cover
Contact Name
Bibi Suprianto
Contact Email
bibisuprianto78@gmail.com
Phone
+6285787083964
Journal Mail Official
bibisuprianto78@gmail.com
Editorial Address
Jalan Danau Sentarum, Gg Haji Nawawi No. 64-66 Pontianak, Kalimantan Barat
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Ngaji
ISSN : -     EISSN : 29646197     DOI : https://doi.org/10.24260/ngaji
Core Subject : Religion, Education,
NGAJI: Jurnal Pendidikan Islam dengan ISSN 2964-6197 (media online) ini adalah jurnal yang menerbitkan karya ilmiah hasil riset, baik riset lapangan maupun riset kepustakaan, dalam ruang lingkup pendidikan Islam yang diproses melalui peninjauan sebaya (peer review). NGAJI: Jurnal Pendidikan Islam diterbitkan oleh Perkumpulan Sarjana Pendidikan Islam Indonesia (PSPII) Wilayah Kalimantan Barat. Sabagai bagian dari organisasi PSPII, Pengurus Wilayah PSPII berkomitmen untuk menjalankan visi dan misi PSPII yang dituangkan dalam salah satu program unggulan yang berupa piblikasi ilmiah hasil riset untuk kemajuan bidang ilmu pendidikan Islam. Anggota PSPII, khususnya dari Kalimantan barat, bersama para penulis lainya dapat menerbitkan artikel hasil risetnya di NGAJI: Jurnal Pendidikan Islam. Selain itu, para penulis di bidang pendidikan, khususnya pendidikan Islam, dari semua kalangan juga dapat mengirim naskahnya untuk diterbitkan di NGAJI: Jurnal Pendidikan Islam. Semua naskah yang diterima oleh dewan redaksi NGAJI: Jurnal Pendidikan Islam akan diproses melalui peninjauan sebaya yang dilakukan oleh para pakar di bidang pendidikan Islam sehingga naskah yang terbit merupakan naskah yang layak menurut para pakar yang telah melakukan peninjauan sebaya tersebut. Untuk pengiriman naskah, silahkan layari bagian Pengiriman Naskah dan Petunjuk Untuk Penulis.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 45 Documents
Modernisasi Pendidikan Mengaji di Tengah Pandemi dengan E-Ngaji Mr. Alaika Basyaiban, Alaika M. Bagus Kurnia PS; Sonia, Sonia Rahmawati; Dian, Dian Astria Puspa Ningrum
Ngaji: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 2 No. 1 (2022)
Publisher : Perkumpulan Sarjana Pendidikan Islam Indonesia (PSPII) Wilayah Kalimantan Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/ngaji.v2i1.21

Abstract

E-Ngaji is an application which is used to make it easier to learn the Koran with an online system, because the crowd-prohibited system is still in effect and this application was finally created. With the existence of E-Ngaji, it really makes intermediaries that are easy and can be done in all circles today. So that this media is made to convey messages in a lesson in understanding the Koran material that has been taught by the Koran teacher. So the purpose of this study is to test the effectiveness of the media for offline or online-based recitation, the effectiveness test is useful for measuring how effective this recitation media can increase recitation activities during a pandemic. Data on the effectiveness of learning the Koran during the pandemic was taken by conducting a literature review and literature review by reading many previous journals and conducting the same research.   Abstrak: E-Ngaji adalah sebuah aplikasi yang mana dipergunakan untuk mempermudah untuk belajar mengaji dengan sistem online, karena masih di berlakukan sistem dilarang kerumunan dan akhirnya aplikasi ini diciptakan. Dengan adanya E-Ngaji ini sangat menjadikan perantara yang mudah dan dapat di lakukan disemua kalangan di masa kini. Sehingga media ini dibuat untuk menyampaikan pesan dalam sebuah pembelajaran dalam memahami materi mengaji yang telah diajarkan oleh guru ngaji. Sehingga tujuan dalam penelitian ini yaitu menguji efektivitas media untuk mengaji berbasis luring atau online, uji efektivitas berguna untuk mengukur seberapa efektif media mengaji ini dapat meningkatkan aktivitas mengaji dimasa pandemi. Data efektivitas belajar mengaji di masa pandemi diambil dengan cara melakukan literatur review dan tinjauan pustaka dengan membaca banyak jurnal terdahulu beserta melakukan penelitian yang sama. Kata Kunci: E-Ngaji, Modernisasi, Pandemi
Perkembangan Psikologi Anak Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidayah Akibat Pengaruh Keluarga Broken Home Wardiansyah, Jumi Adela; Savira, Liza
Ngaji: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 2 No. 1 (2022)
Publisher : Perkumpulan Sarjana Pendidikan Islam Indonesia (PSPII) Wilayah Kalimantan Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/ngaji.v2i1.22

