cover
Contact Name
Budirman
Contact Email
mediapengmas@poltekkes-mks.ac.id
Phone
+6281342567647
Journal Mail Official
mediapengmas@poltekkes-mks.ac.id
Editorial Address
Jl. Wijaya Kusuma Raya No. 46 Banta-Bantaeng, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Media Implementasi Riset Kesehatan
ISSN : -     EISSN : 27227480     DOI : https://doi.org/10.32382/mirk.v5i2
Jurnal Media Implementasi Riset Kesehatan adalah jurnal ilmiah yang dipublikasioleh Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Makassar. Jurnal Media Implementasi Riset Kesehatan merupakan Jurnal Nasional yang diterbitkan dalam Bahasa Indonesia. Jurnal Media Implementasi Riset Kesehatan fokus pada hasil-hasil pengabdian masyarakat dalam lingkup ilmu kesehatan mencakup ilmu keperawatan, kebidanan, kesehatan lingkungan, ilmu farmasi, analis kesehatan atau laboratorium medis, ilmu gizi, fisioterapi, kesehatan gigi, ilmu kesehatan masyarakat dan ilmu kesehatan lainnya.
Articles 73 Documents
Skrining Hemoglobin, Edukasi Anemia, Dan Suplementasi Tablet Tambah Darah Pada Santriwati Pesantren Umi Kalsum, Makassar Adriyani Adam; Vicky Milenia Ramadhina Putri; Azrida M; Naomi Malaha; Griennasty Clawdya Siahaya; Nur Akifa Sartika Putri; Halida Thamrin; Rezky Putri Indarwati Abdullah; Irma Fajriah; ⁠Lina Yunita; Andi Pramesti Ningsih; Indah Sari Purna; Nur Partiwi; Waode Azfari Azis; Sufina Pinto; Adelina Pinto; Yessy Kurniati
Media Implementasi Riset Kesehatan Vol 7 No 1 (2026): Media Implementasi Riset Kesehatan (Juni)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mirk.v7i1.2194

Abstract

ingkungan pesantren yang memiliki keterbatasan akses terhadap pangan bergizi dan informasi kesehatan. Kondisi ini berpotensi menurunkan konsentrasi belajar, daya tahan tubuh, serta berdampak jangka panjang terhadap kesehatan reproduksi. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan santriwati tentang pencegahan anemia melalui intervensi edukasi kesehatan. Metode yang digunakan adalah kegiatan pengabdian masyarakat dengan pendekatan pre-test dan post-test. Kegiatan dilaksanakan di Pesantren UMI Kalsum, Kota Makassar, pada tanggal 7 Maret 2026 dengan sasaran santriwati penghafal Al-Qur’an. Intervensi meliputi skrining kadar hemoglobin (Hb), pemberian edukasi tentang anemia, serta pembagian Tablet Tambah Darah (TTD). Evaluasi dilakukan dengan mengukur tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah edukasi menggunakan kuesioner terstruktur. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebelum edukasi, sebanyak 71,4% santriwati memiliki pengetahuan dalam kategori baik, dan 14,3% dalam kategori kurang. Setelah edukasi, terjadi peningkatan pengetahuan kategori baik menjadi 85,7% dan tidak ditemukan lagi kategori pengetahuan kurang. Temuan ini menunjukkan bahwa edukasi kesehatan efektif dalam meningkatkan pemahaman santriwati mengenai anemia. Selain itu, skrining Hb mengidentifikasi adanya santriwati yang berisiko anemia, sehingga diperlukan tindak lanjut intervensi yang lebih komprehensif.Kesimpulan dari kegiatan ini adalah edukasi kesehatan merupakan strategi efektif dalam meningkatkan pengetahuan sebagai langkah awal pencegahan anemia. Namun, diperlukan upaya berkelanjutan melalui monitoring konsumsi TTD, perbaikan pola makan, serta pendekatan berbasis komunitas untuk memastikan perubahan perilaku yang berkelanjutan.
Penyuluhan Kesehatan Tentang Leptospirosis Pada Siswa Kelas XII SMAN 16 Makassar Sulasmi Sulasmi; Hamsir Ahmad; Nur Salsabila Majid
Media Implementasi Riset Kesehatan Vol 7 No 1 (2026): Media Implementasi Riset Kesehatan (Juni)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mirk.v7i1.2223

Abstract

Leptospirosis merupakan penyakit menular yang prevalensinya meningkat pada musim hujan dan menjadi masalah kesehatan masyarakat di Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Kegiatan penyuluhan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan pemahaman mengenai leptospirosis pada siswa/i kelas XII UPT SMA Negeri 16 Makassar. Penyuluhan dilaksanakan pada 21 Oktober 2025 dengan melibatkan 32 peserta. Metode pelaksanaannya meliputi pemaparan materi interaktif, penyampaian video edukatif, simulasi gejala awal penyakit, dan sesi tanya jawab. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test. Hasilnya menunjukkan peningkatan signifikan pengetahuan peserta: sebelum penyuluhan, hanya 57% peserta memahami tentang leptospirosis dan 43% tentang pencegahannya. Setelah penyuluhan, pengetahuan peserta meningkat menjadi 81% untuk pengenalan penyakit dan 91% untuk pencegahan. Kegiatan ini efektif membangkitkan kesadaran remaja akan pentingnya kewaspadaan terhadap leptospirosis serta mendorong perilaku hidup bersih untuk mencegah penularan penyakit di musim hujan
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Implementasi Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Di Pulau Kodingareng Muh.Ikbal Arif; Budirman Budirman; Analta Abdullah Latief
Media Implementasi Riset Kesehatan Vol 7 No 1 (2026): Media Implementasi Riset Kesehatan (Juni)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mirk.v7i1.2332

Abstract

Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) merupakan pendekatan pemberdayaan masyarakat yang bertujuan meningkatkan perilaku higiene dan sanitasi melalui penerapan lima pilar STBM. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan partisipasi masyarakat dalam penerapan perilaku hidup bersih dan sehat di Pulau Kodingareng, Kota Makassar. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 18–20 November 2024 melalui tahapan advokasi, pemicuan, monitoring, dan evaluasi. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melalui pemicuan STBM yang melibatkan masyarakat dalam identifikasi permasalahan sanitasi lingkungan, diskusi kelompok, observasi lapangan, serta penyusunan komitmen bersama. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebelum pelaksanaan pemicuan sebagian masyarakat masih memiliki pemahaman yang terbatas mengenai konsep STBM dan penerapan lima pilar STBM. Setelah kegiatan berlangsung, masyarakat menunjukkan respons yang positif serta peningkatan pemahaman mengenai pentingnya penerapan Stop Buang Air Besar Sembarangan (SBS), Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS), Pengolahan Air Minum dan Makanan Rumah Tangga (PAMM-RT), Pengelolaan Sampah Rumah Tangga (PSRT), dan Pengelolaan Limbah Cair Rumah Tangga (PLCRT). Kegiatan ini juga berhasil meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai hubungan antara sanitasi lingkungan dan kesehatan serta mendorong terbentuknya komitmen untuk menerapkan perilaku sanitasi yang lebih baik. Dengan demikian, pemicuan STBM dapat menjadi salah satu strategi pemberdayaan masyarakat dalam mendukung perbaikan perilaku sanitasi dan kesehatan lingkungan secara berkelanjutan.