cover
Contact Name
Imron Fauzi
Contact Email
fauzi220587@gmail.com
Phone
+6285258255855
Journal Mail Official
imronfauzi@uinkhas.ac.id
Editorial Address
Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Kiai Haji Achmad Siddiq University, Jember, East Java, Indonesia Jl. Mataram No. 1 Kelurahan Mangli, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam
ISSN : 27231100     EISSN : 27230708     DOI : 10.35719/adabiyah.v6i1
Core Subject : Religion, Education,
AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam is a peer-reviewed journal on Islamic education published by Faculty of Education and Teacher Training, Islamic State University of Kiai Haji Achmad Siddiq Jember. This journal focuses on advancing the science of Islamic Education through high-quality scholarly works that explore various dimensions, including studies on Pesantren and Madrasah education, curriculum development, pedagogy, and the integration of science and technology. It emphasizes research on the philosophy and theory of Islamic education, policy and governance, deradicalization efforts, gender issues, and comparative studies. Additionally, it addresses the role of Islamic education in fostering social and cultural transformation, alongside biographical studies of influential figures, with a commitment to contributing to global and interdisciplinary discourse.
Articles 122 Documents
Upaya Pimpinan Komisariat Perguruan Tinggi IPNU IPPNU dalam Pencegahan Radikalisme di Kampus Novi Afri Riati; Imron Fauzi
AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 2 No. 1 (2021): AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Published by the Islamic Religious Education Study Program Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Kiai Haji Achmad Siddiq University, Jember, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/adabiyah.v2i1.29

Abstract

Radikalisme adalah suatu aliran yang mempunyai keinginan perubahan pembaharuan sosial dan politik dengan cara kekerasan. seperti anarkisme, dalam kondisi ini masih dalam tahap pemikiran, inilah yang dikhawatirkan jika radikalisme menyebar di kampus Untuk mengantisipasi PKPT IPNU IPPNU organisasi di kampus IAIN Jember berupaya membentengi faham radikalisme. Untuk menanamkan nilai-nilai ke-Aswaja-an agar pemikiran mahasiswa tidak mudah terpengaruh oleh kaum radikalis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian studi kasus, teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan wawancara, observasi dan dokumenter, sedangkan analisis data yang digunakan adalah kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data yang digunakan adalah adalah triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Penelitian ini memperoleh kesimpulan 1) indentifikasi radikalisme antara lain orang yang menganggap dirinya paling baik dan benar sendiri, menegakkan khilafah Islamiyah, berfikir tekstual, tidak menghargai perbedaan, tidak memandang keberagamaan, menolak moderasi agama, anti NKRI dan Pancasila.  2) Bentuk kegiatan PKPT IPNU IPPNU IAIN Jember dalam pecegahan radikalisme MAKESTA, (masa kesetiaan anggota) LAKMUD (latihan kader muda) Sholawatan, peringatan hari besar seperti Isra’Mi’roj, ziarah ke makam para wali. setiap malam jum’at Tahlilan, tiba’an, kajian mengenai kitab Arbain Nawawi, Ke-NUan, membahas isu-isu yang telah viral. 3) Faktor pendukung Internal kerja sama saling komunikasi pembina mengarahkan pengurus. Faktor penghambat internal, kurang saling komunikasi pengurus, anggota, pembiayaan sangat minim. Faktor pendukung Eksternal, bascampe, gedung, kelas, serambi Masjid. media sebagai sarana dakwah Faktor penghambatnya Eksternal tidak dapat pinjaman gedung. Kata kunci : Radikalisme, IPNU IPPNU, Aswaja.   ABSTRACT Radicalism is a flow that has a desire to change social and political renewal in a violent way. Like anarchism, in this condition is still in the stage of thought, that way it feared if radicalism spreads on campus to anticipate PKPT IPNU IPPNU organization on campus IAIN Jember seeks to fortify the understand radicalism. To embed the values of the Aswaja so that students ' thinking is not easily affected by the radicalists. The study uses a qualitative approach, the type of research used is case study research, the data collection techniques in this study using interviews, observations and documentaries, while the data analysis used is data condensation, data presentation, and withdrawal conclusions. The validity of the data used is the source triangulation and the triangulation technique. The study obtained the conclusion 1) the identification of radicalism indicators among others who consider themselves best and true themselves, uphold Islamiyah Caliphate, think textual, do not appreciate the distinction, not to view its efficacy, reject religious moderation, anti NKRI and Pancasila.  2) The activity of PKPT IPNU IPPNU IAIN Jember in MAKESTA Pecegahan radicalism, (Member loyalty period) LAKMUD (training of young cadres) shovisit, a memorial Day such as Isra'mi ' Roj, a pilgrimage to the tomb of the Guardians. Every Friday night Tahlilan, Tiba'an, study of the book Arbain Nawawi, Ke-NUan, discusses issues that have been viral. 3) Internal supporting factor of mutual communication of the coach directs the caretaker. Internal inhibiting factor, less communication between admins, members, financing is minimal. External supporting factors, Bascampe, building, class, porch of the mosque. Media as a means of propagation factor external is unable to loan the building.
Peran Budaya Literasi dalam Pembentukan Karakter Religius Anak di Kampoeng Batja Patrang Jember Maulidiyah, Iqlimah; Sarwan
AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 1 No. 2 (2020): AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Published by the Islamic Religious Education Study Program Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Kiai Haji Achmad Siddiq University, Jember, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/adabiyah.v1i2.30

