cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Pendidikan Teknik Bangunan
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 52 Documents
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN QUANTUM TEACHING DENGAN STRATEGI PEMBELAJARAN STUDY GROUP UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN MEKANIKA TEKNIK PESERTA DIDIK KELAS X TKK 1 SMK N 2 SRAGEN Kumboro, Tommy; Efendi, Agus; S, Abdul Haris
Pendidikan Teknik Bangunan Vol 6, No 6 (2015): Jurnal Pendidikan Teknik Bangunan
Publisher : Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.347 KB)

Abstract

Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar mata pelajaran Mekanika Teknik pada peserta didik kelas X TKK 1 SMK Negeri 2 Sragen dengan model pembelajaran quantum teaching dan strategi pembelajaran study group. Efektivitas model dan strategi pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar serta faktor-faktor yang menghambat dalam pelaksanaan model dan strategi pembelajaran ini. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus dengan tiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, tahap pelaksanaan tindakan, observasi, refleksi dan evaluasi. Subyek penelitian ini adalah kelas X TKK 1 SMK Negeri 2 Sragen yang berjumlah 33 peserta didik. Sumber data berasal dari pendidik dan peserta didik. Teknik pengumpulan data adalah dengan metode wawancara, observasi, dokumentasi dan tes peserta didik. Validitas data dengan triangulasi data. Analisis data dengan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model dan strategi pembelajaran ini dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik tiap siklus, pra siklus ranah afektif meningkat dari 6,06 % menjadi 60,61 % pada siklus 1 sedangkan siklus 2 tercapai 100 %. Pra siklus ranah kognitif meningkat 0 % menjadi 78,79 % pada siklus 1 sedangkan siklus 2 tercapai 100 %. Pra siklus ranah psikomotorik meningkat 15,15 % menjadi 45,45 % pada siklus 1 sedangkan siklus 2 tercapai 100 %. Efektivitas pembelajaran berdasarkan nilai hasil belajar peserta didik serta kesimpulan wawancara dengan pendidik dan peserta didik. Simpulan penelitian ini adalah model pembelajaran quantum teaching dan strategi pembelajaran study group bisa meningkatkan hasil belajar mata pelajaran Mekanika Teknik peserta didik kelas X TKK 1 SMK Negeri 2 Sragen. Kata Kunci : Model pembelajaran quantum teaching, strategi pembelajaran study   group dan hasil belajar. 
PEMBELAJARAN TRAINING INQUIRY MODEL DENGAN BANTUAN KWL CHART TERHADAP HASIL BELAJAR MAHASISWA PENDIDIKAN TEKNIK BANGUNAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET DALAM MATA KULIAH KONSTRUKSI BANGUNAN GEDUNG Prasetiyanti, Tutut; Sutrisno, Sutrisno; Rahmawati, Anis
Pendidikan Teknik Bangunan Vol 4, No 4 (2014): Jurnal Pendidikan Teknik Bangunan
Publisher : Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.011 KB)

