cover
Contact Name
Intan Safiah
Contact Email
Editor.jimpgsd.eer@gmail.com
Phone
085260108474
Journal Mail Official
jimpgsd.eer@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tgk. Hasan Krueng Kalee, Kopelma Darussalam, Kec. Syiah Kuala, Kota Banda Aceh, Aceh 24415
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Elementary Education Research
ISSN : -     EISSN : 29876028     DOI : 10.24815
Core Subject : Education,
Elementary Education Research (EER) is a journal of research results and literature review in the field of learning. a scientific journal published by Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Syiah Kuala. Has been published in 2016. JIM-EER contains scientific articles resulting from research and critical studies in the fields of Education, learning media, educational technology, and educational evaluation. The languages used in this journal are Indonesian and English.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 4 (2017): NOVEMBER 2017" : 20 Documents clear
KOMPETENSI GURU DALAM MEMANFAATKAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI (TIK) DI SD NEGERI 16 BANDA ACEH Yusrizal., Yusrizal; Safiah, Intan; Nurhaidah., Nurhaidah
Elementary Education Research Vol 2, No 4 (2017): NOVEMBER 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/primary.v2i4.4573

Abstract

Perkembangan TIK melaju begitu cepat bahkan telah merambah ke semua sektor kehidupan masyarakat. Sebagai seorang guru profesional kita dituntut harus memiliki kemampuan untuk menguasai teknologi tersebut. Hal itu telah ditetapkan dalam Permendiknas nomor 16 tahun 2007, ada empat kompetensi yang harus dimiliki oleh guru diantaranya kompetensi pedagogik, profesional, individual, dan sosial. Yang dimaksudkan kompetensi guru dalam penelitian ini yaitu kompetensi pedagogik, dalam kompetensi pedagogik dinyatakan bahwa seorang guru harus mampu menggunakan serta memanfaatkan TIK guna untuk kepentingan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kompetensi guru dalam memanfaatkan media pembelajaran berbasis TIK di SD Negeri 16 Banda Aceh. Adapun manfaat dari penelitian ini yaitu sebagai sarana untuk menambah pengetahuan tentang bagaimana kriteria pemilihan dan pemanfaatan media pembelajaran berbasis TIK.Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan wawancara. Pengolahan data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Subjek penelitian ini terdiri dari enam orang guru yaitu guru kelas I s/d VI. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 17 dan 18 Januari 2017 di SD Negeri 16 Banda Aceh.Berdasarkan hasil analisis data dapat dikemukakan sebagai berikut. Pertama, guru sudah cukup baik dalam memanfaatkan media pembelajaran berbasis TIK, namun masih dibutuhkan banyak bimbingan dalam mengakses langsung media dari internet. Kedua, guru yang kurang mampu menggunakan TIK disebabkan oleh faktor usia. Ketiga, guru yang kurang mampu menggunakan TIK masih terikat dengan media konvensional yang ada di lingkungan sekitar.Simpulan penelitian ini yaitu kompetensi yang dimiliki oleh guru dalam memanfaatkan media pembelajaran berbasis TIK sudah cukup baik. Namun masih diperlukan banyak bimbingan dalam mencari media dan sumber belajar dari internet. Disarankan untuk pihak sekolah agar lebih meningkatkan lagi pengadaan bimbingan mengenai TIK bisa melalui pelatihan, seminar, bahkan lokakarya, sehingga beberapa kendala dalam pemanfaatan TIK sebagai media pembelajaran dapat diatasi.
PENERAPAN METODE INQUIRY PADA MATERI ORGANISASI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS V SD NEGERI KUTA BAK MEE ACEH BESAR Yusmira., Yusmira; Mahmud., Mahmud; Bakhtiar Hasan., Bakhtiar Hasan
Elementary Education Research Vol 2, No 4 (2017): NOVEMBER 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/primary.v2i4.4572

