cover
Contact Name
Muhammad Zulham Munthe
Contact Email
lp2mstitalabuhanbatu@gmail.com
Phone
+6282275115353
Journal Mail Official
stitalabuhanbatu2645@stita.ac.id
Editorial Address
Sekretariat: Jl. Sempurna/ Al Bukhary No 21.
Location
Kab. labuhanbatu,
Sumatera utara
INDONESIA
Qalam Lil Mubtadiin
ISSN : -     EISSN : 29628881     DOI : https://doi.org/10.58822/qlm.
Qalam lil Mubtadiin adalah Jurnal Pendidikan adalah sarana komunikasi dan publikasi ilmiah yang berasal dari hasil penelitian di bidang pendidikan guru madrasah ibtidaiyah, baik literatur (library research) maupun lapangan (field research), dengan berbagai pendekatan. Jurnal ini terbit dua kali dalam setahun dengan E-ISSN: 2962-8881.
Articles 50 Documents
MENGUASAI SISTEM PENDIDIKAN NEGARA MAJU Andina Aprilia Prawanti; Rani Yolanda Syahputri Damanik; Irfan Fauzi
Qalam lil Mubtadiin Vol. 3 No. 2 (2025): Vol III Edisi II 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al-Bukhary Labuhanbatu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58822/qlm.v3i2.473

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sistem pendidikan di negara-negara maju dan mengidentifikasi praktik-praktik terbaik yang dapat diadaptasi dalam konteks pendidikan Indonesia. Penguasaan terhadap sistem pendidikan negara maju menjadi salah satu strategi penting dalam meningkatkan mutu pendidikan nasional. Negara-negara seperti Finlandia, Jepang, dan Korea Selatan dikenal memiliki sistem pendidikan yang menekankan pada fleksibilitas kurikulum, pemanfaatan teknologi, kreativitas, inovasi, serta kemandirian belajar siswa. Dengan mengadopsi prinsip-prinsip tersebut secara selektif, Indonesia diharapkan dapat meningkatkan kualitas guru, efektivitas pembelajaran, serta manajemen sekolah tanpa mengabaikan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan sumber data diperoleh melalui kajian literatur dari jurnal ilmiah, buku, dan laporan lembaga internasional seperti OECD dan UNESCO. Analisis data menggunakan metode analisis isi (content analysis) dengan langkah-langkah pengumpulan data, pengelompokan tema (kurikulum, guru, teknologi, pembelajaran), serta analisis relevansi dengan konteks Indonesia. Triangulasi sumber dilakukan untuk menjaga keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pendidikan negara maju memiliki karakteristik utama berupa kurikulum fleksibel, pembelajaran berbasis kompetensi, serta penghargaan tinggi terhadap profesionalisme guru. Adaptasi prinsip-prinsip tersebut secara kontekstual dapat memperkuat mutu pendidikan nasional dan mencetak generasi Indonesia yang unggul, berkarakter, serta mampu bersaing di tingkat global.
METODE PERBANDINGAN PENDIDIKAN Intan Kumala; Munadiya Nur Fadillah; Nurul Afiah; Irfan Fauzi
Qalam lil Mubtadiin Vol. 3 No. 2 (2025): Vol III Edisi II 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al-Bukhary Labuhanbatu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58822/qlm.v3i2.481

Abstract

Metode perbandingan pendidikan merupakan pendekatan sistematis yang bertujuan menganalisis, membandingkan, dan mengevaluasi sistem pendidikan dari berbagai negara atau daerah. Melalui metode ini, peneliti dapat mengidentifikasi persamaan dan perbedaan kurikulum, strategi pembelajaran, manajemen pendidikan, serta faktor sosial, budaya, dan ekonomi yang memengaruhinya. Hasil analisis tidak hanya memberikan gambaran menyeluruh tentang kualitas dan efektivitas suatu sistem pendidikan, tetapi juga menjadi dasar dalam merumuskan kebijakan yang lebih relevan dan inovatif. Dengan demikian, metode perbandingan pendidikan berperan penting sebagai sarana refleksi dan inspirasi untuk meningkatkan mutu pendidikan secara global.
SUPERVISI DAN KEBANGKITAN PENDIDIKAN INDONESIA Dinda Siti Azura; Candy Khairani; Irfan Fauzi
Qalam lil Mubtadiin Vol. 3 No. 2 (2025): Vol III Edisi II 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al-Bukhary Labuhanbatu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58822/qlm.v3i2.482