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan peran budaya literasi dalam pembentukan karakter religius anak di Kampoeng Batja Patrang Jember. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis fenomenologi. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis datanya menggunakan analisis interaktuf model Miles, Huberman dan Saldana yaitu pengumpulan data, kondensai data, penyajian data, penarikan kesimpulan/verifikasi. Untuk menguji keabsahan data yang diperoleh, peneliti menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian ini adalah (1) Karakter membaca yang terbentuk melaui budaya literasi yang telah diterapkan di Kampoeng Batjaadalah karakter membaca reseptif, reflektif, skimming dan scanning (2) Budaya literasi di Kampoeng Batjadapat membentuk karakter menulis cerita, menulis ayat-ayat Al-quran, menulis kaligrafi, menulis sinopsis, menulis pantun, kegiatan tersebut dilaksanakan dengan bernuansa keagamaan (3) Karakter berbicara yang terbentuk melaui budaya literasi yang telah diterapkan di Kampoeng Batjaadalah karakter berbicara di depan publik dan berbicara interpersonal.  Kata Kunci: budaya literasi, karakter religius The purpose of this study is to describe the role of literacy culture in the creation of the child's religious character in kampoeng batja patrang jember. The study uses a descriptive qualitative approach with a type of phenomenon. Data collection in this study uses observation techniques, interviews and documentation. The data analysis uses miles's and huberman and saldana analysis for data collection, data condenser, data presentation, deduction/verification. To test the validity of the acquired data, researchers used source triangulation and technical triangulation. The study is (1) the character reading through the literated cultures already applied in kampoeng batjais the character of prescriptive, reflective, skimming and scanning (2) of the literated cultures in the kampoeng batjadat forming the character of storywriting, writing of the quran, writing calligraphy, writing synopsis, poetry, The activity was carried out in a religious (3) speaking character through literacy cultures already adopted in kampoeng batjais a public speaking and interpersonal speech.
Perbandingan Konsep Tujuan Pendidikan Ikhwan Al-Safa dengan Pendidikan Islam di Indonesia Masa Pergerakan Zahira Irhamni Arrovia; Yuliati
AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 2 No. 1 (2021): AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Published by the Islamic Religious Education Study Program Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Kiai Haji Achmad Siddiq University, Jember, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/adabiyah.v2i1.40

