaran Islam, memegang peran sentral dalam membentuk sistem pendidikan yang komprehensif dan dinamis. Penelitian ini menyoroti prinsip-prinsip dan ajaran yang terdapat di dalam Al-Qur’an telah dijelaskan dan diterapkan selama berabad-abad, memberikan dasar yang kuat bagi pengembangan pendidikan Islam yang berkelanjutan. Metode penelitian ini di dasarkan pada analisis literatur (library reseach). Studi ini mengidentifikasi perkembangan studi Al-Qur’an yang memiliki tiga fase: formatif, afirmatif, dan reformatif. Perkembangan kajian Al-Qur’an dipengaruhi oleh beberapa faktor pendorong seperti minat akademis, kebutuhan akan pemahaman yang mendalam, konteks sosial-politik, pengembangan metode interpretasi baru, dan kebutuhan akan pembaruan pemikiran. Temuan dari penelitian ini menegaskan bahwa dengan mengintegrasikan prinsip-prinsip Al-Qur’an, sistem pendidikan modern dapat menjadi lebih inklusif, membantu dalam pembentukan individu yang tidak hanya berpengetahuan luas, tetapi juga memiliki moralitas yang tinggi dan kesadaran sosial yang kuat.
Pendidikan Nilai Karakter Islami Melalui Al-Qur’an dan Tafsir: Sebuah Kajian Tematik Hubby Dzikrillah Alfani, Ilzam; Mukhsin, Mukhsin; Wanda Mawaddah, Putri
Ngaji: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Perkumpulan Sarjana Pendidikan Islam Indonesia (PSPII) Wilayah Kalimantan Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/ngaji.v4i2.93

Abstract

In this challenging modern era, Islamic character education is a crucial aspect in shaping a noble generation. Technological advances and the swift flow of information bring positive impacts, but also bring new challenges, such as weakening moral values, increasing deviant behavior, and a reduced sense of empathy among children and adolescents. In dealing with this condition, the Qur’an as the main guide of Muslims provides clear guidance on the formation of good character. This research discusses the strengthening of Islamic character values through the Qur’an by highlighting some of the main characters that need to be instilled from an early age, namely honesty (ash-shidq), responsibility (al-mas’uliyyah), compassion and social care (ar-rahmah & al-ihsan), patience (ash-shabr), and discipline (al-iltizam). Each value is explored based on relevant Qur’anic verses and their application in daily life. The results show that Islamic character values in the Qur’an remain relevant in the modern era. Honesty builds trust, responsibility establishes independence, and compassion creates social harmony. Patience and perseverance help face challenges, while discipline increases productivity. By applying them, individuals can thrive and face the changing times well.   Abstrak: Di era modern yang penuh tantangan, pendidikan karakter Islami menjadi aspek krusial dalam membentuk generasi yang berakhlak mulia. Kemajuan teknologi dan derasnya arus informasi membawa dampak positif, tetapi juga memunculkan tantangan baru, seperti melemahnya nilai moral, meningkatnya perilaku menyimpang, dan berkurangnya rasa empati di kalangan anak-anak dan remaja. Dalam menghadapi kondisi ini, Al-Qur’an sebagai pedoman utama umat Islam memberikan tuntunan yang jelas mengenai pembentukan karakter yang baik. Penelitian ini membahas penguatan nilai karakter Islami melalui Al-Qur’an dengan menyoroti beberapa karakter utama yang perlu ditanamkan sejak dini, yaitu kejujuran (ash-shidq), tanggung jawab (al-mas’uliyyah), kasih sayang dan kepedulian sosial (ar-rahmah & al-ihsan), kesabaran (ash-shabr), serta kedisiplinan (al-iltizam). Setiap nilai tersebut dikupas berdasarkan ayat-ayat Al-Qur’an yang relevan serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Hasil kajian menunjukkan bahwa nilai-nilai karakter Islam dalam Al-Qur’an tetap relevan di era modern. Kejujuran membangun kepercayaan, tanggung jawab membentuk kemandirian, dan kasih sayang menciptakan harmoni sosial. Kesabaran dan ketekunan membantu menghadapi berbagai tantangan, sementara kedisiplinan meningkatkan produktivitas. Dengan menerapkannya, individu dapat berkembang dan menghadapi perubahan zaman dengan baik. Kata Kunci: Al-Qur’an, Nilai Karakter Islami, Pendidikan, Tafsir