cover
Contact Name
Monica Widyaswari
Contact Email
monicawidyaswari@unesa.ac.id
Phone
+6282231135605
Journal Mail Official
jplus@unesa.ac.id
Editorial Address
Kampus Lidah Wetan: Terletak di Jl. Lidah Wetan, Lidah Wetan, Kec. Lakarsantri, Kota Surabaya, Jawa Timur 60213
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
J+Plus: Jurnal Mahasiswa Pendidikan Luar Sekolah
  • jurnal-pendidikan-luar-sekolah
  • Website
ISSN : 23379286     EISSN : -     DOI : -
Strategi, metode, dan model pembelajaran dalam Pendidikan Nonformal Teknologi dan media pembelajaran untuk Pendidikan Nonformal Pelatihan berbasis komunitas dan pengembangan keterampilan Inovasi dalam pendidikan masyarakat dan pendidikan seumur hidup Pendidikan vokasional dan pelatihan kerja Program pemberdayaan masyarakat melalui pendidikan Kebijakan dan manajemen Pendidikan Nonformal Studi kasus implementasi Pendidikan Nonformal di berbagai wilayah Kolaborasi antar lembaga dalam mendukung Pendidikan Nonformal Evaluasi program dan dampak Pendidikan Nonformal
Articles 660 Documents
HUBUNGAN ANTARA SISTEM LAYANAN SIRKULASI DENGAN KEPUASAN PEMUSTAKA TAMAN BACAAN MASYARAKAT (TBM) TAMAN FLORA SURABAYA DEVI IRAWATI
J+PLUS UNESA Vol. 4 No. 1 (2015): vol 5 tahun 2015
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Sistem layanan sirkulasi terdiri dari dua yang biasa diterapkan di Taman Bacaan Masyarakat mulai dari sistem tertutup untuk Taman Bacaan Masyarakat yang kecil sampai pada sistem terbuka untuk mengatasi layanan sirkulasi pada Taman Bacaan Masyarakat yang besar. Pada kenyataannya yang sering digunakan yaitu sistem layanan terbuka agar bisa memberikan kepuasan bagi pemustaka Taman Bacaan Masyarakat. Kepuasan pemustaka yang dimaksud pada penelitian ini adalah persepsi/penilaian seseorang terhadap suatu bentuk keistimewaan dari suatu barang/jasa ataupun barang/jasa itu sendiri, dapat memberikan suatu tingkat kenyamanan yang berhubungan dengan pemenuhan suatu kebutuhan, termasuk pemenuhan kebutuhan yang sesuai dengan harapan pemustaka Taman Bacaan Masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah korelasi positif antara sistem layanan sirkulasi dengan kepuasan pemustaka Taman Bacaan Masyarakat. Objek penelitian ini adalah pengunjung Taman Bacaan Masyarakat. Responden yang diteliti sejumlah 30 orang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode angket, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan korelasi product moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang positif antara sistem layanan sirkulasi dengan kepuasan pemustaka Taman Bacaan Masyarakat, hal ini terbukti dari analisis data dihasilkan r hitung sebesar 0,443. Sedangkan r tabel dengan taraf kesalahan 5% untuk N=30 yaitu 0,361. (r hitung 0,443 > r tabel 0,361). berdasarkan tabel interpretasi koefisien korelasi dapat diketahui bahwa korelasi hitung sebesar 0,443 termasuk kategori yang sedang. Jadi terdapat hubungan yang sedang antara sistem layanan sirkulasi dengan kepuasan pemustaka Taman Bacaan Masyarakat. Kesimpulan penelitian yaitu hipotesis penelitian yang menyatakan bahwa sistem layanan sirkulasi berkorelasi positif dengan kepuasan pemustaka Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Taman Flora Surabaya diterima, yang artinya semakin baik sistem layanan sirkulasi maka semakin meningkat kepuasan pemustaka Taman bacaan Masyarakat. Kata kunci: Sistem layanan sirkulasi, Kepuasan pemustaka Abstract Circulation service system consists of to commonly applied in public reading from a closed system for public reading little reading up on open system to addres the cisculation services at a large public libraries. In fact that is often usedis an open service system in order to provide satisfaction for the visitors public reading garden. Satisfaction of the visitors are referred to in this research is the perception/assessment of a person againt a form of privilege of the goods/service or goods/service it self, can provide a level of comfort that is associated with the fulfillment of the requirements, including the fulfillmentof the requirement in accordance with the expectations of the visitors public reading garden. This study intent to determine is there a positive correlation between circulation service system with satisfaction of the visitors. The object of this study is the visitor public reading. Respondents who studied a number of 30 people. The method used in this study is a questionnaire method, observation and documentation. Data were analyzed using product moment correlation. The results showed that there is a positive relationship between circulation service system with satisfaction the visitors public reading garden, it is evident from the analysis of data generated r count of 0,443. While r table with error level of 5% for N = 30, that is 0,361. (r count 0,443 > r table 0,361). Based on the interpretation of the correlation cofficient table can be seen that the correlation count of 0,443 being categorized. So there is a relationship between the system service that are ciculating with satisfaction for the visitors public reading garden. Conclusion the research is research hypothesis which states that the circulation service system is positively correlated with the satisfaction of the visitors public reading received Surabaya flora garden, which mean the better the circulation system of services increased the visitors satisfaction public reading garden. Keyword: system of circulation services, satisfaction for the visitors
MODEL PELATIHAN BUDIDAYA LELE SEBAGAI UPAYA PEMBERDAYAAN DALAM MENUMBUHKAN MOTIVASI BERWIRAUSAHA PEMUDA KARANG TARUNA DI DESA KRETE RANGGON KECAMATAN SAMBENG KABUPATEN LAMONGAN ALFA EAST BONASTAR
J+PLUS UNESA Vol. 4 No. 1 (2015): vol 5 tahun 2015
