cover
Contact Name
Stevani Basuki Putri
Contact Email
jurnaljceh@gmail.com
Phone
082244164253
Journal Mail Official
jurnaljceh@gmail.com
Editorial Address
Jl. Manila No 37 Sumberece Kota Kediri Jawa Timur Indonesia Kode Pos 64133
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Journal of Community Engagement in Health
ISSN : 26203758     EISSN : 26203766     DOI : https://doi.org/10.30994/jceh
Core Subject : Health,
Journal of Community Engagement in Health Is a scientific journal published by Institut Ilmu Kesehatan STRADA Indonesia. The journal include : 1. Community of medical; 2. Community of nursing; 3. Community of midwifery; 4. Community of public health; 5. Community of pharmacy; 6. Community of hospital management and services; 7. Community of radiography;
Articles 468 Documents
Membangun Body Image Ibu Hamil Terintegrasi Hypnosis Dalam Upaya Pemantauan Kesejahteraan Janin Elita Vasra; Asri Noviyanti
Journal of Community Engagement in Health Vol. 4 No. 1 (2021): Maret
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v4i1.137

Abstract

Perubahan psikologi setiap trimester pada wanita hamil tidak terlepas dari dampak perubahan yang khas dalam segi fisik dari setiap proses kehamilan yang dialami wanita hamil. Uraian terhadap perkembangan psikologi di atas menunjukkan adanya perubahan “citra tubuh” pada ibu hamil atau yang dalam istilah asing disebut body image. Perubahan citra tubuh (body image) menghasilkan sikap positif dan negatif pada setiap wanita. Wanita yang memiliki citra tubuh negatif atau ketidakpuasan terhadap tubuhnya, akan lebih mudah mengalami depresi dari pada yang merasa puas akan tubuhnya. Ibu berperan penting untuk menciptakan kehamilan sehat karena janin sesungguhnya berada dalam pengaruh dan pemantauan ibu. Ibu dapat dilatih untuk merasakan gerakan janin sehingga terjadi hubungan khusus antara ibu dan janinnya. Ibu dapat dilatih dalam keheningannya untuk merasakan gerakan janin. Adapun tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatnya keyakinan dan kepercayaan diri ibu hamil, kecemasan ibu hamil dalam kehamilan dan persalinan, kemampuan ibu hamil dalam melakukan hypnosis, kemampuan ibu hamil dalam melakukan pemantauan kesejahteraan janin. Pelaksanaan dilakukan pada ibu hamil trimester II dan III pada tanggal 12 Oktober 2020. Hasil yang dicapai dalam kegiatan adalah meningkatnya kemampuan ibu hamil dalam melakukan hypnosis dan pemantauan kesejahteraan janin. Luaran yang dicapai adalah adanya peningkatan keterampilan ibu hamil tentang hypnosis dan pemantauan kesejahteraan janin.
Optimalisasi Kesehatan Ibu Hamil mengunakan Video E-Learning Relaksasi Autogenic pada Kelas Ibu Hamil Wita Asmalinda; Nesi Novita; Desy Setiawati
Journal of Community Engagement in Health Vol. 4 No. 1 (2021): Maret
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v4i1.139

