cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Kimia
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Jurnal Pendidikan Kimia (JPK) ISSN 2337-9995 merupakan jurnal resmi yang dikelola dan diterbitkan secara online oleh Program Studi Pendidikan Kimia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sebelas Maret Surakarta. Jurnal ini terbit 4 kali dalam setahun, berisi artikel-artikel ilmiah dari hasil penelitian dan pembelajaran kimia mahasiswa.
Arjuna Subject : -
Articles 17 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 4 (2014)" : 17 Documents clear
UPAYA PENINGKATAN KREATIVITAS DAN PRESTASI BELAJAR MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM SOLVING DISERTAI HIERARKI KONSEP PADA MATERI HIDROLISIS GARAM SISWA KELAS XI SEMESTER GENAP SMA NEGERI 1 NGEMPLAK TAHUN PELAJARAN 2013/2014 Damayanti, Dhika Rizqi; Saputro, Agung Nugroho Catur; Yamtinah, Sri
Jurnal Pendidikan Kimia Vol 3, No 4 (2014)
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.742 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas dan prestasi belajar siswa pada materi hidrolisis garam bagi siswa kelas XI semester genap SMAN 1 Ngemplak tahun pelajaran 2013/2014 melalui penerapan model pembelajaran Problem Solving disertai hierarki konsep. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, dengan tiap siklus terdiri dari perencanaan,pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI IPA 3 SMAN 1 Ngemplak tahun pelajaran 2013/2014. Sumber data berasal dariguru dan siswa. Teknik pengumpulan data adalah dengan observasi, wawancara, tes, dan angket, selanjutnya dianalisis menggunakan deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Problem Solving disertai hierarki konsep dapat meningkatkan kreativitas dan prestasi belajar siswa pada materi hidrolisis garam. Pada siklus I, presentase kreativitas tinggi siswa adalah 48,00% dan meningkat menjadi 76,00% pada siklus II. Peningkatan prestasi belajar dapat dilihat dari aspek kognitif dan aspek afektif. Pada aspek kognitif, ketuntasan belajar siswa 68,00% pada siklus I meningkat menjadi 80,00% pada siklus II dan aspek afektif menunjukkan bahwa terjadi peningkatan presentase dari 74,49% pada siklus I meningkat menjadi 79,40% pada siklus II.Kata Kunci: Problem Solving, Hierarki Konsep. Kreativitas Siswa, Hidrolisis Garam 
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TALKING STICK DAN TEAMS GAMES TOURNAMENTS(TGT) DITINJAU DARI KEMAMPUAN MATEMATIK PADA MATERI POKOK HIDROLISIS GARAM TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS XI SMA N KEBAKKRAMAT TAHUN PELAJARAN 2013/2014 Purwaningsih, Agustin; Saputro, Sulistyo; Dwi Ariani, Sri Retno
Jurnal Pendidikan Kimia Vol 3, No 4 (2014)
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (416.535 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe TGT dan Talking Stick terhadap prestasi belajar siswa pada materi pokok Hirolisis Garam, (2) pengaruh kemampuan matematik terhadap prestasi belajar siswa pada materi pokok Hidrolisis Garam, dan (3) interaksi antara model pembelajaran kooperatif tipe TGT dan Talking Stick dengan tinggi rendahnya kemampuan matematik siswa terhadap prestasi belajar siswa pada materi pokok Hidrolisis Garam. Penelitian ini menggunakan metode kuasi eksperimen dengan rancangan penelitian desain faktorial 2 x 2. Sampel terdiri dari 2 kelas, yaitu kelas eksperimen 1 dan kelas eksperimen 2. Sumber data penelitian berupa data tes dan data angket. Teknik analisis data untuk pengujian hipotesis digunakan uji ANAVA dua jalan sel tak sama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Talking Stick dan TGT pada materi pokok Hidrolisis Garam terhadap prestasi belajar kognitif siswa dan tidak ada pengaruh pada prestasi belajar afektif siswa, (2) tidak terdapat pengaruh kemampuan matematik tinggi dan rendah terhadap prestasi belajar kognitif dan afektif siswa pada materi pokok Hidrolisis Garam, dan (3) tidak terdapat interaksi antara model pembelajaran kooperatif tipe Talking Stick dan TGT dengan kemampuan matematik tinggi dan rendah terhadap prestasi belajar kognitif dan afektif siswa pada materi pokok Hidrolisis Garam.Kata Kunci: TGT, Talking Stick, Kemampuan Matematik, Hidrolisis Garam.
