cover
Contact Name
Imron Fauzi
Contact Email
fauzi220587@gmail.com
Phone
+6285258255855
Journal Mail Official
imronfauzi@uinkhas.ac.id
Editorial Address
Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Kiai Haji Achmad Siddiq University, Jember, East Java, Indonesia Jl. Mataram No. 1 Kelurahan Mangli, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam
ISSN : 27231100     EISSN : 27230708     DOI : 10.35719/adabiyah.v6i1
Core Subject : Religion, Education,
AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam is a peer-reviewed journal on Islamic education published by Faculty of Education and Teacher Training, Islamic State University of Kiai Haji Achmad Siddiq Jember. This journal focuses on advancing the science of Islamic Education through high-quality scholarly works that explore various dimensions, including studies on Pesantren and Madrasah education, curriculum development, pedagogy, and the integration of science and technology. It emphasizes research on the philosophy and theory of Islamic education, policy and governance, deradicalization efforts, gender issues, and comparative studies. Additionally, it addresses the role of Islamic education in fostering social and cultural transformation, alongside biographical studies of influential figures, with a commitment to contributing to global and interdisciplinary discourse.
Articles 122 Documents
NALAR MODERASI BERAGAMA MASYARAKAT CIVITAS AKADEMIKA UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) KIAI HAJI ACHMAD SIDDIQ JEMBER Suci Nur Rahayu; Hafidz Hafidz
AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 4 No. 1 (2023): AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Published by the Islamic Religious Education Study Program Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Kiai Haji Achmad Siddiq University, Jember, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/adabiyah.v4i2.742

Abstract

Melihat mudahnya paham-paham radikal melakukan penetrasi di lingkungan perguruan tinggi, Kementerian Agama melakukan suatu ikhtiar untuk mengurangi ruang gerak paham-paham ekstrem dengan mengeluarkan wacana moderasi beragama yang kemudian disosialisasikan di perguruan tinggi Islam negeri. Begitupun dengan UIN KH. Achmad Siddiq Jember yang turut berupaya merawat nalar terkait moderasi beragama untuk mencegah masuknya paham radikal terutama di lingkungan kampus dengan berbagai upaya. Melalui berbagai upaya yang dilakukan tersebut seharusnya dapat membangun pemahaman kognitif masyarakat civitas akademika UIN KH. Achmad Siddiq Jember. Untuk mengidentifikasi permasalahan tersebut, peneliti menggunakan metode campuran (mixed method), yaitu menggabungkan dua jenis metode penelitian yaitu kauntitatif dan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui: 1) observasi 2) wawancara 3) dokumentasi dan 4) angket. Pengujian data dalam penelitian ini menggunakan dua jenis triangulasi, yaitu: 1) triangulasi sumber dan 2) triangulasi teknik. Analisis data kuantitatif dalam penelitian menggunakan statistik deskriptif sedangkan data kualitatif teknik analisis data model Miles, Huberman dan Saldana. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) pemahaman masyarakat civitas akademika UIN KH. Achmad Siddiq Jember terhadap moderasi beragama berada pada tingkat tinggi yaitu sebesar 81,2% hal ini dibuktikan dengan hasil wawancara dimana subjek penelitian dapat menjelaskan makna moderasi beragama dengan tepat sebagaimana konsep moderasi beragama menurut Kemenag RI; 2) moderasi beragama pada masyarakat civitas akademika UIN KH. Achmad Siddiq Jember telah diaktualisasikan melalui tri darma perguruan tinggi yaitu pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengembangan dan pengabdian kepada masyarakat. Seeing the easy penetration of radical understandings in the university environment, the Ministry of Religious Affairs tried to reduce the space for extreme understandings by issuing religious moderation discourses, which were then socialized in state Islamic universities, likewise with UIN KH. Achmad Siddiq Jember also tried to maintain reason related to religious moderation to prevent the entry of radical understanding, especially in the campus environment, with various efforts. Through various efforts, it can build a cognitive understanding of the academic community of UIN KH. Achmad Siddiq Jember. To identify these problems, the researchers used a mixed method, which combines two research methods: quantitative and qualitative. Data collection technique is done through 1) observation, 2) Interview, 3) documentation, and 4) questionnaire. Testing data in this study using two types of triangulation, namely: 1) source triangulation and 2) engineering triangulation. Quantitative data analysis in the study uses descriptive statistics while qualitative data analysis techniques Miles, Huberman, and Saldana model data. The results of this study indicate that: 1) public understanding of the academic community of UIN KH. Achmad Siddiq Jember's against religious moderation is at a high level of 81.2%. This is evidenced by the results of interviews in which the subjects can explain the meaning of religious moderation precisely as the concept of religious moderation according to the Ministry of Religion of the Republic of Indonesia; 2) religious moderation in the academic community of UIN KH. Achmad Siddiq Jember has been actualized through the tri dharma of higher education: education and teaching, research and development, and community service
Urgensitas Penerapan Kecakapan Abad 21 Pada Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Era Society 5.0 Jannah, Nur; Agus Puspita, Dhevin M. Q.
AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 4 No. 2 (2023): AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Published by the Islamic Religious Education Study Program Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Kiai Haji Achmad Siddiq University, Jember, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/adabiyah.v4i2.764

Abstract

Pendidikan agama Islam merupakan bagian integral dari pengembangan individu yang holistik, terutama dalam menghadapi era society 5.0 yang ditandai oleh perkembangan teknologi yang pesat. Kecakapan abad ke-21 menjadi kunci utama dalam memastikan bahwa pembelajaran agama Islam relevan, adaptif, dan mampu memberdayakan generasi masa depan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi urgensi kecakapan abad ke-21 dalam konteks pembelajaran pendidikan agama Islam di era society 5.0. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif jenis library reseach. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kecakapan abad ke-21, yang perlu dimiliki oleh peserta didik adalah literasi digital, kreativitas, berpikir kritis, komunikasi efektif, dan kolaborasi hal itu perlu diterapkan sehingga dapat menghasilkan dampak yang positif. Di Era society 5.0 keberadaan Pendidikan dituntut untuk mengintegrasikan teknologi informasi dan komunikasi dalam pendidikan agama Islam untuk meningkatkan keterlibatan siswa dan memfasilitasi pembelajaran yang inovatif. Kecakapan abad ke-21 memungkinkan guru untuk mengembangkan kurikulum yang responsif terhadap kebutuhan siswa, menggabungkan sumber daya digital, dan memfasilitasi kolaborasi antara siswa dalam konteks pembelajaran agama Islam dengan realitas social masyarakat di lingkunganya.
Substansi Kurikulum Merdeka Penyangga Akhlakul Karimah Siswa Kelas VII MTsN 3 Jombang
AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 4 No. 2 (2023): AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Published by the Islamic Religious Education Study Program Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Kiai Haji Achmad Siddiq University, Jember, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/adabiyah.v4i2.788

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana nasib siswa kelas VII R MTsN 3 Jombang setelah menerapkan kurikulum pembelajaran otonom yang menekankan akhlakul karimah dan nilai-nilai siswa. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif berdasarkan desain studi kasus. Observasi, wawancara, dan dokumentasi merupakan metode yang digunakan untuk mengumpulkan data. Analisis interaktif digunakan untuk menganalisis data dalam penelitian ini. Temuan penelitian ini mengungkapkan bahwa siswa kelas VII R MTsN 3 Jombang menerapkan kurikulum mandiri yang mendukung moral karimah melalui proyek penguatan profil siswa Pancasila yang menggunakan tema-tema yang telah ditentukan terkait akhlakul karimah. Selain itu, madrasah juga telah membentuk inisiatif kesejahteraan sosial yang menjunjung tinggi prinsip-prinsip siswanya. Moralitas dan perilaku siswa meningkat dengan diperkenalkannya program pembelajaran otonom di kelas VII R. Mereka telah menunjukkan kharisma moral dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah maupun di luar sekolah.   The purpose of this research is to find out how seventh graders at R MTsN 3 Jombang fared after implementing an autonomous learning curriculum that emphasized akhlakul karimah and student values.  This study employed a qualitative methodology based on a case study design. Observation, interviews, and documentation are the methods used for gathering data. Interactive analysis was utilized to analyze the data in this research. This study's findings reveal that seventh graders at R MTsN 3 Jombang are implementing an independent curriculum that supports the moral of karimah through Pancasila student profile strengthening projects that use predetermined themes related to akhlakul karimah. Furthermore, madrasah has also established social welfare initiatives that uphold the principles of its pupils. Students' morality and conduct improved with the introduction of the autonomous learning program in seventh grade R. They have shown moral charisma in their daily lives, both at school and beyond.