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKSalah satu upaya pemerintah untuk mengetaskan kemiskinan adalah melalui pemberdayaan masyarakat dengan cara memberikan pelatihan pada masyarakat serta meningkatkan motivasi dan minat belajar masyarakat yaitu dengan membentuk karang taruna. Lembaga ini merupakan bentuk konkret kesadaran dari pemerintah bahwa dalam masyarakat terdapat potensi besar yang digali, dimanfaatkan dan ditumbuhkan, guna membangun dirinya sendiri. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah (1)Bagaimanakah pelaksanaan model pelatihan budidaya lele sebagai upaya pemberdayaan dalam menumbuhkan motivasi berwirausaha pemuda karang taruna di desa Kreteranggon, Kecamatan Sambeng, Kabupaten Lamongan? (2)Apakah faktor pendukung dan penghambat model pelatihan budidaya lele sebagai upaya pemberdayaan dalam menumbuhkan motivasi berwirausaha pemuda karang taruna di desa Kreteranggon, Kecamatan Sambeng, Kabupaten Lamongan?Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptrif dengan pendekatan kualitatif. Dimana penelitian ini bertujuan untuk membuat deskripsi secara sistematis, faktual, dan akurat mengenai fakta-fakta dan karakteristik objek penelitian di daerah tertentu. Lokasi tempat penelitian ini berada di desa Kreteranggon Kabupaten Lamongan. Populasi yang diteliti yaitu 10 peserta didik dengan diberikan pelatihan kewirausahaan. Terdapat tiga variabel yang dibahas dalam penelitian ini yaitu pelatihan, pemberdayaan dan motivasi kewirausahaan. Teknik pengambilan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan model pelatihan budidaya lele yang diberikan kepada peserta didik yaitu dengan 25% teori dan 75% praktek dengan di dampingi tutor dalam pengaplikasian dan didukung dengan pemanfaatan pembuatan pakan alami (unorganic food) yang tersedia didaerah . Sedangkan dari sisi pemberdayaan masyarakat dan motivasi peserta didik sangat antusias dengan diadakannya pelatihan budidaya ikan lele. Setelah peserta didik diberikan pelatihan budidaya ikan lele selama selama 2 bulan maka peserta didik mempunyai motivasi tinggi untuk berwirausaha. Kesimpulan bahwa warga masyarakat berdaya dan termotivasi adalah beberapa peserta didik sudah menerapkan hasil dari model pelatihan budidaya lele.Kata Knci : Pelatihan, Pemberdayaan, Motivasi ABSTRACTOne of the goverment’s effort to alleviate poverty is by empowering the community by providing training to the community and to increase motivation and interest in learning communities and increase motivation and interest in learning communities is to establish youth. This institution is a concrete from of goverment awareness in the community that there is great potential dug utilized and nutured in order to establish themselves. Issues that were examined in tis study were, (1) how the implementation of the training model catfish farming as an effort to empower the youth entrepeneurship motivate youth in the village kreteranggon sambeng lamongan district. (2) wether the factors supporting and training models catfish farming as the empowerment of the youth entrepeneurship increase motivation in kreteranggon village, sambeng, lamongan district.This research uses descriptive research with a qualitative approach. Where this research aims to make a systematic description, factual and accurate information on the facts and characteristics of the object of kreteranggon subdistrict sambeng lamongan district. Population studied were to learners to be trained inentrepeneurship. There are 3 variable discussed in this study is the training, empowerment and motivation of entrepeneurship. Data collection techniques using observation, interview and documment.The results of this study indicate that the application of the training model catfish farming provided to learners is by 25% theory and 75 % practice accompanied by tutors in the application and is supported by the utilization of available natural food making area. Whereas in terms of community empowerment and after learners are very ethusiastic with the holding of training catfish after learners are given training catfish farming for 2 months then studens have high motivation for entrepeneurship.Keywords : training, empowerment, motivation
PENGELOLAAN KURSUS MUSIK DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MUSIKALITAS PESERTA DIDIK DI PURWACARAKA MUSIC COURSE CABANG VILLA BUKIT MAS SURABAYA RISKA INDRIANI ASMONO
J+PLUS UNESA Vol. 4 No. 1 (2015): vol 5 tahun 2015
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kursus pada hakekatnya merupakkan salah satu bentuk dari pendidikan non formal. Dalam hal ini terdapat dua jenis kursus yaitu kursus non vokasional dan kursus vokasional. Pada penelitian ini termasuk dalam kursus vokasional karena merupakan pendidikan kursus yang memberikan pengetahuan dan keterampilan untuk peserta didik sebagai bekal untuk masuk dalam dunia kerja, sehingga materi atau pengetahuan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan dunia kerja dan usaha.Pada era saat ini sudah banyak sekali contoh dari pada jenis kursus vokasional. Salah satu contohnya dari jenis kursus vokasional adalah kursus musik. Didalam lembaga kursus yang berkembang harus memiliki tingkat pengelolaan yang baik. Didalam pengelolaan yang baik dapat berpengaruh pula dalam peningkatan kemampuan musikalitas. Kemampuan musikalitas merupakkan kualitas atau keadaan dari sesuatu yang bersifat musikPelaksanaan penelitian ini dilaksanakkan di Purwacaraka Music Course Cabang Villa Bukit Mas Surabaya. Pendekatan penelitian yang digunakkan adalah pendekatan kuantitatif yang menekankan analisisnya pada data-data numerikal (angka) yang diolah dengan metode statistik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui