cover
Contact Name
Khamsil Laili
Contact Email
khamsillaili@gmail.com
Phone
+6287866203050
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Religion, Social,
Articles 215 Documents
Peningkatan Iman dan Moral Anak Melalui Pembelajaran Aqidah Akhlak Mustofa, Agus Hasan
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 4 No. 1 (2020): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The age of globalization characterized by advances in science and technology coming to Indonesia is irreversible, its presence is not only a positive impact as such, but also had a negative impact, a negative impact on children is diminishing belief to things spiritually like faith God, angels, books, messengers, the Last day and qada ', Qadr. In addition, today's children also experienced the decadence like daring to parents, no disrespect to the older, daring to teachers. Small picture of a child's life in modern times need serious attention, including by educational institutions especially the role of Islamic religious teachers as someone who took on the task of educating the nation and improve morale through the learning material to learners' aqidah morals. Zaman globalisasi yang ditandai dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi tidak dapat dibendung lagi. Selain membawa dampak positif, kehadirannya juga membawa dampak negatif. Salah satu dampak negatif globalisasi yang menimpa anak adalah menipisnya kepercayaan anak terhadap hal-hal yang bersifat spirituil, seperti iman kepada Allah, malaikat, kitab-kitab, rasul-rasul, hari akhir, dan qada’, qadar. Selain itu, anak-anak zaman sekarang juga mengalami dekadensi moral seperti berani kasar kepada orang tua, kurang respek kepada yang lebih tua, dan hilangnya rasa takdzim kepada guru. Gambaran kecil kehidupan anak di zaman modern ini perlu mendapat perhatian yang serius termasuk oleh lembaga pendidikan Islam terutama peran guru agama sebagai sosok yang mengemban tugas untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan memperbaiki moral melalui materi pembelajaran aqidah akhlak kepada peserta didiknya.
Analisis Standar Penilaian Pendidikan di Indonesia (Telaah atas Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2007, Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 66 Tahun 2013, dan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 201 Hidayah, Inayatul
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 4 No. 1 (2020): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Educational assessment standard discusses about assessment scope, assessment principles, assessment mechanism and procedure, assessment technical and instrument, and assessment implementation and report. The scope of assessment standard is used as an assessment basic of student learning result in primary school and secondary school. The discussion in this research is an analysis of Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2007, Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 66 Tahun 2013, dan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2016 tentang Standar Penilaian Pendidikan. This research uses library research method and belonging descriptive-analitical research. The result of this research is: first, regulation of assessment standard is for improving the previous regulation. One of them can be seen in assessment scope in Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2007 which hasn’t been explained implicitly, and in the last two regulation have been explained clearly. Second, regulation of assessment standard is not only to sustain but also to develop the previous regulation. Such as assessment prinsiples in Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2007 have been innovated in Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 66 Tahun 2013, and have been everlasting in Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2016. Third, regulation of assessment standard is very dynamic, and will be changed according to technology expansion and period change. So, the teacher has an obligation to develop and innovate regularly based on the change according to technology expansion and time change so that he can do the assessment according to regulation. Abstrak Standar penilaian pendidikan membahas mengenai ruang lingkup penilaian, prinsip-prinsip penilaian, mekanisme dan prosedur penilaian, teknik dan instrumen penilaian, serta pelaksanaan dan pelaporan penilaian. Cakupan di dalam standar penilaian tersebut digunakan sebagai dasar penilaian hasil belajar peserta didik pada jenjang pendidikan dasar maupun menengah. Pembahasan dalam penelitian ini adalah analisis Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2007, Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 66 Tahun 2013, dan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2016 tentang Standar Penilaian Pendidikan. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan dan merupakan jenis penelitian deskriptif-analitis. Hasil penelitian ini menunjukkan: pertama, peraturan mengenai standar penilaian pendidikan berfungsi untuk menyempurnakan peraturan sebelumnya. Salah satunya bisa dilihat dalam ruang lingkup penilaian yang ada pada Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2007 belum disebutkan secara implisit, sedangkan di dalam dua peraturan setelahnya telah disebutkan dengan jelas. Kedua, peraturan mengenai standar penilaian pendidikan bersifat mempertahankan peraturan yang sebelumnya dan juga pengembangan dari peraturan sebelumnya. Seperti pada prinsip-prinsip penilaian yang disebutkan dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2007 dikembangkan atau lebih tepatnya adalah diinovasi dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 66 Tahun 2013, dan kemudian dipertahankan lagi peraturan tersebut di dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2016. Ketiga, peraturan mengenai standar penilaian bersifat sangat dinamis dan akan selalu berubah mengikuti perkembangan teknologi dan perubahan zaman. Oleh karenanya, tugas para pendidik adalah terus berkembang, berinovasi mengikuti dengan pekembangan zaman serta teknologi yang ada pada saat itu supaya bisa melaksanakan tugas penilaian sesuai dengan aturan yang berlaku.
