cover
Contact Name
Monica Widyaswari
Contact Email
monicawidyaswari@unesa.ac.id
Phone
+6282231135605
Journal Mail Official
jplus@unesa.ac.id
Editorial Address
Kampus Lidah Wetan: Terletak di Jl. Lidah Wetan, Lidah Wetan, Kec. Lakarsantri, Kota Surabaya, Jawa Timur 60213
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
J+Plus: Jurnal Mahasiswa Pendidikan Luar Sekolah
  • jurnal-pendidikan-luar-sekolah
  • Website
ISSN : 23379286     EISSN : -     DOI : -
Strategi, metode, dan model pembelajaran dalam Pendidikan Nonformal Teknologi dan media pembelajaran untuk Pendidikan Nonformal Pelatihan berbasis komunitas dan pengembangan keterampilan Inovasi dalam pendidikan masyarakat dan pendidikan seumur hidup Pendidikan vokasional dan pelatihan kerja Program pemberdayaan masyarakat melalui pendidikan Kebijakan dan manajemen Pendidikan Nonformal Studi kasus implementasi Pendidikan Nonformal di berbagai wilayah Kolaborasi antar lembaga dalam mendukung Pendidikan Nonformal Evaluasi program dan dampak Pendidikan Nonformal
Articles 660 Documents
PENGARUH PROGRAM KELUARGA HARAPAN (PKH) TERHADAP KUALITAS HIDUP KELUARGA DI DESA KARANGREJO KECAMATAN UJUNGPANGKAH KABUPATEN GRESIK INAYATUL MAULA
J+PLUS UNESA Vol. 8 No. 2 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program Keluarga Harapan (PKH) merupakan suatu program sosial kemasyarakatan pemerintah dalam rangka pemberdayaan masyarakat dan pengentasan kemiskinan yang didalam program tersebut menyasar dua hal, yaitu memberikan bantuan langsung tunai, dan juga memberikan pendampingan dalam upaya pemberdayaan kepada masyarakat miskin..Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif untuk mengetahui adanya pengaruh dari satu variabel bebas terhadap satu variabel. Penelitian ini menggunakan 97 responden, 19 diantaranya untuk uji validitas dan reliabilitas 78 lainnya responden. Hasil analisis regresi linear sederhana menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara Program Keluarga Harapan dan Kualitas Hidup. Program Keluarga Harapan menunjukkan korelasi yang sangat kuat dengan nilai koefisien konstanta adalah sebesar 9,829. Sedangkan angka koefisien regresi nilainya sebesar 0,833, angka ini mengandung arti bahwa setiap penambahan 1% tingkat Program Keluarga Harapan (X), maka Kualitas Hidup Keluarga (Y) akan meningkat sebesar 0,833 terbukti nilai koefisien regresi bernilai (+), dan dapat dikatakan bahwa Program Keluarga Harapan berpengaruh positif terhadap Kualitas Hidup Keluarga.
PERAN FASILITATOR MELALUI UMKM SRI SIJI DALAM MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS BATIK DI DESA GEJAGAN NGANJUK DWI NURRAHMA DITA
J+PLUS UNESA Vol. 8 No. 2 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hubungan Antara Pola Asuh Demokratis Orang Tua dengan Kecerdasan Interpersonal Anak Usia Dini di RA Al-Fithrah Kedinding Lor Surabaya ARIES ANGGA PRAKOSO
J+PLUS UNESA Vol. 8 No. 2 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

POLA ASUH DEMOKRATIS DALAM MENGEMBANGKAN PERILAKU DISIPLIN ANAK USIA DINI 4-6 TAHUN OLEH ORANG TUA (KASUS TIGA KELUARGA DI LIDAH WETAN RT 01 RW 04 LAKARSANTRI SURABAYA) TRI AGUSTINA MARBUN
J+PLUS UNESA Vol. 8 No. 2 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan dibutuhkan oleh anak sejak usia dini untuk membantu perkembangan potensi mereka. Banyak pola dalam pengasuhan anak, salah satunya pola asuh demokratis. Melalui pola asuh demokratis diharapkan terbentuk perilaku disiplin anak. Pola asuh demokratis adalah pembiasaan orang tua dalam menerapkan perlakuan kepada anak dalam proses membentuk kepribadian anak dengan cara memprioritaskan kepentingan anak yang bersikap rasional atau pemikiran-pemikiran. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa hubungan pola asuh demokratis orang tua dengan perilaku disiplin anak usia dini 4-6 tahun di Lidah Wetan RT 01 RW 04 Lakarsantri Surabaya diperoleh dari hasil analisis tingkat hubungan antara pola asuh demokratis orang tua dengan perilaku disiplin anak usia dini 4-6 tahun yang masuk kriteria kuat dan hubungannya searah yaitu jika pola asuh demokratis oleh orang tua meningkat maka akan terjadi peningkatan perkembangan perilaku disiplin anak usia dini.