Abstract

Abstract: This researched is purposed to know applied of Training Inquiry Model with KWL Chart can increase of result study?s student of  Sebelas Maret University in Building Construction Subject. This researched is class researched action besed on plan, done, observation, and reflection. Reseacrh?s subject is student of Building Engineering Education year 2012 that amount 31 student of university. Source of data from lecturer, student of university, books and literature. Technic to collect of data is used documentation and test. Learned before done is used conventional method and result student study of university just can mínimum completeness limit. Result this researched is proved that use Training Inquiry Model with KWL Chart can increase result of learned?s student of university in cognitive aspec is 75,92, affective aspec is 76,61, and psychomotor aspec is 79,03. The result of this researched is Training Inquiry Model studied with KWL Chart can increase result?s study of student of Building Engineering Education Sebelas Maret University in Building in cognitive aspec is 75,92, affective aspec is 76,61, and psychomotor aspec is 79,03.Keywords: conventional, Training Inquiry Model, KWL Chart, result of study
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN MEKANIKA TEKNIK BERUPA MODUL INTERAKTIF BERBASIS GAMING UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR PADA JURUSAN TEKNIK GAMBAR BANGUNAN (UJI COBA PRODUK DI SMK N 2 SUKOHARJO) Utomo, Pambudi N; Rahmawati, Anis; S, Abdul Haris
Pendidikan Teknik Bangunan Vol 6, No 6 (2015): Jurnal Pendidikan Teknik Bangunan
Publisher : Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (548.61 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah: (1) Untuk mengetahui hasil kelayakan dari penerapan modul interaktif berbasis gaming dalam pembelajaran Mekanika Teknik; (2) Untuk mengetahui peningkatan prestasi belajar peserta didik dalam pembelajaran Mekanika Teknik.Penelitian ini merupakan penelitian Research and Development (R&D) dengan prosedur penelitian menggunakan model prosedural, yaitu model yang bersifat deskriptif, menunjukkan langkah-langkah yang harus diikuti untuk menghasilkan produk. Sumber data diperoleh dari sumber literatur modul Mekanika Teknik dan pengembangan media berbasis gaming menggunakan program Macromedia Flash 8. Penentuan tingkat kelayakan media pembelajaran berbasis gaming ini berdasarkan uji validasi para ahli dan uji coba kepada siswa melalui angket serta hasil prestasi belajar siswa.Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan: (1) Kelayakan media didapat dari hasil penilaian angket baik dari para ahli maupun dari siswa sebagai berikut: (a) Ahli materi 1 (76,84 %); (b) Ahli materi 2 (77,89 %); (c) Ahli media 1 (89,17 %); (d) Ahli media 2 (81,67 %); (e) Angket siswa (73,94 %). (2) Ketuntasan prestasi belajar siswa dengan persentase sebagai berikut: (a) nilai persentase pada test pertama sebesar (36,67 %), kemudian mengalami peningkatan menjadi (70,00%) pada test kedua; (b) sedangkan dari perhitungan pre test dan post test menurut uji tabel t menunjukkan adanya selisih yang signifikan dari capaian nilai prestasi belajar yaitu antara nilai post test lebih tinggi dibandingkan dengan nilai pre test.Kata kunci: mekanika teknik, media pembelajaran, modul interaktif, gaming, Macromedia Flash 8, prestasi belajar
PERANCANGAN MEDIA PEMBELAJARAN TUTORIAL AUTO CAD 2D MENGGAMBAR TAMPAK DAN POTONGAN BANGUNAN ADI KURNIAWAN, INSAN
Pendidikan Teknik Bangunan Vol 1, No 01 (2013): Jurnal Pendidikan Teknik Bangunan
Publisher : Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.925 KB)

