cover
Contact Name
Ira Puspita Dewi
Contact Email
irapuspitadewi@ulm.ac.id
Phone
+6282250285465
Journal Mail Official
mcsi.jurnal@ulm.ac.id
Editorial Address
https://ppjp.ulm.ac.id/journals/index.php/mcs/about/contact
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
MCSIJ (Marine, Coastal and Small Islands Journal) : Jurnal Tugas Akhir Mahasiswa Ilmu Kelautan
ISSN : -     EISSN : 25990454     DOI : http://dx.doi.org/10.20527
Marine, Coastal and Small Islands Journal adalah jurnal yang berisikan hasil-hasil penelitian mahasiswa kelautan tentang wilayah, ekosistem pantai dan lautan: oseanografi, bio-ekologi pesisir dan laut, instrumentasi dan akustik kelautan, remote sensing dan SIG kelautan.
Articles 114 Documents
ANALISIS TINGKAT AKURASI CITRA SENTINEL-2 PADA PEMETAAN KEDALAMAN LAUT DANGKAL (STUDI KASUS : PERAIRAN SEKAPUNG PULAU SEBUKU BAGIAN SELATAN KABUPATEN KOTABARU) Lailani, Lailani; Baharuddin, Baharuddin; Dewi, Ira Puspita
Marine Coastal and Small Islands Journal - Jurnal ilmiah Ilmu Kelautan Vol 9, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/mcs.v9i1.15082

Abstract

Kebutuhan informasi mengenai batimetri sangat diperlukan oleh aktivitas yang berada di wilayah dekat dengan pantai. Pada umumnya pengukuran kedalaman dilakukan dengan survei lapangan, namun hal tersebut tidak dapat menjangkau area perairan dangkal, membutuhkan biaya tinggi dan waktu yang lama. Data kedalaman perairan dangkal di Perairan Sekapung cukup penting karena dapat dimanfaatkan untuk perencanaan pemanfaatan zona perairan dangkal. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis data kedalaman berdasarkan citra satelit dengan menggunakan data hasil pengukuran kedalaman insitu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini dengan menggunakan metode perbandingan ratio dari Stumpf untuk mendapatkan kedalaman perairan dari citra Satelit Sentinel-2A. Data kedalaman yang diperkirakan dari satelit ini kemudian divalidasi dengan data pengukuran in situ yang dikumpulkan pada bulan April 2024 dengan menggunakan tiga saluran multispektral (saluran merah, saluran hijau, dan saluran biru). Hasil penelitian menunjukan pengolahan citra satelit Sentinel-2A dapat digunakan untuk pemetaan perairan dangkal dengan persamaan y = 0,858 x – 1,032 dan R2 sebesar 0,867 dari ketiga hasil grafik regresi dan RMSE 2,32. Persamaan yang dibangun menggunakan rasio band 2 dengan band 3. Hasil penelitian menunjukan area kajian didominasi oleh perairan dangkal dengan kisaran kedalaman absolut sebesar 5 – 12 meter.
Analisis Tingkat Regenerasi Ekosistem Mangrove di Muara Sungai Desa Pagatan Besar Nursalam, Nursalam; Dewi, Ira Puspita; Hamdani, Hamdani
Marine Coastal and Small Islands Journal - Jurnal ilmiah Ilmu Kelautan Vol 9, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/mcs.v9i2.18402

Abstract

Tingkat regenerasi mengacu pada kemampuan ekosistem mangrove untuk memperbaharui diri, yang diukur melalui keberadaan dan jumlah individu mangrove pada berbagai fase pertumbuhan, yaitu semai, anakan, dan pohon. Tingkat regenerasi yang baik menandakan bahwa ekosistem mangrove mampu mempertahankan kelestariannya secara alami melalui pertumbuhan dan perkembangan individu-individu baru. Desa Pagatan Besar memiliki kawasan mangrove yang cukup baik terutama di sekitar muara sungainya, namun belum diketahui regenerasi alami ekosistem ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis dan jumlah mangrove berdasarkan tingkat pertumbuhan, struktur vegetasi, serta tingkat regenerasi mangrove. Penelitian dilakukan pada April hingga Oktober 2025 dengan metode purposive random sampling dan plot garis transek di empat titik stasiun sepanjang aliran sungai. Variabel yang dianalisis meliputi kerapatan, frekuensi, dominasi, dan indeks nilai penting (INP), serta tingkat regenerasi berdasarkan klasifikasi Shankar (2001). Hasil penelitian ditemukan 5 spesies mangrove yaitu Avicennia officinalis, Avicennia marina, Avicennia alba, Bruguiera sexangula, dan Rhizophora apiculata. Tingkat kerapatan dan frekuensi vegetasi yang berbeda-beda di setiap stasiun mengindikasikan bahwa distribusi dan pertumbuhan mangrove tidak merata. Dominasi Avicennia marina menggambarkan kemampuannya beradaptasi terhadap kondisi lingkungan yang mendukung keberhasilan regenerasi alami. Status tingkat regenerasi mangrove di Desa Pagatan Besar tergolong baik, karena ditemukan adanya kelimpahan individu pada tingkat semai dan anakan yang cukup untuk mendukung kelangsungan populasi mangrove di masa mendatang.
Sebaran Spasial Parameter Kualitas Perairan di Kawasan Wisata Bahari Teluk Tamiang, Kalimantan Selatan Madaini Siswoyo; Ira Puspita Dewi; Nursalam Nursalam; Hamdani Hamdani
Marine Coastal and Small Islands Journal - Jurnal ilmiah Ilmu Kelautan Vol 9, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/mcs.v9i2.20741

