cover
Contact Name
Stevani Basuki Putri
Contact Email
jurnaljceh@gmail.com
Phone
082244164253
Journal Mail Official
jurnaljceh@gmail.com
Editorial Address
Jl. Manila No 37 Sumberece Kota Kediri Jawa Timur Indonesia Kode Pos 64133
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Journal of Community Engagement in Health
ISSN : 26203758     EISSN : 26203766     DOI : https://doi.org/10.30994/jceh
Core Subject : Health,
Journal of Community Engagement in Health Is a scientific journal published by Institut Ilmu Kesehatan STRADA Indonesia. The journal include : 1. Community of medical; 2. Community of nursing; 3. Community of midwifery; 4. Community of public health; 5. Community of pharmacy; 6. Community of hospital management and services; 7. Community of radiography;
Articles 468 Documents
Upaya Pencegahan dan Menekan Penyebaran Covid-19 Dengan Sosialisasi Protokol Kesehatan 4M Kepada Masyarakat Desa Gayaman Kec. Mojoanyar Kab. Mojokerto Titiek Idayanti; Widya Anggraeni; Siti Fithrotul Umami
Journal of Community Engagement in Health Vol. 4 No. 1 (2021): Maret
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v4i1.123

Abstract

Di Indonesia juga diberlakukan kebijakan Pembatasan sosialisasi Berskala Besar (PSBB) untuk menekan penyebaran virus ini. Virus ini menular melalui percikan dahak (droplet) dari saluran pernapasan. Pencegahan penularan virus corona tidak hanya bisa dilakukan dengan cara lockdown atau PSBB saja, tak kala penting setiap individu juga dapat menerapkan protokol kesehatan untuk bisa memproteksi dirinya sendiri dari paparan virus corona. Oleh karena itu penting untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang tentang protokol kesehatan 4M untuk mencegah penularan dan menekan penyebaran Covid-19. Pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan di Desa Gayaman Kec. Mojoanyar Kab. Mojokerto selama 1 minggu. Kegiatan PkM ini dilakukan secara bergilir dengan mengumpulkan warga setiap RT. Kegiatan ini dilakukan dengan metode ceramah, diskusi dan tanya jawab. Di akhir acara sosialisasi 4M untuk mencegah dan menekan penyebaran Covid-19, tim penyuluh juga membagikan masker gratis kepada masyarakat yang hadir pada acara penyuluhan dan sosialisasi tersebut. Keberhasilan dari kegiatan PkM ini, diharapkan masyarakat Desa Gayaman Kec. Mojoanyar dapat mematuhi dan menjalankan protocol kesehatan 4M untuk mencegah dan menekan penyebaran Covid-19. Diharapkan masyarakat mau dan dapat menerapkan 4M dimanapun mereka berada
Latihan Senam Yoga Pada Lansia Untuk Mencegah Depresi Pada Penderita Diabetes Melitus Di Posyandu Lansia Desa Sooko Kecamatan Sooko Kabupaten Mojokerto Riska Aprilia Wardani; Dian Fitra Arismawati; Bety Mayasari
Journal of Community Engagement in Health Vol. 4 No. 1 (2021): Maret
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v4i1.124

Abstract

Pada masa lanjut usia secara bertahap seseorang mengalami berbagai kemunduran, baik fisik, mental, dan sosial (Azizah 2011). Banyak faktor yang menyebabkan gangguanmental. Gangguan mental yang sering ditemukan pada usia lanjut adalah depresi. (Departemen Kesehatan,2008). Depresi pada lanjut usia juga sering terjadi pada lansia yang mengalami Diabetes Melitus. Gangguan depresi pada lansia yang menderita Diabetes Melitus kurang dipahami sehingga banyak kasus depresi pada lansia yang menderita Diabetes Melitus tidak dikenali dan tidak diobati. Dampak gangguan depresi yang lain pada lansia berasal dari faktor fisik, psikologis dan sosial yang saling berinteraksi secara merugikan dan memperburuk kualitas hidup dan produktifitas kerja pada lansia. Faktor fisik yang dimaksud adalah penyakit fisik yang diderita lansia salah satunya penyakit Diabetes Melitus. Salah satu alternative penanganan pada lansia yang menderita depresi adalah senam yoga. Dengan menggunakan senam yoga akan dapat membangkitkan pikiran yang lebih positif, karena di dalam yoga terdapat banyak sekali pose / gerakan yang dapat melepaskan ketegangan disyaraf, merengganggkan otot, mengistirahatkan tubuh dan menenangkan pikiran. Did alam senam yoga terdapat teknik meditasi yang membuat pikiran yang tenang, damai, dan rileks dapat mempengaruhi akibat yang ditimbulkan karena adanya pikiran yang negatif. Latihan meditasi yoga dapat menenangkan pikiran dan menimbulkan kejernihan batin, kedamaian pikiran, pemahaman, serta meredakan emosi (Krishna 2000). Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk mencegah kemungkinan terjadinya depresi pada lansia yang menderita Diabetes Melitus di Posyandu Lansia Desa Sooko kabupaten Mojokerto, dengan metode demonstrasi
Optimalisasi Peran Keluarga Dalam Stimulasi Tumbuh Kembang Balita dan Anak Prasekolah Pada Masa Pandemi Covid–19 Dian Febrida Sari; Gina Muthia; Putri Nelly Syofiah; Eka Putri Primasari
Journal of Community Engagement in Health Vol. 4 No. 1 (2021): Maret
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v4i1.125