Abstract

Ikhwan Al-Safa merupakan organisasi yang menekuni bidang kajian filsafat pendidikan, khususnya dalam pendidikan Islam. Adapun salah satu hasil pemikirannya terhadap tujuan pendidikan adalah moral dan dilandaskan pada aliran filsafat religius-rasional. Pendidikan Islam tidak hanya berkembang di wilayah yang berbasis agama Islam, melainkan juga terdapat di beberapa negara seperti Indonesia. Pendidikan Islam di Indonesia mulai mengalami pembaruan pada masa pergerakan atau abad ke-20 Masehi. Banyak organisasi Islam yang memberikan perhatiannya terhadap kondisi pendidikan Islam di Indonesia, seperti Adabiyah school, Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama, dan sebagainya. Berdasarkan pemaparan tersebut maka penulisan dalam artikel ini hendak mengkaji perbandingan dari tujuan pendidikan berdasarkan pemikiran Ikhwan Al Safa dengan tujuan pendidikan di Indonesia pada masa pergerakan nasional. Metode penelitian menggunakan jenis kualitatif deskriptif, sumber data berupa sumber tertulis relevan, dan teknik analisis data yang digunakan content analysis. Berdasarkan hasil yang diperoleh antara tujuan pendidikan Islam Ikhwan Al Safa dengan pendidikan Islam di Indonesia masa pergerakan memiliki persamaan yaitu mencetak generasi yang berlandaskan pada ajaran Islam dan berintelektual. Namun, antara keduanya tentunya memiliki perbedaan dimana organisasi Islam di Indonesia dalam merumuskan tujuan pendidikannya tergantung dari aliran filsafat yang mereka tekuni.   Kata Kunci: Ikhwan Al-Safa, Pendidikan Islam, Pergerakan Nasional Abstract Ikhwan Al-Safa is an organization that is engaged in the study of educational philosophy, especially in Islamic education. One of the results of his thoughts on the purpose of education is moral and it is based on a religious-rational philosophy. Islamic education is not only developing in areas based on Islam, but also in several countries such as Indonesia. Islamic education in Indonesia began to experience renewal during the movement or the 20th century AD. Many Islamic organizations pay attention to the condition of Islamic education in Indonesia, such as the Adabiyah school, Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama, and so on. Based on this explanation, the writing in this article intends to examine the comparison of educational goals based on the thoughts of Ikhwan Al Safa with the goals of education in Indonesia during the national movement. The research method uses descriptive qualitative type, the data source is the form of relevant written sources, and the data analysis technique used is content analysis. Based on the results obtained, the objectives of Ikhwan Al Safa's Islamic education and Islamic education in Indonesia during the movement have the same thing, namely creating a generation that is based on Islamic teachings and intellectuals. However, there are differences between the two of course, where Islamic organizations in Indonesia in formulating their educational goals depend on the philosophical stream which they are engaged in.
Konsep Pendidikan Karakter dalam Perspektif K.H. Hasyim Asy’ari Afifah Zahro'; Siti Aminah
AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 2 No. 2 (2021): AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Published by the Islamic Religious Education Study Program Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Kiai Haji Achmad Siddiq University, Jember, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/adabiyah.v2i2.70

Abstract

K.H. Hasyim Asy’ari adalah tokoh yang berkontribusi dalam pendidikan karakter atau usaha membentuk akhlak terpuji terhadap Allah SWT., sesama manusia, dan bangsanya. Hasil penelitian library research jenis studi pemikiran tokoh ini adalah: 1) Konsep pendidikan karakter religius dalam perspektif K.H. Hasyim Asy’ari: a) Seseorang harus beriman, bertakwa, dan mengikuti generasi salaf. b) Peserta didik harus membersihkan hati dari akhlak tercela dan mengindahkan dengan akhlak terpuji. c) Pendidik harus membersihkan hati dari akhlak tercela dan mengamalkan ilmu untuk keridhaan Allah SWT. d) Pengikut jalan sufi harus bertakwa dan berniat memperbaiki diri. e) Seseorang harus menjaga silaturahim dan toleransi. 2) Konsep pendidikan karakter peduli sosial dalam perspektif K.H. Hasyim Asy’ari: a) Pendidik harus menyayangi dan bertanggung jawab atas peserta didik seperti anaknya sendiri c) Peserta didik harus patuh dan bertata-krama terhadap pendidik. 3) Konsep pendidikan karakter semangat kebangsaan dalam perspektif K.H. Hasyim Asy’ari: a) Warga negara harus bersatu memperjuangkan cita-cita NKRI. b) Warga negara, khususnya muslim harus siap berjihad mempertahankan kemerdekaan NKRI. c) Warga negara harus mengutamakan negara dalam menghadapi tantangan. Kata Kunci: konsep pendidikan karakter; K.H. Hasyim Asy’ari K.H. Hasyim Asy’ari is a figure who contributed in character education or an attempt to form good morality towards Allah SWT., fellow human being, and his nation. The result of this figure thought library research study is: 1) Religious character education concept on K.H. Hasyim Asy’ari perspective: a) A man should believe, pious, and follow salaf generation. b) Students should clean his heart from bad moral and decorate it with good moral. c) Teachers should clean his heart from bad moral and practice what he has studied for Allah SWT pleased. d) Sufi way follower should pious and intend to fix himself. e) A man should protect hospitality and tolerance. 2) Social care of character education concept on K.H. Hasyim Asy’ari perspective: a) Teachers should love and responsible for his students just like his own  son. c) Teachers should obedient and manners toward students. 3) National spirit of character education concept on K.H. Hasyim Asy’ari perspective: a) Citizens should united to fight for Indonesia dreams. b) Citizens, especially muslim should ready for jihad to defend Indonesia independence. c) Citizens should prioritize the country when face against challenge.
Implementasi Pembelajaran Tahfidz Al-Qur’an di Sekolah Menengah Kejuruan Nahdlatuth Thalabah Wuluhan Jember Ike Nur Jannah; Siti Aminah
AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 2 No. 2 (2021): AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Published by the Islamic Religious Education Study Program Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Kiai Haji Achmad Siddiq University, Jember, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/adabiyah.v2i2.71

