cover
Contact Name
Monica Widyaswari
Contact Email
monicawidyaswari@unesa.ac.id
Phone
+6282231135605
Journal Mail Official
jplus@unesa.ac.id
Editorial Address
Kampus Lidah Wetan: Terletak di Jl. Lidah Wetan, Lidah Wetan, Kec. Lakarsantri, Kota Surabaya, Jawa Timur 60213
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
J+Plus: Jurnal Mahasiswa Pendidikan Luar Sekolah
  • jurnal-pendidikan-luar-sekolah
  • Website
ISSN : 23379286     EISSN : -     DOI : -
Strategi, metode, dan model pembelajaran dalam Pendidikan Nonformal Teknologi dan media pembelajaran untuk Pendidikan Nonformal Pelatihan berbasis komunitas dan pengembangan keterampilan Inovasi dalam pendidikan masyarakat dan pendidikan seumur hidup Pendidikan vokasional dan pelatihan kerja Program pemberdayaan masyarakat melalui pendidikan Kebijakan dan manajemen Pendidikan Nonformal Studi kasus implementasi Pendidikan Nonformal di berbagai wilayah Kolaborasi antar lembaga dalam mendukung Pendidikan Nonformal Evaluasi program dan dampak Pendidikan Nonformal
Articles 755 Documents
Strategi Komitmen Pengasuhan Anak dalam Membangun Ketahanan Keluarga Marinir Mas Panggih Satryo Harjudanto; Monica Widyaswari
J+PLUS UNESA Vol. 15 No. 2 (2026): J+PLUS, Desember 2026 (In Press)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan strategi komitmen pengasuhan anak dalam membangun ketahanan keluarga Marinir pada fase selama penugasan, faktor pendukung, dan faktor penghambatnya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis studi kasus di lingkungan Bhumi Marinir Gunungsari, Surabaya. Informan penelitian terdiri atas enam keluarga prajurit Marinir, meliputi ayah, ibu, dan anak. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komitmen pengasuhan dilakukan melalui komunikasi keluarga secara rutin, pembagian peran pengasuhan yang fleksibel, penanaman nilai kedisiplinan, tanggung jawab, kemandirian, serta kontrol dan perhatian terhadap aktivitas sehari-hari anak. Faktor pendukung meliputi dukungan lingkungan sosial, kemudahan teknologi komunikasi, kemandirian istri, dan kesadaran anak. Faktor penghambat mencakup keterbatasan interaksi, risiko miskomunikasi, tekanan psikologis ibu, dan tantangan emosional akibat keterpisahan. Strategi tersebut memperkuat stabilitas pengasuhan dan ketahanan keluarga Marinir secara berkelanjutan. Kata kunci: komitmen pengasuhan, ketahanan keluarga, keluarga Marinir, penugasan militer, pendidikan keluarga.
Pola Asuh Otoritatif Orang Tua dalam Pembentukan Karakter Disiplin pada Anak Usia 12-15 Tahun di Perumahan Dinas TNI-AL Wonosari Surabaya Malla Rusdianah; I Ketut Atmaja Johny Artha
J+PLUS UNESA Vol. 15 No. 2 (2026): J+PLUS, Desember 2026 (In Press)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pembentukan karakter disiplin anak dalam keluarga, khususnya pada keluarga militer di Perumahan Dinas TNI-AL Wonosari Surabaya yang identik dengan nilai keteraturan dan kepatuhan terhadap aturan. Pola asuh otoritatif dipandang sebagai pola pengasuhan yang tepat dalam membentuk karakter disiplin anak. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan pola asuh otoritatif orang tua serta dampaknya dalam pembentukan karakter disiplin anak usia 12-15 tahun di Perumahan Dinas TNI-AL Wonosari Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Subjek penelitian meliputi orang tua dan anak usia 12-15 tahun yang tinggal di lingkungan perumahan dinas TNI-AL Wonosari Surabaya. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan uji keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pola asuh otoritatif dilakukan melalui penetapan aturan yang jelas, komunikasi dua arah, pemberian konsekuensi yang mendidik, serta dukungan emosional anak. Dampak dari penerapan tersebut terlihat dari terbentuknya karakter disiplin anak, yang ditandai dengan kepatuhan terhadap aturan, ketepatan waktu. Faktor pendukung meliputi lingkungan yang terstruktur, keteladanan orang tua, dan komunikasi yang efektif, sedangkan faktor penghambat meliputi keterbatasan waktu orang tua, pengaruh lingkungan sosial, dan perbedaan karakter anak.