Abstract

Pandemi Covid 19 membuat pemerintah Indonesia mengeluarkan salah satu kebijakan di bidang pendidikan yaitu belajar dari rumah, termasuk pendidikan anak usia dini dan taman kanak-kanak. Hal ini berdampak kepada kesiapan orangtua dan keluarga dalam mendampingi balita belajar dari rumah. Sebelum masa pandemi, balita dan anak prasekolah dapat belajar bersama dengan guru di sekolah, sehingga guru juga dapat membantu memantau pertumbuhan dan perkembangan anak selama di sekolah. Saat pandemi ini, orangtua dan keluarga harus siap mendampingi anak usia 3-6 tahun belajar dari rumah. Posyandu sebagai salah satu wadah untuk pemantauan tumbuh kembang, saat pandemi ini tidak beroperasi ssperti biasa. Hal ini dilakukan agar mencegah kerumunan sesuai dengan himbauan dari pemerintah kota Padang dan Dinas Kesehatan kota Padang. Informasi dari salah seorang kader kasehatan mengatakan bahwa di Kelurahan Anduring terdapat 1 orang balita dengan status gizi Bawah Garis Merah (gizi buruk). Salah seorang ibu balita menyampaikan bahwa sejak diberlakukan kebijakan Belajar Dari rumah (BDR) balitanya menjadi lebih sering menggunakan gadget, sehingga sebagai orangtua tidak optimal dalam memberikan stimulasi pertumbuhan dan perkembangan di rumah. Oleh karena itu, penting rasanya untuk memberikan edukasi kepada orang tua agar anak tetap mendapatkan stimulus pertumbuhan dan perkembangan dari orangtua maupun keluarga selama menjalankan proses belajar dari rumah. Solusi Dan target Luaran yang ditawarkan pada kegiatan ini adalah Penyuluhan tentang stimulasi tumbuh kembang anak usia 4-6 tahun dengan memberikan modul stimulasi tumbuh kembang anak dan Pemberian konseling pada balita yang dicurigai memiliki masalah pertumbuhan dan perkembangan.
Sosialisasi Pentingnya Pemberian Asi Eksklusif di Masa Pandemi Melalui Webinar Miftakhur Rohmah; Aprilya Adelina Letwar; Eka Wulandari; Winda Septianingrum
Journal of Community Engagement in Health Vol. 4 No. 1 (2021): Maret
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v4i1.126

Abstract

Pemberian ASI secara eksklusif pada bayi penting untuk meningkatkan kelangsungan hidup dan kualitas bayi. Di Indonesia, menyususi bayi sudah menjadi suatu budaya, namun upaya meningkatkna perilaku ibu untuk menyususi ASI secara eksklusif masih diperluhkan karena pada kenyataannya praktik memberikan ASI eksklusif masih belum dilaksanakan sepenuhnya. Belum optimalnya pemberian ASI eksklusif ini sangat disayangkan mengigat pentingnya ASI bagi bayi sejak lahir hingga usia 6 bulan. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengeksplorasi pentingya pemberian ASI eksklusif pada bayi. Pemberian ASI yang kurang dari 6 bulan dapat meningkatkan resiko terjadinya stunting pada balita.
Pemberdayaan Masyarakat Menuju Kota Sehat dan Layak Anak Berbasis Kearifan Lokal Yeni Rustina; Agus Setiawan; Enie Novieastari; Dessie Wanda; Ella Nurlela Hadi; Jajang Gunawijaya; Annida Falahaini
Journal of Community Engagement in Health Vol. 4 No. 1 (2021): Maret
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v4i1.127