Abstract

Materi organisasi pada dasarnya bukanlah materi yang sukar, tetapi menjadi tidak mudah menggunakan metode konvensional, oleh karena itu perlu dicoba dengan menggunakan metode inquiry. Karena metode inquiry memiliki kelebihan penekanan pada pengembangan aspek kognitif, afektif, dan psikomotor secara seimbang, memberi ruang kepada siswa untuk belajar sesuai dengan gaya belajar mereka, sesuai dengan psikologi perkembangan belajar modern, serta melayani kebutuhan siswa yang memiliki kemampuan di atas rata-rata. Tujuan penelitian ini secara umum untuk mengetahui aktivitas guru dan siswa dalam menerapkan metode inquiry pada materi organisasi, serta untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa kelas V SD Negeri Kuta Bak Mee Aceh Besar dalam pembelajaran PKN. Pendekatan penelitian ini bersifat Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian dilaksanakan di SD Negeri Kuta Bak Mee Aceh Besar pada tanggal 3-17 Januari 2017. Subjek dalam penelitian ini seluruh siswa kelas V SD Negeri Kuta Bak Mee Aceh Besar yang berjumlah 16 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan tes tertulis dan observasi. Pengolahan data dilakukan dengan mendeskripsikan data penelitian dengan menggunakan statistik persentase. Hasil penelitian diketahui bahwa pada aktivitas guru setiap siklus memperlihatkan adanya peningkatan. Siklus I, aktivitas guru sebesar 66,7%, siklus II meningkat menjadi 81,5%, dan siklus III meningkat lagi menjadi 94,4%. Aktivitas siswa setiap siklus memperlihatkan adanya peningkatan. Siklus I sebesar 61,81%, siklus II menjadi 77,59% dan siklus III menjadi 92,97%. Peningkatan hasil belajar siswa secara klasikal siklus I 18,75%, siklus II 56,25%, dan pada siklus III 87,5%. Sedangkan rata-rata nilai materi organisasi siswa juga mengalami peningkatan tiap siklus, yaitu siklus I 61,25, siklus II 75,0 dan pada siklus III 85,6. Dengan melihat hasil pembelajaran dengan penerapan metode inquiry dapat meningkatkan prestasi belajar siswa serta menciptakan suasana belajar yang aktif yaitu pembelajaran yang lebih berpusat pada siswa maka dapat digunakan untuk pembelajaran pada materi yang lain yang dianggap sesuai.
KEMAMPUAN SISWA DALAM MEMAHAMI MATERI PADA TEMA PEDULI TERHADAP MAKHLUK HIDUP SUBTEMA 1 KELAS IV SD NEGERI 51 BANDA ACEH Riza, Warzatun; Syafrina, Alfiati; Mislinawati., Mislinawati.
Elementary Education Research Vol 2, No 4 (2017): NOVEMBER 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/primary.v2i4.4571