Tasawuf Akhlaki dan Relevansinya Terhadap Sikap Penolakan Akhlak Tercela Perspektif Islam Fitri Andani, Kurnia
AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 4 No. 2 (2023): AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Published by the Islamic Religious Education Study Program Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Kiai Haji Achmad Siddiq University, Jember, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/adabiyah.v4i2.818

Abstract

Studi ini mengkaji tentang relevansi tasawuf akhlaki dengan sikap penolakan terhadap akhlak tercela (mazmumah) peserpektif Islam. Permasalahan dalam penelitian ini adalah kemerosotan akhlak yang semakin jauh dari ajaran Islam dan cenderung melakukan akhlak tercela yang didasari nafsu duniawi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan hubungan ajaran atau tahapan tasawuf akhlaki dalam menghindari akhlak tercela dalam diri umat muslim. Penelitian ini merupakan penelitian pustaka (library research) dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik analisis data yang digunakan adalah miles dan huberman yang meliputi tiga tahap; reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Hasil penelitian menujukkan bahwa, terdapat relevansi yang signifikan antara tasawuf akhlaki denga sikap penolakan terhadap akhlak tercela. Hal ini dibuktikan dengan tahapan dalam tasawuf akhlaki (takhalli, tahalli, dan tajalli) sebagai metode penolakan terhdap akhlak tercela (mazmumah) dan pembiasakan akhlak terpuji (mahmudah) hingga mencapai insan kamil. This study examines the relevance of moral Sufism with the attitude of rejection of despicable morals (mazmumah) from an Islamic perspective. The problem in this study is the decline in morals which is getting further away from Islamic teachings and tends to carry out despicable morals based on worldly desires. The purpose of this study is to describe the relationship between the teachings or stages of moral Sufism in avoiding despicable morals in Muslims. This research is a library research using a qualitative approach. The data analysis technique used is Miles and Huberman which includes three stages; data reduction, data presentation, and verification. The results of the study show that there is a significant relevance between Sufism of morality and the attitude of rejection of despicable morals. This is evidenced by the stages in moral Sufism (takhalli, tahalli, and tajalli) as a method of rejecting despicable morals (mazmumah) and habituation of commendable morals (maheasy) to reach human beings.
INTEGRASI BUDAYA PESANTREN DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA RAUDHATUT THOLABAH JEMBER Mursalim; Hatta
AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 2 No. 2 (2021): AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Published by the Islamic Religious Education Study Program Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Kiai Haji Achmad Siddiq University, Jember, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemerosotan moral semakin parah dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, terutama dalam konteks dunia pendidikan merupakan fakta tidak terbantahkan. Kehadiran sekolah yang mengintegrasikan budaya pesantren ditengarai oleh dua hal, pertama merosotnya moralitas generasi anak bangsa, dan kedua kegagalan pendidikan dalam melahirkan generasi yang berbudi pekerti luhur. Dengan adanya integrasi budaya pesantren disekolah diharapkan menjadi solusi dari permasalahan tersebut. Tujuan penelitian ini adalah Mendeskripsikan apa dan bagaimana penerapan integrasi budaya pesantren di Sekolah Menengah Pertama Roudhatut Thalabah Jember. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif. Pengumpulan data menggunakan tehnik observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data menggunakan metode deskriptif kualitatif. Validitas data menggunakan trianggulasi sumber dan tehnik. Hasil penelitian integrasi budaya pesantren di sekolah tersebut.