korelasi positif antara pengelolaan kursus musik dengan kemampuan musikalitas peserta didik.Dari hasil penelitian yang sudah didapatkan, maka akan dibuat suatu pembahasan mengenai hasil-hasil dari analisa penelitian tersebut. Pembahasan penelitian ini membahas mengenai korelasi positif antara pengelolaan kursus musik dengan kemampuan musikalitas. Berdasarkan hasil olah data dari hasil penelitian dijelaskan bahwa pengelolaan kursus musik mempunyai korelasi positif sebesar 0,960 yang dapat di kategorikan memberikan dampak sangat kuat terhadap kemampuan musikalitas peserta didik.Kata kunci : pengelolaan kursus musik, kemampuan musikalitasABSTRACTCourse essentially is one of non-formal educations form. In this matter, there are two courses namely non vocational course and vocational course. In this research belonged to vocational course since is an education course that deliver knowledge and skill to student as a modality in entering work field, so that its matter or knowledge that delivered appropriated with the needs of work field and business.At this time there are many examples of vocational courses type. One of them is music course. On a developing course institution must have good developmental rate. On a good developmental can affecting the improvement of musicality skill/ability. This research conducted on Purwacaraka Music Course Villa Bukit Mas Surabaya. Research approach that applied was quantitative approach that emphasize its analysis on numeric data that processed by statistical method. The aim of this research was to determined positive correlation between music course developments with student’s musicality ability.From research result which already obtained, it will derived a discussion concerning results from theses research analysis. The discussion of this research covering about positive correlation between music course developmentswith musicality ability. Based on data processing result from research result its explained that music course developments have positive correlation as big as 0.960 that can be categorized give very strong effect to student’s musicality ability.Keywords: music course developments, musicality ability
Peran Pls Melalui Kader Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) Dalam Penyuluhan Pembangunan KesehataanMasyarakat Di Rw 5 Desa Kreteranggon Kecamatan Sambeng Kabupaten Lamongan DIMAS TOTO YUDHIARTO
J+PLUS UNESA Vol. 4 No. 1 (2015): vol 5 tahun 2015
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPosyandu Merupakan wadah Mendapatkan Pelayanan dasar terutama dalam bidang kesehatan dan keluargaberencana yang dikelola oleh Masyarakat penyelenggaranya dilaksanakan oleh kader yang telah dilatih dibidang kesehatan. Permasalahan yang dikaji adalah Bagaimana Peran PLS Melalui Kader Pos PelayananTerpadu (POSYANDU) Dalam Penyuluhan Pembangunan Kesehatan Masyarakat Di RW 5 DesaKreteranggon Kecamatan sambeng Kabupaten Lamongan ? Bagaimana bentuk penyuluhan yang diberikanoleh kader Posyandu Di RW. 5 Desa kreteranggon kecanatan sambeng Kabupaten Lamongan ? BagaimanaPelayanan yang dberikan Kader posyandu Kepada Masyarakat Di RW. 5 Desa Kreteranggon KecamatanSambeng Kabupaten Lamongan ? . Peneliti Menggunakan pendekatan kualitatif dikarenakan permasalahanyang dibahas dalam penelitian tidak berkenaan dengan angka-angka, tetapi medeskripsikan secara jelas danterperinci serta memperoleh data yang mendalam. Tempat penelitian Posyandu Sriakandi terletak di RW. 5Desa Kreteranggon Kabupaten Lamongan. Peserta yang terdapat di dalam Posyandu Srikandi yaituberjumlah 10 Orang .terapat dua variabel yang dikaji yaitu Peran kader Posyandu Dan Pembangunankesehatan masyarakat.Hasil Penelitianya analisis pebelajaran dan praktek di Posyandu Srikandi yaitu Pembelajaran yang di berikansecara teori mendapatkan jatah 30 % dikarenakan pembelajaran teori hanya sebagai dasar penguatan awalPembelajaran Selanjutnya. Pemberian dasar-dasar informasi mengenai segala macam penyakit dan caraPenyembuhanya. Menganalisa pasien dengan memberikan Teori-teori tentang kesehatan sehingga kaderdapat mengetahui tata cara memberikan pelayanan kesehatan yang baik kepada masyarakat. Sementara ituPemberian materi praktek kepada kader posyandu sebesar 70% dapat meningkatkan dedikasi sebagai kaderposyandu yang profesional sehingga dapat bernanfaat bagi diri melalui praktek dapat dilaksanakan langsungterjun ke masyarakat dengan menerapkan teori yang sudah di peroleh sebelumnya.Kata kunci : Pembangunan Kesehatan Masyarakat Abstract IHC is a container Getting basic services, especially in health and family planning are managed bycommunity organizers carried out by volunteers who have been trained in the field of health. The problemsstudied is What is the Role PLS Kader Through Integrated Service Post (Posyandu) in Public HealthDevelopment Extension In RW 5 Kreteranggon Village District of Sambeng Lamongan? How the form ofcounseling given by health cadres in RW. 5 Village kreteranggon kecanatan Sambeng Lamongan? HowPosyandu cadres dberikan service to the People In RW. 5 Sambeng Kreteranggon village subdistrict inLamongan district? , Researchers Using a qualitative approach because of the problems discussed in thestudy does not regard the figures, but medeskripsikan clearly and in detail as well as obtain in-depth data.IHC studies Sriakandi place located in RW. 5 Village Kreteranggon Lamongan. Participants contained inIHC Heroine is numbered 10 people .terapat two variables that were examined, namely The role of healthcadres and public health development.Pebelajaran analysis results of his research and practice in IHC Heroine is learning that is given theoreticallyget a share of 30% due to learning theory as the only basis Further strengthening of early learning. Giving thebasics of information on all sorts of diseases and how Penyembuhanya. Analyzing patients by providingtheories about health so that cadres to determine the procedures for providing good health services to thecommunity. Meanwhile Providing material to the cadre's practice amounted to 70% can increase the cadre'sdedication as a professional that can bernanfaat for themselves through the practice can be implementedimmediately plunge into the community by applying the theory that has been obtained in advance.Keywords: Public Health Development