Abstract

Kebangkitan pendidikan Indonesia menuntut pendekatan supervisi yang tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga transformatif. Dalam tantangan global dan kompleksitas internal lembaga pendidikan, dibutuhkan strategi yang adaptif dan progresif. Pertama, strategi bertahan yang berfokus pada ketahanan sistemik dan respon terhadap krisis. Kedua, strategi mempertahankan kehidupan lembaga yang menitikberatkan pada keberlanjutan kelembagaan melalui inovasi kebijakan, peningkatan mutu SDM, dan pengelolaan sumber daya secara efektif. Ketiga, strategi yang berorientasi pada persaingan dengan menumbuhkan budaya mutu, daya saing akademik, serta keunggulan program pendidikan. Dalam menggerakkan ketiga strategi tersebut, supervisi diposisikan bukan sekadar pengawasan, melainkan instrumen pembangunan institusi. Dengan demikian, supervisi pendidikan perlu didesain secara kolaboratif, partisipatif, dan berbasis data, demi mengantarkan pendidikan Indonesia menuju era keemasan yang berdaya saing global dan berbasis nilai.
METODE PENGUMPULAN DATA KUALITATIF Winda Purnama Sari Purba; Ma’ruf Sholihin; Intan Tri Permatasari; Dilla Novita Sani
Qalam lil Mubtadiin Vol. 3 No. 2 (2025): Vol III Edisi II 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al-Bukhary Labuhanbatu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58822/qlm.v3i2.484

Abstract

Pengumpulan data kualitatif merupakan pendekatan penting dalam memahami fenomena sosial secara mendalam dan kontekstual. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi efektivitas berbagai metode pengumpulan data kualitatif, seperti wawancara, observasi, dokumentasi, dan diskusi kelompok terfokus (FGD). Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka (library research) dengan data analisis yang diambil dari buku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wawancara mampu mengungkap informasi personal dan subjektif, observasi efektif untuk memahami perilaku dalam konteks alami, dan dokumentasi memperkaya data dengan sumber tertulis, dan diskusi kelompok terfokus (FGD) membantu memperkuat kerja sama tim. Kesimpulannya, penggunaan metode pengumpulan data kualitatif yang beragam sangat penting untuk memperoleh data yang kurang valid dalam penelitian sosial.
DESAIN PENELITIAN STUDI KASUS DALAM METODOLOGI KUALITATIF Erny Wulandari; Anisa Fitri Arivia; Amanda Saragih
Qalam lil Mubtadiin Vol. 3 No. 2 (2025): Vol III Edisi II 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al-Bukhary Labuhanbatu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58822/qlm.v3i2.485

Abstract

Studi Kasus dalam Penelitian Kualitatif: Eksplorasi Mendalam Fenomena Sosial Penelitian kualitatif berfokus pada pemahaman makna di balik perilaku, pengalaman, dan interaksi sosial. Salah satu pendekatan utamanya adalah studi kasus, yaitu metode yang memungkinkan peneliti menggali secara mendalam suatu fenomena dalam konteks kehidupan nyata. Studi kasus dapat diterapkan pada individu, kelompok, lembaga, atau peristiwa tertentu, dengan tujuan memahami dinamika yang terjadi secara holistik. Pertanyaan penelitian dalam studi kasus biasanya bersifat eksploratif, seperti “Bagaimana proses adaptasi guru terhadap kurikulum baru di sekolah dasar?” Teknik pengumpulan data mencakup wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen. Analisis data dilakukan secara tematik dan terus-menerus hingga ditemukan makna yang utuh dan mendalam. Metode ini memiliki kelebihan dalam menghasilkan pemahaman kontekstual yang kaya, namun kelemahannya terletak pada keterbatasan generalisasi dan potensi subjektivitas peneliti. Oleh karena itu, studi kasus menuntut prosedur sistematis, mulai dari perumusan fokus kasus, pengumpulan data triangulatif, analisis mendalam, hingga pelaporan hasil yang transparan. Dengan desain yang tepat, studi kasus menjadi alat yang kuat dalam mengungkap realitas sosial secara menyeluruh dan bermakna.
RANCANGAN DAN LANGKAH-LANGKAH PENELITIAN KUALITATIF Anggun Septia Nurrahmah; Aulia Laila Azzahra; Muhammad Wisnu
Qalam lil Mubtadiin Vol. 3 No. 2 (2025): Vol III Edisi II 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al-Bukhary Labuhanbatu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58822/qlm.v3i2.486