UPAYA PESANTREN MEMBANGKITKAN LITERASI MELALUI SASTRA KEISLAMAN: STUDI KASUS PESANTREN NURUL ISLAM JEMBER Dianita, Evi Resti
AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 1 No. 2 (2020): AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Published by the Islamic Religious Education Study Program Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Kiai Haji Achmad Siddiq University, Jember, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan kesadaran terhadap literasi dan literasi budaya sedang mengalami perkembangan yang signifikan saat ini. Banyak individu dan organisasi yang mengenali pentingnya mengintensifkan upaya untuk mengatasi rendahnya tingkat literasi, terutama di kalangan anak muda Indonesia, termasuk di lingkungan Pesantren. Pesantren, yang memiliki sejarah kontribusi dalam meneruskan tradisi literasi, menghadapi tantangan stagnasi dalam menjaga keberlanjutan praktik membaca dan menulis. Meskipun demikian, pesantren di Indonesia semakin menunjukkan minat untuk mempromosikan literasi, terutama dalam aspek menulis. Konsep ini menyoroti peran karya sastra sebagai alat untuk meningkatkan literasi di kalangan santri, membuka peluang untuk terobosan yang menjanjikan. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengungkap perkembangan budaya literasi yang berfokus pada sastra di kalangan santri dan bagaimana hal tersebut dapat menjadi sumber inspirasi untuk merangsang kegiatan menulis di kalangan mereka. Penelitian ini mengadopsi metode penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di pondok pesantren Nurul Islam, telah diterapkan suatu budaya literasi di antara santri yang mencakup aspek lingkungan fisik, sosial, afektif, dan iklim akademik.
URGENSI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM PEMBINAAN AKHLAK DI ERA GLOBALISASI
AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 4 No. 2 (2023): AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Published by the Islamic Religious Education Study Program Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Kiai Haji Achmad Siddiq University, Jember, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini akan mengulas fenomena globalisasi yang memiliki dampak pada Pendidikan Agama Islam dan pembinaan akhlak, sebagian besar dampak tersebut membawa pengaruh negative bagi masyarakat terutama pelajar. Pendidikan Agama Islam adalah sebuah pembelajaran yang lebih membahas tentang agama termasuk tentang akhlak. Akhlak adalah perilaku yang baik. Akhlak berasal dari kata bahasa arab khuluk yang berarti tingkah laku, perangkai, atau tabiat. Pada awalnya Pendidikan Agama Islam dan pembinaan akhlak mengalami perkembangan setiap tahunnya, namun seiring perkembangan zaman yang semakin canggih dan teknologi yang semakin berkembang pesat hal tersebut mengalami penurunan diakibatkan masyarakat khususnya pelajar tidak mampu memanfaatkan perkembangan tersebut dengan baik, sehingga banyak menimbulkan pengaruh negative yang dapat merusak pendidikan dan akhlak. This paper will review the phenomenon of globalization which has an impact on Islamic education and the cultivation of morals, most of these impacts have a negative impact on society, especially students. Islamic education is a study that is more about religion, including about morals. Moral is the behavior of a person that is driven by a conscious desire without any coercion from anyone to do something good. Akhlak comes from the Arabic word khuluk which means behavior, coupling, or character. At first Islamic education and the cultivation of morals have developed every year, but over time The more sophisticated and the technology that is growing rapidly, it has decreased due to the community, especially students, not being able to take advantage of these developments properly, so that many negative effects that can damage education and morals.