Penggambaran Isa dalam “The Jesus Verses of The Qur’an” Karya Karel Steenbrink (Analisis terhadap Surat Ali Imron: 35-63 dan 84 dan Maryam: 16-40 dan 88-96) ., Rusnatun
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 4 No. 1 (2020): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Since the Qur'an was revealed to the earth, there have been many events that Allah enshrined in the Qur'an, one of the stories that is very much mentioned and discussed is the story of the Prophet Jesus A.s. This making the interest of an outsider,his name is Karel Steenbrink. He conducted studies on the story of the Prophet Jesus in the Qur'an, this is based on his curiosity about Islam. So that in the end the story of the Prophet Jesus began to be studied more deeply and interesting to be discussed from time to time, the discussion about the Prophet Jesus always gave a new color in the academic field by trying to learn from an Islamic study as like was done by Karel Steenbrink, in interpreting verses relating to the prophet Jesus, he uses four methods that are easy to understand. The author will not too far to discuss about Jesus in the Qur'an as described by Steenbrink, the writer is only guided by two surahs, namely Maryam and Ali-Imran. Hopefully this article can provide some benefit to the progress of writing culture, especially for the writers themselves. Sejak al-Qur’an diturunkan ke muka bumi, telah banyak peristiwa-peristiwa yang Allah abadikan dalam al-Qur’an, salah satu kisah yang sangat banyak disebutkan dan dibahas adalah kisah nabi Isa a.s. Hal ini mengundang ketertarikan salah seorang outsider bernama Karel Steenbrink.Diamelakukan pengkajian-pengkajian tentang kisah nabi Isa dalam al-Qur’an, hal ini didasari keingin tahuannya terhadap Islam. Sehingga pada akhirnya kisah nabi Isa mulai dikaji lebih dalam dan menarik untuk dibahas dari waktu ke waktu, seakan tak pernah habis dimakan usia, pembahasan tentang nabi Isa ini selalu memberikan warna baru dalam bidang akademis dengan mencoba belajar dari sebuah karya pengkajian islam seperti halnya yang dilakukan oleh Karel Steenbrink, dalam menginterpretasikan ayat-ayat yang berhubungan dengan nabi Isa, dia menggunakan empat metode yang mudah dipahami.Penulis disini tidak akan terlalu jauh membahas tentang Isa dalam al-Qur’an seperti yag dijabarkan oleh Steenbrink, penulis hanya berpedoman pada dua surat saja, yaitu Maryam dan Ali-Imron. Semoga tulisan ini bisa memberikan manfa’at sedikit banyak buat kemajuan budaya tulis menulis, khusunya untuk penulis sendiri.
LGBT Perspektif Hadis Nabi SAW Mafaza, M. Asna; Royyani, Izza
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 4 No. 1 (2020): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The current issue on contemporary discussion is about LGBT (Lesbian, Gay, Bisexual and Transgender). LGBT is related to sexual behavior. it refers to a situation where the culprit has a sexual tendency that likes the same sex. There are a number of things that can cause symptoms that are inherited from birth and environmental factors. Their existence until now is certainly very difficult to be accepted among the public in general, because it is considered as a deviation and is contrary to the moral and religious values ​​that exist in society and not a few who blaspheme the perpetrators as perpetrators of major sins that need to be punished. Historically Islam, the LGBT phenomenon has existed since the time of the Prophet Lut, where his people have done very taboo acts, namely channeling sexual appetite to the same sex, their behavior is called ‘Sodom’. Islam strictly forbids this, as evidenced by the descent of the disaster to the people of the Prophet Luth.according to Islamic view of LGBT explicitly can be found in the explanation of the hadith. So, to understand this phenomenon, a study of the hadith in question is carried out. The study of this hadith was carried out as a basis for addressing the LGBT phenomenon that is rife in Indonesia. However, to implement the understanding of the hadith as a whole is certainly not easy to do, because Indonesia is not a country that makes Islam a state system. It has its own perspective regarding LGBT phenomena. Therefore, it is very important to have an in-depth study of the traditions that talk about LGBT so that this phenomenon can be seated and addressed as it should be, especially in the context of Indonesia which upholds human rights. Salah satu isu yang masih sangat hangat diperbincangkan dalam raung publik saat ini adalah isu tentang Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender.LGBT