Abstract

Peningkatanpemahaman isi pelajaran menuntut pesertadidik banyak berlatih mengenai pemahaman materi, Keberhasilan dalam pembelajaran biasanya diukur dari pesertadidik dalam memahami materi yang dipelajari. Semakin banyak pesertadidik yang dapat mencapai tingkat pemahaman materi, maka semakin tinggi keberhasilan dari pelajaran tersebut. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah kemampuan siswa dalam memahami materi pada tema peduli terhadap makhluk hidup subtema 1 kelas IV SD Negeri 51 Banda Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kemampuan siswa dalam memahami materi pada tema peduli terhadap makhluk hidup subtema 1 kelas IV SD Negeri 51 Banda Aceh. Jenis penelitian yang digunakan deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini dilakukan di SD Negeri 51 Banda Aceh dengan sabjek penelitian berjumlah 30 siswa. Instrumen yang digunakan adalah tes berbentuk soal pilihan ganda, data yang diperoleh dari hasil tes kemudian dianalisis menggunakan table kategori kemampuan siswa, kemudian untuk menetukan presentase dengan menggunakan rumus presentase.Berdasarkan hasil analisis data kemampuan peserta didik dalam memahami materi pada tema peduli terhadap makhluk hidup subtema 1(satu) berada pada kategori baik dengan persentase 56,7%. Dengan melihat nilai KKM yang telah ditetapkan di SD Negeri 51 Banda Aceh yaitu 60, maka dari 30 peserta didik yang mengikuti tes, 25 peserta didik yang mencapai KKM dengan persentase 83,3%. Secara klasikal atau keseluruhan, diperoleh nilai rata-rata kemampuan memahami materi adalah 69,2 berada pada kategori baik. Dapat disimpulkan kemampun siswa dalam memahami materi pada tema peduli terhadap makhluk hidup subtema 1 kelas IV SD Negeri 51 Banda Aceh berada pada kategori baik atau tuntas. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dan berdasarkan kesimpulan, proses belajar merupakan hal yang sangat penting, kenyataannya banyak pesertadidik sudah mampu belajar dengan baik, oleh karena itu strategi mengajar yang disusun oleh guru haruslah menarik agar dapat meningkatkan hasil belajar pesertadidik.
PENGARUH KEGIATAN EKSTRAKURIKULER PRAMUKA DALAM KURIKULUM 2013 TERHADAP KEDISIPLINAN SISWA KELAS V DI SD NEGERI 10 BANDA ACEH Dahirah, Syahrina; Ely, Rosma; Awaluddin., Awaluddin.
Elementary Education Research Vol 2, No 4 (2017): NOVEMBER 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/primary.v2i4.4570

Abstract

Kurangnya kedisiplinan siswa menyebabkan banyak siswa yang melanggar aturan sekolah. Salah satu upaya untuk mendisiplinkan siswa adalah dengan menerapkan ekstrakurikuler pramuka. Penelitian ini berupaya mengungkapkan pengaruh kegiatan ekstrakurikuler pramuka terhadap kedisiplinan siswa di SD Negeri 10 Banda Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh antara kegiatan ekstrakurikuler pramuka dengan kedisiplinan siswadi SD Negeri 10 Banda Aceh. Hipotesis penelitian yakni terdapat pengaruh antara kegiatan ekstrakurikuler pramuka dengan kedisiplinan siswa di SD Negeri 10 Banda Aceh. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional. Penelitian ini dilakukan di SD Negeri 10 Banda Aceh dengan sampel sebanyak 55 siswa. Populasi diambil dari kelas V, yaitu kelas VA dan VB. Instrumen yang digunakan adalah angket tertutup dari masing-masing variabel dengan menggunakan skala likert. Uji reliabilitas dan uji prasyarat analisis menggunakan SPSS 20.0. Pengujian hipotesis menggunakan uji korelasi Product Moment dengan bantuan SPSS 20,0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara kegiatan ekstrakurikuler pramuka dengan kedisiplinan siswa di kelas V SD Negeri 10 Banda Aceh. Terbukti dari hasil analisis korelasi antara ekstrakurikuler pramuka dengan kedisiplinan siswa diperoleh nilai korelasi 0,405 0,2656 dan signifikan 0,002 0,005. Ini berarti bahwa terdapat pengaruh positif yang signifikan antara ekstrakurikuler pramuka dengan kedisiplinan siswa.
KEMAMPUAN GURU MEMANFAATKAN LINGKUNGAN SEBAGAI SUMBER BELAJAR DI SEKOLAH DASAR NEGERI 29 BANDA ACEH Putri, Raiysa Pratiwi; Suid., Suid.; M.Nasir Yusuf., M.Nasir Yusuf.
Elementary Education Research Vol 2, No 4 (2017): NOVEMBER 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/primary.v2i4.4569