Abstract

Kecemasan yang terjadi pada ibu hamil dapat menyebabkan reaksi negatif terhadap kondisi ibu sehingga mengakibatkan perdarahan, kesakitan luar biasa, ketakutan bahkan menjadi penyebab terjadinya angka kematian ibu dan janin saat proses persalinan. Rasa cemas yang dialami oleh ibu hamil itu juga dapat disebabkan karena meningkatnya hormon progesterone dan hormon adrenalin yang menyebabkan gangguan perasaan dan membuat ibu hamil cepat lelah sehingga terjadi perdarahan antepartum. Penanganan kecemasan yang terjadi pada ibu hamil dapat dilakukan dengan terapi non farmakologi misalnya, relaksasi otot progresif mengunakan relaksasi autogenic. Pengabdian kepada masyaakat yang dilaksanakan adalah Program Kemitraan Masyarakat (PKM) berupa penyuluhan dan pendampingan kepada peserta kelas ibu hamil dalam melakukan tehnik relaksasi autogenic untuk mengurangi kecemasan. Pelaksanaan pelatihan relaksasi autogenic ini dilaksanakan secara partisipatif. Dalam praktiknya setelah menyampaikan materi, narasumber pelatihan mendemonstrasikan prosedur relaksasi autogenic. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat oleh kelompok dosen dan mahasiswa Jurusan kebidanan Palembang yang dilaksanakan di kelas ibu hamil Puskesmas Pakjo Palembang mengunakan metode ceramah dan simulasi/ peragaan tehnik relaksassi Autogenic dengan jumlah peserta sebanyak 20 orang ibu hamil, berjalan dengan lancar. Kegiatan dilaksanakan selama 3 hari, 20 peserta kelas ibu hamil semuanya dapat mengikuti proses pelatihan sampai selesai yaitu dari pukul 09.00 -12.00 WIB dibagi atas 2 sesi. Dapat disimpulkan bahwa pelatihan tehnik relaksasi autogenic berefek pada penurunan tingkat kecemasan pada ibu hamil peserta pelatihan.
Cegah Ansietas dengan Hypnobrithing pada ibu Hamil di Masa Pandemic Covid 19 Di Desa Mnelalete Kabupaten TTS Awaliyah Muslimah Suwetty; Meryano Missa; Nerdy Faot; Suprihatin Suprihatin; Delice Pobas
Journal of Community Engagement in Health Vol. 4 No. 1 (2021): Maret
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v4i1.141

Abstract

Kehamilan merupakan suatu proses yang dinantikan oleh pasangan usia subur. Di masa pandemic covid -19, kehamilan perlu mendapatkan perhatian khusus dikarenakan sangat berpengaruh terhadap aspek kesehatan, aspek ekonomi dan aspek psikologis. Berbagai permasalahan yang akan dihadapi selama masa kehamilan dapat menyebabkan timbulnya stress pada ibu hamil diantaranya rasa ketidaknyamanan selama kehamilan, pekerjaan, kekhawatiran pada proses persalinan, perubahan hormon serta kondisi bayi. Untuk mengatasi kecemasan tersebut, perlu dilakukan suatu terapi yang disebut Hypnobrithing untuk membantu ibu hamil menurunkan kecemasan yang dialami selama hamil hingga melahirkan nantinya. Sasaran kegiatan di desa Mnelalete kabupaten Timor Tengah Selatan. Metode yang digunakan terdiri dari 3 tahap yaitu tahap persiapan, tahap implementasi dan tahap evaluasi. Kegiatan dibagi menjadi dua tahap yakni screaning kecemasan menggunakan skala HARS selanjutnya dilakukan Hypnobrithing oleh ahli. Media Hypnobrithing yang digunakan adalah brosur, poster dan tape recorder (Music Pengiring). Hasil kegiatan menggambarkan penurunan kecemasan pada ibu hamil, selanjutnya perlu dilakukan latihan khusus dan perlu rutin dilakukan saat posyandu, agar ibu hamil dapat mandiri melakukannya dirumah saat muncul masalah kecemasan
Pelatihan Deteksi Dini Risiko Penyakit Tidak Menular pada Kader di Wilayah Kerja Puskesmas Muara Beliti Kabupaten Musi Rawas Zuraidah S; Indah Dewi Ridawati; Nadi Aprilyadi
Journal of Community Engagement in Health Vol. 4 No. 1 (2021): Maret
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v4i1.142