Program Pelatihan Bina Taruna Cinta Lalu Lintas dalam Upaya Menumbuhkan Perilaku Sosial Tertib Berlalu Lintas Remaja Usia 16-17 TahunDI DINAS PERHUBUNGAN KABUPATEN SIDOARJO TWUWENTY PUTRI HERERA
J+PLUS UNESA Vol. 4 No. 1 (2015): vol 5 tahun 2015
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakBerdasarkan hasil observasi di Dinas Kabupaten Sidoarjo menunjukkan bahwa tingkatkecelakaan pada tahun 2014 didominasi dengan jenis pelakunya yaitu siswa SMA yang usianyasekitar 16-17 tahun. Melihat keadaan ini, Dinas Perhubungan Kabupaten Sidoarjomenyelenggarakan pelatihan bagi siswa SMA. Platihan Bina Taruna Cinta Lalu Lintasmerupakan pelatihan bagi siswa SMA untuk melatih dan menumbuhkan perilaku tertib berlalulintas khusunya bagi remaja usia 16-17 tahun. Peneliti menuangkan masalah tersebut dalamsebuah penelitian skripsi dengan fokus masalah sebagai berikut: (1) bagaimana pelaksanaanprogram pelatihan; (2) Bagaimana perilaku sosial remaja setelah mengikuti pelatihan; (3)Apakah faktor penghambat dalam proses perubahan sosial pada perilaku remaja setelahmengikuti pelatihan; (4) Apakah faktor pendukung dalam proses perubahan sosial pada perilakuremaja setelah mengikuti pelatihan.Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif Ex Post Facto dengan melakukanpengambilan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Kemudian dilanjutkandengan menganilisis data dengan reduksi data, display data, verifikasi dan simpulan. Yangterakhir menguji keabsahan data melalui uji kredibilitas, dependabilitas, konfirmabilitas, dantransferabilitas.Hasil penelitian pada penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan pelatihan Bina TarunaCinta Lalu Lintas berjalan dengan efektif dan efisien, hal ini karena pada penyelenggaraanmemperhatikan aspek pelaksanaan pelatihan antara lain sebagai berikut: (1) rekrutmen pesertapelatihan; (2) merumuskan tujuan dan bahan pelatihan; (3) metode pembelajaran; (4) alokasiwaktu; (5) dana belajar; (6) tempat dan sarana pendukung pelatihan; (7) alat dan mediapembelajaran; (8) sumber/narasumber; (9) iklim sosial dan suasana pembelajaran; (10)mengevaluasi program pelatihan. Pelatihan Bina Taruna Cinta Lalu Lintas sebagai stimulus bagiremaja atau pelajar SMA/K di Kabupaten Sidoarjo menghasilkan respon berupa perubahansosial pada perilaku tertib berlalu lintas remaja di Kabupaten Sidoarjo. Aspek perubahanperilaku sosial tertib berlalu lintas antara lain: (1) mampu berperilaku sosial tertib berlalu lintasdi jalan raya dengan baik; (2) mampu memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan ranmor(kendaraan bermotor); (3) mampu mentaati rambu-rambu lalu lintas sebagai fasilitas lalu lintasdi jalan raya; dan (4) mampu memenuhi kelengkapan mengemudikan ranmor (kendaraanbermotor). Faktor penghambat pada pelatihan ini ialah sikap masyarakat yang tradisional, adatdan kebiasaan. Sedangkan, faktor pendukung pelatihan ini yaitu sistem pendidikan formal yangmaju dan orientasi ke masa depan.Kata kunci : Pelatihan Bina Taruna Cinta Lalu Lintas, Perilaku Sosial Tertib Berlalu Lintas AbstractBased on observations in Sidoarjo Department Office, shows that the accident rate in 2014 wasdominated by the high school students who are around 16 to17 year old. Seeing this situation,Transportation Department of Sidoarjo held a training for high school students. Bina TarunaCinta Lalu Lintas Training is a training for high school students to train and foster good andcorrect traffic behavior especially for adolescents by the age of 16 to 17 year old. Theresearcher carries that problem in a thesis research with the focus problems as follows: (1) Howthe realization of the training program; (2) How the social behavior of adolescents after followingtraining program; (3) What the obstacle factors in the process of social change in adolescentbehavior after following training program; (4) What are the supporting factors in the process ofsocial change in adolescent behavior after following training program.This study used a descriptive approach of Ex Post Facto with collecting the data, were throughinterviews, observation and documentation. Then the process was deals with analyzing the datawith data reduction, data display, verification and conclusion. The last was testing the validity ofthe data through the test of credibility, dependability, confirmability, and transferability.The results of this study shows that the realization of the Bina Taruna Cinta Lalu Lintas Trainingrunning effectively and efficiently, it is because the realization of training guided by concerning tothe aspects of the implementation of the training that are follows: (1) recruitment of trainees; (2)formulate objectives and training materials; (3) methods of learning; (4) The allocation of time;(5) learning fund; (6) the place and the supporting means of training; (7) tools and learningmedia; (8) source / resource person; (9) the social atmosphere and learning environment; (10)evaluating the training program. Bina Taruna Cinta Lalu Lintas Training as a stimulus forteenagers or students of Senior/Vocational High School in Sidoarjo that produce a response inthe form of social change in the adolescent’s orderliness traffic behavior in Sidoarjo. Aspects ofsocial change of orderliness traffic behavior are as follows: (1) be able to well behave orderly inhighway traffic; (2) capable of filling the technical requirements and motor vehicles roadworthy;(3) capable of obeying traffic signs as traffic facilities on the highway; and (4) be able to fill thecompleteness in driving motor vehicle. The obstacle factors of this training are the traditionalpublic attitudes, customs and habits of society. Meanwhile, supporting factors of this training areadvanced formal education system and future orientation.Keywords: Bina Taruna Cinta Lalu Lintas Training, Social Behavior of Traffic Orderliness