Abstract

Families have an important role in guiding children’s behavior and psychosocial, caring and affectionate families will certainly make children able to behave well in their growth. However, what happened was seen from several previous studies that actually showed the opposite phenomenon, it happened because the child came from a broken family or what is commonly referred to as a broken home. The results of the teacher’s daily observations show that students who often make noise, like to seek attention by doing bad things and are difficult to control are children from broken homes. Based on this, it encourages the author to conduct research on the influence of a broken home family on children’s psychosocial. This study uses a literature study research method that is descriptive in nature, in the form of research whose objects are literature works, namely scientific journals, books, articles in the mass media, and statistical data. The literature obtained will be used as an alternative tool to answer the research problems proposed by the author regarding the psychosocial development of elementary/MI children due to the influence of broken homes. The results obtained by the author in the literature study process are children who are victims of a broken home have indicators of psychosocial problems as follows; not enthusiastic about learning new lessons, not confident, seeking attention with bad deeds, likes to compare himself with other people/friends.   Abstrak: Keluarga memiliki peran penting dalam membimbing perilaku dan psikososial anak, keluarga yang penuh perhatian dan kasih sayang tentunya akan menjadikan anak dapat berperilaku baik dalam peertumbuhannya. Namun, yang terjadi adalah dilihat dari beberapa penelitian terdahulu justru memperlihatkan fonomena yang sebaliknya, hal itu terjadi karena sang anak berasal dari keluarga yang hancur atau yang biasa disebut sebagai broken home. Hasil observasi harian guru menunjukkan bahwa siswa yang sering berbuat gaduh, suka mencari perhatian dengan berbuat buruk dan sulit dikontrol merupakan anak dari keluarga broken home. Berdasarkan hal tersebut mendorong penulis untuk melakukan penelitian mengenai pengaruh keluarga broken home terhdapat psikososial anak. Penelitian ini menggunakan metode penelitian studi pustakaan yang bersifat deskriptif analisis, berupa penelitian yang objeknya berupa karya-karya kepustakaan yaitu jurnal ilmiah, buku, artikel dalam media massa, maupun data-data statistika. Kepustakaan yang didapatkan akan digunakan sebagai alat alternatif untuk menjawab permasalahan penelitian yang diajukan oleh penulis mengenai perkembangan psikososial anak SD/MI akibat pengaruh keluarga broken home. Adapun hasil yang diperoleh oleh penulis dalam proses studi pustaka adalah anak korban broken home memiliki indikator permasalah psikososial sebagai berikut; tidak semangat mempelajari pelajaran baru, tidak percaya diri, mencari perhatian dengan perbuatan yang tidak baik, suka membandingkan dirinya sendiri dengan orang lain/temannya. Kata Kunci: Psikososial, Keluarga Broken Home
Supervisi Program MAKK Madrasah Salafiyah Syafiiyah Tebuireng (Studi Kasus di Asrama MAKK Pondok Pesantren Tebuireng) Allomboky, Salman Alfarisi
Ngaji: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 2 No. 1 (2022)
Publisher : Perkumpulan Sarjana Pendidikan Islam Indonesia (PSPII) Wilayah Kalimantan Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/ngaji.v2i1.23