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN PRAMUKA DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER PESERTA DIDIK DI MAN KOTA MOJOKERTO MANGGARI GRAVITASARI
J+PLUS UNESA Vol. 8 No. 2 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nama : Manggari Gravitasari NIM : 12010034039 Program Studi : S-1 Jurusan : Pendidikan Luar Sekolah Fakultas : Fakultas Ilmu Pendidikan Nama Lembaga : Universitas Negeri Surabaya Pembimbing : Dr. H. Suhanadji, M.Si Potret generasi milenial saat ini sangat mengkhawatirkan, hal tersebut dikarenakan terjadinya berbagai macam kasus. Menurut catatan unit Pelayanan Perempuan dan Anak Polres Kota Mojokerto tahun 2016 terdapat 14 kasus kenakalan remaja yakni 10 kasus persetubuhan, 1 kasus pengeroyokan dan 3 kasus pencabulan. Apabila kasus-kasus diatas dibiasakan akan terjadi dekandensi moral atau penurunan moral dan Adanya fakta bahwa remaja tidak memiliki karakter kuat mengindikasikan bahwa bangsa kita berada di ambang kehancuran. Oleh karena itu, perlu adanya strategi untuk membawa remaja dapat memiliki karakter positif salah satunya dengan memberikan pendidikan Pramuka. Tujuan penelitian ini adalah memperoleh deskripsi tentang proses sosialisasi dan internalisasi pendidikan pramuka dalam membentuk karakter siswa serta memperoleh deskripsi tentang pola eksternalisasi nilai-nilai dasadharma pramuka dalam membangun karakter siswa. Pendekatan penelitian yang digunakan peneliti adalah kualitatif deskriptif. Penelitian ini dilaksanakan di MAN 1 Kota Mojokerto, dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, display data dan verifikasi. Sedangkan dalam uji keabsahan data peneliti menggunakan kredibilitas, dependabilitas, konfirmabilitas, dan transferabilitas. Hasil daripada penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi pendidikan Pramuka dilaksanakan mulai dari sosialisasi kepada peserta didik dan wali murid untuk menyebarkan informasi mengenai pentingnya mengikuti Pramuka. pembentukan karakter dilaksanakan melalui internalisasi dan eksternalisasi nilai-nilai Dasadharma Pramuka. Kata kunci: Implementasi, Pendidikan Pramuka, Pendidikan Karakter
PELATIHAN PENDIDIKAN KARAKTER BAGI SATPAM DALAM MENINGKATKAN KUALITAS LAYANAN KEAMANAN PADA PERUSAHAAN JASA OUTSOURCHING PT. SHELTER NUSANTARA SURABAYA ILHAM LAKSANA
J+PLUS UNESA Vol. 8 No. 2 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis 1) proses pelatihan pendidikan karakter bagi satpam outsourching di BUJP PT. Shelter Nusantara Surabaya, 2) respon atau tanggapan pemakai jasa satpam (pelanggan/customer) terhadap layanan keamanan lingkungan kerja. Pelatihan pendidikan karakter ini dilaksanakan di Balai Produksi dan Informasi Audio Visual Kementerian PUPR dan Kepolisian Daerah Jawa Timur.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan metode kualitatif. Subyek penelitian ini adalah pengelola, instruktur, peserta pelatihan, pelanggan atau customer. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi partisipan, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data atau penarikan kesimpulan. Sedangkan dalam uji keabsahan data menggunakan kredibilitas, transferabilitas, reabilitas, dan konfirmabilitas. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Proses pelatihan pendidikan karakter bagi satpam outsourching yaitu, a) rekrutmen peserta pelatihan, b) identifikasi kebutuhan belajar, c) tujuan pelatihan, d) kurikulum pelatihan pendidikan karakter, e) instruktur, f) sarana dan prasarana pelatihan pendidikan karakter, g) biaya pelatihan, h) syarat peserta diklat gada pratama dan gada madya, i) evaluasi pelatihan. (2) respon dan tanggapan dari pemakai jasa keamanan (pelanggan/customer) yaitu, a) respon dan tanggapan dari pihak pengelola tentang pelatihan pendidikan karakter khususnya untuk peserta pelatihan, b) respon dan tanggapan dari instruktur tentang pelatihan pendidikan karakter khususnya untuk peserta pelatihan, c) respon dan tanggapan dari pelanggan atau customer Kata Kunci : Pelaksanaan Pelatihan Pendidikan Karakter, Respon dan Tanggapan
PENGARUH PELAKSANAAN PROGRAM KEAKSARAAN USAHA MANDIRI (KUM) BERBASIS BISNIS SOSIAL TERHADAP PENINGKATAN PENGENTASAN KEMISKINAN WARGA BELAJAR SKB NGANJUK ILMA BAQIYATUS SHOLICHAH