Abstract

Menurut WHO, secara global penyebab kematian Penyakit Tidak Menular (PTM) yang terbesar proporsinya yaitu penyakit kardiovaskuler (31%), kanker (16%) diikuti penyakit pernafasan kronis (7%), Diabetes (3%) serta penyakit tidak menular lainnya (15%) (WHO, 2018). Upaya promosi kesehatan yang dilakukan tenaga kesehatan dalam mengurangi kejadian PTM melibatkan kader Posbindu. Kader Posbindu merupakan garda terdepan yang menjadi agen perubahan dalam pencegahan dan pengendalian PTM di Indonesia (Ditjen P2P,2019). Di wilayah kerja Puskesmas Muara Beliti terdapat 15 Posbindu, setiap Posbindu hanya dari 5 kader. Jumlah kader yang telah mendapatkan informasi tentang Penyakit Tidak Menular dari Puskesmas baru ada 3 Posbindu , yaitu: 1.Posbindu Desa Air Satan, 2.Posbindu Desa Pedang, 3.Posbindu Desa Tanah Periuk. Tujuan Pengabdian Masyarakat ini adalah untuk melatih kader Posbindu di wilayah kerja Puskesmas Muara Beliti, Kabupaten Musi Rawas Tahun 2020. Kegiatan ini dilakukan di Posbindu Desa Air Satan pada hari Rabu dan Kamis tanggal 5 dan 6 November 2020. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat ini terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam mendeteksi risiko penyakit tidak menular namun peningkatan pengetahuan belum signifikan. Kesimpulan : telah dilaksanakan pengabdian masyarakat berupa pelatihan kader Posbindu Desa Air Satan, Desa Pedang, dan Desa Tanah Periuk dalam mendeteksi risiko penyakit tidak menular di wilayah kerja Puskesmas Muara Beliti Kabupaten Musi Rawas. Saran : Pelatihan sejenis dapat dilakukan kembali untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader posbindu yang lebih terampil dalam mendeteksi risiko penyakit tidak menular
Peningkatan Pengetahuan Dan Ketrampilan Guru Tk Aba Terhadap Tanggap Bahaya Tersedak ( Choking) Rini Ernawati; Siti Khoiroh Muflihatin; Marjan Wahyuni
Journal of Community Engagement in Health Vol. 4 No. 1 (2021): Maret
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v4i1.143

Abstract

Anak usia dini sangat beresiko terhadap kejadian tersedak, kejadian tersedak bisa disebabkan karena makanan, mainan, koin. Tersedak adalah penyebab utama cedera dan kematian pada anak-anak. Kasus tersedak banyak terjadi disekolah pada saat anak sedang bermain dan sedang makan. Dengan banyaknya kasus tersedak ini maka America Academy of Pediatrics membuat kebijakan Resusitasi jantung paru dan pertolongan pertama harus diajarkan kepada orang tua, guru dan penyedia penitipan anak. Guru adalah orang terdekat saat anak anak disekolah, maka guru berperan dalam menjaga kesehatan dan keselamatan anak saat disekolah. Kegiatan penyuluhan dilakukan untuk peningkatan pengetahuan dan ketrampilan guru taman kanak Aisyiyah dalam penanganan tersedak disekolah. Metode kegiatan penyuluhan diawali dengan pemberian pre test dilanjutkan dengan ceramah, praktik, diskusi dan diakhiri dengan post tes, kegiatan ini dilaksanakan masih dalam masa pandemic covid 19 sehingga pelaksanaan dilakukan dengan menggunakan media zoom. Kegiatan diikuti 28 guru Taman Kanak Aisyiyah Samarinda, dengan dua orang narasumber dibidang kesehatan. Kegiatan dilaksanakan tanggal 21 Oktober 2020. Didapatkan hasil data peningkatan pengetahuan dari sebelum penyuluhan dengan nilai rata rata 39,4 dan setelah dilakukan penyuluhan dengan nilai rata rata 70,2. Penyuluhan kesehatan yang dilakukan kepada kelompok guru secara nyata memberikan hasil yang signifikan dilihat dari perubahan nilai yang didapatkan, hal ini karena kelompok guru adalah orang yang terdidik, sehingga lebih mudah dalam menanamkan ilmu pengetahuan.
Deteksi Dini Tumbuh Kembang dan Edukasi pada Ibu tentang Status Gizi Anak pada Periode Golden Age Eva Oktaviani; Jhon Feri; Susmini Susmini; Bambang Soewito
Journal of Community Engagement in Health Vol. 4 No. 2 (2021): September
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v4i2.146