Abstract

Supervision is a must in guarding learning, because without supervision of learning, it is certain that there will be a decline in the quality of learning. In one of the units owned by the Tebuireng Islamic Boarding School, namely Madrasah Aliyah Syafiiyah (MASS) Tebuireng, there is a department that is superior, namely the MAKK department. The curriculum used is really very good, and runs according to the vision and mission. However, there are several things that must be evaluated and improved, one of which is related to supervision. This article attempts to explore the MAKK Program and the obstacles and solutions that must be done.   Abstrak: Supervisi menjadi sebuah keharusan dalam mengawal pembelajaran, sebab tanpa disertai dengan supervisi pembelajaran dipastikan akan mengalami kemunduran dalam mutu pembeljaran. Di salah satu unti yang dimilki pondok pesantren Tebuireng yakni Madrasah Aliyah Syafiiyah (MASS) Tebuireng terdapat Jurusan yang menjadi unggulan yakni jurusan MAKK. Kurikulum yang digunakan sunggguh sangat baik, dan berjalan sesuai visi misi. Akan tetapi ada beberapa hal yang harus dievaluasi dan diperbaiki salah satunya terkai dengan supervisi. Artikel ini berusaha untuk mengupas Program MAKK tersebut dan kendala serta solusi yang harus dilakukan. Kata kunci: Supervisi, MAKK, Pesantren
Steam (Science, Technology, Engineering, Arts, Mathematics) dengan Pendekatan Quantum di SMP Bumi Cendekia Yogyakarta Fauzi, Syahrul; Fajrin, Nidaul
Ngaji: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 2 No. 1 (2022)
Publisher : Perkumpulan Sarjana Pendidikan Islam Indonesia (PSPII) Wilayah Kalimantan Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/ngaji.v2i1.25

Abstract

The background of this research is based on the lack of understanding of the community and educational institutions regarding various STEAM-based learning methods (Science, Technology, Engineering, Arts and Mathematics). And one of the goals of the STEAM-based learning method is that students are able to have an understanding of learning material based on experiential practice, with a quantum approach, the learning process will be more fun and not monotonous. This is why the research focuses on the implementation of STEAM-based learning with a quantum approach. The research method used is descriptive qualitative research, data collection techniques are carried out by interview, observation, and documentation. Data analysis was carried out by reducing data, presenting data, and drawing conclusions. The results of this study are that there are two forms of STEAM learning in SMP Bumi Cendekia, namely theory-based learning and practice-based learning. In teaching theory, STEAM at SMP Bumi Cendekia tries to integrate two different subjects at one time with the same theme. While the form of practice is that there are several STEAM-based learning practices that have been implemented, namely Ramp, Electric Energy Saving Campaign and Waste Processing. Prior to the practice of learning, students are given a stimulus in order to understand the learning that will be carried out. With a quantum approach, the learning process will be more fun and not monotonous.   Abstrak: Latar belakang penilitian ini didasarkan pada masih kurangnya pemahaman masyarakat dan lembaga pendidikan mengenai metode pembelajaran berbasis STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts dan Mathematics) yang bervariatif. Dan salah satu tujuan dari metode pembelajaran berbasis STEAM yakni agar siswa mampu memiliki pemahaman terhadap materi pembelajaran berdasarkan praktik pengalaman, dengan pendekatan quantum maka proses pembelajaran akan lebih menyenangkan dan tidak terkesan monoton. Hal ini, sehingga penilitian berfokus pada impelementasi pembelajaran berbasis STEAM dengan pendekatan quantum. Metode penelitian yang digunakan adalah dengan jenis penelitian kualitatif deskriptif, teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan. Hasil dalam penelitian ini bahwa terdapat dua bentuk pembelajaran STEAM di SMP Bumi Cendekia yakni pembelajaran berbasis teori dan praktik. Dalam pengajaran teori, STEAM di SMP Bumi Cendekia berusaha mengintegrasikan dua mata pelajaran yang berbeda pada satu waktu dengan mengangkat tema yang sama. Sedangkan bentuk praktik yakni terdapat beberapa praktik pembelajaran berbasis STEAM yang telah dilaksanakan yakni Ramp, Kampanye Hemat Energi Listrik dan Pengolahan Sampah. Sebelum dilakukan praktik pembelajaran siswa diberikan stimulus agar dapat memahami pembelajaran yang akan dilaksanakan. Dengan pendekatan quantum, proses pembelajaran tersebut akan lebih menyenangkan serta terkesan tidak monoton. Kata Kunci: Pembelajaran, STEAM, quantum.
Efektivitas Penanaman Nilai Karakter melalui Pembelajaran Menulis dengan Media Lagu Sudaryanti, Sudaryanti
Ngaji: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 2 No. 1 (2022)
Publisher : Perkumpulan Sarjana Pendidikan Islam Indonesia (PSPII) Wilayah Kalimantan Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/ngaji.v2i1.29