J+PLUS UNESA Vol. 8 No. 2 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT The Influence of the Implementation of Social Business-Based Independent Business Literacy (KUM) Program on Increasing the Alleviation of Education for Learning Citizens in Nganjuk SKB Name : Ilma Baqiyatus Sholichah Register Number : 12010034017 Study Program : S-1 Major : Non Formal Education Faculty : Of Science Education Institutions : Surabaya State University Advisor : Dr. Soedjarwo, M. S. Poverty is closely related to community welfare issues and becomes the minimum level obtained based on peoples living standards in a country. Poverty has become a global problem, where every country has community members who are below the poverty line. Educational technical implementation units outside the formal scope are Learning Activity Studio (SKB), one of which is in Nganjuk Regency. The Nganjuk SKB has many programs in its implementation, one of which is the Social Business-Based Independent Business Literacy program held in Jatisari Village, Lengkong District, Nganjuk Regency. This study uses a quantitative approach using simple linear regression analysis where the object of research using saturated sampling is as many as 30 people, while the data collection method in this study uses questionnaire, observation and documentation techniques, and for technical analysis of data using partial T and R square test . The results of the study describe the implementation process of learning the identification of self-learning potential of the Nganjuk SKB residents. It shows that the T test results on KUM variables on poverty alleviation have a result of 0,000 where the terms of the KUM program influence poverty alleviation at Nganjuk SKB is 0.05, This proves that the Independent Business Literacy Program has an Influence on Poverty Reduction. Then the results of the R Square Test show the number 0.555 where the implementation of the social business-based Mandiri Business Literacy Program has an effect on poverty alleviation of 55% and the remainder is caused by other factors. Keywords: Independent Business Literacy, Poverty Alleviation ABSTRAK Pengaruh Pelaksanaan Program Keaksaraan Usaha Mandiri (KUM) Berbasis Bisnis Sosial Terhadap Peningkatan Pengentasan Pendidikan Warga Belajar SKB Nganjuk Nama : Ilma Baqiyatus Sholichah NIM : 12010034017 Program Studi : S-1 Jurusan : Pendidikan Luar Sekolah Fakultas : Ilmu Pendidikan Lembaga : Universitas Negeri Surabaya Pembimbing : Dr. Soedjarwo, M. S. Kemiskinan sangat berhubungan dengan masalah kesejahteraan masyarakat dan menjadi tingkat minimum yang didapatkan berdasarkan standar hidup masyarakat di suatu negara. Kemiskinan sudah menjadi masalah global, dimana setiap negara memiliki anggota masyarakat yang berada di bawah garis kemiskinan. Unit pelaksana teknis pendidikan diluar lingkup formal adalah Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) yang salah satunya terdapat di Kabupaten Nganjuk. SKB Nganjuk dalam pelaksanaannya mempunyai banyak program yang salah satunya adalah program Keaksaraan Usaha Mandiri Berbasis Bisnis Sosial yang dilaksanakan di Desa Jatisari, Kecamatan Lengkong Kabupaten Nganjuk. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan analisis regresi linier sederhana dimana objek penelitian dengan menggunakan sampling jenuh yaitu sebanyak 30 orang, sementara metode pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik angket, observasi dan dokumentasi, dan untuk teknis analisis data menggunakan uji parsial T dan R square. Hasil pengkajian menggambarkan proses pelaksanaan pembelajaran identifikasi potensi diri warga belajar SKB Nganjuk menunjukkan bahwa hasil uji T pada variable KUM terhadap pengentasan kemiskinan terdapat hasil sebesar 0.000 dimana syarat Koefisien untuk mengetahui pengaruh dari program KUM terhadap pengentasan kemiskinan di SKB Nganjuk adalah sebesar 0,05, hal ini membuktikan bahwa Program Keaksaraan Usaha Mandiri mempunyai Pengaruh terhadap pengentasan Kemiskinan. Kemudian untuk hasil Uji R Square menunjukkan angka 0,555 dimana Pelaksanaan Program Keaksaraan Usaha Mandiri berbasis bisnis sosial mempunyai Pengaruh terhadap pengentasan kemiskinan sebesar 55% dan sisanya disebabkan oleh faktor lain. Kata Kunci : Keaksaraan Usaha Mandiri, Pengentasan Kemiskinan
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PELATIHAN KERAJINAN TANGAN (HANDYCRAFT) DALAM MENINGKATKAN KEMANDIRIAN DI BENGKEL KRIYA DAUN 9996 SKALA EKSPOR NGAGEL MULYO SURABAYA RINA KURNIAWATI