Abstract

The purpose of this study is : Designing 2D AutoCAD tutorial learning media, particularly on the subject of drawing look and pieces of the building know the outcome of the process of making to AutoCAD tutorial video and produce learning media devices are valid and deserve to be used as a learning media AutoCAD. The research methodusedin this researchwas Research & Development (R&D) method. The research wasconductedon the di SMK N 5 Surakarta. Design  done by taking a path that includes the development of assessment procedures  subjects AutoCAD, user assessment of media types, the assessment of media  makers, and create a storyboard. The circuit design includes the collection of  products made with the object of media support, the design of video learning, revision, validation, revision, testing, and evaluation. Success criteria of this  research refers to the successful development and validation testing of products.  The successful achievement of the design of products obtained from the use of  media that includes: (1) the suitability aspects of substance experts, media specialists and experts intruksional learning. (2) The test is limited. (3) field test. The results showed that the AutoCAD 2D tutorial  learning media drawing looks and pieces of the building proved to be fit for use as a AutoCAD media learning and can help students in understanding the material well. This is evident from the results of the test expert, limited testing and field testing. For media expert scoring (89,56%), a substance gives a score (90%), instructional specialists provide a score (90%), while the limited test data obtained by interviewing a few samples of students and one teacher stated greatly helped. Field test  data obtained by questionnaires 31 respondents  and interview some of  the sample of students  who declare helped as much as 85% and declared  not helped as much as 15%. It means  learning video is acceptable as a medium of  teaching in subjects AutoCAD drawing particularly on the subject of  looks and pieces on the building. Conclusion this study shows learning media products such as video tutorial learning model can help the delivery of content on the subjects AutoCAD particular on the subject of looks and pieces on the building. This learning video is an efficient, effective and precise media, so that the development model of learning video can be recommended as one of the new innovations in the learning media subjects AutoCAD particular on the subject of looks and pieces on the building.   Keywords: design of learning videos, AutoCAD, drawing looks and pieces
PENERAPAN MODEL SINEKTIK UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR CAD 2D PADA SISWA KELAS XI TEKNIK GAMBAR BANGUNAN SMK NEGERI 2 SURAKARTA Purnomo, Dwi; Efendi, Agus; Habsya, Chundakus
Pendidikan Teknik Bangunan Vol 6, No 6 (2015): Jurnal Pendidikan Teknik Bangunan
Publisher : Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.66 KB)

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui : 1) Peningkatan prestasibelajar siswa dalam mata pelajaran CAD 2D dengan penerapan model sinektik di kelasXI Teknik Gambar Bangunan (TGB) SMK Negeri 2 Surakarta. 2) Efektivitas penerapanmodel sinektik dalam meningkatkan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran CAD 2D di kelas XI TGB SMK Negeri 2 Surakarta. Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas XITGB SMK Negeri 2 Surakarta tahun ajaran 2010/2011 menggunakan model sinektik padamata pelajaran CAD 2D dengan kompetensi dasar menggambar menggunakan perangkatlunak, dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa:1) Penerapan model sinektik dapat meningkatkan prestasi belajar (nilai kompetensi) siswakelas XI TGB SMK Negeri 2 Surakarta tahun ajaran 2010/2011 pada mata pelajaranCAD 2D. 2) Kualitas proses pembelajaran mengalami perbaikan yaitu meningkatnyakreatifitas siswa selama kegiatan belajar berlangsung dengan diterapkannya modelsinektik, dibandingkan dengan keadaan pembelajaran sebelum diterapkannya tindakankelas.Kata Kunci : Model Sinektik, Prestasi Belajar.
PEMANFAATAN ABU VULKANIK GUNUNG KELUD SEBAGAI PENGGANTI SEBAGIAN AGREGAT HALUS PADA BETON NORMAL SEBAGAI PENDUKUNG BAHAN AJAR MATA KULIAH TEKNOLOGI BETON (PADA MAHASISWA PTB, JPTK, UNS) Anshory, Abdul Rohman; Sumarni, Sri; Roemintoyo, Roemintoyo
Pendidikan Teknik Bangunan Vol 6, No 6 (2015): Jurnal Pendidikan Teknik Bangunan
Publisher : Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (481.559 KB)