Pengaruh Dukungan Sosial Keluarga Terhadap Motivasi Belajar Peserta Didik Paket B di SPNF SKB Tenggalek Sebi Deskalu; Widodo
J+PLUS UNESA Vol. 15 No. 2 (2026): J+PLUS, Desember 2026 (In Press)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dukungan sosial keluarga terhadap motivasi belajar peserta didik Paket B di SPNF SKB Trenggalek. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan korelasional. Populasi sekaligus sampel penelitian berjumlah 41 peserta didik Paket B yang dipilih melalui teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan angket skala Likert yang mengukur dukungan sosial keluarga dan motivasi belajar. Instrumen penelitian telah diuji validitas dan reliabilitasnya, sedangkan analisis data dilakukan melalui statistik deskriptif dan uji Spearman’s rho berbantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan sosial keluarga berada pada kecenderungan tinggi, dengan dukungan penilaian sebagai indikator tertinggi dan dukungan instrumental sebagai indikator terendah. Motivasi belajar peserta didik juga berada pada kecenderungan tinggi, dengan perasaan didukung dalam belajar sebagai indikator terkuat. Hasil uji Spearman’s rho menunjukkan koefisien korelasi sebesar 0,800 dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Dengan demikian, dukungan sosial keluarga memiliki hubungan positif, signifikan, dan sangat kuat dengan motivasi belajar peserta didik.
Pemberdayaan Kelompok Perempuan melalui Program Kelas Ibu untuk Penguatan Keterampilan Manajemen Keuangan Keluarga di Kecamatan Wonokromo Dinda Damar Al-Munawaroh; Widya Nusantara
J+PLUS UNESA Vol. 15 No. 2 (2026): J+PLUS, Desember 2026 (In Press)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Program Kelas Ibu dalam memberdayakan kelompok perempuan di Sanggar Alang-Alang, mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat pelaksanaannya, serta menganalisis peran program tersebut dalam penguatan keterampilan manajemen keuangan keluarga. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui penelitian lapangan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diperoleh melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program Kelas Ibu dirancang berdasarkan kebutuhan nyata warga belajar dan dilaksanakan secara fleksibel sesuai karakteristik pembelajaran orang dewasa. Kegiatan program meliputi doa bersama, mengaji, penyampaian materi, menabung, serta sesi curhat atau konseling yang relevan dengan persoalan kehidupan sehari-hari warga belajar. Faktor pendukung program meliputi keterlibatan pengelola, tutor, warga belajar, relawan, serta dukungan masyarakat sekitar. Adapun faktor penghambatnya meliputi keterbatasan pendanaan, sarana dan prasarana, serta kendala waktu dari peserta maupun tutor. Program Kelas Ibu juga terbukti berperan dalam memperkuat keterampilan manajemen keuangan keluarga, terutama melalui kegiatan menabung yang membentuk kebiasaan menyisihkan pendapatan, mengendalikan pengeluaran, menentukan prioritas kebutuhan, menyiapkan dana cadangan, serta menghindari ketergantungan pada utang. Dengan demikian, Program Kelas Ibu dapat disimpulkan sebagai bentuk pemberdayaan perempuan yang mampu mendorong perubahan perilaku, dan memperkuat kapasitas perempuan dalam kehidupan keluarga maupun masyarakat.