Abstract

Tumbuh kembang anak yang optimal merupakan kebutuhan dasar dalam pengembangan sumber daya manusia di masa yang akan datang. Hal tersebut dapat tercapai apabila terdapat sistem pendukung yang memadai dan tepat dari lingkungan yang sehat, dengan melibatkan kearifan lokal masyarakat. Cisaga merupakan salah satu kecamatan di Jawa Barat, Indonesia yang mengedepankan pengembangan sumber daya manusia sebagai prioritas utama dalam pembangunan daerah. Tujuan dari program pemberdayaan masyarakat ini adalah untuk membangun kota sehat dan ramah anak yang dimulai dari Kabupaten Cisaga. Program pemberdayaan masyarakat meliputi skrining tumbuh kembang anak; meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader kesehatan dalam mendorong tumbuh kembang anak, memotivasi masyarakat dalam menumbuhkan perilaku hidup bersih dan sehat; mengembangkan ruang baca anak; dan mengembangkan desain ruang terbuka hijau yang ramah anak. Setelah dilakukan evaluasi program, muncul respon positif dari masyarakat terhadap program tersebut. Para kader kesehatan mengaku memiliki kemampuan untuk mengajari para ibu bagaimana cara menstimulasi anaknya. Dengan menggunakan kearifan lokal melalui pelibatan masyarakat dalam program-program tersebut, maka perubahan dalam masyarakat lebih dapat diandalkan untuk dilaksanakan
Pendidikan Kesehatan Untuk Meningkatkan Stimulasi Psikososial Pada Keluarga Anak Dengan Autism Spectrum Disorder (ASD) Luluk Susiloningtyas; Nurin Fauziyah; Ratih Kusuma Wardhani
Journal of Community Engagement in Health Vol. 4 No. 1 (2021): Maret
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v4i1.128

Abstract

Pengetahuan keluarga tentang Stimulasi psikososial sangat penting dalam memberikan konstribusi dalam upaya peningkatan perkembangan psikososial anak dengan gangguan Autism Sprectrum Disorder (ASD). Peningkatan pengetahuan keluarga sangat dibutuhkan untuk memaksimalkan perkembangan psikososial anak dengan ASD. Keluarga sangat berperan memberikan pengasuhan yang tepat sehingga perkembangan psikososial anak menjadi lebih optimal. Kurangnya pengetahuan keluarga tentang kebutuhan anak merupakan salah satu penyebab keterlambatan perkembangan sosial anak. Stimulasi psikososial berfungsi sebagai penguat yang bermanfaat bagi perkembangan psikososial anak dan memberikan dampak positif pada perkembangan psikososial anak Autism Spectrum Disorder (ASD). Tujuan dari pengabdian masyarakat ini untuk memberikan edukasi dan meningkatkan pengetahuan keluarga tentang stimulasi psikososial anak dengan Autism Spectrum Dosorder (ASD). Kegiatan ini berupa edukasi yang dilakukan pada keluarga anak dengan Autism Spectrum Disorder (ASD). Metode yang diberikan menggunakan media LCD, dan leaflet. Hasil pengabdian masyarakat ini didapatkan pada akhir pengabdian seluruh keluarga memiliki pengetahuan baik tentang stimulasi psikososial anak sebanyak 20 orang (100 %). Peningkatan Pengetahuan ini karena keluarga didampingi secara intensif selama pelaksanaan kegiatan edukasi, keluarga saat diberikan edukasi lebih fokus dan dapat menerapkan stimulasi psikososial anak. Diharapkan stimulasi psikososial anak ASD ini terus berlanjut sehingga dapat memaksimalkan perkembangan sosial anak dengan Autism Spectrum Disorder (ASD) dan dapat membantu upaya program peningkatkan derajat kesehatan anak
Pendidikan Kesehatan Untuk Meningkatkan Asi Eksklusif Ratih Kusuma Wardhani; VIde Bahtera Dinastiti; Nurin Fauziyah
Journal of Community Engagement in Health Vol. 4 No. 1 (2021): Maret
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v4i1.129