PEMETAAN POTENSI MASYARAKAT DENGAN MENGGUNAKAN METODE PARTISIPATIFSEBAGAI DASAR-DASAR PERENCANAAN PROGRAM PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH DI DUSUN BANGOAN DESA KEDUNG PELUK KECAMATAN CANDI KABUPATEN SIDOARJO HAFIDHUDDIN MUBARROQ
J+PLUS UNESA Vol. 4 No. 1 (2015): vol 5 tahun 2015
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakTujuan yang ingin dicapai adalah memperoleh deskripsi dan analisis (1) Membangun sisteminformasi sumber daya alam dan potensi lokal dengan penerapan metode partisipatif yang dapat digunakansebagai pengembangan program pendidikan luar sekolah. (2) Memberikan gambaran program PendidikanLuar Sekolah yang dapat dikembangkan di Dusun Bangoan, Desa Kedung Peluk Kecamatan CandiKabupaten SidoarjoPenelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Sumber data yang digunakan yaitu Seluruhwarga . Fokus penelitian yang dikaji dalam penelitian yaitu pemetaan potensi masyarakat denganmenggunakan metode partisipatif sehingga informasi itu akan membuat pemetaan mengenai penduduk,pendidikan dan ekonomi di Dusun tersebut selanjutnya hasil pemetaan akan dikelolah menjadiperencanaan program pendidikan luar sekolah pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi,wawancara mendalam, dan dokumentasi serta mengadakan forum diskusi langsung dengan masyarakatDusun Bangoan.Berdasarkan temuan peneliti dilpangan program yang berjalan di masyarakat banyak yang sia-siaartinya program pendidikan luar sekolah banyak yang bersifat mubazir dan tidak tepat sasaran sertamengakibatkan masyarakat itu menjadi tidak mandiri karena kurang dilibatkan dalam perencanaannya. Haltersebut sangat disayangkan apabila hal tersebut terjadi berulang-ulang dalam penyelenggaraannya.Berdasarkan temuan peneliti menunjukkan bahwa bahwa dalam menerapkan pendidikan luarsekolah harus disesuaikan dengan kebutuhan sasaran agar mereka dapat mencapai tujuan yang diinginkanmelalui pendidikan luar sekolah ini. Pendidikan luar sekolah yang dapat menghasilkan pendapatan wargadan kemampuan untuk menunjuang pekerjaan sangat antusias sekali warga dalam menyambut hal tersebut.Selanjutnya pembangunan dalam Dusun ini sangat diperlukan sebagai upaya untuk meningkatkan tarafekonomi masyarakat Dusun tersebut dari sektor pertambakannya untuk lebih pengelolahan tambaknyamenjadi lebih modern dan meminimalisir biaya operasional serta memaksimalkan keuntungannya.Kata kunci : pemetaan potensi masyarakat, metode partisipatif dan perencaanan program luar sekolah. MAPPING THE LOCAL POTENTIAL BY USING PARTICIPATIVE METHOD AS THE BASICSPLANNING OF NON-FORMAL EDUCATION PROGRAM IN DUSUN BANGOAN DESA KEDUNGPELUK KECAMATAN CANDI KABUPATEN SIDOARJO ABSTRACTBuilding a program of non- formal education in society must concern on all resources that is existed orsomething that can be created. In this case, there need an integration and efficient use of the resources fromboth government resources and private resources. It was the background of the researcher to conduct thisresearch. Furthermore, information system was really needed to support the implementation of non- formaleducation program. This information system that was built used participative model which meant thissystem was the collection of data that was collected from the society participation.The aims of the research were to get the description and analysis of (1) building natural resourceinformation system and local potential by using participative method which can be used as non- formaleducation development program, (2) giving the examples of the activities of non- formal education programthat can be developed in Dusun Bangoan, Desa Kedung Peluk Kecamatan Candi Kabupaten Sidoarjo.This research was a qualitative research. The source of the data which was used was all citizens.The focus of the research was society potential mapping which used participative method, so that theinformation would be delivered into non- formal education development program. The data collectiontechniques were observation, depth- interview, and documentation. It also used open discussion with theDusun Bangoan society.The result of the research was the participative method is an effective method in doing societypotential mapping because the role of the society was crucial in giving the exact and immediate informationof economy, education, and jobs conditions of the society.Those showed that the implementation of non- formal education must be capable with the targetneeds so that they could get their purposes by this non- formal education. Non- formal education couldmake the society to get additional income and skills that support them. Fortunately, they accepted itenthusiastically. Then, the development in this area was needed as an effort to increase society economylevel, especially in embankment. It should be being more modern, minimize the operational expenses andmaximize the profit.Keywords: Society Potential Mapping, Participative Method, Planning of non formal education program.