Abstract

Dalam mengajarkan materi yang berkaitan dengan lingkungan, guru dapat mengupayakan pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar. Penelitian ini berupaya mengungkapkan bagaimanakah kemampuan guru dalam memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar di Sekolah Dasar Negeri 29 Banda Aceh? Secara khusus penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan guru dalam memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar di Sekolah Dasar Negeri 29 Banda Aceh.Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif yaitu penelitian yang berusaha mendeskripsikan suatu kejadian pada saat sekarang. Data penelitian ini bersumber dari wawancara dengan 6 orang guru SD Negeri 29 Banda Aceh yang terdiri dari 2 guru kelas IV, 2 guru kelas V, dan 2 guru kelas VI. Sumber data juga didapatkan dari hasil observasi lingkungan sekitar sekolah.Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara dan observasi. Pada teknik wawancara peneliti menggunakan alat bantu perekam berupa media eletronik tape recorder. Dan pada observasi, peneliti bertindak sebagai pengamat penuh tanpa terlibat dalam interaksi belajar-mengajar. Teknik analisis data dalam penelitian ini: (1) reduksi data, (2) penyajian data, (3) serta menarik kesimpulan dan verifikasi.Berdasarkan hasil analisis data, temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa guru di Sekolah Dasar Negeri 29 Banda Aceh belum maksimal, karena hanya sebagian guru kelas yang memanfaatkan lingkungan didalam pembelajaran. Sedangkan sebagian guru lainnya tidak memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar di dalam proses pembelajaran dan hanya menggunakan buku dan gambar visual sebagai sumber belajar.
PERBEDAAN KEMAMPUAN SISWA MENULIS KARANGAN DESKRIPSI MENGGUNAKAN MEDIA LINGKUNGAN RUMAH SISWA DAN TANPA MEDIA LINGKUNGAN RUMAH SISWA DI KELAS V SD NEGERI LAMREUNG ACEH BESAR Rasmianti., Rasmianti.; Bukhari., Bukhari.; M. Yamin., M. Yamin.
Elementary Education Research Vol 2, No 4 (2017): NOVEMBER 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/primary.v2i4.4564

Abstract

Penelitian ini berjudul Perbedaan Kemampuan Siswa Menulis Karangan Deskripsi Menggunakan Media Lingkungan Rumah Siswa Dan Tanpa Media Lingkungan Rumah Siswa Di Kelas V Sd Negeri Lamreung Aceh Besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan antara siswa yang menggunakan media lingkungan rumah dengan siswa yang tidak menggunakan media lingkungan rumah dalam mengarang deskripsi.Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif.Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V pada SD Negeri Lamreung Aceh Besar yang berjumlah 48 orang yang terdiri dari masing-masing 2 kelas paralel yaitu kelas Va berjumlah 24 siswa dimana laki-laki 9 siswa, perempuan 15 siswa. dan Vb berjumlah 24 siswa terdiri dari 14 siswa laki-laki dan 10 siswa perempuan.Teknik pengumpulan data menggunakan tes tidak menggunakan media lingkungan rumah dan tes menggunakan media lingkungan rumah. Tes digunakan sebagai tolak ukur untuk mengetahui hasil yang diperoleh siswa sebelum dan sesudah pemberian tindakan. ternyata , yaitu 1,68, maka hipotesis ditolak dan hipotesis diterima. Dengan demikian terdapat perbedaan nilai tes siswa yang berasal dari kelas Va dan Vb. Sehingga dapat disimpulkan bahwa hasil belajar yang menggunakan media lingkungan rumah dan tidak menggunakan media lingkungan rumah dapat meningkatkan hasil belajar siswa, dapat dilihat dari rata-rata nilai tes yang mengalami peningkatan yang signifikan dari pada hasil belajar siswa yang tidak menggunakan media lingkungan rumah. Oleh sebab itu, penulis sarankan bahwa mengarang deskripsi dengan menggunakan media lingkungan rumah lebih efektif diterapkan, karena akan lebih memudahkan siswa dalam mengarang..
KEMAMPUAN MENGGUNAKAN KONJUNGSI DALAM WACANA DESKRIPSI SISWA KELAS V SD NEGERI 51 BANDA ACEH Arianti, Rahmi; Adnan., Adnan.; M. Yamin., M. Yamin.
Elementary Education Research Vol 2, No 4 (2017): NOVEMBER 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/primary.v2i4.4563