berkaitan dengan perilaku seksual.Ia mengacu kepada keadaan di mana pelakuknya memilki kecenderungan seksual yang menyukai sesama jenisnya. Ada beberapa hal yang dapat menyebabkan lgbt dianatanya pembawaan dari lahir dan faktor lingkungan. Eksistensi mereka hingga saat ini tentunya sangat sulit diterima di kalangan masyarakat secara umum, sebab dianggap sebagai sebuah penyimpangan dan bertentangan dengan nilai moral dan agama yang ada dalam masyarakat serta tidak sedikit yang menghujat pelakuknya sebagai pelaku dosa besar yang perlu dihukum.Secara historis Islam, fenomena LGBT telah ada sejak masa Nabi Luth, di mana kaumnya telah melakukan perbuatan yang sangat tabuh, yaitu menyalurkan nafsu seksual ke sesame jenis, perilaku mereka disebut sodom. Dan Islam dengan tegas melarang hal tersebut, terbukti dengan diturunkannya musibah kepada kaum Nabi Luth as.waktu itu. Pandangan Islam tentang LGBT ini secara eksplisit dapat ditemukan dalam penjelasan hadis Raslullah saw. Maka untuk memahami fenomena tersebut, dilakukan kajian terhadap hadis yang dimaksud.Kajian terhadap hadis ini dilakukan untuk menjadi dasar dalam menyikapi fenomena LGBT yang tengah marak di Indonesia.Namun, untuk menerapkan pemahaman hadis tersebut secara menyeluruh tentu tidak mudah dilakukan, sebab Indonesia bukanlah negara yang menjadikan Islam sebagai sistem dalam bernegara.Ia memiliki sudut pandangnya sendiri berkaitan dengan fenomena LGBT. Oleh sebab itu, sangat penting kiranya dilakukan kajian mendalam tentang hadis-hadis yang berbicara tentang LGBT agar fenomena ini bisa didudukkan dan diatasi sebagaimana mestinya, utamanya dalam konteks Indonesia yang sangat menjunjung hak-hak kemanusiaan.
Hubungan Konformitas dengan Motivasi Belajar (Studianalisis Santri Puteri di Pondok Pesantren Nurul Islam KarangCempaka Bluto Sumenep) Amalia, Roziana
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 4 No. 1 (2020): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to find out the relation between conformity and the learning motivation of women students of Nurul Islam Islamic boarding School Karang Cempaka Bluto Sumenep This project uses quantitative correlation method, which aims to measure the relation between to variables. The number of population in this research is 204. From those, 34 samples is gathered using purposive sampling technique. The women students’ learning motivation is measured using questionnaire with model scale of likert. The used scale is adapted from international journal and is modified to suits the phenomena in the place of the research. Likert model scale is also used to measure the conformity level according to the aspects of conformity by Sears. To measure the relation between conformity and leaning motivation, formula of product moment by Karl Pearson is used. The result of the research show negative impacts of Conformity to the Learning Motivation of women students. It can be concluded from the value of the coefficient correlation between Conformity and the Learning Motivation at 392 with significant of 0.05. This result show significant relation between conformity and learning motivation. The higher conformity level the teenagers’ peers develop, the lower motivation of their study. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Konformitas dengan Motivasi Belajar Santri Puteri di Pondok Pesantren Nurul Islam Karangcempaka Bluto Sumenep. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif korelasional, yang bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara dua variabel. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 204 dan teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling, sehingga jumlah sampel yang diambil adalah 34 orang. Motivasi belajar santri puteri diukur menggunakan angket dengan sekala model likert, skala yang digunakan diadaptasi dari jurnal internasional dan disesuaikan dengan fenomena yang ada di lokasi penelitian. Untuk mengukur tingkat konformitas juga menggunakan angket dengan sekala model likert berdasarkan aspek-aspek konformitas menurut Sears. Untuk mengetahui hubungan konformitas dengan motivasi belajar menggunakan rumus product moment dari Karl Pearson. Hasil penelitian diperoleh hubungan antara Konformitas dan Motivasi belajar santri puteri bersifat negatif. Hasil korelasi Konformitas dengan Motivasi belajar menunjukkan angka sebesar392, dengan signifikansi sebesar 0.05. Dari hasil tersebut dapat dilihat bahwa ada hubungan yang signifikan antara konformitas dengan motivasi belajar. Artinya semakin tinggi konformitas teman sebaya maka semakin rendah tingkat motivasi belajar.