HUBUNGAN ANTARA LAYANAN BIMBINGAN SOSIAL TERHADAP SIKAP SOSIAL PARA PENDERITA NAPZA DI UNIT PELAKSANA TEKNIS (UPT) REHABILITASI SOSIAL (REHSOS) ANAK NAKAL KORBAN NAPZA (ANKN) SURABAYA VINA STESYA
J+PLUS UNESA Vol. 4 No. 1 (2015): vol 5 tahun 2015
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Layanan bimbingan sosial adalah suatu rangkaian proses sistem atau prosedur yang diberikan kepada individu atau kelompok baik anak-anak, remaja, maupun dewasa agar dapat mengembangkan kemampuan dirinya sendiri. Sikap sosial yang diharapkan pada penelitian ini adalah sikap yang dimiliki oleh para penderita napza, yaitu sikap menerima atau menolak selama mengikuti layanan bimbingan sosial yang diberikan oleh pihak Lembaga. Sikap sosial para penderita napza dapat dilihat dalam aspek kejujuran, kedisplinan, toleransi, gotong royong, santun, percaya diri, dan tanggung jawab. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah korelasi positif antara layanan bimbingan sosial terhadap sikap sosial para penderita napza. Objek penelitian ini adalah para klien penderita napza. Responden yang diteliti sejumlah 30 orang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode angket, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan korelasi product moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang positif antara layanan bimbingan sosial terhadap sikap sosial para penderita napza, hal ini terbukti dari analisis data dihasilkan r hitung sebesar 0,813. Sedangkan r tabel dengan taraf kesalahan 5% untuk N=30 yaitu 0,361. (r hitung 0,813 > r tabel 0,361). berdasarkan tabel interpretasi koefisien korelasi dapat diketahui bahwa korelasi hitung sebesar 0,813 termasuk kategori yang sangat kuat. Jadi terdapat hubungan yang sangat kuat antara layanan bimbingan sosial terhadap sikap sosial para penderita napza.Kata kunci : Layanan Bimbingan Sosial, Sikap Sosial Para Penderita Napza Abstrack: Social guidance services is a series of system processes or procedures that are given to individuals or groups of both children, adolescents, and adults to be able develop the ability itself. Social attitudes expected in this study is the attitude held by sufferers of drug, that accepting or rejecting during the social guidance services given by Institute. Social attitudes of drug sufferers can be seen in the aspect of honesty, discipline, tolerance, mutual cooperation, courtesy, confidence, and responsibility. This study aims to determine is there a positive correlation between social guidance services for sufferers of drugsocial attitudes. The object of this study are patients with of drug clients. Respondents who studied a number of 30 people. The method used in this study is a questionnaire method, observation and documentation. Data were analyzed using product moment correlation. Research results show that there was a positive relationship between social counseling services for sufferers of drugsocial attitude, it is evident from the analysis of data generated count r of 0.813. While r table with the mistake level of 5% to N = 30 that 0.361. (r count 0.813> r table 0.361). by the interpretation of the correlation coefficient table can be seen that the correlation count equal to 0.813 strong category. So there is a strong correlation between social counseling services for sufferers of drugsocial attitudes.Keywords: Social Guidance Service, Social Attitudes of Persons with drugs.
Analisis Program Monik (Mobil Media Informasi Keliling) Untuk MewujudkanKota Sidoarjo Sebagai Kota Layak Anak NOVA YULIA NINGRUM
J+PLUS UNESA Vol. 4 No. 1 (2015): vol 5 tahun 2015
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakKebijakan Kota/Kabupaten Layak Anak (KLA) merupakan upaya pemerintah dalam Kota/Kabupaten untuk mempercepat Implementasi Konvensi Hak Anak (KHA) dari kerangka hukum. Melalui program peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) tentang KHA dalam bentuk kegiatan sosialisasi gender dan perlindungan anak melalui MONIK (Mobil Media Informasi Keliling) dengan tujuan memberikan dan membuka wawasan perempuan serta pembelajaran sejak dini terhadap anak agar mampu bersaing dan berkembang dengan baik. Dengan adanya tema tersebut peneliti menjabarkan melalui fokus masalah sebagai berikut: 1) Pelaksanaan program MONIK (Mobil Media Informasi Keliling) 2) Kelebihan dari program MONIK (Mobil Media Informasi Keliling)3) Kelemahan program MONIK(Mobil Media Informasi Keliling).Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan pendekatan kualitatif. Menggunakan metode pengumpulan data observasi partisipan, wawancara mendalam dan dokumentasi. Serta menggunakan teknik analisis data yang meliputi reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Didukung dengan keabsahan data menggunakan kredibilitas, dependabilitas, konfirmabilitas dan transformabilitas.Hasil penelitian pada pelaksanaan program MONIK (Mobil Media Informasi Keliling), berjalan dengan efektif serta menambah wawasan bagi perempuan dan anak. Adanya hasil perubahan yang dialami oleh peserta yaitu pengembangan diri terhadap informasi melalui media buku yaitu perpustakaan. terpenuhinya hak atas informasi yang layak meliputi : mendapatkan informasi melalui perpustakan, mendapatkan media pembelajaran yang baru untuk anak-anak, mampu membawa perubahan bagi kesejahteraan keluarga khususnya bagi perempuan. Dari hasil pelaksanaan MONIK (Mobil Media informasi Keliling) ditemukan kelemahan dan kelebihan. Untuk kelemahan program yaitu bahan ajar untuk panggung boneka tidak menggunakan bahan ajar dan modul yang paten, alokasi waktu yang singkat, tingkat partisipasi masyarakat masih kurang. Selain itu juga terdapat kelebihan program media yang diberikan sangat kreatif dan menarik, didukung oleh lembaga-lembaga terkait dengan KLA dan petugas-petugas yang sangat interaktif dan komunikatif.Kata Kunci : Kabupaten Layak Anak (KLA), MONIK (Mobil Media informasi Keliling), Pendidikan MasyarakatAN ANALYSIS OF PROGRAM MONIK ( CARS MOBILE