Abstract

The purpose of this study was to determine (1) Effect of volcanic ash in partial replacement of the total fine aggregate of compressive strength and the density of the concrete, (2) resistance to the optimal compression of the concrete (3) optimum density concrete. (4) The teaching material obtained in the course of concrete technology on the effect of volcanic ash on the compressive strength of concrete and normal density.Experimental studies using methods and analytical techniques using a quantitative analysis of regression. Variables in the study were (1) the dependent variable: the strength of concrete in compression and the density of concrete, (2) independent variables: the variation of 0%, 10%, 15%, 20% and 25% Volcanic ash from the total weight of the sand. The sampel is  in the form of a cylinder with a diameter of 150 mm and a height of 300 mm.Based on the results of the study concluded that (1) changes in volcanic ash as a partial replacement of the fine aggregate strong overall influence on the compressive strength and density of concrete, (2) the optimal value of compressive strength and the weight of each type of concrete which is the variation of volcanic ash 8,36% amounted to 23,231 MPa, 11,889% to 22,919 MPa, (3) the value of the optimal concrete mixture as a whole, to namely the variation of volcanic ash 11,889% (4) in the form of teaching material to supplement teaching materials using Kelud volcanic ash as a partial replacement of fine aggregate on in terms of compressive strength concrete and density.Key words: normal concrete, volcanic ash, compressive strength, density.
SELF HEALING CAPABILITY BETON DENGAN PERSENTASE FLY ASH 0%, 20%, 25%, 30%, 35%, 45% DAN 55% SEBAGAI PENGGANTI SEBAGIAN SEMEN DITINJAU DARI WORKABILITY, KUAT TEKAN DAN PERMEABILITAS RH, Dwi Beauty; Agustin, Rima Sri; Murtiono, Eko Supri
Pendidikan Teknik Bangunan Vol 5, No 5 (2014): Jurnal Pendidikan Teknik Bangunan
Publisher : Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (82.878 KB)

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini: (1). Untuk mengetahui pengaruh Self Healing Capability dengan fly ash sebagai pengganti sebagian semen terhadap workability beton. (2). Untuk mengetahui pengaruh Self Healing Capability dengan fly ash sebagai pengganti sebagian sementerhadap kuat tekan beton. (3). Untuk mengetahui pengaruh Self Healing Capability dengan flyash sebagai pengganti sebagian semen terhadap permeabilitas beton. (4). Untuk mengetahuinilai optimal Self Healing Capability dengan fly ash sebagai pengganti sebagian semen terhadap workability, kuat tekan dan permeabilitas. Hasil penelitian ini adalah (1). Untuk melihat workability dari Self Healing Capability beton, dilakukan pengujian slump flow dan slump, hasil pengujian slump flow terlihat bahwa kadar fly ash 55% mempunyai kecepatan sebaran diameter 500 mm (t) paling cepat dibanding dengan penggantian kadar fly ash yang lain dan hasil pengujian slump menunjukkan semakin banyak penggantian persentase fly ash maka semakin 500 tinggi nilai slump-nya. (2). Penggantian sebagian fly ash sebagai pengganti sebagian semen diperoleh nilai tertinggi kuat tekan sebesar 35,819 MPa dari variasi 35% pada pengujian 56 hari, karena setelah 28 hari proses hidrasi