Abstract

Permasalahan gizi dan kesehatan anak masih menjadi fenomena gunung es di Indonesia. Pemahaman masyarakat mengenai pentingnya kebutuhan gizi pada anak sangatlah penting, karena status gizi akan sangat mempengaruhi potensi pertumbuhan dan perkembangan secara optimal. Pemantauan tumbuh kembang secara berkala harus dimulai sejak usia dini sebagai salah satu upaya untuk mendapatkan sumber daya manusia yang berkualitas. Usia dini yang dimaksud adalah 5 tahun pertama kehidupan seorang anak yang dikenal dengan masa keemasan (Golden Periode). Pendeteksian gangguan perkembangan sejak dini sangat diperlukan guna memberikan stimulasi yang tepat selain peranan dari pemberian nutrisi secara optimal. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah melakukan deteksi dini tumbuh kembang anak 0 – 5 tahun dengan mengunakan instrument KPSP dan penyuluhan kepada ibu guna memberikan nutrisi yang tepat pada anak. Metode penyuluhan dengan ceramah dan deteksi tumbuh kembang menggunakan instrument KPSP. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 25 Juli 2018 di Desa Ketuan Jaya Kecamatan Muara Beliti Lubuklinggau. Deteksi dini tumbuh kembang dilakukan pada 20 orang balita. Hasil Deteksi dini tumbuh kembang yang diperoleh yaitu mayoritas status gizi balita (BB/PB) dengan kategori normal 16 orang (80%), 17 anak (85%) sesuai dengan usia perkembangan, 3 anak (15%) meragukan, dan tidak ada anak yang mengalami gangguan pendengaran. Setelah penyuluhan ibu memiliki kesadaran yang lebih baik untuk memberikan nutrisi dan stimulasi sebagai upaya optimalisasi perkembangan anak. Penilaian menggunakan instrument KPSP dapat diintegrasikan dalam kegiatan posyandu rutin, sehingga tumbuh kembang balita dapat terpantau dan pemberian intervensi dapat lebih dini jika ditemukan penyimpangan.
Penyuluhan Kontrasepsi Pasca Abortus Ida Susila
Journal of Community Engagement in Health Vol. 4 No. 2 (2021): September
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v4i2.147

Abstract

Kegiatan penyuluhan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan upaya menunda kehamilan dalam jangka waktu yang terlalu cepat, setelah pasien mengalami abortus, sebagaimana diketahui bahwa organ reproduksi perempuan butuh waktu untuk pulih kembali setelah mengalami abortus agar lebih siap dalam menghadapi kehamilan berikutnya apabila pasangan masih menghendaki ingin punya keturunan, sehingga butuh keputusan bersama pasangan usia subur dalam memilih kontrasepsi yang tepat sesuai dengan kebutuhan. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah penyuluhan dan tanya jawab. Pengetahuan yang baik tentang metode kontrasepsi pasca abortus dapat membantu pengambilan keputusan apabila masyarakat mengalami kasus abortus untuk menentukan mmodel kontrasepsi yang akan digunakan. Hasil kegiatan penyuluhan ini menunjukkan bahwa ada perubahan signifikan pada pengetahuan masyarakat tentang konrasepsi pasca abortus setelah mengikuti kegiatan penyuluhan.
Sosialisasi Pembuatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) pada Masyarakat Kepulauan Lemukutan Kalimantan Barat dalam Usaha Penanggulangan Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) Shifa Helena; Desriani Lestari; Yanieta Arbiastutie; Warsidah Warsidah
Journal of Community Engagement in Health Vol. 4 No. 2 (2021): September
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v4i2.148

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit yang disebabkan oleh virus Dengue, banyak terjadi di wilayah tropis ataupun subtropis. DBD banyak berjangkit pada anak usia 5-16 tahun, dengan gejala demam tinggi, perdarahan lalu syok berujung pada kematian dalam waktu singkat. Usaha pencegahan adalah dengan pembersihan genangan air, pengurasan atau fogging, penggunaan anti nyamuk bakar, lotion, fogg terutama pagi dan sore hari. Jika positif terjangkit segera dirawat di rumah sakit serta mengkonsumsi obat-obatan penurun demam, bahan alam yang dapat meningkatkan kadar trombosit darah serta banyak minum air. Tanaman Obat Keluarga yang disingkat TOGA adalah sejumlah tanaman yang dipelihara di pekarangan, berkhasiat obat, dapat memenuhi keperluan obat-obatan sekeluarga dan mewujudkan kemandirian keluarga dalam pengobatan penyakit. Zodia, sere wangi, daun selasih dan lavender merupakan tanaman pengusir nyamuk karena bau yang tidak disukai oleh nyamuk, dapat digosokkan langsung ke kulit atau menempatkan pot tanaman tersebut di area aktivitas kita. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) ditempatkan di Pulau Lemukutan Kalimantan Barat untuk mensosialisasikan pembuatan TOGA khususnya tanaman untuk pencegahan dan pengobatan penyakit DBD. Kegiatan diikuti oleh 25 orang warga, selanjutnya akan menjadi duta-duta TOGA di seluruh kepulauan Lemukutan.
Inisiasi Karang Taruna Peduli Sampah di Kelurahan Burengan Kota Kediri Nurwijayanti Nurwijayanti; Mayta Sari Dwianggimawati; Dwi Anggeaningsih; Meisi Nurrohmah; Melsya Afifah Anggraeni; Muhammad Riza Pangestu; Teresia Widya Ningsih
Journal of Community Engagement in Health Vol. 4 No. 2 (2021): September
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v4i2.153