Abstract

Pengajaran konjungsi diperlukan oleh siswa guna memperluas cara berpikir dan mempertajam pemahaman terhadap pembelajaran bahasa Indonesia. Penelitian ini berjudul kemampuan menggunakan konjungsi dalam wacana deskripsi siswa kelas V SD Negeri 51 Banda Aceh. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana kemampuan menggunakan konjungsi dalam wacana deskripsi siswa kelas V SD Negeri 51 Banda Aceh? Secara khusus penelitian ini bertujun untuk mengetahui kemampuan menggunakan konjungsi dalam wacana deskripsi siswa kelas V SD Negeri 51 Banda Aceh.Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD Negeri 51 Banda Aceh yang berjumlah 32 siswa, penentuan sampel dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan teknik total sampling karena populasinya kurang dari 100 yaitu sampelnya 32 siswa.Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian adalah dengan instrumen tes. Hasil data penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata siswa kelas V SD Negeri 51 Banda Aceh dalam menggunakan konjungsi wacana deskripsi adalah 72,12. Berdasarkan kategori nilai yang menjadi acuan penelitian ini, nilai rata-rata 72,12 termasuk ke dalam kategori baik. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kemampuan siswa kelas V SD Negeri 51 Banda Aceh dalam menggunakan konjungsi dalam wacana deskripsi pada pembelajaran bahasa Indonesia memiliki tingkat kemampuan yang baik.
PENERAPAN KEGIATAN MANAJEMEN KELAS OLEH GURU DI KELAS IV SD NEGERI LAMREUNG KECAMATAN KRUENG BARONA JAYA ACEH BESAR Wulan dari, Nuzul Wahyu; M. Husian Affan, M.Husin Affan.; Nurmasyitah., Nurmasyitah.
Elementary Education Research Vol 2, No 4 (2017): NOVEMBER 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/primary.v2i4.4561

Abstract

Pendidikan merupakan suatu proses yang panjang dan berlangsung secara terus menerus. Untuk dapat meningkatkan kualitas pendidikan tersebut guru perlu menerapkan kegiatan manajemen kelas. Penelitian ini mengangkat masalah Bagaimana Penerapan Kegiatan Manajemen Kelas Oleh Guru di Kelas IV SD Negeri Lamreung Kecamatan Krueng Barona Jaya Aceh Besar?. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana penerapan kegiatan manajemen kelas oleh guru di kelas IV SD Negeri Lamreung Kecamatan Krueng Barona Aceh Besar. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian ini yang berjumlah 3 orang guru kelas IV di SD Negeri Lamreung Kecamatan Krueng Barona Jaya Aceh Besar. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi dan wawancara yang dibantu dengan menggunakan alat bantu berupa perekam suara. Untuk mengolah data menggunakan rumus deskriptif persentase. Dari hasil penelitian dan analisis yang dilakukan dapat diketahui bahwa seluruh guru kelas IV di SD Negeri Lamreung Kecamatan Krueng Barona Jaya Aceh Besar sudah terlihat dalam melaksanakan penerapan manajemen kelas. Guru kelas memiliki beberapa kegiatan inti yang dapat diterapkan dalam manajemen kelas diantaranya, menciptakan iklim belajar yang kondusif dengan perolehan persentase sebesar 100%, mengatur ruang belajar dengan perolehan persentase sebesar 100%, dan mengelola interaksi kegiatan belajar mengajar dengan perolehan persentase sebesar 100%.
HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS I SD NEGERI 5 BANDA ACEH Rizki, Nova; Awaluddin., Awaluddin.; Tursinawati, Tursinawati.
Elementary Education Research Vol 2, No 4 (2017): NOVEMBER 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/primary.v2i4.4559