MEDIA INFORMATION ) SIDOARJO AS A CITY WORTHY OF CHILDREN ABSTRACTPolicy district worthy of a child ( WOC ) is an effort of the government in district to accelerate the implementation of the rights of children convention of a legal framework.Through the program of improving the quality of human resources about kha ) in the form of gender socialization activities and child protection through MONIK (Car Mobile Information Media Roving) with the purpose of giving insight and open women and early learning from against children in order to compete and well-developed.By the presence of the theme through researchers outline focus it as a follows: 1) Program implementation MONIK (Car Mobile Information Media Roving) 2) Excess of the program MONIK (Car Mobile Information Media Roving) 3) Weakness monik program MONIK (Car Mobile Information Media Roving).The approach used in this research namely using a qualitative approach.Using data collection method, observation of the participant in-depth interviews and documentation. As well as using data analysis technique which includes the reduction of the data, presentation of data and data verification. Supported by the validity of the data using credibility, dependabilitas, konfirmabilitas and transformabilitas.The results of research on the program implementation MONIK (Car Mobile Information Media Roving), work effectively and to increase insight for women and children. The existence of the results of the changes for by workerparticipating in which is the development of themselves against information through the medium of a book that is the library. The fulfillment the right to information being worthy of includes: obtained information from library consisting , get media new learning for children , capable of being bring any changes to the family welfare particularly for women. From the results of the implementation of MONIK (Car Mobile Information Media Roving) found weakness and excess. Programe to weakness namely teaching materials to a puppet not use of teaching materials and module that patent allocation of time briefly, the level of participation of the community are lacking.In addition there are also excess the program a medium that is given a very creative and interesting , supported by relevant institutions with kla and officers interactive very and communicative.Keywords: MONIK (Car Mobile Information Media Roving), Worthy Of Children City, Education Communities.
PERAN ORANGTUA DALAM MENINGKATKAN MINAT BELAJAR ANAK SEKOLAH DASAR (6-12 TAHUN) di DUSUN KALIKAJANG KELURAHAN GEBANG SIDOARJO HURIN RIZKIYAH
J+PLUS UNESA Vol. 4 No. 1 (2015): vol 5 tahun 2015
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Peran keluarga dalam hal ini sangat dibutuhkan untuk membangun minat dan semangat pada diri anak–anak untuk tetap bersekolah. Minat merupakan semangat yang mendorong orang untuk melakukan apa yang mereka inginkan. Bila mereka melihat bahwa sesuatu akan menguntungkan maka mereka akan berminat. Ini kemudian mendatangkan kepuasan. Bila kepuasan berkurang, minat pun akan berkurang. Belajar pada hakekatnya merupakan proses kegiatan secara berkelanjutan dalam rangka perubahan perilaku peserta didik secara konstruktif. Hal ini sejalan dengan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003 yang menyatakan, pendidikan adalah usaha sadar dan terrencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, dan akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan, Negara Tujuan penelitian ini adalah menndiskripsikan dan menganalisis mengenai (1) peran orang tua dalam meningktakan minat belajar anak usia 6-12 tahun di Dusun Kalikajang Kelurahan Gebang Sidoarjo dan (2) mendiskripsikan menganai faktor pendukung dan penghambat peran orang tua dalam menigkatkan minat belajar anak usia sekolah dasar (6-12 tahun) di Dusun Kalikajang Kelurahan Gebang Sidoarjo. Metode penelitian ini adalah deskripsi kualitatif. Data dikumpulkan dengan menggunakan teknik wawancara,observasi, dan dokumentasi. Wawancara dilakukan untuk menggali informasi mengenai peran orang tua terhadap anak dalam meningkatkan minat belajar anak. sedangkan teknik observasi dan dokumentasi digunakan untuk memperoleh data mengenai aktivitas belajar anak serta kondisi lingkungan sekitar tempat tinggal anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua menjalankan perannya sesuai dengan kondisi sekitar. Beberapa orang tua telah menunjukkan perannya dalam meningkatkan minat belajar anak baik di rumah maupun di sekolah. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa orang tua sangat berperan penting dalam tumbuh kembang anak terutama dalam hal pendidikan. Peran orang tua juga dibutuhkan anak untuk mereka lebih semangat lagi dalam belajar. Kata Kunci : Peran Orang Tua, Minat Belajar Abstract The role of the family in this case is needed to build interest and passion in themselves children to stay in school. Interest is the passion that drives people to do what they want. When they see that something will be profitable then they will be interested. This then brings satisfaction. When satisfaction is reduced, the interest would be reduced. Learning is essentially a process activities in a sustainable manner in order to change the behavior of learners constructively. This is in line with the Law on National Education System No. 20 of 2003 which states, education is conscious and premeditated attempt to create an atmosphere of learning and the learning process so that learners are actively developing the potential for him to have the spiritual power of religion, self-control, personality, intelligence , and noble character, and skills needed him, society, nation and, State. The purpose of this study is to describe and analyze the (1) Enhancing the role of parents in the learning interest of children aged 6-12 years in the hamlet Kalikajang Gebang Sidoarjo and (2) describe the factors supporting and inhibiting role of parents in improving children's interest