Abstract

Desa Ringinpitu, Kecamatan Pelemahan, Kabupaten Kediri terdapat 1 bidan desa dan 10 kader kesehatan yang aktif dalam kegiatan posyandu dan 10 ibu yang memiliki bayi. Jumlah persalinan di Desa Ringinpitu pada Bulan Januari – Desember 2019 mencapai 38 persalinan dan cakupan ASI Eksklusif hanya mencapai 23 orang (60,5%). Permasalahan mitra cakupan pemberian ASI Eksklusif masih mencapai 60,5% hal ini berkaitan dengan masalah, antara lain : (1) banyak ibu yang bekerja, (3) ibu kurang percaya diri sehingga mengatakan ASInya keluar sedikit/tidak keluar, (4) kurangnya pengetahuan ibu tentang ASI Eksklusif, (5) ibu terpengaruh produk susu formula, (5) ibu dan keluarga masih percaya tentang pemberian ASI saja pada bayi masih kurang (dukungan keluarga kurang). Solusi Pendidikan kesehatan pada kader kesehatan dan ibu dengan memberikan edukasi tentang ASI Eksklusif, pijat oksitosin, tehnik menyusui yang benar, dan nutrisi masa menyusui. Proses pemberian edukasi ini melibatkan kader dan ibu sebagai sosial support. Luaran kegiatan pengabdian masyarakat ini antara lain : Publikasi jurnal pengabdian masyarakat di jurnal nasional, Peningkatan pemahaman dan ketrampilan masyarakat. Untuk mewujudkan upaya tersebut maka perlu ditingkatkan pengetahuan dan ketrampilan para kader kesehatan dan ibu terutama ASI Eksklusif
Pendidikan Kesehatan Untuk Meningkatkan Gizi Ibu Hamil Ratna Feti Wulandari; Luluk Sulistyaningtyas; Susanti Tria Jaya
Journal of Community Engagement in Health Vol. 4 No. 1 (2021): Maret
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v4i1.130

Abstract

Angka kematian ibu per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2015 adalah 305. Hasil survei Demografi dan Kesehatan (SDKI) tahun 2017 menunjukkan Angka kematian Bayi 24 per 1.000 kelahiran hidup. Data kesehatan desa Ringinpitu Ada 1 Kematian bayi karena ibu hamil dengan resiko tingginya Riwayat penyakit jantung, abortus 2 kali, Preklamsi,usia ibu lebih dari 35 tahun jarak anak lebih dari 10 tahun. Data bulan Januari 2020 jumlah ibu hamil sebanyak 19 orang orang yang mengalami anemia sebanyak 5 orang, KEK 4 orang. Permasalahan Mitra Berdasarkan hasil wawancara didapatkan permasalahan yang dialami oleh mitra, yaitu terdapat ibu hamil yang KEK (kekurangan energi kronik) berjumlah 4 dari total 26 ibu hamil, BBLR sebesar 2,6 % dari jumlah kelahiran hidup 38. Hal ini berkaitan dengan masalah, antara lain : (1) ibu yang belum paham tentang gizi ibu hamil, (3) ibu yang belum mengetahui berapakah peningkatan berat badan selama hamil yang dibutuhkan, (4) kurangnya pengetahuan ibu tentang bahaya jika kekurangan gizi pada saat hamil, (5) kurangnya pengetahuan tentang gizi yang diperlukan ibu hamil, (5) ibu hamil belum mengetahui tentang pedoman makan bagi ibu hamil Solusi Pendidikan kesehatan pada ibu hamil dengan memberikan edukasi tentang pengertian gizi ibu hamil, peningkatan berat badan selama hamil yang dibutuhkan, pengetahuan ibu tentang bahaya jika kekurangan gizi pada saat hamil, pengetahuan tentang gizi yang diperlukan ibu hamil dan tentang pedoman makan bagi ibu hamil Luaran kegiatan pengabdian masyarakat ini antara lain: Publikasi jurnal pengabdian masyarakat di jurnal nasional, peningkatan pengetahuan ibu hamil tentang gizi ibu hamil
Pendidikan Kesehatan PHBS Kader Kesehatan Era New Normal di Desa Darungan Susanti Tria Jaya; Ratna Feti Wulandari; Luluk Susiloningtyas
Journal of Community Engagement in Health Vol. 4 No. 1 (2021): Maret
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v4i1.131