problematika istihadhoh Problematika Istihadhoh dalam persepsi wanita: problematika wanita Damayanti, Suci; Zafi, Ashif Az
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 4 No. 2 (2020): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini berjudul problematika istihadhoh dalam persepsi wanita. Penelitan ini bertujuan untuk mengetahui problematika istihadoh yang terjadi pada wanita sehingga wanita tersebut bisa membedakan mana yang darah haid atau istihadhoh. Adapun yang menjadi latar belakang penulisan artikel ini adalah karena mengenai tingkat pengetahuan tentang istihadhoh yang sangat kurang, sehingga banyak yang keliru dalam memahaminya. Bahkan meski pembahasnnya telah beruang ulang kali disampaikan. Disamping itu, wanita harus bisa memahami permasalahan istihadhoh karena semua wanita akan mengalaminya, maka wanita tidak boleh bodoh dalam perkara istihadhoh. Untuk mengetahui problematika penelitian terfokus kepada hukum dari bahan pustaka, sedangkan data yang diperoleh dianalisis kualitatif yaitu dengan mengkelompokan dan menelaah data yang diperoleh. Adapun hasil penelitian ini dapat ditarik kesimpulan tentang perbedaan haid dengan istihadoh, sehingga kita mengetahui warna darah,macam-macam orang istihadhoh, hukum istihadhoh itu sendiri, sedangkan ketika wanita sedang istihadhoh hukumnya wajib sholat dan ibadah lainnya.
Tradisi Satu Suro Di Tanah Jawa Dalam Perspektif Hukum Islam Aryanti, Risma; Zafi, Ashif Az
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 4 No. 2 (2020): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kata Suro dari bahasa arab yaitu 'asyura artinya kesepuluh (tanggal 10 Muharram). Kata Suro sebutan orang jawa untuk bulan Muharrom. Muharrom adalah bulan pertama penanggalan Hijriyah. Dalam perspektif Islam banyak kejadian luar biasa para Nabi di bulan muharram ini. Banyak daerah di Indonesia yang mengundang atau mengisi tahun baru Islam dengan cara atau tradisi yang unik. Karena keunikan tradisi ini peneliti tertarik untuk membahas masalah ini dengan merumuskan tiga rumusan masalah seperti: Bagaimana sejarah dari tradisi Satu Suro atau Satu Muharram, bagaimana menggabungkan Tradisi di tanah Jawa dalam Memperingati Satu Suro atau Satu Muharram, dan bagaimana tradisi Satu Suro atau Satu Muharram dalam Perspektif Islam. Penelitian ini adalah penelitian literatur dengan deskriptif kualitatif yang membahas untuk evaluasi tentang perayaan Satu Suro. Penulis melakukan penelitian dengan mencari referensi dari buku, jurnal, sumber yang lain yang memiliki tema dan wawancara. Dari penelitian ini dapat diketahui tentang kontribusi dalam pelaksanaan tradisi satu Suro tidak dapat menyelesaikan tujuan dan makna yang sama dan masalah tradisi dan budaya Jawa sangat berkaitan dengan ajaran-agama Islam, khususnya dalam bidang aqidah dan syariah.
Reinterpretasi Metodologi Studi Islam (Landasan Teoritis Tajdid Dalam Penafsiran AL-Qur’an Perspektif Abdullah Saeed dan M. Quraish Shihab) Ulum, Miftahul; El-Rahma, Vicky Izza; ., Nasiri
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 3 No. 2 (2019): Al Iman Jurnal keislaman dan kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi ini berupaya untuk meninjau dasar-dasar teoretis yang digunakan oleh Abdullah Saeed dan M. Quraish Shihab dalam melakukan studi Tajdid dalam interpretasinya. Meninjau dua landasan teoritis tajdid populer menjadi menarik karena masih ada paradigma sastra dalam memahami teks agama pada umat Islam. Dengan demikian membuat mereka membangun argumen kuat untuk melegalkan tajdid dalam interpretasi mereka. Namun, karena alat ukur yang digunakan berbeda, secara otomatis batas ukuran tajdid yang dihasilkan juga berbeda. This study seeks to review the theoretical foundations used by Abdullah Saeed and M. Quraish Shihab in conducting Tajdid projects in their interpretation. Reviewing their two theoretical foundation of tajdid stretchy to be interesting because there is still a literary paradigm in understanding the text of religion in Muslims. Thus making them first build strong arguments in order to legalize tajdid in their interpretation. However, because the measuring instrument used is different, automatically the size limit of the resulting tajdid is also different.