Pelaksanaan Pendidikan Kecakapan Hidup Budidaya Jamur Tiram Untuk Membentuk Kemandirian Santri di Yayasan Islamadina Surabaya Via Andini; Widya Nusantara
J+PLUS UNESA Vol. 15 No. 2 (2026): J+PLUS, Desember 2026 (In Press)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pendidikan kecakapan hidup bagi anak asuh atau santri di panti asuhan sebagai bekal untuk hidup mandiri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perencanaan program, proses pembelajaran, dan bentuk kemandirian santri melalui kegiatan budidaya jamur tiram di Yayasan Islamadina Surabaya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan program budidaya jamur tiram disusun berdasarkan kebutuhan yayasan, pengalaman pengurus, potensi santri, serta dukungan pihak luar. Proses pembelajaran dilakukan melalui praktik langsung mulai dari perawatan, pemanenan, pengemasan, pengolahan, hingga pemasaran jamur. Pembelajaran juga didukung dengan pendampingan instruktur, pembagian tugas, pemanfaatan media digital, dan evaluasi rutin. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa pendidikan kecakapan hidup melalui budidaya jamur tiram berperan dalam membentuk kemandirian santri, seperti disiplin, tanggung jawab, kerja sama, komunikasi, kreativitas, kepercayaan diri, dan kemampuan kewirausahaan dasar. Program ini tidak hanya menjadi kegiatan usaha produktif, tetapi juga menjadi media pembelajaran untuk mempersiapkan santri hidup mandiri di masyarakat.
Dampak Konten Video Terhadap Perkembangan Sosial Emosional Pada Anak Usia 3-5 Tahun di Desa Hendrosari Kecamatan Menganti Kabupaten Gresik Putri Aditiya Nengseh; Ali Yusuf
J+PLUS UNESA Vol. 15 No. 2 (2026): J+PLUS, Desember 2026 (In Press)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi digital yang semakin pesat meningkatkan paparan konten video pada anak usia dini melalui berbagai platform digital. Anak usia dini sering mengakses konten video sebagai sarana hiburan maupun pembelajaran yang dapat memengaruhi perkembangan sosial emosional mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis dampak konten video terhadap perkembangan sosial emosional anak usia 3–5 tahun di Desa Hendrosari Kecamatan Menganti Kabupaten Gresik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari lima orang tua yang memiliki anak usia 3–5 tahun dan aktif menggunakan konten video dalam aktivitas sehari-hari. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan observasi langsung. Analisis data dilakukan menggunakan teknik analisis interaktif melalui tahap pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konten video memberikan dampak positif dan negatif terhadap perkembangan sosial emosional anak. Dampak positif terlihat pada peningkatan kosakata, peniruan perilaku edukatif, dan bertambahnya pengetahuan sederhana anak. Dampak negatif terlihat pada menurunnya interaksi sosial, munculnya ketergantungan terhadap gadget, ketidakstabilan emosi, dan perilaku tantrum. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendampingan orang tua dan pembatasan durasi menonton menjadi faktor penting dalam mendukung perkembangan sosial emosional anak usia dini secara optimal.
Peran Pendidik dalam Menumbuhkan Motivasi Belajar Peserta Didik Kesetaraan di SKB Cerme Kabupaten Gresik Adinda Kusdwiyanti Sopinah; Rivo Nugroho
J+PLUS UNESA Vol. 15 No. 2 (2026): J+PLUS, Desember 2026 (In Press)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the role of educators in increasing student learning motivation in the equivalency program at SKB Cerme, Gresik Regency. The study used a qualitative approach with descriptive methods. Data collection was conducted through observation, interviews, and documentation involving educators and students. The results of the study indicate that educators have a very important role as motivators, facilitators, and guides in the learning process. Educators are able to provide encouragement, create an interesting learning atmosphere, and help students overcome various learning difficulties they face. Student learning motivation is influenced by supporting factors, such as a conducive learning environment and positive social relationships, as well as inhibiting factors, such as fatigue, limited time, and minimal social support. Optimizing the role of educators has been proven to increase student activeness and attendance in learning. Therefore, the implementation of innovative, adaptive, and humanistic learning strategies is needed to improve the quality of equitable education in a sustainable manner.