Abstract

Penelitian kualitatif merupakan pendekatan yang digunakan untuk memahami fenomena sosial secara mendalam melalui perspektif subjek yang diteliti. Dalam penelitian ini, peneliti bertindak sebagai instrumen utama yang terlibat langsung di lapangan, mengamati, mewawancarai, dan mendokumentasikan data secara menyeluruh. Fleksibilitas dalam rancangan memungkinkan peneliti menyesuaikan pendekatan sesuai dengan dinamika yang terjadi selama proses penelitian. Langkah-langkah utama dalam penelitian kualitatif meliputi observasi partisipatif, wawancara mendalam, serta studi dokumentasi. Kepekaan peneliti terhadap konteks sosial dan budaya sangat penting untuk menangkap makna yang tersembunyi dalam interaksi sosial. Penelitian ini juga menekankan pentingnya sistematika, mulai dari perumusan masalah, pengumpulan data, analisis data, hingga penarikan kesimpulan. Validitas data dijaga melalui teknik triangulasi dan pengecekan keabsahan informasi. Etika penelitian menjadi perhatian utama, terutama terkait dengan persetujuan partisipan dan perlindungan identitas narasumber. Adaptabilitas peneliti dalam menghadapi perubahan situasi di lapangan juga menjadi kunci keberhasilan penelitian kualitatif. Dengan demikian, pendekatan ini sangat bermanfaat dalam menghasilkan pemahaman yang mendalam dan kontekstual terhadap realitas sosial.
PROBLEMATIKA GURU DI SEKOLAH DALAM PERSPEKTIF SUPERVISI PENDIDIKAN Alhikha Leswarie; Dilla Novita Sani; Anisa Zainun
Qalam lil Mubtadiin Vol. 3 No. 2 (2025): Vol III Edisi II 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al-Bukhary Labuhanbatu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58822/qlm.v3i2.487

Abstract

Supervisi pendidikan memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah. Namun, implementasi supervisi yang belum optimal kerap menjadi pemicu munculnya berbagai problematika di kalangan guru. Penelitian ini mengkaji secara mendalam problematika guru dalam konteks supervisi pendidikan, meliputi keterampilan mengajar yang belum memadai, rendahnya motivasi kerja, serta tingkat kepuasan kerja yang fluktuatif. Keterbatasan dalam keterampilan pedagogik dan penguasaan metodologi pembelajaran menyebabkan proses belajar tidak mencapai efektivitas maksimal. Di sisi lain, motivasi kerja guru yang rendah sering kali bersumber dari kurangnya penghargaan, beban kerja yang berlebihan, serta lemahnya dukungan moral dan profesional. Hal ini diperburuk oleh supervisi pendidikan yang cenderung bersifat administratif dan kurang menyentuh aspek pembinaan profesional guru secara holistik. Oleh karena itu, diperlukan pembaruan pendekatan supervisi yang lebih humanistik, kolaboratif, dan memberdayakan, sehingga guru tidak hanya menjadi pelaksana kurikulum, melainkan juga agen perubahan pendidikan. Kajian ini memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai pentingnya sinergi antara kompetensi guru, motivasi intrinsik, kepuasan kerja, dan pola supervisi yang transformatif untuk menciptakan ekosistem sekolah yang progresif.
CARA MENGEFEKTIFKAN SUPERVISI PENDIDIKAN DI SEKOLAH Azmi Ayu Fauziah Batubara; Intan Tri Permatasari; Asmah Naziha; Irfan Fauzi
Qalam lil Mubtadiin Vol. 3 No. 2 (2025): Vol III Edisi II 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al-Bukhary Labuhanbatu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58822/qlm.v3i2.488

Abstract

Supervisi pendidikan yang efektif merupakan elemen krusial dalam meningkatkan mutu pembelajaran dan profesionalitas pendidik di lingkungan sekolah. Penguatan manajemen dan administrasi menjadi fondasi utama dalam menciptakan sistem supervisi yang terstruktur. Selanjutnya, partisipasi aktif seluruh warga sekolah dibangun melalui peningkatan kesadaran kolektif. Efektivitas supervisi juga didorong dengan optimalisasi rapat pimpinan dan guru, serta penyediaan media seperti papan karya guru dan perpustakaan yang representatif. Forum diskusi guru dan penerbitan buletin sekolah dijadikan sarana refleksi dan berbagi praktik baik. Inovasi lain dilakukan melalui pembentukan forum penelitian guru dan pelaksanaan workshop kurikulum untuk meningkatkan kapasitas pedagogis. Studi banding tahunan dilaksanakan sebagai sarana benchmarking yang konstruktif. Melalui pendekatan ini, supervisi pendidikan tidak hanya menjadi instrumen pengawasan, tetapi juga media pembinaan, kolaborasi, dan pengembangan profesional yang berkesinambungan.
PENDEKATAN STRATEGIS DALAM PENGUMPULAN DATA KUALITATIF: STUDI TEKNIK WAWANCARA, OBSERVASI, DAN DOKUMENTASI DALAM LINGKUNGAN DAKWAH MAHASISWA Khairunnisa; Dila Puspita Sari; Tia Isnani Putri; Jhordy Lesmana
Qalam lil Mubtadiin Vol. 3 No. 2 (2025): Vol III Edisi II 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al-Bukhary Labuhanbatu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58822/qlm.v3i2.520