Metode Penelitian Hadis Simultan Dalam Kitab Dhaif Al-Adabul Mufrad Lil Al-Imam Al-Bukhari karya nasriruddin Albani No 49 No Hadits 383/57 Tentang Memelihara Burung Ulum, Miftahul; ., Ihsan
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 4 No. 2 (2020): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hasil penelitian parsial, menyimpulkan bahwa hadis riwayat Ibnu Zubair yang ditakhrij oleh Al-Bukhari tersebut adalah berkualitas da’if al-isnad. Penelitian terhadap tawabi’nya, amat jarang ditemukan hadis berkualitas sahih al isnad, karena terdapat beberapa rawi yang tidak tsiqah. Jadi dari keempat hadis tabi’nya tidak bisa meningkatkan kualitas hadis mutaba’nya. Dengan demikian berarti bahwa hadis tabi’nya tidak berpengaruh pada peningkatan kualitas hadis mutaba’, yaitu: da’if al- Isnad. Penelitian terhadap hadis syawahidnya. Karena tidak memiliki 3 hadis dengan tema yang sama berkualitas sahih. Maka tidak terjadi (syawahid), kualitas hadis tersebut tidak terangkat. This study aimed to extend the following hadis that existed by Ibnu Zubair that labeled byAl-Bukhari as da’if al-isnad. Research to tawabi’, is rarely to find sahih al isnad, caused of those Rawiare not tsiqah. So the following tabi’ could not improved the quality of hadis. Therefore, the meaning is hadis tabi’ not influenced to the improvement of hadis mutaba’, that is: da’if al- Isnad. Research to the syawahid. Explained that found yet other hadis with the same theme that sahih. So absolutely doesnot happen (syawahid), the quality of hadis is not improved. The congclution is Mauquf “because the hadis refered to the Ibnu Zubair as a friend (shahaby) of Rasullah that predicated by Albani as dhoif al-Isnad. Jadi kesimpulannya adalah bahwa hadis ini adalah hadis Mauquf “Karena hanya disandarkan kepada sahabat Rasullah yang membawa burung dalam sangkar yang dishohihkan bukhori dan didoifkan Albani menurut hasil penelitian parsial dan simultan adalah dhoif al-Isnad.
Alternatif Pemecahan Masalah Pada Masyarakat Multikultural Noor, Triana Rosalina
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 4 No. 2 (2020): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bangsa Indonesia adalah bangsa yang multikultural dengan keragaman yang terdapat pada beberapa aspek dalam kehidupan, seperti suku, budaya, agama, status sosial dan lain sebagainya. Pada dasarnya multikulturalisme yang dimiliki tersebut bukan hanya bisa menjadi hal potensial dalam pengembangan Bangsa Indonesia, namun di sisi lain juga bisa membawa konflik horizontal yang harus diselesaikan dengan bijak. Konflik yang terjadi pada masyarakat multikultural harus diolah agar bisa membawa pada sebuah proses dinamisasi perubahan ke arah yang konstruktif dan positif, bukan justru mengarah pada suatu tindakan yang destruktif. Penyelesain suatu konflik pada umumnya akan sangat bergantung pada faktor internal dan eksternal. Faktor internal adalah bagaimana pihak-pihak yang berkonflik menyikapi konflik yang dihadapinya, sedangkan faktor eksternal adalah bagaimana pihak luar berperan dalam melakukan penanganan konflik. Untuk itu penting dibuat suatu perencanaan dan langkah tata pengelolaan konflik dalam bentuk pembangunan perdamaian agar masyarakat multikultural tetap terjaga proses dinamisasinya dengan baik. Indonesia is a multicultural nation with diversity in several aspects of life, such as ethnicity, culture, religion, social status and others. Basiclly, multiculturalism that is not only be a potential thing in the development of the Indonesian nation, but also lead to horizontal conflicts that must be resolved wisely. Conflicts that occur in multicultural societies must be processed so that they can lead to a process of dynamizing change in a constructive and positive direction, instead of leading to destructive action. In general, the resolution of a conflict will depend heavily on internal and external factors. The internal factor is how the conflicting parties respond to the conflict they face, while the external factor is how the outsiders play a role in handling conflict. For this reason, it is important to make plans and steps for conflict management in the form of peace building so that the multicultural society is well maintained in its dynamic process

Page 6 of 22 | Total Record : 215