Abstract

Anak sekolah termasuk kelompok rentan gizi sehingga memerlukan pemenuhan zat-zat gizi karena dapat mempengaruhi pertumbuhan fisik dan perkembangan otaknya. Hal ini berkaitan dengan proses belajar dan pencapaian hasil belajar yang optimal. Penelitian ini mengangkat masalah adakah hubungan status gizi dengan hasil belajar siswa kelas 1 SD Negeri 5 Banda Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan status gizi dengan hasil belajar siswa kelas 1 SD Negeri 5 Banda Aceh.Hipotesis penelitian yakni ada hubungan status gizi dengan hasil belajar siswa kelas 1 SD Negeri 5 Banda Aceh.Penelitian ini menggunakan pendekatankuantitatifdenganjenispenelitian korelasi. Penelitian ini dilakukan di SD Negeri 5 Banda Aceh dengan sampel sebanyak 53 siswa yang diambil dari 2 kelas, yaitu kelas IA dan IB.Pengumpulan data status gizi diperolehdari pengukuran berat badan dan tinggi badan, yang kemudian diolah menggunakanrumusindeks massa tubuh menurut umur (IMT/U) dan rumus ambang batas (z-skor) untuk menginterpretasikan status gizi, sedangkan hasil belajar diperoleh denganmengambil nilai rata-rata rapor ujian tengah semester (UTS) siswa. Uji statistik yang digunakan yaitu menggunakan uji korelasi Product Momentdan pengujian hipotesis menggunakan uji z dengan taraf signifikan 0,05 (5%).Berdasarkan hasil analisis data diperoleh gambaran status gizi siswa secara klinis adalah normal pada kriteria gizi baik dengan rata-rata -1,3 dan hasil belajarberada pada kriteria cukup dengan perolehan rata-rata6,5.Darihasil analisis korelasi antara status gizi dengan hasil belajar siswadiperoleh nilai korelasi 0,466 yang termasuk kriteria sedang dan hasil pengujian hipotesis diperoleh zhitung(3,36) ztabel (1,96) sehingga diterima. Maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan status gizi dengan hasil belajar siswa kelas 1 SD Negeri 5 Banda Aceh.
KEMAMPUAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL MATEMATIKA DALAM BENTUK PEMECAHAN MASALAH BAGI SISWA KELAS V SD NEGERI 1 PAGAR AIR ACEH BESARKEMAMPUAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL MATEMATIKA DALAM BENTUK PEMECAHAN MASALAH BAGI SISWA KELAS V SD NEGERI 1 PAGAR AIR ACEH BESAR Mursalin., Mursalin.; Fauzi., Fauzi.; Israwati, Israwati.
Elementary Education Research Vol 2, No 4 (2017): NOVEMBER 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/primary.v2i4.4558

Abstract

Dalam konteks ini kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal matematika dalam bentuk pemecahan masalah bagi siswa kelas V SD Negeri 1 Pagar Air Aceh Besar. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimanakah kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal matematika dalam bentuk pemecahan masalah bagi siswa kelas V SD Negeri 1 Pagar Air Aceh Besar?. Secara khusus penelitian ini bertujuan tujuan untuk mengetahui kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal matematika dalam bentuk pemecahan masalah bagi siswa kelas V SD Negeri 1 Pagar Air Aceh Besar.Penelitian ini menggunakan analisis kualitatif deskriptif, dimana komponen reduksi data yaitu terdiri dari 4 soal tes dan wawancara terhadap 22 orang siswa yang terkait kesulitan menyelesaikan soal cerita dalam bentuk pemecahan masalah, dan sajian data dilakukan bersamaan dengan proses pengumpulan data setelah data terkumpul maka kedua komponen dianalisis.Berdasarkan hasil analisis data temuan penelitian ini dapat dikemukakan sebagai berikut. Pertama, setelah dilakukan tes berupa 4 soal dalam bentuk soal cerita dan wawancara terkait kesulitan menyelesaikan soal cerita. Dari 4 soal tes terdapat 2 sol tes dengan materi aritmatika dan 2 soal tes materi pengukuran satuan jarak terhadap siswa kelas V SD Negeri 1 Pagar Air Aceh Besar.Simpulan siswa tidak mampu dalam menyelesaikan soal cerita dalam bentuk pemecahan masalah di kelas V SD Negeri 1 Pagar Air Aceh Besar.

Page 2 of 2 | Total Record : 20