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pembelajaran Tahfidz al-Qur’an. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, jenis studi kasus dengan tiga teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data yang digunakan yaitu triangulasi sumber dan teknik. Penelitian ini memperoleh kesimpulan yaitu perencanaan pembelajaran Tahfidz al-Qur’an merupakan program unggulan bagi siswa jurusan Multimedia yang memiliki kemampuan dan kemauan untuk menghafal al-Qur’an. Perencanaan pembelajaran ini terdiri dari empat langkah, yaitu tujuan, bahan/materi, metode/teknik dan penilaian. Pembelajarannya dilakukan secara bertahap menggunakan metode baca simak, dengan melihat kelancaran dan ketepatan bacaannya; kemudian pelaksanaan pembelajaran Tahfidz al-Qur’an adalah untuk menjaga hafalan al-Qur’an siswa agar tetap konsisten dan terus-menerus dengan menggunakan metode baca simak antara guru dan siswa serta siswa dengan siswa, sesuai ketentuan yang telah ditetapkan; dan evaluasi pembelajaran Tahfidz al-Qur’an adalah mengevaluasi kelancaran hafalan siswa dengan cara disetorkan dihadapan guru. Pelaksanaan evaluasi ada dua macam yaitu evaluasi harian dan evaluasi triwulan atau caturwulan, dilakukan sesuai standart penilaian di raport siswa. Kata Kunci: Pembelajaran, Tahfidz al-Qur’an This study aims to describe the planning, implementation and evaluation of Tahfidz al-Qur'an learning. This research uses a qualitative approach, a type of case study with three data collection techniques, namely observation, interviews and documentation. Data analysis used was data collection, data reduction, data presentation and drawing conclusions. The validity of the data used is the triangulation of sources and techniques. This study concluded that the learning planning of Tahfidz al-Qur'an is a superior program for students majoring in Multimedia who have the ability and willingness to memorize the al-Qur'an. This lesson plan consists of four steps, namely objectives, materials / materials, methods / techniques and assessment. The learning is carried out in stages using the reading reading method, by observing the fluency and accuracy of the reading; then the implementation of Tahfidz al-Qur'an learning is to maintain the students' memorization of al-Qur'an so that it remains consistent and continuous by using the listening reading method between teachers and students as well as students with students, according to predetermined conditions; and evaluation of learning Tahfidz al-Qur'an is evaluating the fluency of students' memorization by depositing it in front of the teacher. There are two kinds of evaluations, namely daily evaluations and quarterly or quarterly evaluations, carried out according to standard assessments on student report cards. Keywords: Learning, Tahfidz al-Qur'an
Pembiasaan Kegiatan Keagamaan dalam Membentuk Karakter Religius di Madrasah Dewi Hariyani; Ainur Rafik
AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 2 No. 1 (2021): AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Published by the Islamic Religious Education Study Program Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Kiai Haji Achmad Siddiq University, Jember, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/adabiyah.v2i1.72