Abstract

We must open our eyes to the less commendable behaviors that children often do. There is often a sense of concern to see it, even though they just want to express their ideas and feelings. Various efforts were made to minimize these impacts, including through learning in madrasas (schools). The education curriculum inserts character education in each subject. Likewise with Indonesian subjects. One of the basic competencies is writing poetry. In poetry, children can express their feelings and convey messages of humanity. This study aims to describe the application of song media in poetry learning, describe students’ activities in writing poetry and increase students’ skills in learning to write poetry with music and song lyrics.This study uses a Classroom Action Research (CAR) design with four stages of activity, namely planning, acting, observing and reflecting. The research was conducted in class VII A of MTs Negeri 2 Pontianak with 39 students consisting of 14 boys and 25 girls. Data collection techniques were carried out through observation by taking notes, recording, measuring and interviewing. Instruments used in the form of field notes, questionnaires, interview lists. From the results of research conducted in two cycles, it is known that music and song lyrics can improve students’ skills in writing poetry and students characters.   Abstrak: Kita harus membuka mata terhadap perilaku-perilaku kurang terpuji yang sering dilakukan anak. Sering muncul rasa prihatin melihatnya padahal mereka hanya ingin mengekspresikan ide dan perasaannya. Berbagai upaya dilakukan untuk meminimalkan dampak tersebut diantaranya melalui pembelajaran di madrasah (sekolah). Kurikulum pendidikan menyisipkan pendidikan karakter pada setiap mata pelajaran. Demikian juga dengan mata pelajaran Bahasa Indonesia. Satu di antara kompetensi dasar adalah menulis puisi. Dalam puisi anak dapat mengekspresikan perasaannya dan menyampaikan pesan kemanuasiaan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penerapan media lagu dalam pembelajaran puisi, mendeskripsikan aktivitas siswa dalam menulis puisi dan peningkatan keterampilan siswa dalam pembelajaran menulis puisi dengan musik dan lirik lagu.Penelitian ini menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan empat tahap kegiatan yakni planning, acting, observing dan reflecting. Penelitian dilaksanakan di kelas VII A MTs Negeri 2 pontianak dengan siswa sebanyak 39 terdiri atas 14 putra dan 25 putri. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui pengamatan dengan mencatat, merekam, mengukur dan wawancara. Instrument yang digunakan berupa catatan lapangan, angket, daftar wawancara. Dari hasil penelitian yang dilakukan sebanyak dua siklus diketahui bahwa musik dan lirik lagu dapat meningkatkan keterampilan siswa dalam menulis puisi dan karakter siswa. Kata Kunci: menulis puisi, karakter, media lagu
Peran Majelis Taklim Al-Fattah dalam Memahami Surah Al-Hajj Ayat 1- 10 di Desa Galagamba Kecamatan Ciwaringin Kabupaten Cirebon Muthoharoh, Muthoharoh; Ibrahim, Maulana
Ngaji: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Perkumpulan Sarjana Pendidikan Islam Indonesia (PSPII) Wilayah Kalimantan Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/ngaji.v2i2.30

Abstract

The Al-Fattah Taklim Council focuses on studying Tafsir Jalalain, which is a yellow book in its understanding and requires basic nahwu and sharaf knowledge. The goal of this research was to find out how the Al-Fattah Taklim Council at the Al-Fattah Musala helped the congregation understand Surah Al-Hajj Verses 1-10. This study used a qualitative method with the following steps: observation, interview, and documentation. It is also analyzed by reducing data, presenting data, and drawing conclusions. The findings revealed that the Al-Fattah Taklim Council’s activities were divided into four categories: tahlil reading, rest, recitation of the Book of Tafsir Jalalain, and prayer readings. The congregation’s understanding has improved as a result of their participation in the Al-Fattah Taklim Council, as evidenced by increased knowledge, a sense of being closer to God, a commitment to carrying out religious rituals, and better behavior in daily life.   Abstrak: Majelis Taklim Al-Fattah berfokus terhadap pengajian kitab Tafsir Jalalain yang merupakan kitab kuning dalam pemahamannya membutuhkan pengetahuan dasar mengenai nahwu dan sharaf. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran Majelis Taklim Al-Fattah di Musala Al-Fattah dalam meningkatkan pemahaman jama’ah terhadap Surah Al-Hajj Ayat 1-10. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan langkah-langkah: pengamatan (observasi), wawancara (interview) dan dokumentasi. Selanjutnya dianalisis dengan mereduksi data, menyajikan data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk kegiatan Majelis Taklim Al-Fattah terbagi menjadi empat bagian yaitu: pembacaan tahlil, istirahat, pengajian Kitab Tafsir Jalalain, dan pembacaan doa. Pemahaman jemaah setelah mengikuti Majelis Taklim Al-Fattah mengalami peningkatan dapat dilihat dari indikator pemahaman yaitu: pengetahuan yang bertambah, merasa semakin dekat dengan Tuhan, komitmen dalam melaksanakan ritual keagamaan, dan perilaku kehidupan sehari-hari yang semakin baik. Kata Kunci: Majelis Taklim, Pemahaman, Surah Al-Hajj Ayat 1-10
Nilai-Nilai Pendidikan Ahlus Sunnah wal Jamaah (Aswaja) dalam Novel Bidadari Bermata Bening Karya Habibburahman El Shiraz Sofyaningrum, Rosita; Nurdina, Alfi; Asngari, Muchtar
Ngaji: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Perkumpulan Sarjana Pendidikan Islam Indonesia (PSPII) Wilayah Kalimantan Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/ngaji.v2i2.31