Peran Kader Surabaya Hebat dalam Menggerakkan Partisipasi Masyarakat pada Posyandu Keluarga di Kelurahan Gubeng Kota Surabaya Aidah Rahmah Khoirunnisa; Gunarti Dwi Lestari
J+PLUS UNESA Vol. 15 No. 2 (2026): J+PLUS, Desember 2026 (In Press)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peran Kader Surabaya Hebat (KSH) dalam mendukung pelaksanaan Posyandu Keluarga (POSGA) sebagai upaya peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat berbasis komunitas di Kelurahan Gubeng Kota Surabaya. Keberhasilan Program POSGA tidak hanya ditentukan ileh ketersediaan layanan kesehatan, tetapi juga oleh kemmapuan kader dalam membangun komunikasi, melakukan pendekatan persuasif, serta menggerakkan partisipasi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran Kader Surabaya Hebat dalam pelaksanaan POSGA, menganalisis peran kader dalam menggerakkan partisipasi masyarakat, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan peran kader. Penelitian menggunakan pendekatab kualitatif deskriptif dengan lokasi penelitian di RW 01 Kelurahan Gubeng Kecamatan Gubeng Kota Surabaya. Subjek penelitian terdiri atas Kader Surabaya Hebat, masyarakat peserta POSGA, tenaga kesehatan, dan pemangku wilayah. Teknik pengumpulan data menggunakan model Miles and Huberman melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa KSH memiliki peran penting sebagai fasilitator, edukator, motivator dan pendamping masyarakat. Pendekatan komunikasi interpersonal dan kunjungan rumah terbukti mampu meningkatkan partisipasi masyarakat dalam kegiatan POSGA. Namun, pelaksanaan program masih menghadapi kendala berupa beban administrasi digital, keterbatasan fasilitas, dan hambatan koordinasi antarpihak. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan POSGA dipengaruhi oleh kemampuan kader membangun hubungan sosial yang dekat dengan masyarakat.
Implementasi Pembelajaran Berbasis E-Modul Pada Program Paket C di Homeschooling Pena Surabaya Rodliyyah Zam Salsabila; Rivo Nugroho
J+PLUS UNESA Vol. 15 No. 2 (2026): J+PLUS, Desember 2026 (In Press)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to analyze the implementation of e-module-based learning in the Paket C Program at Homeschooling Pena Surabaya within the context of non-formal education. This research employed a qualitative approach with a case study design and used thematic analysis techniques. The results showed that the HSPENA application was utilized as a learning platform containing e-modules, instructional videos, evaluations, and student learning reports. The use of e-modules helped students access learning materials flexibly and supported independent learning. In addition, the integration of instructional videos and equivalency modules from SIBI (Sistem Informasi Perbukuan Indonesia) expanded learning resources in non-formal education. These findings are in line with the andragogy theory proposed by Malcolm Knowles, which emphasizes independent and flexible learning. Therefore, e-modules function not only as learning media but also as support for learner-centered and independent learning processes.
Pelaksanaan Program Bank Sampah sebagai Upaya Pemberdayaan Masyarakat di Dusun Gerdu, Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu Shefia Anggraeni Rama Dhani; Rivo Nugroho
J+PLUS UNESA Vol. 15 No. 2 (2026): J+PLUS, Desember 2026 (In Press)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the implementation of the waste bank program as an effort toward community empowerment in RW 06, Gerdu Hamlet, Tulungrejo Village, Bumiaji District, Batu City. The study employed a qualitative approach with a case study design. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation involving four informants consisting of waste bank administrators, community members of RW 06, and community leaders in Gerdu Hamlet. The findings revealed that the implementation of the waste bank program was carried out through four main functions, namely motivation, direction, communication, and leadership. The program contributed positively to improving environmental quality, developing community skills and creativity, and strengthening social relationships among residents. However, the implementation of the program has not yet been fully optimal due to uneven community participation, the limited number of active members, and inadequate facilities and infrastructure. Supporting factors for the program’s success include community awareness and concern for the environment. Meanwhile, inhibiting factors include low levels of participation and limited available resources. Therefore, efforts are needed to increase community participation and strengthen facilities and infrastructure support so that the program can be implemented more effectively and sustainably.