masih berlangsung sehingga kuat tekan beton masih mengalami kenaikan. (3). Hasil pengujian permeabilitas yaitu semakin besar persentase pencampuran fly ash, maka semakin kecil nilai permeabilitasnya. Pada persentase fly ash 55%, pada pengujian 56 hari nilai permeabilitas yang dihasilkan adalah 1.10 -10 m/dt. Penurunan permeabilitas yang terjadi menunjukkan Self Healing Capability, namun hasil yang diperoleh belum memenuhi persyaratan ACI 301-729 yaitu hasil yang disyaratkan sebesar 1,5.10 m/dt (1,5.10 -9 cm/dt). (4). Penggantian fly ash optimal adalah sebesar 35% dengan nilai optimal dari workability slump flow 28,277 mm/dt, nilai optimal workability slump 13,043 cm, nilai optimalkuat tekan 35,819 MPa dan nilai optimal permeabilitas 1,85E?09 m/dt. Kata Kunci: Fly ash, workability, kuat tekan, permeabilitas, Self Healing Capability -11
PENGARUH PENAMBAHAN SERAT SABUT KELAPA TERHADAP KUAT LENTUR BALOK HOLLOW FEROSEMEN SEBAGAI PENDUKUNG BAHAN AJAR MATA KULIAH TEKNOLOGI BETON BERBASIS RISET Prasetyo, Muharrom; Saputro, Ida N; Sutrisno, Sutrisno
Pendidikan Teknik Bangunan Vol 6, No 6 (2015): Jurnal Pendidikan Teknik Bangunan
Publisher : Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (157.771 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan serat sabut kelapa terhadap kuat lentur dan berat jenis ferosemen agar bahan bangunan tersebut dapat digunakan sebagai alternatif kayu pada konstruksi rangka atap. Ferosemen adalah suatu bahan bangunan yang hampir sama dengan beton bertulang namun lebih tipis dan terbuat dari semen, pasir, dan air yang diberi kawat jala sebagai tulangan pembentuk.Metode penelitian ini adalah eksperimen dengan campuran bahan 1Pc : 2Ps : 0,5Air. Penambahan serat sabut kelapa yang digunakan sebesar 0%, 0,5%, 1%, 1,5%, dan 2% dari total berat mortar. Benda uji yang dibuat berbentuk balok hollow ukuran 12 x 8 x 60 cm dengan ketebalan 2,5 cm. Pengujian yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pengujian kuat lentur menggunakan satu titik beban terpusat dan pengujian berat jenis ferosemen.Hasil penelitian yang diperoleh adalah penggunaan sabut kelapa sebagai bahan tambah serat dalam campuran  ferosemen  menyebabkan  nilai  kuat  lentur  dan  berat  jenis  menurun.  Kuat  lentur  terkecil  yang dihasilkan sebesar 2,591 N/mm2  masih lebih besar dari nilai kuat lentur kayu kelas I sebesar 1,221 N/mm2 sehingga ferosemen yang dihasilkan memenuhi kuat lentur kayu kelas I. Sedangkan berat jenis ferosemen terkecil yang dihasilkan (1893,3 kg/m3) lebih berat dari berat jenis kayu kelas II (900 kg/m3) sehingga ferosemen tersebut tidak memenuhi berat jenis kayu kelas II. Simpulan dari penelitian ini adalah ferosemen yang dihasilkan dapat menggantikan kayu bangunan struktural dari segi kuat lenturnya namun mempunyai berat jenis yang lebih tinggi dari pada kayu.Kata Kunci: ferosemen, serat sabut kelapa, kuat lentur, berat jenis  
PENGARUH TERAK SEBAGAI PENGGANTI SEBAGIAN AGREGAT KASAR TERHADAP KUAT LEKAT DAN BERAT JENIS BETON DENGAN PERBANDINGAN 1:2:3 Abundant, Suci Amri Mukti; Saputro, Ida Nugroho; Rahmawati, Anis
Pendidikan Teknik Bangunan Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Pendidikan Teknik Bangunan
Publisher : Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.792 KB)