Abstract

Ahlus Sunnah wal Jamaah (Aswaja) are NU-based educational values that benefit Muslims’ life in society, nation, and state. These values appear in literary works, one of which is from novels. This study aims to determine the values of Islamic education in Ahlus Sunnah wal Jamaah (Aswaja) in the novel Bidadari Bermata Bening by Habiburrahman El Shirazy. The research method used is the descriptive qualitative method. The data used in this study is written data in the form of novel texts related to the character of Ahlus Sunnah wal Jamaah (Aswaja) in the novel Bidadari Bermata Bening by Habiburrahman El Shirazy. The data source in this study is the novel Bidadari Bermata Bening by Habiburrahman El Shirazy published by Republik second edition, in May 2017, with a total of 337 pages. The technique used to collect data in this study is the reading-note technique. The data analysis technique uses a character approach by looking at the contents and goals implied in literary works by interpreting the values of Ahlus Sunnah wal Jamaah (Aswaja). The results show that the values of Ahlus Sunnah wal Jamaah (Aswaja) in the novel Bidadari Bermata Bening by Habiburrahman El Shirazy include four attitudes. The first attitude is Tawasuth in doing justice and taking the middle way. The second attitude is Tawazun, balance in doing something (deliberation). The third attitude is Tasamuh, intolerance, mutual respect, and mutual respect for differences. And the fourth attitude is Amar Ma’ruf Nahi Munkar, in enjoining good deeds and forbidding bad deeds.   Abstrak: Ahlus Sunnah wal Jamaah (Aswaja) merupakan nilai-nilai pendidikan berbasis ke-NU-an yang bermanfaat bagi kehidupan seorang muslim dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Nilai-nilai tersebut pun muncul dalam karya sastra, salah satunya di dalam novel. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai-nilai pendidikan Islam dalam Ahlus Sunnah wal Jamaah (Aswaja) dalam novel Bidadari Bermata Bening karya Habiburrahman El Shirazy. Metode penelitian yang dipakai adalah metode deskriptif kualitatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data tertulis berupa teks novel yang berhubungan dengan karakter Ahlus Sunnah wal Jamaah (Aswaja) dalam novel Bidadari Bermata Bening karya Habiburrahman El Shirazy. Sumber data dalam penelitian ini adalah novel Bidadari Bermata Bening karya Habiburrahman El Shirazy yang diterbitkan oleh Repuplika cetakan kedua, bulan Mei 2017, dengan jumlah 337 halaman. Teknik yang digunakan dalam mengumpulkan data pada penelitian ini adalah teknik baca-catat. Teknik analisis data menggunakan pendekatan karakter dengan melihat isi dan tujuan yang tersirat di dalam karya sastra dengan menginterpretasikan nilai-nilai Ahlus Sunnah wal Jamaah (Aswaja). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai Ahlus Sunnah wal Jamaah (Aswaja) dalam novel Bidadari Bermata Bening karya Habiburrahman El Shirazy mencakup empat sikap. Sikap pertama adalah Tawasuth, dalam berbuat adil dan pengambilan jalan tengah. Sikap kedua adalah Tawazun, seimbang dalam bertindak (musyawarah). Sikap ketiga berupa Tasamuh, dalam tenggang rasa, saling menghormati, dan saling menghargai perbedaan. Dan sikap keempat adalah Amar Ma’ruf Nahi Munkar, menyuruh perbuatan baik dan melarang perbuatan buruk. Kata Kunci: Ahlus Sunnah wal Jamaah (Aswaja), Bidadari Bermata Bening, Novel
Penyelenggaraan Askreditasi Sekolah dalam Peningkatan Mutu Pendidikan di Kabupaten Garut Jawa Barat (2020-2021) Abdullah, Ayu Qurrota 'Ayun; Sanusi, Hary Priatna
Ngaji: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Perkumpulan Sarjana Pendidikan Islam Indonesia (PSPII) Wilayah Kalimantan Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/ngaji.v3i2.33