INOVASI KURIKULUM PENDIDIKAN KETERAMPILAN DI MA NURUL QORNAIN SUKOWONO JEMBER DAN MA AL-FAUZAN LABRUK LUMAJANG Fauzi, Imron; Syafi’i, Imam
AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 4 No. 2 (2023): AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Published by the Islamic Religious Education Study Program Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Kiai Haji Achmad Siddiq University, Jember, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu inovasi kurikulum pendidikan keterampilan di MA Nurul Qornain Sukowono Jember dan MA Al-Fauzan Labruk Lumajang. Jenis penelitian ini menggunakan studi multisitus, terkait dengan suatu gejala atau kejadian yang sedang berlangsung di lembaga pesantren disebut dengan (ex post facto). Hasil penelitian ini yaitu: pertama, dalam mendesain kurikulum keterampilan tersebut kedua lembaga memulai dengan analisis lingkungan (Analisis SWOT), menganalisis karakteristik madrasah. Hasil analisis karakteristik akan menjadi landasan dalam proses perumusan seluruh kebijakan di madrasah. Cara untuk mengumpulkan informasi dalam melakukan analisis madrasah yaitu: kuesioner, wawancara, FGD, dan observasi. Dalam pembelajaran keterampilan menggunakan perbandingan 30% teori dan 70% praktek. Kedua, keterampilan di MA Pesantren Terpadu Al-Fauzan Lumajang ada 4 program keterampilan yakni: Tata Busana, Teknik Pengelasan, Tata Boga, dan Teknik Kendaraan Ringan Otomotif. Pelaksanaan keterampilan masuk pada kegiatan ekstrakurikuler. Sedangkan, di MA Plus Keterampilan Nurul Qornain Sukowono keterampilan dibagi menjadi dua jenis, yakni termasuk kegiatan intrakurikuler dan ada yang ekstrakurikuler. Keterampilan yang termasuk intrakurikuler meliputi: (1) Tata Busana; (2) Teknik Otomotif; (3) Teknik Elektronika Industri; (4) Tata Boga; dan (5) Tata Rias. Dan yang termasuk ekstrakurikuler berupa: (1) Pertanian; (2) Peternakan; dan (3) Perkebunan. Ketiga, evaluasi kurikulum keterampilan di MA Pesantren Terpadu Al-Fauzan Lumajang dan MA Plus Keterampilan Nurul Qornain Sukowono dilakukan secara internal dan eksternal. This research aims to describe the innovation of the skills education curriculum at MA Nurul Qornain Sukowono Jember and MA Al-Fauzan Labruk Lumajang. This type of research uses a multisite study, related to a symptom or event that is currently taking place in an Islamic boarding school (i.e. ex post facto). The results of this research are: first, the two institutions designed a skills curriculum starting with an environmental analysis (SWOT analysis) and analyzing the characteristics of the madrasah. The results of the characteristic analysis will become the basis for formulating all policies in madrasas. Collecting information in madrasa analysis uses questionnaires, interviews, FGDs, and observations. In learning skills, a ratio of 30% theory and 70% practice is used. Second, skills at the Al-Fauzan Lumajang Integrated Islamic Boarding School, there are 4 skills programs, namely: Fashion Design, Welding Engineering, Catering, and Automotive Light Vehicle Engineering—implementation of entry skills in extracurricular activities. Meanwhile, at MA Plus Skills Nurul Qornain Sukowono skills are divided into two types, namely intracurricular activities and some extracurricular activities. Skills included in extracurricular activities include (1) Fashion Management; (2) Automotive Engineering; (3) Industrial Electronics Engineering; (4) Culinary Management; and (5) Cosmetology. Extracurriculars include: (1) Agriculture; (2) Livestock; and (3) Plantations. Third, the evaluation of the skills curriculum at the Al-Fauzan Lumajang Integrated Islamic Boarding School and the Nurul Qornain Sukowono Skills Plus MA is carried out internally and externally.