Abstract

Indonesia sedang mengalami darurat sampah plastik yang jumlahnya semakin meningkat saat masa pandemi Covid-19. Masalah sampah, terutama sampah plastik, masih jadi tantangan yang harus dijawab tuntas. Penanggulangan tentu tak mudah, meski sejumlah peraturan telah diberlakukan. Menurut Ujang Solihin Siddik selaku Direktorat Pengelolaan Sampah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI dalam jumpa pers virtual program Dropbox Sampah Kemasan, akhir September 2020 lalu, jumlah sampah di kawasan bisnis, hotel dan restoran memang menurun. Namun, jumlah sampah rumah tangga meningkat selama pandemi. Peningkatan jumlah sampah rumah tangga terjadi seiring kebijakan bekerja dan belajar dari rumah. Hal itu membuat sejumlah masyarakat memesan produk makanan secara daring dengan sebagian besar kemasannya memanfaatkan plastik, terutama plastik sekali pakai. Tujuan penelitian ini untuk menjelaskan peranan karang taruna Kelurahan Burengan dalam meningkatkan kepedulian pemuda terhadap sampah. Agar penelitian ini memperoleh hasil yang maksimal maka diperlukan media penyuluhan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimental dengan desain pre- eksperiment one group pre-test-posttest, subjek penelitian ini adalah anggota karang taruna sebanyak 10 orang. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa peranan karang taruna dalam hal peduli sampah masih kurang. Hal ini dikarenakan kurangnya pengetahuan pemuda dalam hal mengolah dan memanfaatkan sampah dan asik dengan dunianya sendiri sehingga mereka lupa dengan tugasnya sebagai pemuda dan karang taruna. Oleh sebab itu pemuda diharapkan lebih peduli dengan lingkungan sekitar dan mampu memanfaatkan limbah sampah rumah tangga khususnya sampah anorganik menjadi sebuah kreatifitas yang bernilai jual.
Promosi Kesehatan Tentang Personal Hygiene Sebagai Upaya Pencegahan Flour Albus Pada Remaja Puteri Melalui Zoominar Bunga Tiara Carolin; Shinta Novelia
Journal of Community Engagement in Health Vol. 4 No. 1 (2021): Maret
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v4i1.154

Abstract

Keputihan (flour albus) menjadi masalah yang sering muncul pada remaja. Banyak kaum remaja yang hanya menjaga penampilan luarnya saja tanpa memperdulikan kesehatan organ intim bagian dalam. Salah satu yang sering terjadi karena kurangnya kesadaran kaum remaja untuk menjaga kebersihan alat kelaminnya. Di Indonesia sekitar 90% wanita berpotensi terjadinya keputihan karena Negara Indonesia adalah daerah yang beriklim tropis, sehingga jamur mudah berkembang yang mengakibatkan banyak kasus keputihan. Keputihan dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu keputihan normal (fisiologis) dan keputihan abnormal (patologis). Pada remaja penyebab keputihan adalah perilaku pencengahan keputihan yang kurang baik, yaitu hygiene yang buruk setelah buang air kecil dan buang air besar. Cuci tangan yang tidak adekuat dapat mengiritasi atau kontaminasi bakteri pada vulva. Pakaian ketat, celana dalam yang tidak menyerap juga dapat menyebabkan iritasi. Salah satu upaya untuk mencegah terjadinya keputihan (flour albus) pada kalangan remaja maka kami ingin melakukan promosi kesehatan kesehatan tentang Personal Hygyne pada remaja puteri melalui aplikasi zoominar dan streaming youtube