Abstract

School accreditation is one of the efforts to ensure school quality and achieve the expected quality of education. The purpose of this study is to compare data from two different years to determine school accreditation in Garut Regency, West Java in 2020 and 2021. This research uses a literature review approach. The data used is school accreditation tables available from the Central Bureau of Statistics, Regional Education Balance (NPD) for 2020 and 2021. The results show that the percentage of school accreditation in Garut district in 2020 and 2021 has various percentage figures. Namely in the Elementary School (SD) education unit and there has been an increase in schools that have not been accredited from 0.4% in 2020 to 0.45% in 2021, and High School (SMA) in 2020 at 3.2% while in 2021 shows a figure of 4.73%. And the decline in junior high school education units (SMP), in 2020 which have not been accredited at 6.2%, while in 2021 it is 5.82%. Vocational High Schools (SMK) in 2020 the figure is 15.3% while in 2021 it will be 9.01%. In the PAUD education unit in 79.6%, while in 2021 it will be 62.42%. And in PKBM in 2020 the figure is 95.7%, while in 2021 it will be 87.44%. Garut district school accreditation shows a different percentage in 2020/2021. In 2021 the percentage of schools that have not been accredited, namely at the SMP, SMK, PAUD and PKBM levels, will experience a significant decrease, while the SD and SMA levels will increase. So it can be said that school accreditation in Garut Regency guarantees the quality of education.   Abstrak: Akreditasi sekolah merupakan salah satu upaya untuk menjamin mutu sekolah dan tercapainya mutu pendidikan yang diharapkan. Tujuan penelitian ini adalah membandingkan data dari dua tahun yang berbeda untuk menentukan akreditasi sekolah di Kabupaten Garut Jawa Barat tahun 2020 dan tahun 2021. Penelitian ini menggunakan pendekatan literature review. Data yang digunakan adalah tabel akreditasi sekolah yang tersedia dari Biro Pusat Statistika, Neraca Pendidikan Daerah (NPD) tahun 2020 dan 2021. Hasil penelitian menunjukkan angka persentase akreditasi sekolah di kabupaten Garut pada tahun 2020 dan 2021 memiliki angka persentase yang beragam. Yaitu pada satuan pendidikan Sekolah Dasar (SD) dan terjadi peningkatan sekolah yang belum terakreditasi dari angka 0,4% ditahun 2020 menjadi 0,45% ditahun 2021, dan Sekolah Menengah Atas (SMA) ditahun 2020 pada angka 3,2% sedangkan pada tahun 2021 menunjukkan angka 4,73%. Dan penurunan pada satuan pendidikan Sekolah Menengah Pertama (SMP), ditahun 2020 yang belum terakreditasi pada angka 6,2% sedangkan pada tahun 2021 5,82%. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di tahun 2020 angka 15,3% sedangkan pada tahun 2021 pada angka 9,01%. Pada satuan pendidikan PAUD pada tahun pada angka 79,6% sedangkan pada tahun 2021 pada angka 62,42 %. Dan pada PKBM ditahun 2020 yang pada angka 95,7 %, sedangkan pada tahun 2021 pada angka 87,44%. Akreditasi sekolah kabupaten Garut menunjukkan persentase yang berbeda pada tahun 2020/2021. Pada tahun 2021 persentase sekolah yang belum terakreditasi yaitu pada tingkat SMP, SMK, PAUD dan PKBM mengalami penurunan yang cukup signifikan, sedangkan pada tingkat SD dan SMA mengalami peningkatan. Sehingga dapat dikatakan bahwa akreditasi sekolah di Kabupaten Garut menjamin mutu pendidikan. Kata Kunci: Akreditas Sekolah, Mutu Pendidikan, Kabupaten Garut
Manajemen Mutu Pembelajaran dalam Rangka Optimalisasi Profesionalisme Tenaga Pendidik Di Madrasah/Sekolah Radiana, Usman; Tursina, Nani; Rudiansyah, Rudiansyah
Ngaji: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Perkumpulan Sarjana Pendidikan Islam Indonesia (PSPII) Wilayah Kalimantan Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/ngaji.v2i2.34