Abstract

Pengetahuan kader tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sangat penting dalam memberikan kontribusi pendampingan kesehatan pada ibu hamil, ibu nifas dan ibu balita saat ini. Ditahun 2020 ini bangsa kita sedang mengalami masa pandemi covid – 19, dimana setiap individu dituntut untuk menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) agar tidak tertular virus covid -19 yang angkanya setiap hari semakin meningkat. Pendampingan kader terhadap kesehatan ibu dan balita sangat dibutuhkan dalam mencegah terjadinya keterlambatan penularan virus covid -19, kader dapat membantu mensosialisasikan bagaimana Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di era new normal ini. Tujuan pengabdian ini adalah untuk memfasilitasi mahasiswa dalam memberikan edukasi dan meningkatkan pengetahuan kader kesehatan tentang pola hidup bersih dan sehat di era new normal. Metode yang diberikan menggunakan media LCD dan leaflet. Hasil pengabdian didapatkan pada akhir pengabdian seluruh kader kesehatan memiliki pengetahuan baik 100%. Peningkatan pengetahuan ini karena kader kesehatan didampingi secara intensif oleh mahasiswa bidan dalam memberikan pendidikan kesehatan, kader kesehatan lebih fokus pada saat edukasi dan dapat menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Diharapkan program ini terus berlanjut dan dapat memfasilitasi mahasiswa dan masyarakat untuk mengatasi masalah kesehatan di masa pandemi
Penyuluhan Kesehatan Tentang Imunisasi Dasar Lengkap Pada Masa Pandemi Covid 19 di Desa Kelebuh Wilayah Kerja Puskesmas Batunyala Arip Usman
Journal of Community Engagement in Health Vol. 4 No. 1 (2021): Maret
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v4i1.133

Abstract

Berdasarkan Survey Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) 2014, angka kematian balita masih mencapai 40/1.000 kelahiran hidup (KH),angka kematian bayi 32/1.000 kelahiran hidup (KH) dan angka kematian neonatal 19/1.000 kelahiran hidup (KH). Data Riskesda 2014 menunjukkan sekitar 56 % kematian bayi dan 43% kematian balita terjadi pada periode neonatal (0-28 hari). Sebagian besar 78,5% dari kematian neonatal ini terjadi dalam satu minggu pertama (0-6 hari) kehidupan bayi baru lahir, penyebab kematianneonatal salah satunya adalah infeksi. Berdasarkan hasil Riskesdas 2010, di Indonesia rerata cakupan imunisasi dasar lengkap baru mencapai 53,8% (dengan rentang 28,2% - 96,11%). Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Tengah jumlah cakupan imunisasi dasar lengkap di wilayah kabupaten lombok tengah sebesar 19.266 bayi, sedangkan diwilayah kerja puskesmas Batunyala jumlah cakupan imunisasi dasar lengkap adalah 646 bayi. (Dikes Loteng, 2020). Berdasarkan hal tersenut tim pengabdian masyarakat mengadakan penyuluhan tentang pentingnya imunisasi dasar lengkap bagi anak. Metode yang digunakan adalah ceramah, diskusi dan tanya jawab. Pelaksanaan Penyuluhan Imunisasi Dasar dilaksanakan di Desa Kelebuh pada bulan Februari 2021. Pelaksanaan penyuluhan imunisasi dasar lengkap sehat di Rumah warga Desa Kelebuh berjalan dengan lancar. Penyuluhan diikuti oleh 29 peserta yang terdiri dari ibu balita, kader, bidan desa dan mahasiswa. Peserta antusias dengan saat mengikuti penyuluhan, hal ini dibuktikan dengan banyaknya peserta yang bertanya saat sesi tanya jawab. Dari hasil pemberian kuesioner sebagai bahan evaluasi pengetahuan ibu balita tentang pentingnya imunisasi dasar lengkap di peroleh hasil sebelum pemberian penyuluhan rata-rata tingkat pengetahuan ibu balita sebesar 58,96% dan setelah diberikan penyuluhan mengalami peningkatan yang sangat signifikan yaitu dengan rata-rata 80,68%. Setelah diadakan penyuluhan tentang imunisasi dasar lengkap diharapkan peserta yang mengikuti benar-benar mengerti dan menyebarluaskan informasi yang diterima kepada warga lain