J+PLUS UNESA Vol. 8 No. 2 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to describe and analyze 1) the empowerment of communities through training in crafts (handcrafts) in increasing independence in Kriya Daun 9996 workshop with export scale in Ngagel Mulyo Surabaya, 2) supporting factors of community empowerment through training in crafts (handcrafts) in enhancing self-reliance in Kriya Daun 9996 workshop with export scale in Ngagel Mulyo Surabaya, 3) the inhibiting factors of community empowerment through training in crafts (handcrafts) in improving independence in Kriya Daun 9996 workshop with export scale in Ngagel Mulyo Surabaya. The research approach used is descriptive qualitative. Data subjects came from study residents, workers, managers and owners of BKD 9996. Data collection techniques used the method of observation participants, in-depth interviews, and documentation. Data analysis used is data condensation, data display and data verification. While in testing the validity of the data using credibility, transferability, dependability and confirmation. The results in this study indicate that the implementation of community empowerment through handicrafts in increasing independence has helped the community involved to have awareness, knowledge, and attitude to produce dried leaf products by having the desire to learn, be responsible for every activity, be able to take decisions and initiatives facing problems; supporting factors, namely raw materials which are easy to get and affordable, the easiness of manufacturing process, the product has uniqueness which in the leaf layer on the outer surface with a competitive quality product, has a lot of variance and product innovation since the product can adjust the desires of consumers and the brand has been patented, creating jobs; inhibiting factors, namely the competence of human resources. The human resources is saturated to his work, the condition of the raw materials and production machinery, the constraints of production machines are not using the mower, and still using simple tools such as cutter and scissors, external constraints: (marketing) competition by competitors, market competition with competitors very tight both on pricing and product design.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis 1) pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan kerajinan tangan (handycraft) dalam meningkatkan kemandirian di Bengkel Kriya Daun 9996 skala ekspor Ngagel Mulyo Surabaya, 2) faktor pendukung pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan kerajinan tangan (handycraft) dalam meningkatkan kemandirian di Bengkel Kriya Daun 9996 skala ekspor Ngagel Mulyo Surabaya, 3) faktor penghambat pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan kerajinan tangan (handycraft) dalam meningkatkan kemandirian di Bengkel Kriya Daun 9996 skala ekspor Ngagel Mulyo Surabaya. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Subjek data berasal dari warga belajar, tenaga kerja, pengelola dan pemilik BKD 9996. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi partisipan, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah kondensasi data, display data dan verifikasi data. Sedangkan dalam uji keabsahan data menggunakan kredibilitas, transferability, dependability dan konfirmability. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa penyelenggaraan pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan kerajinan tangan (handycraft) dalam meningkatkan kemandirian telah membantu masyarakat yang terlibat memiliki kesadaran, pengetahuan, dan sikap untuk menghasilkan produk daun kering dengan memiliki keinginan untuk belajar, bertanggung jawab dalam setiap aktivitas, mampu mengambil keputusan dan inisiatif menghadapi permasalahan; faktor pendukung yaitu bahan baku yang mudah dan murah di dapat, proses pembuatannya mudah, produk memiliki keunikan yaitu produk di lapisan daun pada permukaan luar produk dengan kualitas yang bersaing, memiliki banyak varians dan inovasi produk karena produk dapat menyesuaikan keinginan konsumen serta merk sudah dipatenkan, menciptakan lapangan pekerjaan; faktor penghambat yaitu kompetensi SDM. Sumber Daya Manusianya merasa jenuh terhadap pekerjaannya, kondisi bahan baku dan mesin produksi, kendala mesin produksi tidak menggunakan mesin potong, masih menggunakan alat sederhana yaitu cutter dan gunting, kendala eksternal: (pemasaran) persaingan dengan competitor, persaingan pasar dengan competitor sangat ketat baik mengenai harga maupun desain produk.