PENGARUH PEMBELAJARAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING DAN INQUIRY TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA DITINJAU DARI KREATIVITAS VERBAL PADA MATERI HUKUM DASAR KIMIA KELAS X SMAN 1 BOYOLALI TAHUN PELAJARAN 2013/2014 Magdalena, Octaviany; Mulyani, Sri; Van Hayus, Elfi Susanti
Jurnal Pendidikan Kimia Vol 3, No 4 (2014)
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.682 KB)

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan model pembelajaran Problem Based Learning dan Inquiry terhadap prestasi belajar siswa pada materi Hukum Dasar Kimia siswa kelas X SMA Negeri 1 Boyolali semester genap tahun pelajaran 2013/2014, pengaruh kreativitas verbal terhadap prestasi belajar siswa pada materi pokok Hukum Dasar Kimia, interaksi antara penggunaan model pembelajaran berbasis masalah dan inkuiri dengan kreativitas verbal terhadap prestasi belajar siswa pada materi pokok Hukum Dasar Kimia. Penelitian ini menggunakan desain faktorial 2x2, sampel terdiri dari 2 kelas. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik tes untuk prestasi belajar pengetahuan dan kreativitas verbal, dan teknik non tes yaitu metode angket dan lembar observasi untuk prestasi belajar sikap dan prestasi belajar keterampilan. Analisis data menggunakan Analisis Variansi Dua Jalan dengan Sel Tak Sama. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan: (1) Tidak ada pengaruh penggunaan model pembelajaran Problem Based Learning dan Inquiry terhadap prestasi belajar siswa pada materi pokok Hukum Dasar Kimia (2) Tidak ada pengaruh kreativitas verbal terhadap prestasi belajar siswa pada materi pokok Hukum Dasar Kimia. (3) Tidak ada interaksi antara model pembelajaran berbasis masalah dan inkuiri dengan kreativitas verbal terhadap prestasi belajar siswa pada materi pokok Hukum Dasar Kimia.Kata Kunci: Problem Based Learning, Inquiry, Kreativitas Verbal, Hukum Dasar Kimia
IMPLEMENTASI LEARNING CYCLE 5E DILENGKAPI WORKSHEET UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS DAN PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATERI POKOK HIDROLISIS GARAM KELAS XI IPA 1 SEMESTER GENAP SMA NEGERI 3 BOYOLALI TAHUN PELAJARAN 2013/2014 Sulistyowati, Tri; Utomo, Suryadi Budi; Yamtinah, Sri
Jurnal Pendidikan Kimia Vol 3, No 4 (2014)
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (135.283 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas dan prestasi belajar siswa pada materi hidrolisis garam kelas XI IPA 1 SMA Negeri 3 Boyolali dengan penerapan model Learning Cycle 5E dilengkapi worksheet. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, dengan tiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA 1 SMA N 3 Boyolali tahun pelajaran 2013/2014. Sumber data berasal dari guru, siswa dan observer. Teknik pengumpulan data adalah dengan observasi, wawancara, tes dan angket, selanjutnya data dianalisis secara deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan model Learning Cycle 5E dilengkapi worksheetdapat meningkatkan kreativitas dan prestasi belajar siswa pada materi pokok hidrolisis garam. Pada siklus I, persentase kreativitas tinggi siswa adalah 50,00% dan meningkat menjadi 86,11% pada siklus II. Peningkatan prestasi belajar dapat dilihat dari aspek kognitif dan aspek afektif. Pada aspek kognitif, ketuntasan belajar siswa 66,67% pada siklus I meningkat menjadi 88,89% pada siklus II dan aspek afektif menunjukkan bahwa terdapat peningkatan persentase dari 47,22% pada siklus I menjadi 80,50% pada siklus II.