Abstract

Studi ini bertujuan untuk mengeksplorasi strategi pengumpulan data kualitatif yang diterapkan untuk memahami persepsi siswa terhadap praktik dakwah kontemporer, khususnya model dakwah non-formal seperti yang dipraktikkan oleh Gus Miftah. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik triangulasi melalui wawancara mendalam, observasi partisipan, dan dokumentasi. Informan terdiri dari mahasiswa Program Studi Manajemen Dakwah yang dipilih secara sengaja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi ketiga teknik ini mampu menghasilkan data yang valid, mendalam, dan kontekstual. Wawancara mendalam mengungkapkan persepsi positif siswa terhadap pendekatan dakwah yang inklusif dan komunikatif. Observasi memperkuat temuan dengan menunjukkan keterbukaan terhadap perubahan dalam bentuk dakwah di lingkungan akademis. Dokumentasi yang diberikan memberikan bukti visual dan tekstual yang mendukung validitas temuan. Studi ini juga menekankan pentingnya etika, kompetensi interpersonal peneliti, dan keterampilan reflektif dalam proses pengumpulan data. Proses keseluruhan menunjukkan bahwa pendekatan strategis terhadap pengumpulan data kualitatif dapat membentuk pemahaman yang holistik dan bermakna tentang dinamika sosial-keagamaan di lingkungan mahasiswa. Hasil penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi pada pengembangan metodologi penelitian sosial dan studi dakwah berbasis konteks.
URGENSI DALAM PERENCANAAN PENDIDIKAN DI SEKOLAH DASAR Bukhari Is
Qalam lil Mubtadiin Vol. 3 No. 2 (2025): Vol III Edisi II 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al-Bukhary Labuhanbatu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58822/qlm.v3i2.212

Abstract

Salah satu aspek terpenting dalam manajemen adalah perencanaan. Faktanya, latihan perencanaan ini berkaitan dengan kegiatan akademis. Kemungkinan keberhasilan atau kegagalan suatu kegiatan sangat ditentukan oleh strateginya. Dengan demikian, pekerjaan yang terencana adalah pekerjaan yang dilaksanakan sesuai dengan rencana. Dalam proses pendidikan, perencanaan memegang peranan penting bagi lembaga pendidikan, khususnya sekolah dasar. Untuk memberikan pengelolaan lembaga pendidikan yang lebih efektif dan efisien, perencanaan pendidikan memberikan arahan pada proses pendidikan. Perencanaan diperlukan untuk keberhasilan pelaksanaan pengajaran di sekolah dasar. Sekolah akan mengikuti rencana tersebut untuk mencapai tujuan. Hal ini menunjukkan bahwa perencanaan memberikan arah sistem untuk mencapai tujuannya karena, secara umum, sistem yang direncanakan dengan baik akan berfungsi dengan baik. Apabila perencanaan memenuhi kriteria dan mempunyai komponen-komponen yang diperlukan, maka perencanaan tersebut dianggap matang dan baik. Namun demikian, dalam praktiknya, komponen perencanaan pendidikan sebagian besar masih digunakan sebagai agen penguat atau sebagai perluasan strategi kepemimpinan, yang seringkali menghasilkan pencapaian tujuan yang kurang optimal. Salah satu penyebabnya adalah para perencana pendidikan masih kurang memahami proses dan mekanisme perencanaan dalam konteks yang lebih komprehensif. Selain itu, posisi bidang perencanaan belum merupakan key factor keberadaan suatu institusi pendidikan. Langkah-langkah perencanaan di sekolah dasar meliputi hal-hal sebagai berikut: (1) menentukan dan merumuskan tujuan yang hendak dicapai, (2) meneliti masalahmasalah atau pekerjaan-pekerjaan yang akan dilakukan, (3) mengumpulkan data-data atau informasi-informasi yang diperlukan, (4) menentukan tahapan-tahapan atau rangkaian tindakan, (5) merumuskan bagaimana masalah-masalah akan dipecahkan dan bagaimana pekerjaan-pekerjaan itu harus diselesaikan, (5) menentukan siapa yang akan melakukan dan apa yang mempengaruhi pelaksanaan dari tindakan tersebut, dan (6) menentukan cara bagaimana mengadakan perubahan dalam penyusunan rencana