Abstract

Membentuk kepribadian anak memiliki moral yang baik sangat penting. Apalagi di zaman sekarang semuanya serba canggih dan dengan mudahnya mempengaruhi anak-anak meninggalkan kewajiban untuk belajar dan kegiatan selayaknya seorang muslim. Menanggulangi permasalahan tersebut MA Darul Hikam Kertonegoro Jenggawah Jember menerapkan pembiasaan kegiatan keagamaan dalam membentuk karakter religius. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan pembiasaan kegiatan keagamaan dalam membentuk karakter religius. Penelian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis field research. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman dan Saldana. Keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian ini adalah 1) pembiasaan sholat dhuha dalam membentuk karakter religius yaitu membiasakan siswa tepat waktu, berjama’ah, dan khusyuk dalam beribadah; 2) pembiasaan kegiatan pembacaan asmaul husna dalam membentuk karakter religius membiasakan siswa untuk berdzikir serta membiasakan siswa untuk disiplin dan tanggung jawab dalam menghafal nama-nama Allah; 3) pembiasaan kegiatan khotmil Qur’an dalam membentuk karakter religius yaitu saling bekerjasama dalam mengkhatamkan Al-Qur’an serta membiasakan siswa untuk selalu membaca Al-Qur’an; 4) pembiasaan kegiatan pembelajaran terjemah Al-Qur’an dalam membentuk karakter religius yaitu membiasakan siswa untuk lebih cermat, seksama serta sungguh-sungguh dalam menerjemah Al-Qur’an sehingga mampu memahami kitab Allah dan mampu memperbaiki tingkah lakunya dalam kehidupan sehari-hari. Kata Kunci: pembiasaan kegiatan keagamaan, karakter religius Forming a child's personality to have good morals is very important. Moreover, in this day and age everything is very sophisticated and it easily influences children to leave the obligation to study and do activities like a Muslim. Overcoming these problems MA darul hikam Kertonegoro Jenggawah Jember implements the habituation of religious activities in shaping religious character. This study uses a qualitative approach with the type of research file. data collection techniques using observation, interviews, and documentation. Data analysis using interactive models of miles, huberman, and saldana. The validity of the data used source and technique triangulation. The results of this study are 1) the habituation of Duha prayer in forming religious characters, namely accustoming students to being on time, in congregation and being devoted to worship, 2) habituation of reading Asmaul Husna in forming religious characters accustom students to dzikir and accustom students to discipline and responsibility in memorizing the names of Allah, 3) habituation of Qur'anic khotmil activities in shaping religious character, namely working together in understanding the Koran and accustoming students to always reading the Qur’an, 4) habituation of learning activities to translate the Qur’an in forming religious characters, namely accustom students to be more careful and earnest in translating the Qur'an so that they are able to understand the book of Allah and be able to improve their behavior in everyday life. Keywords: habituation of religious activities, religious character
Penanaman Nilai-Nilai Karakter Religius dan Disiplin Melalui Program Tausiyah Akhlak di SMP Al-Furqan Jember Lutfia Septiyani; Bambang Irawan
AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 2 No. 1 (2021): AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Published by the Islamic Religious Education Study Program Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Kiai Haji Achmad Siddiq University, Jember, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/adabiyah.v2i1.74

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana cara penanaman nilai karakter religius dan disiplin di sekolah melalui program tausiyah akhlak maka seharusnya menghasilkan pembentukan karakter religius siswa yaitu menanamkan keimanan siswa, menambah wawasan keagamaan siswa, dan melaksanakan segala sesuatunya dengan penuh tanggung jawab dan tepat waktu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Lokasi penelitian ini berada di SMP Al-Furqan Jember. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa cara menanamkan nilai karakter religius dan disiplin salah satunya melalui program tausiyah akhlak, program ini merupakan pembinaan siswa yang dipimpin oleh pemateri dari luar dan guru, dilaksanakan setiap hari Jumat setelah sholat dhuha dan materi yang disampaikan seputar akhlak. Program tersebut diimbangi dengan pembiasaan yang dilaksanakan di sekolah, karena sebagai praktek siswa. Contohnya, sebelum masuk sekolah shalat dhuha berjamaah, kegiatan kultum dan sebagainya. Oleh karena itu, tujuan membentuk karakter religius dan disiplin adalah membentuk siswa yang beriman dan melaksanakan segala sesuatunya dengan penuh tanggung jawab dan disiplin, salah satunya dengan cara mengikuti pembinaan program tausiyah akhlak. Kata Kunci: karakter religius, karakter disiplin, program tausiyah akhlak Abstract This study aims to describe how to instill the values ​​of religious character and discipline in schools through the tausiyah akhlak program, so it should result in the formation of students 'religious character, namely instilling student faith, increasing students' religious insight, and carrying out everything responsibly and on time. This research uses a descriptive qualitative approach. The location of this research is at SMP Al-Furqan Jember. The results of this study indicate that the way to instill the values ​​of religious character and discipline is one of them through the tausiyah akhlak program, this program is a student coaching led by external speakers and teachers, carried out every Friday after the dhuha prayer and the material conveyed is about morals. The program is balanced with habituation carried out in schools, because it is a student practice. For example, before entering the dhuha prayer school in congregation, cult activities and so on. Therefore, the aim of forming religious and disciplined characters is to form students who believe and carry out everything with full responsibility and discipline, one of which is by following the tausiyah akhlak development program.
Peran Kiai dalam Menangani Kesehatan Mental Pasien Sakit Jiwa: Kasus di Jawa Timur Saniri
AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 2 No. 2 (2021): AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Published by the Islamic Religious Education Study Program Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Kiai Haji Achmad Siddiq University, Jember, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/adabiyah.v2i2.210