Abstract

The learning process that occurs in the classroom so far still has many deficiencies that must and need to be addressed in the framework of improvement through quality. Educators are one of the most important factors in the success or failure of the educational goals that have been wanted to be achieved. The success of education lies in the competencies that must be mastered by teachers, one of which is professional competence. Teacher quality also needs to be continuously improved through various teacher professional development programs as a form of effort to improve the quality of learning which has so far not been optimal enough. In this study, researchers used library research which used library sources including literature books, e-book scientific journal articles, and report notes which included undergraduate theses, theses, dissertations, and other relevant documents. Learning quality management is very important to make learning quality/quality in optimizing the professionalism of education staff in schools/madrasas. As a group of professional educational staff, they can be optimized through several components such as planning the quality of learning and implementing the quality of learning to evaluation. In Islam, the attitude of professionalism has been found through His words, and His words as the people must be able to emulate what has been implemented by the Prophet Muhammad SAW. Thus, it can also be a solution to solve educational problems in this era.   Abstrak: Proses pembelajaran yang terjadi didalam kelas selama ini masih banyak kekurangan yang harus dan perlu dibenahi dalam rangka penyempurnaan melalui mutu. Tenaga pendidik menjadi salah satu faktor terpenting berhasil atau tidaknya tujuan pendidikan yang selama ini ingin diraih. Keberhasilan pendidikan terletak pada kompetensi yang harus dikuasai guru salah satunya kompetensi profesionalisme. Kualitas guru juga perlu dibenahi berkelanjutan melalui berbagai program pengembangan keprofesionalisme keguruan sebagai bentuk upaya meningkatkan mutu pembelajaran yang selama ini belum cukup optimal. penelitian ini peneliti menggunakan penelitian pustaka (library research) yang menggunakan sumber kepustakaan meliputi buku literatur, artikel jurnal ilmiah ebook, catatan laporan yang meliputi skripsi, tesis, disertasi serta dokumen lain yang relevan. Manajemen mutu pembelajaran sangat penting untuk menjadikan pembelajaran bermutu/berkualitas dalam optimalisasi keprofesionalisme tenaga kependidikan di sekolah/madrasah. Sebagai tenaga kependidikan keprofesionalannya dapat dioptimalkan melalui beberapa komponen seperti perencanaan mutu pembelajaran, pelaksanaan mutu pembelajaran hingga evaluasi. Dalam Islam sikap keprofesionalan sudah ditemukan melalui firman-Nya maupun sabda-Nya sebagai umatnya harus dapat meneladani yang sudah diimplementasikan oleh Nabi Muhammad SAW. Dengan demikian, dapat juga menjadi solusi untuk memecahkan masalah-masalah pendidikan di era ini. Kata Kunci: Manajemen, Mutu, Pembelajaran, Profesionalisme
Dampak Negatif Pertemanan Anak dengan Remaja yang Berperilaku Menyimpang Maulana, Arif Arya; Lasari, Yufi Latmini; Safrizal, Safrizal
Ngaji: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Perkumpulan Sarjana Pendidikan Islam Indonesia (PSPII) Wilayah Kalimantan Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/ngaji.v3i2.37

Abstract

Perilaku yang tidak berhasil menyesuaikan diri dengan kehendak masyarakat atau kelompok tertentu dalam masyarakat. Perilaku menyimpang adalah perilaku yang meyimpang dari norma dan nilai sosial keluarga dan masyarakat yang menjadi penyebab memudarnya ikatan atau solidaritas kelompok. Perilaku meyimpang atau biasa dikenal dengan istilah peyimpangan sosial merupakan perilaku yang tidak sesuai dengan norma sosial yang ada di lingkungan masyarakat atau suatu kelompok maupun aturan yang telah diinstitusikan. Adapun metode yang peneliti gunakan yaitu mengunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan datanya yaitu wawancara tidak tersetruktur karena peneliti memberikan pertanyaan secara acak dan tidak berpedoman pada panduan wawancara, peneliti juga menggunkan teknik pengumpulan data berupa dokumentasi untuk menguatkan data yang diperlukan, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apa saja dampak negatif yang dihasilkan anak ketika berteman dengan remaja yang berperilaku menyimpang.