EFEKTIVITAS PEMBERIAN PROBLEM POSING PADA MODEL PEMBELAJARAN TGT (TEAMS GAMES TOURNAMENTS) TERHADAP HASIL BELAJAR KIMIA PADA MATERI POKOK KELARUTAN DAN HASIL KALI KELARUTAN KELAS XI SEMESTER 2 SMA NEGERI 4 SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2013/2014 Sugiharto, Sugiharto; Saputro, Sulistyo; Mukaromah, Mukaromah
Jurnal Pendidikan Kimia Vol 3, No 4 (2014)
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (456.972 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) efektivitas model pembelajaran kooperatif  TGT terhadap hasil belajar siswa pada materi Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan, (2) efektivitas model pembelajaran kooperatif  TGT dilengkapi Problem Posing terhadap hasil belajar siswa pada materi Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan, dan (3) efektivitas model pembelajaran kooperatif TGT dilengkapi Problem Posing dan model pembelajaran TGT terhadap hasil belajar siswa pada materi Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain ?Randomized Control Group Postest Only Design?. Sampel terdiri dari 3 kelas, yaitu kelas eksperimen  I, eksperimen II dan kontrol. Sumber data dalam penelitian ini adalah berupa data tes dan data angket. Teknik analisis data untuk pengujian hipotesis digunakan uji anava satu jalan dengan sel tak sama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Penggunaan model pembelajaran TGT lebih efektif dibanding metode diskusi informatif terhadap hasil belajar siswa pada materi Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan. (2) Penggunaan model pembelajaran TGT dilengkapi Problem Posing lebih efektif dibanding metode diskusi informatif terhadap hasil belajar siswa pada materi Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan. (3) Penggunaan model pembelajaran TGT dilengkapi Problem Posing lebih efektif dibanding model pembelajaran TGT terhadap hasil belajar siswa pada materi Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan.Kata Kunci: TGT, Problem Posing, hasil belajar, kelarutan dan hasil kali kelarutan.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM SOLVING BERBANTUAN ANIMASI FLASH UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR DAN KEMAMPUAN ANALISIS MATERI POKOK HIDROKARBON SISWA KELAS X-1 SEMESTER GENAP SMA NEGERI KEBAKKRAMAT KARANGANYAR TAHUN PELAJARAN 2013/2014 Sukmawati, Patria; Utami, Budi; Mulyani, Bakti
Jurnal Pendidikan Kimia Vol 3, No 4 (2014)
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (450.734 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan: 1) meningkatkan prestasi belajar siswa pada materi hidrokarbon menggunakan penerapan model pembelajaran problem solving berbantuan animasi flash, 2) meningkatkan kemampuan analisis siswa pada materi hidrokarbon menggunakan penerapan model pembelajaran problem solving berbantuan animasi flash. Metode penelitian yang dilaksanakan adalah Penelitian Tindakan Kelas yang terdiri dari dua siklus. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X-1 SMA Negeri Kebakkramat Karanganyar tahun pelajaran 2013/2014. Sumber data berasal dari guru dan siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik tes dan non tes. Analisis data merupakan teknik analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Penerapan model pembelajaran Problem Solving berbantuan animasi flash dapat meningkatkan prestasi belajar siswa pada materi hidrokarbon. Dalam penelitian ini prestasi belajar mencakup dua aspek yaitu kognitif dan afektif. Persentase prestasi belajar kognitif pada siklus I sebesar 36,11 % meningkat menjadi 77,78 % pada siklus II. Persentase prestasi belajar afektif pada siklus I adalah 83,42 % dan pada siklus II adalah 83,44 %, 2) Penerapan model pembelajaran problem solving berbantuan animasi flash dapat meningkatkan kemampuan analisis siswa dalam materi hidrokarbon. Pada siklus I persentase kemampuan analisis tinggi siswa adalah 41,67 % meningkat menjadi 75 % pada siklus II.Kata Kunci: penelitian tindakan kelas, problem solving, kemampuan analisis, hidrokarbon, animasi flash
PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN TUTOR TEMAN SEBAYA DILENGKAPI DENGAN MEDIA INTERAKTIF FLASH UNTUK MENINGKATKAN MINAT DAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS XI IPA 1 SMA NEGERI 1 SUKOHARJO TAHUN PELAJARAN 2013/2014 PADA MATERI LARUTAN PENYANGGA Sanubari, Fajar; Yamtinah, Sri; Redjeki, Tri
Jurnal Pendidikan Kimia Vol 3, No 4 (2014)
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.821 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan minat dan prestasi belajar siswa kelas XI IPA 1 SMA Negeri 1 Sukoharjo melalui metode pembelajaran tutor teman sebaya dilengkapi media interaktif flash pada pokok bahasan larutan penyangga. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Pada setiap siklus terdapat tahap persiapan, dilanjutkan tahap pelaksanaan yang terdiri dari perencanaan, tindakan, observasi, evaluasi, dan refleksi. Data penelitian diperoleh melalui wawancara, observasi, tes, angket dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode pembelajaran tutor teman sebaya (peer tutoring) yang dilengkapi dengan media interaktif flash dapat meningkatkan minat dan prestasi belajar siswa pada materi pokok larutan penyangga. Pada siklus I minat belajar siswa yang dihitung dari rata-rata observasi dan hasil angket adalah 77,94%. Pada siklus II minat belajar siswa yang dihitung dari rata-rata observasi dan hasil angket adalah 85,63%. Hasil penilaian prestasi belajar aspek kognitif dan aspek afektif juga mengalami kenaikan dari siklus I menuju siklus II. Pada siklus I ketuntasan belajar kognitif siswa sebesar 68,75%, sedangkan pada siklus II ketuntasan yang dicapai adalah 90,63%. Dari aspek afektif, jumlah persentase siswa yang masuk dalam kategori sangat baik dan baik sebanyak 78,13% pada siklus I dan meningkat menjadi 84,37% pada siklus II.Kata kunci: tutor teman sebaya, media interaktif flash,  minat belajar, prestasi belajar, larutan penyangga 

Page 2 of 2 | Total Record : 17