Abstract

ABSTRAK Suci Amri Mukti Abundant. PENGARUH TERAK SEBAGAI PENGGANTI SEBAGIAN AGREGAT KASAR TERHADAP KUAT LEKAT DAN BERAT JENIS BETON DENGAN PERBANDINGAN 1:2:3. Skripsi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta. September 2013. Tujuan penelitian ini adalah untuk, (1) mengetahui pengaruh terak sebagai pengganti sebagian agregat kasar terhadap kuat lekat beton dengan metode perbandingan 1:2:3, (2) mengetahui pengaruh terak sebagai pengganti sebagian agregat kasar terhadap berat jenis beton dengan metode perbandingan 1:2:3, (3) mengetahui persentase terak optimal sebagai pengganti sebagian agregat kasar yang menghasilkan kuat lekat beton maksimal dengan metode perbandingan 1:2:3, (4) mengetahui persentase terak optimal sebagai pengganti sebagian agregat kasar yang menghasilkan berat jenis beton normal dengan metode perbandingan 1:2:3. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Adapun variabel yang mempengaruhi langsung dalam penelitian ini adalah (1) variabel terikat: kuat lekat dan berat jenis beton, (2) variabel bebas: persentase terak dengan variasi penggantian 0%, 20%, 40%, 60%, 80%, 100% menggunakan baja tulangan berdiameter 12 mm. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa (1) penggunaan terak sebagai pengganti sebagian agregat kasar berpengaruh kuat terhadap kuat lekat beton, (2) Penggunaan terak sebagai pengganti sebagian agregat kasar berpengaruh kuat terhadap berat jenis beton, (3) Persentase terak optimal sebagai pengganti sebagian agregat kasar pada kuat lekat beton diperoleh pada persentase terak 43,125% dengan hasil 53,727 kg/cm², (4) Persentase terak optimal sebagai pengganti sebagian agregat kasar terhadap berat jenis beton didapat pada persentase 100% dengan hasil 2429,67 kg/m3. Simpulan dari penelitian ini adalah terak berpengaruh kuat terhadap kuat lekat dan berat jenis beton. Kata kunci: beton, terak, kuat lekat, berat jenis
EKSPERIMENTASI MODEL DIRECT INSTRUCTION (DI) BERBASIS VIDEO PEMBELAJARAN KOMPETENSI MENGGAMBAR DENGAN PERANGKAT LUNAK SMK NEGERI 2 SUKOHARJO S, Rengga Aldian; Setiawan, Abdul Haris; Sutrisno, Sutrisno
Pendidikan Teknik Bangunan Vol 6, No 6 (2015): Jurnal Pendidikan Teknik Bangunan
Publisher : Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.718 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah: 1) Untuk mengetahui aktivitas belajar siswa ditinjau dari penerapan model pembelajaran Direct Instruction berbasis video pembelajaran dan konvensional pada kompetensi Menggambar Dengan Perangkat Lunak di SMK Negeri 2 Sukoharjo. 2) Mengetahui adakah perbedaan prestasi belajar siswa kelas XI TGB yang menerapkan model pembelajaran Direct Instruction berbasis video pembelajaran dengan prestasi belajar siswa yang menerapkan model konvensional pada kompetensi Menggambar Dengan Perangkat Lunak di SMK Negeri 2 Sukoharjo tahun ajaran 2013-2014.  Penelitian ini termasuk penelitian eksperimental yang masuk quasi experimental nonequivalent control group design. Sampel penelitian ini sudah terbentuk secara alami sehingga perlu diuji prasyarat analisis untuk mengetahui adakah perbedaan prestasi belajar siswa sebelum analisis data. Sampel penelitian ini terdiri dari siswa kelas XI TGB A berjumlah 34 siswa dan XI TGB B berjumlah 34 siswa. Kelas XI TGB A sebagai kelas eksperimen yaitu kelas yang menerapkan model Direct Instruction berbasis video pembelajaran dan kelas XITGB B sebagai kelas kontrol yaitu kelas yang menerapkan model konvensional. Teknik pengumpulan data menggunakan metode tes, observasi dan dokumentasi. Validitas instrumen penelitian menggunakan uji validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran dan daya beda. Uji prasyarat analisis terdiri dari uji normalitas yang menggunakan uji Chi-kuadrat, uji homogenitas menggunakan uji-F dan uji keseimbangan menggunakan uji-T. Teknik analisis data menggunakan uji hipotesis dengan uji-T.  Kesimpulan dari penelitian ini adalah: 1) Aktifitas pembelajaran dengan model Direct Instruction berbasis video pembelajaran kompetensi menggambar dengan perangkat lunak menunjukkan kriteria yang baik sama seperti model Konvensional. 2) Terdapat perbedaan prestasi belajar siswa yang diajar dengan model Direct Instruction berbasis video pembelajaran dan konvensional padakompetensi menggambar dengan perangkat lunak di SMK Negeri 2 SukoharjoKata kunci : Prestasi belajar, model Direct Instruction, model Instruksi Langsung, model konvesional, Video Pembelajaran