Abstract

Kiai merupakan agen transformasi sosial budaya masyarakat. Kiai merupakan sosok yang kepadanya orang-orang belajar keagamaan, meminta nasihat dan do’a, bahkan juga meminta keputusan tentang perkara yang rumit sampai pada penyembuhan gangguan kejiwaan. Masyarakat pedesaan membutuhkan figur kiai sebagai pendidik dan pembimbing bagi seluruh problematika kesehariannya. Tujuan kajian ini mendeskripsikan peran kiai sebagai pendidik dan pembimbing dalam menangani kesehatan mental pasien sakit jiwa pada sebuah pesantren di Jawa Timur. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan: observasi partisipatif, wawancara semiterstruktur, dan dokumen. Keabsahan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah triangulasi sumber dan triangulasi tehnik. Penelitian ini menghasilkan peran kiai sebagai pendidik adalah berusaha mendidik pasien sakit jiwa mendayagunakan segala potensinya secara maksimal, baik potensi akal pikirannya, sikapnya, kejiwaannya, dan keimanannya, dengan pendekatan pengetahuan ajaran agama Islam.Peran kiai sebagai pembimbing dilakukan dengan membimbing kejiwaan dan akhlak para santri dengan dimensi spiritual yang berbasis pada tauhid dan prinsip-prinsip ajaran Islam. Kata kunci: kiai, kesehatan mental, pasien sakit jiwa, pesantren Kiai is an agent of the socio-cultural transformation. Kiai is a person to whom people study religion, consult, and ask for praying and advice how to make decisions on complex matters and how to heal mental disorders. Rural communities need kiai figures as educators and advisers for all their daily problems. The purpose of the study is to describe the role of kiai as an educator and guider in treating mental health of mental patients in East Java. The study involves a qualitative approach with the type of case study. Data collection techniques use participative observations, semi-structured interviews, and documents. The validity of the data used in this study is source and technical trianggulation. The study has produced the role of kiai as a educator is trying to educate mentally ill patients to functionalize their best potential, such as mental potential, attitude, phychic, and faith, with the approach to Islamic knowledge. The role of kiai as a guide is done by guiding the psyche and morals of santri with a spiritual dimension based on tauhid and the principles of Islamic doctrine.
Peran Nahdatul Ulama dalam Mencegah Radikalisme Agama di Indonesia Ahmad Dhiyaa Ul Haqq
AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 2 No. 2 (2021): AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Published by the Islamic Religious Education Study Program Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Kiai Haji Achmad Siddiq University, Jember, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/adabiyah.v2i2.223