IMPLEMENTASI METODE SATU HARI LIMA AYAT (SILAT) DALAM PROGRAM TAHFIDZUL QUR’AN PONDOK PESANTREN TAHFIDZ NURUL QODIRI JELBUK JEMBER
AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 4 No. 2 (2023): AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Published by the Islamic Religious Education Study Program Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Kiai Haji Achmad Siddiq University, Jember, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam mewujudkan anak menjadi penghafal Al-Qur’an, diciptakan berbagai metode menghafal untuk mempermudah. Salah satu metode menghafal Al-Qur’an yang baru dan sudah diterapkan di PPTQ Nurul Qodiri adalah metode satu hari lima ayat (silat). Oleh karena itu tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan implementasi metode silat pada santri dalam program tahfidzul Qur’an di PPTQ Nurul Qodiri. Jenis penelitian ini deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dokumentasi. Penentuan subyek menggunakan purposive sampling, dengan 6 subyek dari 2 kelas berkriteria aktif dalam program tahfidzul qur’an. Hasil penelitian ini adalah 3 subyek pertama menujukkan implementasi metode silat pada santri kelas siffir dilaksanakan saat program berlangsung dengan mengelompokkan santri kelas siffir sesuai tingkat kemampuan, muraja’ah dan setoran hafalan santri, berkenalan dengan surah yang akan dihafal, pemberian contoh bacaan oleh muallim/muallimah, mengulang bacaan 5-10 kali, dan penggunaan jari sebagai kebiasaan dalam menghafal. Sedangkan 3 subyek kedua menunjukkan implementasi metode silat pada santri kelas tahsin diterapkan ketika santri menghafal secara mandiri dengan memperhatikan bacaan yang akan dihafal, memperhatikan kalimat awal dan akhir, mengulang bacaan 5-10 kali, dan penggunaan jari ketika menghafal. In order to make children memorize the Al-Qur'an, various memorization methods were created to make things easier. One of the new methods of memorizing the Qur'an that has been implemented at PPTQ NQ is the one day five verses (silat) method. Therefore, the aim of this research is to describe the implementation of the silat method for students in the tahfidzul Qur'an program at PPTQ NQ. This type of research is descriptive qualitative. Subjects were determined using purposive sampling, with 6 subjects from 2 classes.The results of this research are that the first 3 subjects show the implementation of the silat method in the siffir class students carried out during the program process by grouping the siffir class students according to their level of ability, muraja'ah and students' memorization deposits, getting acquainted with the surah that will be memorized, providing reading examples by the teachers students, repeating 5-10 times, and using fingers as a habit to memorize. Meanwhile, the second 3 subjects showed that the implementation of the silat method in the Tahsin class was applied when the students memorized independently by paying attention to the reading to be memorized, paying attention to the beginning and end of the sentence, repeating 5-10 times, and using fingers when memorizing.
PENGEMBANGAN MOTIVASI GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MENINGKATKAN MUTU PEMBELAJARAN Suwari
AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 5 No. 1 (2024): AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Published by the Islamic Religious Education Study Program Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Kiai Haji Achmad Siddiq University, Jember, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/adabiyah.v5i1.921

Abstract

Penelitian ini menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi motivasi guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam meningkatkan mutu pembelajaran di SMA Negeri 2 Lumajang. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi guru dipengaruhi oleh faktor internal, seperti semangat pribadi dan kepuasan kerja, serta faktor eksternal, seperti dukungan institusional dan kesejahteraan finansial. Guru yang termotivasi cenderung lebih inovatif dalam mengajar, sedangkan kurangnya motivasi berdampak pada metode pembelajaran yang monoton. Penelitian ini mendukung teori Self-Determination (Deci & Ryan, 1985) dan teori Herzberg (1959) tentang faktor motivator dan higiene. Kesimpulannya, meningkatkan motivasi guru memerlukan insentif finansial, apresiasi, dan pengembangan profesional berkelanjutan. This study analyzes the factors influencing Islamic Religious Education (PAI) teachers' motivation in improving learning quality at SMA Negeri 2 Lumajang. Using a qualitative approach with a case study method, data were collected through interviews, observations, and documentation. The findings indicate that teacher motivation is influenced by internal factors, such as personal enthusiasm and job satisfaction, as well as external factors, such as institutional support and financial well-being. Motivated teachers tend to be more innovative in teaching, whereas a lack of motivation results in monotonous teaching methods. This study supports the Self-Determination Theory (Deci & Ryan, 1985) and Herzberg’s Two-Factor Theory (1959) on motivators and hygiene factors. In conclusion, enhancing teacher motivation requires financial incentives, appreciation, and continuous professional development.

Page 5 of 13 | Total Record : 122