Abstract

Perairan Teluk Tamiang yang terletak di Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, merupakan wilayah pesisir yang memiliki potensi tinggi untuk pengembangan wisata bahari. Meningkatnya berbagai aktivitas manusia, seperti kegiatan pariwisata, perikanan, permukiman di kawasan pesisir, serta lalu lintas transportasi laut, berpotensi memberikan tekanan terhadap kondisi kualitas perairan. Pengambilan sampel air dilakukan dengan metode purposive sampling pada sejumlah titik pengamatan yang dianggap mampu merepresentasikan kondisi perairan. Parameter yang dianalisis meliputi suhu, kecerahan, salinitas, pH, oksigen terlarut (DO), nitrat, fosfat, amoniak, serta kandungan logam berat tembaga (Cu), timbal (Pb), dan seng (Zn). Analisis spasial dilakukan menggunakan perangkat lunak Surfer 16 dan ArcGIS 10.8. Nilai logam berat tembaga (Cu) pada seluruh lokasi pengamatan telah melebihi ambang batas baku mutu yang ditetapkan, sehingga mengindikasikan terjadinya pencemaran logam berat. Perbedaan pola sebaran spasial kualitas perairan dipengaruhi oleh masukan dari wilayah daratan serta tingkat intensitas aktivitas manusia di sekitar kawasan pesisir. penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam upaya pengelolaan dan pengendalian kualitas perairan secara berkelanjutan di kawasan wisata bahari Teluk Tamiang.
Seagrass Ecological Quality Index of Seagrass Meadows in Tanjung Sungkai Village, Kotabaru, South Kalimantan, Indonesia Aprizal Junaidi; Gatot Yulianto; Niken Tunjung Murti Pratiwi; Novi Susetyo Adi
Marine Coastal and Small Islands Journal - Jurnal ilmiah Ilmu Kelautan Vol 9, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/mcs.v9i2.19342

Abstract

Seagrass meadows are important coastal ecosystems that provide habitat for marine organisms, stabilize sediments, protect shorelines, and storage carbon. However, increasing anthropogenic pressures may degrade seagrass ecosystems and reduce their ecological functions, highlighting the need for ecosystem health assessments to support management and conservation efforts. This study aimed to assess the health status of the seagrass ecosystem in Tanjung Sungkai Village, Kotabaru Regency, South Kalimantan, Indonesia, using the Seagrass Ecological Quality Index  (SEQI). Field observations were conducted from May to June 2025 using the Seagrass-Watch method along six 100-m transects. The assessment incorporated five parameters: seagrass species richness, seagrass cover, macroalgal cover, epiphyte cover, and water transparency. The results revealed that the seagrass meadow consisted of four species, namely Halophila ovalis, Syringodium isoetifolium, Thalassia hemprichii, and Enhalus acoroides, with H. ovalis dominating 59% of the total seagrass cover. Mean seagrass cover was 33.05 ± 23.80%, while macroalgal and epiphyte cover averaged 6.16 ± 5.29% and 1.23 ± 1.37%, respectively. Water transparency was classified as clear across all transects. The calculated SEHI value was 0.740, indicating a good ecosystem health status and exceeding the Indonesian national average of 0.66. Despite moderate seagrass cover and lower species richness compared to previous studies, the low abundance of macroalgae and epiphytes, together with high water transparency, suggest that habitat quality remains favorable for maintaining seagrass ecosystem structure and function. These findings demonstrate that seagrass ecosystem health is influenced not only by vegetation cover but also by overall habitat quality.

Page 12 of 12 | Total Record : 114