Abstract

Sejak awal kelahirannya, NU telah menyatakan diri sebagai organisasi sosial keagamaan yang memiliki visi untuk mengambil peran-peran strategis dalam rangka membela problem-problem sosial keumatan. NU adalah organisasi yang menjadikan agama, masyarakat dan negara sebagai titik pijak perjuangannya. Hal ini mendorong NU untuk memainkan berperan dalam mengawal keragaman dan keberagaman yang toleran serta menjaga persatuan diantara sesama saudara sebangsa dan negara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran NU dalam mencegah radikalisme agama. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan, di mana peneliti menghimpun informasi yang relevan dengan topik atau masalah yang menjadi objek peneliti. Hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa NU berperan dalam mencegah radikalisme agama dalam berbangsa dan bernegara, mengenai radikalisme bahwa paham radikal dilabelkan bagi mereka yang mengedepankan kebenaran kelompoknya sendiri. Dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan dalam merumuskan langka-langka strategis bagi semua pihak supaya selalu konsisten dalam menjaga pemahaman yang moderat, tasamuh, tawasuth dan tawazun. Kata Kunci: Nahdlatul Ulama, Radikalisme Agama, Bangsa dan Negara Abstract Since its inception, NU has declared itself to be a socio-religious organization with a vision to take strategic roles in defense of social social problems. NU is an organization that makes religion, society and the state the foothold of its struggle. This encourages NU to play a role in guarding diversity and tolerant diversity and maintaining unity among fellow countrymen and countries. This study aims to determine the role of NU in preventing religious radicalism, this study uses a library method, in which researchers gather information relevant to the topic or problem that is the object of the researcher. The results of this study can be seen that NU plays a role in preventing religious radicalism in the nation and state, regarding radicalism that radicalism is labeled for those who prioritize the truth of their own groups. From this research it is expected to be a reference in formulating strategic rarities for all parties so that they are always consistent in maintaining a moderate understanding, tasamuh, tawasuth, and tawazun.
PENDIDIKAN KARAKTER SISWA MELALUI PROGRAM SHALAT DHUHA BERJAMA’AH DALAM PERSPEKTIF PSIKOLOGI ISLAM (MTS NEGERI 5 JEMBER, JAWA TIMUR) Ika Nafisatus Zuhro
AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 3 No. 1 (2022): AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Published by the Islamic Religious Education Study Program Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Kiai Haji Achmad Siddiq University, Jember, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/adabiyah.v3i1.233

Abstract

Pendidikan karakter merupakan suatu proses perbaikan yang bertujuan untuk meningkatkan sifat kejiwaan, ahlak, dan budi pekerti manusia. Pada tahun 2010, terjadi perilaku antibudaya dan antikarakter yang mempengaruhi masyarakat Indonesia. Di MTs Negeri 5 Jember Jawa Timur terjadi perilaku antikarakter dimana peserta didik kurang menghormati guru dan sikap yang  kurang  menghargai satu sama lain sehingga, banyak terjadi pelanggaran tata tertib di lembaga tersebut. Perilaku masyarakat terutama dalam lingkup siswa yang sedang menjalankan proses pendidikan harus dibangun dengan salah satu cara yaitu melalui program shalat dhuha. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan program shalat dhuha di lembaga tersebut dan untuk mengetahui pendidikan karakter melalui program tersebut di MTs Negeri 5 Jember Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi partisipatif, wawancara semi- terstruktur, dan dokumen. Keabsahan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah triangulasi sumber dan triangulasi tehnik. Hasil penelitian  ini  menunjukkan bahwa program shalat dhuha berjama’ah di MTs Negeri 5 Jember Jawa Timur merupakan program unggulan yang dilaksanakan pada pagi hari tepatnya pukul 06:20 sebelum jam pelajaran (KBM) dimulai. Selain itu, pendidikan karakter di MTs Negeri 5 Jember Jawa Timur dilaksanakan melalui program shalat dhuha berjama’ah yang bertujuan untuk meminimalisir pelanggaran tata  tertib yang terjadi dan menumbuh-kembangkan nilai karakter bagi seluruh peserta didik di lembaga tersebut. Kata Kunci: program hifdzil jus Amma, tanggung jawab peserta didik. Character education is a process of improvement that aims to improve the mental, moral, and character traits of humans. In 2010, there was anti-cultural and anti- character behavior that affected Indonesian society. At MTs Negeri 5 Jember, East Java, anti-character behavior occurred where students lacked respect for teachers and lacked respect for one another, resulting in many violations of the rules of the institution. Community behavior, especially in the scope of students who are carrying out the educational process, must be built in one way, namely through the dhuha prayer program. This study aims to determine the implementation of the dhuha prayer program at the institution and to determine character education through the program at MTs Negeri 5 Jember, East Java. This research uses a qualitative approach with the type of case study. Data collection techniques used participatory observation, semi-structured interviews, and documents. The validity of the  data used in this study is the triangulation of sources and triangulation of techniques. The results of this study indicate that the congregational dhuha prayer program at MTs Negeri 5 Jember, East Java is a superior program that is carried out in the morning at 06:20 before class time (KBM) begins. In addition, character education at MTs Negeri 5 Jember, East Java is carried out through the congregational dhuha prayer program which aims to minimize violations of the rules that occur and develop character values for all students at the institution.  Keywords: character education, dhuha prayer, islamic psychology

Page 2 of 13 | Total Record : 122