in learning the age of 6 -12 years in Hamlet Kalikajang Gebang Sidoarjo. This research method is qualitative description. Data collected by using interviews, observation, and documentation. Interviews were conducted to gather information on the role of parent to child in improving children's interest in learning. while the observation and documentation techniques used to obtain data on children's learning activities and environmental conditions surrounding the child's residence. The results showed that parents perform its role in accordance with the ambient conditions. Some parents have demonstrated its role in improving children's interest in learning both at home and at school. It can be concluded that parents play an important role in the growth and development of children, especially in terms of education. The role of parents for their children is also required more courage in learning. Keywords: The role of parents, interest in learning
ANALISIS POLA ASUH ORANG TUA (IBU SINGLE PARENT) DALAM MEMBENTUK DISIPLIN ANAK USIA 4-6 TAHUN DI DEA MRANGGEN KECAMATAN PURWOASRI KABUPATEN KEDIRI IMAS AJENG RIDOWATI
J+PLUS UNESA Vol. 4 No. 1 (2015): vol 5 tahun 2015
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak : Pola Asuh merupakan proses mendidik anak dengan metode dan teknik yang dipusatkan pada pemberian kasih sayang berupa arahan dan pengawasan yang mendalam dari orang tua untuk anak. Keluarga merupakan tempat yang pertama berlangsungnya kegiatan pendidikan keluarga yang diberikan orangtua kepada anak, berhasil tidaknya pribadi baik anak tergantung pada pola pengasuhan yang diberikan oleh orangtua.Disiplin yang dimaksud yaitu pembiasaan baik anak dalam keseharian dirumah seperti (a) anak tidur dan bangun tepat waktu agar tidak bangun kesiangan atau terlambat berangkat sekolah, (b) pembiasaan pada anak menaruh sepatu, sandal atau mainan pada tempatnya setelah beraktivitas, (c) anak mampu mandi sendiri dan memakai baju sendiri, (d) membiasakan anak menggosok gigi sesudah makan atau saat mandi.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis pola asuh yang dapat membentuk disiplin anak usia 4-6 tahun yang diterapkan oleh ibu single parent sehingga diharapkan dari usia dini hingga dewasa pembiasaan disiplin tersebut dapat diterapkan dalam keseharian.Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan dengan menggunakan teknik wawancara langsung, observasi dan dokumentasi. Teknik observasi partisipan digunakan untuk mengetahui secara langsung tentang aktivitas ibu single parent dalam menerapkan pola asuh yang digunakan untuk membentuk disiplin anak usia 4-6 tahun, sedangkan teknik wawancara digunakan untuk mengarahkan kejujuran sikap dan pemikir subyek penelitian ketika memberikan informasi agar informasi yang diberikan sesuai dengan fokus penelitian. Disini peneliti mewawancarai 2 keluarga single parent yang ada di Desa Mranggen Kecamatan Purwoasri Kabupaten Kediri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik dari pola asuh yang dapat membentuk disiplin anak usia 4-6 tahun adalah ibu single parent yaitu Demokratis Otoriter sebagai berikut: (a) memberi kebebasan yang bertanggung jawab, (b) memberi pembatasan tapi diikuti dengan penjelasan, (c) memperhatikan kebutuhan anak, dan (d) responsif terhadap perasaan anak, melibatkan anak untuk menyampaikan pendapat. Dengan demikian, dari karakteristik model pola asuh ibu single parent yang bersikap hangat dan terbuka kepada anak tersebut, dinilai baik dan dapat membentuk disiplin atau pembiasaan baik anak usia 4-6 tahun dirumah yang berada di Desa Mranggen Kecamatan Purwoasri Kabupaten Kediri. Kata kunci : Pola Asuh, Disiplin Abstract : Take care system is a process of educating child with method and technique focused on giving love with deeper guidance and supervision from parents to children. Family is the first place of processing family education given by parents to children. The succeed and unsucceed of children good attitude depends on take care system given by parents.Discipline here is to make a good habit for children in daily life at home such as (a) go to bed and wake up on time in order not to be late for school, (b) put it back the shoes, slippers, and toys in the proper place after being used, (c) able to take a bath and get dressed by themselves, (d) to brush their teeth after eating or when they take a bath.The objective of this research is to find out the type of taking care system which can form discipline to a child with the age of 4-6 that applied by single parent mother. The habitual of discipline is expected to be done from very early age until adult in their daily life.The method of this research is descriptive and qualitative. The data was collected through direct interview technique, observation, and documentation. Observation technique from participant used to find out the activities of a single parent mother in applying the take care system of a child to form the discipline in the age of 4-6, while the direct interview is used to guide honesty of attitude and think. The subject of the research is when giving information, the information given is match with the focus of the research. The writer had the interview with two single parents in Desa Mranggen, Kecamatan Purwoasri, Kabupaten Kediri.The result of the research shows that the characteristic of the take care system for child to form discipline in the age of 4-6 is a democratic single parent mother as follows : (a) giving a freedom but responsible, (b) giving limitation but followed by explanation, (c) to fulfill the children need, (d) responsive to the kids feeling, to involve child in giving opinion. In conclusion, the take care system of single parent mother that shows warm and open to children is good and able to form discipline and good habit in the age of 4-6 which has been proven in Desa Mranggen Kecamatan Purwoasri, Kabupaten Kediri. Keyword : Take Care System, Discipline.

Page 6 of 66 | Total Record : 660