PELAKSANAAN PELATIHAN OPERATOR MENJAHIT PAKAIAN UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BERWIRAUSAHA WARGA BELAJAR DI BALAI LATIHAN KERJA (BLK) MOJOKERTO HIJROTUL MURSIDAH
J+PLUS UNESA Vol. 8 No. 2 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelatihan merupakan salah satu pendidikan nonformal yang diselenggarakan dalam jangka pendek dan mempunyai materi yang lebih khusus. Pelatihan operator menjahit pakaian dalam penelitian ini adalah pelatihan yang melibatkan proses belajar untuk memberikan keterampilan dalam hal menjahit pakaian yang dapat digunakan sebagai basis untuk memperoleh penghasilan yang lebih layak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan pelatihan operator menjahit pakaian di Balai Latihan Kerja (BLK) Mojokerto dan untuk meningkatkan motivasi berwirausaha pada warga belajar di Balai Latihan Kerja (BLK) Mojokerto. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan teknik observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Dengan fokus penelitian pelaksanaan pelatihan operator menjahit pakaian untuk meningkatkan motivasi berwirasuaha. Infroman dalam penelitian ini adalah warga belajar, instruktur, dan Kepala Pelatihan dan Sertifikasi. Untuk meningkatkan kepercayaan hasil penelitian dan keabsahan data digunakan uji keabsahan data yaitu uji kredibilitas, dependabilitas, konfirmabilitas, dan transferabilitas. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pelatihan operator menjahit pakaian sudah berjalan sesuai dengan aspek-aspek pelatihan yang meliputi pengorganisasian warga belajar dimana warga belajar dibagi menjadi 2 kelompok, pengorganisasian tujuan dan bahan ajar yang tidak melibatkan warga belajar, metode pembelajaran yang menggunakan metode ceramah, Tanya jawab dan praktek, alokasi waktu yaitu selama 5 minggu, dan setiap minggunya dimulai dari hari senin hingga hari jumat, sumber dana berasal dari dana pemerintah yaitu dana Dokumen Pelaksanaan Anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (DPA-SKPD) Provinsi Jawa Timur Tahun Anggaran 2019, tempat belajar yang kondusif, alat dan media pembelajaran yang cukup lengkap, sumber belajar yang terdiri dari 1 instruktur yang sudah ahli dalam pelatihan menjahit pakaian dan evaluasi yang dilakukan setiap selesai atau berakhirnya pelatihan. Sedangkan untuk pelaksanaan pelatihan operator menjahit pakaian dalam penelitian ini ternyata dapat meningkatkan 5motivasi berwirausaha pada warga belajar hal ini dibuktikan dengan tercapainya indicator adanya rasa percaya diri, mampu berorientasi pada tugas dan hasil, memiliki keberanian mengambil resiko, berjiwa kepemimpinan, keorisinilan dan memiliki orientasi pada masa depan. Saran yang dapat disampaikan kepada Balai Latihan Kerja (BLK) dalam kelas praktek hendaknya warga belajar dibagi ke dalam kelompok-kelompok kecil untuk mempermudah proses belajar dan pemahaman warga belajar. Kata kunci: Pelatihan Operator Menjahit, motivasi berwirausaha
Implementasi Pola Asuh dalam Pembentukan Karakter di Pondok Pesantren Putri Tarbiyatut Tholabah Kranji NUR LAILATUL FARIDAH
J+PLUS UNESA Vol. 8 No. 2 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peran pengasuh dalam pondok pesantren akan sangat mempengaruhi kualitas dari pesantren dan santrinya. Seperti halnya pola asuh yang digunakan dalam mendidik santri akan mempengaruhi karakter santri. Tujuan penelitian ini adalah mendekripsikan implementasi pola asuh dalam pembentukan karakter. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah pengasuh, guru, pengurus, dan santri putri. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara mendalam, observasi partisipan, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan pola asuh yang digunakan adalah pola asuh demokratis dan otoriter. Cara pengasuh dalam membentuk karakter santri dilakukan melalui kegiatan pembelajaran kitab kuning, pemberian motivasi dan nasihat, pengawasan dan bimbingan, pembiasaan, memberikan contoh yang baik, dan memberikan hukuman. Selanjutnya, dari 15 santri yang diteliti masih terdapat 5 (lima) santri yang belum menunjukkan pembentukan 15 nilai karakter, yaitu: cinta tanah air, kasih sayang, cinta damai, toleransi, kesetaraan, musyawarah, kerjasama, kepedulian, tanggungjawab, penghargaan, kemandirian, kesungguhan, kejujuran, rendah hati, dan kesabaran. Kata Kunci: pola asuh, pembentukan karakter